cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 62 Documents
Strategi Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas 3 SD Negeri 179/VI Durian Rambun Fitma, Fitma; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/je4w6d63

Abstract

Temuan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peranan guru didalam memotivasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri 179/VI Durian Rambun untuk meningkatkan keterlibatan serta juga hasil belajar. Tujuan temuan adalah untuk mengidentifikasi serta juga menganalisis strategi motivasi yang juga diterapkan oleh guru serta tantangan yang juga dihadapi didalam proses pembelajaran. Temuan menggunakan metode kualitatif dengan responden sebanyak lima orang, dilaksanakan pada tanggal 19-20 Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi serta juga wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwasanya guru menerapkan berbagai strategi motivasi seperti penggunaan media pembelajaran interaktif, interaksi aktif, serta juga variasi metode pengajaran yang juga efektif meningkatkan semangat belajar siswa. Namun, terdapat kendala pada pemberian apresiasi yang juga kurang konsisten serta juga komunikasi yang juga minim dengan orang tua siswa. Rekomendasi diberikan agar peningkatan apresiasi serta juga sinergi antara sekolah serta juga orang tua lebih ditingkatkan guna menciptakan lingkungan belajar yang juga kondusif serta juga berkelanjutan
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SD Negeri 210/II Tebo Jaya Tabroni, Tabroni; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/87v38p61

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di Kelas IV. Siswa kurang aktif mengikuti pelajaran, karena siswa kurang tertarik pada cara penyajian materi yang banyak berpusat pada guru yang menggunakan metode ceramah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa Kelas IV SD Negeri 210/II Tebo Jaya?” Hasil penelitian ini adalah 1. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun modul ajar yang di dalamnya tercakup penyusunan materi pelajaran, penggunaan media, pendekatan dan metode, serta penilaian. 2. Pelaksanaan pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam merumuskan pertanyaan, pemahaman terhadap materi, membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan, melatih siswa menjawab pertanyaan dan siswa akan lebih mengerti makna kerjasama dalam menemukan pemecahan suatu masalah. 3. Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS di SD Negeri 210/II Tebo Jaya. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I adalah 65 dengan tingkat ketuntasan 50%. Mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan II sebesar 4,5% menjadi 69,5 dengan tingkat ketuntasan 60%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II pertemuan I adalah 77 dengan tingkat ketuntasan 70%. Mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II sebesar 12,5% menjadi 89,5 dengan tingkat ketuntasan 100%. Disarankan bagi guru dapat menerapkan proses pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehingga guru bisa mengetahui peningkatan kualitas dalam pembelajaran IPAS.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Metode Pembelajaran Game Based Learning dengan Educaplay di Kelas IV SDN 127/II Sungai Arang Mawarni, Ayu; Sundahry, Sundahry; Putra, Randi Eka
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.15

Abstract

Based on the results of observations, the researcher found that 7 (47%) out of 15 students from the IV grade at SDN 127/II Sungai Arang had not yet reached the criteria called Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) score of 75. The purpose of this study was to describe the improvement in both the learning process and cognitive learning outcomes through the use of Game Based Learning with Educaplay in the IV grade at SDN 127/II Sungai Arang. This study employed a design called Penelitian Tindakan Kelas (PTK) conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this study were 15 students from the IV grade. Data collection techniques included observation, learning outcome tests, and documentation. Data collection instruments comprised teacher and student observation sheets, as well as learning outcome test items used to implement the Game Based Learning method with Educaplay. The results showed that the use of Game Based Learning with Educaplay improved student’s understanding of the material. This was evidenced by the increase in teacher observation scores from 74% in cycle I to 88% in cycle II, categorized as good. The student’s learning process scores also improved from 33% (very poor) in cycle I to 77% (good) in cycle II. Furthermore, student’s cognitive learning outcomes in the IPAS subject increased from 60% (not yet achieved) in cycle I to 80% (achieved) in cycle II.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Talking Stick Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 223/VI Rantau Limau Manis II Putra, Hapindo Mulya; Sundahry, Sundahry; Agrita, Tri Wera
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.16

