cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 187 Documents
Terapi Komplementer Pada Asma: Literature Review Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i1.4106

Abstract

Bronchial asthma is a reversible narrowing of the bronchi due to bronchial hyperactivity. Repeated asthma attacks with mild or severe degrees turned out to have a negative impact on the sufferer and became a cause of death. Routine therapy given during asthma exacerbations is expected to prevent the severity of acid attacks when they occur. Complementary therapies that exist today are expected to have a positive impact when an asthma attack occurs. Methods: The writing of this article uses the literature review method to find complementary therapies that can be given to asthma patients. Results: Traditional eastern medicine states that asthma attacks occur due to weakness of the lung meridians, Discussion: weakness that occurs in the lung meridians can be improved by increasing Qi (energy) through herbs, strengthening the lung meridians using acupuncture. Conclusion: Complementary therapy can be applied appropriately and carefully once we are able to establish a diagnosis based on TCM treatment of excess or defensive lung meridians.
Literature Review : Terapi Menulis Terhadap Kecemasan Korban Bullying di Indonesia Cempaka, Anindya Arum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4124

Abstract

Introduction: Bullying has significantly affected victims for a long time. The effect of bullying on victims is anxiety. Victims will also show lower levels of self-esteem and self-efficacy. If not handled, feelings of anxiety experienced by victims can increase the risk of depression and suicide. One therapy that can be used to overcome psychological problems in victims of bullying is to use writing therapy. Writing therapy can improve individual understanding in dealing with stress, anger, anxiety, and depression. Methods: The strategy of searching for research articles relevant to this research topic was carried out using the keywords: “writing therapy”, “anxiety”, “victims of bullying”, and “Indonesia”, to several major databases such as PROQUEST, EBSCO and GOOGLE SCHOLAR, with limitations time is from January 2013 to July 2022. Research articles are reviewed and selected according to the sample inclusion criteria. At the beginning of the search, 1117 articles were found relevant to the topic, but only 6 articles met the inclusion criteria. After that, the researcher assessed the 6 articles with Duffy's Research Appraisal Checklist Approach. Results: The results of 5 studies showed that writing therapy effectively reduced anxiety levels in victims of bullying in their teens and adults. Meanwhile, in research with respondents aged children, writing therapy is ineffective in reducing anxiety levels. Conclusion: Writing therapy effectively reduces anxiety levels in adolescent and adult respondents.
Pengaruh Kemampuan Merawat Diri Terhadap Kualitas Hidup Lansia Dengan Penyakit Kronis Sari, Ni Putu Wulan Purnama; Andriani, Dewi; Putri, Donata Astuti
JURNAL NERS LENTERA Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v9i1.4135

Abstract

Pendahuluan: Proses degenartif yang terjadi pada usia lanjut menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit kronis pada lansia. Mengingat proses perawatan jangaka panjang yang dibutuhkan maka penderita penyakit kronis dituntut untuk memiliki kemampuan perawatan diri yang baik agar dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri demin mencapai status kesehatan yang optimal. Status kesehatan yang baik akan berkontribusi terhadap kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemampuan merawat diri terhadap kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 40 orang lansia penderita penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Jagir, Surabaya. Variabel kemampuan merawat diri dan kualitas hidup lansia diukur dengan instrumen DSCAI dan OPQOL yang valid dan reliabel. Uji regresi linear digunakan dalam proses analisis data. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemampuan merawat diri yang baik (65%) dan kualitas hidup yang baik (67%). Kemampuan merawat diri mempengaruhi kualitas hidup lansia secara signifikan (p=0,000). Kemampuan merawat diri menentukan 73,5% varians nilai kualitas hidup lansia {R=0,735). Pembahasan: Kemampuan merawat diri akan tercermin dalam aktivitas perawatan diri seharihari yang dapat mempengaruhi status kesehatan lansia sehingga berdampak pada kualitas hidupnya. Kesimpulan: Kemampuan merawat diri mempengaruhi kualitas hidup lansia secara signifikan. Kemampuan merawat diri menentukan 73,5% varians nilai kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis.
Pengaruh Structural Empowerment Terhadap Task Performance Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Sari, Nia Novita
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4305

