cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Tingkatan Perubahan Atap, Fasad, dan Ruang Luar Bangunan di Jalan Progo dengan Metode Kualitatif-Kuantitatif Shirli Putri Asri; Rahmiaty Indah K. F.; Ira Humairo
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.692

Abstract

Abstrak Jalan progo dulunya merupakan salah satu pemukiman peninggalan Belanda yang terletak di kota Bandung yang kini telah mengalami perubahan baik dalam segi fungsi maupun bentuk menjadi kawasan komersial dan jasa. Perubahan fungsi dan bentuk pada bangunan di Jalan Progo ini mempengaruhi perubahan fasadnya. Begitu juga perubahan bangunan pada suatu kawasan atau ruas jalan akan mempengaruhi sifat kawasannya. Perubahan yang terjadi pada fasad dapat dilihat dengan mata namun belum ada pengukuran sebesar apa perubahan yang terjadi. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung perubahan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan penyebaran kuisioner dan melakukan perhitungan menggunakan rumus yang dibuat setelah mendapatkan hasil kuisioner. Perhitungan dilakukan dengan membagi beberapa elemen bangunan yaitu atap, fasad, dan halaman bangunan. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada jalan progo terjadi perubahan atap 42,1%, perubahan fasad 58,1%, perubahan halaman luar 63,4%. Kemudian untuk rata-rata perubahan bangunan total adalah 52,67%. Perubahan dari bangunan tersebut berpengaruh terhadap perubahan jalan progo, mulai dari hilangnya pedestrian jalan serta jalan yang menjadi padat. Kata kunci: Jalan Progo, Bandung, perubahan, fasad, atap, ruang luar, kualitatif-kuantitatif Abstract Progo street one of the heritage housing area left by the Dutch that are placed in Bandung, has been going trough some changes in both function and form of the buildings. The changes in both aspect of the building are also affeecting the changes of the building façade. Just like how a changing of one building in area will affect the true nature of the area. The changes of the façade can be easily seen, but no one has really measure of how big the changes are made. This research is conducted to measure the qualitative change with quantitative approach such as handing quisioner papers and perform calculations using formulas prepared ater getting the result from quisioner. The calculation are done by dividing the builds to smaller parts, like roof, façade, and the building’s courtyard. The result of this research tell us that 42,1% of the roof, 58,1 % of the facades, and 64,3% of the courtyard has changed. The average of the building changes is 52,67%. The changes from the buildings has sme effect to the change happened to Progo street, starting from the lost of the pedestrian and the crowded traffic. Keywords: Pogo street, Bandung, changes, facade, roof, courtyard, qualitative-quantitative
Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Serta Pengaruhnya Terhadap Perancangan Rumah Susun Ardhiana Muhsin; Oky Septiariani Permadi; Nadya Olga Saraswati; Gita Purwita Sari
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1392

Abstract

“ Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Pengaruhnya terhadap Perancangan Rumah Susun ” Ardhiana Muhsin, Oky Septiariani Permadi, Nadya Olga Saraswati, Gita Purwita Sari Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : armuhsin@gmail.com ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan hunian akan memberikan dampak pada jumlah sampah yang dihasilkan. Jumlah dan jenis sampah sangat tergantung dari gaya hidup dan jenis material yang kita konsumsi. Semakin meningkatnya perekonomian dalam rumah tangga, maka akan semakin bervariasi pula jumlah sampah yang dihasilkan. Objek studi kasus yang dianalisis adalah Rusunawa Kodam III Siliwangi yang berada di jalan Tongkeng Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah pada Rusunawa Kodam III Siliwangi, volume sampah yang dihasilkan oleh penghuni berpengaruh terhadap perancangan rumah susun. Metoda yang digunakan yaitu studi kualitatif dengan studi pustaka; wawancara; dan pengamatan langsung pada objek penelitian, studi kuantitatif dengan observasi pengumpulan data dan pengukuran, serta komparasi dengan aturan yang ada. Kata Kunci : prasarana persampahan, pengelolaan sampah rumah tangga, rumah susun. ABSTRACT The increase of population and industrial growth rate will have an impact on amount of waste generated. The amount and type of waste is highly dependent on life style and the type of materials that we consume.  The increase of economic growth in household, the more varied an amount of waste generated. Object of case study analyzed is  Rusunawa Kodam III/ Siliwangi on Tongkeng road, Bandung. This  study aims to assess the solid waste management in Rusunawa Kodam III/Siliwangi, the volume of waste generated by the occupants influence to design of flats. The method used a qualitative study of literature; interview; direct observation on the object of research, quantitative  studies with observation data collection, measurement, and comparisons with existing rules. Keywords: infrastructure waste, management of waste, flats.
Tema Ekologi Arsitektur Pada Perancangan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat Febri Rachmatullah; Mamiek Nur Utami
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.298

