cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019" : 15 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Reza, Muhammad; Abdi, Abdul Wahab; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13242

Abstract

Pembelajaran dengan model PBL menggunakan masalah dunia nyata (real word) untuk memecahkan masalah. Pemanfaatan SIG dalam pendidikan meningkatkan kemampuan dalam menampilkan pembelajaran secara visual, meningkatkan pemahaman materi, keterampilan membaca peta, dan kemampuan berpikir spasial siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui yaitu perkembangan hasil belajar, kegiatan guru dan siswa, keahlian guru mengolah pembelajaran, dan respon siswa. Sasaran penelitian ini siswa XI IPS SMAN 5 Kota Banda Aceh 24 orang. Metode Pengumpulan data yakni berupa instrumen post test, kegiatan guru dan siswa, observasi keahlian guru mengolah pembelajaran, dan angket stimulus siswa. Hasil penelitian yaitu (1) Diperolehnya ketuntasan individual meningkat dari 41,6% siklus I naik menjadi 66,6% pada siklus II dan 79,1% siklus III, Sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 40% siklus I naik menjadi 60% siklus II dan 90% siklus III. (2) Kegiatan guru dan siswa meningkat dari 4 kegiatan yang sesuai pada siklus I naik menjadi 8 kegiatan siklus II dan 10 kegiatan siklus III.(3) Keahlian guru mengelola pembelajaran meningkat dengan skor 2,26 (kategori sedang) siklus I naik menjadi 3,35 (katagori baik) siklus II dan 3,65 (katagori sangat baik) siklus III. (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pernyataan bahwa 91,25 persen menyatakan pembelajaran problem based learning dengan pendekatan SIG sangat menyenangkan, menambah pengalaman baru untuk menyelesaikan permasalah dengan menggunakan teknologi informasi berbasis komputer dan membantu dalam memahami materi pembelajaran serta menambah kecakapan membaca peta.Kata Kunci : Penerapan, PBL, SIG, Hasil Belajar Geografi
ANALISIS BUTIR SOAL GEOGRAFI KELAS XI SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018 DI SMA NEGERI KOTA LHOKSEUMAWE Amalia, Nabila; Kamaruddin, Thamrin; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13243

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe telah memenuhi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penyusunan butir soal geografi kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN Modal Bangsa Arun, SMAN 5 Lhokseumawe, dan SMAN 6 Lhokseumawe sebagai sampel penelitian. Objek penelitian meliputi butir soal tes dan hasil tes yang telah diujikan pada siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil analisis data soal geografi menunjukkan bahwa validitas butir soal masih tergolong rendah dimana sebanyak 65,5% dari 96 butir soal tidak valid. Sedangkan reliabilitas butir soal berada pada interpretasi 0,200-0,399 dengan kategori rendah. Daya pembeda soal sebanyak 67,7% dari 96 butir soal berada pada kategori jelek, sehingga soal tersebut harus direvisi kembali. Tingkat kesukaran butir soal masih belum baik karena belum memenuhi kriteria tingkat kesukaran soal yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara keseluruhan soal yang digunakan guru geografi pada kelas XI semester ganjil di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas soal yang baik untuk digunakan sebagai alat ukur hasil belajar siswa.Kata Kunci : validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA ANIMASI MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH Andika, Satria; Abdi, Abdul Wahab; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13244

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu pola, cara-cara maupun langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan oleh guru agar tujuan dari pembelajaran tercapai. Model yang digemari oleh siswa dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran kooperatif atau kelompok akan lebih efektif jika menggunakan unsur media seperti media audio visual dan media animasi. Yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu kurangnya penerapan media dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual dan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan kreteria tertentu, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII-1 yang berjumlah 24 orang dan kelas VII-2 yang berjumlah 26 orang. Teknik untuk memperoleh data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test (tes awal) dan post-test (tes akhir). Pengolahan hasil test dilakukan dengan teknik uji-t. Dari hasil pengolahan data penelitian didapatkan thitung = 2,63 dan ttabel = 1,68 dengan taraf kesalahan 5% dengan drajat kebebasan atau dk = 48, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Yang berarti hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media audio visual lebih baik dibandingkan dengan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Nilai rata-rata peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan media audio visual adalah 78 dan hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan media animasi adalah 74.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Media Audio Visual, Media Animasi.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BELAJAR EVERYONE IS A TEACHER HERE PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Sari, Mega Novita; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13239

