cover
Contact Name
Rudi Tri Matono
Contact Email
lppm@rajekwesi.ac.id
Phone
+62353-882197
Journal Mail Official
lppm@rajekwesi.ac.id
Editorial Address
Jl. KHR. Moch. Rosyid KM. 05 Ngumpakdalem, Dander - Bojonegoro 62171 Bojonegoro, Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH KESEHATAN
ISSN : 27224694     EISSN : 2722497X     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan yang diterbitkan oleh E-journal Rajekwesi. Jurnal ini merupakan publikasi ilmiah yang berfokus pada bidang kesehatan dan mencakup berbagai program studi, termasuk: Farmasi Teknologi Bank Darah Keperawatan Kebidanan Jurnal ini berafiliasi dengan Akademi Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro dan telah beroperasi sejak tahun 2011. Domain baru untuk jurnal ini adalah ejournal2.rajekwesi.ac.id
Articles 37 Documents
FAKTOR RISIKO TERJADINYA PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMAYANG: RISK FACTORS OF PNEUMONIA IN UNDER-FIVES IN THE WORKING AREA OF THE TEMAYANG HEALTH CENTER Rahmawati; Agung Susanti, Dwi; Lhosa Wahida, Triya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pneumonia dapat terjadi pada semua kelompok umur, akan tetapi kematian akibat penyakit ini paling banyak terjadi pada bayi dan balita Tingginya prevalensi pneumonia pada anak bawah dua tahun (baduta) menunjukkan bahwa masalah tersebut sangat penting untuk segera diatasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor risiko terjadinya pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas Temayang 2023. Desain penelitian deskriptif. Populasi ibu yang memiliki balita penderita pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Temayang pada bulan Januari sampai Maret tahun 2023 sebanyak 41 orang, sampel 41 responden, pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner kemudian di editing, coding, scoring dan tabulating selanjutnya ditentukan prosentasenya. Dari hasil penelitian sebagian besar pemberian ASI dalam kategori ASI eksklusif sebesar 37 orang (90,2%), seluruhnya ada polusi udara sebesar 41 orang (100,0%), lebih dari sebagian kepadatan hunia dalam kategori beresiko sebesar 25 orang (61,0%). Kesimpulannya sebagian besar pemberian ASI dalam kategori ASI eksklusif, seluruhnya ada polusi udara, lebih dari sebagian kepadatan hunia dalam kategori beresiko. Diharapkan mengurangi kebiasaan merokok di dalam ruangan, mengurangi penggunaan obat nyamuk yang berlebihan dan tidak membakar sampah rumah secara teratur. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Polusi Udara dan Kepadatan Hunian, Pneumonia ABSTRACT Pneumonia can occur in all age groups, but most deaths from this disease occur in infants and toddlers. The high prevalence of pneumonia in children under two years (baduta) indicates that this problem is very important to be addressed immediately. The aim of the study was to identify risk factors for pneumonia in toddlers in the working area of ​​the 2023 Temayang Public Health Center. Descriptive research design. The population of mothers with toddlers with pneumonia in the working area of ​​the Temayang Health Center from January to March 2023 was 41 people, a sample of 41 respondents, the sample was taken using a purposive sampling technique. Data collection using questionnaire sheets was then edited, coding, scoring and tabulating, then the percentage was determined. From the results of the study, most of the giving breast milk was in the exclusive breastfeeding category of 37 people (90.2%), in total there was air pollution of 41 people (100.0%), more than half of the population density in the risk category was 25 people (61.0%). In conclusion, most of the giving breast milk is in the exclusive breastfeeding category, all of it is air pollution, more than part of the population density is in the risk category. It is expected to reduce smoking habits indoors, reduce the excessive use of mosquito coils and not burn household waste regularly. Keywords: Exclusive breastfeeding, Air Pollution and Occupational Density, Pneumonia