Abstract

Abstrak Kabupaten Bandung Barat merencanakan pembangunan dalam bidang pendidikan khususnya lembaga pendidikan tinggi, mengingat belum adanya lembaga tersebut di Kabupaten Bandung Barat. Proyek yang direncanakan adalah  Sekolah tinggi sains. Tujuan dari proyek ini adalah menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana  Sekolah tinggi yang mampu  mewadahi aktivitas belajar dan mengajar dalam bidang ilmu pengetahuan (sains) serta menciptakan lingkungan kampus yang ramah terhadap alam dan lingkungan disekitar manusia yang mengacu pada visi dan misi Kabupaten Bandung Barat. Konsep perancangan pada bangunan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat ini mengacu pada Tema Ekologi Arsitektur yang diaplikasikan kedalam bentukan massa bangunan yang tipis, area hijau berupa taman dan plaza, serta bukaan-bukaan dengan penempatan sun shading pada fasade sebagai pembentuk bayangan yang menghalangi masuknya radiasi matahari. Kata kunci: arsitektur ekologi, sun shading, sekolah tinggi Abstract West Bandung Regency has planned to develop in the field of education, especially at the higher education institutions given the absence of such institutions in West Bandung regency. The planned project is  science college. The purpose of this project is to provide infrastructure facilities in the form of high school that is able to accommodate the learning and teaching in science (science) and to create a campus environment that is friendly to nature and the environment around humans which refers to the vision and mission of West Bandung regency. Concept design at the College of Science building in the West Bandung Regency architecture refers to the Ecology theme applied into the building mass formation thin, green area parks and plazas form, as well as the placement of openings in the façade as sun shading shadow that hinder the entry of forming solar radiation.   Keywords: ecological architecture, sun shading, college
Telaah Penghawaan Udara Alami pada Ruang Dalam Rumah Kuncen di Kampung Pulo Tecky Hendrarto; Andrian Nugraha Naftaria; Yani Chaerina; Dita Disaina
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.614

