cover
Contact Name
IPUNG DWIANSYAH
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tijhs@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : https://doi.org/10.32528/tijhs
Core Subject : Health,
Fokus dan ruang lingkup The Indonesian Journal of Health Science meliputi: Topik tentang keperawatan, baik tentang keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, dan keperawatan palliatif, topik tentang ilmu kesehatan masyarakat, serta topik tentang kebidanan.
Articles 37 Documents
Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir kusuma, erik; Widianto, Eko Prasetya; Astuti, Anggia; Sugiono, Atik Tri Pratiwi; Fitriyah, Ainul
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3284

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan perilaku yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir. Faktor sosial yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan jumlah anak. Faktor perilaku yang diteliti meliputi praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan inisiasi menyusui dini. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 240 ibu dengan balita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p=0,0001), pekerjaan orang tua (p=0,0004), jumlah anak (p=0,0000), praktik pemberian ASI eksklusif (p=0,0000), pemberian MPASI (p=0,0000), dan inisiasi menyusui dini (p=0,0335) dengan kejadian stunting. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa jumlah anak >3 (OR=4,26) dan pemberian MPASI yang tidak adekuat (OR=3,97) merupakan prediktor paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa stunting pada balita tidak hanya disebabkan oleh kondisi biologis, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan perilaku pengasuhan. Kurangnya pengetahuan gizi, beban ekonomi keluarga, serta praktik pemberian makan yang tidak sesuai usia memperburuk kondisi gizi anak. Intervensi stunting di wilayah pesisir perlu difokuskan pada edukasi ibu tentang praktik pemberian makan yang tepat dan penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember Sofiana, Kristianningrum Dian; Pratama, Armando Hayden Maghriza; Purwandhono , Azham; Prasetyo , Aris; Adji , Novan Krisno; Hamzah, Zahreni
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3330

Abstract

 Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa, fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh shalat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan merupakan analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 lansia. Penelitian ini melakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis karena data tidak normal. Data tentang salat tahajud didapatkan dari kuisioner sedangkan memori jangka pendek lansia dari Digit Span Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa lansia laki-laki yang melakukan salat tahajud sebanyak 8 orang (72,73%) dan yang tidak melakukan sebanyak 3 orang (27,27%) sedangkan lansia perempuan yang melakukan sebanyak 23 orang (79,31%) dan yang tidak melakukan sebanyak 6 orang (20,69%). Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara salat tahajud terhadap memori jangka pendek lansia dengan nilai p-value < 0,05 baik dari segi frekuensi (p<0,00) dan jumlah rakaat (p<0,001). Uji Post Hoc menunjukkan bahwa kelompok yang dibandingkan dengan frekuensi 6-7 kali seminggu memiliki perbedaan yang signifikan dan minimal 2 rakaat saat tahajud menunjukkan perbedaan yang signifikan. Salat tahajud memiliki pengaruh terhadap memori jangka pendek lansia.
Efektivitas Aplikasi Tulangku Terhadap Pemahaman Anatomi Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Nugrahani, Ely Rahmatika
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i2.3348

Abstract

Integrasi teknologi dalam pendidikan keperawatan menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas aplikasi Tulangku sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Ilmu Biomedik Dasar Bab Muskuloskeletal. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengandesainthe-onegrouppretest-posttestdesign.Populasi penelitianiniadalahmahasiswa semester I yang menempuh mata kuliah Ilmu Biomedik Dasar (IBD) pada tahun akademik 2024/2025 sebanyak 176 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 122 mahasiswa. Penelitian ini menerapkan aplikasi Tulangku dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa berdasarkan perolehan skor pre-test (rata-rata 54,53) dan post-test (rata-rata 95,54). Nilai N-Gain pada penelitian ini sebesar 0,822 (>0,7) sehingga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil pembelajaran, dimana kategori tersebut termasuk pada kategori tinggi. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <5%, sehingga uji tersebut menyatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan aplikasi Tulangku. Aplikasi Tulangku dapat diterapkan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Ilmu Biomedik Dasar Bab Muskuloskeletal.
Makrosistem dan Peran Ibu dalam Pencegahan Stunting di Daerah Pedesaan Kabupaten Jember Berdasarkan Teori Maternal Role Attainment Ayesie Natasa Zulka; Yeni Suryaningsih
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i2.3349

