cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Vacuum Consolidation pada Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Model Axisymmetric (Hal. 68-79) Rivanga, Nadya Utami; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.377 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.68

Abstract

ABSTRAKTanah lempung lunak merupakan jenis tanah yang memiliki kuat geser yang kecil, koefisien permeabilitas yang kecil, kompresibilitas yang besar, dan mempunyai daya dukung rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tanah lempung lunak menjadi tantangan pada kontruksi yang akan di bangun diatasnya, sehingga diperlukan perbaikan tanah. Salah satu perbaikan tanah untuk tanah lempung lunak yang banyak dijumpai yaitu vertical drain dan preloading. Pada tugas akhir ini metode tersebut akan dikombinasikan dengan vacuum consolidation. Tegangan vakum yang digunakan pada kasus ini sebesar 50 dan 80 kPa. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 2D dengan model Axisymmetric. Analisis dilakukan dengan memvariasikan tiga dari sekian banyak soil model yaitu Mohr Coulomb, Hardening Soil, dan Soft Soil. Berdasarkan hasil dari penelitian nilai penurunan, tegangan pori, dan waktu konsolidasi yang dihasilkan berbeda tetapi hasil penurunan soil model dengan Hardening Soil dan Soft Soil tidak terlalu berdeda secara signifikan.Kata Kunci: tanah lempung lunak, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D  ABSTRACTSoft clay is a type of soil that has low shear strength,  high compressibility,  low coeffiecient of permeability and low bearing capacity. The condition caused soft clay soil to be a challenge on the construction that will be built on it, so that it needed soil improvement. The soil improvement for soft clay that often found is vertical drain and preloading. In this final project that method will be combined with vacuum consolidation. The vacuum pressure used in this case amount from 50 and 80 kPa. The analysis was performed using PLAXIS 2D program with Axisymmetric model. The analysis was done by varying the three of soil models Mohr Coulomb, Hardening Soil, and Soft Soil. Based on the settlement of the research, settlement value, pore pressure, and time of consolidation are different but the result of soil models of Hardening Soil and Soft Soil is not significantly differentiated.Keywords: soft clay, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D
Studi Mengenai Campuran Beton dengan Kadar Pasir Tinggi dalam Agregat Gabungan pada Cara SNI (Hal. 36-47) Yakti, Dendy Filleka; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.246 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.36

Abstract

ABSTRAKifat mekanik beton yang paling utama adalah kuat tekannya. Kuat tekan beton dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang menentukan kuat tekan beton adalah aktor air-semen (w/c) gradasi agregat, dan kadar pasir dalam agregat gabungan. Perancangan komposisi campuran beton cara SNI dengan kadar pasir tinggi untuk slump 60-180 mm hanya dapat dibuat dengan menggunakan pasir yang modulus kehalusannya 3,5. Perancangan campuran beton dengan kadar pasir tinggi untuk modulus kehalusan pasir 3,5 dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama yaitu dengan meningkatkan langsung kadar pasir melebihi 50% dan kadar agregat kasarnya menjadi berkurang, dengan konsekuensi nilai slump campuran beton akan berkurang. Cara kedua yaitu mengkombinasikan cara SNI dengan cara Dreux. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan secara langsung kadar pasir melebihi 50% dalam agregat gabungan untuk ukuran maksimum agregat 20 mm dan 40 mm masih dapat dilakukan hingga mencapai kadar pasir 75% yang merupakan kadar pasir maksimum yang dibolehkan dalam agregat gabungan.Kata kunci: cara SNI, cara Dreux, kadar pasir, kuat tekan. ABSTRACThe main mechanical properties of concrete compressive strength is compressive strength of concrete. Factors that determine the compressive strength of concrete are water-cement ratio (w/c), aggregate gradation, and the sand content in the combined aggregate. The design of the composition of the concrete mix by SNI method with a high sand content for slump 60-180 mm can only be made with sand fineness modulus 3.5. Design concrete mixes with high sand content for sand fineness modulus 3.5 done in 2 method. The first method is to increase direct sand content exceeds 50% and coarse aggregate to be reduced, and consequently slump value of the concrete mix will be reduced. The second method is the combinened of SNI and Dreux method. The test results in this study indicate that the sand content exceeds 50% in the combined aggregate for maximum aggregate size of 20 mm and 40 mm can still be done. Sand content of 75% is the maximum permissible content in the combined aggregate.Keywords: SNI method, Dreux method, sand content, compressive strength.
Penanganan Sedimentasi di Pelabuhan Tanjung Api-Api pada Sungai Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Hal. 117-126) Taredja, Ken Wiralino; Nugroho, Eka Oktariyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.223 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.117

