cover
Contact Name
Amaliyah Permata Sari
Contact Email
jsphkalimasadagroup@gmail.com
Phone
+62895355260424
Journal Mail Official
jsphkalimasadagroup@gmail.com
Editorial Address
Blok Kedung Gede RT/RW 13/003 Desa Bode Lor Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosial Politik Humaniora
Published by CV. Kalimasada Group
ISSN : -     EISSN : 30901456     DOI : https://doi.org/10.59966/jsph
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Sosial Politik Humaniora (JSPH) adalah jurnal akses terbuka multidisiplin skala nasional dengan kombinasi studi Sosial, Politik dan Humaniora. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses review yang ketat dan cepat untuk memenuhi standar kualitas jurnal. Secara khusus JSPH lebih banyak membahas topik Sumber Daya Manusia, Politik, Demokrasi, Kajian Masyarakat dan Sosial Ekonomi. JSPH juga mengatur relevansi kelayakan dan teks yang akan diterbitkan. JSPH terbit dari tahun 2024 dengan frekuensi terbit tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): April" : 10 Documents clear
Dampak Kebangkitan Populisme Terhadap Demokrasi di Indonesia Kasanova, Ria; Rudiyanto, Mohammad
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.913

Abstract

Populisme telah menjadi fenomena yang signifikan dalam politik kontemporer di Indonesia, dengan dampaknya yang kompleks terhadap demokrasi. Penelitian ini menginvestigasi kebangkitan populisme di Indonesia dan dampaknya terhadap proses dan hasil demokrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebangkitan populisme, termasuk ketidakpuasan masyarakat, korupsi, globalisasi, dan teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa populisme dapat meningkatkan partisipasi politik dan kesadaran masyarakat akan isu-isu politik, tetapi juga dapat memperkuat polarisasi sosial dan politik, melemahkan institusi demokrasi, dan menyebarkan informasi yang salah. Implikasi dari kebangkitan populisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia adalah perlunya keseimbangan yang hati-hati antara memperkuat partisipasi publik dan menjaga stabilitas institusi demokrasi. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk mengatasi dampak negatif populisme, termasuk meningkatkan literasi politik masyarakat, mengembangkan regulasi untuk mengatasi penyebaran informasi palsu di media sosial, dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memperkuat demokrasi di Indonesia dan menjaga keseimbangan antara partisipasi publik yang sehat dan stabilitas institusi demokrasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang dinamika populisme dan demokrasi di Indonesia.
Diseminasi Penyuluh Agama Islam Dalam Upaya Pencegahan Dan Peredaran Gelap Narkoba Kepada Siswa Dikecamatan Besitang mustafa, Mustafa
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan diseminasi penyuluh agama islam dalam upaya pencegahan dan peredaran gelap narkoba kepada siswa dikecamatan Besitang . Tujuan penelitian ini ialah sebagai edukasi kepada pembaca bahwa sosialisasi memiliki manfaat besar terhadap pencegahan narkoba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya  memaparkan fenomena-fenomena sosial yang sedang berkembang pada massa sekarang lalu di deskrispsikan. Hasil penelitian ini adalah pertama, sosialisasi kepada  remaja siswa dengan bahasa-bahasa agama dengan pendekatan persuasif dan humanis. Kedua, siswa melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti menghadiri ceramah di masjid atau dibalai-balai pengajian, olah raga dan juga mengasah  keterampilan dalam bidang seni. Ketiga, keluarga berperan melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya dan anggota keluarga lainnya.
Kerusakan Modal Sosial Pers Indonesia Akibat RUU Penyiaran: Analis Teori Bordieu Athaya Mustafa, Raihan; Saumantri, Theguh
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.972

