cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kajian Penerapan Photovoltaic Cell dan Pengolahan Air Hujan terhadap Efisiensi Energi dan Air pada Bangunan Mesjid Rahmatan Lil Alamin Hidayat, Achsien; Ibrahim, Ekki Malik; Nursani, Annisa Setiawati; Permatasari, Intan
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.105 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.451

Abstract

ABSTRAK Penggunaan energi listrik yang kini banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia dapat dikategorikan boros. Semakin meningkatnya populasi dan penggunaan teknologi modern menjadi salah satu penyebab pemborosan itu. Hal ini mendorong arsitek untuk semakin peduli akan energi dengan cara beralih ke sumber energi terbaharui dalam merancang bangunan yang sadar akan pemakaian energi. Kebutuhan akan sumber daya air bagi umat manusia semakin hari semakin meningkat. diprediksikan Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada tahun 2025. Perwujudan dari desain arsitektur yang sadar energi dan air berwawasan lingkungan merupakan bagian dari arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture). Arsitek mempunyai peran yang amat sangat penting dalam penghematan energi dan air. Desain hemat energi dan pembuatan tempat penampungan air hujan diartikan sebagai perancangan bangunan untuk meminimalkan penggunaan energi dan air tanpa membatasi fungsi bangunan maupun kenyamanan atau produktivitas penghuninya. Kata kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Sadar Energy, Cahaya Matahari, Air Hujan ABSTRACT The use of electrical energy that is now being used by most people , especially people of Indonesia can be considered wasteful . The increasing population and the use of modern technology to be one of the causes of the waste . It encourages architects to more and more concerned about energy by switching to renewable energy sources in designing buildings conscious of energy usage . Clean water resources for human needs are increasingly . Predicted Indonesia will experience water scarcity by 2025 . Embodiment of the design of energy -conscious architecture and environmentally water is part of the architecture (sustainable architecture). In here, the architect has a critically important role in saving energy and water . Energy-efficient design and manufacture of rainwater catchment is defined as the design of buildings to minimize energy and water usage without limiting functionality or comfort or productivity of building occupants . Keyword: Sustainable Architecture, Conscious of Energy, Sun Light, Grey Water
Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Utami, Mamiek Nur; Ibrahim, Muhammad; Azis, Nurzaman
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1348

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: mamiekn@yahoo.com Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
KAJIAN BENTUK DAN FASADE HOTEL HILTON BANDUNG -, Utami; Akbar,, Indra Firmansyah; Haerani, Prita Novia; Despriansyah, Rizky
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.393 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.63

Abstract

ABSTRAKDalam perancangan sebuah bangunan, bentuk dan fasade memiliki peran yang sangat penting. Karakteristik yang muncul dari desain bentuk dan fasade sebuah bangunan akan membentuk citra dari bangunan itu sendiri. Untuk mengetahui penjelasan bentuk dan fasade sebuah bangunan maka dalam penelitian ini digunakan penelitian kualitatif dengan metoda konten analisis, yaitu dengan melalui kupasan bangunan publik dengan studi kasus bangunan Hotel Hilton Bandung menerapkan konten analisis deskriptif. Dari studi analisis didapatkan bahwa bangunan tersebut mengalami transformasi berupa penambahan (additive) dan pengurangan (subtractive). Dari segi fasade bangunan Hotel tersebut tampak dalam proses pengolahan perwujudan bentuk bangunannya juga memiliki dipengaruhi oleh elemen material, warna, proporsi, irama, dan tekstur. Dari kajian tersebut ditemukan bahwa elemen fasade sangat berpengaruh terhadap tampilan sebuah bangunan.Kata Kunci: Perancangan Arsitektur, Bentuk, Fasade
Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung Kustianingrum, Dwi; Muhamad, Yudha Ariep; Rahma, M.Rizqika; Wijaya, Ardi Nasrul; Pramana, Arifin Dwi
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.15 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1401