Abstract

ABSTRAKPenumpukan sedimentasi adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh terminal pelabuhan. Terminal pelabuhan dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyebrangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan sedimentasi yang terjadi pada Pelabuhan Tanjung Api-Api. Sedimentasi yang terjadi pada Pelabuhan Tanjung Api-Api dihitung dengan perhitungan numerik menggunakan aplikasi MIKE 21. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa batimetri, pasang surut, gelombang, dan debit. Dari hasil pemodelan didapatkan penumpukan sedimentasi pada pelabuhan penyebrangan sebesar 0,24 mdalam 3 bulan dan dipilih penanganan dengan cara melakukan pengerukan alur hingga -5 m.Kata kunci: pelabuhan, sedimentasi, alur ABSTRACTSedimentation is one of the problems in the port terminals. Port terminals are required to provide facilities, infrastructure and services as written in the regulation PM 51 2015 on the Port Distribution Port. This research aims to explore how to deal with the sedimentation at Tanjung Api-Api Port. Sedimentation that at Tanjung Api-Api Port was calculated by numerical calculation using MIKE 21 application. The data input for numerical model is used form previous study. The input data are bathimetry, tidal, wave, and discharge. The computation shows than the dredging channel by –5 m is proven to be the best design among afters scenario. The calculation of sedimentation depth is similar as primary data and has acknowledge 0,24 in 3 month.Keywords:  port, sedimentation, channel
Evaluasi dan Perencanaan Posisi Parkir Pesawat pada Apron Bandara Husein Sastranegara Bandung (Hal. 126-134) Meilinda, Dita Meilinda; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.666 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.126

Abstract

ABSTRAKBandara Husein Sastranegara mempunyai luas apron eksisting 388 m x 80 m. Peningkatan penerbangan menyebabkan dilakukannya evaluasi untuk menyesuaikan apron dengan pesawat rencana B 737-900 ER dan peraturan Kementerian Perhubungan no. 39 tahun 2015. Hasil evaluasi apron pada kondisi eksisting didapatkan bahwa apron tidak sesuai dengan peraturan sehingga dilakukan perluasan apron dengan luas 388 m x 94 m. Analisis frekuensi dan jam puncak digunakan untuk mengetahui pergerakan pesawat sesuai data jadwal keberangkatan dan kedatangan. Hasil analisis jam puncak pesawat harian diperoleh pada  jam 15.20-16.20 WIB. Konfigurasi parkir pesawat yang terbaik adalah tipe angled nose-in parking dengan jumlah parking stand 7 buah yang dapat menampung 10 pesawat dalam 1 jam. Perencanaan lainnya adalah menentukan posisi parkir pesawat pada parking stand yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan eksisting.Kata kunci: apron, konfigurasi pesawat, angled nose-in, posisi parkir ABSTRACTHusein Sastranegara Airport has a existing area of apron 388 m x 80 m. The increasing number of flights causing the evaluation of existing apron needs to be done to adjust the apron with a plan B 737-900 ER aircraft and regulations of the Ministry of Transport No. 39 Year 2015. The results of evaluation showed that apron is not in accordance with the regulations so as to expand apron 388 m x 94 m. The peak hour frequency analysis used to determine the movement of aircraft according to data scheduled departure and arrival. The results of analysis daily peak hour aircraft obtained on the clock 15:20 to 16:20 pm. The best aircraft parking configuration type is angled nose-in parking with seven parking stand that can accommodate 10 aircraft within one hour. Other planning is to determine position of aircraft parking at parking stand adapted to existing flight schedule.Keywords: apron, aircraft configuraton, angled nose-in, aircraft parking
ANALISIS MODEL FISIK REVETMENT BUIS BETON. (HAL. 106-117) Nurrochim, Dendy; Kurniadi, Yessi Nirwana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.905 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.106

