cover
Contact Name
Novi Paramitasari MS
Contact Email
apmabhm@gmail.com
Phone
+6285732799688
Journal Mail Official
apmabhm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Taman Praja No.25, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077083     DOI : https://doi.org/10.47575/apma
APMa Journal Pengabdian Masyarakat publishes articles on: Community Development Community Based on Research Community Service Learning
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Pembentukan Peer Educator Untuk Meningkatkan Personal hygiene Dalam Mencegah Scabies di Panti Asuhan Mathar, Irma; Klevina, Mertisa Dwi; Sebtalesy, Cintika Yorinda; Deviga, Lidia
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.490

Abstract

Personal hygiene merupakan usaha inividu untuk menjaga kesehatan, menghindari penyakit dengan memperhatikan kebersihan diri. Kurangnya pemberian informasi mengenai personal hygiene dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang banyak timbul dilingkungan panti asuhan adalah scabies. Usaha kegiatan peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan membentuk peer educator yaitu pendidik yang bertugas untuk memberikan informasi dan mempunyai kepedulian dalam rangka pencegahan penyakit. Berdasarkan uraian diatas maka penting dilaksanakan kegiatan peningkatan personal hygiene melalui pembentukan peer educator untuk mencegah timbulnya scabies dilingkungan panti asuhan. Tahap yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian ini adalah yang pertama pembentukan peer educator kemudian yang kedua pemberian pre test kepada penghuni Panti Asuhan Insan Berseri yaitu para anak asuh, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi oleh peer educator. Setelah pemberian materi dan diskusi, diberikan post test dan terakhir evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan perilaku anak mengenai personal hygiene. Hal ini dibuktikan dengan hasil post test setelah adanya pemberian materi oleh peer educator dan perubahan perilaku pada anak di panti asuhan dengan memperhatikan kebersihan pakaian, tangan dan kuku, kebersihan kulit dan penggunaan handuk serta kebersihan tempat tidur sehingga dapat mencegah terjadinya scabies dan mencegah penularan penyakit scabies dilingkungan panti asuhan intan berseri.
Penyuluhan Penggunaan Masker untuk Pencegahan Penyakit Covid-19 pada Masyarakat Ratnawati, Riska; Adhitya, Ellen Tiara; Meilasari, Evy; Putri, Rahadian Reza Sutopo; Maqfiroh, Sholikatul
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Juli 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i2.502

Abstract

Covid-19 ialah penyakit yang mewabah dalam waktu singkat secara global termasuk Indonesia hingga ditetapkan menjadi pandemic oleh WHO. Jumlah kasus per 2 Juni 2020 saja tercatat hingga 27.549 kasus. Oleh karena itu penggunaan masker menjadi upaya pencegahan penyebarluasan Covid-19. Tujuan dilakukannya kegiatan ini ialah melakukan sosialisasi kewajiban memakai masker disertai demonstrasi pemakaian masker dengan benar dan pembagian masker melalui kegiatan arisan warga di Desa Manguharjo pada 22 dan 23 Januari 2023. Hasil dari kegiatan ini ialah peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memakai masker di ruang publik hingga rumah ibadah.
Skrining Kesehatan Upaya Deteksi Dini Penyakit tidak Menular pada Lansia Kalurahan Wonolelo, Bantul Tursilowati, Sri Yuni; Viantika Kusumasari, Raden Roro; Isnaini, Yeni
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.509

Abstract

Berdasarkan hasil pengumpulan data ditemukan bahwa PTM merupakan penyakit tertinggi yang ada di masyarakat diantaranya hipertensi. Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan untuk deteksi dini PTM lansia di Kalurahan Wonolelo Kabupaten Bantul sebagai upaya pencegahan PTM. Sasaran dan lokasi: Lansia di Kalurahan Wonolelo Kabupaten Bantul yang berjumlah 74 orang. Metode yang digunakan yaitu melakukan edukasi kesehatan dengan tehnik konseling dan pemeriksaan kesehatan pada lansia berupa cek tekanan darah, kadar glukosa darah, dan pengukuran status gizi. Alat yang digunakan tensimeter, alat cek glukosa darah portabel, timbangan injak, dan statu meter. Hasil skrining PTM hipertensi dari 74 lansia yang hipertensi sebanyak 38 lansia (51,4 %) dan yang normal 36 lansia (48,6%),yang gula darah tinggi 7 lansia (9%) dan yang normal 93 lansia (91%), sedangkan hasil IMT lansia yang berisiko PTM 28 lansia (37,8%) dan yang tidak berisiko 46 lansia (62,2 %) . Sehingga perlu edukasi upaya pencegahan PTM. Hasil edukasi upaya pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes pengetahuan sebelum edukasi memiliki rata-rata 40 dan terjadi peningkatan nilai 100% lansia yang mengikuti kegiatan abdimas berupa skrining cek gula darah dan tekanan darah tinggi serta edukasi pencegahan PTM pengetahuan menjadi rata-rata 95. Lansia jadi mengetahui upaya pencegahan PTM.
Peningkatan Pengetahuan tentang CTPS dan Makanan Seimbang Menggunakan Audio Visual Ratnawati, Riska; Putri, Novita Dwi Rahma; Firani, Irma Mulatul; Damayanti, Difa Meysa; Rahmawati, Ayu Dwi
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.522

