cover
Contact Name
Lilis Sri Mulyawati
Contact Email
redaksi.jekota@unpak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jekota@unpak.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan Jl. Pakuan, Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jawa Barat 16143.
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela Kota Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Pakuan
ISSN : -     EISSN : 30638232     DOI : https://doi.org/10.33751/jekota.v2i1.94
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Jendela Kota is an academic journal that publishes scientific research in the field of regional and urban planning. The journal follows a peer-reviewed process, meaning that each submitted article undergoes evaluation by independent and qualified experts in the field. Jekota is published biannually, in February and August, by the Urban and Regional Planning Program, Faculty of Engineering, Universitas Pakuan. The journal aims to serve as a platform for high-quality academic exchange for researchers, academics, and practitioners interested in issues related to regional and urban planning and development. 1. Regional Planning 2. Urban Planning 3. Tourism Planning 4. Coastal Management 5. Rural Development 6. Participatory Planning 7. Transportation and Infrastructure 8. Disaster and Environment 9. Govenrnance
Articles 50 Documents
Arahan Pengembangan Wisata di Kawasan Banten Lama Zahratul Isnaniyah; Lilis Sri Mulyawati; Mujio Mujio
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i2.53

Abstract

ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu sektor yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia, sektor pariwisata memberikan dampak yang sangat besar bagi pemerintahan dan juga bagi masyarakat karena dapat menjadi mata pencaharian masyarakat terutama yang berada di lokasi atau kawasan yang menjadi tujuan wisata. Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata yang banyak mulai dari wisata religi, wisata budaya, wisata bahari/pesisir, wisata alam, dan wisata lainnnya. Saat ini pariwisata yang berkembang di Provinsi Banten hanya wisata religi saja, padahal potensi wisata non religi cukup besar, termasuk di dalamnya wisata yang berbasis wisata pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pengembangannya. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deksriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini terkait arahan pengembangan ditemukan arahan pengembangan wisata pesisir salah satunya yaitu paket – paket wisata untuk menunjang wisata religi Kawasan Banten Lama Provinsi Banten. Kata kunci: arahan pengembangan, pariwisata, wisata religi ABSTRACT Tourism is one of the sectors that is currently being developed in Indonesia. The tourism sector has a huge impact on the government and also on the community because it can become a livelihood for the community, especially those in locations or areas that are tourist destinations. Banten Province has a lot of tourism potential, ranging from religious tourism, cultural tourism, marine/coastal tourism, natural tourism and other tourism. Currently, the tourism that is developing in Banten Province is only religious tourism, even though the potential for non-religious tourism is quite large, including tourism based on coastal tourism. This research aims to determine the direction of its development. The analytical method used includes qualitative descriptive analysis. Based on the results of this research regarding development directions, one of the directions for developing coastal tourism was found, namely tourism packages to support religious tourism in the Old Banten Area, Banten Province. Keywords: development directions, religious tourism, tourist
Potensi Kendala Objek Daya Tarik Wisata Alam Di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Taufiq Ilham; Lilis Sri Mulyawati; M. Yogie Syahbandar
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i2.62