Abstract

ABSTRAKRevetment adalah salah satu struktur pelindung pantai yang berfungsi pelindung dari abrasi. Saat ini perkembangan material penyusun revetment sangat beragam salah satunya buis beton. Kekuatan buis beton sebagai saluran drainase sudah teruji dalam bidang pengelolaan sumber daya air tetapi untuk bahan penyusun revetment belum pernah diuji. Berdasarkan hal itu Balai Teknologi Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan analisis model fisik guna menyusun pedoman pelaksanaan konstruksi untuk menjamin kekuatan konstruksi revetment buis beton. Penelitian ini melanjutkan ide dari Balai Teknologi Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan melakukan penelitian analisis model fisik revetment buis beton. Penelitian melakukan uji model fisik yang dibentukdari pipa PVC berdiameter 10 cm dan tinggi 5 cm dengan kemiringan pantai 28,61°. Analisis model fisik dilakukan untuk mengetahui kemampuan buis beton dalam merefleksikan gelombang dan run up terjadi dengan 3 variasi kedalaman. Hasil dari pengujian model fisik diperoleh koefisien refleksi pada kedalaman 30 cm sebesar 0,3 ? 0,42 dengan persentase gelombang tereduksi 50%?65 % dan koefisien refleksi untuk kedalaman 40 cm sebesar 0,8 ? 0,98 dengan persentase gelombang tereduksi 2% ?14 %.Kata kunci: revetment,koefisien refleksi,run-up,buis beton ABSTRACTRevetment is one of the coastal protection structure use as a shore protection from abrasion. Nowdays, development of revetment material was currently many variation one of them are concrete pipe. The strength of concrete pipe as a drainage channel had been tested in the field of water resources management but for the revetment this material has never been investigated. Based on this, Ministry of Public Works and Housing would conduct a physical model analysis to prepare guidelines for the construction to ensure the strength of the construction of the concrete pipe revetment. This research will continue the idea using concrete pipe as revetment with physical model study. In physical study, the concrete pipe model was made from PVC pipe with 10 cm diameter and 5 cm height on a 28,61° slope. Physical model analysis was carried out to determine the ability of concrete pipe in reflecting waves and run-up occurs with 3 depth variations. The results of physical model testing obtained reflection coefficient at a depth of 30 cm of 0.3 ? 0.42 with a percentage of reduction 50% ? 65% and reflection coefficient for a depth of 40 cm of 0.8 ? 0.98 with a reduced percentage of 2%? 14%.Keywords: revetment, coefficient of reflection, run-up,concrete pipe
Efek Tipe Superplasticizer terhadap Sifat Beton Segar dan Beton Keras pada Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash (Hal. 59-70) Utami, Ria; Herbudiman, Bernardinus; Irawan, Rulli Ranastra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.469 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.59

Abstract

ABSTRAKBeton geopolimer adalah beton tanpa semen portland dengan bahan pengikat material yang mengandung silika dan alumunium yang tinggi seperti fly ash. Silika dan alumunium pada fly ash diaktifkan oleh aktivator yaitu sodium hidroksida (NaOH) dan katalisator yaitu sodium silikat (). fly ash yang digunakan pada penelitian adalah campuran fly ash PLTU Suralaya 1 dan PLTU Suralaya 2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tipe superplasticizer terhadap beton segar dan keras beton geopolimer yaitu slump flow, setting time dan kuat tekan. Superplasticizer yang digunakan adalah naphthalene, sodium glukonat dan polycarboxylate. Benda uji kuat tekan adalah kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm sebanyak 3 buah, pengujian dilakukan pada umur beton 1, 3, 7 dan 28 hari. Hasil dari penelitian diketahui bahwa superplasticizer sodium glukonat adalah superplasticizer terbaik untuk beton geopolimer karena beton mendapatkan flow dan setting time yang lama, dengan kuat tekan yang tidak jauh berbeda dengan beton geopolimer.Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, superplasticizer, beton segar, beton keras ABSTRACTGeopolymer concrete is a concrete without portland cement with high component silica and aluminium as the binding material such as fly ash. Silica and aluminum in fly ash is activated by sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (). fly ash used in the study was mix  two steam power plant, fly ash PLTU Suralaya 1 and PLTU Suralaya 2. The study was conducted to determine the effect of type superplasticizer on fresh concrete and hardened of geopolymer concrete which is Slump flow, setting time and compressive strength. Superplasticizer used is naphthalene, sodium gluconate and polycarboxylate. Compressive strength test specimen is a cube measuring 5 cm x 5 cm x 5 cm as much as 3 pieces, testing is done on the concrete 1, 3, 7 and 28 days. The results of the study note that sodium gluconate is the best admixture for geopolymer concrete because concrete has highest flow characteristic and longer setting time, with difference of compressive strength was not significantly.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, superplasticizer, fresh concrete, hardened concrete
Analisis Perbandingan Kinerja Struktur Baja SRBKK Tipe Inverted-V pada Gedung Bertingkat 12, 16, dan 20 Lantai. (Hal. 65-74) Benita, Diva Rahma; Desmaliana, Erma; Pribadi, Amatulhay
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.582 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.65

