cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 608 Documents
Fungsionalisasi Peran DIT PAM Obvit Polda Jabar dalam Upaya Penanggulangan Konflik PDAM di Kota Bogor Wahyu Tri Hartono; Rizal Syamsul Ma’arif; Togar Natigor Siregar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/7jezx429

Abstract

Berdasarkan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, air dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Selain itu, Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat, termasuk akses terhadap air bersih. Dalam pelaksanaannya, PDAM Kota Bogor sebagai badan usaha milik daerah yang bertugas menyediakan dan mendistribusikan air bersih masih menghadapi berbagai permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik. Salah satu konflik yang terjadi adalah perusakan pipa distribusi air di kawasan Sungai Cisadane yang mengakibatkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya konflik di PDAM Kota Bogor serta mengkaji fungsionalisasi peran Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) Polda Jawa Barat dalam upaya penanggulangan konflik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan, sosiologis, dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipengaruhi oleh sengketa lahan, lemahnya komunikasi antar pihak, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Dit Pam Obvit Polda Jabar berperan melalui upaya preventif, preemtif, dan represif dalam menjaga keamanan objek vital serta menjamin keberlangsungan pelayanan air bersih. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi guna mencegah konflik serupa di masa mendatang. Kata Kunci: Dit Pam Obvit, objek vital, konflik sosial, PDAM Kota Bogor, pelayanan air bersih.
Busana Kasual Dengan Teknik Slashing Risma Yunita; Desra Imelda; Nofi Rahmanita; Dini Yanuarmi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/afzkm444

Abstract

Busana kasual merupakan pakaian yang mengutamakan kenyamanan dan kebebasan bergerak, serta berkembang menjadi media ekspresi estetis dan identitas diri. Penciptaan karya dengan judul “Busana Kasual Dengan Teknik Slashing” bertujuan menghadirkan inovasi desain melalui pengembangan Teknik slashing sebagai elemen utama. Teknik ini dimodifikasi menjadi bentuk gelombang melalui susunan potongan kain dari rapat hingga renggang sehingga menghasilkan tekstur, dimensi, dan karakter visual yang dinamis. Penerapan dipadukan dengan kain lurik, teknik makrame, dan payet sebagai elemen pendukung estetika busana. Tujuan pembuatan karya ini adalah merancang, membuat, dan memamerkan busana kasual dengan menggunakan teknik slashing. Motode penciptaan karya ini menggunakan tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan,dan perwujudan. Eksplorasi dimulai dengan mengamati dan mempelajari literatur terkait busana kasual serta teknik slashing. Tahap perancangan meliputi penyusunan moodboard, pembuatan sketsa, penentuan desain, serta pengembangan desain yang dipilih. Selanjutnya, tahap perwujudan dilakukan dengan menerapkan teknik slashing yang diubah menggunakan pola dan penataan potongan kain yang bervariasi sehingga memunculkan tekstur. Karya menampilkan karakter visual yang berbeda sesuai tingkatannya, namun tetap memiliki kesatuan konsep melalui penerapan teknik slashing berbentuk gelombang, penggunaan kain lurik, serta pengolahan tekstur yang memberikan kesan unik, modern, dan estetis pada busana kasual. Karya ini memakai bahan katun, tenun lurik, payet, dan tali makrame sebagai komponen pendukung. Hasil penciptaan diwujudkan dalam tiga tingkatan busana ready to wear dengan judul azure trace, ready to wear deluxe dengan judul azure flow dan haute couture dengan judul ocean veil. Kata Kunci: Busana Kasual, Teknik Slashing, Tenun Lurik. Abstract Casual clothing is clothing that prioritizes comfort and freedom of movement, and has developed into a medium for aesthetic expression and self-identity. The creation of the work entitled "Casual Clothing with Slashing Technique" aims to present design innovation through the development of the slashing technique as the main element. This technique is modified into a wave shape through the arrangement of fabric pieces from tight to loose, resulting in dynamic textures, dimensions, and visual characters. The application is combined with lurik fabric, macrame techniques, and sequins as supporting elements of the fashion aesthetic. The purpose of creating this work is to design, create, and exhibit casual clothing using the slashing technique. The method of creating this work uses three stages: exploration, design, and embodiment. Exploration begins by observing and studying literature related to casual clothing and the slashing technique. The design stage includes compiling a moodboard, making sketches, determining the design, and developing the selected design. Next, the embodiment stage is carried out by applying the slashing technique which is modified using patterns and arrangements of varied fabric pieces to create texture. The work displays different visual characters according to its level, but still has a unified concept through the application of wave-shaped slashing techniques, the use of lurik fabric, and texture processing that gives a unique, modern, and aesthetic impression to casual clothing. This work uses cotton, lurik weaving, sequins, and macrame rope as supporting components. The results of the creation are realized in three levels of ready-to-wear clothing with the title azure trace, ready-to-wear deluxe with the title azure flow and haute couture with the title ocean veil. Keywords: Casual Fashion, Slashing Technique, Lurik Weaving.
Pengaruh PPH Pasal 21 Masa Terhadap Jumlah Pajak yang Disetor pada PT. Jasa Marga Tbk Budhi Sriyono Prasetyo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/xn82s803