Abstract

Pariwisata dalam suatu wilayah apabila dimanfaatkan dengan baik dapat mempengaruhi tumbuh berkembangnya suatu daerah. Branding Kabupaten Bogor (Bogor the City of Sport and Tourism). Kecamatan Pamijahan memiliki potensi yang besar sebagai alternatif wisata alam. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui kondisi eksisting objek daya tarik wisata alam (ODTWA) berdasarkan 5A di Kecamatan Pamijahan. (2) untuk mengidentifikasi potensi dan kendala objek daya tarik wisata alam (ODTWA) untuk mengelola wisata alam di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan data primer dan data sekunder, metode pengambilan sample serta analisis berdasarkan 5A seperti (attraction, activities, amenities, accommodation, & accessibility). Hasil penelitian ini yaitu kondisi (attraction) di Kecamatan Pamijahan memiliki 13 (ODTWA), kondisi (amenities) di Kecamatan Pamijahan di dalam dan di luar ODTWA terdapat fasilitas jasa kuliner, dan lain-lain serta terdapat jaringan air bersih,telekomunikasi dan jaringan lainnya. (activity) terbagi menjadi 2 yaitu wisata hutan & wisata gunung, (accommodation) jenis akomodasi di kecamatan pamijahan beragam seperti hotel, b&b, dan lain sebagainya dengan harga yang relative murah, (accessibilities) di kecamatan pamijahan setiap objek wisata dari satu ke yang lain di tempuh dengan waktu ± 10–30 menit. Potensi atraksi ODTWA di Kecamatan Pamijahan sangat potensial untuk di kembangkan sebagai alternatif wisata alam di Kabupaten Bogor, potensi kondisi amenitas dalam kondisi baik, kondisi aktifitas di ODTWA potensial sebagai edukasi & penelitian, kondisi akomodasi dan harga akomodasi dapat di jangkau, serta aksesibilitas di Kecamatan pamijahan tidak terlalu jauh dari Ibukota Kabupaten Bogor sedangkan kendala ODTWA di Kecamatan Pamijahan untuk atraksi yaitu kurang publikasi untuk potensi Atraksi wisata dan yang mesti di pertimbangkan dari 5A yaitu amenitas seperti peningkatan sarana & prasarana untuk menunjang ODTWA Kata Kunci: kondisi 5A pariwisata, objek daya tarik wisata alam, potensi & kendala wisata alam    ABSTRACT Pamijahan District has beautiful, natural scenery, and has ODTWA competitiveness that has the potential to attract local tourists  & international. According to the Tourism Master Plan, Pamijahan District is included in the Regency Tourism Area, namely an ecotourism destination, so it has great potential as an alternative to nature tourism. This study aims to (1) determine the existing condition of natural tourist attractions (ODTWA) based on 5A in Pamijahan District and (2) identify the potential and constraints of natural tourist attractions (ODTWA) in Pamijahan District, Bogor Regency. This research method is qualitative descriptive analysis with the collection of primary data and secondary data related to 5A attractions, activities, amenities, accommodation, and accessibility. The results of the study show that the condition of attractions in Pamijahan District has 13 (ODTWA), the condition of amenities in Pamijahan District inside and outside ODTWA there are culinary service facilities, etc. and there is a clean water network, and other networks. activities are divided into 2, namely forest tourism & mountain tourism, types of accommodation in Pamijahan District are diverse such as hotels, B&Bs, and so on with relatively cheap prices, accessibility in Pamijahan District, each tourist attraction from one to another is reached in ± 10-30 minutes. The potential for ODTWA attractions in Pamijahan District is in good condition and has great potential to be developed as an alternative to natural tourism in Bogor Regency so it must be maintained as a potential ODTWA, while the obstacles to ODTWA in Pamijahan District that must be considered in 5A are the lack of publication and the lack of supporting facilities & infrastructure for ODTWA Keywords: conditions of tourism, natural tourism attractions, potential & constraints of natural tourism
Kapasitas Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Wahyu Ramadhan; Indarti Komala Dewi; Lilis Sri Mulyawati
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i2.64

Abstract

Desa Bojong Kulur merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir. Banjir di Desa Bojong Kulur disebabkan karena Desa Bojong Kulur sendiri diapit oleh dua sungai dan hujan dari hulu yang mengalir ke hilir. Untuk mengurangi risiko bencana banjir, kapasitas masyarakat perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas fisik, kapasitas ekonomi, kapasitas sosial, dan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Desa Bojong Kulur. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, penyebaran kuesioner, wawancara ahli, studi literatur, dan survei. Metode analisis yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG), metode analisis pembobotan (kuantitatif), dan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas fisik kapasitas fisik sedang dengan nilai diantaranya dusun 1 (2,01), dusun 2 (1,86), dusun 3 (1,94), dusun 4 (1,94), dusun 5 (1,88), dusun 6 (2,04), kapasitas ekonomi klasifikasi sedang dengan nilai diantaranya dusun 1 (1,99), dusun 2 (2,12), dusun 3 (1,74), dusun 4 (2,15), dusun 5 (1,74), dusun 6 (2,01). kapasitas sosial tinggi dan sedang nilai diantaranya dusun 1 (2,71), dusun 2 (2,40), dusun 3 (2,08), dusun 4 (2,87), dusun 5 (2,26), dusun 6 (2,23) dan kapasitas masyarakat tinggi dengan nilai diantaranya dusun 1 (2,24) dan dusun 4 (2,32), klasifikasi sedang terdapat pada dusun 2 (2,13) dan dusun 5 (2,09), klasifikasi rendah ada di dusun 3 (1,92) dan dusun 5 (1,96).
Analisis Pusat Pelayanan Kota di Wilayah Pelayanan B (Pasima) Kota Bogor Catur Rian Nugraha; Janthy Trilusianthy Hidayat; M. Yogie Syahbandar
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i2.67

