cover
Contact Name
Budi Tri Santosa
Contact Email
btsantosa@unimus.ac.id
Phone
+6281358266662
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama II, R. 306, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya
ISSN : 20866100     EISSN : 2503328X     DOI : 10.26714/lensa
Articles 222 Documents
EXERCISE ITEMS: HOW IT IMPROVES STUDENTS? ENGLISH PERFORMANCE IN CLASSROOM SITUATION Muhimatul Ifadah; Tirta Sari Murni
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.016 KB) | DOI: 10.26714/lensa.4.2.2014.88-93

Abstract

Pemahaman siswa dapat diukur dengan beberapa cara. Salah satu cara untuk mengukur pemahaman adalah melalui portfolio dan penilaian alternatif. Penilaian formatif, di lain pihak, bertujuan untuk membentuk kompetensi siswa melalui proses. Untuk para siswa sekolah menengah pertama, keberadaan buku latihan dapat menjadi lebih penting daripada penjelasan guru itu sendiri. Di sisi lain, guru bahasa Inggris akan melakukan berbagai upaya untuk membuat para siswa dapat mencapaiKriteria Ketuntasan Minimal (Passing Grade). Berdasarkan observasi dan hasil dari item-item latihan, dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang lulus passing grade mengalami peningkatan. Melalui kuesioner, para siswa juga mengungkapkan bahwa motivasi mereka mungkin distimulasi oleh isi dari buku latihan dan penampilan dari buku tersebut. Meskipun begitu, latihan diakui oleh siswa sebagai salah satu cara bagi mereka untuk lebih mudah dalam memahami materi dan penjelasan dari guru. Keywords: item-item latihan, penampilan bahasa Inggris, situasi kelas
Serat Centhini: Sebuah Kompleksitas Kesusastraan Jawa yang Mumpuni Anies Widiyarti
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.973 KB)

Abstract

‘Serat Centhini’, also known as ‘Suluk Tambanglaras’ or ‘Suluk Tambangraras-Amongraga’, is one of the greatest works in the New Javanese Literature, written in form of ‘tembang’ (songs). The work contains various kinds of Javanese knowledge and culture. Using literary sociological approach, this article discusses about ‘Serat Centhini’. As one of literary canons, ‘Serat Centhini’ is said as a smart, innovative and very complete work. It is found that ‘Serat Centhini’ successfully integrates three perpectives in literary sociology, such as a) seeing a literary work as a social document, b) seeing a literary work as the reflection of the author’s social situation, and c) seeing a literary work as the manifestation of a certain historical event and cultural situation. Finally, the fact that this work has been one of the greatest works deals with Pakubuwono V’s initial intention to make ‘Serat Centhini’ be the encyclopaedia of the Javanese culture.
Teaching Speaking in Large Multilevel Class Sukojo Sukojo
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.437 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang bagaimana mengajar speaking di kelas multilevel besar. Sebelum membahas tentang prinsip-prinsip kelas multilevel besar, pembahasan diawali darai keuntungan-keuntungan dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para dosen/guru dalam mengajar kelas multilevel besar. Hal ini akan memberikan persepsi yang seimbang tentang pembelajaran di kelas multilevel besar. Selanjutnya akan dibahas tentang prinsip-prinsip yang harus diterapkan. Beberapa kegiatan yang cocok untuk pengajaran kelas komunikatif disajikan sebagai alternatif untuk dikembangkan lebih lanjut oleh para dosen/guru.
Pemerolehan Morfosintaksis pada Anak Usia 3 Tahun Adiprana Yogatama
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.482 KB)

Abstract

There is a close relationship between the structure of words and the structure of sentences. In some languages it is even difficult to tell whether a particular word formation is a word or a sentence. Language acquisition theory has advanced in  many ways since Brown (1973), but we are still dealing with many of the same basic methodological issues be confronted, Elaborating on Brown's approach, researchers have formulated increasingly reliable methods for measuring the growth of grammar, or morphosyntax, in the child. In this paper, the writer tries to study the morphosyntax acquisition in Indoneian childrn age 3 years. This is a basic research before continuing the next study in children's second language acquisition.
Nilai Religius dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013 Nur Indah Sholikhati
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.302 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.58-68