Abstract

Penelitian ini dimulai karena proses dan hasil belajar yang masih rendah, dengan hanya 10 siswa yang berhasil mencapai KKTP pada nilai 43,70%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran IPAS belum memenuhi standar KKTP yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu 70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana penggunaan model Talking Stick dapat meningkatkan proses dan hasil belajar dalam pelajaran IPAS di kelas IV di SD N 223/VI Rantau Limau Manis II. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan 23 siswa sebagai partisipan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang diadakan oleh peneliti. Setiap siklus mencakup perencanaan kegiatan, pelaksanaan tindakan, serta pengamatan dan refleksi di akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Talking Stick dapat memperbaiki proses dan hasil belajar IPAS di kelas IV. 1) Hasil observasi yang dilakukan oleh guru pada siklus pertama menunjukkan bahwa untuk pertemuan pertama, persentasenya adalah 78,26% dan pada pertemuan kedua juga 78,26%. Di siklus kedua, terjadi kenaikan di pertemuan pertama menjadi 82,60% dan di pertemuan kedua naik menjadi 91,30%. Sementara itu, data pengamatan siswa di siklus pertama menunjukkan 39,13% untuk pertemuan pertama dan 60,86% untuk pertemuan kedua. Pada siklus kedua, di pertemuan pertama meningkat menjadi 73,91% dan di pertemuan kedua menjadi 82,60%. 2) Tingkat keberhasilan pembelajaran IPAS siswa pada siklus I tercatat sebesar 52,17%. Namun, pada siklus II, persentasenya meningkat menjadi 82,60%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Talking Stick efektif dalam meningkatkan proses serta hasil belajar IPAS di kelas IV
Peran Olahraga Lari Dalam Meningkatakan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini Pada Siswa Laki-Laki Kelas 1 Sd Negeri 078/VIII Sapta Mulia Kecamatan Rimbo Bujang Jambi Arbid, Popi
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v11.19

Abstract

Olahraga lari diakui sebagai aktivitas penting dalam mendukung gaya hidup sehat sejak usia dini, yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak rutinitas olahraga lari terhadap kebugaran fisik dan kualitas hidup secara menyeluruh. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi strategi efektif dalam mendorong kebiasaan hidup sehat. Hasil menunjukkan bahwa individu yang rutin berlari memiliki kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik, kekuatan otot meningkat, serta fleksibilitas tubuh yang lebih optimal dibandingkan dengan individu yang tidak aktif. Selain itu, olahraga lari juga berhubungan positif dengan kesejahteraan emosional, kepuasan hidup, dan tingkat energi harian. Penelitian ini menegaskan perlunya studi kualitatif lebih mendalam untuk memahami manfaat tersebut secara menyeluruh. Temuan ini mendukung pengembangan program intervensi yang bertujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa serta membangun gaya hidup sehat yang berkelanjutan
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantu Media Kartu Domino Pada Siswa Kelas IV SDIT Al-Akhyar Jannati, Salsabillah; Megawati, Megawati; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.22

Abstract

This research is motivated by the learning process that is not optimal, the minimal use of teaching media used by teachers causes the learning process of science and natural sciences to be less enjoyable and the results of learning science and natural sciences have not reached the KKTP, which is 70. The purpose of this study is to describe the improvement of the process and results of IPAS by using Make A Match assisted by domino card media in the IV class of SDIT Al-Akhyar. This study uses a Classroom Action Research (CAR) design which is implemented in two cycles. One CAR cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were 18 students of class IV SDIT Al-Akhyar. Data collection techniques used observation, testing, and documentation techniques. Data collection instruments used observation sheet assessments and learning outcome test questions in implementing the Make A Match learning model assisted by domino card media. The results of the study using the Make A Match learning model assisted by domino card media can improve the process and results of learning science. This is evidenced by the results of the teacher's process observation sheet showing an increase in the learning process in cycle I showing a good category of 77.5% which increased in cycle II to a good category of 87.5%. The results of the assessment of the student learning process found an increase from the results of the observation sheet in cycle I showing a very poor category of 34% which increased in cycle II to a good category of 78%. Student learning outcomes in learning IPAS the Make A Match learning model assisted by domino card media in class IV SDIT Al-Akhyar showed an increase from cycle I, the percentage of student learning outcomes reached 50% which increased in cycle II to 78%.
Upaya Meningkatkan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) Siswa Kelas 2 SD Negeri No.10/II Muara Buat Maryam, Maryam
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v11.24

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan literasi anak. Namun, dalam praktiknya, masih banyak siswa sekolah dasar, terutama di kelas awal, yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan ini sering kali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif, cenderung konvensional, serta kurang melibatkan berbagai modalitas belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui penerapan model pembelajaran SAVI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas I sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes membaca, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur perkembangan kemampuan membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model SAVI memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan membaca permulaan siswa. Pada siklus pertama, siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam mengenali huruf dan menyusun suku kata. Selanjutnya, pada siklus kedua, mereka mampu membaca kata dan kalimat sederhana dengan lebih lancar serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca. Selain itu, model SAVI juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Kesimpulan penelitian bahwa model pembelajaran SAVI efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Model ini tidak hanya membantu siswa dalam mengenali huruf dan kata, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, model SAVI dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif bagi guru dalam mengajarkan membaca permulaan
Peningkatan Motivasi,Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Talking Stick Berbantu Platfrom Wordwall pada Siswa Sekolah Dasar Aini, Ilmi Puspa; Subhanadri; Nurlev Avana
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.39

