Jurnal Ners Lentera
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles
187 Documents
Pengaruh Psychological Empowerment terhadap Task Performance Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Sari, Nia Novita
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i1.4806
Pendahuluan: Penelitian ini bermula dari adanya capaian indikator program P2PTM sebagai evaluasi kinerja P2PTM di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surabaya sejak tahun 2015-2017 belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological empowerment terhadap task performance Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Metode: Penelitian ni adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020 di Puskesmas Kota Surabaya. Sampel penelitian adalah 35 Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Metode pengambilan sampel dengan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dengan regresi linier. Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan (65,7%), usia 36-45 tahun (60%), pendidikan terakhir adalah D3 (77%). Psychological empowerment keseluruhannya tinggi (100%) dan task performance pelaksana P2PTM sebagian besar cukup baik (82,8%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa psychological empowerment memiliki pengaruh terhadap task performance (p=0,001). Kesimpulan: psychological empowerment dapat mempengaruhi task performance.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Penyakit Scabies
Boraa, Irgi Dimas;
Taeteti, Anna Mariance;
Anugerah, Muslimah
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i1.4849
Scabies is an itchy disease caused by mites or lice that cause rashes and redness on the skin and it affects communities that lack hygiene. Conducting PHBS at home is an effort to empower household members to know, be able and willing to practice clean and healthy life behaviors. Environmental sanitation is a public health effort to maintain and monitor environmental factors that can affect health status. This study is to determine the relationship between clean and healthy life behavior (PHBS) and environmental sanitation with the incidence of scabies disease in the Pariti Community Health Center Working Area, Sulamu Subdistrict, Kupang Regency. This study used quantitative method by using a cross sectional research design. The number of samples was 58 respondents using sampling techniques, analysis using Rank Spearman. The Spearman Rank correlation test showed that the PHBS and environmental sanitation factors were associated with scabies where the significant value (p) was 0.000>α=0.05. There was a relationship between Clean and Healthy Life Behavior and Environmental Sanitation with the Incidence of Scabies Disease in the Pariti Community Health Center Working Area, Sulamu Subdistrict, Kupang.
Literasi Kesehatan Remaja pada Konsumsi Makanan Cepat Saji: Literature Review
Prasetiani, Abigael Grace
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i1.4857
Pendahuluan: Remaja sangat menyukai makanan cepat saji, hal ini dapat menyebabkan kebutuhan nutrisi pada remaja yang tidak adekuat. Rendahnya literasi kesehatan terutama literasi pangan menjadi satu faktor penyebabnya. Hal ini akan meningkatkan terjadinya remaja dengan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Pencarian artikel melaui dua database, yaitu Google Scholar dan ScienceDirect dengan kata kunci health literacy, junk food, dan adolescence. Kriteria inklusi dalam pencarian artikel adalah full text, open access, English, dan tahun publikasi 2020-2023.Hasil: Hasil penelusuran didapatkan dua kategori, pertama keterbatasan literasi kesehatan berdampak pada rendahnya berperilaku kesehatan remaja, dan kedua adalah keterbatasan literasi kesehatan juga berpengaruh pada kandungan nutrisi yang dikonsumsi oleh remaja.Pembahasan: Dampak dari rendahnya atau keterbatasan remaja memiliki literasi kesehatan dapat terjadi adanya obesitas yang dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun mental. Remaja juga mendapatkan nutrisi yang kurang optimal dari mengkonsumsi makanan cepat saji.Kesimpulan: Remaja perlu ditingkatkan literasi kesehatannya, melalui upaya peningkatan edukasi kesehatan berbasis sekolah dan edukasi kesehatan melalui sosial media.Kata kunci: literasi kesehatan, nutrisi, obesitas, remaja
Hubungan Stres Dengan Tekanan Darah Pada Lansia
Pae, Kristina;
Manungkalit, Maria;
Reni, Paulina Nona
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.4978
Age-related increases in blood pressure are normal, but persistently high blood pressure can harm the heart, blood vessels, and other organs. Stress triggers hypertension by activating the sympathetic nervous system, causing blood pressure to increase erratically. Correlational analytic with cross sectional approach was used as the design of this research. The independent variable of this study is stress while the dependent variable is blood pressure. The population in this study were all the elderly at Griya Wherda Jambangan Surabaya. The sampling technique used was purposive sampling so that 30 elderly people were selected as respondents. The stress measuring tool used the Perceived Stress Scale (PSS-10) and the respondent's blood pressure measurement used sphygmomanometer. The results of the Pearson correlation test between stress and systolic blood pressure in the elderly obtained a value of r = 0.036, p = 0.851 while stress and diastolic blood pressure in the elderly obtained a value of r = 0.131, p = 0.489. These results prove that there is no relationship between stress and blood pressure in the elderly. Increased blood pressure is not only caused by stress but there are other factors that also affect both internal and external factors of the elderly.
