cover
Contact Name
Lilis Sri Mulyawati
Contact Email
redaksi.jekota@unpak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jekota@unpak.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan Jl. Pakuan, Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jawa Barat 16143.
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela Kota Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Pakuan
ISSN : -     EISSN : 30638232     DOI : https://doi.org/10.33751/jekota.v2i1.94
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Jendela Kota is an academic journal that publishes scientific research in the field of regional and urban planning. The journal follows a peer-reviewed process, meaning that each submitted article undergoes evaluation by independent and qualified experts in the field. Jekota is published biannually, in February and August, by the Urban and Regional Planning Program, Faculty of Engineering, Universitas Pakuan. The journal aims to serve as a platform for high-quality academic exchange for researchers, academics, and practitioners interested in issues related to regional and urban planning and development. 1. Regional Planning 2. Urban Planning 3. Tourism Planning 4. Coastal Management 5. Rural Development 6. Participatory Planning 7. Transportation and Infrastructure 8. Disaster and Environment 9. Govenrnance
Articles 16 Documents
Arahan Spasial Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Putra, Tama Hariansyah; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.79

Abstract

Belitang Sub-district is one of the sub-districts in Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Regency which has competitive agricultural potential and potential to develop as an agropolitan area. However, Belitang Sub-district has problems in infrastructure and distribution facilities between sub-districts. This research aims to formulate the spatial directions for developing an agropolitan area in Belitang District. Data was collected through agency surveys, observations, interviews, and literature reviews. Data analysis techniques used in this study are land suitability scoring analysis, Location Quotient (LQ) analysis, and Scalogram analysis. The study revealed that Belitang Sub-district was included as one of the highest economic value areas in OKU Timur Regency and positioned as the center of the Independent Integrated City strategy area. This condition could support the development of an agropolitan area in Belitang Sub-district. The development of agropolitan areas should be directed at improving the condition of facilities and infrastructure, such as road networks and economic facilities to support the integration of upstream and downstream agropolitan activities.
Penilaian Fasilitas Pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi Rahma, Siti; Jaya, Gde Ngurah Purnama; Mansyur, Umar
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.94

Abstract

Kawasan Pusat Kota Sukabumi berada di Kecamatan Cikole yang merupakan Kawasan Strategis Kota (KSK) dari sudut kepentingan sosial dan budaya serta Pusat Pelayanan Kota (PPK) Cikole yang merupakan pusat pelayanan ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan lahannya beragam, antara lain: perdagangan dan jasa, rekreasi dan hiburan, perkantoran, perumahan, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan, dan fasilitas kesehatan yang terkumpul dalam satu kawasan yang saling berdekatan dan ramai dikunjungi masyarakat. Aktivitas masyarakat di Kawasan Pusat Kota Sukabumi yang tinggi dapat ditunjang dengan penyediaan fasilitas pedestrian yang memadai, sebagai sarana transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai fasilitas pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Pedestrian Index (P-Index) yang didasarkan pada empat indikator, yaitu: mobilitas (M), keselamatan (S), fasilitas (F), dan aksesibilitas (A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi memiliki nilai P-Index 54, sehingga masuk ke dalam peringkat 3 bintang yang berarti fasilitas pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki (walkable).
Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Sekitar Jalan Lingkar Dramaga Kabupaten Bogor Hikmah, Hanifah Dorrotul; Mansyur, Umar; Syahbandar, M. Yogie
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.97