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL70% DAUN BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill): Formulation of Peel-Off Gel Mask Containing 70% Ethanol Extract of Avocado Leaves (Persea americana Mill.) Nurkhofifah, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masker wajah peel-off merupakan salah satu produk perawatan wajah yang populer karena mudah diaplikasikan dan memberikan efek perawatan kulit yang baik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu mencegah dan memperlambat kerusakan kulit akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan masker gel peel-off yang mengandung ekstrak etanol daun alpukat dengan variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) dan hidroksipropil metilselulosa (HPMC), menentukan formulasi terbaik, serta mengevaluasi kesesuaian mutu sediaan dengan standar yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun alpukat diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan masker gel peel-off diformulasikan menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi PVA dan HPMC. Evaluasi sediaan dilakukan selama satu minggu meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan menjadi masker gel peel-off. Di antara ketiga formula yang diuji, Formula 2 (F2) menunjukkan karakteristik fisik dan stabilitas terbaik serta memenuhi standar mutu sediaan kosmetik. Secara keseluruhan, ekstrak etanol 70% daun alpukat (Persea americana Mill.) berpotensi dikembangkan menjadi masker gel peel-off yang stabil dengan variasi konsentrasi PVA dan HPMC yang sesuai. Kata Kunci : Ekstrak daun alpukat; Persea americana Mill.; PVA; HPMC; masker gel peel-off Abstract Peel off facial masks are a popular type of facial treatment, and are easy to apply. Avocado leaves (Persea americana Mill) have antioxidant properties that help prevent and delay the development of various diseases caused by oxidative stress. To make a peel off gel mask formulation with ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) with varying concentrations of PVA and HPMC, to find out the formulation for a peel off gel mask with ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) has good properties and to find out the evaluation of the ethanol extract peel off gel mask from avocado leaves (Persea americana Mill) meets the standards. This research is experimental research with aims to make an avocado leaf extract formulation. Avocado leaf extract is made using the maceration method. The peel off gel mask preparation is made in 3 formulas with varying concentrations of PVA and HPMC. The peel off gel mask preparation of ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) was evaluated for 1 week including organoleptic, homogeneity test, pH test, spreadability test, viscosity test, and drying time test. From the research results, avocado leaf extract can be formulated into a peel-off gel mask. The peel off gel mask in F2 is the best preparation and is quite stable. 70% ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) can be made into a peel-off gel mask that is stable at varying concentrations of PVA and HPMC. Keywords: avocado leaf extract, Persea americana Mill, PVA, HPMC, peel off gel mask
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA SISWA DI SMK NEGERI I NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO: THE RELATIONSHIP OF EATING PATTERN WITH GASTROESOPHAGEAL INCIDENCEREFLUX DISEASE(GERD) IN STUDENTS AT SMK NEGERI I NGASEM, BOJONEGORO DISTRICT Mulyani, Sri; Muslima Isnanda Putri, Evita; Dwi Oktavia Cahyani, Indri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pola dan gaya hidup remaja sangat mempengaruhi kesehatannya seringkali, kegiatan sehari-hari yang sibuk membuat remaja terpaksa mengesampingkan pola hidup yang sehat. Hal ini dapat mengganggu pola makan dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) Tujuan penelitian menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada siswa di SMK Negeri I Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa kelas XII di SMK Negeri I Ngasem Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 sebanyak 305 anak, sampel 74 responden dengan teknik purposional random sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner FFQ dan kuesioner GERD-Q, kemudian dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian pola makan siswa kelas XII kurang sebanyak 58 responden (78,4%), kejadian GERD sebanyak 48 responden (64,9%) dan hasil uji statistik ρ value = 0,000 H0 ditolak. Kesimpulan penelitian ada hubungan pola makan dengan kejadian GERD pada siswa kelas XII. Peraturan pola makan pada remaja sekolah dengan melakukan sarapan pagi sebelum jam 10.00 pagi dan memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang dan dukungan orang tua dalam menyiapkan sarapan untuk anak dan juga menyiapkan bekal sehata. Kata Kunci: Pola Makan, Siswa, GERD ABSTRACT The patterns and lifestyle of adolescents greatly affect their health. Often, busy daily activities make people forced to put aside a healthy lifestyle. This can interfere with eating patterns and cause health problems, such as GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). The aim of the study was to analyze the relationship between diet and the incidence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in