cover
Contact Name
Ubaidillah
Contact Email
Ifanalialfatani206@gmail.com
Phone
+6282330533256
Journal Mail Official
Ifanalialfatani206@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Abd. Mu’iz Tr. Koncer Darul Aman – Tenggarang –Bondowoso Jawa Timur Kode Pos 68281
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
An Namatul Ausath
ISSN : -     EISSN : 30317711     DOI : https://doi.org/10.64431/annamatulausath.v2i2
Core Subject : Education,
An Namatul Ausath: Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Journal is an electronic journal that focuses on scientific articles on Islamic Education issues in general published by the Institut Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Bondowo Jawa Timur, Indonesia. This journal provides an academic platform for professionals and researchers to contribute innovative work written in both English and Indonesian and published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Sekolah Dasar (SD) Plus Al Huda Malika Radian Fadzillah; Lingga Yuliana; Didin Hikmah Perkasa
An Namatul Ausath Vol. 5 No. 2 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Sekolah Dasar (SD) Plus Al Huda. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode wawancara dan observasi langsung terhadap sejumlah pegawai dan manajemen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berperan signifikan dalam membentuk etos kerja pegawai. Beberapa indikator seperti kepatuhan terhadap peraturan, ketepatan waktu, serta tanggung jawab terhadap tugas memiliki korelasi kuat dengan peningkatan kinerja individu dan organisasi secara keseluruhan. Namun, terdapat juga hambatan internal dan eksternal yang mempengaruhi penerapan disiplin kerja, seperti budaya organisasi dan motivasi pribadi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi SD Plus Al Huda untuk memperkuat sistem disiplin melalui pelatihan rutin, peningkatan komunikasi, dan penerapan reward serta punishment yang konsisten. Dengan demikian, diharapkan kinerja pegawai dapat lebih optimal dalam mendukung visi dan misi sekolah.
IMPLEMENTASI GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT DAN KETERLIBATAN BELAJAR SISWA DI MI BAHRUL ULUM Moh. Riqzan syahroni; Ifan Ali Alfatani; Moch. Rizal; Moh. Subhan
An Namatul Ausath Vol. 5 No. 2 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan Kepala Madrasah Di Lembaga Pendidikan Islam Muhammad Rosid; Ifan Ali Alfatani
An Namatul Ausath Vol. 5 No. 2 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKSISTENSI KELOMPOK BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KEBERAGAMAAN ANAK Muhamad Rosid; Ifan Ali Alfatani
An Namatul Ausath Vol. 5 No. 2 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI MI SALAFIYAH SYAFI’IYAH TANGSEL WETAN BONDOWOSO Musyarrofah; Moh. Muafi Bin Thohir; Riskiyah; Rohikim Makhtum
An Namatul Ausath Vol. 5 No. 2 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semangat dan Adaptasi Guru Madrasah Ibtidaiyah terhadap Teknologi Artificial Intelligence dalam Mendukung Pembelajaran Anak Usia Sekolah Dasar Noor Alfi Fajriyani; Ifan Ali Alfatani
An Namatul Ausath Vol. 6 No. 1 (2026): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tren disrupsi terbesar dalam dunia pendidikan dasar, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semangat dan proses adaptasi guru MI terhadap teknologi AI dalam mendukung pembelajaran anak usia sekolah dasar, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada tiga MI di Bondowoso , melibatkan 24 guru kelas sebagai partisipan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan kuesioner pendamping. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki semangat adaptasi yang tinggi terhadap AI, tercermin dari peningkatan rata-rata kesiapan pada lima indikator utama setelah mengikuti pendampingan, namun penerapannya masih terbatas pada fungsi administratif dan pencarian materi ajar dibanding integrasi pedagogis yang mendalam. Faktor pendukung utama meliputi pelatihan berkelanjutan, dukungan kepala madrasah, dan komunitas belajar guru, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur digital, beban kerja administratif, dan kekhawatiran terhadap orisinalitas penilaian. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka adaptasi teknologi guru MI berbasis pendampingan kolaboratif dan merekomendasikan kebijakan peningkatan literasi AI yang berkelanjutan bagi pendidik di jenjang sekolah dasar.
Terlalu Sering Berubah: Persepsi Guru Madrasah Ibtidaiyah terhadap Dinamika Kurikulum Nasional Muhammad Abrori
An Namatul Ausath Vol. 6 No. 1 (2026): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum nasional Indonesia telah mengalami pergantian yang relatif cepat dalam dua dekade terakhir, mulai dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka, sebuah dinamika yang menimbulkan beban adaptasi tersendiri bagi guru di jenjang dasar, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru MI terhadap frekuensi perubahan kurikulum nasional serta dampaknya terhadap praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan delapan partisipan guru MI di Kabupaten Bondowoso yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman mengajar minimal sepuluh tahun dan telah mengalami sekurang-kurangnya dua kali transisi kurikulum. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru MI memaknai pergantian kurikulum sebagai sumber kelelahan administratif yang dominan (35%), diikuti kebingungan implementasi (28%), resistensi psikologis (18%), dan optimisme adaptif (19%). Temuan ini mengindikasikan bahwa frekuensi perubahan kebijakan kurikulum yang tidak diiringi pendampingan berkelanjutan justru melemahkan kapasitas profesional guru, alih-alih memperkuatnya. Penelitian ini merekomendasikan model transisi kurikulum yang lebih gradual, partisipatif, dan kontekstual dengan karakteristik madrasah.