Abstract

ABSTRAK Jalan Lingkar Dramaga Kabupaten Bogor merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat ekonomi, pendidikan, dan permukiman. Keberadaan jalan strategis ini mendorong terjadinya konversi lahan pertanian menjadi permukiman dan kawasan komersial di sepanjang jalan. Urbanisasi tidak hanya meningkatkan kebutuhan infrastruktur dan layanan jasa, tetapi juga menimbulkan tantangan terhadap daya dukung lingkungan, seperti kapasitas resapan air dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pergeseran fungsi lahan di satu sisi berdampak pada perubahan ekonomi dengan meningkatnya sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko sosial di sisi lainnya. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No. 11 Tahun 2016 menekankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian lingkungan, meskipun implementasinya masih menghadapi kendala koordinasi dan pengawasan. Penelitian ini menganalisis perkembangan lahan dan bangunan serta merumuskan arahan pengendalian pemanfaatan ruang yang berkelanjutan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kunjungan ke instansi terkait. Metode penelitian mencakup analisis overlay, intensitas pemanfaatan ruang, dan tata bangunan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sektor perdagangan dan jasa serta kepadatan bangunan, yang memicu kemacetan dan penurunan kualitas lingkungan. Kesesuaian pemanfaatan ruang pada tahun 2018 dan 2024 mengalami peningkatan, tetapi masih terdapat ketidaksesuaian di zona pertanian dan tanah kosong yang dapat dikembangkan. Arahan pengendaliannya antara lain diperlukan pembatasan pembangunan, pengawasan kegiatan perdagangan, penambahan infrastruktur, serta persyaratan izin yang lebih ketat guna memastikan pemanfaatan ruang yang terkontrol dan sesuai RTRW di setiap segmen.  Kata Kunci: Lahan, Pemanfaatan Ruang, Pengendalian, Perencanaan   ABSTRACT Dramaga Ring Road in Bogor Regency is a strategic route that connects economic, educational, and residential centers. The existence of this strategic road encourages the conversion of agricultural land into settlements and commercial areas along the road. Urbanization does not only increase the need for infrastructure and services, but also poses challenges to the carrying capacity of the environment, such as water absorption capacity and the availability of Green Open Space. The shift in land use on the one hand has an impact on economic change with an increase in the trade and service sector, but also has the potential to cause congestion and social risks on the other. Law No. 26 of 2007 and Bogor District Regional Regulation No. 11 of 2016 emphasize the balance between physical development and environmental preservation, although their implementation still faces coordination and supervision constraints. This research analyzes the development of land and buildings and formulates directions for sustainable space utilization control. Data were collected through observation, interviews, documentation, and visits to relevant agencies. Research methods included overlay analysis, space utilization intensity, and building codes. The results show an increase in the trade and service sector and building density, which triggered congestion and decreased environmental quality. The suitability of space utilization in 2018 and 2024 has increased, but there are still discrepancies in the agricultural zone and vacant land that can be developed. The control directions include the need for development restrictions, supervision of trade activities, additional infrastructure, and stricter permit requirements to ensure controlled development following the spatial plan in each segment.   Keywords: Controlling, Land, Planning, Space Utilization
Identifikasi Potensi dan Kendala Kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Jiddan, Muhammad Hamdan; Mulyawati, Lilis Sri; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.100

Abstract

Kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA) merupakan destinasi wisata berbasis ekowisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Gerbang Mapan. KUA difungsikan sebagai pemberdayaan masyarakat setempat, ekowisata, budidaya, kuliner, UMKM, jasa, perumahan dan permukiman nelayan serta riset dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi, dan kendala kawasan wisata KUA. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara dengan pengelola, dan kuesioner kepada wisatawan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA memiliki 10 jenis atraksi wisata, 14 amenitas, aksesibilitas yang baik, serta ancillary services seperti media promosi dan pengelolaan oleh PT. Mitra Kerta Raharja. Potensi wisata KUA antara lain: (1) memiliki pemandangan yang indah dan beberapa kegiatan wisata edukatif dan rekreatif; (2) memiliki amenitas yang sangat memadai dan cukup memadai; (3) memiliki akses perjalanan yang mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang baik; (4) memiliki akses yang mudah terhadap informasi wisata. Kendala wisata KUA antara lain: (1) kurangnya pemeliharaan fasilitas terkait atraksi; (2) kurang memadainya amenitas; (3) belum tersedianya transportasi khusus pariwisata; (4) mahalnya harga tiket masuk
Identifikasi Tingkat Pelayanan Jalan Raya Cijulang Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran: Jalan Pamungkas, Muhamad Furqan Dwi; Jaya, Gde Ngurah Purnama; Mansyur, Umar
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.107

Abstract

ABSTRAK Jalan Raya Cijulang di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran merupakan jalan arteri primer berstatus nasional yang berperan penting sebagai jalur utama menuju kawasan wisata dan penghubung antarkota melalui Bandara Nusawiru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana jalan serta menilai tingkat pelayanan menggunakan metode Level of Service (LOS) berdasarkan standar PKJI 2023. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan (degree of saturation) dengan membandingkan antara hari kerja dan hari libur pada jam sibuk. Selain itu, dilakukan analisis deskriptif terhadap persepsi masyarakat melalui kuesioner yang menilai kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas. Hasil survei menunjukkan bahwa pada hari kerja volume lalu lintas sebesar 1.083 smp/jam dengan tingkat pelayanan LOS C, sedangkan pada hari libur volume meningkat menjadi 1.264 smp/jam tetapi dengan tingkat pelayanan LOS C, yang mengindikasikan peningkatan kepadatan volume kendaraan akibat meningkatnya aktivitas wisata. Berdasarkan persepsi masyarakat, mayoritas responden mengeluhkan kemacetan pada akhir pekan dan minimnya fasilitas pendukung keselamatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas jalan, perbaikan fasilitas pendukung, serta manajemen lalu lintas yang lebih optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan peningkatan infrastruktur dan sistem transportasi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi di wilayah Cijulang.   Kata Kunci: Jalan, Lalu lintas, LOS, Pelayanan, Prasarana   ABSTRACT Jalan Raya Cijulang, located in Cijulang District, Pangandaran Regency, is a national primary arterial road that plays a vital role as the main route to tourist destinations and as an intercity connector via Nusawiru Airport. This study aims to identify the condition of road facilities and assess its service level using the Level of Service (LOS) method based on PKJI 2023 standards. The analytical methods include calculations of traffic volume, road capacity, and degree of saturation, comparing data between a weekday and a weekend during peak hours. Additionally, a descriptive analysis of public perception was conducted through questionnaires evaluating comfort, safety, and traffic flow. The survey results show that on weekdays, the traffic volume was 1,083 pcu/hour with a LOS C, while on weekends, it increased to 1,264 pcu/hour, but still remained at LOS C. This indicates increased traffic density due to heightened tourism activities. Based on public perception, most respondents reported congestion during weekends and a lack of adequate safety-supporting facilities. The study concludes that improvements in road capacity, supporting infrastructure, and traffic management are necessary. These findings are expected to provide input for local governments in planning more effective infrastructure and transportation systems to support tourism and economic development in the Cijulang area.   Keywords:Infrastructure, LOS , Road, Service, Traffic
Arahan Pengembangan Objek Wisata di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Fardani, Firdan; Mulyawati, Lilis Sri; Waskitaningsih, Novida
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v3i1.113