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bermula dari adanya capaian indikator program P2PTM sebagai evaluasi kinerja P2PTM di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surabaya sejak tahun 2015-2017 belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh structural empowerment terhadap task performance Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Metode: Penelitian ni adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020 di Puskesmas Kota Surabaya. Sampel penelitian adalah 35 Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Metode pengambilan sampel dengan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dengan regresi linier. Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan (65,7%), usia 36-45 tahun (60%),  pendidikan terakhir adalah D3 (77%). Structural empowerment sebagian besar cukup tinggi (77%) dan task performance pelaksana P2PTM sebagian besar cukup baik (82,8%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa structural empowerment memiliki pengaruh terhadap task performance (p=0,001). Kesimpulan: structural empowerment dapat mempengaruhi task performance.Kata kunci: structural empowerment; task performance; puskesmas
Studi Literatur: Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar Marcello, Steven Aldo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i1.4309

Abstract

Pendahuluan: Prestasi akademik merupakan salah satu komponen penting untuk digunakan sebagai tujuan yang harus dicapai oleh setiap pelajar atau siswa, terutama siswa sekolah dasar. Studi literatur ini dilakukan untuk mengkaji artikel yang mengidentifikasi efektifitas dari aktivitas fisik terhadap prestasi akademik siswa SD. Metode: Pengumpulan data yang berupa artikel dilakukan melalui database PubMed dan ScienceDriect dengan kata kunci dalam bahasa inggris “physcical activity”, “elementary student”, dan “academic performance”, ditemukan artikel sebanyak 650 artikel (PubMed: 45, ScienceDirect: 605). Hasil: ditemukan sebanyak 5 artikel setelah dilakukan analisis data sesuai kriteria inklusi dengan rentang waktu publikasi 2018-2022. Studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap prestasi akademik siswa SD. Kesimpulan: melakukan aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan prestasi belajar atau prestasi akademik.
Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Kadar Gula Darah Puasa (GDP) Pada Lanjut Usia Dengan Penyakit Kronis Prabasari, Ninda Ayu; Manungkalit, Maria; Putri, Tiurma Dian Pramesti
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i1.4329

Abstract

Pertambahan usia mengakibatkan perubahan sistem kardiovaskuler dan endokrin pada lanjut usia. Hipertensi dan diabetes mellitus sering terjadi pada lanjut usia dan merupakan penyakit kronis. Ketidakstabilan kadar gula darah dan tekanan darah jika tidak mendapatkan penanganan baik dapat terjadi aterosklerosis, penyakit arteri perifer (PAP) dapat terjadi jika ateroskeloris semakin banyak dan terhambatnya aliran darah ke perifer.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai ankle brachial index (ABI) dan kadar gula darah puasa pada lanjut usia dengan penyakit kronis. Penelitian menggunakan desain deskriptif. Variabel penelitian adalah nilai ankle brachial index (ABI) dan nilai kadar gula darah puasa. Alat ukur yang digunakan portable doppler, Sphygmomanometer aneroid, dan glucotest. Populasi seluruh Lansia di Rumah Usiawan Panti Surya Surabaya  sebanyak 78 Reponden. Sampel penelitian sejumlah 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yaitu Mayoritas nilai ABI sebanyak 13 responden (65%) dengan kategori PAP Ringan-Sedang dan Nilai kadar gula darah puasa mayoritas sebanyak 19 responden ((95%) dengan kategori normal. Nilai ABI dan kadargula darah pada tubuh bisa dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya aktivitas fisik dan keteraturan terapi obat yang sedang dikonsumsi. Lansia dengan penyakit kronis mayoritas mengalami PAP ringan-sedang.
Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Tekanan Darah Arteri Mahasiswa Keperawatan Mare, Agustina Chriswinda Bura
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4342

Abstract

Pendahuluan: Perilaku sedentari dewasa ini semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan situasi pandemi covid-19 sehingga hampir semua kegiatan dapat dilakukan dengan duduk ataupun berbaring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dan tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 100 mahasiswa keperawatan. The Adolescent Sedentary Activity (ASAQ) digunakan untuk mengukur variabel gaya hidup sedentari. Variabel tekanan darah diukur dengan mengukur tekanan darah sistolik dan diastolik untuk mendapatkan nilai Mean Arterial Pressure (MAP). Alat ukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dan tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan. Hasil: Perilaku sedentari mahasiswa keperawatan adalah rata-rata 9,33 jam per hari (IK95% = 8,39-10,28). Tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan rerata adalah 86,81 mmHg (IK95% = 85,27 – 88,34). Terdapat hubungan bermakna antara perilaku sedentari dengan tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan (p<0,05). Pembahasan: Perilaku sedentari dapat memberikan dampak sistemik pada vaskular dimana akan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi pada vaskular sehingga meningkatkan tekanan darah. Kesimpulan: Semakin tinggi perilaku sedentari maka semakin tinggi pula tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan. Diharapkan dapat mengurangi aktivitas duduk dan berbaring serta memulai kegiatan aktivitas fisik ringan.Kata kunci: mahasiswa, perilaku sedentari, sedentari, tekanan darah
Tindakan Kebersihan Diri dan Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal di Panti Pae, Kristina; Wattimena, Inge; Susanti, Natalia Liana; Rozeline, Elisabeth Amanda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4537