Abstract

Proses belajar merupakan perencanaan dasar bagi seorang guru mengenai tata cara pelaksanaan belajar secara tanggung jawab dalam mengorganisasikan pengetahuan belajar guna mempreoleh tujuan belajar dan diharapkan mampu meningkat aktivitas siswa dalam proses belajardan hasil belajar yang optimal. Terdapat beberapa proses belajar Student Facilitator and Explaining dan Everyone is a Teacher Here yang dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa selama proses belajar. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus dari model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus daripada model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas VII dengan jumlah 135 siswa. Purposive Sampling adalah tehknik yang digunakan pada pengambilan sampel, yaitu hanya 22 siswa dari Kelas VII-1 dan21 siswa dari Kelas VII-2. Total sampel yang digunakan sebanyak 43 siswa. Dimana 43 siswa tersebut akan diberikan pre-test dan post-test sebagai teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil data yang diolah pada penelitian ini, peneliti memperoleh thitung= 3,80 dan ttabel =1,68 dimana taraf signifkansi 5% dan dk = 41, artinya thitungttabelHa diterima. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih baik dibandingkan dengan model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Nilai rata-rata siswa pada belajar model Student Facilitator and Explaining adalah 74,77 dan di belajar model Everyone is a Teacher Here adalah 68,07.Kata Kunci: hasil belajar, Student Facilitator and Explaining, Everyone is a Teacher Here, IPS Terpadu.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DENGAN TIPE QUIZ TEAM PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 4 TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA Kalbadri, Muhammad; Abdi, Abdul Wahab; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13241

Abstract

Permasalahan dalam penelitan ini adalah apakah prestasi peserta yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Koperatif Tipe STAD lebih meningkat dibandingkan Quiz Team terhadap mata pelajaran geografi. maksud dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengambil kesimpulan mengenai prestasi belajar siswa yang dibimbing dengan menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Student Team Achievement Division apakah lebih baik jika dibandingkan dengan model pembelajaran koperatif tipe Quiz Team. Populasinya seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 47 siswa. Teknik analisa data menggunakan uji rumus uji t, diperoleh nilai thitung = 6,29 ttabel =1,68 pada ketentuan signifikasi 0,05 dengan dk = 41 berarti thitung ttabel, berarti Ha diterima. Kesimpulannya adalah prestasi belajar geografi peserta didik yang diberi perlakuan dengan memakai model pembelajaran Koperatif Tipe Student Team Achievement Division lebih unggul dari pada Quiz Team terhadap mata pelajaran geografi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.Kata Kunci: Perbandingan, hasil belajar, geografi, Student Team Achievement Division, Quiz Team.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 2 MESJID RAYA ACEH BESAR Marzia, .; Harun, M Yusuf; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13238

Abstract

Telaah dalam eskperimen ini memakai jenis pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) dengan maksud untuk membuktikan benarkah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran berkelompok Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Hipotesis dari eksperimen ini ialah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Eksperimen ini memakai statistik kuantitatif dalam analisis data dengan populasinya yaitu siswa Kelas VIII sebanyak 111 orang. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling yakni siswa Kelas VIII-1 berjumlah 28 orang dan Kelas VIII-2 berjumlah 27 orang. Data dikumpulkan melalui pemberian soal pre-test dan post-test dan hipotesis dianalisis dengan rumus Uji-t. Hasil penghitungan didapatkan thitung = 1,75 sedangkan ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5% dan dk = 53, jadi thitungttabel sehingga terima Ha. Dengan demikian, disimpulkan bahwa hasil belajar siswa memakai model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw lebih bagus bila dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu siswaa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar.Kata Kunci: Perbandingan, Hasil Belajar, Jigsaw, TSTS, IPS Terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Syarif, Fatihaddin; Hasmunir, .; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13234

