cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN BERKARBONAT DAN BERKAFEEIN DENGAN KEPADATAN TULANG REMAJA (STUDI DI SMAN 3 SEMARANG) Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 2. Tahun 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.968 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.2.2008.%p

Abstract

BACKGROAND: Calcium reqquirement during adolescence is higher than the other period of life.Caffeinated ond carbonited dink are one ofseveral factors that influence calcium icretionfrom urine.OBJECTIWS: Tofind out correlation between cffiinated and carbonated drinkconsumptionwith adolescents, bone density.MEIWOD: The method of this study wcts survey with a cross sectional approach. The population of study were of S!{AN i Semarang student in grade l" and 4 ,rt!r, subjects *"r" 7}*n througi i ,i^pt" iandon' sampling.Characteistics data, cafeinated and carbonated drink corysumption collected by qistionnati and bone ariity iy densitometry. Data analzed Pearson Product Moment and Ronk spearman Tests.RESULTS; Most of the subjects wer.e girls, aged I5 - 17 years old. Consunption of caffeinated and gqbonated dink were still within the save limit (<150 m9/dsy). As many as 18,8.% subjects had low-bofr density. However, there is no correl&ion between cottsumption of cffeinated and carbonitted drink and bone density.CONCLUSION:- There is no correlation between gonsumption if cffeinated and carbonated drink and bone density.SUGGESTION: Adolescents need higher intake of nutrientdndphysical activity to imprwg their bone densityKEY WORDS : Ado la cent, b on e de ns ity
SISTEM INFORMASI SURVEILANS INFEKSI LUKA OPERASI UNTUK MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS DAN ADMINISTRASI DI KAMAR OPERASI BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. SOEWONDO KENDAL (MANFAAT UNTUK PERBAIKAN MUTU PELAYANAN TINDAKAN BEDAH) Ratih Sari Wardani; Bambang Shofari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12757.036 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latar belakang: Pengendalian infeksi nosokomial merupakan salah satu upaya mengembangkan kualitas pelayanan rumah sakit. Salah satu pengendalian infeksi nosokomial adalah surveilens infeksi luka operasi.Penelitan pendahuluan menunjukan bahwa surveilen luka operasi di BRSUD Kendal belum maksimal karena keterlambatan dan ketidakakuratan pengolahan data yang berimbas pacla ketidaklengkapan dan kesulitan akses data dan informasi. Tuiuan penelitian ini adalah untuk mengetahui disain system informasi surveilens infeksi nosokomial luka operasi yang sesuai dengan kebutuhan pembuatan keputusan klinis clan administrative di ruangoperasi. Metode. Penelitian ini menggunakan disain eksperimen kuasi dengan perlakuan berulang. Analisis data dikerjakan dengan content analysis dari data hasil interview, analisis diskriptif untuk data hasil ujicoba. dan analisis kuantitatif untuk menemukan perbedaan tampilan antara system lama dan baru. Subjek penelitian adalah direktur rumah sakit, ketua komite medis, ketua komite pengendalian infeksi nosokomial, kepala instalasi operasi, dokter bedah, dan staf surveilens. Objek penelitian adalah system informasi surveilens infeksi luka operasi untuk mendukung pembuatan keputusan klinis dan administrative di ruang operasi. Hasil; penelitian ini menghasilkan sebuah disain system informasi surveilens infeksi luka operasi termasuk disain basis data masukan dan keluaran dan intedace. Penerapan system ini dirasakan dapat membuat pengelolaan system informasi lebih sederhana, mudah, lengkap, cepat, dan mendukung kebutuhan pembuatan keputusan klinis dan administratiye.Simpulan : system surveilens infeksi luka operasi yang diterapkan dapat mengatasi kelernahan system lama khususnya dalam hal kesederhanaan, kemudahan, kecepatan, dan kerepresentatifan tlata.Katakunci: system informasi. surveilens, infeksi luka operasi
Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis pada Keluarga Penderita Tuberkulosis Emy Imroatus Sa&#039;diyah; Sofwan Indarjo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.582 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.98-107

