cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 187 Documents
Peran Orang Tua Dalam Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah di SD Praja Mukti Surabaya Shella Natasya Kurniawan; Marcellina Rasemi Widayanti; Irine Yunila Prastyawati
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7664

Abstract

Pendahuluan: Peran orang tua sangat diharapkan dalam membimbing, memberikan pengertian, meningkatkan dan membekali anak-anak agar anak-anak dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut. Fenomena yang terjadi pada orang tua di SD Praja Mukti Surabaya, ada beberapa orang tua yang tidak memperhatikan kesehatan gigi anaknya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran peran orang tua dalam perawatan gigi pada anak usia sekolah di SD Praja Mukti Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan melihat gambaran peran orang tua dalam perawatan gigi di SD Praja Mukti Surabaya. Variabel penelitian ini adalah peran orang tua dalam perawatan gigi pada anak usia sekolah, jumlah sampel 45 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan instrumen kuesioner peran orang tua dalam perawatan gigi yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil: Analisis statistik menggunakan ASDPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (51%) 23 responden memiliki peran orang tua dalam kategori cukup dan (49%) 22 responden peran orang tua dalam kategori baik. Pembahasan: Peran orang tua dalam keluhan gigi anak didapatkan (68,8%), menjaga kesehatan gigi haruslah diajarkan sejak dini, seperti perilaku menyikat gigi karena akan berdampak terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak. Perhatian dan pendampingan yang konsisten pada anak dalam perawatan gigi, orang tua sangat berperan penting untuk membantu membentuk kebiasaan hidup sehat dalam perawatan gigi anak. Kesimpulan: Diharapkan agar pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang peran orang tua dalam perawatan gigi dan mulut kepada orang tua guna menanamkan sejak dini kebiasaan merawat gigi dan mulut pada anak-anaknya sehingga kondisi kesehatan gigi dan mulut anak tetap terjaga.
Pengetahuan Lansia Tentang Penanganan Nyeri Non Farmakologi di UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya Pengusi Jefron Tabuni; Arief Widya Prasetya; Irine Yunila Prastyawati
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7665

Abstract

Pendahuluan: Nyeri kronis merupakan masalah kesehatan umum pada lansia akibat proses degeneratif dan berbagai penyakit kronis. Fenomena yang ditemukan Panti UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya hampir keseluruhan lansia mengeluh nyeri pada bagian tubuhnya, nyeri pada lutut, tangan, punggung, leher dan kaki. Di panti werdha tersebut belum terdapat program khusus dan terapi non farmakologi untuk penanganan nyeri pada lansia. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang penanganan nyeri nonfarmakologi di UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya. Metode: Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, populasi target 176 lansia adalah seluruh lansia di UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya. Instrumen pengumpulan data, sampel 36 lansia memenuhi kriteria inklusi,kemudian diuji dengan kuesioner Analisa Statistika Deskriptif Proporsi Prosentase. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan dari 36 responden lansia 32 responden (89%) memiliki pengetahuan yang baik. Pembahasan:Dengan ini lansia di UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya memiliki pengetahuan yang baik dan bisa tauh cara mengenai penanganan nyeri non-farmakologi karena sebagian besar responden pernah memperoleh imformasi terkait nyeri. Kesimpulan: Diharapkan pengelola panti berkerja sama dengan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi berupa gambar, serta pelatihan keterampilan dasar tentang perawatan nyeri.
Dukungan Keluarga pada Lansia Penderita Hipertensi di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya Lestari, Kotsasi Cahya; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Sinawang, Gabriel Wanda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7668

Abstract

Pendahuluan: Dukungan keluarga dibutuhkan lansia penderita hipertensi dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan yang dijalani. Namun, fenomena yang terjadi pada lansia penderita hipertensi di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo adalah lansia jarang diantar keluarga ke fasilitas kesehatan ataupun posyandu karena adanya kesibukan dari anggota keluarganya, keluarga membiarkan lansia minum obat sendiri dan jarang diingatkan untuk minum obat. Tujuan Penelitian: mengidentifikasi gambaran dukungan keluarga pada pada lansia penderita hipertensi di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan variabel penelitian dukungan keluarga. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia sebanyak 38 responden dengan menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah FSS (Family Support Scale). Analisa statistik menggunakan ASDPP. Hasil: sebagian besar 80% (30) lansia mendapatkan dukungan baik. Kesimpulan: Sebagian besar (80%) responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo    
Depresi Pada Lansia di Sasana Tresna Werdha dan Faktor Yang Berhubungan Ernawati
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7681