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV yang terlihat dari kurangnya antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Permasalahan ini diidentifikasi melalui observasi awal yang dilakukan oleh peneliti dimana siswa yang memiliki motivasi baik sebesar 41,93% dan siswa dengan nilai diatas KKTP sebesar 35,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Talking stick berbantu Platform Wordwall, serta meningkatkan motivasi, proses, dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan angket motivasi siswa, serta data kuantitatif berupa hasil observasi, angket, dan tes hasil belajar.               Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa meningkat dari 85,71% pada siklus I menjadi 93,10% pada siklus II (kategori sangat baik); (2) proses pembelajaran guru meningkat dari 81,55% menjadi 89,95% (kategori sangat baik), dan proses belajar siswa meningkat dari 70,43% menjadi 91,73% (kategori sangat baik); (3) hasil belajar siswa meningkat dari 71,42% pada siklus I menjadi 93,10% pada siklus II (kategori sangat baik). Dengan demikian, penerapan model Talking stick berbantu Platform Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, memperbaiki proses pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation Kelas V SD Negeri 097/II Muara Bungo Antika, Rindi; Sundahry, Sundahry; Nofrianni, Elvima
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.41

Abstract

Penelitian tindakan kelas pada peserta didik kelas V SDN 097/II Muara Bungo yang dilatar belakangi observasi awal yang menunjukkan rendahnya hasil belajar peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil ujian semester ganjil peserta didik pada mata pelajaran IPAS yaitu 70. Rata-rata nilai tersebut masih dibawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang diterapkan sekolah yaitu 75. Hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada Mata pelajaran IPAS. Oleh karena itu, model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model pembelajaran Group Investigation (GI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaaan model Group Investigation dalam mendeskripsikan proses belajar IPAS dan mendeskripsikan hasil belajar kognitif IPAS peserta didik pada setiap siklus, pada materi daerahku kebangganku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V SDN 097/II Muara Bungo yang berjumlah 17 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Data observasi berupa lembar observasi berupa data yang di peroleh dari persentase keterlaksanaan model group investigation yang diperoleh dari jawaban terlaksana dan tidak terlaksana pada lembar observasi dan data tes berupa lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: 1) keterlaksanaan model Group Investigation pada materi daerahku kebangganku berkategori sangat baik, 2) hasil belajar peserta didik pada materi daerahku kebangganku setiap siklus mengalami peningkatan di atas nilai KKTP yaitu 75, setelah diterapkan model pembelajaran Group Investigation. Hasil belajar peserta didik pada siklus I dengan persentase 58,82% kategori cukup, pada hasil belajar siklus II persentase nilai peserta didik yang di atas KKTP meningkat menjadi 88,23% kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I dan II. Penerapan model  Group Investigation dapat keaktifan peserta didik dalam belajar, dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar.
Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode SAS Berbantu Media Gambar di Kelas II SDN 127/II Sungai Arang Afrianti, Viranika; Aprizan, Aprizan; Abdullah, Abdullah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v12.62

Abstract

Classroom Action Research on second-grade students at SDN 127/I1 Sungai Arang is based on initial observations that indicate a low result in early reading learning. The average score for students in early reading about their enthusiasm for going to school is 60, while the learning achievement criteria (KKTP) set by the school is 70. This indicates that the reading results of the students are still low. Therefore, the learning method that can improve students' learning outcomes is the Analytical Synthetic Structural Method. This study aims to explain how the Analytical Synthetic Structural Method, with the help of picture media, improves early reading skills in each cycle.  Classroom Action Research  is the research methodology employed.  “Planning, action implementation, observation, and reflection comprised each of the three cycles of the research”. The subjects of this research were 18 students of grade II of SDN 127/II Sungai Arang. Data collection used in this research was the teacher observation sheet, student observation sheet, and reading test result instrument. “The results obtained from this research include: the application of learning using synthetic analytical structural methods assisted by image media can improve the Indonesian language learning process of class II students at SDN 127/II Sungai Arang”. This can be seen from the teaching process of educators in cycle 1, meeting 1, 55.71%, then at meeting 2 68.57% and in cycle 2, meeting 1, 84.28% and at meeting 2, 95.71%. This is how students' observations also experience improvement in each meeting. Meanwhile, the reading ability test results in cycle 1 were 50% and cycle 2 were 77.78% in the good category. “It can be concluded that the use of the Synthetic Analytical Structural Method with Image Media can improve beginner reading skills in class II at SDN 127/II Sungai Arang