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan masalah yang besar bagi negara berkembang termasuk Indonesia, karena diperkirakan 95% penderita TB berada di negara berkembang. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pencegahan penularan Tuberkulosis dalam keluarga penderita. Metode: Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 92 responden. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan lembar observasi. Faktor yang dteliti yaitu tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, sikap, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat pencegahan TB, persepsi hambatan pencegahan TB, akses informasi TB, dukungan anggota keluarga lain, dan dukungan petugas kesehatan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendapatan (p=<0,001), tingkat pengetahuan (p=0,007), sikap (p=<0,001), persepsi kerentanan (p=<0,001), persepsi keseriusan (p=<0,001), persepsi hambatan (p=<0,001), akses informasi (p=0,012), dan dukungan petugas Kesehatan (p=<0,001) berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB. Sedangkan persepsi manfaat (p=0,144) dan dukungan anggota keluarga lain (p=0,06) tidak ada hubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB. Kesimpulan: terdapat dua variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB.
EFIKASI BERBAGAI DOSIS METHOPRENE SEBAGAI INSECT GROWTH REGULATOR TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA Aedes aegypti Margo Utomo; Sayono -; Haryanto -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.028 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Latar Belakang : Untuk memutus mata rantai penularan maka pengendalian vektor DBD dapat dilakukan baik terhadap jentiknya maupun terhadap nyamuk dewasa. Pengendalian terhadap jentik ada beberapa macam cara salah satunya dengan pengendalian kimiawi (pemberian larvasida di kontainer). Methoprene merupakanInsect Growth Regulator (IGR) yaitu sejenis larvasida yang bekerja dengan cara memotong pemenuhan siklus hidup nyamuk. Tujuan : Untuk mengetahui efikasi berbagai dosis methoprene terhadap pertumbuhan larva Aedes aegypti di laboratorium. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni, dengan rancangan post test only with control group design, menggunakan 6 dosis perlakuan dan satu kontrol dengan pengulangan sebanyak 4 kali jadi jumlah subyek penelitian sebanyak 28 perlakuan. subyek penelitian menggunakan larva Aedes aegypti instar III dan teknik pengambilan sampel secara random/acak. Variabel Dependen pertumbuhan larva Aedes aegypti, Variabel Independent larvasida berbahan aktif Methoprenesebagai IGR, yaitu Altosid. masing-masing kelompok eksperimen diuji menggunakan varians satu jalan (One Way Anova). Hasil : dosis Methoprene 1,75 ppm mencapai kematian larva secara tidak langsung lebih dari 70%.dengan rata-rata sebesar 14,25 (7 1,25 %) dalam waktu 48 jam, dosis Methoprene 0,7 ppm yaitu sebesar 28,75 % dengan rata-rata kematian 5,75, dosis Methoprene 0,8 dengan rata-rata kematian 7 (35%), dosis Methoprene 0,9 dengan rata-rata kematian 8,5 (42,5%), dosis Methoprene 1,25 ppm dengan rata-rata kematian10 (50%), dosis Methoprene 1,25 dengan rata-rata kematian 11,5 (57,5%). dari uji one way Anova diperoleh nilai p:0,000 (p<0,05) yang artinya ada perbedaan yang bermakna pada konsentrasi berbagai dosismethoprene terhadap pertumbuhan larva Aedes aegepti. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada konsentrasi berbagai dosis methoprene terltadap pertumbuhan larva Aedes aegepti.Kata Kunci : IGR, Methoprene, larva, Aedes aegypti
EFEKTIVITAS DOSIS REFISOL TERHADAP PURUNAN ANGKA KUMAN PADA LANTAI BANGSAL PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR 2003 Ninuk . Krisetyowati; Margo . Utomo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.009 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.2.2004.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Hospital sanitary especially the sterilisation and disinfectant activities has a function to control the existence of germs to prevent nosocomial infection. This is considered important because the number of germs at the General Hospital Karanganyar is more than l0 germs/cmz . Disinfecting activity is usually done by mopping .the floor using Refisol clisinfectant. However, nobody knows how much dose is needed to effectively reduce the number of germs on the floor. Objective: to find out the effective dose of the Refisol disinfectant in reducing the rumber of germs on the floor. Method. This experimental research is applied pre-test control group design. The subject is the floor in four wards that have the same condition. The research procedure is by having a post test by wiping the floor before mopping and count the germs. Then, tredt the floor by giving some dose of Refisol desinfectant (30, 40, and 50 mL), and later, test it again by wiping the floor after mopping and count the germs, while the contol group only cleaning the floor with water. The data is analyzed by using the Paired Sample T-Test and one way Analysis of variance. Result: in the dose of 30 mL there is a reduction of germsupto 28,8%. This number increases in the dose of 40mLt o 39,81%,in the dose of 50mL to 54,17%(the highest). Test in control treatment gain t:5,458 and p:0,002, in 30 mL dose t:10,102 and p:0,012, in 40 mL t:5,384 and p:0,013 while 50 mL dose is t:5,451 and p:0,012. It means that there is a significant change in the number of germs before and after treatments. Conclusion, The dose of Refisol disidectant incluenced to number of floor germs reducing. Keywords : disinfectant dose, Refisol, the decrease of floor germs number
Faktor Intrinsik dan Extrinsik yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia di Wilayah Puskesmas Rembang Uswatun Hasanah; Yunita Dyah Puspita Santik
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.979 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.84-90