Abstract

Income Tax Article 21 (PPh Pasal 21) is a tax on income received by employees, which is the responsibility of the company to withhold and remit to the government on a monthly basis (tax period). This study aims to analyze the effect of the monthly PPh Article 21 on the amount of tax paid by PT Jasa Marga Tbk. The research method used is descriptive quantitative with a case study approach. The data analyzed consists of monthly withholding and payment reports of PPh Article 21 for the period 2022–2024. The results of the study show a positive correlation between the monthly PPh Article 21 and the total tax paid, which is influenced by variables such as salary increases, the number of employees, and government tax incentive policies. Keywords: PPh Article 21, Tax Payment, Taxation, Jasa Marga, Tax Compliance Abstrak Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan pajak atas penghasilan yang diterima oleh karyawan, yang menjadi kewajiban perusahaan untuk memotong dan menyetorkannya kepada negara setiap bulan (masa pajak). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PPh Pasal 21 masa terhadap jumlah pajak yang disetor oleh PT Jasa Marga Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis berupa laporan pemotongan dan penyetoran PPh 21 masa bulanan tahun 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara jumlah PPh Pasal 21 masa dengan total pajak yang disetor, yang dipengaruhi oleh variabel seperti kenaikan gaji, jumlah pegawai, dan kebijakan insentif perpajakan dari pemerintah. Kata kunci: PPh Pasal 21, Pajak Disetor, Perpajakan, Jasa Marga, Kepatuhan Pajak
Analisis Risiko dalam Sistem Cold Chain Menggunakan Pendekatan SWOT dan FMEA: Studi Kasus PT. XYZ Wandi Waluya; Hanafi Faridz
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/yadzaw69

Abstract

Sistem cold chain memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas produk yang bersifat perishable selama proses penyimpanan dan distribusi. Gangguan terhadap kestabilan suhu dapat menyebabkan penurunan kualitas produk, kerugian ekonomi, hingga menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko utama pada sistem cold chain di PT. XYZ serta merumuskan strategi mitigasi menggunakan pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah mengenai manajemen risiko cold chain, SWOT, dan FMEA, kemudian mengaplikasikan kedua metode tersebut pada studi kasus PT. XYZ. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan berupa infrastruktur gudang pendingin yang memadai dan teknologi pemantauan suhu secara real-time, namun masih memiliki kelemahan berupa sistem pergudangan yang bersifat manual serta ketergantungan terhadap satu vendor kendaraan pendingin. Analisis FMEA menunjukkan bahwa fluktuasi suhu selama proses pengiriman merupakan risiko dengan prioritas tertinggi sehingga memerlukan tindakan mitigasi segera. Integrasi SWOT dan FMEA menghasilkan rekomendasi strategis berupa implementasi Warehouse Management System (WMS), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi Internet of Things (IoT), serta kerja sama dengan penyedia jasa logistik pihak ketiga (3PL). Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko dan keandalan sistem cold chain. Kata Kunci: Cold Chain, SWOT, FMEA, Manajemen Risiko, Logistik.   Abstract The cold chain system plays an important role in maintaining the quality of perishable products during storage and distribution. Temperature instability may reduce product quality, cause economic losses, and decrease customer satisfaction. This study aims to identify the main risks in the cold chain system at PT. XYZ and formulate mitigation strategies using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) approaches. This research employs a literature study by reviewing scientific references related to cold chain risk management, SWOT, and FMEA, followed by their application to the PT. XYZ case study. The SWOT analysis indicates that the company has strengths in adequate cold storage facilities and real-time temperature monitoring technology, while its weaknesses include manual warehouse management and dependence on a single refrigerated vehicle supplier. The FMEA analysis identifies temperature fluctuation during distribution as the highest-priority risk requiring immediate mitigation. The integration of SWOT and FMEA produces strategic recommendations, including the implementation of a Warehouse Management System (WMS), improvement of human resource competencies, adoption of Internet of Things (IoT) technology, and collaboration with Third Party Logistics (3PL) providers. These strategies are expected to improve risk management effectiveness and enhance the reliability of the company's cold chain system. Keywords: Cold Chain, SWOT, FMEA, Risk Management, Logistics.
Rancang Bangun Sistem Informasi Penyewaan iPhone Berbasis Web Menggunakan PHP Native dan MySQL (iRentPhone) Wining Zulham Ramzi Akbar; Jordy Carlo; Niken Harsanti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/axz58993