Abstract

ABSTRAKDesain yang baik adalah desain yang bisa memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar dalam kata lain rancangan bangunannya menggunakan desain pasif. Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tidak menggunakan jasa seorang arsitek dalam perancangannya, pengetahuan lokal menjadi hal yang paling penting dalam proses pembangunan. Salah satu contoh arsitektur vernakular adalah bangunan hunian pada kampung-kampung adat. Kajian rumah kuncen Kampung Pulo Kabupaten Leles Kecamatan Garut ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tingkat kenyamanan pada bangunan tipologi hunian, khususnya pada penghawaan alami ditinjau dari segi bukaan pada bangunan yang dalam pembangunannya memanfaatkan pengetahuan lokal mulai dari proses perancangan hingga proses pelaksanaan pembangunannya. Ditinjau dari segi fungsi yaitu bangunan hunian maka kenyamanan merupakan salah satu aspek yang perlu. Kenyamanan khususnya penghawaan udara alami pada bangunan dipengaruhi oleh desain bangunan, desain bukaan, dan faktor internal seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin di dalam bangunan.Kata kunci: arsitektur vernakular, penghawaan udara alami, Kampung Pulo.ABSTRCATThe proper design is design which utilize the environment, entire design based on passive design system. Vernacular architecture does not use design knowladge of an Architect, the local wisdom becomes the most important thing in development process. One example of vernacular architecture is a residential building in the traditional village. The purpose of Kuncen’s house research in Kampung Pulo Kabupaten Leles Kecamatan Garut is to know and understand the level of comfort in a residential building, specifically in terms of natural air flow opening in buildings that ranging from design process to construction using local knowladge. In terms of residential building function, convenience is an aspect that needs to be considered. Natural air conditioning in buildings affected by building design, opening design, and internal factor such a themperature, air humidity, and velocity air movement in a building.Key Words: vernacular architecture, natural air conditioning, Kampung Pulo Key Words: vernacular architecture, natural air conditioning, Kampung Pulo
Penerapan Bahan B-panel Ditinjau Dari Aspek Perancangan Fasad, Bentuk Bangunan, dan Ruang Interior (Studi Kasus: Hotel Mawar Bandung) Nanang Suherman; Rizki Ananda Putri Inaray; Hanifah Rusyanti Syifahani; Febiyarni Dwiputri Nurhamim
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.626

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bahan b-panel pada perancangan fasad, proses perancangan arsitektur bentuk bangunan, dan bentuk ruang interior kamar pada bangunan Hotel Mawar Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian  deskriptif analisis yaitu dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bahan b-panel dapat menunjang perancangan fasad bangunan yaitu dalam aspek fungsional sebagai dinding dapat dibuat bukaan, dapat diolah menjadi sunshading, dan dapat ditambahkan ornamen, dari segi perancangan bentuk bangunan dan ruang Interior, b-panel baik digunakan untuk fungsi hotel yang terdiri dari ruang-ruang kamar dengan modul berulang karena B-panel diproduksi secara modular dan pemasangan panel-panel disesuaikan dengan modul ruang. Kata kunci: Bahan b-panel, Perancangan fasad, Bentuk bangunan, Ruang interior Abstract This study aimed to determine the role of b-panel materials on the facade design, architectural design process of building forms, and forms of an interior room space on buildingin Hotel Mawar Bandung. The type of research is descriptive qualitative,  analysis descriptive method is used, with interviews, observation, and documentation as technique data collection. The results shows that application of b-panel materials can support the design of the facade of the building specifically the functional aspects of a wall can be made openings,can be processed into sunshading, and can be added ornaments. In terms of design of the building form and interior space, b-panel is good to be used for hotel building consisting of spaces room with recurrent module because it is produced in a modular andinstallation of panels adapted to the space module. Keywords: Material b-panel, facade design, building form,  interior space
Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung. Shirley Wahadarmaputera; Naufal Rizqy Armansyah; Mega Kartika Meilita; Himawan Taufiq; Rizky Dwiana
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1383