students at SMK Negeri I Ngasem, Bojonegoro Regency. This study used an analytic method with a cross-sectional approach. The population of all class XII students at SMK Negeri I Ngasem, Bojonegoro Regency in 2023 was 305 children, a sample of 74 respondents using a stratified random sampling technique. The instruments used were FFQ questionnaire sheets and GERD-Q questionnaires, and then data processing was carried out through editing, coding, scoring tabulating, and data analysis with the Chi-Square test. The results of the research on the eating patterns of class XII students were less by 58 respondents (78.4%), the incidence of GERD was by 48 respondents (64.9%) and the results of the statistical test ρ value = 0.000 H0 were rejected. The conclusion of the study is that there is a relationship between eating patterns and the incidence of GERD in class XII students. Respondents should have breakfast before 10:00 am and take advantage of the break time for lunch The mother prepares breakfast for children and also brings lunch to school. . Keywords: Diet, Students, GERD
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL70% DAUN BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) : FORMULATION OF PEEL-OFF GEL MASK CONTAINING 70% ETHANOL EXTRACT OF AVOCADO LEAVES (Persea americana Mill.) Nurkhofifah, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masker wajah peel-off merupakan salah satu jenis perawatan wajah yang populer dan mudah diaplikasikan. Daun alpukat (Persea americana Mill.) memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mencegah dan memperlambat perkembangan berbagai penyakit yang disebabkan oleh stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi masker gel peel-off dengan ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi konsentrasi PVA dan HPMC, untuk mengetahui formulasi masker gel peel-off yang memiliki sifat fisik terbaik, serta untuk mengetahui apakah hasil evaluasi masker gel peel-off ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak daun alpukat. Ekstrak daun alpukat diperoleh dengan metode maserasi. Sediaan masker gel peel-off dibuat dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi PVA dan HPMC. Evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) dilakukan selama satu minggu yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat dapat diformulasikan ke dalam sediaan masker gel peel-off. Masker gel peel-off pada formula F2 merupakan sediaan terbaik dan cukup stabil. Ekstrak etanol 70% daun alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasikan menjadi masker gel peel-off yang stabil dengan variasi konsentrasi PVA dan HPMC. Kata kunci: ekstrak daun alpukat, Persea americana Mill., PVA, HPMC, masker gel peel-off. ABSTRACT Peel off facial masks are a popular type of facial treatment, and are easy to apply. Avocado leaves (Persea americana Mill) have antioxidant properties that help prevent and delay the development of various diseases caused by oxidative stress. To make a peel off gel mask formulation with ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) with varying concentrations of PVA and HPMC, to find out the formulation for a peel off gel mask with ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) has good properties and to find out the evaluation of the ethanol extract peel off gel mask from avocado leaves (Persea americana Mill) meets the standards. This research is experimental research with aims to make an avocado leaf extract formulation. Avocado leaf extract is made using the maceration method. The peel off gel mask preparation is made in 3 formulas with varying concentrations of PVA and HPMC. The peel off gel mask preparation of ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) was evaluated for 1 week including organoleptic, homogeneity test, pH test, spreadability test, viscosity test, and drying time test. From the research results, avocado leaf extract can be formulated into a peel-off gel mask. The peel off gel mask in F2 is the best preparation and is quite stable. 70% ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill) can be made into a peel-off gel mask that is stable at varying concentrations of PVA and HPMC. Keywords: avocado leaf extract, Persea americana Mill, PVA, HPMC, peel off gel mask