Abstract

An iPhone rental business requires well-organized records of device units, renters, transactions, and revenue reports to ensure that its services do not rely solely on manual documentation. This study aims to design and develop a web-based iPhone Rental Information System named iRentPhone as an operational management platform for administrators. The system was developed using native PHP, MySQL, HTML, CSS, JavaScript, and XAMPP as the local server environment. This study employed a descriptive research method and adopted the waterfall model for system development, consisting of requirements analysis, system design, implementation, testing, and evaluation. The main features of the system include administrator login, a dashboard displaying summary statistics, iPhone data management, renter data management, rental transactions, data search, reporting, and report printing. Functional testing using the black-box testing approach showed that each main feature was able to receive input, process data, and generate outputs according to the administrator’s requirements. The transaction interface was designed to emphasize payment information and transaction history, distinguishing it from the renter data page, which focuses on customer identity. The iRentPhone system helps make administrative processes more structured, accelerates data retrieval, and facilitates the preparation of rental reports. Keywords: information system, iPhone rental, native PHP, MySQL, web application. Abstrak Usaha penyewaan iPhone membutuhkan pencatatan data unit, data penyewa, transaksi, dan laporan pendapatan yang rapi agar pelayanan tidak hanya bergantung pada catatan manual. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Penyewaan iPhone berbasis web bernama iRentPhone sebagai media pengelolaan operasional oleh admin. Sistem dikembangkan menggunakan PHP Native, MySQL, HTML, CSS, JavaScript, serta XAMPP sebagai lingkungan server lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengembangan sistem model waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Fitur utama yang dihasilkan mencakup login admin, dashboard dengan statistik ringkas, pengelolaan data iPhone, data penyewa, transaksi penyewaan, pencarian data, laporan, dan cetak laporan. Hasil pengujian fungsional menggunakan pendekatan black-box menunjukkan bahwa setiap fitur utama dapat menerima masukan, memproses data, dan menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan admin. Tampilan transaksi dirancang dengan fokus pada informasi pembayaran dan riwayat transaksi, sehingga dibedakan dari halaman data penyewa yang berfokus pada identitas pelanggan. Sistem iRentPhone membantu proses administrasi menjadi lebih terstruktur, mempercepat pencarian data, serta memudahkan penyusunan laporan penyewaan. Kata Kunci: sistem informasi, penyewaan iPhone, PHP Native, MySQL, aplikasi web.
Analisis PutusanPeradilan Jinayat Aceh Nomor 11/JN/2024/Ms.Ttn dan 17/JN/2025/Ms.Ttn Tentang Jarimah Pemerkosaan Tanpa Saksi Mata Aldy Ansyah; Habibi; Abdul Aziz Harahap
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/xyfnpa42