Abstract

ABSTRAK Perkembangan yang tinggi di wilayah pelayanan B (Pasima) Kota Bogor mengakibatkan kebutuhan masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan dengan mudah dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan dan fungsi bangunan pada tahun 2021, menganalisis penentuan pusat pelayanan, menganalisis persepsi masyarakat terhadap pusat pelayanan, dan menentukan arahan pengembangan pada pusat pelayanan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial berdasarkan data penggunaan lahan berupa jenis bangunan umum yang dilakukan pengolahan dengan metode kernel density dalam aplikasi Arcgis, dan analisis deskriptif untuk tanggapan masyarakat terhadap fasilitas layanan pada pusat pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah empat pusat pelayanan dan karakteristik penggunaan lahan, tanggapan masyarakat terhadap empat pusat pelayanan, dan arahan dalam pengembangan sub pusat pelayanan dan pusat lingkungan, serta meningkatkan layanan perkotaan dan melakukan penataan dan perbaikan bangunan fasilitas layanan. Kata Kunci: Analisis Spasial, Kernel density, Pusat Pelayanan ABSTRACT The high development in service area B (Pasima) Bogor City has resulted in the public's need to reach service facilities easily and quickly. This research aims to identify land use and building functions in 2021, analyze the determination of service centers, analyze public perceptions of service centers, and determine development directions for service centers. The research methods used include spatial analysis based on land use data in the form of public building types which are processed using the kernel density method in the Arcgis application, and descriptive analysis for community responses to service facilities at service centers. The results of this research are four service centers and land use characteristics, community responses to the four service centers, and directions in developing sub-service centers and environmental centers, as well as improving urban services and structuring and repairing service facility buildings. Keywords: Spatial Analysis, Kernel density, Service Center.
Perubahan Lahan Pertanian Di Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Anisa Aulia; Mujio Mujio; Janthy Trilusianthy Hidayat
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v1i2.70

Abstract

Penelitian ini mengkaji alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang terkenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Penelitian dilakukan sejak Maret 2021. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data dulakukan dengan analisis deskriptif, overlay, dan analisis kuantitatif. Berdasarkan data tahun 2017 hingga 2021, luas lahan sawah berkurang dari 1.332 hektar menjadi 1.276 hektar, dengan laju alih fungsi rata-rata sebesar -4,32% per tahun. Alih fungsi lahan terbesar terjadi pada tahun 2019, dengan 16 hektar sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa faktor strategis, seperti pembangunan kereta cepat, kawasan industri, dan akses tol, serta meningkatnya jumlah penduduk, menjadi pendorong utama alih fungsi lahan di Kecamatan Kotabaru. Perencanaan tata ruang wilayah di Kecamatan Kotabaru sebagian besar telah sesuai dengan alokasi untuk permukiman, namun terus bertambahnya kebutuhan lahan permukiman menimbulkan konflik penggunaan lahan yang berdampak pada berkurangnya luas lahan pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk perencanaan tata ruang yang lebih berkelanjutan guna melindungi lahan pertanian di wilayah tersebut. Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pertanian, dan permukiman Kotabaru District, Karawang Regency, which is known as one of the national rice barns. The research was conducted since March 2021. Data were collected through observation, documentation, interviews, and questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive analysis, overlay, and quantitative analysis. Based on data from 2017 to 2021, the area of paddy fields decreased from 1,332 hectares to 1,276 hectares, with an average conversion rate of -4.32% per year. The largest land conversion occurred in 2019, with 16 hectares of paddy fields turned into residential areas. This research identifies that strategic factors, such as the development of fast trains, industrial estates, and toll access, as well as the increasing population, are the main drivers of land conversion in Kecamatan Kotabaru. Spatial planning in Kotabaru Sub-district is largely in accordance with the allocation for settlements, but the growing need for residential land has led to land use conflicts that have resulted in a reduction in the area of agricultural land. The results of this study are expected to provide input for more sustainable spatial planning to protect agricultural land in the region. Keywords: land use change, agricultural land, and settlements
Arahan Spasial Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tama Hariansyah Putra; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.79

Abstract

Belitang Sub-district is one of the sub-districts in Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Regency which has competitive agricultural potential and potential to develop as an agropolitan area. However, Belitang Sub-district has problems in infrastructure and distribution facilities between sub-districts. This research aims to formulate the spatial directions for developing an agropolitan area in Belitang District. Data was collected through agency surveys, observations, interviews, and literature reviews. Data analysis techniques used in this study are land suitability scoring analysis, Location Quotient (LQ) analysis, and Scalogram analysis. The study revealed that Belitang Sub-district was included as one of the highest economic value areas in OKU Timur Regency and positioned as the center of the Independent Integrated City strategy area. This condition could support the development of an agropolitan area in Belitang Sub-district. The development of agropolitan areas should be directed at improving the condition of facilities and infrastructure, such as road networks and economic facilities to support the integration of upstream and downstream agropolitan activities.
Penilaian Fasilitas Pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi Siti Rahma; Gde Ngurah Purnama Jaya; Umar Mansyur
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.94