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus pneumonia balita di Puskesmas Rembang Purbalingga pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 kasusnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu menjadi 81 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah kasus sebesar 33 sampel dan kontrol sebesar 33 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa status gizi (OR=5,342), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=4,241), status pekerjaan ibu (OR=4,235), kepadatan hunian rumah (OR=5,041), sosial ekonomi (OR=4,025), penggunaan obat nyamuk bakar (OR=3,500), kebiasaan merokok anggota keluarga (OR=3,619), kebiasaan membuka jendela (OR=3,538), kebiasaan membersihkan rumah (OR= 5,950), dan kebiasaan mencuci tangan (OR=4,457) berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Simpulan: Saran penelitian ini adalah untuk memberikan nutrisi yang tepat dan bergizi, memberikan ASI secara eksklusif, tidak merokok didalam rumah atau lingkungan sekitar balita, menggunakan kelambu, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA TINJAUAN ASPEK PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN PENDAPATAN PERKAPITA DI RT 6 RW 1 KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH SEMARANG Mifbakhuddin -; Trixie Salawati; Arif Kasmudi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.088 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Rubbish is serious problem for society especially at urban affairs area. rubbish production at Semarang ill assorted with tool and the cleanliness manager infrastructure. This watchfulness is carried out at RT 6 RW 1 sub-district Pedurungan middle Semarang that be RT sample in household rubbish management by wet dustbin supplying and dry dustbin.Objective: Analyze corelation between education, erudition about household rubbish management, income perkapita with household rubbish managementMethod: Watchfulness observasional analytic this use research method and interview by means of help kuesioner. with approach cross sectional. population in this watchfulness entire subdistrict society member houses pedurungan middle RT 6 RW 1 numbers 33 houses. sample in this watchfulness total entire populasi(satisfied sample). big sample that taken in this watchfulness entire society member houses RT 6 RW 1 sub-district pedurungan middle semarang that numbers as much as 33 samples. free variable consists of education, member erudition about household rubbish management, income perkapita family. bound variable in this watchfulness is household rubbish management.Result: respondent education a large part SLTA as much as 20 respondents (60,6%). has erudition as big as 28 respondents (84,8%) about household rubbish management while good erudition, as big as 5 respondents (15,2%). income perkapita member a large part more thanstandard as big as 31 respondents (93,9%). a large part member rubbish management berkategori as big as 27 respondents (81,8%). statistics test shows there is no significant corelation between member education with rubbish management (p=0.096), there is no significant corelation between respondent erudition about rubbish management with rubbishmanagement (p=0,207), there is no significant corelation between income perkapita with rubbish management (p=0,141)Conclusion: there is no significant corelation between education, respondent erudition about rubbish management, income perkapita with household rubbish management.Keywords: education, erudition, income perkapita, household rubbish management
KETEPATAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI DIIT DIABETES MELLITUS PENDERITA RAWAT INAP DI RSU BRAYAT MINULYA SURAKARTA Jeannette Mila H C; Muchammad . Sulchan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.618 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