Abstract

Lansia pada umumnya mengalami penurunan fungsi tubuh, penurunan pada kondisi fisik, dan mobilitas, yang berdampak kurang mampu dalam memenuhi kebersihan dirinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian ini korelasional dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi adalah semua lansia yang mampu melakukan pemenuhan kebersihan diri secara mandiri di Panti Werda Surya Surabaya. Semua populasi diambil sebagai sampel sebanyak 50 orang. Variabel independen: tindakan kebersihan diri, variabel dependen: kualitas hidup. Instrumen tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Uji hipotesismenggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan kebersihan diri baik, mayoritas 69% memiliki kualitas hidup baik, sedangkan responden yang melakukan kebersihan diri buruk,mayoritas 43% memiliki kualitas hidup cukup. Ada hubungan yang signifikan (p = 0,005) antara tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup pada lansia dengan kekuatan hubungan cukup (r = 0,389), dan arah hubungan positif. Kebersihan diri dapat mempegaruhi kualitas hidup seseorang, karena suatu tindakan untuk membersihkan diri adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi diri sendiri dari segala penyakit dan dapat menciptakan kenyamanan saatkondisi badan selalu bersih. Kata Kunci: Lansia, Tindakan Kebersihan Diri, Kualitas Hidup 
Hubungan Kontak Kulit Ke Kulit Dini Dengan Sikap Ibu Dalam Pemberian ASI Ekslusif Pada Persalinan Sectio Caesarea Utami, Tuti Asrianti; Supriyatin, Rika
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v11i1.4704

Abstract

Kontak kulit ke kulit dini antara ibu dan bayi merupakan kegiatan awal yang membantu mensukseskan keberhasilan menyusui. Sectio caesarea dapat menyulitkan bagi ibu dan bayi untuk melakukan kontak kulit ke kulit dini. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan kontak kulit ke kulit dini dengan sikap ibu dalam memberikan ASI ekslusif di ruang perawatan RS Swasta X Jakarta. Metode penelitian deskriftif korelatif dengan metode kuantitatif pendekatan cross sectional serta observasi kontak kulit dini di ruang operasi pada ibu dengan post sectio caesarea. Populasi penelitian seluruh ibu yang melahirkan secara sectio caesarea di RS Swasta X Kelapa Gading dan melakukan kontak kulit ke kulit dini sebanyak 38 ibu, sampel penelitian menggunakan total sampling. Hasil analisa statistic menggunakan chi square menjelaskan ada hubungan antara kontak kulit ke kulit dini dengan sikap ibu dalam memberikan ASI ekslusif pada ibu post section caesarea (p value 0,000). Ibu yang melakukan kontak kulit ke kulit dini sebagian besar memiliki sikap positif  24 kali lebih besar dalam pemberian ASI ekslusif sebanyak 92.3% (24 responden), dibandingkan dengan responden yang tidak melaksanakan kontak kulit ke kulit dini. Saran untuk tenaga kesehatan dapat membantu ibu-ibu dalam melakukan kontak kulit ke kulit segera setelah bayi lahir agar pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan dapat lebih di optimalkan.
Faktor-Faktor Karakteristik Demografi Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Primigravida Trimester III Juwita, Linda; Sari, Nia Novita; Pangestika, Yeni
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v11i1.4776

Abstract

Kehamilan adalah kejadian fisiologis bagi seorang perempuan, Perasaan cemas seringkali menyertai pada masa kehamilan dan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Beberapa faktor dari data demografi ibu Hamil dapat menjadi penyebab kecemasan ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan dengan tingkat kecemasan primigravida trimester III. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan pendekatan observasional dengan alat bantu kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester ketiga. Dilaksanakan di Pukesmas Pacarkeling dan Pukesmas Rangkah Surabaya. Pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebesar 25 ibu hamil. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Uji statistic variabel usia dan kecemasan adalah  p (0.205)>0.05 yang menunjukan usia ibu hamil tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan.hasil uji statistik pendidikan dan kecemasan dengan  p (0.04)<0.05 berarti pendidikan ibu memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan dan uji statistik pekerjaan dan kecemasan p (0.484)>0.05 yang berarti tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan dengan.  pendidikan tinggi akan membantu mendapatkan informasi sehingga akan megurangi kejadian kecemasan pada ibu hamil.