cover
Contact Name
Rudi Tri Matono
Contact Email
lppm@rajekwesi.ac.id
Phone
+62353-882197
Journal Mail Official
lppm@rajekwesi.ac.id
Editorial Address
Jl. KHR. Moch. Rosyid KM. 05 Ngumpakdalem, Dander - Bojonegoro 62171 Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH KESEHATAN
ISSN : 27224694     EISSN : 2722497X     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan yang diterbitkan oleh E-journal Rajekwesi. Jurnal ini merupakan publikasi ilmiah yang berfokus pada bidang kesehatan dan mencakup berbagai program studi, termasuk: Farmasi Teknologi Bank Darah Keperawatan Kebidanan Jurnal ini berafiliasi dengan Akademi Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro dan telah beroperasi sejak tahun 2011. Domain baru untuk jurnal ini adalah ejournal2.rajekwesi.ac.id
Articles 37 Documents
EKSPLORASI KEPATUHAN ANTENATAL CARE DITINJAU DARI TEORI HEALTH BELIEF MODEL: A Health Belief Model–Based Exploration Of Antenatal Care Compliance Rahmawati; Patonah, Siti; Azizah, Fidrotin; Muhammad Daud, Imtihan; Nuryanti, Titik; Sulistya Rahayu, Rining
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan antenatal care (ANC) merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan pencegahan komplikasi kehamilan. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada masalah ketidakpatuhan ANC, sementara kajian yang mengeksplorasi kondisi kepatuhan optimal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepatuhan ANC ditinjau dari teori Health Belief Model (HBM) pada ibu hamil di Desa Sumbertlaseh, Kabupaten Bojonegoro, yang menunjukkan tingkat kepatuhan ANC sebesar 100%. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dengan pendekatan survei. Seluruh ibu hamil yang berjumlah 24 orang dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konstruk HBM yang meliputi persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, cues to action, dan efikasi diri, serta data kepatuhan ANC berdasarkan catatan kunjungan pada buku KIA sesuai standar WHO 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil patuh menjalani ANC, dengan seluruh konstruk HBM berada pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan ANC yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, tetapi juga oleh persepsi manfaat, efikasi diri, dan dukungan lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif berbasis HBM dalam mempertahankan dan mereplikasi kepatuhan ANC di masyarakat. Kata kunci: Antenatal care, kepatuhan, Health Belief Model, ibu hamil ABSTRACT Antenatal care (ANC) compliance is a key indicator in improving maternal health and preventing pregnancy complications. Most previous studies have focused on non-compliance, while limited attention has been given to contexts with optimal adherence. This study aimed to explore ANC compliance from the Health Belief Model (HBM) perspective among pregnant women in Sumbertlaseh Village, Bojonegoro Regency, where ANC compliance reached 100%. A descriptive exploratory design with a survey approach was employed. All 24 pregnant women in the village were included as respondents. Data were collected using an HBM-based questionnaire covering perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, and self-efficacy, along with ANC compliance data obtained from maternal health records based on the WHO 2016 standard. The results showed that all pregnant women were fully compliant with ANC visits, and all HBM constructs were categorized as moderate to high. These findings suggest that optimal ANC compliance is not solely driven by perceived susceptibility but is strongly influenced by perceived benefits, self-efficacy, and supportive environmental cues. This study highlights the relevance of HBM-based promotive strategies in sustaining and replicating high ANC compliance in community settings. Keywords: Antenatal care, compliance, Health Belief Model, pregnant women
DUKUNGAN KELUARGA TENTANG SUPLEMENTASI (FE) TERHADAP ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI STIKES RAJEKWESI BOJONEGORO: Family Support on Iron (Fe) Supplementation for Anemia among Adolescent Girls at STIKES Rajekwesi Bojonegoro. Azizah, Nur; Arsita Sari, Suci; Lestari, Puji; Hidayah, Waqidil
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Anemia merupakan kondisi dimana kadar Hb <12 g/dl terutama pada remaja putri. Anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi tidak normal (2x sebulankarena setiap bulannya mengalami haid yang berdampak kuangnya asupan zat besi dalam darah sebagai pemicu anemia. Suplementasi Fe adalah salah satu cara alternatif untuk menanggulangi anemia dukungan keluarga menjadi salah satu hal yang penting untuk memastikan remaja mengkonsumsi suplementasi Tujuan: penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga tentang suplementasi Fe terhadap anemia pada remaja Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Sampel adalah Mahasiswa Putri STIKes Rajekwesi Bojonegoro yang diambil secara random sampling sejumlah 45 orang yang kemudian dilakukan pengumpulan data terkait dukungan keluarga dan kejadian anemia. Hasil:setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan uji Chi-square p value 0.304 > alpha (0.05). Simpulan: Dukungan keluarga tidak berpengaruh terhadap kejadian anemia pada mahasiswa putri STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Suplementasi Fe, Anemia. Abstract Background: Anemia is a condition where the Hb level is <12 g/dl, especially in adolescent girls. Anemia in