Abstract

Textbooks are one important component in the learning process. It is hoped that Indonesian textbooks will not only have linguistics and literature, but there will also be the inculcation of the values of character education. This study aims to describe the cultivation of religious character education in Indonesian Language textbooks at SMP Curriculum 2013. The research conducted was a descriptive qualitative study. The data in this study are in the form of phrases, words, clauses, sentences, paragraphs and discourses that contain content about inculcation of character education in Indonesian textbooks for SMP Curriculum 2013. In this study, the data were obtained from Indonesian textbooks Class VII, VIII, and IX Curriculum 2013. In this study, the research instrument is a researcher who is equipped with theories about character education. In addition, researchers are equipped with instruments in the form of data cards containing religious character education. The instrument was validated by content validation by experts (expert judgment) conducted by language teaching experts. The validity of the data is done by peer examination techniques through discussion or Focus Group Discussion (FGD). Data analysis in this study uses an interactive analysis model.
Kenomotetisan dan Keideosinkretisan Makna Simbolis Peranti Pernikahan Adat Masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Jambi: Perspektif Ekolinguistik R. Kunjana Rahardi
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.506 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.69-82

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) mendiskripsikan nilai-nilai nomotesis yang terdapat dalam peranti pernikahan adat masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Jambi; (2) mendeskripsikan nilai-nilai ideosinkretis yang terdapat dalam peranti pernikahan adat masyarakat Provinsi NTT dan Provinsi Jambi? Data dikumpulkan dengan menerapkan metode simak dan metode cakap. Selain itu, data juga dikumpulkan dengan menerapkan prinsip-prinsip etnografi dalam antropolinguisitk. Data selanjutnya diklasifikasi dan ditipifikasi sehingga terwujud tipe-tipe data yang siap untuk dikenai metode dan teknik analisis data. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitia ini adalah metode analisis padan kontekstual. Selain itu, metode analisis distribusional juga diterapkan untuk mendukung penerapan metode analisis padan kontekstual. Metode analisis padan dan metode analisis distribusional tersebut dilengkapi dengan teknik analisis yang lazim diterapkan dalam penelitian etnografi dan metode analisis ini. Manfaat teoretis penelitian ini adalah untuk menyempurnakan teori-teori ekolinguistik yang selama ini didasarkan pada teori-teori Barat. Manfaat praktisnya adalah untuk memaksimalkan perkuliahan ekolinguistik yang selama itu belum kontekstual di program-program magister. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam nilai kenomotetisan makna simbolis peranti pernikahan adat masyarakat NTT, dan masyarakat Jambi yang dikaji dengen perspektik ekolinguistik metaforis. Keenam nilai simbolik yang bersifat  nomotetis tersebut disampaikan sebagai berikut: (1) nilai cinta kasih, (2) nilai ekonomis, (3) nilai kekeluargaan, (4) nilai keagungan, (5) nilai religius.  Selanjutnya nilai-nilai simbolik pernikahan adat di kedua provinsi tersebut memiliki nilai-nilai keideosinkretisan sebagai berikut: (1) nilai keharmonisan, (2) nilai ketulusan, (3) nilai pengharapan, (4) nilai penghormatan terhadap wanita. Kata Kunci: kenomotetisan; keideosinkretisan; makna simbolik; ekolinguistik metaforis  ABSTRACT The purpose of this study was formulated as follows: (1) describing the nomothetic values of traditional marriage equipments of the people of East Nusa Tenggara (NTT) and Jambi societies; (2) describing the ideosyncretic values contained in the traditional marriage tools of the people of NTT and Jambi societies? Data was collected by applying the listening method and the interview method. In addition, data are also collected by applying ethnographic principles in anthropology. The data collected are then classified and typified to realize the types of data that are ready to be subjected to data analysis methods and techniques. The data analysis method used in this research is the contextual equivalent analysis method. In addition, the distributional analysis method is also applied to support the application of the contextual equivalent analysis method. The equivalent analysis method and the distribution analysis method are complemented by analytical techniques commonly used in ethnographic research. The theoretical benefit of this research is to perfect ecolinguistic theories that have been based on Western theories. The practical benefit is to maximize ecolinguistic lectures which have not been contextual in the master's programs. The results of this research showed that there were six values of symbolic meaning of the traditional marriage tools of the NTT community, and that of the people of Jambi which were studied with a metaphorical ecolinguistic perspective. The six symbolic values that are nomothetic in nature are conveyed as follows: (1) the value of love, (2) economic value, (3) family value, (4) grandeur value, (5) religious value. Furthermore, the symbolic values of traditional marriage in the two communities have the following ideological ideals: (1) harmony, (2) sincerity, (3) expectation, (4) respect for women. Keywords: nomothetics; ideosyncratic; symbolic meaning; metaphorical ecolinguistics  
Translation in Movie Subtitles: Foreignization and Domestication Mega Septy Puspitasari
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.236 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.1-15