Abstract

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengendalian kebebasan penyiaran dan pers yang selalu dipengaruhi oleh kekuatan politik dan sosial. Revisi Rancangan Undang-Undang Penyiaran (RUU Penyiaran) yang sedang berlangsung telah menjadi sumber kekhawatiran besar, khususnya di kalangan pers dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak RUU Penyiaran terhadap modal sosial pers Indonesia dengan menggunakan kerangka teori modal sosial Pierre Bourdieu. Bourdieu mendefinisikan modal sosial sebagai jaringan interaksi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Dalam konteks pers, modal sosial penting untuk membangun kredibilitas dan keindependenan jurnalistik. RUU Penyiaran menimbulkan kekhawatiran karena beberapa pasalnya berpotensi mengurangi independensi pers dan membatasi jurnalisme investigatif. Dengan konsep kekerasan simbolik Bourdieu, RUU ini dapat dilihat sebagai cara negara mengontrol media dan membatasi kebebasan pers, yang mengancam jaringan dan kepercayaan sebagai komponen modal sosial. Pembatasan ini berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap media dan merusak hubungan jurnalis dengan narasumbernya. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kebijakan yang mendukung kebebasan pers dan memperkuat modal sosial dalam industri penyiaran di Indonesia.
Sejarah Perkembangan Filsafat Ilmu Zulfikar; Marilang
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat merupakan proses berpikir secara mendalam dan juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh. Filsafat akan menggali hakikat ilmu yang tidak ada hentinya untuk mencapai sasaran yaitu kebenaran dan kenyataan. Kelahiran suatu ilmu tidak dapat dipisahkan dari peranan filsafat. Maka dengan mengulas sejarah kita akan mengetahui bagaimana perkembangan filsafat ilmu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau library research. Filsafat pertama kali muncul pada zaman Yunani kuno oleh Thales, yang mengatakan bahwa alam ini berasal dari air karena unsur terpenting bagi setiap makhluk hidup adalah air. Terdapat pula bebrapa ahli filsafat yang lain diantaranya, Heracelitos, permenides, Plato dan Aristolteles. Pada periode pertengan filsafat mengalami kemunduran diakibatkan adanya doktrin dari pihak gereja-gereja yang membatasi pemikiran-pemikiran para ilmuan kala itu. Filsafat kembali berkembang pada periode modern, seperti pemikiran rasionalisme, empirisme dan kritisme disamping itu ajaran-ajaran gereja memudar.
PERAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS SOSIAL Kusumawati, Rani; Abbas, Ngatmin; Azizah, Aulia
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran keluarga dan teman sebaya dalam pembentukan identitas dan perilaku sosial individu dalam Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan library research yaitu dengan menelaah sumber bacaan yang ada hubungannya dengan kajian yang di bahas. Pengumpulan data di lakukan dengan menelusuri buku-buku bacaan, jurnal ilmiah yang terbit di google scholar, digital library. Berdasarkan penjelasan yang sudah di paparkan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: faktor utama yang mempengaruhi pembentukan identitas individu adalah keluarga dan teman sebaya. Keluarga memiliki peranan utama dalam mengasuh individu, di segala norma dan etika yang berlaku didalam lingkungan masyarakat sedangkan teman sebaya didefinisikan sebagai kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang dengan usia, pendidikan atau status sosial yang serupa.
STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH SUARA DI PEMILU TAHUN 2024 (Studi Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung): STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH SUARA DI PEMILU TAHUN 2024 (Studi Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung) Rahayu, Anggun Vera; Rahayu, Nanda Putri; Wardani, Alfio Triana; Purnawati, Laily
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1497

Abstract

This journal examines the campaign strategies employed by the Gerindra Party in the 2024 elections in Tulungagung. The study aims to analyze the effectiveness of various approaches implemented by the party to garner support from the local electorate. Utilizing a qualitative methodology, the research involves interviews with party officials, analysis of campaign materials, and observation of grassroots activities. Key strategies identified include personalized outreach through community engagement, the use of social media platforms to amplify messages, and the focus on local issues that resonate with voters. Furthermore, the study highlights the importance of coalition-building with local organizations to enhance credibility and broaden the party's reach. This research contributes to the understanding of regional political dynamics and the evolving nature of campaign strategies in Indonesia.
Persepsi Masyarakat Terhadap Calon Incumbent Study Pilkada Di Kabupaten Trenggalek Khasanah, Roudhotul Uswatun; Yulianti, Cindy Khofifah; Nur Kumala, Mila; Purnawati, Laily
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1509