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Peserta didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dan Tipe Student Team Achievement Devision Dalam Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 7 Banda Aceh ini mngangkat masalah apakah hasil belajaar peserta didik yang diajarkan menggunakan model 1 Dengan model 2 dalam mapel geografi ruang 10 di SMA Negeri 7. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui perbandingan hasil belajar geografi peserta didik ruang x SMA Negeri 7 BNA yang diajarkan menggunakan model A dengan model B. Populasi Penelitian ini adalah peserta didik kelas 10 IPS tahun ajaran 20018/2019. diamabil X IPS-1 36 peserta didik X IPS-3 35 peserta didik. Perolehan data dari dokumentasi dan tesst. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,99 ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5% dan dk= 56, artinya thitung ttabel sehingga Ha di terima. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar geografi siwa di SMAN 7 Banda Aceh yang diajarkan dengan model 1 lebih baik dari pada model 2 pada mapel geografi ruang 10 SMAN 7.Kata kunci: Model Pembelejaran, Two stay Two Stray, Student Team AchievementDevision.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE TALKING CHIP DENGAN MODEL PEBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X S MA NEGERI 4 BANDA ACEH Sasri, Jumaida; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13235

Abstract

Judul penelitian adalah Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chip dengan Model Pembelajaran Everyone is Tacher Here Berbantuan Media Audio-visual Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh rumusan masalahnya apakah hasil pembelajaran siswa menggunakan model talking chip dengan model pembelajaran every one is teacher here berbantuan media audio-visual. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pembelajaran siswa Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh. Hipotesis penelitian, apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tipe talking chips lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe everyone is tecaher here berbantuan media audio-visual mata pelajaran Geografi SMA Negeri 4 Banda Aceh. Populasi yang diambil peneliti adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh tahun ajaran 20018/2019. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, diambil hanya kelas X IPS-1 berjumlah 21 siswa dan kelas IPS-3 berjumlah 19 siswa. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan memberikan soal test kepada siswa dalam bentuk soal pri-test dan soal post-test. Data yang telah diolah menggunakan uji t-test menyakan tolak Ha dan H0 di terima. Simpulan yang dapat diambil dari hasil pembelajaran siswa Geografi di SMA Negeri 4 Banda Aceh pembelajaran dengan model talking chip tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran everyone is teacher here berbantuan media audio-visual.Kata Penting : Model Pembelejaran, Talking Chip, Everyone Is Teacher Here, Geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE DEMONSTRATION DENGAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 1 SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Tusyifa, Lina; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13237

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu rangcangan atau skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru guna meningkatkan partisipasi optimal siswa ketika pembelajaran berlangsung. Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dua diantaranya adalah model Demonstration dan Examples Non Examples. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan pada populasi siswa kelas XI yang berjumlah 72 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling yaitu diambil hanya siswa kelas XI IS-1 sejumlah 27 orang dan XI IS-2 sejumlah 22 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik pemberian tes kepada siswa, yaitu tes awal dan tes akhir. Data diolah menggunakan teknik uji beda, dan hasilnya diperoleh thitung = 0,03 sedangkan ttabel = 1,68 dengan tingkat signifikansi 5% dan dk = 47, artinya thitung ttabel sehingga Ha ditolakdan H0 bisa diterima. Simpulan dari pencapaian penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diterapkan dengan pembelajaran model Demonstration dan pembelajaran model Examples Non Examples adalah tidak ada lebih baik atau sama.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, Examples Non Examples, Demonstration, geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DEEP DIALOGUE DENGAN TIPE READ PADA PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 6 BANDA ACEH Ermilawati, .; Bardi, Syamsul; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13233

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil belajar siswa menggunakan dua model pembelajaraan yaitu model pembelajran deep dialogue dan model pembelajaran read pada mata pelajaran Geografi SMA Negeri 6 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah, apakah hasil belajar siswa yang dengan menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran geografi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Tujuan pepenelitian ini adalah untuk melihat apakah perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe Deep Dialogue lebih baik daripada tipe Read pada mata pelajaran georgrafi siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Banda Aceh. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Populasi dalam peneltian ini ialah siswa Kelas XIIS 1 merupakan Kelas eksperimen I dan XI-IS II merupakan Kelas eksperimen II. Cara mengumpulkan data dilakukan dengan memberi tes kepada siswa, yaitu pretest dan posttest. Hasil pengolahan data penelitian dengan perolehan thitung = 15,71 dan ttabel = 1,69 dengan taraf signifikan 5% dengan dk= 41 artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima dan H0 ditolak . Dengan diterima Ha berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasill eksperimen yang telah dilakukan, maka dapat di simpulkan bahwa hipotesisi dalam penelitian ini menyatakan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa menggunakan model Read di SMA Negeri 6 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya.Kata Kunci : perbandingan, hasil belajar, deep dialogue, read, geografi

Page 1 of 2 | Total Record : 15