Abstract

Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung Studi Kasus : Apartemen Sudirman Suites   Shirley wahadamaputera, NAUFAL RIZQY ARMANSYAH, mEGA KARTIKA MEILITA, hIMAWAN TAUFIQ, rIZKY DWIANA Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : joanshirl2000@yahoo.com   Abstrak Salah satu jenis bangunan vertikal yang mengalami percepatan pembangunan dalam lima tahun terakhir dikota Bandung adalah apartemen. Apartemen sudah menjadi salah satu pilihan tempat tinggal tetap keluarga di Kota Bandung, dimana penghuni di dalamnya pun beragam, termasuk penghuni keterbatasan gerak seperti penghuni lansia, cacat fisik atau ‘diffable people’ dan ibu hamil. Apartemen sebagai bangunan hunian sudah seharusnya memberi perlindungan pada pengguna apartemen terhadap bahaya, salah satunya adalah bahaya kebakaran. Permasalahan evakuasipun tidak lagi hanya sebatas jumlah lantai, tinggi bangunan, keterbatasan jangkauan tangga mobil pemadam kebakaran dan jumlah penghuni saja, namun juga bagaimana mengevakuasi penghuni keterbatasan gerak. Apartemen Sudirman Suite dengan 23 lantai dibangun pada tahun 2014 yang didukung dengan peraturan yang lebih baik dipilih sebagai studi kasus. Metode analisis deskriptif digunakan untuk membandingkan kondisi nyata desain koridor yang meliputi dimensi, pemilihan bahan, kemiringan dan kelengkapan sarana dengan ketentuan yang berlaku.Temuan menunjukkan bahwa sistem bertahan di tempat dibutuhkan untuk memberi pilihan bagi penghuni apartemen keterbatasan gerak untuk menyelamatkan diri. Sarana evakuasi penghuni keterbatasan gerak digunakan bersamaan dengan penghuni lainnya. Desain ruang tunggu diperlukan untuk memuat penempatan sementara alat bantu. Desain sirkulasi evakuasi keluar bangunan perlu dirancang dengan tidak terputus hingga mencapai titik kumpul bagi penghuni keterbatasan gerak dengan aman.   Kata kunci : Sistem evakuasi kebakaran, keterbatasan gerak. ABSTRACT Vertical buildings that experienced accelerated development in the last five years in Bandung is apartments. Apartments has become the family permanent residences option in Bandung, where the residents were diverse including residents with limited mobility such as the elderly, physical disabilities or diffable people and pregnant women. Apartments as residential or dwelling are supposed to provide security to residents from all the risks, are risk of fire. The evacuation problem is not only the number of floors, building height, fire truck’s ladder limitation and number of residents, but also how to evacuate the residents with mobility impairments. Sudirman Suite Apartment with 23 floors has been built in 2014 and supported by better regulations are chosen to be the case study. Descriptive analysis method is used to compare the real condition of design corridor that include dimension, material election, tilt, and facilities completeness with applicable. This research discovered that stay in the place system are need to give the mobility impairments occupants choice to rescue themselves. Means of evacuation for occupants with mobility impairments used at the same time with another occupants. The waiting room designs are prepared to accommodate temporary placement tools. Circulation of exit evacuation design for occupants need to be design to be continued until evacuation point for mobility impairment occupants to be save. Keyword : Evacuation system, mobility impairments.
Penerapan Arsitektur Ekologi oada Bangunan Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan beserta Asrama di Kabupaten Bandung Barat Suci Mahardika; Widji Indahing Tyas
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.289

Abstract

Abstrak Dalam upaya menjalankan dan merencanakan pengembangan kabupaten sesuai  dengan potensi daerah, dibutuhkan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan dalam bermasyarakat, antara lain berupa sarana dan prasarana pendidikan, dan kesehatan. Sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas utama untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.Adapun tujuan dari proyek ini adalah memberikan fasilitas kepada para masyarakat, khususnya penyediaan perguruan tinggi yang dapat menjadi perguruan tinggi berkualitas serta turut mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung Barat dengan merancang bangunan yang tanggap terhadap lingkungan dan kontekstual dengan iklim setempat. Tema dan Konsep desain perencanaan Sekolah Tinggi adalah Arsitektur Ekologi yang secara utuh bertujuan untuk mencapai keselarasan antara pembangunan Sekolah Tinggi dan lingkungan sekitar, baik untuk pengguna bangunan, dan masyarakat. Menciptakan bangunan Sekolah Tinggi yang berwawasan kedepan, tanggap terhadap lingkungan dan juga bisa mewadahi semua kegiatan penggunanya secara eksklusif dan secara nyaman untuk menjalankan perkuliahan dan kegiatan-kegiatan mahasiswa. Kata kunci: pendidikan ,sekolah tinggi seni pertunjukan, arsitektur ekologi.   Abstract In an effort to run and plan the development of the district in accordance with the local potential, provision of facilities and infrastructure necessary to support the life of the community, which include educational facilities, and health. Means of education to be one of the main priorities to be implemented in the near future. The purpose of this project is to provide facilities to the people, especially the college provision that could be a quality college and helped realize the vision and mission of West Bandung regency by designing buildings that respond to environmental and contextual to the local climate. Theme and concept design college is planning a full Ecological Architecture aims to achieve harmony between the development of the college and the environment, good for building users, and the public. Creating a college building next insightful, responsive to the environment and can also accommodate all of its activities are exclusively and are comfortable to run lectures and student activities. Keywords: education, school of the performings art, ecological architecture.
KAJIAN PEMANFAATAN MATERIAL HABIS PAKAI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENUJU ARSITEKUR BERKELANJUTAN Icang Abdul Halim; Jeffry Martianus; Helga Larasati; Reza M Iqbal; Ardhiana Muhsin
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.456