teenage girls is caused by an abnormal menstrual cycle (twice a month, because every month they experience menstruation which results in insufficient iron intake in the blood which triggers anemia. Fe supplementation is an alternative way to overcome anemia. Family support is one of the important things to ensure that teenagers consuming supplementation Objective: this study aims to determine the effect of family support regarding Fe supplementation on anemia in adolescents. Method: This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The sample was female students from High School Of Science Rajekwesi Bojonegoro who were taken by random sampling of 45 people and then collected. data related to family support and the incidence of anemia. Results: after analyzing the data using the Chi-square test, p value 0.304 > alpha (0.05). Conclusion: Family support has no effect on the incidence of anemia in female students at STIKes Rajekwesi Bojonegoro. The results of this research will be published in an accredited national journal. Keywords: Family Support, Fe Supplementation, Anemia
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI DUSUN PEKUWON KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO: The Relationship between Motivation and Attendance of Older Adults at Elderly Integrated Health Posts: A Cross-Sectional Study in a Rural Community Muslima Isnanda Putri, Evita; Patonah, Siti; Nurista Sari, Arnanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Posyandu lansia merupakan bentuk peran serta masyarakat lansia dalam upaya bidang kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sehingga dalam pemanfaatannya diperlukan motivasi untuk menggerakkan lansia menghadiri posyandu lansia. Fenomena yang ditemukan di Dusun Pekuwon yaitu rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan motivasi dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia di Dusun Pekuwon Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi lansia yang terdaftar di posyandu lansia di Dusun Pekuwon Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro bulan Mei tahun 2022 sebanyak 80 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner dan observasi, kemudian dilakukan pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan cross tabel. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 lansia yang memiliki motivasi lemah, mayoritas kunjungan lansia ke posyandu tidak aktif sebesar 56 orang (93,3%). Dari 20 lansia yang memiliki motivasi sedang, sebagian besar kunjungan lansia ke posyandu aktif sebesar 17 orang (85,0%). Kesimpulan penelitian ada hubungan motivasi dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia di Dusun Pekuwon Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Hendaknya responden lansia tetap melakukan kunjungan ke posyandu lansia agar kesehatan dapat terkontrol baik, keluarga hendaknya sukarela meluangkan waktu mengantar lansia ke posyandu lansia.. Kata Kunci : Motivasi; Kunjungan posyandu; Lansia ABSTRACT Elderly integrated health posts (Posyandu Lansia) represent a form of community participation aimed at promoting optimal health status among older adults. Effective utilization of these services requires adequate motivation to encourage older adults to attend regularly. A phenomenon observed in Pekuwon Hamlet is the low attendance of older adults at the elderly integrated health post. This study aimed to analyze the relationship between motivation and attendance of older adults at the elderly integrated health post in Pekuwon Hamlet, Pekuwon Village, Sumberrejo District, Bojonegoro Regency. This study employed an analytic method with a cross-sectional design. The population consisted of all older adults registered at the elderly integrated health post in Pekuwon Hamlet in May 2022, totaling 80 individuals, and total sampling was applied. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Data processing included editing, coding, scoring, and tabulation, followed by analysis using cross-tabulation. The results showed that among 60 older adults with low motivation, the majority were inactive in attending the elderly integrated health post (56 respondents; 93.3%). In contrast, among 20 older adults with moderate motivation, most were active attendees (17 respondents; 85.0%). In conclusion, there was a significant relationship between motivation and attendance of older adults at the elderly integrated health post in Pekuwon Hamlet, Pekuwon Village, Sumberrejo District, Bojonegoro Regency. Older adults are encouraged to maintain regular attendance at the elderly integrated health post to ensure proper health monitoring, while family members are expected to willingly allocate time to accompany older adults to these services. Keywords: Motivation; Elderly integrated health post attendance; Older adults