KESENJANGAN ANTARA KUALIFIKASI AKADEMIK DAN STATUS PROFESIONAL GURU: ANALISIS JALUR S1 DAN PPG PADA MADRASAH IBTIDAIYAH Mowafg Masuwd
An Namatul Ausath Vol. 6 No. 1 (2026): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Guru dan Dosen mensyaratkan dua pilar utama profesionalisme guru, yaitu kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) dan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), kedua syarat tersebut tidak selalu berjalan paralel sehingga memunculkan kesenjangan struktural antara guru yang telah memenuhi kualifikasi akademik namun belum berstatus profesional, dan guru yang telah berstatus profesional namun latar pendidikannya tidak selalu linear. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kesenjangan tersebut serta faktor-faktor yang melatarinya melalui pendekatan mixed-methods sekuensial eksplanatori pada guru MI di tiga kabupaten binaan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 124 guru, wawancara mendalam terhadap 14 informan kunci, dan studi dokumen data kepegawaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 48,4% guru berkualifikasi S1 linear PGMI yang telah tersertifikasi melalui PPG, sementara guru dengan latar S1 non-kependidikan hampir seluruhnya belum memiliki akses memadai terhadap program tersebut. Kesenjangan ini dipengaruhi oleh kuota PPG yang terbatas, mekanisme seleksi yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil madrasah, serta minimnya afirmasi bagi madrasah di wilayah tertinggal. Temuan ini berimplikasi pada perlunya redesain kebijakan distribusi kuota PPG yang lebih berpihak pada kesetaraan akses bagi guru madrasah, khususnya pada satuan pendidikan dasar keagamaan yang selama ini relatif termarginalkan dari arus utama kebijakan pendidikan nasional.
PENGALAMAN KERJA SEBAGAI MODAL AKADEMIK: KAJIAN IMPLEMENTASI REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU PADA PROGRAM S1 Sulhan
An Namatul Ausath Vol. 6 No. 1 (2026): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) membuka jalur afirmatif bagi individu yang telah memiliki pengalaman kerja namun belum menamatkan jenjang sarjana (S1) untuk dikonversi capaian pembelajarannya menjadi kredit akademik. Fenomena ini menjadi penting dikaji karena terjadi pergeseran paradigma dari model pendidikan yang semata berbasis kehadiran di ruang kelas (seat-time) menuju model yang mengakui kompetensi nyata (competency-based recognition), sekaligus memunculkan kontroversi mengenai validitas dan standar mutu asesmennya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengalaman kerja diposisikan dan dikonversi sebagai modal akademik dalam implementasi RPL Tipe A pada program S1, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-eksploratif, melibatkan pengelola RPL, dan mahasiswa jalur RPL pada tiga perguruan tinggi sebagai partisipan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen portofolio, dan observasi proses asesmen, yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja dapat berfungsi sebagai modal akademik yang sah apabila dipetakan secara eksplisit terhadap capaian pembelajaran mata kuliah melalui portofolio terstruktur dan diuji oleh asesor kompeten, namun keberhasilannya masih dibatasi oleh kesiapan tata kelola, keseragaman instrumen asesmen antar program studi, dan pemahaman calon mahasiswa terhadap persyaratan administratif. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya standardisasi instrumen asesmen RPL berbasis rubrik capaian pembelajaran yang dapat diadaptasi lintas program studi guna menjaga mutu akademik tanpa mengurangi aspek inklusivitas kebijakan.
Kesenjangan antara Penyusunan dan Implementasi RPS Berbasis OBE oleh Dosen di Perguruan Tinggi Ifan ali alfatani
An Namatul Ausath Vol. 6 No. 1 (2026): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan instrumen sentral dalam menjamin mutu pembelajaran di perguruan tinggi. Namun demikian, terdapat kesenjangan signifikan antara kualitas dokumen RPS yang disusun secara formal oleh dosen dan implementasi aktualnya di dalam kelas. Penelitian  ini mengkaji secara mendalam fenomena gap tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pada dosen-dosen di tiga prodi. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas dosen mampu menyusun RPS yang memenuhi standar format administratif, namun mengalami kesulitan dalam menerjemahkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ke dalam aktivitas pembelajaran yang terukur. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi lemahnya pemahaman konstruktive alignment, rendahnya keterlibatan dosen dalam penyusunan CPL institusional, serta absennya mekanisme evaluasi implementasi yang sistematis. Penelitian  ini menawarkan model pendampingan berbasis komunitas praktik sebagai solusi inovatif.

Page 3 of 3 | Total Record : 30