Abstract

ABSTRAK Konstruksi baja merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan dalam pembangunan gedung tinggi. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan suatu gedung dengan memasang bresing. Pada kasus ini sistem struktur baja yang digunakan yakni Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus menggunakan bresing tipe Inverted-V. Dalam tugas akhir ini dilakukan perencanaan struktur baja bertingkat 12, 16 dan 20 lantai yang dimana nantinya juga dilakukan evaluasi kinerja struktur bangunan menggunakan analisis pushover untuk menentukan struktur bangunan yang paling efektif dalam perencanaan struktur menggunakan bresing Inverted-V. Dalam tugas akhir ini, didapat level kinerja struktur pada struktur baja bertingkat 12, 16 dan 20 lantai berada pada kinerja Immediate Occupancy (IO). Dari hasil-hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa struktur baja bertingkat 12 lantai menggunakan bresing konsentrik tipe Inverted-V memiliki perioda struktur yang paling kecil dan berat struktur yang lebih kecil dibandingkan sistem rangka bresing struktur lainnya. Kata kunci: struktur baja, pushover, kinerja struktur ABSTRACT Steel construction is an alternative that can be used in the construction of tall buildings. One way to increase the rigidity of a building by installing the bracing. In this case the steel structure system that will be used is the Steel Special Concentrically using Inverted-V type bracing. In this thesis, steel structure planning of 12, 16 and 20-storey will be carried out, which will also evaluate the performance of the building structure using pushover analysis to determine the most effective structure in the structure planning using Inverted-V bracing. In this thesis, it obtained the level structural performance in steel structure 12, 16 and 20-storey floors are in the performance of Immediate Occupancy (IO). From the result of the analysis that was obtained, it can be concluded that the 12-storey steel structure steel structure using concentrically Inverted V-braced frames has the smallest structural period and smaller structural weights compared to other structural bracing systems. Keywords: steel structure, pushover, structure performance
Perencanaan Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Baruakol Kepulauan Sula Maluku Utara (Hal. 115-126) Narindra, Dwinanda; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.582 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.115

Abstract

ABSTRAKDesa Baruakol, Kabupaten Kepulauan Sula merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Provinsi Maluku Utara. Namun selama periode 2012-2014, total nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi mengalami penurunan menurut BPS (Badan Pusat Statistik). Pembangunan prasarana perikanan dibutuhkan untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Prasarana tersebut berupa pelabuhan ikan yang termasuk kedalam klasifikasi pangkalan pendaratan ikan (PPI). Analisis yang digunakan yaitu pasang surut dengan menggunakan metode Least Square dan metode Admiralty, dilanjutkan dengan perhitungan fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Hasil pasang surut yang digunakan adalah metode Least Square dengan hasil tunggang pasut yang didapat sebesar 2,04 m serta HWS pada elevasi +2,39 m dan LWS +0,35 m. Dengan dilengkapi fasilitas pokok dengan luas total sebesar 7.982 m2 sedangkan untuk fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang seluas 2.692 m2.Kata kunci: perencanaan teknis, metode pasang surut, pangkalan pendaratan ikanABSTRACTBaruakol Village, in Sula Islands Region is one of the largest fish resource in North Maluku Province. However, during the 2012-2014 period, the total additional value generated by the economic sectors are decreasing, according to BPS (Badan Pusat Statistik) / National Statistic Centre. Developing fishing port infrastructure is needed to help improving the regional economy. The infrastructure is formed as fishing port that classification type of PPI. The tidal analysis is Least Square method and Admiralty method, and  calculation of basic facilities, functional facilities and supporting facilities. The tidal ebb & flow test is using Least Square method the result obtained from tidal ebb & flow test is 2.04 m and HWS elevation at +2.39 m and LWS at +0.35 m. Equipped with basic facilities with total area of 7,982 m,2 meanwhile coverage area for functional facilities and supporting facilities is 2,692 m2.Keywords: technical planning, tidal method, fishing port type PPI
Studi Mengenai Perancangan Komposisi Bahan dalam Campuran Mortar untuk Pembuatan Bata Beton (Paving Block) (Hal. 89-97) Multazam, Kiagus Aldi; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.666 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.89