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Pendonor Sebelum Dan Sesudah Donor Darah Di Mobile Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro : Differences in Hemoglobin Levels in Donors Before and After Blood Donation at the UDD PMI Mobile Unit Bojonegoro Regency Pradhuta Putra, Tegar; Rizki Nuraini, Fatia; Maftukhin, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Donor darah merupakan salah satu bentuk kegiatan kemanusiaan dengan cara menyumbangkan darah untuk tujuan menyembuhkan suatu penyakit dan memulihkan kesehatan. Oleh karena itu, darah yang diambil harus berasal dari tubuh pendonor yang sehat. Dalam memenuhi jumlah ketersediaan darah sesuai kebutuhan perlu dilakukan kegiatan donor darah secara Mobile Unit. Tujuan penelitian Untuk mengidentifikasi perbedaan kadar hemoglobin pada pendonor sebelum dan sesudah donor darah di Mobile Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pendonor di Mobile Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro populasi pendonor 20 orang, sampel 20 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen dengan lembar kuisoner dan hb meter, dilakukan pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Paired sampel T-test. Hasil penelitian dari 20 responden perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah donor darah, sebagian besar mengalami penurunan kadar hemoglobin yaitu sebanyak 20 responden didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kadar hemoglobin sebelum dan sesudah. terjadi penurunan yang signifikan kadar hemoglobin pada sampel perempuan, pada pendonor berusia 46-55 tahun, pada pendonor bergolongan darah O. Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen kesehatan pasca donor darah untuk memastikan pemulihan total. Langkah-langkah termasuk pemantauan rutin, konsumsi nutrisi yang cukup, dan menjaga hidrasi tubuh. Rehat minimal 8 minggu antara donasi darah direkomendasikan untuk keselamatan donor. Kata Kunci : Donor Darah, Mobile Unit, Hemoglobin ABSTRACT Blood donation is a form of humanitarian activity by donating blood for the purpose of curing an illness and restoring health. Therefore, the blood taken must come from a healthy donor body. In order to meet the amount of blood available as needed, it is necessary to carry out blood donation activities using Mobile Units. The aim of the study was to identify differences in hemoglobin levels in donors before and after blood donation at the UDD PMI Mobile Unit Bojonegoro Regency. The research uses descriptive quantitative analytical methods with a cross sectional approach. The donor population in the UDD PMI Mobile Unit, Bojonegoro Regency, the donor population is 20 people, a sample of 20 respondents using accidental sampling technique. Instruments with questionnaire sheets and HB meters, data processing was carried out by editing, coding, scoring and tabulating as well as data analysis using the paired sample T-test. The results of the research from 20 respondents were differences in hemoglobin levels before and after blood donation, the majority experienced a decrease in hemoglobin levels, namely 20 respondents obtained a significance value (2-tailed) of 0.000, which means there was a significant difference between the hemoglobin level values ​​before and after. There was a significant decrease in hemoglobin levels in female samples, in donors aged 46-55 years, in donors with blood type O. Research shows the importance of post-blood donation health management to ensure complete recovery. Steps include regular monitoring, consuming adequate nutrition, and maintaining body hydration. A minimum break of 8 weeks between blood donations is recommended for donor safety. Keyword : Blood Donation, Mobile Unit, Hemoglobin
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN ODGJ DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JIWA KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO: FACTORS ASSOCIATED WITH THE RELAPSE OF PATIENTS WITH MENTAL DISORDERS IN THE WORK AREA OF THE KALITIDU MENTAL HEALTH CENTRE, BOJONEGORO REGENCY, IN 2023 Romsukhah, Luluk; Mulyani, Sri; Ari Afandi, Agus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekambuhan penderita gangguan jiwa adalah timbulnya gejala-gejala yang sama seperti sebelumnya. Pasien lama mendominasi kunjungan karena mengalami kekambuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kekambuhan pasien gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode analitik. Populasi penderita gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas jiwa kalitidu sebanyak 64, dengan sampel 38 dipilih secara simple random sampling, analisis data menggunakan uji chi square dengan α = 0.05. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi diolah dengan analisa data, editing, coding, scoring, tabulating, disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dengan presentase dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor yang diteliti adalah kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa mendapatkan dukungan keluarga yang tidak baik, kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa tidak patuh minum obat, dan kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya ada hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dukungan lingkungan sekitar dengan kekambuhan penderita gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Jiwa Kalitidu. Diharapkan responden/keluarga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan, perkembangan, kebutuhan pasien, serta meningkatkan komunikasi dengan pasien dan mengajak responden/keluarga untuk turut serta dalam sosialisasi bersama pasien guna mencegah kekambuhan. Kata Kunci: Kekambuhan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat. ABSTRACT Relapse of mental illness is the onset of the same symptoms as before. Old patients dominate visits because they experience relapse. This study aimed to determine the factors influencing the relapse of patients with mental disorders. This study used an analytic method. The population of patients with mental disorders in the work area of the Kalitidu mental health centre were 64, with sample of 38 selected by simple random sampling and data analysis using the chi-square test with α = 0.05. Data collection using questionnaires and observations processed by data analysis, editing, coding, scoring, tabulating, and presented as frequency tables with percentages and narratives. The results showed that the three factors studied were less than some people with mental disorders who did not get good family support, less than some people with mental disorders who did not adhere to taking medication, and less than some people with mental disorders who did not get support from their surroundings. In conclusion, there is a correlation between family support, medication adherence, and environmental support with relapse in the Kalitidu Mental Health Center Working Area. It is expected that respondents/families pay special attention to patients' health, development, and needs, improve communication with patients and invite respondents/families to participate in socialization with patients to prevent relapse. Keywords: Relapse, Family Support, Medication Adherence.
UJI KANDUNGAN HIDROQUINON PADA KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI BOJONEGORO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS: DETERMINATION OF HYDROQUINONE CONTENT IN WHITENING CREAMS CIRCULATING IN BOJONEGORO USING THE UV–VIS SPECTROPHOTOMETRIC METHOD Nur Aini, Vina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan krim adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih bahan dasar yang sesuai dan berbentuk setengah padat.Krim pemutih atau adalah produk yang digunakan secara topikal untuk mencerahkan atau menghilangkan pewarnaan yang tidak diinginkan pada kulit. Tujuan untuk mengetahui apakah krim pemutih yang beredar di Bojonegoro mengandung hidroquinon.Untuk mengetahui hasil uji kandungan hidroquinon pada krim pemutih yang beredar di Bojonegoro menggunakan metode spektrofotometri. Metode yang bisa digunakan dalam penentuan kadar hidroquinon adalah metode Spektrofotometri UV-Vis. penelitian kadar menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis memiliki kelebihan dapat digunakan untuk menganalisis banyak zat organik dan anorganik. Hasil Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa krim pemutih tidak mengandung hidroquinon karena kadar dari krim pemutih X 3,3%, sedangkan krim pemutih Y dan Z mengandung hidroquinon karena kandungan hidroquinon dari krim pemutih tersebut adalah 27,4% dan 14%. Kata Kunci : Hydroquinone, Krim pemutih, Spektrofotometri UV-Vis ABSTRACT Introduction: Cream is a preparation that contains one or more suitable basic ingredients and is in semi-solid form. Whitening cream or is a product that is used topically to lighten or remove unwanted coloring on the skin. The aim is to find out whether the whitening cream circulating in Bojonegoro contains hydroquinone. To find out the test results for the hydroquinone content in the whitening cream circulating in Bojonegoro using the spectrophotometric method. The method that can be used to determine hydroquinone levels is the UV-Vis Spectrophotometry method. Concentration research using the UV-Vis spectrophotometric method has the advantage that it can be used to analyze many organic and inorganic substances. Results the conclusion from the results of this study can be concluded that whitening cream does not contain hydroquinone because the content of whitening cream bleach X is 3.3%, while whitening creams Y and Z contain hydroquinone because the hydroquinone content of these whitening creams is 27.4% and 14%. Keywords: hydroquinone, Whitening cream, UV–Vis spectrophotometry