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak. Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur. Menurut Teori Keperawatan Maternal Role Attainment, capaian ibu dalam menjalankan perannya dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu Makrosistem, Mikrosistem dan Mesosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teori keperawatan maternal role attainment untuk mengetahui hubungan faktor makrosistem dengan capaian peran ibu dalam pencegahan stunting di daerah pedesaan. Desain penelitian yang digunakan adalah survei eksplanatori dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita yang memenuhi kriteria inklusi yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji dan Puskesmas Panti serta dapat membaca dan menulis serta kriteria eksklusi yaitu menolak menjadi responden dan sedang sakit. Besar sampel ditentukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner makrosistem dan capaian peran ibu yang dikembangkan dari tugas ibu dalam pencegahan stunting. Analisis data variabel menunjukkan nilai p > 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antar variabel. Makrosistem merupakan faktor eksternal yang berasal dari luar diri ibu, faktor yang paling kuat pengaruhnya adalah faktor yang berasal dari dalam diri ibu yaitu mesosistem dan mikrosistem meliputi identitas diri ibu, hubungan dengan suami dan keluarga, serta dukungan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa pencapaian peran ibu dipengaruhi oleh banyak faktor.
Hubungan Workload dengan Occupational Stress Level Perawat ICU dan ICCI di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Fitria, Novalda Dwi Gita
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.3413

Abstract

Latar Belakang: Workload ialah sebuah tuntutan kerja yang meliputi aspek fisik, mental, dan emosional yang dapat memengaruhi kinerja tenaga kerja. Occupational stress level merupakan keadaan ketegangan yang menimbulkan disfungsi fisik, mental, dan psikologis. Beban kerja yang tinggi akibat kompleksitas tugas dan sumber daya yang tidak memadai berpotensi meningkatkan stres kerja pada perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Populasi berjumlah 41 perawat ICU dan ICCU RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dengan sampel sebanyak 37 perawat yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Instrumen pengumpulan data adalah Job Content Questionnaire untuk variabel independen dan New Job Stress Scale untuk variabel dependen. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa p value = 0,001 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) = 0,503 yang menunjukkan hubungan yang positif dalam kategori sedang. Diskusi: Temuan ini mengindikasikan tingginya tuntutan kerja di ICU dan ICCU berkontribusi terhadap meningkatnya stres kerja perawat. Manajemen rumah sakit perlu mengoptimalkan distribusi tugas, meningkatkan dukungan psikososial, serta menyediakan sumber daya yang memadai untuk menjaga kesejahteraan mental perawat.  
Hubungan Antara Infeksi Menular Seksual dengan Kanker Reproduksi pada Wanita Usia Subur feriani, pipit; Rini Ernawati
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3499

Abstract

Kanker reproduksi pada wanita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan infeksi menular seksual (IMS) sebagai faktor risiko utama. Hubungan antara Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kanker reproduksi melalui Human Papilloma Virus (HPV) telah banyak diteliti, namun penelitian pada populasi tertentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara riwayat infeksi menular seksual dengan kejadian kanker reproduksi pada wanita. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 82 penderita kanker reproduksi di RSUD AWS Samarinda periode Januari-Juni 2024. Teknik purposive sampling dalam penelitian ini menggunakan kriteria inklusi penderita kanker payudara atau reproduksi yang dikonfirmasi histopatologi dan berusia ≥18 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi (Cronbach's alpha 0,85). Analisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas responden berusia 46-55 tahun (40,2%) dengan pendidikan SMA (40,2%). Sebanyak 46 responden (56,1%) mengalami kanker reproduksi dan 36 responden (43,9%) kanker payudara. Riwayat IMS ditemukan pada 17 responden (20,7%), dengan 14 orang (82,4%) mengalami kanker reproduksi. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat IMS dengan jenis kanker (p-value = 0,014; OR = 0,208; 95% CI: 0,054-0,792), yang menunjukkan bahwa riwayat IMS lebih sering ditemukan pada penderita kanker reproduksi dibandingkan dengan kanker payudara. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat infeksi menular seksual (IMS) dengan jenis kanker pada penderita kanker reproduksi. Mayoritas responden dengan riwayat IMS mengalami kanker reproduksi, mengkonfirmasi hubungan etiologis yang kuat. Temuan ini memperkuat pentingnya program skrining kanker serviks, edukasi kesehatan reproduksi, dan vaksinasi HPV
Pengaruh Hot Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember Wardhani, Annisa; Widada, Wahyudi; Sasmiyanto
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3629

Abstract

Nyeri punggung bawah yang sering dialami petani merupakan masalah global yang mempengaruhi produktivitas. Nyeri punggung bawah merupakan diagnosa lain dari low back pain (LBP) yang ditegakkan oleh dokter dengan memperhatikan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kelompok perlakuan dengan hot stone massage dan kelompok kontrol dengan cold stone massage dalam menurunkan tingkat LBP pada petani di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan dua kelompok (kelompok hot stone massage dan cold stone massage). Tiga puluh petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-intervensi, terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,001). Post-intervensi, kelompok hot stone massage menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan (p < 0,001) dengan median posttest yang lebih rendah. Sementara itu, kelompok cold stone massage juga mengalami penurunan, namun perbandingannya menunjukkan kelompok hot stone massage memiliki rata-rata peringkat nyeri post-intervensi yang lebih rendah secara signifikan (Mean Rank hot stone = 20,98; cold stone = 40,02; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan nyeri punggung bawah pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh.

Page 4 of 4 | Total Record : 37