cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
KAJIAN KOREOGRAFI MODERN DANCE DI KOMUNITAS OBLIVIATE DANCE BANDA ACEH Nurizka, Farah; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26291

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Koreorafi Modern Dance di Komunitas Obliviate Dance Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kajian Koreografi Modern Dance. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Koreografi Modern Dance. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian adalah koreografi serta pelatih Modern Dance, dan objek penelitian ini adalah Modern Dance. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, memaparkan data empirik dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modern Dance merupakan tari kreasi modern yang meliputi gerakm pola lantai, tata rias, tata busana dan iringan. Modern Dance ditarikan oleh 8 orang penari laki-laki. Modern Dance memiliki 8 ragam gerak sesuai dengan pergantian lagu. Busana yang digunakan pada Modern Dance adalah baju sport, tata rias yang digunakan adalah rias cantik simple. Pengiring Modern Dance adalah beberapa musik yang sudah ada lalu di remix. Secara keseluruhan Modern Dance bisa ditampilkan di ruangan terbuka maupun tertutup. Modern Dance adalah tari kreasi modern yang dibuat dari pengembangan tari-tari modern dari beberapa negara.Kata Kunci: Kajian Koreografi, Tari, Modern Dance
MINAT DAN BAKAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TEATER DI SMA NEGERI 1 BIREUEN Audina, Reka; Selian, Rida Safuan; Lindawati, lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26290

Abstract

Penelitian yang berjudul minat dan bakat siswa terhadap pembelajaran seni teater di SMA Negeri 1 Bireuen penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil persentase minat dan bakat siswa terhadap pembelajaran seni teater di SMA Negeri 1 Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bireuen tahun ajaran 2020/2021 terdiri atas empat kelas yang berjumlah 72 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, verivikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan minat dan bakat siswa SMA Negeri 1 Bireuen tersebut ditinjau dari lembar kuesioner. Berdasarkan hasil data penelitian maka diperoleh minat dan bakat siswa terhadap pembelajaran seni teater di SMA Negeri 1 Bireuen bahwa sebanyak 60,09%% siswa yang berminat dan berbakat pada seni teater dan 26,10% kurang berminat dan berbakat pada seni teater sedangkan 13,79% siswa tidak sama sekali berminat dan berbakat pada seni teater. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang berminat dan berbakat lebih banyak dibandingkan siswa yang tidak berminat dan bakat. Sedangkan hasil penilaian tes bakat pada siswa kelas XI yang berjumlah 4 (empat) kelas yaitu XI IPS A, XI IPS B, XI IPA B, dan XI IPA F yang sangat berbakat adalah 88,88% yang berbakat adalah 87,5% yang kurang berbakat adalah 72,22% dan tidak sama sekali berbakat adalah 47,22%.Kata kunci: minat, bakat, seni teater.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL GUEL DI SMA NEGERI 2 BANDAR Namira, Cindy; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26288

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya dilakukan guna menjawab permasalahan kendala apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran seni budaya kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Dengan menggunakan teori pembelajaran, kendala, minat, seni tari, tari tradisi, dan tari guel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala dalam pembelajaran seni budaya dan bagaimana pengembangan minat belajar seni budaya siswa kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya kendala dalam belajar seni budaya berasal dari 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya jasmani, minat dan bakat. Sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya dalam upaya pengembangan bakat tari tradisional guel SMAN 2 Bandar telah melakukan beberapa upaya, diantaranya terus memperbaharui metode belajar, memberikan fasilitas pendukung, Kemudian terkait dengan saran dari peneliti, peneliti berharap bahwasannya siswa terus menggali minat dan bakatnya dibidang tari tradisional agar dapat turut menjaga dan melestarikannya. Kemudian terkait dengan sekolah, peneliti berharapsekolah terus mendukung dan menunjang minat dan bakat dari siswa SMA Negeri 2 Bandar khsusnya dalam bidang tari tradisional guel.Kata Kunci : Kendala, Pembelajaran, Tari Tradisional Guel
KAJIAN FILOSOFI MOTIF RAGAM HIAS PADA PERANGKAT ADAT KEMATIAN DI DESA ALUE THO KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA Maulida, Putri; Supadmi, Tri; Lindawati, lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26276

