cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 269 Documents
HUBUNGAN KADAR PB DALAM DARAH DENGAN PROFIL DARAH PADA PETUGAS OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DI KOTA SEMARANG TIMUR Mifbakhuddin -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.493 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Latar belakang, Plumbum merupakan polutan udara utama di udara perkotaan selain sulphur dioksida (SO2), partikulat tersuspensi (suspended particulate matter), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO). Dampak paparan Pb terhadap kesehatan adalah kerusakan ginjal, hipertensi, anemia, kerusakan saraf pusat, perubahan tingkah laku, gangguan fertilitas, keguguran janin, menurunkan IQ anak serta menghambat pembentukan Hemoglobin. Tujuan, Mengetahui hubungan tingkat paparan plumbum dengan profil darah pada petugas operator SPBU di Kota Semarang Timur. Metode, penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 39 sampel. Variabel independen penelitian kadar plumbum dalam darah, variabel dependen profil darah dan variabel pengganggu riwayat sakit, intake energi, protein, vitamin Bl2, asam folat, vitamin C, riwayat sakit, kebiasaan minum teh., pemakaian obat, pemakaian APD, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Hasil : retata kadar Pb darah adalah I 3,35 pg/dl, profil darah mencakup kadar Hb, leukosit, tombosit, hematokrit, eritrosit, MCV, MCH, MCHC masih dalam batas normal, variabel plumbum dalam darah berhubungan dengan kadar ltemoglobin dan kad.ar hematokrit dengan (OR = 1,388; 95 % CI: 1,094-!,761 dan OR= 1,358;95 %CI: 1,095-1,685). Kesimpulan, kadar plumbum dalam darah di atas normal merupakan faktor risiko menurunkan kadar hemoglobin dan hematokrit masing-masing 1,388 kali dan 1,58 dibandingkan dengan kadar plumbum dalam darahnya normal. Saran, dalam bekerja sebaiknyapetugas SPBU menggunakan APD (masker) untuk mengurangi paparan plumbum dari gas buang kendaraan bermotor, dan melakukan pemantauan kesehatan yang teratur dengan interval tertentu (minimal 1 tahun sekali).Kata kunci : Kadar Plumbum darah, Profil Darah, Petugas SPBU.
PERBEDAAN KADAR CO DI UDARA BADAN JALAN BERDASARKAN KERAPATAN TANAMAN PENGHIJAUAN DI KOTA SEMARANG TAHUN 2OO3 Atik . Susanti; M. . Sulchan; Mifbakhuddin . .
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.515 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.2.2004.%p

Abstract

ABSTRACT Background : Carbon monoxide (CO) is the most pollutant substance as the result of incomplete combustion from the carbon contained material ft'om fuel or other materials. Motor vehicles are the biggest contributor for air pollution. It is caused by smoke from various kinds of vehicles , which produce many dangerous pollution gasses such as Carbon monoxide (CO) and hydrocarbon (Hc). Air pollution level caused by vehicle gas emition in Semarang is believed to be at the dangerous level for the people's health. According to Bapedal (96), Semarang has been categorized as the third most polluted city after Jakarta and Bandung. The preventive action to overcome this problem is by planting trees or plants. Plant can be selected from trees along the streets because it can clean the air from contaminant and also it can function as green belt. Objective : in order to know the CO level along the street based on the interval distance between plants in Semarang in rhe year of 2003. Method : This explanatory research is using the cross sectional approach. The sample in this research is comparing the quality of the air between two major streets in Semarang. The first, it is taken from the air in Jalan Teuku Umar , which have a closer distance between its plants and the other is taken from Jalan Majapahit which has a scarce plants. Both streets have the same average rate of vehicles.The independent variabel is the closed or unclosed green plants, whereas the dependent variabel is the CO disposal. The controled variabel is the total number of vehicles This research was conducted in June 2aB, and the data were gathered from observation, direct measuring and laboratory test. Stastical analysis was undertaken using t test. Result : The average CO in Teuku {Jmar street is 781,2500 pgr/m3, whereas in Majapahit 1354,1675 pgrlm3 The test has found the significant result of p = 0,011, it means p< q0,05, so there are some differences for CO disposal based on the distance of its plant. Conclusion : There are some dffirences for CO disposal based on the distance of plants on the street. Keywords : CO disposal, green plant
PENGARUH DOSIS PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN (Studi Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar) Wulandari W; Sayono S; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.416 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.55-64