Abstract

This study analyzes the evidentiary process for the crime of rape (al-ightiṣāb) within the framework of Aceh Jinayat Law in cases where no direct eyewitnesses are available, based on the decisions of the Mahkamah Syar'iyah in Case Numbers 11/JN/2024 and 17/JN/2025. In the classical Islamic criminal justice system, proving the offense of zinā and its related offenses, including rape, generally requires the testimony of four upright male witnesses ('udūl) who directly observed the act or the defendant's confession (iqrār). These stringent evidentiary requirements often create practical difficulties, particularly in rape cases, which commonly occur in private and without third-party witnesses. This study aims (1) to analyze the legal reasoning employed by the judges in Decisions No. 11/JN/2024/MS.Ttn and No. 17/JN/2025/MS.Ttn in establishing proof of rape without eyewitness testimony, and (2) to evaluate the conformity of these judicial decisions with the principles of evidence under Aceh Jinayat Law and the objectives of Islamic law (Maqāṣid al-Sharī‘ah). This research employs a normative juridical method using a case study approach. Primary data were obtained from the decisions of the Mahkamah Syar'iyah, while secondary data consisted of Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning Jinayat Law, fiqh al-jināyah literature, and relevant statutory regulations. The findings indicate that, in both decisions, the judges exercised judicial ijtihād by adopting a substantive interpretation of the element of al-ikrāh (coercion). Rather than limiting themselves to the formal evidentiary standards prescribed for ḥudūd offenses, the judges applied the ta‘zīr framework, which provides greater flexibility in accepting various forms of evidence. Keywords: Evidence, Rape, Aceh Jinayat Law, Eyewitness, Ta‘zīr, Maqāṣid al-Sharī‘ah.   Abstrak Penelitian ini menganalisis pembuktian jarimah pemerkosaan (al-ightiṣāb) dalam konteks Hukum Jinayat Aceh pada kasus-kasus yang tidak didukung oleh saksi mata langsung, berdasarkan Putusan Mahkamah Syar'iyah Nomor 11/JN/2024 dan 17/JN/2025. Dalam sistem hukum pidana Islam klasik, pembuktian jarimah zina dan turunannya termasuk pemerkosaan umumnya mensyaratkan adanya empat orang saksi laki-laki yang adil (‘udūl) yang menyaksikan perbuatan secara langsung, atau pengakuan terdakwa (iqrār). Persyaratan pembuktian yang ketat ini seringkali menimbulkan kesulitan dalam praktik, terutama dalam kasus pemerkosaan yang pada umumnya terjadi secara tertutup tanpa disaksikan oleh pihak ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalahUntuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan No. 11/JN/2024/MS.Ttn dan No. 17/JN/2025/MS.Ttn dalam membuktikan jarimah pemerkosaan tanpa saksi mata. Untuk memberikan evaluasi kesesuaian putusan hakim dengan prinsip-prinsip pembuktian dalam Hukum Jinayat Aceh dan maqāṣid asy-syarī'ah.Jenis Penelitian ini adalahyuridis-normatif dengan pendekatan analisis putusan (case study). Sumber data primer diperoleh dari dokumen putusan Mahkamah Syar'iyah, sedangkan data sekunder meliputi Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, literatur fiqih jinayah, serta peraturan perundang-undangan terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Mahkamah Syar'iyah dalam kedua putusan tersebut melakukan ijtihad yudisial dengan memperluas penafsiran unsur al-ikrāh (paksaan) secara substantif. Hakim tidak membatasi diri pada pembuktian formal sebagaimana disyaratkan dalam hukum ḥudūd, melainkan menggunakan kerangka ta‘zīr yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menerima alat bukti.   Kata Kunci :Pembuktian, Pemerkosaan, Hukum Jinayat Aceh, Saksi Mata, Ta‘zīr, Maqāṣid asy-Syarī‘ah.
Kriminalisasi Pinjaman Online Legal Dalam Perspektif Hukum Pidana Indonesia: Telaah Normatif Terhadap Asas Legalitas dan Perlindungan Konsumen Rizki Tri Handayani; Hika Davitrahsia Asril Putra; Mega Lembayung
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/azyff939