Abstract

ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memicu pembangunan suatu daerah baik dari segi ekonomi, infrastruktur, sosial budaya, dan lingkungan. Pariwisata di Kecamatan Jonggol memiliki beragam objek wisata sehingga menjadi peluang untuk dikembangkan. Saat ini Kecamatan Jonggol masuk ke dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KSPD) Cileungsi-Jonggol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting 10 objek wisata di Kecamatan Jonggol berdasarkan 4 variabel yaitu atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service, potensi dan kendala pariwisata pada tiap variabel di Kecamatan Jonggol, serta menyusun arahan pengembangan pariwisata di Kecamatan Jonggol. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, dokumentasi, penyebaran kuesioner, wawancara, survei instansi, dan studi literatur. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 objek wisata memiliki kondisi atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service yang beragam, tetapi kesepuluh objek wisata tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam 4 klaster berdasarkan persamaan potensi dan kendalanya. Klaster 1 merupakan objek wisata yang memiliki potensi sangat baik, dan kendala minimal; klaster merupakan objek wisata yang memiliki potensi baik dan kendala sedang; klaster 3 merupakan objek wisata dengan pootensi cukup baik dan kendala cukup besar, sementara klaster 4 merupakan objek wisata dengan potensi rendah dan kendala tinggi. Dari empat klaster tersebut dibuat arahan pengembangan pariwisata, dimana klaster 1 difokuskan pada inovasi atraksi, peningkatan branding, dan fasilitas disabilitas; klaster 2 difokuskan pada perbaikan jalan, peningkatan amenitas, dan penguatan promosi; klaster 3 difokuskan pada perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan penguatan event wisata, sedangkan klaster 4 difokuskan pada revitalisasi total, perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan promosi intensif. Kata Kunci: Arahan Pengembangan, Kendala, Pariwisata, Potensi ABSTRACT Tourism is one of the sectors that drives regional development in terms of the economy, infrastructure, socio-culture, and the environment. Tourism in Jonggol Subdistrict features a variety of tourist attractions, presenting opportunities for development. Currently, Jonggol Subdistrict is part of the Cileungsi-Jonggol Regional Tourism Development Zone (KSPD). This study aims to identify the current conditions of 10 tourist attractions in Jonggol Subdistrict based on four variables—attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services—as well as the tourism potential and constraints associated with each variable in Jonggol Subdistrict, and to formulate guidelines for tourism development in Jonggol Subdistrict. Data collection methods included field observations, documentation, questionnaire distribution, interviews, institutional surveys, and literature reviews. The analysis method employed qualitative descriptive analysis. The research findings indicate that the 10 tourist attractions exhibit diverse conditions regarding attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services; however, these 10 attractions can be classified into 4 clusters based on similarities in their potential and constraints. Cluster 1 consists of tourist attractions with very good potential and minimal constraints; Cluster 2 consists of tourist attractions with good potential and moderate constraints; Cluster 3 consists of tourist attractions with fairly good potential and significant constraints, while Cluster 4 consists of tourist attractions with low potential and high constraints. Based on these four clusters, tourism development guidelines were established: Cluster 1 focuses on attraction innovation, branding enhancement, and accessibility for people with disabilities; Cluster 2 focuses on road improvements, enhanced amenities, and strengthened promotion; Cluster 3 focuses on improving access, providing basic amenities, and strengthening tourism events, while Cluster 4 focuses on total revitalization, improving access, providing basic amenities, and intensive promotion. Keywords: Constraints, Directions of Development, Potential, Tourism

Page 2 of 2 | Total Record : 16