Abstract

Penerapan CTPS dan konsep pola makan seimbang merupakan salah satu cara sederhana yang memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh. Aktif mempraktikan cuci tangan dengan sabun, air bersih yang mengalir dan pemenuhan kembali nutrisi tubuh dengan konsep "Isi Piringku" sangat diperlukan untuk mencegah tubuh dari infeksi penyakit. Kegiatan edukasi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan  informasi kepada siswa SDN Giripurno tentang CTPS dan konsep pola makan seimbang yang kemudian dapat menjadi kebiasaan baik karena dipraktikkan dan dilakukan sejak dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, pemutaran video dan praktik CTPS menggunakan air mengalir. Kegiatan dilakukan di SDN Giripurno yang terdiri dari kelas 1 dan 2 berjumlah 22 Anak. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah anak-anak mampu melakukan praktik CTPS dan mendapatkan pengetahuan mengenai makanan seimbang agar dapat mengurangi angka penularan penyakit dan mencegah masalah kesehatan seperti gizi buruk dan Stunting. Dari kegiatan ini dapat di simpulkan bahwa menuwujudkan hidup bersih sehat sejak dini dapat dilakukan dengan CTPS dan Konsep makanan seimbang.
Hidup Sehat Tanpa Rokok Utami, Yeni; Ramadhanintyas, Karina Nur
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.528

Abstract

Suatu Tindakan terencana untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat yang dilakukan bersama-sama dan meninggalkan kebiasaan kurang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup merupakan penjelasan dari GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Germas terdiri dari tujuh indikator, salah satunya adalah tidak ada anggota keluarga yang merokok. Di Desa Bedagung masih ada 64% masyarakatnya yang merokok. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengedukasi tentang hidup sehat tanpa rokok di SDN Bedagung 02 Desa Bedagung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Populasi sejumlah 39 responden dan sampel yang digunakan sebanyak 33 responden. Dianalisis secara univariat yaitu distribusi frekuensi. Hasil pretest dan posttest tentang pengetahuan hidup sehat tanpa rokok berturut-turut adalah pretest 40% dan posttest 90% dan dikategorikan pengetahuan tinggi. Kebiasaan Merokok berdampak buruk bagi Kesehatan. Sebagai alternatif untuk menghentikan kebiasaan merokok perlu memperbanyak Kawasan Tanpa Rokok.
Edukasi MJKP untuk Meningkatkan Motivasi Pasangan Usia Subur dalam Penggunaan MJKP Kurniasih, Erwin; Saadah, Hamidatus Daris; Komalawati, Rini
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.529

Abstract

Salah satu masalah kependudukan di Indonesia adalah besarnya jumlah penduduk dengan laju pertumbuhan dan angka kelahiran total yang tinggi. Faktor risiko terbesar penyebabnya adalah perilaku unmet need pasangan usia subur (PUS) yang bisa berakibat pada peningkatan kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) karena kehamilan yang tidak diinginkan. Fakta menjelaskan bahwa masyarakat masih sangat kurang informasi terkait kontrasepsi terutama kontrasepsi jangka panjang (MJKP). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat terkait kontrasepsi jangang panjang sehingga pengetahuannya meningkat dengan tujuan agar bisa memilih dan menggunkan kontrasepsi sesuai kebutuhan. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Kandangan I, Kec. Ngawi, Kab. Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh 65 PUS sebagai peserta. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan PUS sebelum dan sesudah penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 48 (75%) orang di level tingkat pengetahuan baik. Selain itu juga terbentuk peer group yang beranggotakan 5 orang yang akan memfasilitasi rencana program KB PUS.
Pencegahan Pernikahan Dini dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Melalui Penyuluhan Kesehatan Remaja Ulfa, Maria; Ariyani, Fitri; Ayuningtiyas, Aisyah Nilam; Pratama, M. Bintang; Maharani, Silvia
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.544