Abstract

Abstrak Fenomena maraknya layanan pinjaman online (pinjol) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menimbulkan polemik hukum baru di tengah masyarakat. Meskipun legal secara administratif, tidak sedikit pinjol legal yang terindikasi melakukan praktik yang merugikan konsumen, seperti bunga mencekik, penyalahgunaan data pribadi, dan intimidasi penagihan. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan krusial: sejauh mana pinjaman online yang beroperasi secara legal dapat dikenai sanksi pidana? Artikel ini bertujuan untuk menelaah kemungkinan dan batasan kriminalisasi terhadap pinjol legal berdasarkan prinsip hukum pidana, khususnya asas legalitas dan ultimum remedium. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan pendekatan perundang-undangan serta kasus, artikel ini menganalisis regulasi yang berlaku seperti UU ITE, UU Perlindungan Konsumen, dan Peraturan OJK. Ditemukan bahwa ketentuan hukum yang ada belum cukup tegas dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen pinjol legal, dan pendekatan represif pidana hanya bisa diterapkan apabila terbukti adanya pelanggaran norma hukum positif. Artikel ini merekomendasikan penataan ulang regulasi dan penguatan pengawasan berbasis perlindungan hukum yang seimbang antara pelaku usaha dan konsumen. Kata Kunci: pinjaman online legal, kriminalisasi, hukum pidana, asas legalitas, perlindungan konsumen Abstract The rise of licensed and OJK-supervised online lending (pinjol) services has sparked new legal controversies in Indonesia. Although legally recognized, many legal online lenders have been reported for engaging in harmful practices, such as exorbitant interest rates, misuse of personal data, and abusive collection methods. This raises a critical question: to what extent can legally operating online lending entities be subject to criminal sanctions? This article aims to examine the potential and limitations of criminalizing legal online lending in light of criminal law principles, particularly the principle of legality and the concept of ultimum remedium. Employing a normative legal research method, the study analyzes relevant regulations such as the Electronic Information and Transactions Law, the Consumer Protection Law, and OJK Regulations. The findings reveal that current laws do not provide sufficient legal protection for consumers dealing with legal pinjol actors, and criminal sanctions are only viable when there is a proven violation of legal norms. The article recommends regulatory reform and stronger oversight mechanisms to ensure a balanced legal protection between businesses and consumers. Keywords: legal online lending, criminalization, criminal law, legality principle, consumer protection
Kepatuhan Syariah pada Produk P2P Lending dan Crowdfunding Syariah Berbasis Teknologi di Indonesia: Analisis Kesesuaian Akad dengan Fatwa DSN-MUI Iwan Mulyana; Rukanda Ahmad Sulanjana; Abdul Hamid
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4e359c68

Abstract

Fintech P2P lending dan crowdfunding syariah di Indonesia tumbuh pesat, dengan lebih dari 20 penyelenggara dan pertumbuhan tahunan 18 persen, namun payung hukumnya masih menumpang pada regulasi fintech konvensional dan Fatwa DSN-MUI Nomor 117/2018 masih bersifat normatif tanpa panduan operasional digital yang rinci. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian implementasi akad (mudharabah, musyarakah, murabahah, wakalah bil ujrah) pada platform P2P lending/crowdfunding syariah terhadap ketentuan fatwa, serta menelaah efektivitas pengawasan Dewan Pengawas Syariah pada proses transaksi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan analisis isi (content analysis) terhadap syarat & ketentuan platform, dianalisis melalui rubrik coding berbasis rukun dan syarat akad. Kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia pada 2025 menjadi ilustrasi konkret adanya potensi pergeseran risiko yang seharusnya dibagi (profit-loss sharing) menjadi ditanggung sepihak oleh pemberi dana. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis pada kajian sharia governance digital dan kontribusi praktis bagi penguatan pengawasan kepatuhan syariah pada industri fintech syariah.
Phytochemical Screening and Quality of Crescentia cujete L. Leaf Extract Julia Putri Ayunda; Makhabbah Jamilatun; Pradea Indah Lukito
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/9c4qsa10

Abstract

Crescentia cujete L., known as maja, has traditionally been used as a medicinal plant in several countries. The fruit and other parts of this plant contain bioactive compounds with antioxidant, antibacterial, antidiabetic, anti-inflammatory, and cytotoxic activities related to their secondary metabolites. The purpose of this study was to determine the quality of Crescentia cujete L. leaf extract obtained from Gajahan Hamlet, Pasuruan. This study used an experimental method, which included organoleptic tests, water- and ethanol-soluble extract levels, water content, ash content, and phytochemical screening. The results showed that the yield of Crescentia cujete L. leaf extract was 13.2939%. The quality parameters of Crescentia cujete L. leaf extract included organoleptic tests such as thick extract, odor according to the plant of origin, brown color, water-soluble extract content of 11.54%, ethanol-soluble extract content of 12.49%, water content of 8.44%, and ash content of 4.12%. These results indicate that Crescentia cujete L. leaf extract meets the requirements according to the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. The results of phytochemical screening of Crescentia cujete L. leaf extract indicate that Crescentia cujete L. leaf extract contains flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and steroids
Implementasi Token Ekonomi Sebagai Strategi Modifikasi Perilaku dalam Meningkatkan Perilaku Belajar pada Anak Usia Dini di TK Muslimat Nu XXXIV Nawa Kartika Jambangan Selfiati Satangke; Amaldo Firjarahadi Tane; Angie Renata Widiasti; Muhammad Razif; Nurani Marfuah; Sofyan Hadi Alif Abdulloh; Lucy Lidiawati Santioso
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/t2ra1k32