Abstract

Penelitian yang berjudul Motif Ragam Hias pada Perangkat Adat Kematian di desa Alue Tho Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini bagaimana filosofi motif ragam hias yang terdapat pada tilam gulung dalam adat kematian di desa Alue Tho Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan filosofi motif ragam hias yang terdapat pada tilam gulung dalam perangkat adat kematian di desa Alue Tho Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ialah deskriptif dan Subjek penelitian ini adalah Yuliana sebagai pengayam tilam gulung di desa Alue Tho. Objek dalam penelitian ini adalah tilam gulung di desa Alue Tho Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan memverifikasikan data. Hasil penelitian menunjukkan nilai filosofi ragam hias pada motif tilam gulung di desa Alue Tho Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya adalah, Bungong Jeumpa (Keharuman), Bungong Keupula (Kesuburan), Bungong Seulanga (Keharuman), Bungong Aneuk Abik (Keharuman), Bungong Meulu (Kesucian), Pucok Reubong (Adat Istiadat), Pucok Paku (Keindahan), Taloe Meuputa (Penjaga Silahturahmi), Awan Si Oen (Keindahan).Kata Kunci: Motif Ragam Hias, Filosofi, Makna, Tilam Gulung
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN ANYAMAN BILI SEBAGAI INDUSTRI PENDUKUNG EKONOMI DI DESA MEUNASAH LAMGIREK KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR Indriana, Radilla; Ismawan, Ismawan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26254

Abstract

Penelitian yang berjudul "Proses Pembuatan Kerajinan Anyaman bili Sebagai Industri Pendukung Ekonomi di Desa Meunasah Lamgirek Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar" mengangkat masalah bagaimanakah Proses Pembuatan Kerajinan anyaman bili Sebagai Industri Pendukung Ekonomi di Desa Meunasah Lamgirek Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Pembuatan Kerajinan anyaman bili Sebagai Industri Pendukung Ekonomi di Desa Meunasah Lamgirek Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Nurbayani dan Nurhayati yang merupakan pengrajin anyaman bili di Desa Meunasah Lamgirek. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembuatan anyaman bili sebagai industri pendukung ekonomi di Desa Meunasah Lamgirek Kecamatan Lhoknga. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan induktif yang meliputi 3 langkah, yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Verifikasi data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan anyaman bili terdiri dari 4 tahap, yaitu: Pemisahan/Pengelupasan, Penjemuran, Pengasapan, dan Merangkai bentuk anyaman.Kata Kunci: Proses, Pembuatan, Anyaman Bili.
ANALISA UNSUR ESTETIKA TUGU TAUHID DI BUNDARA ULEE LHEUE-BANDA ACEH Zakiyanti, Zakiyanti; Ismawan, Ismawan; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i1.26253

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisa Unsur Estetika Tugu Tauhid Dibundaran Ulee Lheue-Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penlitian ini adalah bagaimanakah unsur estetika tugu tauhid di bundaran ulee lheue-Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Unsur estetika Tugu Tauhid Dibundraan Ulee Lheue. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini Gampong ulee lheue yang terletak di kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Provinsi Aceh, subjek penelitian adalah perancang atau desainer Tugu Tauhid dan pegawai Dinas PUPR Kota Banda Aceh dan objek penelitian adalah unsur bentuk, warna, tema, dan unsur motif hias pada Tugu Tauhid. Teknik pengumpulan data menggunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugu Tauhid dibundaran ulee lheue mempunyai 7 unsur Bentuk diantaranya yaitu, tetesan air, bulan sabit, 12 kelopak bunga, dalong, segitiga, ombak laut. Pada Tugu Tauhid terdapat 5 jenis pada bentuknya yakni, Lafaz Allah, Bunggong Seulanga, Kedua telapak Tangan Sedang Berdoa, Dalong, dan Ombak. Warna Tugu Tauhid, diantaranya warna merah, kuning, hijau,putih,hitam,dan coklat tortila. Tugu tauhid terdapat 7 Tema dalam 5 jenis pada tema, diantaranya Tetesan Air, Bulan Sabit, 12 kelopak bungong seulanga, Telapak tangan, Dalong Aceh, Segitiga pada dalong Aceh, dan Ombak laut. Motif Hias Tugu tauhid terdapat 3 Motif diantaranya, bungong layang-layang, oen ranup, dan bungong meucanek. Adanya Unsur Bentuk, Unsur Warna, Unsur Tema, dan Unsur Motif Hias pada keseluruhan Tugu Tauhid maka yang menjadi acuan penilaian Tugu Tauhid dibundaran ulee lheue-Banda Aceh Nilai Estetik Absolutisme bentuk penilaian sebuah karya seni yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar atau di ganggu gugat bentuk penilaian ini didasari pada konvensi atau bentuk aturan yang telah ditentukan.Kata Kunci : Tugu, Unsur Estetik, Nilai
APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP TARI LANDOK SAMPOT DI KECAMATAN KLUET TIMUR Sasrita, Bysmira; Hartati, Tengku; Lindawati, lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.26251

Abstract

Penelitian dengan judul Apresiasi Masyarakat terhadap Tari Landok Sampot di Kecamatan Kluet Timur. Mengangkat masalah bagaimana apresiasi masyarakat di Desa Lawe Sawah terhadap tari Landok Sampot di Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana apresiasi masyarakat di Desa Lawe Sawah terhadap tari Landok Sampot di Kecamatan Kluet Timur. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Lawe Sawah yang terdiri dari unsur: pegiat seni, pendidik, perangkat desa, dan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat di Kecamatan Kluet Timur masih sangat tinggi. Hasil angket menunjukkan bahwa 58,7% masyarakat tertarik dengan tari landok sampot, banyak masyarakat yang antusias dalam menyaksikan dan mendukung pertunjukan tari Landok Sampot. Apresiasi masyarakat terhadap tari ini juga sangat baik, tingkatan apresiasi termasuk pada tingkatan estetis.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL GUEL DI SMA NEGERI 2 BANDAR Namira, Cindy; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.24039