Abstract

Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung   DWI KUSTIANINGRUM, YUDHA ARIEP MUHAMAD, MUHAMMAD RIZQIKA RAHMA, ARDI NASRUL WIJAYA, ARIFIN DWI PRAMANA Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   E-mail : kustianingrumdwie@yahoo.co.id ABSTRAK Bangunan adalah tempat berlindung bagi manusia, selain itu bangunan juga sebagai tempat beraktifitas manusianya. Untuk itu bangunan harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan terhadap manusia. Kenyamanan suatu bangunan dapat dikategorikan dalam kenyamanan termal (suhu, penghawaan), visual (penglihatan) dan akustik (kenyamanan suara). Namun kenyamanan itu sendiri lebih bersifat subjektif karena tingkat kenyamanan setiap individu berbeda, tergantung dengan kondisi fisik dan kondisi tempat tinggal atau lingkungan. Adapun untuk faktor kenyamanan visualnya, dapat dilihat dari orientasi bangunan yang terbentuk akibat gubahan massa dan penerapan desain fasad bangunan. Pada kajian ini akan dibahas mengenai kenyamanan visual di Apartemen Gateway Cicadas dengan meneliti orientasi massa bangunan dan pengolahan fasadnya dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasildari kajian terkait orientasi massa Apartemen Gatewayadalah cukup baik karena bangunan memanfaatkan orientasi matahari dan sirkulasi angin,tetapipengolahan fasadnya belum memenuhi kebutuhan standar pencahayaan alami. Kata Kunci : Kenyamanan visual, orientasi bangunan, desain fasad.  ABSTRACTA Building is a shelter place for human, except that a building is place for human activity. Therefore a building has a factor who create for human comfort. A comfortable of building can be categorized in the thermal comfort (temperature, air), visualization and acoustic (sound comfort). But a words of comfortable is subjective because an individual comfort levels is different, depending on the physical conditions and dwelling a conditions or an environment. Therefore, factor of visualization comfort in terms from building orientation  which that establish a mass composition and an application of the building façade design. In this study will be discussing about visual comfort in Cicadas Gateway Apartment by an examine the building mass orientation and its facade processing using a descriptive-analytic method. The result of Gateway Apartement is good enough because the building abuse a sun orientation and wind circulation, but the façade processing is not satisfy standard needed of natural lightning. Keywords : a visualization comfort, building orientation, facade design. 
Kajian Pengolahan Sirkulasi Ruang Luar Dan Fasilitas Khusus Pada Taman Rekreasi Dunia Fantasi Bagi “Diffable People Riany, Meta; Supriyanto, Herru; Nurdiamanty, Ervita
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.536 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.361

Abstract

ABSTRAKRekreasi dan hiburan telah menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakat modern. Perubahan perilaku dan cara pandang masyarakat mendorong rekreasi tidak lagi menjadi sekedar kebutuhan tetapi sudah menjadi “lifestyle” atau gaya hidup. Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) menawarkan konsep dan “experience” atau pengalaman wisata hiburan dan rekreasi yang tidak terlupakan bagi para pengunjungnya melalui berbagai “content” atau isi wahana permainan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa, tanpa terkecuali “Diffable People” atau orang yang memiliki kebutuhan khusus. Ditinjau dari fungsinya, Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) membutuhkan tatanan sirkulasi ruang luar, pengolahan sirkulasi ruang luar, keberadaan fasilitas khusus, dan tidak lepas dari faktor pendukung yang mempengaruhi kemudahan, kenyamanan, dan keamanan pada sirkulasi ruang luar bagi “Diffable People”.Kata kunci: Sirkulasi ruang luar dan fasilitas khusus, Diffable People ABSTRACTRecreation and entertainment have become an important element in the modern society’s life. Behavior’s changes and people’s way of life make the recreation not only become necessity but also become a lifestyle. Dunia Fantasi (DuFan) Recreation Park, offers concept and experience entertainment excursion and recreation which unforgettable for the visitor with many content of vehicle games that can be enjoyed for all kind of people, children, teenagers, adults, and also for Diffable People. Judging from the function, Dufan Recreation Park needs outdoor circulation order, outdoor circulation cultivation, special facilities exsistence, and consist of support factor that influence convenience, comfort, and savety for outdoor circulation for Diffable People.Keywords: Outdoor circulation and special facilities, Diffable People
Konsep Tanggap Terhadap Penghematan Energi pada Perancangan Museum Batik Jakarta Tanggalong, Daniel; Wahadamaputera, Shirley
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.875 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.596

Abstract

Abstrak Museum Batik Jakarta merupakan wadah untuk menyajikan secara visual karya seni budaya batik serta memberikan informasi mengenai sejarah perkembangan batik. Kegiatan yang diwadahi ialah Edukasi & Informasi, Konvensi, Rekreasi, Retail, dengan fasilitas Museum & Konvensi (Ruang pamer, Konvensi, Perpustakaan & Studi, Workshop, Konservasi & Preservasi) dan Pendukung (Cafe, Galeri/batik store, Gift shop, Amphitheater). Sebagai wadah karya kerajinan batik di era sekarang yang berkaitannya dengan aktivitas pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan dan memamerkan, melibatkan teknologi sebagai sarana penyampaian informasi yang menggunakan sumber daya yang tidak sedikit. Konsep Bangunan Hemat Energi merupakan respon terhadap penghematan energi serta pemanfaatan energi yang tersedia di lingkungan. Strategi yang diterapkan meliputi kombinasi pencahayaan alami dan buatan, kombinasi penghawaan alami dan buatan, implementasi building automation system, penggunaan solar panel, penerapan secondary skin. Kata kunci: museum, hemat energi, batik Abstract Jakarta Batik Museum is a place to visually present the art and culture of batik as well as provide information about the development history of batik. Activities are Education & Information, Convention, Recreation, Retail, Museums & Convention (showrooms, convention, Library & Study, Workshop, Conservation & Preservation) and supporting facilities (Cafe, Gallery / batik store, gift shop, Amphitheater) . As a place of batik works in the present era (modern / digital) with the activities of collecting, conserving, researching, communicating and exhibiting, involving technology as a tool to deliver information which is using large resources. The concept of Energy Efficient Buildings is a response to energy savings and utilization of the available energy in the environment. Strategies includes a combination of natural & artificial lighting, a combination of natural & artificial air-conditioning, implementation of building automation system, solar panels, the application of a secondary skin. Keywords: museum, energy efficient, batik
Tingkatan Perubahan Atap, Fasad, dan Ruang Luar Bangunan di Jalan Progo dengan Metode Kualitatif-Kuantitatif Asri, Shirli Putri; K. F., Rahmiaty Indah; Humairo, Ira
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.86 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.692