ANALISIS PERMINTAAN DAN DISTRIBUSI KOMPONEN DARAH DI BANK DARAH RUMAH SAKIT SEBAGAI GAMBARAN KEBUTUHAN PELAYANAN TRANSFUSI: ANALYSIS OF DEMAND AND DISTRIBUTION OF BLOOD COMPONENTS IN HOSPITAL BLOOD BANK AS A DESCRIPTION OF TRANSFUSION SERVICE NEEDS Nur Aprilianti Amalia, Rizky; Hendy Lukito , Eko; Purnamasari , Prihartiwi; Erica Jahja, Natalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transfusi darah merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) memiliki peran strategis dalam pengelolaan permintaan dan pendistribusian komponen darah guna menjamin ketersediaan darah yang aman dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan dan pendistribusian komponen darah di BDRS sebagai gambaran kebutuhan pelayanan transfusi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diperoleh dari catatan permintaan darah BDRS ke UPD PMI dan data pendistribusian darah dari BDRS ke ruang perawatan selama periode penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan perangkat lunak JASP, dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total permintaan darah ke UPD PMI sebanyak 646 kantong, dengan komponen yang paling banyak diminta adalah Packed Red Cells (PRC) golongan O⁺ (32,5%), diikuti PRC B⁺ (27,9%) dan PRC A⁺ (19,0%). Pendistribusian darah dari BDRS ke ruang perawatan paling banyak dilakukan ke ruang H3 (20,0%) dan ruang Bedah (19,1%). Perbandingan antara permintaan dan pendistribusian menunjukkan bahwa jumlah permintaan darah lebih besar dibandingkan jumlah darah yang didistribusikan ke ruang perawatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan transfusi darah di rumah sakit didominasi oleh komponen PRC dan diperlukan pengelolaan persediaan darah yang optimal untuk mendukung pelayanan transfusi. Kata Kunci : Bank Darah Rumah Sakit, Permintaan Darah, Pendistribusian Darah ABSTRACT Blood transfusion services are an essential component of hospital healthcare systems. The Hospital Blood Bank (HBB) plays a strategic role in managing the demand and distribution of blood components to ensure adequate and timely blood availability. This study aimed to analyze the demand and distribution of blood components in the hospital blood bank as a description of transfusion service needs. This study employed a descriptive quantitative design with a retrospective approach. Secondary data were obtained from records of blood requests from the hospital blood bank to the Red Cross Blood Center and blood distribution from the hospital blood bank to hospital wards during the study period. Data processing and descriptive analysis were performed using JASP software, presenting frequency distributions and percentages. The results showed that the total blood demand reached 646 units, with Packed Red Cells (PRC) O⁺ being the most requested component (32.5%), followed by PRC B⁺ (27.9%) and PRC A⁺ (19.0%). Blood distribution from the hospital blood bank was highest to the H3 ward (20.0%) and the surgical ward (19.1%). The comparison between blood demand and distribution indicated that blood demand exceeded the amount distributed to hospital wards. In conclusion, hospital transfusion needs were predominantly dominated by PRC components, highlighting the importance of optimal blood inventory management to support transfusion services. Keyword : Hospital Blood Bank, Blood Demand, Blood Distribution
RELAKSASI OTOT PROGRESIF SEBAGAI INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM MENURUNKAN NYERI ABDOMEN PADA PASIEN GASTRITIS: PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION AS A NURSING INTERVENTION TO REDUCE ABDOMINAL PAIN IN GASTRITIS PATIENTS Wildania Husna, Innani; Istiana, Fuji; Puji Astuti, Retno; Avi Alizain, Azmy; Reza Ajeng IP, Novika; Muslima IP, Evita; Widiyani, Masita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri abdomen merupakan salah satu keluhan utama pada pasien gastritis yang berdampak pada kenyamanan, stabilisasi fisiologis, dan kualitas hidup pasien. Penatalksanaan nyeri tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis berbasis evidence-based practice (EBP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi otot progresif terhadap penutunan nyeri abdomen pada pasien gastritis. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan mini riset. Subjek penelitian terdiri dari empat pasien gastritis dengan keluhan nyeri abdomen, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan terapi medis standar. Pengukuran skala nyeri dan tanda-tanda vital dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan skala nyeri sebesar 3-4 poin dan perbaikan stabilitas tanda-tanda vital, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan nyeri sekitar 1 poin tanpa perubahan fisiologis yang bermakna. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan nyeri abdomen pada pasien gastritis dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmokologis. Kata Kunci : Relaksasi otot progresif, nyeri abdomen, gastritis ABSTRACT Abdominal pain is a major complaint among gastritis patients and affects comfort, physiological stability, and quality of life. Pain management should not rely solely on pharmacological therapy but also involve evidence-based non-pharmacological interventions. This study aimed to analyze the effectiveness of progressive muscle relaxation in reducing abdominal pain among gastritis patients. A case study design with a mini-research approach was employed. Four hospitalized gastritis patients with abdominal pain were divided into an intervention group and a control group. The intervention group received progressive muscle relaxation for two days, while the control group received standard medical treatment only. Pain scale and vital signs were measured before and after the intervention. The results showed that the intervention group experienced a reduction in pain scores by 3–4 points accompanied by improved vital sign stability, whereas the control group showed only a 1-point reduction without significant physiological changes. In conclusion, progressive muscle relaxation is effective in reducing abdominal pain in gastritis patients and is recommended as a nursing non-pharmacological intervention. Keyword : progressive muscle relaxation, abdominal pain, gastritis
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis): FORMULATION OF BINAHONG LEAF EXTRACT LIQUID SOAP (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) Setianto, Rony; Dwi Sandra, Erika; Arbitya Dewi, Belinda; Yaqya, Moh; Winata, Norma; Farah Septinellya, Cinthya; Muslikhah , Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman binahong (Anredera cordifolia) memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Kandungan flavonoid sebagai senyawa yang diperoleh dari tanaman binahong bisa ditemui di batang, daun, bunga, dan umbi-umbian yang khasiatnya dijadikan sebagai antimikroba. Untuk membuat formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordfiolia) dengan konsesntrasi variasi CMC, untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) memiliki karakteristik yang baik dan memenuhi standart SNI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Pembuatan ekstrak daun binahong menggunakan metode maserasi. Formula sabun cair dibuat dalam 3 formula dengan konsesntrasi variasi CMC. Formulasi sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dievaluasi selama 1 minggu meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji viskositas. Dari hsil penelitian ekstrak daun binahong dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Sabun cair pada formula F1 adalah sediaan yang paling baik. Ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia) dapat dibuat menjadi sediaan sabun cair yang sesuai kriteria SNI dengan konesntrasi variasi CMC. Kata kunci : Esktrak daun binahong, sabun cair, formulasi ABSTRACT Tje binahong plant (Anredera cordifiolia) contains alkaloids, saponins, flavanoids and polyphenols. The flavanoid content as a compound obtained from the binahong plant can be found in the stems, leaves, flowers and tubers whose properties are antimicrobial. To make a formulation liquid soap from binahong leaf extract (Anredera cordifolia) with varying concentrations of CMC, to find out that the formulation for liquid soap from binahong leaf ektract (Anredera corfiolia) has good characteristics and meets SNI standarts. This research is an experimental study which aims to create a formulation of binahong (Anredera cordifolia) leaf extract. Making binahong leaf extract using the maceration method. The liquid soap formula is made in 3 formulas with varying concentrations of CMC. The liquid soap formulation of binahong leaf extract (Anredera cordifolia) was evaluated for 1 week including organoleptic tests, pH tests, homogeneity tests and viscosity test. From the research results, binahong leaf extract can be formulated into a liquid soap preparation. Liquid soap in the F1 formula is the best preparation. 70% ethanol extract of binahong leaves (Anredera cordifolia) an be made into a liquid soap preparation that meets SNI criteria with varying concentrations of CMC. Keywords : Binahong leaf extract, liquid soap, formulation

Page 3 of 4 | Total Record : 37