Abstract

In the 2024 District Head Election in Trenggalek Regency, two contenders will face off against blank ballots. What makes this candidate unique for Trenggalek Regency is that they have both served as Regent and Deputy Regent. The purpose of this research is to learn how voters in the Trenggalek Regency felt about the current regional office holders. This study applies the principle of rational action as out by Max Weber. The results of the Trenggalek Regency Election are consistent with Max Weber's notion of rational choice. This research is descriptive in nature and employs a qualitative methodology. Research on public perception of incumbent candidates in the Trenggalek Regency regional elections found that, on average, Trenggalek residents favor candidates with well-defined platforms and strong support for local initiatives. Additionally, residents of Trenggalek believe that the current incumbent has done an excellent job leading the regency in all areas of development, and they believe that the current defense should be re-elected for another five years. This research concludes that the public views incumbent candidates differently depending on their reputation, experience, and abilities.
Islam and Democracy: A Comparative Study Between the Islamic System of Governance and Modern Democracy: Islam dan Demokrasi: Studi Komparatif antara Sistem Pemerintahan Islam dan Demokrasi Modern Srimulyani, Ema; Nurhanisyah, Siti; Najmul Umam Assondani, Muhammad Mufti
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1511

Abstract

This study examines a comparison between the Islamic governance system and modern democracy, highlighting their fundamental principles, governance structures, and implementation in state affairs. The Islamic governance system is based on the Qur'an and Sunnah, emphasizing justice, consultation (shura), and trustworthy leadership, while modern democracy is founded on popular sovereignty, individual freedom, and the rule of law. A key difference lies in the source of power legitimacy: in Islam, legitimacy stems from divine revelation and Sharia law, whereas in modern democracy, it derives from the people's will, expressed through electoral mechanisms. Nevertheless, both systems share commonalities, such as prioritizing public participation and striving for social justice. This study also explores how these systems are applied in various countries, encompassing both theocratic governments and secular democracies. The findings reveal that Islamic values can be integrated into the framework of modern democracy to establish more inclusive, ethical, and contextually relevant governance. This research aims to provide valuable insights into the relationship between Islam and democracy while inspiring the developmentof governance systems that are more just and aligned with contemporary global challenges.
ISLAM LIBERAL DAN KESETARAAN GENDER: REINTERPRETASI PERSPEKTIF AL-QUR'AN DALAM MENJAWAB TANTANGAN KONTEMPORER Triana, Agis Nita; Qurrotunnisa, Awalia; Najmul Umam, Muhammad Mufti
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1514

Abstract

The issue of gender equality continues to be an important issue in social and religious discourse, especially in the context of Islamic society. Patriarchal interpretations of religious teachings are often considered to reinforce gender inequality, which leads to discrimination against women in various spheres of life. However, Liberal Islam seeks to overhaul this paradigm through a more inclusive and contextual reinterpretation of Qur'anic verses. This research aims to explore how Liberal Islamic thought provides an alternative in understanding the concept of gender equality in Islam. Using a qualitative method based on text analysis, this research examines the reinterpretation of QS. An-Nisa: 34, which is often considered to support male superiority over women. The results show that reinterpretation based on the values of justice and humanity can correct the gender bias that has dominated the understanding of the text. Liberal Islam proposes a model of equal relations between men and women, both in the domestic and public spheres, while still based on the principles of the Qur'an. This approach is expected to provide solutions to modern social challenges and strengthen the universal values of Islam as rahmatan lil 'alamin
Principles of Politics in Islam Based on the Qur'an and Their Application During the Caliphate Era: Prinsip-Prinsip Politik Dalam Islam Berdasarkan Al-Qur’an Dan Penerapan Pada Masa Kekhalifahan Ambiya, Lulu Nurul; Nur Rohman, Ilham; Najmul Umam Assondani, Muhammad Mufti
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.1515

Abstract

This research examines the political principles of Islam based on the teachings of the Qur'an and their application during the reign of the Khulafaur Rashidin. Values such as justice, deliberation, equality before the law and social welfare are the main pillars of the Islamic political system. The article also reviews the implementation of politics by the four caliphs, namely Abu Bakr, Umar bin Khattab, Uthman bin Affan, and Ali bin Abi Talib, highlighting the successes, challenges, and policies they implemented in leading the people. This study confirms that politics in Islam is not only centred on power, but also prioritises the implementation of sharia, the creation of peace, and the improvement of people's welfare.

Page 1 of 1 | Total Record : 10