cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
KAJIAN SEMIOTIKA PERTUNJUKAN DRAMATISASI PUISI DENGAN JUDUL PERISAK Yusfiza, Melia; Ramdiana, Ramdiana; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31442

Abstract

ini berjudul Kajian Semiotika Pertunjukan Dramatisasi Puisi dengan Judul Perisak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana unsur artistik pada pertunjukan dramatisasi puisi berjudul perisak dengan kajian semiotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung pada tanda-tanda yang terdapat dalam unsur artistik pertunjukan dramatisasi puisi dengan perisak. Subjek pada penelitian ini adalah Ema Silvia, sebagai penulis naskah dan aktor dalam pertunjukan drama puisi dengan judul perisak. Objek penelitiannya adalah kajian semiotika pertunjukan dramatisasi puisi dengan judul perisak. Data diperoleh dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu, kemudian menyajikannya dalam bentuk diagram singkat dan akhirnya dilakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat unsur semiotika pada unsur-unsur artistik dalam pertunjukan dramatisasi puisi dengan judul perisak. Adapun unsur-unsur artistik tersebut berupa kostum, rias, properti, tangan, properti, dan tata cahaya yang dikaji menggunakan pendekatan semiotika. Kata Kunci : semiotika, dramatisasi, artistik
NILAI-NILAI PADA SYAIR TARI PHO DALAM TRADISI MANOE PUCOK DI DESA COT DARAT KABUPATEN ACEH BARAT Khairunnisa, Khairunnisa; Hartati, Tengku; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31441

Abstract

Penelitian dengan judul Nilai-Nilai Pada Syair Tari Pho Dalam Tradisi Manoe Pucok di Desa Cot Darat Kabupaten Aceh Barat, mengangkat tentang nilai yang terdapat pada syair tari Pho dalam tradisi Manoe Pucok. Dengan tujuan mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat pada tari Pho dalam tradisi Manoe Pucok. Subjek pada penelitian ini adalah salah satu anggota dan pelatih seni Tari Pho, dan objeknya adalah syair Tari Pho dalam tradisi Manoe Pucok. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data bersifat kualitatif, dengan analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis melibatkan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: (a) Tari Pho yang berkembang di Aceh bagian barat dan selatan. Kata Pho berasal dari kata peubae-po, peubae berarti meratoh atau meuratok. Tari Pho, ditarikan oleh wanita dalam jumlah genap 8-12 orang, mengiringi syair yang dilantunkan oleh seorang ceh. Pertunjukan tanpa musik, hanya syair sebagai iringan. Kostum penari berwarna hijau, kuning, merah dengan bordiran khas Aceh Barat, dilengkapi dengan songket dan selempang di dada. (b) Manoe Pucok di desa Cot Darat melakukan upacara pembersihan diri sebelum menempuh kehidupan baru. c) Syair tari Pho dalam tradisi Manoe Pucok di desa Cot Darat Kabupaten Aceh Barat, yaitu syair tradisi yang termasuk kategori seumapa karena dalam syairnya banyak mengandung petuah atau nasehat serta juga banyak terdapat nilai-nilai, baik nilai religi, moral, estetika, sosial dan budaya. Syair tari Pho secara keseluruhan mencerminkan nilai-nilai keagamaan, moral, estetika, sosial, dan budaya yang saling terkait. Keseluruhan lirik tidak dapat dipisahkan satu per satu, karena setiap bait mengandung nilai-nilai tersebut. Kata kunci: Nilai-Nilai, Syair, Tari Pho, Manoe Pucok
KAJIAN KOREOGRAFI TARI PETANI SAKA PADA SANGGAR KELAPA GADING DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Valencia, Jihan; Supadmi, Tri; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31440

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Petani Saka Pada Sanggar Kelapa Gading Di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana koreografi Tari Petani Saka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang proses kreatif, dan mengetahui koreografi yang meliputi aspek bentuk, teknik dan isi serta tenaga, ruang dan waktu yang digunakan serta ciri khas atau gaya Tari Petani Saka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik dan, triangulasi waktu. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan, verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Petani Saka diciptakan pada tahun 2017 oleh Rendy Permata Yuda. Bentuk koreografi tari Petani Saka SMA Negeri 7 Banda Aceh yaitu meliputi penari perempuan yang berjumlah 2 orang penari dengan bagian-bagian gerak yang meliputi 6 ragam gerak.Kata Kunci : kajian, koreografi, tari Petani Saka
PERKEMBANGAN BENTUK MOTIF BORDIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA BAET MESJID KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Alivia, Jihan; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31439