EDUKASI KEPADA MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA SENAM LANSIA DI DESA TULUNGAGUNG, KECAMATAN BAURENO, KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2025: Community Education on the Importance of Elderly Exercise in Tulungagung Village, Baureno District, Bojonegoro Regency, 2025 Luluk, Sri; Hidayah, Waqidil; indri fajriyah, ihsanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami penurunan fungsi fisik dan kesehatan seiring bertambahnya usia. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan lansia adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti senam lansia. Namun, masih banyak lansia yang belum memahami pentingnya senam lansia dalam menjaga kebugaran dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, mengenai manfaat senam lansia. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam lansia, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme lansia terhadap pelaksanaan senam lansia secara rutin. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pola hidup sehat dan aktif pada lansia. Kata kunci : senam lansia, edukasi kesehatan, pengabdian kepada masyarakat, Desa Tulungagung Abstract The elderly are an age group that experiences a decline in physical function and health as part of the aging process. One effort to maintain the health of the elderly is engaging in regular physical activity, such as elderly exercise. However, many elderly individuals still lack awareness of the importance of elderly exercise in maintaining physical fitness and quality of life. This community service activity was conducted in Tulungagung Village, Baureno District, Bojonegoro Regency in 2025, with the aim of increasing community knowledge and awareness, particularly among the elderly, regarding the benefits of elderly exercise. The methods used included health education, elderly exercise demonstrations, and interactive discussions and question-and-answer sessions. The results showed an improvement in the elderly’s understanding and enthusiasm toward regularly performing elderly exercise. This activity is expected to serve as an initial step in fostering a healthy and active lifestyle among the elderly. Keywords : elderly exercise, health education, community service, Tulungagung Village
PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI BUKU KIA DAN DEMONSTRASI SENAM HAMIL UNTUK KESIAPAN PERSALINAN DI DESA BULU: Support for Pregnant Women through KIA Book Education and Pregnancy Exercise Demonstrations for Childbirth Readiness in Bulu Village Pinandia Sustamy, Raffiky; Zuli Oktavia, Eva; Suharti; Ihsanti; Yuliana, Prita; choirunnisa, Aulia; Nurlaily, Mifta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia dan memerlukan upaya berkelanjutan melalui pendekatan promotif dan preventif. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya AKI adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan serta kesiapan fisik dan mental menjelang persalinan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil melalui pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta pelatihan senam hamil sebagai upaya persiapan persalinan yang aman dan optimal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang isi dan manfaat Buku KIA, demonstrasi senam hamil, serta pendampingan langsung dalam penggunaan Buku KIA sebagai sumber informasi kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Desa Bulu dengan sasaran sebanyak 15 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan skor pre-test dari 60% menjadi 90% pada post-test. Selain itu, ibu hamil mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan gerakan senam hamil secara mandiri dan benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan terpadu melalui edukasi Buku KIA dan latihan fisik senam hamil efektif dalam meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil dalam menghadapi persalinan.. Kata Kunci : Angka Kematian Ibu; Buku KIA; Senam hamil; ABSTRACT Maternal Mortality Rate (MMR) remains a major public health challenge in Indonesia and requires continuous efforts through promotive and preventive approaches. One of the contributing factors to high MMR is the lack of maternal knowledge regarding danger signs during pregnancy and inadequate physical preparation for childbirth. This community service activity aimed to improve pregnant women’s knowledge and skills through the utilization of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and pregnancy exercise training as part of childbirth preparation. The methods included interactive health education, demonstration of pregnancy exercises, and direct assistance in using the MCH Handbook as a health information guide. The activity was conducted at the Posyandu in Bulu Village and involved 15 pregnant women. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, indicated by an improvement in pre-test scores from 60% to 90% in the post-test. In addition, participants demonstrated improved skills and confidence in independently performing pregnancy exercise movements correctly. In conclusion, integrated assistance combining education on the MCH Handbook and pregnancy exercise training effectively enhances both mental and physical readiness of pregnant women in facing childbirth. Keywords: Maternal mortality; MCH Handbook; Pregnancy exercise
