cover
Contact Name
IPUNG DWIANSYAH
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bioma@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi
ISSN : 25277111     EISSN : 25281615     DOI : https://doi.org/10.32528/bioma
Related scientific articles in Biology : Botany, Zoology, Microbiology, Ecology, Genetics, Bioteknologi, Molecular Biology, Bioconservation. Scope article Biology Education (Research on Learning Biology/Science, Biology learning materials at all education levels) : Pure Research of Biology developed or studied to the sources, materials, or instructional media Biology/Science(Biology learning materials at all education levels and application in society), Curriculum of Biology Education at all education levels, Class Action Research (CAR) and Lesson Study, Other Qualitative Research of Biology Education, The school management and Biology/science laboratory management, Biology/Science Learning Evaluation, Teacher Professional Issues/Trends in Biology Education, Another study for the scope of Biology Education.
Articles 42 Documents
Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Life Skill Materi Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Nomleni, Fransina Thersiana; Wandira, Ayu; Koroh, Tince Dormalin
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v8i2.590

Abstract

Tujuan penelitian menghasilkan media audio visual berbasis life skill materi upaya penanggulangan pencemaran lingkungan. Prosedur pengembangan berdasarkan model Lee & Owens sebagai berikut: 1) analyze, 2) design, 3) development, 4 implementation, dan 5) evaluation. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil validator ahli media 96%, ahli desain 94%, ahli materi 92%, uji kelompok kecil 97% dan uji kelompok besar 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran audio visual berbasis life skill layak digunakan sebagai media pembelajaran dimana membangkitkan motivasi belajar siswa, sebagaimana hal ini juga berkaitan dengan life skill antara lain kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, berkolaborasi, mengambil keputusan, berempati, berpikir kreatif dan dapat dipercaya. Disimpulkan mampu menghasilkan media audio visual berbasis life skill valid dan layak digunakan pada materi upaya penanggulangan pencemaran lingkugan di SMA Negeri 3 Fatuleu
Meta-Analisis Keefektifan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Biologi Anjani Putri Wijayanto, Nurulita Spahira
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v8i2.633

Abstract

Perkembangan media pembelajaran saat telah membuat peserta didik semakin mudah mengakses bahan ajar. Teknologi terkini yang sering digunakan dalam pembelajaran diantaranya smartphone, PC, tablet dan bahkan laptop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik dengan melakukan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Metode yang digunakan berdasarkan pada basis data yang digunakan dalam pembuatan meta-analisis ini adalah Science and Technology Index (SINTA) dan Google Scholar yang diterbitkan mulai pada tahun 2015-2021. Artikel yang digunakan dalam meta-analisis ini sebanyak 30 artikel. Hasil dari 30 artikel yang digunakan untuk melakukan meta-analisis ini didapatkan dengan melakukan pengembangan media pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dianggap efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik karena menggunakan media pembelajaran yang menarik dan dapat menarik minat peserta didik untuk belajar salah satunya yaitu dengan mobile virtual laboratorium.
Potensi Tumbuhan Budidaya Lokal Dalam Jajanan Khas Tuban, Jawa Timur Andriani, Riska; Kurniahu, Hesti; Rahmawati, Annisa
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi tanaman budidaya lokal di  Tuban yang dimanfaatkan sebagai bahan jajanan tradisional. Penelitian ini diawali dengan survey terhadap 117 responden pada 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban untuk mengetahui jenis jajanan tradisional khas Tuban, dan wawancara terhadap pembuat jajanan untuk mendapatkan jenis tanaman budidaya lokal dalam komposisi jajanan tradisional khas Tuban. Selanjutnya dilakukan eksplorasi dan wawancara terhadap petani, BPS dan Dinas Pertanian untuk mendapatkan data produktifitas tanaman budidaya lokal dalam komposisi jajanan tradisional khas Tuban. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat spesies Oryza sativa L., Oryza sativa L. var. glutinosa., Zea mays, Cocos nucifera, Capsicum frutescens L., Mangifera indica, Borassus flabellifer, Manihot esculenta, Allium cepa L. var. ascalonicum yang dibudidayakan di Kabupaten Tuban. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku, bumbu, bahan tambahan dan pembungkus jajanan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 8 jenis tumbuhan dalam komposisi 14 macam jajanan tradisional khas Tuban
Toksisitas Ekstrak Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) terhadap Mortalitas Nimfa Helopeltis antonii Sign. Prihatin, Jekti; Pradana, Dwi Putri Candra Bina; Hariyadi, Slamet
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v8i2.1008