Abstract

Penelitian ini berjudul pengembangan bentuk motif bordir pada industri rumah tangga di desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Rumus masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bentuk motif bordir Aceh pada industri rumah tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan bentuk motif bordir pada industri rumah tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perkembangan bentuk pada motif bordir yang teliti, ada 8 motif bordir yang mengalami perubahan bentuk secara signifikan, motif-motifnya yaitu motif taloe ie (tali air), motif puta taloe (putar tali), motif batik kacang, motif batik surabaya ... awan meucanek (awan berarak), motif subang kertan, motif pintoe Aceh (pintu Aceh), motif pucoek reubong (pucuk rebung), motif pucok paku (pucuk pakis). Perubahan yang terjadi berbeda-beda pada tiap-tiap motif, pada motif taloe ie terdapat tiga kali, pada motif puta taloe terdapat satu kali, pada motif batik kacang terdapat tujuh kali, pada motif subang kertan terdapat empat kali, pada motif pucok reubong terdapat lima kali, pada motif awan meucanek terdapat enam kali, pada motif pintoe Aceh terdapat tiga kali, dan pada motif pucok paku terdapat dua kali perkembangan bentuk. Model tas yang dibuat juga beragam seperti tas keong, tas slempang, tas koper, dan dompet. Peralatan yang digunakan juga masih tergolong sederhana, pengrajin masih menggunakan mesin jahit manual yang perlu menggunakan tenaga kaki. Proses pembuatan karajinan bordir dikerjakan oleh empat orang pengrajin yang masih aktif hingga sekarang. Pengerjaan kerajinan dilakukan setiap hari dan sesuai dengan pesanan dari konsumen. Kata Kunci: Perkembangan, Bentuk motif, Bordir.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KEGIATAN EKSTARAKURIKULER SENI TARI TRADISIONAL (PENELITIAN DI SPMN 4 BANDA ACEH) Wardani, Hayatu; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31437

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Pendidikan Karakter Siswa melalui Internalisasi Nilai-nilai Berbasis Kearifan Lokal Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari Tradisional (Penelitian di SMPN 4 Banda Aceh). Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Seni Tari, dan siswa peserta ekstrakurikuler seni tari di SMPN 4 Banda Aceh. Objek penelitiannya adalah peran ekstrakurikuler seni tari tradisional dalam membentuk karakter siswa. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan proses internalisasi nilai budaya berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan seni tari Rapa'i melalui penghayatan dan pengamalan syair dan gerak tari yang diajarkan oleh guru kepada siswa. Berdasarkan hasil angket yang telah diperoleh dapat dihasilkan persentase dari nilai-nilai karakter tersebut menunjukkan karakter Religius memperoleh 93% sangat baik, 7% baik. Toleransi 76% sangat baik, 24% baik. Disiplin 76% sangat baik, 24% baik. Bersahabat/komunikatif 93% sangat baik. 7% baik. Cinta tanah air 86% sangat baik, 14% baik. Tanggung jawab 93% sangat baik, 7% baik. Kata Kunci: Ekstrakurikuler, kearifan lokal, pendidikan karakter.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTESKTUAL PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP IT MADRASATUL QURAN Humaira, Wahyuna; Selian, Rida Safuan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar pada pembelajaran seni budaya materi menggambar ilustrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain penelitian one group posttest pretest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP IT Madrasatul Qur'an. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua macam instrumen yaitu tes dan non tes. Tes meliputi tes hasil belajar dan non-tes meliputi lembar observasi aktivitas siswa dan angket respon siswa. Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan siswa antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan (treatment) digunakan uji-t pada taraf signifikan 0,05 setelah pengujian preparasi selesai, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 1) Pengingkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni rupa setelah menggunakan pendekatan eksperimen. lebih baik daripada sebelumnya menggunakan pendekatan kontesktual; 2) Aktivitas siswa berada pada kategori baik; 3) Sudut pandang siswa menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran melalui pendekatan kontekstual positif. Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran seni rupa terbukti dapat mempengaruhi hasil belajar pada siswa kelas 8 SMP IT Madrasatul Qur'an. Kata Kunci: Kontekstual, Seni Rupa, Efektivitas.
PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KESENIAN NANDONG DI SANGGAR SAFAKAT DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE Ulfa, Maryulan; Palawi, Ari; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31377

Abstract

Penelitian ini berjudul Perubahan Dan Keberlanjutan Kesenian Nandong Di Sanggar Safakat Desa Lugu Kabupaten Simeulue. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perubahan seni nandong dalam masyarakat Simeulue dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi serta keberlanjutannya saat ini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, subjek penelitian ini adalah ketua sanggar safakat Desa Lugu dan juga beberapa seniman nandong yang ada di Kabupaten Simeulue, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seni nandong yang akan dilihat perubahan apa yang terjadi dan bagaimana keberlanjutannya pada saat ini. . Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa perubahan yang terjadi pada senin nandong. Perubahan ini disebabkan adanya faktor internal dan juga faktor eksternal. Kurangnya minat kalangan muda terhadap kesenian nandong pada saat ini menjadi kekawatiran bagi keberlanjutan kesenian nandong. Adapun, beberapa upaya pengembangan yang dapat dilakukan untuk keberlanjutan seni nandong diantaranya adalah dikemas dalam bentuk hiburan pariwisata, disebarkan melalui media sosial, elektronik, dan cetak, kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah, serta pemeliharaan rutin yang diselenggarakan di kabupaten Simeulue. Kata Kunci : Perubahan, Keberlanjutan, Kesenian Nandong
KARAKTERISTIK BATIK DENGAN MOTIF DAERAH SUBULUSSALAM Chairunnisya, Hasna; Selian, Rida Safuan; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31376