PENGARUH AROMATERAPHY LEMON TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI MUAL MUNTAH IBU HAMIL TM 1 DI DESA SUMBER TLASEH BOJONEGORO TAHUN 2025: THE EFFECT LEMON AROMATHERAPY ON REDUCING THE FREQUENCY OF NAUSEA AND VOMITING IN PREGNANT WOMEN IN THE 1ST TEMPO IN BAURENO VILLAGE, BOJONEGORO IN 2025 Zuli Oktavia, Eva; Pinandia Sustamy, Raffiky; Suharti; Yuliana Irnawati , Prita; choirunnisa, Aulia; Nur Kholifah, Liliana; ihsanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Emesis gravidarum merupakan keluhan fisiologis yang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan dan ditandai dengan mual serta muntah yang dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron, serta perubahan sistem saraf pusat. Jika tidak ditangani dengan baik, emesis gravidarum dapat menurunkan asupan nutrisi dan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di Desa Sumber Tlaseh, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 19 ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lemon melalui inhalasi. Frekuensi mual dan muntah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata frekuensi mual muntah dari 9,23 kali menjadi 5,13 kali per hari dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi lemon efektif dalam menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Kata Kunci : Emesis gravidarum; Aromaterapi lemon; Ibu hamil trimester pertama ABSTRACT Emesis gravidarum is a common physiological condition occurring in the first trimester of pregnancy and is characterized by nausea and vomiting that may interfere with daily activities of pregnant women. This condition is influenced by increased levels of human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, and progesterone, as well as changes in the central nervous system. If not properly managed, emesis gravidarum may reduce nutritional intake and negatively affect maternal and fetal health. One non-pharmacological therapy that can be applied is lemon aromatherapy. This study aimed to analyze the effect of lemon aromatherapy on reducing the frequency of nausea and vomiting in first-trimester pregnant women in Sumber Tlaseh Village, Bojonegoro Regency. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 19 pregnant women experiencing emesis gravidarum, selected using purposive sampling. The intervention was administered through inhalation of lemon aromatherapy. The frequency of nausea and vomiting was measured before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant decrease in the mean frequency of nausea and vomiting from 9.23 to 5.13 times per day, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). In conclusion, lemon aromatherapy is effective in reducing the frequency of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. Keywords : Emesis gravidarum; Lemon aromatherapy; First-trimester pregnancy
Efektivitas Inhalasi Uap Aromaterapi Eucalyptus terhadap Penurunan Sesak Napas pada Pasien Tuberkulosis Paru: Case Report: A Health Belief Model–Based Exploration Of Antenatal Care Compliance Puji Astuti, Retno; Reza Ajeng Issa Putri, Novika; Mujizah, Khikmatul; Wildania Husna, Innani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan sering menimbulkan gangguan pernapasan, salah satunya sesak napas akibat proses inflamasi, peningkatan sekret, serta kerusakan jaringan paru. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer adalah inhalasi uap aromaterapi eucalyptus. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas inhalasi uap aromaterapi eucalyptus terhadap penurunan sesak napas pada pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini menggunakan desain case report dengan satu responden pasien Tuberkulosis Paru yang mengalami masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi berupa inhalasi uap aromaterapi eucalyptus diberikan selama 3 hari, satu kali sehari dengan durasi 3 menit. Parameter yang diamati meliputi respiratory rate dan saturasi oksigen (SpO₂) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan status pernapasan setelah pemberian intervensi. Sebelum intervensi, pasien mengalami penurunan saturasi oksigen sebesar 90% dan respiratory rate meningkat. Setelah pemberian inhalasi uap aromaterapi eucalyptus, terjadi peningkatan saturasi oksigen hingga 98–99% serta penurunan respiratory rate hingga berada dalam batas normal pada hari kedua dan ketiga intervensi. Inhalasi uap aromaterapi eucalyptus efektif dalam membantu menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien tuberkulosis paru. Kata kunci: tuberkulosis paru, sesak napas, inhalasi uap, eucalyptus ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and often results in respiratory disorders, including shortness of breath due to inflammatory processes, increased secretion, and lung tissue damage. This condition may lead to the nursing problem of ineffective breathing pattern. One non-pharmacological intervention that can be used as a complementary therapy is eucalyptus aromatherapy steam inhalation. This study aimed to determine the effectiveness of eucalyptus aromatherapy steam inhalation in reducing shortness of breath in patients with pulmonary tuberculosis. This study employed a case report design involving one patient with pulmonary tuberculosis who experienced an ineffective breathing pattern. The intervention consisted of eucalyptus aromatherapy steam inhalation administered once daily for three consecutive days, with a duration of 3 minutes per session. The observed parameters included respiratory rate and oxygen saturation (SpO₂) before and after the intervention. The results showed an improvement in respiratory status following the intervention. Prior to the intervention, the patient experienced decreased oxygen saturation at 90% and an increased respiratory rate. After the administration of eucalyptus aromatherapy steam inhalation, oxygen saturation increased to 98–99%, and the respiratory rate decreased to within normal limits on the second and third days of intervention. Eucalyptus aromatherapy steam inhalation was effective in reducing shortness of breath and improving the breathing pattern in patients with pulmonary tuberculosis. Keywords: pulmonary tuberculosis, shortness of breath, steam inhalation, eucalyptus

Page 4 of 4 | Total Record : 37