Abstract

Abstrak Industri pembangunan berkontribusi besar terhadap terbentuknya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. Semakin tinggi pemanfaatan sumber daya alam dapat diidentikkan dengan semakin besarnya volume limbah bangunan yang dihasilkan sehingga harus ada upaya untuk mereduksi penggunaan material baru yang berlebihan dengan wawasan arsitektur berkelanjutan. Salah satunya yaitu dengan penerapan kembali material habis pakai seperti yang telah dilaksanakan di Rumah Tinggal Budi Faisal berupa kayu (kayu utuh dan multipleks), besi tulangan, genteng, serta kaca. Metoda yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan lapangan, wawancara, dan kuesioner. Analisis data mengunakan metoda deskriptif baik kualitatif, kuantitatif, maupun kualitatif yang dikuantitatifkan. Analisis kualitatif untuk mengetahui kriteria, pengolahan, dan penerapan material dengan mengkomparasikan antara teori dan data. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tinjauan aspek sosial dan ekonomi. Hasil yang diperoleh adalah kriteria, pengolahan, dan penerapan material habis pakai yang diterapkan pada Rumah Tinggal Budi Faisal sebagai salah satu upaya menuju arsitektur berkelanjutan. Kata kunci: arsitektur, berkelanjutan, material habis pakai Abstract Building construction has strong influence toward green house effect which create global warming. The more natural resources used, producing more waste volume of material. As part of nature, human should act wisely and reducing use of excessive natural resources with the sustainable architecture concept. For example on Budi Faisal’s house, he applies sustainable concept with some reuse materials like wood (intact wood and plywood), steel, roof tile and glass. The methods which use for collecting data is observing field, interview and questioner. Analyzing data using descriptive method of qualititative, quantitive and also qualitative which has being quantitavie. Qualitative analizing to find criteria, processing and applying materials then to compare with theory and data. Furthermore, quantitative analyze used for analyzing contemplation of social aspect and the economical aspect. The results are criteria, process and apply of reuse materials in Budi Faisal’s house as a guidance for being sustainable in architecture. Keywords: architecture, sustainable, reuse materials
PENERAPAN FAKTOR BUDAYA DAN ADAT-ISTIADAT DALAM POLA MEMBANGUN PADA KAMPUNG ADAT KUTA, KAB. CIAMIS, JAWA BARAT Erisa Weri Nydia; Mardian Mardian; Nurul Khidir; Constancio Freitas; Rinaldi Gibson
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.601

