cover
Contact Name
IPUNG DWIANSYAH
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tijhs@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : https://doi.org/10.32528/tijhs
Core Subject : Health,
Fokus dan ruang lingkup The Indonesian Journal of Health Science meliputi: Topik tentang keperawatan, baik tentang keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, dan keperawatan palliatif, topik tentang ilmu kesehatan masyarakat, serta topik tentang kebidanan.
Articles 37 Documents
Syndrome Nomophobia dengan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Tingkat 1 Sarjan Keperawatan di STIKes Karya Husada Kediri Andika Siswoaribowo
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i1.2022

Abstract

Information and communication technology is continuously developing so that many tools have been created, one of which is a smartphone. With the availability of features on a smartphone, a person can experience nomophobia syndrome, thus affecting social relations with other people, resulting in interpersonal communication problems. The aim of the study was to determine the relationship between nomophobia syndrome and interpersonal communication in first year undergraduate students in nursing at Stikes Karya Husada Kediri. Correlation research design with a cross sectional approach. The sampling technique used total sampling, obtained 92 respondents. The research instrument used a questionnaire. The results of the study showed that most of the nomophobia syndrome was in the moderate category and most of the interpersonal communication was in the moderate category. Data analysis used the Spearman Rank test, the results obtained were p value: 0.001 < : 0.05, so H1 was accepted, meaning that there is a relationship between nomophobia syndrome and interpersonal communication in level 1 undergraduate students in nursing at Stikes Karya Husada Kediri. The correlation value is -0.746, meaning that the strength relationship is included in the strong category, and the relationship between variables is negative, meaning that the lower the incidence of nomophobia syndrome, the better interpersonal communication, and vice versa. Addiction to smartphones causes a person to tend to be more concerned with smartphones than communicating with people around him. It is recommended to always control the use of smartphones so that nomophobia syndrome does not occur and interpersonal communication is maintained.
Analisis Perbedaan Kejadian Stunting dengan Keterlibatan Peran Ayah di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Jember Nugrahani, Ely Rahmatika
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i1.2058

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang hingga saat ini masih menjadi problematika bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Hingga tahun 2022 angka kejadian stunting mengalami penurunan, tetapi hal ini masih belum mencapai target penurunan angka stunting yakni 14% atau 3,8% setiap tahun. Peningkatan kasus perceraian menjadi salah satu faktor yang memperberat kondisi stunting di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kejadian stunting dengan keterlibatan peran ayah baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan desain analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dan uji yang digunakan adalah pearson chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kejadian stunting dengan keterlibatan ayah baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan di Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ayah di pedesaan maupun diperkotaan Kabupaten Jember memiliki keterlibatan yang baik, hal ini didukung oleh usia ayah, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendapatan ayah, dan riwayat pemberian MPASI pertama kali. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi variabel ibu khsusnya dalam dukungan yang ibu berikan kepada ayah. Peneliti juga perlu memperdalam variable lama interaksi anak dengan ayah dan seberapa dalam keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Besuki Kabupaten Situbondo Yulianda, Devita Norma; Asmuji; Cahya Tri Bagus Hidayat
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i1.2068

Abstract

Kepuasan kerja adalah sejauh mana seseorang menyukai pekerjaannya dan beranggapan bahwa pekerjaannya merupakn suatu hal yang kompleks. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh beban kerja, apabila beban kerja tidak proporsional akan berdampak pada rasa stress dan akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Besuki Kabupaten Situbondo sebanyak 33 perawat dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan spearman rank (Rho) dengan ketentuan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ 0,000 < 0,05 yang artinya H1 diterima. Ada hubungan signifikan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap dengan keeratan korelasi (r) kuat dan arah korelasi negative, dimana peningkatan beban kerja pada perawat akan disertai dengan menurunnya kepuasan kerja perawat. Rekomendasi penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi manajemen rumah sakit agar menyeimbangkan beban kerja perawat dengan hasil yang didapatkan dengan mengidentifikasi dampak dari kepuasan kerja perawat, salah satunya sangat penting memberikan gamparan kepuasan kerja dalam bentuk pemberian insentif dan reward untuk meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci: Beban kerja; Kepuasan Kerja; Perawat
Hubungan Dimensi Tangible Dengan Kepuasan Pasien Di Klinik Pratama Rawat Inap Aisyiyah Ambulu Haries Tri Widodo; Asmuji; Cahya Tribagus Hidayat
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i1.2227