Abstract

Abstrak Jalan progo dulunya merupakan salah satu pemukiman peninggalan Belanda yang terletak di kota Bandung yang kini telah mengalami perubahan baik dalam segi fungsi maupun bentuk menjadi kawasan komersial dan jasa. Perubahan fungsi dan bentuk pada bangunan di Jalan Progo ini mempengaruhi perubahan fasadnya. Begitu juga perubahan bangunan pada suatu kawasan atau ruas jalan akan mempengaruhi sifat kawasannya. Perubahan yang terjadi pada fasad dapat dilihat dengan mata namun belum ada pengukuran sebesar apa perubahan yang terjadi. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung perubahan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan penyebaran kuisioner dan melakukan perhitungan menggunakan rumus yang dibuat setelah mendapatkan hasil kuisioner. Perhitungan dilakukan dengan membagi beberapa elemen bangunan yaitu atap, fasad, dan halaman bangunan. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada jalan progo terjadi perubahan atap 42,1%, perubahan fasad 58,1%, perubahan halaman luar 63,4%. Kemudian untuk rata-rata perubahan bangunan total adalah 52,67%. Perubahan dari bangunan tersebut berpengaruh terhadap perubahan jalan progo, mulai dari hilangnya pedestrian jalan serta jalan yang menjadi padat. Kata kunci: Jalan Progo, Bandung, perubahan, fasad, atap, ruang luar, kualitatif-kuantitatif Abstract Progo street one of the heritage housing area left by the Dutch that are placed in Bandung, has been going trough some changes in both function and form of the buildings. The changes in both aspect of the building are also affeecting the changes of the building façade. Just like how a changing of one building in area will affect the true nature of the area. The changes of the façade can be easily seen, but no one has really measure of how big the changes are made. This research is conducted to measure the qualitative change with quantitative approach such as handing quisioner papers and perform calculations using formulas prepared ater getting the result from quisioner. The calculation are done by dividing the builds to smaller parts, like roof, façade, and the building’s courtyard. The result of this research tell us that 42,1% of the roof, 58,1 % of the facades, and 64,3% of the courtyard has changed. The average of the building changes is 52,67%. The changes from the buildings has sme effect to the change happened to Progo street, starting from the lost of the pedestrian and the crowded traffic. Keywords: Pogo street, Bandung, changes, facade, roof, courtyard, qualitative-quantitative
Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Serta Pengaruhnya Terhadap Perancangan Rumah Susun Muhsin, Ardhiana; Permadi, Oky Septiariani; Saraswati, Nadya Olga; Sari, Gita Purwita
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.962 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1392

Abstract

“ Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Pengaruhnya terhadap Perancangan Rumah Susun ” Ardhiana Muhsin, Oky Septiariani Permadi, Nadya Olga Saraswati, Gita Purwita Sari Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : armuhsin@gmail.com ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan hunian akan memberikan dampak pada jumlah sampah yang dihasilkan. Jumlah dan jenis sampah sangat tergantung dari gaya hidup dan jenis material yang kita konsumsi. Semakin meningkatnya perekonomian dalam rumah tangga, maka akan semakin bervariasi pula jumlah sampah yang dihasilkan. Objek studi kasus yang dianalisis adalah Rusunawa Kodam III Siliwangi yang berada di jalan Tongkeng Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah pada Rusunawa Kodam III Siliwangi, volume sampah yang dihasilkan oleh penghuni berpengaruh terhadap perancangan rumah susun. Metoda yang digunakan yaitu studi kualitatif dengan studi pustaka; wawancara; dan pengamatan langsung pada objek penelitian, studi kuantitatif dengan observasi pengumpulan data dan pengukuran, serta komparasi dengan aturan yang ada. Kata Kunci : prasarana persampahan, pengelolaan sampah rumah tangga, rumah susun. ABSTRACT The increase of population and industrial growth rate will have an impact on amount of waste generated. The amount and type of waste is highly dependent on life style and the type of materials that we consume.  The increase of economic growth in household, the more varied an amount of waste generated. Object of case study analyzed is  Rusunawa Kodam III/ Siliwangi on Tongkeng road, Bandung. This  study aims to assess the solid waste management in Rusunawa Kodam III/Siliwangi, the volume of waste generated by the occupants influence to design of flats. The method used a qualitative study of literature; interview; direct observation on the object of research, quantitative  studies with observation data collection, measurement, and comparisons with existing rules. Keywords: infrastructure waste, management of waste, flats.
Tema Ekologi Arsitektur Pada Perancangan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat Rachmatullah, Febri; Utami, Mamiek Nur
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.585 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.298