Abstract

Batik merupakan warisan turun-temurun yang tersebar luas hampir di seluruh wilayah Indonesia, setiap daerah memiliki motif batik dengan ciri khas dan karakteristik yang membedakan dari setiap daerahnya. Subulussalam yang baru saja mengembangkan batik pasca tsunami, yang dimana pada daerah batik Subulussalam memiliki motif batik yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami karakteristik motif batik daerah Subulussalam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan instrumen human instrument dengan menggunakan 2 metode instrumen yaitu observasi partisipan dan wawancara terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa; Batik tulis pada daerah Subulussalam memiliki 3 ciri yaitu motif batik, penyusunan motif batik, dan pewarnaan pada motif batik; Terdapat 8 motif utama yang terdiri dari 6 motif flora seperti pohon kelapa sawit, buah salak, buah durian, daun sirih, buah pinang, dan bunga kenanga lalu 1 motif flora yaitu burung rangkong dan 1 motif geometris monumen tugu Subulussalam; motif yang dihasilkan dari daerah Subulussalam lebih menggambarkan tentang sumber daya alam dan sumber mata pencarian bagi masyarakat setempat; Motif pada batik Subulussalam lebih cenderung menggunakan susunan secara diagonal, horizontal, dan penyusunan secara penuh pada kain; Pewarnaan pada motif batik ini menggunakan warna yang disesuaikan dengan warna asli dari objek yang digambarkan, dan dikombinasikan dengan menggunakan warna khas daerah Subulussalam yaitu warna tabir (warna latar/warna latar belakang) yang terdiri dari 5 warna yaitu hitam, putih, merah, kuning, dan biru. hijau. Kata Kunci : Karakteristik motif batik. Batik. Motif batik daerah Subulussalam.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI KESUME GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Lihadi, Riva; Ismawan, Ismawan; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31372

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Struktur Gerak Tari Kesume Gayo Di Kabupaten Aceh Tengah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur gerak tari Kesume Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan struktur gerak tari Kesume Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Subjek pada penelitian ini adalah sanggar Pepilo Kabupaten Aceh Tengah sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah struktur gerak tari Kesume Gayo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dengan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu, kemudian menyajikannya dalam bentuk diagram singkat dan akhirnya dilakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Kesume Gayo terbentuk dari unsur-unsur tubuh yang membentuk suatu unsur gerak dari yang terkecil hingga yang terbesar, sehingga terbentuklah menjadi sebuah struktur tari. Tari Kesume Gayo terdiri dari 7 unsur kepala, 10 unsur badan, 41 unsur tangan, dan 16 unsur kaki. Tari Kesume Gayo juga terbagi menjadi 4 gugus gerak, 13 kalimat gerak, 47 frase gerak dan 333 motif gerak. motif yang menjadi kesatuan sehingga terbentuklah sebuah tari dalam Tari Kesume Gayo. Kata Kunci: Struktur, Gerak, Tari
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PADA MATERI SENI TARI KREASI DI KELAS XI MIA 2 DI SMA NEGERI 1 BAITUSSSALAM ACEH BESAR Astia, Rana; Zuriana, Cut; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31367

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pada Materi Tari Kreasi di Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Baitussalam. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan pembelajaran pada materi seni tari kreasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pada materi seni tari kreasi bagi siswa yang di ajarkan dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pembelajaran seni tari dengan menggunakan media audio visual dalam mata pelajaran seni budaya kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Baitussalam meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Proses pembelajaran di kelas, guru menggunakan media audio visual seperti Infocus, laptop, dan speaker, dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, metode demontrasi dan ceramah. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Terutama dalam kegiatan praktik atau demontrasi, dikarenakan siswa tidak hanya mendengar penjelasan dari guru akan tetapi juga dapat melihat, mendengar dan mempraktikkan langsung materi terkait. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai harian dan pemahaman siswa mengenai materi tari kreasi sebanyak 44 persen sesudah menggunakan media audio visual. Selain itu, siswa juga menjadi lebih aktif dan antusias dengan adanya penayangan foto maupun video serta mengurangi perilaku yang kurang baik seperti mengantuk saat pembelajaran berlangsung, keluar masuk kelas atau melakukan kegaduhan karena bosan.

Page 3 of 28 | Total Record : 278