Abstract

ABSTRACT Translationnot only concerned with the transfer of languages butalso the cultural aspect of language. This study aims to investigate the treatment -foreignization, and domestication- and to find the pattern concerning the treatment in two movie subtitles, one from Bahasa Indonesia to English and from English to Bahasa Indonesia. This study is conducted through a qualitative approach to the theory proposed by Venuti (1995): foreignizationand domestication focusing on cultural specific items (CSIs) as categorized by Espindola (2005). The result of this study shows that foreignizationand domestication, as well as a mix treatment, are found to be employed by the translator. The translator tends to favor foreignizationand only used domestication if the CSIs already have an equivalence in the target text culture. Furthermore, a mix treatment will be applied if the CSIs are in the form of a phrase containing a general or familiar word and a specific or unfamiliar word.  Keywords: Foreignization, Domestication, Culture-Specific Items (CSIs).  ABSTRAK Penerjemahan tidak hanya tentang mentransfer antar bahasa, tetapi juga tentang aspek budaya yang ada di dalam suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perlakuan apa yang diberikan -foreignization dan domestication- dan pola apa yang bisa ditemukan yang berkaitan dengan perlakuan yang diberikan pada dua subtilte (Inggris ke Indonesia dan Indonesia ke Inggris) dari dua film berbeda. Pendekatan qualitatif deskriptif dipakai untuk melaksanakan penelitian ini. Teori yang digunakan adalah teori foreignization dan domestication dari Venuti (1995) yang berfokus pada culture specific items (CSIs) yang telah dikategorikan oleh Espindola (2005). Hasil dari penelitian ini adalah telah ditemukan bahwa kedua subtitle telah diberikan perlakuan foreignization, domestication, dan perlakuan campur -foreignization dan domestication-. Selanjutnya, ditemukan juga kalau dua penerjemah dari kedua subtitle tersebut lebih mengutamakan foreignization dan akan hanya menggunakan domestication apabila CSIs-nya sudah memiliki terjemahan lokal di kultur target. Yang terakhir, penerjemah akan menggunakan perlakuan campur jika CSIs dalam betuk frasa dimana terdapat kata yang familiar dan juga terdapat kata yang tidak familiar.Kata kunci: Foreignization, Domestication, Culture-Specific Items (CSIs).
Ricikan Sebagai Representasi Karakter Tokoh Pada Wayang Orang dan Upaya Pengembangannya Asmaul Farida Azizi; Purwati Anggraini
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.497 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.31-44