Abstract

Latar Belakang: Pentingnya kepuasan pasien terhadap layanan medis masih menjadi perhatian penting dalam struktur layanan medis saat ini. Meskipun terdapat kemajuan teknologi medis dan peningkatan ketersediaan layanan, banyak pasien masih merasakan pengalaman yang tidak memuaskan di rumah sakit atau klinik. Kekecewaan pasien terhadap layanan kesehatan bisa dipengaruhi oleh faktor dimensi tangible. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara dimensi tangible dan kepuasan pasien di Klinik Pratama Rawat Inap Aisyiyah Ambulu. Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan studi cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 55 responden, yang diambil dengan teknik quota sampling. Hasil: Hasil uji statistik dimensi tangible dengan kepuasan pasien, yang dilakukan dengan spearman rank (rho) dengan α = 0,05, menunjukkan bahwa ada hubungan antara dimensi tangible dan kepuasan pasien dalam kategori sedang, dengan p value = 0,000 dan r = 0,561. Simpulan: Dimensi tangible seperti fasilitas, peralatan medis, dan penampilan personel merupakan faktor kunci dalam meningkatkan pengalaman pasien. Karena itu, penelitian ini mendorong seluruh pemberi pelayanan medis dalam mempertahankan peningkatan kualitas dimensi tangible sebagai bagian penting dari usaha meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pasien, serta memperbaiki citra mereka di mata publik.
Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 dengan Kepatuhan Penggunaan Masker pada Masyarakat Probolinggo Fikri, Zahid; 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Arfianto, Muhammad Ari; Mu'jizah, Khikmatul; Elsandra, Eliza Maharani; Melania, Febriani; Mahesba, Ismail
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i2.2462

Abstract

Latar belakang: Covid-19 merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan coronavirus. Tingginya kasus Covid-19 membuat pemerintah melakukan berbagai tindakan pencegahan guna menekan angka kematian. Tindakan pencegahan ini dapat berupa pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 dan kepatuhan masyarakat pada penggunaan masker. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi hubungan pengetahuan Covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker pada masyarakat Probolinggo.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga Desa Sumberbendo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 warga yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner untuk pengumpulan data dan menggunakan analisa data uji korelasi spearman.Hasil: Hasil analisis uji korelasi spearman diperoleh nilai p=0,00 (<∝=0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker pada masyarakat ProbolinggoKesimpulan: Mayoritas masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan baik mematuhi penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kurang tidak patuh dalam penggunaan masker. Jadi, ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan masker pada Masyarakat Probolinggo.
TERAPI MUSIK TERHADAP KECEMASAN ANAK DI RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG wahyudi, yuyud
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i2.2593

Abstract

Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Anak diharuskan untuk menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Saat menjalani hospitalisasi anak akan berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dirumah sakit, sehingga kondisi tersebut seringkali menimbulkan perasaan cemas pada diri si anak sendiri maupun keluarga. Musik tertentu dapat menjadimedia untuk menumbuh kembangkan kemauan daya kreasi serta konsentrasi pada anak yang mengalami hospitalisasi untuk meminimalisir terjadinya hambatan baik fisik, motorik, sosial, emosional serta mental. Berdasarkan studi pendahuluan di poliklinik anak RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang selama 2 hari didapatkan informasi bahwa 60% anak yang berobat mengalami kecemasan sedang dan berat ketika hendak mendapatkan tindakan keperawatan Variabel pada penelitian ini yaitu terapi boneka musik dan kecemasan pada anak sebagai variabel independen. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan post only with control group design, dengan sampel 8 responden. Teknik analisa data menggunakan unpired t-test dengan hasil menunjukan bahwa terdapat pengaruh terapi boneka musik pada kecemasan anak. Nilai koefisien korelasi variabel pengetahuan 0,046. tindakan keperawatan dengan menggunakan boneka musik memiliki pengaruh terhadap penurunan kecemasan anak di Klinik Anak di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah, Mandi Air Dingin dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Widada, Wahyudi
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3172