Tingkat Stres Family Caregiver Pasien Kanker
Astarini, Made Indra Ayu;
Sari, Ni Putu Wulan Purnama;
Oraplawal, Lidya Costansa Wihelmina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.4979
ABSTRAKPendahuluan Perawatan pasien kanker dirumah dibantu oleh anggota keluarga. Kondisi pasien kanker yang cenderung menurun dan kebutuhan biaya perawatan dapat menimbulkan stress bagi family caregiver. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik. Variabel penelitian yaitu tingkat stress family caregiver. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh family caregiver pasien kanker di wilayah kerja Puskesmas Pacarkeling, Pucang Sewu, dan Kedungdoro. Besar sampel yaitu 32 orang responden yang didapatkan dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceived Stress Scale yang sudah valid dan reliable. Analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil Mayoritas responden mengalami stress sedang yaitu sebanyak 17 orang (53%). Pembahasan Stres yang dialami oleh family caregiver dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu lama merawat pasien, kondisi pasien, dan kebutuhan biaya perawatan. Kata kunci: family caregiver, kanker, stres ABSTRACTIntroduction Treatment of cancer patients at home is assisted by family members. The condition of cancer patients tends to decline and the need for treatment costs can cause stress for family caregivers. Method The design of this research was descriptive analytic. The research variable was the stress level of the family caregiver. The population in this study were all family caregivers of cancer patients in the working areas of the Pakerkeling, Pucang Sewu, and Kedungdoro Health Centers. The sample size is 32 respondents obtained by using purposive sampling technique. The instrument used in this research was the Perceived Stress Scale which was valid and reliable. Analysis using descriptive analysis. Results The majority of respondents experienced moderate stress, namely as many as 17 people (53%). Discussion The stress experienced by family caregivers can be caused by several factors, namely the length of time caring for a patient, the patient's condition, and the need for care costs.
Studi Kasus Perawatan Luka Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer Menggunakan Madu
Prabowo, Dwi Yogo Budi;
Risdiyanto, Risdiyanto
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.5048
Patients with diabetes mellitus have complications. One complication experienced by the patient was a diabetic food ulcer. One of the preventions that can be done to overcome amputation is to improve wound healing in patients with complications of diabetic food ulcers. Treatment of dressings in healing diabetic food ulcers can be done by using herbal remedies such as honey. This research is a case study of the application of honey in the treatment of DFU wounds. Wound care using a TIME approach (Tissue Management, Infection Control, Moisture Balance and Edge of Wound. The results in this study an increase in tissue integrity after treatment for 3 weeks with an intensity of 3 times a week using honey.