Abstract

Abstrak Kabupaten Bandung Barat merencanakan pembangunan dalam bidang pendidikan khususnya lembaga pendidikan tinggi, mengingat belum adanya lembaga tersebut di Kabupaten Bandung Barat. Proyek yang direncanakan adalah  Sekolah tinggi sains. Tujuan dari proyek ini adalah menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana  Sekolah tinggi yang mampu  mewadahi aktivitas belajar dan mengajar dalam bidang ilmu pengetahuan (sains) serta menciptakan lingkungan kampus yang ramah terhadap alam dan lingkungan disekitar manusia yang mengacu pada visi dan misi Kabupaten Bandung Barat. Konsep perancangan pada bangunan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat ini mengacu pada Tema Ekologi Arsitektur yang diaplikasikan kedalam bentukan massa bangunan yang tipis, area hijau berupa taman dan plaza, serta bukaan-bukaan dengan penempatan sun shading pada fasade sebagai pembentuk bayangan yang menghalangi masuknya radiasi matahari. Kata kunci: arsitektur ekologi, sun shading, sekolah tinggi Abstract West Bandung Regency has planned to develop in the field of education, especially at the higher education institutions given the absence of such institutions in West Bandung regency. The planned project is  science college. The purpose of this project is to provide infrastructure facilities in the form of high school that is able to accommodate the learning and teaching in science (science) and to create a campus environment that is friendly to nature and the environment around humans which refers to the vision and mission of West Bandung regency. Concept design at the College of Science building in the West Bandung Regency architecture refers to the Ecology theme applied into the building mass formation thin, green area parks and plazas form, as well as the placement of openings in the façade as sun shading shadow that hinder the entry of forming solar radiation.   Keywords: ecological architecture, sun shading, college
Telaah Penghawaan Udara Alami pada Ruang Dalam Rumah Kuncen di Kampung Pulo Hendrarto, Tecky; Naftaria, Andrian Nugraha; Chaerina, Yani; Disaina, Dita
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.152 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.614

Abstract

ABSTRAKDesain yang baik adalah desain yang bisa memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar dalam kata lain rancangan bangunannya menggunakan desain pasif. Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tidak menggunakan jasa seorang arsitek dalam perancangannya, pengetahuan lokal menjadi hal yang paling penting dalam proses pembangunan. Salah satu contoh arsitektur vernakular adalah bangunan hunian pada kampung-kampung adat. Kajian rumah kuncen Kampung Pulo Kabupaten Leles Kecamatan Garut ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tingkat kenyamanan pada bangunan tipologi hunian, khususnya pada penghawaan alami ditinjau dari segi bukaan pada bangunan yang dalam pembangunannya memanfaatkan pengetahuan lokal mulai dari proses perancangan hingga proses pelaksanaan pembangunannya. Ditinjau dari segi fungsi yaitu bangunan hunian maka kenyamanan merupakan salah satu aspek yang perlu. Kenyamanan khususnya penghawaan udara alami pada bangunan dipengaruhi oleh desain bangunan, desain bukaan, dan faktor internal seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin di dalam bangunan.Kata kunci: arsitektur vernakular, penghawaan udara alami, Kampung Pulo.ABSTRCATThe proper design is design which utilize the environment, entire design based on passive design system. Vernacular architecture does not use design knowladge of an Architect, the local wisdom becomes the most important thing in development process. One example of vernacular architecture is a residential building in the traditional village. The purpose of Kuncen’s house research in Kampung Pulo Kabupaten Leles Kecamatan Garut is to know and understand the level of comfort in a residential building, specifically in terms of natural air flow opening in buildings that ranging from design process to construction using local knowladge. In terms of residential building function, convenience is an aspect that needs to be considered. Natural air conditioning in buildings affected by building design, opening design, and internal factor such a themperature, air humidity, and velocity air movement in a building.Key Words: vernacular architecture, natural air conditioning, Kampung Pulo Key Words: vernacular architecture, natural air conditioning, Kampung Pulo