Abstract

Berdasarkan data kemenkes tahun 2023, angka kematian ibu (AKI) sekitar 205/100.000 kelahiran hidup (KH) dan belum mencapai target yang ditentukan yaitu 183/100.00 KH di tahun 2024. Tingginya AKI terkait dengan penyebab langsung yaitu kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh kesehatan ibu saat kehamilan dan persalinan, sedangkan penyebab tidak langsungnya dipengaruhi oleh 4T atau biasa disebut dengan empat terlalu. Empat terlalu masih menjadi suatu masalah yang sulit untuk diselesaikan secara tuntas, yaitu terlalu tua untuk hamil, terlalu muda untuk hamil, terlalu banyak jumlah anak, & terlalu dekat jarak kelahiran kurang dari dua tahun. Penelitian bertujuan untuk melakukan kegiatan edukasi kepada remaja berupa penyuluhan kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini guna menurunkan AKI. Kegiatan ini diikuti oleh remaja SMK PGRI 1 Mejobo Kudus sebagai agent of change. Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan dengan jumlah responden 33 siswi. Dengan adanya penyuluhan kepada siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus mengenai pencegahan pernikahan dini dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui penyuluhan kesehatan pada remaja, siswa yang belum tahu menjadi tau mengenai penyebab pernikahan dini dan bahaya kehamilan di bawah umur. Dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan pemateri dan banyaknya siswa yang bertanya sehingga mengetahui ada peningkatan pemahaman oleh responden.
Edukasi Melalui Metode ABAT tentang HIV/AIDS pada Remaja Dewi, Ervi Rachma; Mubaroq, M. Husni; Nimah, Dzurrotun Putri; Arifan, A. Dafa
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.546

Abstract

Penyebaran penyakit HIV/AIDS telah menyentuh semua lapisan masyarakat dengan berbagai faktor risiko, sehingga perlu untuk mencegah penyebarannya di mulai dari anak-anak hingga dewasa. Anak remaja dirasa perlu untuk diberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS karena mereka dianggap kelompok yang rentan akibat sikap dan perilaku mereka yang cenderung ke arah pencarian jati diri sehingga mudah terjerumus. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS. Metode yang digunakan pre-test dilanjutkan ceramah dan tanya jawab menggunakan power point dan video tentang Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) mengenai pencegahan HIV/AIDS, selanjutnya diakhiri dengan post-test. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini responden yang memperoleh skor baik pada pre-test sebesar 79,16% meningkat menjadi 97,91% responden pada hasil skor post-test. Sehingga didapatkan simpulan terdapat peningkatan skor responden antara pre-test dan post-test dengan intervensi edukasi melalui metode ABAT tentang pencegahan HIV/AIDS.
Implementasi Senam Hipertensi sebagai Upaya Manajemen Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Al Khasanah, Adhin; Kartika, Kartika; Putri, Mega Arianti
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.553

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol terjadinya hipertensi adalah dengan aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang kurang cenderung membuat frekuensi denyut jantung lebih tinggi, sehingga merangsang otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi, Hal ini menyebabkan kemampuan otot jantung memompa darah, tekanan yang terlalu besar dapat menyebabkan beban pada arteri yang besar dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Berdasarkan hasil survey ditemukan bahwa di posbindu 2 di Desa Gunungan Kecematan Plaosan Kabupaten Magetan terdapat 98 penderita hipertensi dan masyarakat belum menggunakan terapi nonfarmakologi apapun untuk mengatasi hipertensi yang dialami. Tujuan dari kegiatan pengabdian maasyarakat ini adalah untuk melakukan senam hipertensi sebagai upaya untuk manajemen tekanan darah pada warga Desa Gunungan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Kegiatan ini terdiri dari senam hipertensi, peyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan pengukuran tekanan darah. Hasil dari kegiatan senam hipertensi dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Gunungan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Setelah kegiatan ini diharapkan kegiatan senam hipertensi dapat dilakukan secara rutin sebagai upaya manajemen hipertensi.
Mengatasi Tantangan Gizi: Peran Kunci Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Solikhah; Nindy, Vigita
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.575

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memerangi stunting. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan terkait Mengatasi Tantangan Gizi melalui Peran Kunci Masyarakat dalam Pencegahan Stunting. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 6 Februari 2024.  Kegiatan  dihadiri 15 orang di Dusun Nglinggo Timur, Pagerharjo, Kecematan Samigaluh,  Kabupaten Kulon Progo DIY,  yang  dilaksanakan  di  rumah  kepala  dusun. Tim PkM terdiri  satu ketua PkM dan  dibantu  oleh  9  mahasiswa  Kuliah  Kerja  Nyata  Reguler  119  dari unit  ditempatkan  di Nglinggo Timur, Pagerharjo  Kecamatan Samigaluh,  Kabupaten Kulon Progo DIY. Kegiatan PkM ini berjalan lancar, dan masyarakat terlibat aktif dalam penyuluhan, seperti yang ditunjukkan oleh diskusi interaktif peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa masyarakat lebih tahu dan tahu bagaimana mencegah stunting dan bahwa mereka semakin peduli dengan pengelolaan bahan pangan. Kedepan, edukasi terus dilakukan secara kontinyu untuk emnurunkan angka stunting.