Pemanfaatan Titik Taichong (LR 3)Sebagai Terapi Komplementer : Studi Literatur
Lilyana, Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.5065
Pendahuluan: terapi komplementer merupakan terapi sederhana yang mudah diterapkan untuk mengurangi gejala pada gangguan organ tubuh. Metode: studi ini merupakan literature review menggunakan database proquest, science direct dan googlescholar. Kata kunci yang dipergunakan adalah taichong as complementary therapy. Literature review ini menggunakan bantuan Microsoft excel dan dilakukan analisis secara deskriptif, Hasil: titik taichong (Lr3) merupakan meridian liver yang ternyata bermanfaat untuk mengontrol hipertensi, obesitas, menurunkan nyeri operasi, serta sleep disorder saat dikombinasikan dengan meridian organ dalam pengobatan tradisional timur maupun herbal. Pembahasan: terapi komplementer yang diterapkan mampu mengontrol hipertensi, menurunkan skala nyeri operasi, menurunkan skala depresi serta sleep disorder pada pasien parkinson. Efek tambahan lainnya ternyata berpengaruh cukup signifikan bagi individu yang menerapkannya seperti kondisi tubuh yang lebih bugar dan imunitas yang lebih baik bagi pasien obesitas, activity daily living yang lebih baik bagi pasien parkinson serta mampu mengurangi ambang nyeri pada pasien dengan pos operasi stenosis lumbal dan nyeri tengkuk/kepala pada pasien hipertensi. Kesimpulan: kombinasi antara titik liver 3 (Lr3) dengan terapi komplementer lainnya ternyata memiliki manfaat untuk mengurangi gangguan kesehatan pada individu, meski efek langsung yang diharapkan tak signifikan namun dampak lainnya ternyata dapat dirasakan oleh pengguna terapi komplementer ini.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang
Wahyuni, Sri;
Yunita, Rizka;
Hartono, Dodik;
Marfuah, Marfuah;
Alfarizi, Muhammad
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.5084
Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) menjadi penyabab kematian ketujuh di dunia. Pengobatan seumur hidup yang dijalani pasien membuat pasien jenuh yang berdampak pada proses perawatan serta kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penderita diabetes mellitus tipe 2 di pelayanan kesehatan primer Kecamatan Senduro sebanyak 35 orang dengan teknik accidental sampling. Analisis korelasi dilakukan dengan SPSS versi 24 dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 45,7% pasien memiliki peran keluarga yang baik, sedangkan terdapat 48,6% pasien memiliki kualitas hidup yang baik. Nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0.05 yang artinya adanya hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Peran keluarga diperlukan untuk meningkatkan rejimen pengobatan pasien DM tipe 2. Perawat komunitas diharapkan dapat meningkatkan promosi kesehatan dengan pendekatan keluarga di pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Akibat Hospitalisasi Pada Anak Di Rumah Sakit Islam Lumajang
Khamdalah, Retno Makhtufir;
Suhari, Suhari;
Rachmawati, Yulia;
Alfarizi, Muhammad
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v12i1.5100
Dampak hospitalisasi dapat mengakibatkan kecemasan bagi anak dan orang tua. Perasaan cemas, marah, sedih, takut, dan rasa bersalah dapat timbul karena anak mengalami sesuatu yang tidak biasa dialami anak yang menimbulkan perasaan negatif pada orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi pada anak di Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif diskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 orang tua anak yang menjalani perawatan, dan diambil dengan tenik total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner Caring Behavior Index 24 (CBI-24) dan Self-Rating Anxiety Scale (SAS). Uji analisis penelitian menggunakan uji sperman rho test. Hasil penelitian diperoleh bahwa caring perawat sebagian besar perawat memiliki perilaku caring kategori baik sebanyak 32 responden (80%), sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan kategori tidak cemas sebanyak 29 responden (72,5%). Nilai sig. (2-tailed) diperoleh 0,000<0,05 yang artinya terdapat hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi pada anak di Rumah Sakit Islam Lumajang. Perilaku caring perawat dapat dilakukan perawat dengan melibatkan orang tua dalam proses perawatan sehingga mengurangi kecemasan orang tua dan dampak hospitalisasi bagi anak.
Gambaran Suhu Dan Lama Proses Penyembuhan Luka Diabetes Di Rumah Luka Surabaya
Sukmawati, Ermalynda;
Mare, Agustina Chriswinda Bura
JURNAL NERS LENTERA Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v11i2.5115
Diabetic ulcers are one of the causes that occur due to patients suffering from diabetes due to increasing age, overweight, and lifestyle. Physiologically, the body can repair damage that occurs in skin tissue which is called wound healing. The process of cell repair in wound healing is very dependent on the depth of the wound that occurs in the skin. One way to find out the healing process of diabetic wounds is to check the temperature and duration of the wound. Purpose: This study aims to determine the effect of temperature and wound duration on the wound healing process in diabetic wounds at the Wound Hospital in Surabaya. Research Method: This research uses descriptive research. The population used in this study were wound care patients at Surabaya Wound Hospital in June 2023. The sampling technique used was accidental sampling with a total sample of 36 respondents. The study conducted interviews and measured wound temperature using a thermo gun. Results: Most of the respondents were male, namely 19 people (52.8%) and the final elderly respondents, namely 13 people (36.1%). The average wound temperature is 34.58°C. The mean wound length was 8.06 months. Conclusion: Skin that has been injured or injured can affect wound temperature and wound healing time in diabetic wounds, especially in respondents who have diabetic wounds with complications.