Abstract

Kawasan Pusat Kota Sukabumi berada di Kecamatan Cikole yang merupakan Kawasan Strategis Kota (KSK) dari sudut kepentingan sosial dan budaya serta Pusat Pelayanan Kota (PPK) Cikole yang merupakan pusat pelayanan ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan lahannya beragam, antara lain: perdagangan dan jasa, rekreasi dan hiburan, perkantoran, perumahan, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan, dan fasilitas kesehatan yang terkumpul dalam satu kawasan yang saling berdekatan dan ramai dikunjungi masyarakat. Aktivitas masyarakat di Kawasan Pusat Kota Sukabumi yang tinggi dapat ditunjang dengan penyediaan fasilitas pedestrian yang memadai, sebagai sarana transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai fasilitas pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Pedestrian Index (P-Index) yang didasarkan pada empat indikator, yaitu: mobilitas (M), keselamatan (S), fasilitas (F), dan aksesibilitas (A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pedestrian di Kawasan Pusat Kota Sukabumi memiliki nilai P-Index 54, sehingga masuk ke dalam peringkat 3 bintang yang berarti fasilitas pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki (walkable).
Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Sekitar Jalan Lingkar Dramaga Kabupaten Bogor Hanifah Dorrotul Hikmah; Umar Mansyur; M. Yogie Syahbandar
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.97

Abstract

ABSTRAK Jalan Lingkar Dramaga Kabupaten Bogor merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat ekonomi, pendidikan, dan permukiman. Keberadaan jalan strategis ini mendorong terjadinya konversi lahan pertanian menjadi permukiman dan kawasan komersial di sepanjang jalan. Urbanisasi tidak hanya meningkatkan kebutuhan infrastruktur dan layanan jasa, tetapi juga menimbulkan tantangan terhadap daya dukung lingkungan, seperti kapasitas resapan air dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pergeseran fungsi lahan di satu sisi berdampak pada perubahan ekonomi dengan meningkatnya sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko sosial di sisi lainnya. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No. 11 Tahun 2016 menekankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian lingkungan, meskipun implementasinya masih menghadapi kendala koordinasi dan pengawasan. Penelitian ini menganalisis perkembangan lahan dan bangunan serta merumuskan arahan pengendalian pemanfaatan ruang yang berkelanjutan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kunjungan ke instansi terkait. Metode penelitian mencakup analisis overlay, intensitas pemanfaatan ruang, dan tata bangunan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sektor perdagangan dan jasa serta kepadatan bangunan, yang memicu kemacetan dan penurunan kualitas lingkungan. Kesesuaian pemanfaatan ruang pada tahun 2018 dan 2024 mengalami peningkatan, tetapi masih terdapat ketidaksesuaian di zona pertanian dan tanah kosong yang dapat dikembangkan. Arahan pengendaliannya antara lain diperlukan pembatasan pembangunan, pengawasan kegiatan perdagangan, penambahan infrastruktur, serta persyaratan izin yang lebih ketat guna memastikan pemanfaatan ruang yang terkontrol dan sesuai RTRW di setiap segmen.  Kata Kunci: Lahan, Pemanfaatan Ruang, Pengendalian, Perencanaan   ABSTRACT Dramaga Ring Road in Bogor Regency is a strategic route that connects economic, educational, and residential centers. The existence of this strategic road encourages the conversion of agricultural land into settlements and commercial areas along the road. Urbanization does not only increase the need for infrastructure and services, but also poses challenges to the carrying capacity of the environment, such as water absorption capacity and the availability of Green Open Space. The shift in land use on the one hand has an impact on economic change with an increase in the trade and service sector, but also has the potential to cause congestion and social risks on the other. Law No. 26 of 2007 and Bogor District Regional Regulation No. 11 of 2016 emphasize the balance between physical development and environmental preservation, although their implementation still faces coordination and supervision constraints. This research analyzes the development of land and buildings and formulates directions for sustainable space utilization control. Data were collected through observation, interviews, documentation, and visits to relevant agencies. Research methods included overlay analysis, space utilization intensity, and building codes. The results show an increase in the trade and service sector and building density, which triggered congestion and decreased environmental quality. The suitability of space utilization in 2018 and 2024 has increased, but there are still discrepancies in the agricultural zone and vacant land that can be developed. The control directions include the need for development restrictions, supervision of trade activities, additional infrastructure, and stricter permit requirements to ensure controlled development following the spatial plan in each segment.   Keywords: Controlling, Land, Planning, Space Utilization
Identifikasi Potensi dan Kendala Kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Muhammad Hamdan Jiddan; Lilis Sri Mulyawati; Novida Waskitaningsih
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.100