Abstract

Produksi kakao di Indonesia mengalami penurunan. Kerusakan kakao paling besar disebabkan oleh hama serangga, yaitu Helopeltis antonii Sign. yang dapat menurunkan kuantitas produksi hingga 60%. Alternatif insektisida yang dapat digunakan yaitu menggunakan insektisida nabati umbi gadung, karena mengandung senyawa dioskorin dan asam sianida (HCN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak umbi gadung terhadap mortalitas nimfa Helopeltis antonii Sign. instar IV. Pembuatan ekstrak umbi gadung menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian dilakukan menggunakan lima serial konsentrasi, yaitu 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, dan 1,25%. Pengujian masing-masing perlakuan menggunakan 20 ekor nimfa dengan 4 kali ulangan. Tingkat toksisitas diuji menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan LC50 dan LC95 ekstrak umbi gadung terhadap mortalitas nimfa Helopeltis antonii Sign. dalam waktu dedah 48 jam adalah berturut-turut 0,713% dan 1,150%.  
Keragaman Hymenoptera di Lahan Reklamasi Sistem Teknologi Modifikasi Terasering di Lahan Bekas Penambangan Batu Kapur Ardianita, Nia; Oktafitria, Dwi; Rahmawati, Annisa; Purnomo, Eko
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.1012

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya reklamasi lahan bekas tambang kapur yang terencana telah dilakukan PT Semen Indonesia Persero (Tbk) dengan menggunakan teknik sistem teknologi modifikasi terasering sejak tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman hymenoptera di lahan bekas tambang batu kapur pada sistem teknologi modifikasi terasering dan mengetahui fungsi ekologisnya. Metode Pittfall trap dilakukan untuk pengambilan sampel dan perhitungan data menggunakan indeks ekologi Shannon Wiener. Hasil penelitian diketahui terdapat 31 individu yang terbagi atas 4 genus, dan 4 spesies. Empat spesies hymenoptera yang didapatkan yaitu Solenopsis invicta, Tetramorium bicarinatum, Monomorium pharaonis, Camponotus pennsylvanicus sedangkan nilai H’ =1.39 (kategori keanekaragaman sedang); nilai C = 0.30; dan J = 0.71. Didapatkan bahwa Tetramorium bicarinatum memiliki jumlah individu tertinggi yaitu sebesar 18 ekor dengan fungsi ekologisnya sebagai soil engineer yaitu berperan dalam merombak material organik yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah pada lahan reklamasi yang mempunyai sifat tanah rusak dan kering akibat penambangan.
Analisis Potensi Pewarna Textil Berbasis Tanaman Warsita, Kurtis Sita; Muchtarromah, Bayyinatul
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.1057

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan warisan budaya yang sangat kaya, salah satunya adalah batik. Proses pewarnaan kain batik umunya dengan menggunakan zat pewarna sintetis yang dalam penggunaannya dapat menyebabkan masalah lingkungan. Terdapat berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan lebih aman untuk lingkungan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik literature searching dalam pengumpulan datanya. Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna testil alami antara lain; Pohon jati memiliki kandungan zat antosianin yang berperan sebagai zat pemberi warna ungu, merah, merah gelap. Tumbuhan kunyit memiliki kurkumin, zat pemberi warna kuning apabila pada keadaan asam dan merah kecoklatan apabila pada keadaan basa. Soga tingi dan mangrove sama-sama memiliki zat tanin yang dapat memberikan warna coklat pada penggunaannya. Mahoni mengandung flavonoid, tannin, dan kuinon yang dapat memberikan warna coklat kemerahan, sedangkan daun suji mengandung klorofil, zat pemberi warna hijau yang sifatnya kurang stabil dan lebih optimal pada kondisi asam.
Optimasi Pertumbuhan Dendrobium sp. pada Tahap Aklimatisasi Menggunakan Esktrak Tauge Isnaini, Hanik; Suyono, Suyono
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i2.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak tauge pada berbagai konsentrasi terhadap optimasi pertumbuhan planlet Dendrobium sp. pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak tauge 0% (kontrol), 30%, 60%, dan 90%. Parameter yang diamati ialah tinggi tunas, jumlah akar, panjang akar, dan luas daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut (DMRT) serta analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak tauge berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas. Konsentrasi ekstrak tauge paling optimum terletak pada taraf 42,25% dengan rerata tinggi tunas mencapai 6,28cm setelah itu mengalami penurunan karena sifat inhibitor dari dosis ekstrak tauge yang terlalu tinggi dan kapasitas tanaman dalam absorpsi pasokan hara. Sedangkan pertumbuhan pada parameter jumlah akar, panjang akar, dan luas daun menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan dengan kelompok kontrol.
Optimasi Produksi Selulase dari Kapang Selulolitik yang Diisolasi dari Serasah Daun Vernanda, Nahdiyah
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.1369