Abstract

Latar Belakang : Salah satu dari beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah keberadaan asap rokok. Kandungan asap rokok misalnya tar, dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang dan radikal bebas menyebabkan hemolisis sel darah merah. Sebanyak 85,4% perokok aktif, merokok dalam rumah bersama keluarga sehingga mengancam kesehatan lingkungan. Tujuan : Mengetahui pengaruh berbagai dosis paparan asap rokok terhadap jumlah eritrosit dan kadar Hemoglobin (Hb). Metode : Rancangan penelitian ini adalah after only with control design, dengan menggunakan sampel tikus jantan galur wistar. Sejumlah 24 tikus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Satu kelompok tanpa perlakuan dan tiga kelompok lainnya diberi paparan asap rokok dengan dosis bertingkat masing-masing 1 batang/ hari, 2 batang/ hari, dan 4 batang/ hari. Tikus dipapari asap rokok selama 28 hari. Di akhir penelitian tikus diambil darahnya untuk diperiksa jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel, dianalisis dengan Anova Oneway dan Post hoct dengan LSD. Hasil : Rata-rata jumlah eritrosit dan kadar Hb adalah: Kelompok K = (6,73 x 106 /l dan 11,6gr/dl ); Kelompok P1=(5,27 x 106/l dan 9,38 gr/dl); Kelompok P2= (4,53 x 106/l dan 8,1 gr/dl); Kelompok P4=(4,45 x 106 /l dan 7,4 gr/dl); berbeda signifikan pada jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin (p value = 0,000). Simpulan : Paparan asap rokok dapat menyebabkan penurunan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin.Kata Kunci : eritrosit, hemoglobin, asap rokok.
PENGARUH JUMLAH AIR YANG DI TAMBAHKAN PADA KEMASAN SERBUK BUNGA SUKUN (Artocarpus communis) SEBAGAI PENGGANTI ISI ULANG (Refill) OBAT NYAMUK ELEKTRIK TERHADAP LAMA WAKTU EFEKTIF DAYA BUNUH NYAMUK Anopheles aconitus LAPANGAN. Margo Utomo; Ratih Sari Wardani; Shidqon Amri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.169 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Malaria is spread by female mosquito Anopheles bite. Malaria destroy is by cutting off the contagious chain. The mechanical and biological destroy is better for environment than chemical. It is because most anti-mosquito medicine contains synthetic chemical substance with high concentration (propoxur and transfluthrin). Live insect from the plants have potency to control the vector. Because it is made from natural substance, this insect is bio-degradable so it will not dirty the invironment, and relatively safe for human and cattle. The extinguish skill of insect come from toxic substance within. Besides it is cheaper and more economics. Objective: This research objective is to know the influence of water amount (I ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml ) at sukun flower dust as the substitution of electric mosquito medicine refill against the effective long time of mosquito Anopheles aconitus extinguish skill. Method : The researches type is true experiment with control group posttest design. The research sample is female An.aconitus mosquito with simple random sampling technique. The amount of samples are 2400. Independent variable is water amount (1 ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml) at sukun flower dust as the substitution of electric. Dependent variable is the effective long time of sukun flower extinguish skill in dust packed. Intruder variables are physical environment : temperature, wind direction, damp, and light are controlled by glass chamber size and put into the same room, long time of contact, controlled by stop watch when refill is described, while mosquito’s age can not be contrrolled because mosquito is coming from the nature. Univariate analysis is using frequency distribution. Bivariate analysis is using Kruskall Wallis test. The data is then examined the normality with Kolmogorov Smirnov test. Result: The most mortality rate are 20 (100%) at 16 ml water added. The fewest mortality are 14,8 ( 74%) at I ml water added, at the control did not find the An.aconitus mortality (0%). The average effecive of time long at every implementation after described ± 6 hours depend on the dead mosquito the most is at the most 16 ml (6,298 hours) water added and the fewest at I ml (6,106 hours) water added. There is significant influence water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill  An.aconitus mosquito( p  = 0,019) (p < 0,05). Conclusion : There is significant influence between water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill An. aconitus mosquito. Keyword: Malaria, insect, sukun flower ABSTRAK Latar Belakang: Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Pemberantasan malaria adalah dengan memutus rantai penularan. Pemberantasan mekanik dan biologi lebih ramah lingkungan dari pada kimia. Dikarenakan sebag/an besar obat antinyamuk mengandung bahan kimia sintetis konsentrasi tinggi (propoxur dan transfluthrin). Insektisida hayati dari tumbuhan mempunyai potensi untuk mengendalikan vektor. Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati maka insektisida ini bersfat mudah terurai (bio- degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan binatang ternak. Daya bunuh insectisida hayati berasal dari zat toksik yang dikandungnya. Selain itu lebih ekonomis dan terjangkau semua kalangan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai jumlah air yang ditambahkan (lml,4m1,8m1,12m1,16m1) pada serbuk bunga sukun sebagai Refill obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An.aconitus. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan Postes dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah nyamuk An. aconitus betina lapangan dengan teknik pengambilan simple random sampling. Besar sampel sebanyak 2400 ekor. Vaiabel bebas adalah jumlah air yang di tambahkan pada serbuk bunga sukun (Iml,4m1,8m1,12m1,16m1) sebagal Refill obat nyamuk elektrik Variabel Terikat adalah lama waktu efektif daya bunuh kemasan serbuk bunga sukun. Variabel Pengganggu terdiri dari lingkungan fisik: suhu, arah angin, kelembaban, dan cahaya dikendalikan dengan ukuran glass chamber dan di tempatkan pada ruang yang sama, lama waktu kontak, dikendalikan dengan alat bantu stop watch saat pemaparan Refill, sedangkan umur nyamuk tidak dapat dikendalikan karena nyamuk berasal dari alam . Analisis Univariat menggunakan distnibusi frekuensi. Analisis Bivariat dengan Uji Kruskall Wallis. Setelah data di uji kenormalannya dengan Uji Kolmogorov Smirnov. Hasil: Rata-rata kematian terbesar 20 ekor (I00%) pada penambahan air 16m1. Dan rata-rata kematian terkecil 14,8 ekor(74%) pada penambahan air 1ml,pada kontrol tidak ditemukan kematian (0%) nyamuk An,Acontus. Rata-rata lama waktu efektf pada masing-masing perlakuan setelah dipaparkan ± 6jam berdasarkan nyamuk yang mati paling banyak pada penambahan air 16ml (6,298 jam). dan paling sedikit pada penambahan air 1ml (6,106 jam), sedangkan kontrol tidak ada nyamuk An. aconitus lapangan yang mati sejak jam pertama pengujian. Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada kemasan serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An. aconitus lapangan, (p=O, 019) (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap .ama waktu efe kqf daya bunuh pada nyamuk An Aconitus. Kata Kunci           : Malaria, insektisida, bunga sukun.
PERBEDAAN UKURAN ANTROPOMETRI BAYI DILAHIRKAN IBU ANEMIA DAN IBU TIDAK ANEMIA (Studi Kasus pada Ibu Melahirkan di RSU RA Kartini Jepara) Wulandari . Meikawatit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.08 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Anemia is something which very often occurs in society, especially in developing countries in Indonesia. Anemia case is oftentimes found in pregnant women. Anemia in pregnant women is mostly nutrition anemia particularly ferrum deficiency. Based on survey data regarding household health, percentage anemia which is still high result in bad impact toward individu at or society because the human quality and social economy decrease and hampers country development. Objective : to analyze the differences of anthropometric measure of infant born by pregnant woman with anemia and without anemia. Method : This research is implemented in RSU R.A Kartini Jepara since September to October 1998 with survey research. Samples of this research is o mother, either anemia- infected and an anemia uninfected, who gives birth a mature infant in RSU R A Kartini since September to October 1998. Data collected in this research includes respondent identity, infant antropometric measure and Hb degree of a pregnant mother. Data is collected and analyzed by independent samples T test. Conclusion : There is difference between infant weight born by an anemia- infected mother and an anemia-uninfected mother, while infant length size, upper arm circle and head circle indicate that there is no difference between infant born by an anemia- infected mother and an anemia-uninfected mother. Key words: Anthropometry, infant, pregnant, anemia
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN JAHE DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN TERHADAP JUMLAH TOTAL MIKROBA PADA IKAN BANDENG Rhena Justitia Octovrisna; Rahayu Astuti; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.395 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.26-35