Background: The main basis for the therapy of Diabetes mellitus (DM) is the regulation of the diet that full fills the energy needs of the patient. in theory, to determine the total energy needs, first one has to determine the nutritional state of the patient by calculating the Relative Body weight of the patient. In reality, doctor often determines the diet only based on an estimation of the patient's body weight Several .factors influence the patients' obedience to the die, among others the taste of food, food habits, and their knowledge of the illness. This examination concerned the Accuracy of as well as the obedience to DM diet of the patient in Brayat Minulya General Hospital in Surakarta. The aim of this examination was to get to know the degree of accuracy of the obedience to the consumption of DM diet of patients in Brayat Minulya General Hospital in Surakarta. Method: The accuracy of DM diet was evaluated by comparing the total calorie value af the nutritional state of patients. The obedience of the patients was evaluated by measuring the average of the leftovers during three days, expressed in per cents. The taste of food, food habitats, and patients' knowledge af DM were evaluated by way of scoring the patients' answers to the questionnaire. The results obtain C show that 88, 9% of the diets prescribed by the doctors were not accurate as to the total calorie value, whereas 8 I, 5% of the patients obeyed the diet given. The result of the evaluations of the factors influencing the obedience of the patients to the diet showed that Bl,5%found that the food was tqstefull,82,5% had food habits in accordance with the food served to them in the hospital, and 74, l% of the patients had a good knowledge of DM. There is a correlation between the taste of food, food habits, and the patients' knowledge of DM on one side and their obedience to the DM diet on the other side. Conclusion: a great number of DM diets prescribed by the doctors are not accurate as to the total calorie value. A great number of patients obey the diet. The more tasteful the diet, the more in accordance with food habits of the patients, and the better their knowledge of diabetes mellitus, the better the patients obits the diet. Keywords: DM, diet, accurate, obedience
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DALAM DARAH (Studi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang) Raden Roro Dwi Irawati; Wulandari Meikawati; Rahayu Astuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.035 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.36-46

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Millitus (DM) telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Banyak faktor yang disebut sebagai pencetus timbulnya Penyaki Jantung Kronik (PJK) pada penderita diabetes salah satunya yaitu lemak darah yang abnormal. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida dalam darah pada penderita DM. Metode: Jenis penelitian adalah explanatory research dengan metode penelitian pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 orang. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga sedangkan variabel terikatnya adalah kadar trigliserida dalam darah. Data umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, riwayat keluarga diperoleh melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan Index Masa Tubuh (IMT) dan konsumsi makanan tinggi karbohidrat menggunakan Food Frequency Quesstionnairre (FFQ). Kadar Trigliserida dalam darah diukur menggunakan Rayto Auto analyser. Analisis data menggunakan Pearson Product Momen, dan Chi Square. Hasil: Status gizi 27 subjek (54%) tergolong normal. Sebagian besar subjek (78%) tidak memiliki riwayat hipertrigliseridemia pada keluarga. Sebanyak 34 subjek (68%) melakukan aktivitas fisik berupa olahraga. Tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Trigliserida
Determinan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Jamaah Mesjid Kota Pontianak Yudi Apriaji; Linda Suwarni; Selviana Selviana; Mawardi Mawardi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.247 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.14-19

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai aspek, termasuk keagamaan. Tempat ibadah merupakan salah satu pusat perlawanan Covid-19, namun di era Adaptasi Kebiasaan Baru belum sepenuhnya jamaah yang melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Tujuan: Untuk untuk mengetahui determinan perilaku pencegahan Covid-19 pada Jamaah  Mesjid di Kota Pontianak. Metode: Studi Cross-Sectional dilakukan pada bulan Juni – Juli 2020 pada Jamaah Mesjid yang tersebar pada Enam Kecamatan di Kota Pontianak. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 orang, dengan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate (uji Chi Square dengan 95% CI). Hasil: Sebagian besar perilaku Jamaah Mesjid tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan (86.7%). Didukung dengan hasil observasi bahwa sebagian Jamaah Mesjid melakukan kontak fisik (bersalaman atau berpelukan) sebesar 43.3% dan tidak membawa peralatan ibadah sendiri (44.4%). Determinan yang signifikan pada perilaku pencegahan Covid-19 pada Jamaah Mesjid adalah efikasi diri (p value = 0.003; PR = 1.279) dan respon efikasi (p value = 0.024; PR = 1.238), sedangkan persepsi kerentanan, keparahan dan motivasi tidak berhubungan signifikan (p value > 0.05). Namun demikian, menunjukkan trend yang positif. Kesimpulan: Efikasi diri dan respon efikasi dipertimbangkan sebagai faktor yang dapat meningkatkan perilaku yang positif dan sebagai dasar dalam promosi kesehatan pencegahan Covid-19