Abstract

Wayang orang merupakan kesenian drama klasik yang diadaptasi dari wayang purwa. Adaptasi tersebut termasuk kostum yang digunakan salah satunya adalah ricikan atau aksesoris pada wayang orang yang memiliki fungsi untuk menunjukkan karakter tokoh. Seiring perkembangan zaman, ricikan mengalami perkembangan dalam pengaplikasiaanya.  Penelitian ini akan mendeskripsikan ricikan sebagai representasi karakter dan mendeskripsikan perkembangan ricikan pada pementasan wayang orang. Metode yang digunakan adalah metode metode deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah pengajar teater wayang orang. Data berupa gambar-gambar dan deskripsi lisan. Hasil dari penelitian ini adalah ricikan dapat digunakan sebagai representasi karakter tokoh melalui bentuk atau motif ricikan yang digunakan. Selain itu, pengembangan ricikan dapat ditemukan dari perubahan bahan pembuataannya dan beberapa ricikan digunakan sama rata tanpa memperhatikan karakter yang diperankan.
Hegemoni Media Massa dalam Novel “Faith and The City” Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra Wafiqotin Nazihah; candra rahma wijaya putra
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.675 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.104-116

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh hegemoni yang berdampak pada kekuasaan yang dialami oleh habitus kelas bawah dalam novel Faith and The City. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif melalui kutipan dan dialog antar tokoh. Hasil penelitian hegemoni media massa yang dialami tokoh terdiri atas struktur sosial yang berdampak pada kekuasaan norma masyarakat dan kekuasaan kelas sosial dalam novel Faith and The City. Hegemoni yang dilakukan oleh tokoh kelas sosial atas kepada kelas sosial bawah berdampak pada kehidupan tokoh lain pada strata yang lebih rendah, sehingga kaum terhegemoni mengalami tekanan bathin dalam kehidupannya meskipun perilaku hegemoni sudah berdasar pada kesepakatan kedua belah pihak. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik simak catat. Hasil analisis novel memuat unsur hegemoni media massa yang berdampak pada kehidupan tokoh lain.
Implikatur dalam Lawakan Komika Abdur pada Acara Stand Up Comedy Elsya Rahmi; Tressyalina Tressyalina
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.232 KB) | DOI: 10.26714/lensa.10.1.2020.83-93

Abstract

ABSTRAK Lawakan komika Abdur pada acara Stand Up Comedy tersebut mengandung implikatur. Kajian pragmatik mengenai implikatur dalam lawakan komika Abdur pada acara Stand Up Comedy di dalam penelitian ini menggunakan teori Grice dengan adanya 2 jenis implikatur, yakni: (1) implikatur konvensional dan (2) implikatur nonkonvensional atau implikatur percakapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan komika Abdur pada acara Stand Up Comedy yang diperoleh melalui Youtube. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implikatur yang terdapat dalam lawakan komika Abdur pada acara Stand Up Comedy dan jenis implikatur yang terdapat dalam lawakan tersebut. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik simak dan catat, sedangkan analisis data melalui langkah identifikasi data, reduksi data, klasifikasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) terdapat implikatur dalam lawakan Abdur pada acara Stand Up Comedy dan (2) ada 11 implikatur konvensional dalam lawakan Abdur pada acara Stand Up Comedy dan tidak ada implikatur nonkonvensional dalam lawakan tersebut.Kata Kunci: Implikatur, lawakan, stand up comedy  ABSTRACT The Abdur’s jokes on the Stand Up Comedy show contains implicature. This pragmatic study about the implicature of a comic Abdur’s jokes on Stand Up Comedy Show uses Grice’s theory in the presence of 2 types of implicature, namely: (1) conventional implicature and (2) non-conventional impicature or conversational implicature. This research uses descriptive qualitative method. The source of the research data is the Abdur’s speech on the Stand Up Comedy show obtained through YouTube. The purpose of this study is to describe the implicature of a comic Abdur’s jokes on Stand Up Comedy show. The data are collected by listening and note taking techniques. The data analysis steps include data identification, data reduction, data classification, and interpretation. The results of this study are as follows. (1) there are implicature of a comic Abdur’s Jokes on Stand Up Comedy Show and (2) there are 11 conventional implicature of a comic Abdur’s Jokes on Stand Up Comedy show and there is not non-conventional implicature.Keywords: Implicature, jokes, stand up comedy