Abstract

Latar belakang : Ikan merupakan bahan makanan yang banyak mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, hal yang penting dari ikan adalah ikan mudah sekali cepat rusak. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan ikan adalah dengan menambahkan bahan pengawet. Bahan pengawet makanan yang berasal dari rempah-rempah salah satunya adalah jahe.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan percobaan faktorial 4 x 3 menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel penelitian adalah Ikan Bandeng yang telah diberi berbagai konsentrasi dari larutan jahe yaitu (0,10%,15% dan 20%) yang dilakukan pengamatan 0 jam, 3 jam dan 4 jam. Dengan 3 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman, sedangkan variabel terikat total mikroba. Analisis data menggunakan uji two way anova dengan tingkat kemaknaan 5% . Hasil: Hasil pemeriksaan total mikroba pada konsentrasi jahe 0 % (kontrol) adalah 61 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi 10% adalah 5 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi larutan 15% adalah 4 x 103 kuman/ml, dan pada konsentrasi 20% jumlah total mikroba menjadi 2,5 x 103 kuman/ml. Pada hasil pemeriksaan total mikroba berdasarkan lama perendaman (0 jam, 3jam dan 4 jam) terhadap total mikroba dengan nilai rata-rata 26,3 x 103 kuman/mlpada lama perendaman 0 jam, pada lama perendaman 3 jam rata-rata jumlah total mikroba sebesar 32,3 x 103 kuman/ml, dan pada lama perendaman 4 jam rata-rata jumlah total mikroba menjadi 25,5 x 103 kuman/ml. Simpulan : Ada pengaruh lama perendaman (0 jam, 3 jam dan 4 jam) terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh konsentrasi larutan jahe (0%, 10%, 15% dan 20%) terhadap totalmikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh interaksikonsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000).Kata Kunci : konsentrasi larutan jahe, lama perendaman, total mikroba
Factors Affecting the incidence of VIA positive at Halmahera Health Care Center in 2018-2019 Sintia Aprianti; Yunita Dyah Puspita Santik
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.367 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.7-13

Abstract

Abstract Background : VIA is a simple test with moderate sensitivity and specificity for early cervical lesions screening. The purpose of this study was to determine the relationship between risk factors and the incidence of positive IVA at Halmahera Health Center in 2018-2019.Methods : This type of research is an observational analytic with a case control design. Using purposive sampling technique, the minimum sample size is 68, consisting of 34 cases and 34 controls. Using a questionnaire instrument with interview data collection techniques. Data were analyzed using univariate and bivariate tests using the Chi-Square test with SPSS software.Results : The factors associated with the incidence of positive IVA at Halmahera Health Center were personal hygiene in genital areas (p=0.001, OR = 5.5), history of parity (p= 0.001, OR= 5.9 ) symptoms of vaginal diseases (p=0.003, OR=5.9), and duration of use of hormonal contraceptives (p=0.001, OR=5.25).Conclusion: factors associated with the incidence of positive IVA at Halmahera Public Health Center are personal hygiene of genital area, history of parity, history of genital disease symptoms, and duration of hormonal contraception use.Keywords: Factors, Visual Examination of Acetic Acid, Incidence.
EVALUASI PENGGUNAAN MEDIA BANTU DALAM PROSES PENYAMPAIAN KIE PENCEGAHAN HIV/AIDS YANG DILAKUKAN ASA PKBI JATENG BAGI SISWA SLTP DAN SMU DI KOTA SEMARANG Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6492.752 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Background: Using media in health education is a way to make people understand more easily about the material given. ASA PKBI JATENG is an NGO specializing in the prevention of HIV ancl AIDS for stuclents of SLTp anct SMU in Semarang. It tries to reach its goal by giving information through communication, information ancl eclucation (KIE) method to students. Since 2003, ASA PKBI never made any evaluation about the effectiveness of supporting media they used for the elucidation. In addition, they never measured the response about the media from their target audience.Parpose: to evaluate the implementation of the media in the presentation conducted by ASA PKBI Central Java ancl to get response from the target audience about the usage of those supporting media. Method: this research is using qualitative method. The data was collected through directed group discussion with interviews to check its validity.Result: the supporting media to deliver in the classroom is by using blackboard. No supporting media is neetlecl when the presentation takes place in the hall. However, there is always a VCD showing at the end of every presentation. Some audience prefer supporting media such as pictures to clarify the KIE presentation. Conclusion: ASA PKBI hasnot optimized the implementation of supporting media such as pictures in presenting their KIE.Keywords: evaluation, supporting media, SLTP and SMU students.
EFEK APLIKASI KALENG PERANGKAP NYAMUK TERHADAP DENSITAS AEDES - Sayono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.468 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