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya dilakukan guna menjawab permasalahan kendala apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran seni budaya kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Dengan menggunakan teori pembelajaran, kendala, minat, seni tari, tari tradisi, dan tari guel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala dalam pembelajaran seni budaya dan bagaimana pengembangan minat belajar seni budaya siswa kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya kendala dalam belajar seni budaya berasal dari 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya jasmani, minat dan bakat. Sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya dalam upaya pengembangan bakat tari tradisional guel SMAN 2 Bandar telah melakukan beberapa upaya, diantaranya terus memperbaharui metode belajar, memberikan fasilitas pendukung, Kemudian terkait dengan saran dari peneliti, peneliti berharap bahwasannya siswa terus menggali minat dan bakatnya dibidang tari tradisional agar dapat turut menjaga dan melestarikannya. Kemudian terkait dengan sekolah, peneliti berharapsekolah terus mendukung dan menunjang minat dan bakat dari siswa SMA Negeri 2 Bandar khsusnya dalam bidang tari tradisional guel.Kata Kunci : Kendala, Pembelajaran, Tari Tradisional Guel
NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM TRADISI SEUMAPA DI KABUPATEN PIDIE Sarah, Sarika; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i3.24037

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Nilai-nilai edukatif, tradisi Seumapa, seni tuturPenelitian ini berjudul "Nilai-Nilai Edukatif dalam Tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie" mengangkat masalah nilai-nilai edukatif/pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam tradisi Seumapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran rinci secara mendalam tentang nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Subjek dalam penelitian ini adalah Muhammad Husen dan Khairul Munir yang merupakan Syeh Seumapa yang ada di Kabupaten Pidie, dan 1 tokoh masyarakat yaitu Tarmizi selaku Keuchik Gampong Pante Crueng Tanjong. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga langkah: reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa tradisi Seumapa merupakan tradisi lisan berbalas pantun dalam acara perkawinan dan menjadi salah satu kesenian tradisional (seni tutur) yang berkembang di Kabupaten Pidie. Seni tutur tradisi Seumapa diwariskan secara turun temurun sebagai media komunikasi untuk menyampaikan maksud atau bertegur sapa antara kedua mempelai pengantin. Pada setiap syair Seumapa yang dituturkan mengandung nilai-nilai edukatif yang berguna bagi masyarakat dan juga sebagai bekal untuk pengantin dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai edukatif tersebut terdiri dari: nilai religius, nilai sosial, nilai moral, dan nilai estetika.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI POH KIPAH DI SANGGAR CUT MEUTIA MEULIGO KABUPATEN ACEH UTARA Zahara, Safrina; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.23610

Abstract

Pada penelitian tari Poh Kipah, permasalahan yang diangkat adalah Analisis Struktur Gerak Tari Poh Kipah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis struktur gerak tari Poh Kipah. Objek dalam penelitian ini adalah struktur gerak tari Poh Kipah. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini bersifat kualitatif, sehingga analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (a) Analisis struktur tari Poh Kipah berdasarkan gerak bagian tubuh meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, dan gerak kaki. Untuk memudahkan penganalisisan, maka gerak dibagi menjadi 2 yaitu gerak sebagai sikap dan sebagai pelaksana. Gerak sebagai unsur sikap meliputi 3 unsur sikap kepala, 3 unsur sikap badan, 5 unsur sikap tangan dan 8 unsur sikap kaki. Sedangkan gerak sebagai pelaksana meliputi 5 unsur gerak kepala, 8 unsur gerak badan, 31 unsur gerak tangan dan 11 unsur gerak kaki. (b) Sedangkan analisis struktur gerak tari Poh kipah terdiri atas 9 gugus gerak, 22 kalimat gerak, 98 frase gerak, dan 709 motif gerak. (c) Tata hubungan hirarkis gramatikal tari Poh kipah memiliki 709 motif, 98 frase, 22 kalimat dan 9 gugus gerak, Tata hubungan sitagmatis tari Poh kipah memiliki hubungan seperti mata rantai yang saling mengait dan tidak dapat dipisahkan yang terdapat pada gugus pertama.Tata hubungan paradigmatis dalam tari Poh kipah terdapat pada gugus pertama yaitu antar frase 8 dan 9, frase tersebut dapat dipertukarkan dan tidak mempengaruhi motif dan hubungan gerak yang lain jika tidak berubah keterkaitan pola gerak dengan iringannya

Page 6 of 28 | Total Record : 278