Abstract

Kapang pada serasah sangat berperan dalam menguraikan serasah daun dalam kurun waktu yang singkat, umumnya carnth mempunyai aktivitas selulolitik. Produksi selulase penting dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal. Jenis daun serasah diinokulasi dengan cara disebar pada CMC 0,5% + mineral M9 + streptomisin 1%, diinkubasi pada suhu 30oC selama 3-7 hari. Skrining isolat selulolitik dengan ditambahkan ±5 ml larutan iodium 0,33% dan diukur zona bening yang terbentuk untuk mengetahui indeks zona beningnya, dipilih 1 jenis isolat dengan indeks zona bening tertinggi. Optimasi kultur awal produksi enzim cetakan selulolitik 1 isolat ose diinokulasi pada media PDA dan dilakukan perhitungan spora dengan haemacytometer. Uji aktivitas selulase dihasilkan dari produksi ikan mas selulolitik dengan pereaksi Somogyi sebanyak 500 μl. Isolat ISD 2 adalah yang terpilih untuk produksi selulolitik mempunyai koloni berwarna hijau kehitaman, zona bening aktivitas enzim dari ISD 2 sebesar 4,868 yang diperoleh selama inkubasi 144 jam.
Potensi Tanaman pada Ritual Pernikahan dan Kelahiran Bayi Suku Melayu Sambas sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Budaya Jumiarni, Jumiarni; Qurbaniah, Mahwar; Setiadi, Anandita Eka
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.1490

Abstract

Tradisi yang masih dipertahankan oleh Suku Melayu Sambas hingga saat ini, adalah ritual pernikahan dan kelahiran bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi lokal tanaman yang dijadikan sumber belajar pada materi Biologi SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat 49 jenis tanaman dari devisi Spermatophyta yang digunakan pada ritual pernikahan dan kelahiran bayi. Jenis tanaman tersebut adalah padi, kelapa, sirih, pinang, rotan, kemiri, ketan putih, kunyit, langgir, mawar, bougenvile, jeruk purut, terung, serai wangi, singkong, pandan, daun pacar, jeruk nipis, nanas, pisang raja sereh, bambu gombong, kentang, nangka, mentimun, kacang panjang, kubis, cabe merah, cabe rawit, selada, kacang kedelai, tomat, wortel, mengkudu, asam jawa, tembakau, mangga, pisang ambon, jahe, kencur, ketumbar, hanjuang, imbali, ribu-ribu, bunga lawang, pala, cengkeng, temulawak, tebu dan gambir. Potensi tanaman pada ritual Pernikahan dan Tradisi Kelahiran Bayi sesuai dengan materi pokok kelas X, XI, dan XII yaitu materi Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup, Jaringan Tumbuhan, Plantae, dan Bioteknologi. Tanaman pada ritual Pernikahan dan Tradisi Kelahiran Bayi Suku Melayu Sambas mempunyai potensi sangat layak sebagai sumber belajar Biologi SMA berbasis budaya.
Pembelajaran Biologi di Luar Ruangan Berbasis Kearifan Lokal Momorong untuk Memberdayakan Collaborative Work Skills Husen, Ica; Nasir Tamalene, M; Haerullah, Ade; Bahtiar, Bahtiar
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.1710

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melatih keterampilan kerja kolaboratif siswa melalui proses pembelajaran biologi dengan model kearifan lokal momorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei, dan data respon dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Selain itu, keterampilan diukur menggunakan instrumen International Reading Association dan National Council of Teachers & English, hal ini diperkuat dengan kearifan lokal momorong yang dibuktikan dengan budaya belajar siswa di luar kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bekerja dengan orang lain (95,45%), kontribusi (93,18%), pemecahan masalah (81,82%), manajemen waktu dan teknik penelitian (77,27%), serta sintesis (70,45%).P  Model Momorong sangat menyenangkan, melatih siswa untuk merencanakan proyek secara kolaboratif, melatih  siswa belajar berkelompok dan saling membantu, mempermudah siswa dalam problem solving.