Background; Aedes mosquitoes are the arboviruses diseases vectors, including Yellow Fever, Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever, and Chikungunya, that often cause an epidemic. The main control methods for those disease is conducted the vector control program, to reduce the Aedes indices. Various ovitrap modification resulted the productive lethal trap, such as mosquito trap tin (MTT), but the evaluation of intervention impact of this model to the Aedes indices is needed. Objective: to understand the impact of MTT intervention to the Aedes indices. Method: the lethal mosquito trap-tin were made from the discharge-tin, covered by mosquito net proper in the water surface. The brood water was made from 10% of the shrimp rinse water. Every house were placed 4 tin; indoor and outdoor for 4 week. Aedes indices were calculated every week. Results: indoor OI reduced consistently from 60,5% to 36,4%, respectively. Overall, reducing of OI were   20,5%. Reduction of HI in treatment group was higher then the control one, while CI and BI were not induced. Conclusion: Using of MTT can reduce the Aedes density up to 20,5%. This model can be an alternative property in arboviruses vector control, especially DHF, but the advance experiment is needed. Key words: mosquito trap tin, Aedes index,arboviruses, ovitrap  
Potensi Kelainan Muskuloskeletal pada Siswa Kidal Nurul Retno Nurwulan; Adhelia Bella Kristiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.651 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.9-12

Abstract

Latar Belakang: Di dalam kelas, siswa kidal menghadapi situasi yang kurang nyaman saat menggunakan meja tulis yang menempel pada kursi. Mereka harus mengatur postur tubuh mereka agar tangan kirinya mampu menjangkau meja. Duduk dengan postur canggung seperti ini berpotensi menyebabkan kelainan muskuloskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kelainan muskuloskeletal pada siswa kidal. Metode: Identifikasi potensi kelainan muskuloskeletal dilakukan melalui observasi langsung pada 7 siswa kidal untuk mengamati perilaku mereka saat duduk. Selain itu, siswa kidal juga diminta untuk mengisi kuesioner musculoskeletal Nordic (NMQ). Hasil: Dari pengamatan yang dilakukan, terlihat bahwa siswa kidal harus membengkokkan leher mereka hingga 40 derajar untuk menulis di meja. Selain itu, 6 dari 7 siswa kidal juga mengalami sakit yang berhubungan dengan kelainan muskuloskeletal selama 7 hari ke belakang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa siswa kidal melakukan postur canggung saat menulis di dalam kelas dan hal ini berpotensi menyebabkan kelainan muskuloskeletal.Latar Belakang: Di dalam kelas, siswa kidal menghadapi situasi yang kurang nyaman saat menggunakan meja tulis yang menempel pada kursi. Mereka harus mengatur postur tubuh mereka agar tangan kirinya mampu menjangkau meja. Duduk dengan postur canggung seperti ini berpotensi menyebabkan kelainan muskuloskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kelainan muskuloskeletal pada siswa kidal. Metode: Identifikasi potensi kelainan muskuloskeletal dilakukan melalui observasi langsung pada 7 siswa kidal untuk mengamati perilaku mereka saat duduk. Selain itu, siswa kidal juga diminta untuk mengisi kuesioner musculoskeletal Nordic (NMQ). Hasil: Dari pengamatan yang dilakukan, terlihat bahwa siswa kidal harus membengkokkan leher mereka hingga 40 derajar untuk menulis di meja. Selain itu, 6 dari 7 siswa kidal juga mengalami sakit yang berhubungan dengan kelainan muskuloskeletal selama 7 hari ke belakang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa siswa kidal melakukan postur canggung saat menulis di dalam kelas dan hal ini berpotensi menyebabkan kelainan muskuloskeletal.