Abstract

Depresi merupakan masalah yang cukup banyak terjadi pada lansia. Masalah medis, gangguan kognitif, serta faktor lingkungan berkontribusi terhadap terjadinya depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kejadian depresi pada lansia di sasana tresna werdha serta faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan design studi cross-sectional. Data penelitian merupakan data sekunder yang diambil dari catatan pengkajian keperawatan pada 101 lansia pada salah satu sasana tresna werdha yang dikelola oleh pemerintah Jakarta. Data yang digunakan mencakup karakteristik sosiodemografi, depresi, serta beberapa faktor kemungkinan yang berhubungan dengan depresi. Hubungan antara karakteristik lansia dan depresi dianalisa dengan menggunakan Pearson Correlation Test. Uji statistic dengan menggunakan IBM SPSS versi 24.0 (IBM, Armonk, NY, USA). Hasil penelitian menunjukan bahwa 74 (73,27%) lansia kemungkinan depresi, dan 27 lansia (26,73%) mengalami depresi. Jenis kelamin (p-value=0,001) dan usia (p-value=0,003) merupakan faktor yang berhubungan dengan status depresi. Sementara, KATZ index, gangguan ROM, adanya teman berbicara, keterlibatan dalam, keterlibatan dalam olahraga, serta kebiasaan ibadah tidak memiliki hubungan dengan depresi lansia. Dapat disimpulkan bahwa lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami depresi. Depresi pada lansia juga ditentukan oleh faktor lingkungan dan sosial. Diperlukan penelitian kualitatif untuk dapat mendapatkan informasi yang lebih kaya terkait hal ini. 
Studi Komparatif Kualitatif: Makna Alat Bantu Dengar Sebagai Artificial Intelegence Tantang, Albert Agung; Aldo, Robertus; Dela, Brigitta; Putri, Yuliana; Winarta, Marseilla Amelia; Louisa, Valerie Albertina; Angelina, Petra; Jelimalini; Putri, Amelia Andy; Jesica, Maria Almeyda; Lilyana, Maria Theresia Arie; Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7683

Abstract

Pendahuluan: Gangguan pendengaran terjadi apabila seseorang tidak bisa mendengar secara normal. Dampak sosial gangguan pendengaran adalah perlakuan kurang baik dari orang atau pengucilan bagi penderita tunarungu. Dampak lainnya gangguan pendengaran adalah: tumbuh kembang anak terganggu, gangguan kualitas hidup, gangguan ekonomi, kesempatan belajar dan masuk dunia kerja juga terganggu. Pemanfaatan tekhnologi Alat Bantu Dengar (ABD) sebagai teknologi medis merupakan solusi mengurangi dampak gangguan pendengaran bagi tunarungu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian komparatif kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan membandingkan makna dari Artificial Intelegence (AI) berupa alat bantu dengar (ABD) antara individu normal tanpa ABD dan individu tunarungu dengan ABD. Responden penelitian sebanyak 2 orang Wanita berusia 25 tahun, respoden 1 wanita tanpa ABD dan tidak tunarungu dan responden ke 2 wanita tuna rungu dengan ABD. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan 3 tema yaitu: Manfaat ABD, interaksi sosial dan teknologi AI, kualitas hidup dengan teknologi AI. Pembahasan: teknologi saat ini seperti ABD bermanfaat bagi penderita tunarungu berinteraksi dengan komunitasnya dan merasakan jadi bagian meski memiliki kekurangan sehingga merasa hidupnya berkualitas. Kesimpulan: teknologi ini membawa dampak positif terhadap kualitas interaksi sosial, namun tidak menggantikan, dimensi relasional dan emosional dari komunikasi manusia.
Dampak Artificial Intelligence Dalam Pendidikan Kesehatan: Tinjauan Etis dan Implikasinya Whinandra, Marshelika Putri; Hindarso, Christopher Robinson; Arya; Wiratama, Pandhu Wiratama; Solinur, Hiasinta Primadona; Santoso, Iris; Wijaya, Laurentius Nugraha; Putro, Gilang Sakti Wiyono; Sakailoat, Aron Rafael Leleuma; Agustin, Florensia Sindy; Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7684

