cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN ANGKUP ACEH TENGAH Irawati, .; Hasmunir, .; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5082

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op mengizinkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil, pertama untuk kemajuan pemahaman mereka mengenai diri mereka sendiri dan berbagi pemahaman dengan teman-teman sebayanya, Co-op Co-op lebih mementingkan keterlibatan siswa sehingga siswa dapat berinteraksi dengan kelompoknya. Video merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audio visual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan/materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video. Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN Angkup Aceh Tengah yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan individual pada siklus I 65%, pada siklus II 84% dan pada siklus III 96%. Ketuntasan klasikal pada siklus pertama 50%, pada siklus kedua 70% dan pada siklus ketiga 90%, aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah terjadi perubahan lebih baik dan sudah dikategorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh skor 2,6 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 2,9 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,50 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat dikatakan baik,dengan persentase 96,2% dari 26 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PREZI DENGAN MEDIA POSTER PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN 2 BANDA ACEH Mulia, Intan; Hasmunir, .; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5081

Abstract

Media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan membantu tugas guru dalam menyampaikan berbagai bahan dan materi pelajaran, Dengan adanya media pembelajaran, anak didik dapat belajar dengan mudah dan merasa senang dalam mengikuti pelajaran. Adapun beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran ialah media prezi dan media poster sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 263 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VII-1 sebanyak 40 siswa dan kelas VII-2 sebanyak 40 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 3,63 dan ttabel = 1,67 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 78, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media poster
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA KOLASE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP 18 BANDA ACEH Ikram, .; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5080

Abstract

Media belajar merupakan suatu alat bantu yang dapat ditangkap oleh pancaindera yang berisi pesan yang ingin disampaikan kepada siswa yang dapat digunakan oleh setiap orang dan berhubungan dengan materi ajar dengan fungsi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang membantu menjelaskan materi, adapun media pembelajaran yang dapat digunakan adalah audio visual dan kolase. Media audio visual dan Kolase memiliki kesamaan dalam penyajian materi sedangkan perbedaannya adalah media audio visual dapat menampilkan sesuatu yang detail dari benda yang bergerak sedangkan kolase menekankan pada indera penglihatan dan tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 152 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-3 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-4 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,31 yang lebih besar dari ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 0,05 dan dk = 58, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar IPS Terpadu yang menggunakan media pembelajaran Audio Visual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran kolase pada siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONCEPT MAPPING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Husnizar, Hendri; Hasmunir, .; Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5079

Abstract

Model pembelajaran cooperative concept mapping merupakan salah satu strategi yang dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa berfikir dalam membuat pemetaan konsep berkaitan dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok. Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran cooperative concept mapping berbantu media gambar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru; dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 16 siswa menjadi 20 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,50 berkatagori sedang menjadi 3,55 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar dapat dikatakan baik. 92 persen dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Nurasma, Cut; Kamaruddin, Thamrin; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5077

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IIS SMAN 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IIS SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 89 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IIS 1 sebanyak 29 siswa kelas XI-IIS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 1,5 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 52, artinya thitung ttabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Take And Give sama dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh
HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABAR Safitri, Ayu; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5075

Abstract

Hasil belajar merupakan tolak ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang hasil belajarnya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Hasil belajar Mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro belum sesuai dengan harapan, Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya minat baca siswa dan siswa belum memiliki motivasi belajar yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 102 siswa, sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai korelasi antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar R = 0,60. Untuk menyatakan apakah korelasi ini signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan ketentuan terima Ha jika Fhitung Ftabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil uji F yang diperoleh yaitu Fhitung = 18 dan Ftabel = 3,18, berarti Fhitung Ftabel. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Milda, Aswia; Hasmunir, .; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4998

Abstract

Model pembelajaran circuit learning merupakan salah satu strategi yang dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa mengembangkan kata-kata dengan bahasa mereka sendiri berkaitan dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok.Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar .Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar soal; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model circuit learning berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,56 berkatagori sedang menjadi 3,52 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon siswa,terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar dapat dikatakan baik. 92 persen dari 24 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran circuit learning berbantu media gambar siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUTA BARO Putra, Arifsah; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4995

Abstract

Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Adapun beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran picture and picture dan examples non examples yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran examples non examples pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran examples non examples pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 59 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VIII-A sebanyak 20 siswa dan kelas VIII-B sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,74 dan ttabel = 1,68 padataraf signifikansi 5% dengan dk = 37, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran examples non examples pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Baro
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN QUANTUM TEACHING DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Husna, Amalia; Hasmunir, .; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4994

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan perbandingan hasil belajar siswa dengan mengunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran REACT dan Quantum Teaching pada siswa SMP Negeri 8 Banda Aceh. Model pembelajaran REACT mengajarkan siswa untuk dapat mengaitkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki dengan langkah pembelajaran yang tercermin dari akronimnya yakni Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring. Model Quantum Teaching menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi siswa secara optimal melalui cara - cara yang mudah dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 174 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-5 sebanyak 22 siswa dan kelas VIII-8 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Terpadu dengan pokok bahasan keragaman sosial budaya sebagai modal dasar pembangunan nasional yang menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 4,77 lebih besar dari ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 41. Maka H0 ditolak dan Ha diterima
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS BUKU GURU IPS TERPADU EDISI REVISI 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH Maulana, Agus; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.4993

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif adalah model pembelajaran discovery-inquiry. Model ini merupakan salah satu dari tiga model yang disarankan dalam buku guru IPS Terpadu edisi revisi 2014 keluaran Kemendikbud dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran siswa akan dieksplorasi kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dipelajari, mulai dari mengamati video pembelajaran yang ditampilkan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan mempresentasikan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa ketika pembelajaran menggunakan model discovery-inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-4 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 70% (siklus I) menjadi 91% (siklus III). Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan keterlaksanaan model discovery-inquiry. Pada siklus I, terdapat 4 dari 11 aktivitas guru dan siswa yang masih belum sesuai. Kemudian pada siklus II, terdapat 2 dari 10 aktivitas yang masih belum sesuai. Lalu pada siklus III, hanya terdapat 1 aktivitas dari 12 aktivitas yang belum sesuai. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 2,66 kategori baik (siklus I), 2,98 kategori baik (Siklus II) dan meningkat menjadi 3,29 kategori baik (Siklus III). Respon siswa terhadap model pembelajaran discovery-inquiry dapat dikatakan baik, yaitu 94 persen dari 36 siswa mengatakan bahwa dengan belajar menggunakan model discovery-inquiry dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS Terpadu yang dipelajari