Abstract

Kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA) merupakan destinasi wisata berbasis ekowisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Gerbang Mapan. KUA difungsikan sebagai pemberdayaan masyarakat setempat, ekowisata, budidaya, kuliner, UMKM, jasa, perumahan dan permukiman nelayan serta riset dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi, dan kendala kawasan wisata KUA. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara dengan pengelola, dan kuesioner kepada wisatawan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA memiliki 10 jenis atraksi wisata, 14 amenitas, aksesibilitas yang baik, serta ancillary services seperti media promosi dan pengelolaan oleh PT. Mitra Kerta Raharja. Potensi wisata KUA antara lain: (1) memiliki pemandangan yang indah dan beberapa kegiatan wisata edukatif dan rekreatif; (2) memiliki amenitas yang sangat memadai dan cukup memadai; (3) memiliki akses perjalanan yang mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang baik; (4) memiliki akses yang mudah terhadap informasi wisata. Kendala wisata KUA antara lain: (1) kurangnya pemeliharaan fasilitas terkait atraksi; (2) kurang memadainya amenitas; (3) belum tersedianya transportasi khusus pariwisata; (4) mahalnya harga tiket masuk
Identifikasi Tingkat Pelayanan Jalan Raya Cijulang Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran: Jalan Muhamad Furqan Dwi Pamungkas; Gde Ngurah Purnama Jaya; Umar Mansyur
Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jekota.v2i1.107

Abstract

ABSTRAK Jalan Raya Cijulang di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran merupakan jalan arteri primer berstatus nasional yang berperan penting sebagai jalur utama menuju kawasan wisata dan penghubung antarkota melalui Bandara Nusawiru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana jalan serta menilai tingkat pelayanan menggunakan metode Level of Service (LOS) berdasarkan standar PKJI 2023. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan (degree of saturation) dengan membandingkan antara hari kerja dan hari libur pada jam sibuk. Selain itu, dilakukan analisis deskriptif terhadap persepsi masyarakat melalui kuesioner yang menilai kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas. Hasil survei menunjukkan bahwa pada hari kerja volume lalu lintas sebesar 1.083 smp/jam dengan tingkat pelayanan LOS C, sedangkan pada hari libur volume meningkat menjadi 1.264 smp/jam tetapi dengan tingkat pelayanan LOS C, yang mengindikasikan peningkatan kepadatan volume kendaraan akibat meningkatnya aktivitas wisata. Berdasarkan persepsi masyarakat, mayoritas responden mengeluhkan kemacetan pada akhir pekan dan minimnya fasilitas pendukung keselamatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas jalan, perbaikan fasilitas pendukung, serta manajemen lalu lintas yang lebih optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan peningkatan infrastruktur dan sistem transportasi yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi di wilayah Cijulang.   Kata Kunci: Jalan, Lalu lintas, LOS, Pelayanan, Prasarana   ABSTRACT Jalan Raya Cijulang, located in Cijulang District, Pangandaran Regency, is a national primary arterial road that plays a vital role as the main route to tourist destinations and as an intercity connector via Nusawiru Airport. This study aims to identify the condition of road facilities and assess its service level using the Level of Service (LOS) method based on PKJI 2023 standards. The analytical methods include calculations of traffic volume, road capacity, and degree of saturation, comparing data between a weekday and a weekend during peak hours. Additionally, a descriptive analysis of public perception was conducted through questionnaires evaluating comfort, safety, and traffic flow. The survey results show that on weekdays, the traffic volume was 1,083 pcu/hour with a LOS C, while on weekends, it increased to 1,264 pcu/hour, but still remained at LOS C. This indicates increased traffic density due to heightened tourism activities. Based on public perception, most respondents reported congestion during weekends and a lack of adequate safety-supporting facilities. The study concludes that improvements in road capacity, supporting infrastructure, and traffic management are necessary. These findings are expected to provide input for local governments in planning more effective infrastructure and transportation systems to support tourism and economic development in the Cijulang area.   Keywords:Infrastructure, LOS , Road, Service, Traffic