Abstract

Pendahuluan: Kemunculan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan kesehatan yang menuntut tingkat akurasi dan etika tinggi. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak AI dalam pendidikan kesehatan dari sisi manfaat, tantangan, dan implikasi etisnya. Dengan menggunakan metode studi literatur berbentuk critical literature review, peneliti menganalisis berbagai hasil penelitian terkini yang membahas penggunaan AI dalam pendidikan kedokteran, keperawatan, farmasi, dan psikologi. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi belajar, personalisasi materi, serta pengalaman simulatif yang adaptif dan mendalam. Namun, terdapat pula tantangan seperti potensi ketergantungan, menurunnya daya piker kritis, risiko plagiarisme, dan degradasi martabat manusia dalam proses pendidikan. Pembahasan: Pembahasan dalam penelitian ini juga menyoroti perspektif etika Immanuel Kant, yang menekankan pentingnya menjaga manusia sebagai subjek otonom dan rasional. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat apabila digunakan secara etis dan reflektif, tanpa mengurangi peran aktif manusia sebagai pemikir kritis dalam pendidikan kesehatan.
Studi Literatur: Hubungan Ansietas dan Kualitas Tidur Pasien Asma Sukmawati, Ermalynda; Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie; Maryuti, Ira Ayu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7710

Abstract

Pendahuluan: Masalah keperawatan yang kerap dialami pengidap asma salah satunya ansietas atau kecemasan. Gangguan emosional stres dapat mencetuskan asma pada beberapa orang, selain itu juga dapat memperberat serangan asma bila respon stres yang tidak tertangani dengan baik. Serangan asma dapat mengganggu istirahat dan tidur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan kata kunci sesuai PICOT: “anxiety” “kecemasan” “cemas” “kualitas tidur” “pasien asma”, ke beberapa database mayor seperti PROQUEST, EBSCO dan GOOGLE yang selanjutnya dikumpulkan dalam aplikasi Mendeley untuk mempermudah melakukan analisis pada akhir penetian. Artikel jurnal yang telah terkumpul diseleksi menggunakan metode PRISMA. Tahap selanjutnya, peneliti menilai 6 artikel tersebut dengan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach. Hasil: Dari 6 artikel didapat hasil terdapat hubungan antara ansietas dan kualitas tidur pengidap asma. Pembahasan: serangan asma yang muncul sewaktu-waktu, menimbulkan kecemasan bagi responden. Kecemasan terjadi karena ketakutan yang dialami bila serangan terjadi dan tempat tinggal mereka yang jauh dari layanan kesehatan, serta menganggu aktifitas harian penderita asma. Kecemasan yang dialami akibatnya akan membuat responden terjaga di malam hari sehingga kualitas tidurnya mengalami gangguan. Kontrol emosi diperlukan sebagai bentuk koping adaptif mengatasi kecemasan yang dialami. Kesimpulan: Ansietas akan memengaruhi kualitas tidur pada penderita asma, karena kecemasan menyebabkan penderita berfokus pada serangan asma yang dialami dan bagaimana mengatasinya.
Produktivitas Kerja Mahasiswa Profesi NERS Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Pasien Astarini, Made Indra Ayu; Sari, Nia Novita
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i2.7712