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi, MAP (Mean Arterial Presure), dan satuurasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples test,  dan post hoc test . Hasil penelitian menunjukkan : 1). Ada pengaruh antara kelompok perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin dibanding kelompok kontrol. 2). Pengaruh terbesar perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin adalah terhadap tekanan darah sistolik dan nadi. Temuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel  perancu.  Penelitian ini sangat menarik karena belum ada penelitan serupa sebelumnya. Penelitian ini sudah memiiki uji lolos etik NO. 0022/KEPK/FIKES/III/2025 yang dikeluarkan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fikes Unmuh Jember.
Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3201

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya manusia keperawatan merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen kerja. Terwujudnya komitmen kerja juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masing-masing nilai p= 0,843 dan 0,258, nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Variabel lingkungan kerja menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia + 0,629 Masker + 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam menciptakan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.  
Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial Zaini, Mad; Komarudin
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3202

Abstract

Masalah psikososial merupakan suatu perubahan psikologi, fisik atau sosial dalam kehidupan seseorang yang berpotensi mengakibatkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di Masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Peran keluarga merupakan bagian dari model family centered care, dimana model ini menjelaskan bahwa peran kelaurga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel 216 responden. Kriteria inklusi yaitu keluarga dengan masalah psikososial, tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panti, Sukorambi, Kaliwates dan Sumbersari serta mampu membaca dan menulis. Analisis data menggunakan uji statistic Mann Withney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial (528%). Sedangkan keluarga di wilayah perkotaan, sebagian besar termasuk dalam kategori baik dalam mencegah masalah psikososial (50.9%). Analisis bivariat antara keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.27 (p value >0.05). Nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam melakukan pencegahan terhadap masalah psikososial. Kesamaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam mencegah masalah psikososial cukup signifikan meskipun terdapat perbedaan kondisi sosial dan lingkungan seperti kesamaan nilai dan norma serta dukungan emosional.
Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember Eka Yullis A, Zuhrotul; Ayesie Natasa Zulka
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3276

Abstract

Masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. prevalensi overweight pada balita mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 8% dari populasi balita. Pentingnya upaya pencegahan diberbagai aspek. Pada penelitian ini berfokus pada analisis factor factor yang berpengaruh pada kelebihan gizi pada anak di kecamatan Panti. Jenis penelitian ini adalah kuntitatif dengan desain cross sectional. Setting area studi di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah Balita yang berada dikecamatan panti. Besar sampel diperhitungkan dengan menggunakan rumus slovin dengan convidence level 95% dan margin error 5% sehingga dibutuhkan 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan   Claster Random sampling. Variabel penelitian adalah determinan determinan penyebab ternjadinya overwight pada anak diantaranya adalah Pengetahuan orang tua, Pola makan anak, Pendidikan orang tua, Pendapatan orang tua, Penggunaan antibiotic anak dan pola aktifitas pada anak.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner. Pengolahan data melalui regresi logistik. Hasil Penelitian menunjukan bahwa sig < dari 0.05 yaitu 0.006 dan 0.27 pada variabel Pola makan dan pola aktifitas dengan Exp (B) 18.5 dan 3,5.  faktor dominan pada kejadian obesitas adalah pola makan dan aktifitas dengan OR 18,5 yang artinya seorang kan mengalami 18 lebih besar menjadi obesitas jika pola kan tidak seimbang. Obesitas 3,5 kali lebih besar pada anak jika anak tersebut memiliki pola aktifitas yang rendah 

Page 3 of 4 | Total Record : 37