Abstract

Abstrak Belajar Perilaku yang efektif sangat penting untuk keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Namun, berbagai tantangan perilaku sering muncul, seperti kesulitan mengikuti instruksi, meninggalkan tempat duduk, mudah terdistraksi, dan tantrum, yang semuanya dapat menghambat efektivitas pembelajaran. Token economy adalah strategi modifikasi perilaku yang terbukti efektif untuk meningkatkan perilaku adaptif. Strategi ini melibatkan pemberian token sebagai penguat sekunder yang dapat ditukarkan dengan hadiah setelah anak menunjukkan perilaku yang diinginkan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi token economy sebagai strategi modifikasi perilaku untuk meningkatkan perilaku belajar anak usia dini di TK Muslimat NU XXXIV Nawa Kartika Jambangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama lima hari menggunakan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan guru kelas sebagai mitra utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan interpretasi data. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan perilaku belajar pada anak yang menjadi fokus observasi. Peningkatan ini ditandai dengan kepatuhan yang lebih baik terhadap instruksi guru, peningkatan kemampuan untuk tetap berada di tempat duduk, penurunan frekuensi meninggalkan kelas, dan penurunan intensitas perilaku tantrum. Guru dan orang tua memberikan tanggapan positif terhadap penerapan token economy dan menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan strategi ini dalam kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Temuan ini konsisten dengan teori operant conditioning yang menyatakan bahwa perilaku yang menerima penguatan positif lebih mungkin untuk muncul kembali (Skinner, 1953). Hal ini juga didukung oleh berbagai penelitian yang melaporkan bahwa token economy efektif dalam meningkatkan perilaku on-task, kepatuhan terhadap aturan kelas, dan motivasi belajar pada anak usia dini (Kazdin, 1977; Cooper et al., 2020). Oleh karena itu, token economy adalah strategi modifikasi perilaku yang sederhana, praktis, dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru dan orang tua untuk mendukung pembentukan perilaku belajar positif pada anak usia dini. Kata kunci: token economy, modifikasi perilaku, perilaku belajar, anak usia dini, penguatan positif. Abstrak Perilaku belajar yang efektif sangat penting untuk keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Namun, berbagai tantangan perilaku sering muncul, seperti kesulitan mengikuti instruksi, meninggalkan tempat duduk, mudah terdistraksi, dan tantrum, yang semuanya dapat menghambat efektivitas pembelajaran. Token economy adalah strategi modifikasi perilaku yang terbukti efektif untuk meningkatkan perilaku adaptif. Strategi ini melibatkan pemberian token sebagai penguat sekunder yang dapat ditukarkan dengan hadiah setelah anak menunjukkan perilaku yang diinginkan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi token economy sebagai strategi modifikasi perilaku untuk meningkatkan perilaku belajar anak usia dini di TK Muslimat NU XXXIV Nawa Kartika Jambangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama lima hari menggunakan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan guru kelas sebagai mitra utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan interpretasi data. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan perilaku belajar pada anak yang menjadi fokus observasi. Peningkatan ini ditandai dengan kepatuhan yang lebih baik terhadap instruksi guru, peningkatan kemampuan untuk tetap berada di tempat duduk, berkurangnya frekuensi meninggalkan kelas, dan menurunnya intensitas perilaku tantrum. Guru dan orang tua memberikan tanggapan positif terhadap penerapan token economy dan menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan strategi ini dalam kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Temuan ini konsisten dengan teori operant conditioning yang menyatakan bahwa perilaku yang menerima penguatan positif lebih mungkin untuk muncul kembali (Skinner, 1953). Hal ini juga didukung oleh berbagai penelitian yang melaporkan bahwa token economy efektif dalam meningkatkan perilaku on-task, kepatuhan terhadap aturan kelas, dan motivasi belajar pada anak usia dini (Kazdin, 1977; Cooper et al., 2020). Oleh karena itu, token economy adalah strategi modifikasi perilaku yang sederhana, praktis, dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru dan orang tua untuk mendukung pembentukan perilaku belajar positif pada anak usia dini. Kata kunci: token economy, modifikasi perilaku, perilaku belajar, anak usia dini, penguatan positif.