Abstract

Pendahuluan Praktik profesi Ners pada stase manajemen menuntut mahasiswa untuk berperan seperti perawat senior dimana mahasiswa melakukan asuhan secara penuh kepada pasien yang dikelola. Hal ini dapat menunjukkan produktivitas kerja mahasiswa selama melakukan asuhan keperawatan kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan produktivitas kerja mahasiswa praktik manajemen keperawatan profesi Ners saat memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang dikelola. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan self-assessment dari subyek penelitian. Subyek adalah 12 mahasiswa yang praktik di ruang rawat inap syaraf di salah satu RS di Kota Surabaya. Subyek diminta untuk mencatat waktu yang diperlukan untuk memberikan asuhan keperawatan untuk setiap jenis aktivitas. Hasil Berdasarkan hasil pencatatan produktivitas kerja mahasiswa sebesar 84,52% yang termasuk kategori produktivitas kerja tinggi. Pembahasan Produktivitas kerja tinggi dapat dipengaruhi oleh beban kerja yang tinggi dimana BOR rata-rata adalah di 90%. Selain itu aktivitas yang dilakukan di shift pagi juga cukup beragam dan banyak sehingga produktivitas kerja mahasiswa masuk kategori tinggi. Kesimpulan Produktivitas kerja yang tinggi pada mahasiswa praktik profesi ners stase manajemen keperawatan menunjukkan profesionalitas dan tanggung jawab mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Kata kunci: mahasiswa, perawat, praktik, produktivitas kerja ABSTRACT Introduction Nursing practice in the management phase requires students to act like senior nurses, providing full care to the patients they manage. This demonstrates their work productivity while providing nursing care. The purpose of this study was to describe the work productivity of nursing practice students in the management phase when providing nursing care to the patients they manage. Method The research design was descriptive-analytical, utilizing self-assessment from the subjects. The subjects were 12 students practicing in the neurology inpatient ward at a hospital in Surabaya. The subjects were asked to record the time required to provide nursing care for each type of activity. Results Based on the recording, student work productivity was 84.52%, which is considered high. Discussion High work productivity can be influenced by a high workload, with an average BOR of 90%. Furthermore, the activities carried out during the morning shift are quite diverse and numerous, thus categorizing student work productivity as high. Conclusion The high work productivity of nursing practice students in the management phase demonstrates their professionalism and responsibility in providing nursing care to patients. Keywords: nurses, practice, work productivity, students
Literatur Review: Efektivitas Pengembangan Pembelajaran Blended Learning Flipped Classroom dengan Case-Based Learning terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Keperawatan: Literature Review: The Effectiveness of Developing Blended Learning Flipped Classroom with Case-Based Learning on Nursing Student Learning Outcomes Aryanti, Putu Indraswari; Cahyani, Dinar Yuni Awalia Anilam; Rimawati, Rimawati; Astuti, Vitaria Wahyu; Kristianti, Erva Elli
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.7765

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi pendidikan mendorong perubahan signifikan dalam strategi pembelajaran di bidang keperawatan. Model blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, dikombinasikan dengan pendekatan flipped classroom dan case-based learning, telah banyak digunakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan blended learning flipped classroom yang terintegrasi dengan case-based learning terhadap hasil belajar mahasiswa keperawatan. Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data internasional seperti Scopus, ScienceDirect, PubMed, dan DOAJ dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2014 hingga 2024. Artikel yang dipilih berfokus pada implementasi blended learning, flipped classroom, dan case-based learning dalam pendidikan keperawatan, serta menilai dampaknya terhadap hasil belajar, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil dan Diskusi: Sebagian besar artikel menunjukkan bahwa kombinasi blended learning dengan flipped classroom dan case-based learning secara signifikan meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan. Pendekatan ini juga memperkuat kemandirian belajar dan keterampilan klinis melalui pembelajaran aktif serta interaksi reflektif antara dosen dan mahasiswa. Temuan mendukung hasil penelitian Andargeery et al. (2024), Ghafouri et al. (2024), dan Xu et al. (2024) yang menegaskan efektivitas model ini dalam meningkatkan performa akademik dan keterlibatan belajar. Kesimpulan: Penerapan blended learning flipped classroom yang diperkaya dengan case-based learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa keperawatan. Strategi ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif, mandiri, dan berorientasi pada praktik klinik, sehingga relevan untuk diimplementasikan secara luas dalam pendidikan keperawatan di era digital. Kata kunci: Blended Learning, Flipped Classroom, Case-Based Learning, hasil belajar, mahasiswa keperawatan
Kajian Faktor Ekonomi Sebagai Determinan Kejadian Stunting: Economic Factors As Determinants of Stunting Among Children Rakinaung, Natalia; Laka, Angela; Pasulu, Theresetty
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8316

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia 0–59 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan di bawah standar usia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu keterbatasan ekonomi keluarga. Stunting berdampak pada gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal, keterlambatan perkembangan otak, gangguan metabolisme, pertumbuhan fisik yang tidak optimal, serta berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan faktor ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu, Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu. Sampel berjumlah 86 ibu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner demografi yang berfokus pada variable pendapatan keluarga. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara faktor ekonomi dengan kejadian stunting. Nilai signifikansi tersebut (p ≤ 0,005) mengindikasikan bahwa faktor ekonomi berperan dalam terjadinya stunting pada anak balita. Kesimpulan: Faktor ekonomi berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak balita. Kata kunci ; Faktor Ekonomi, Kejadian Stunting