Abstract

ABSTRAKPerancangan komposisi bahan campuran mortar untuk membuat bata beton (paving block) dilakukan dengan cara coba-coba (trial error) hal ini disebabkan metode mix design untuk campuran mortar belum dikembangkan secara teoritis. Agar produk paving block dapat memenuhi syarat yang ditentukan oleh SNI 03-0691-1996 maka perlu dikembangkan suatu teori pendekatan dalam perancangan komposisi bahan dalam campuran mortar. Hasil-hasil pengujian dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa makin tinggi volume pasir dalam campuran bata beton, makin rendah nilai kuat tekan paving block dari yang seharusnya. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya ikatan antara pasta semen dengan permukaan agregat akibat berkurangnya kelecakan campuran mortar jika volume pasir bertambah. Dari hasil penelitian perancangan komposisi bahan dalam campuran mortar untuk pembuatan paving block dapat dilakukan mengunakan persamaan Dreux dengan menambah faktor koreksi berkisar antara 0 sampai 1. Volume pasir maksimum untuk semua ukuran butiran agar tidak terjadi seregrasi pada campuran adalah 0,70 m3,dan modulus kehalusan pasir yang paling baik untuk membuat campuran mortar adalah sama dengan atau lebih besar dari 2,3.Kata kunci: mortar, volume pasir, kuat tekan, kelecakan ABSTRACTMortar mix design in paving block home industries was usually carried out by using trial and error method. This method was caused by unavailability of theoritical approach in mortar mix design. In order to fulfill SNI 03-0691-1996 standard, it is necessary to develope  theoritical aproach in mortar mix design. The method proposed in this research is developed by using concrete mix design by Dreux. Test results in this research showed the higher the volume of sand, the lower the compressive strength that should be. Based on the test results, mortar mix design can be carried out by adding corrcetion factor in Dreux method, which is  0 1. In order to prevent segregation in mortar mix, the maximum volume of sand is 0.7 m3 and the fineness modulus is equal or larger than 2,3.Keywords: mortar, the volume of sand, compressive strength, workability
Analisis Biaya Hidup Aset pada Infrastruktur Pengangkatan Air Baku di Daerah Karst (Hal. 20-27) Arifin, Muhammad Luqman Nur Rouf; Fathani, Teuku Faisal; Priyosulistyo, Henricus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.463 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.20

Abstract

ABSTRAKKawasan karst Gunungsewu yang terbentang dari Kabupaten Gunung Kidul, Wonogiri hingga Pacitan memiliki banyak lembah kering dan mengalami kelangkaan air permukaan. Kekeringan melanda saat musim kemarau datang, sedangkan pada saat musim penghujan, umumnya air ditampung di penampungan air hujan (PAH) sederhana. Adanya program Pengangkatan Air Tenaga Surya (PATS) di beberapa lokasi di Kawasan karst Gunungsewu telah berhasil membantu warga dalam mengurangi masalah kekeringan. Penelitian ini menganalisis biaya hidup aset infrastruktur pengangkatan air baku menggunakan energi terbarukan (PATS) dan Pengangkatan Air Tenaga Diesel (PATD) di daerah karst. Lokasi yang dipilih adalah di Dusun Banyumeneng, Kabupaten Gunung Kidul yang mulai beroperasi tahun 2016. Analisis biaya hidup aset meliputi biaya awal, biaya perawatan dan perbaikan, biaya penggantian komponen dan biaya penghapusan. Hasil analisis nilai kini aset menunjukkan bahwa nilai pada akhir umur layan PATS Banyumeneng sebesar (+)Rp66.240.298,00 untuk penggunaan energi surya, dan (-)Rp30.997.539,00 untuk penggunaan energi diesel. Nilai positif pada hasil analisis biaya hidup aset PATS menunjukkan bahwa infrastruktur PATS Banyumeneng menguntungkan secara ekonomi untuk dibangun dan beroperasi menggunakan tenaga surya.Kata kunci: biaya hidup aset, pengangkatan air tenaga surya, pengangkatan air tenaga diesel, nilai kini asset, karst Gunungsewu ABSTRACTThe Gunungsewu karst area which stretches from Gunung Kidul Regency, Wonogiri to Pacitan has many dry valleys and experiences a scarcity of surface water. Drought occurs when the dry season comes, while during the rainy season, water is generally stored in simple rainwater storage (PAH). The existence of a Solar Water Pumping System (PATS) in several locations in the Gunungsewu karst area has succeeded in helping residents in reducing drought problems. This study analyzes the life cycle cost of water supply infrastructure using renewable energy technology (PATS) and diesel technology (PATD) in the karst area. The chosen location was in Banyumeneng Hamlet, Gunung Kidul Regency which began operations in 2016. Analysis of life cycle cost includes initial costs, maintenance and repair costs, replacement costs and salvage value. Present value of assets show that the value at the end of the service life of PATS Banyumeneng is (+)Rp66,240,298.00 for the use of solar energy, and (-)Rp 30,997,539.00 for the use of diesel energy. The positive value on the results of the PATS life cycle cost analysis shows that the PATS Banyumeneng infrastructure is economically profitable to build and operate.Keywords: life cycle cost, solar water pumping system, diesel powered water pumping system, present value of asset, Gunungsewu karst area

Page 10 of 55 | Total Record : 549