Abstract

Abstrak Permukiman tradisional Di Indonesia memiliki pola yang terbentuk berdasarkan pengaruh budaya lokal setempat. Hal ini menyebabkan bentuk tiap permukiman tradisional Indonesia menjadi bervariasi. Salah satu pola permukiman tradisional yang akan dikaji adalah pola Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kampung Adat Kuta menunjukkan pola menyebar dan tidak berorientasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan faktor budaya lokal dalam penentuan pola membangun pada Kampung Adat Kuta. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat lokal. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat tiga pola dalam tatanan massa dan tahap-tahap dalam membangun bangunan di Kampung Adat Kuta. Kata Kunci : Budaya, Kampung Kuta, Pola Membangun, Tatanan Massa Abstract Traditional housing and settlements in Indonesia have different and specific pattern influenced by local culture factor of each society. One of the traditional settlements with unique pattern is Kuta village, located in Ciamis, West Java. The settlement pattern in Kuta village in general has neither orientation nor specific patterns. Although there is no pattern, the Kuta Village was built based on rules of the culture and tradition held by the leader of the village called Kuncen. This research is aimed to analyze to which extent the culture and local tradition influenced the settlement pattern in Kuta Village by firstly understanding the factors of culture in building tradition and afterward comparing with general factors.   Keyword : Culture, Kuta Village, Building mass pattern, Settlement pattern
Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak Maulana Noor Rizky; Riyanti Isriana; Annisa Azhari; Thomas Brunner
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1374

Abstract

Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak   MAULANA NOOR RIZKY, RIYANTI ISRIANA, ANNISA AZHARI, THOMAS BRUNNER Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : kotaksurat.mnrizky@gmail.com Abstrak Pengetahuan akan jenis material merupakan hal penting dalam perancangan, jenis material yang akan di terapkan pada desain pun memiliki banyak alternatif karena masing-masing material memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Pemilihan material terutama untuk fasade bangunan dianggap penting dalam sebuah proses perancangan untuk menghasilkan sebuah karya dengan nilai estetika yang baik dan tidak mengesampingkan fungsi dari bangunan. Panel beton pracetak merupakan salah satu alternatif material yang dapat di aplikasikan dalam perancangan sebuah bangunan tinggi, terutama bangunan yang berfungsi sebagai hunian, namun dalam pengaplikasiannya pemakaian material panel beton pracetak harus memperhatikan detail-detail/joint antara konstruksi dan panel beton pracetak, karena pada sambungan tersebut akan rawan terjadinya kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi sambungan/joint-joint panel beton pada struktur terhadap kebocoran. Objek penelitian pada penulisan ini adalah apartemen Easton Park, karena bangunan ini mengaplikasikan material panel beton pracetak pada sebagian besar fasadenya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan cara menganalisa detail-detail/sambungan dan bentuk panel beton pracetak berdasarkan perletakan Panel Beton Pracetak yang di aplikasikan pada bangunan Easton Park. Hasil penelitian menunjukan bahwa sambungan/joint-joint panel beton pada struktur dapat berpengaruh kepada kebocoran, serta bentuk panel beton pracetak dapat dipengaruhi oleh perletakan panel beton itu sendiri. Kata kunci: Material; Panel Precast; Apartemen Abstract Knowledge the types of materials are always important in terms of design, the type of material to be applied to the design also has many alternative because each material has its own advantages and disadvantages. Selection of materials to be applied to building facade is a consideration and especially important in a design process to produce a master piece with a good aesthetic value without disobeying the function of the building itself. Precast concrete panel as an alternative material that can be applied in the design of a high rise building, especially building that serves as residential, but usage in the application of precast concrete panel material should pay attention the detail/joint between the construction and precast concrete panel, because in the connection on line is prone to leakage. This study aimed to specify the correlation connection/joint concrete panel on the structure against leakage. The object of this study is Easton Park apartment, because this building is using precast concrete material at the whole facade. One of these building in Bandung which apply the entire facade. Thiscstudy is using method by analyzing the detail/connection and precast concrete panel form by the position of precast concrete panels are applied in Easton Park building. The result showed that the connection/joint-joint concrete panel on the structure can affect on the leakage, and precast concrete panel forms may be affected by the placement of concrete panel itself. Keywords: Material; Precast Panel; Apartement