cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Pengaruh Media Video Animasi Hygiene dan Sanitasi Makanan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pekerja Industri Rumah Tangga Puspita, Urai Ghina; Selviana, Selviana; Suwarni, Linda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.1-5

Abstract

Latar belakang: Makanan juga disebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan, menjaga kebersihan dan kesehatan makanan adalah langkah penting untuk melindungi diri dari penyakit dan menjaga kualitas produk makanan pada industri rumah tangga. Hygiene memastikan lingkungan dan makanan tetap bersih, dari tahap pengolahan hingga saat kita menikmatinya. Sanitasi disisi lain berfokus pada pencegahan kontaminasi yang bisa merusak makanan dan kesehatan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari edukasi hygiene dan sanitasi makanan pada industri rumah tangga melalui media berupa video animasi terhadap pengetahuan serta sikap pelaku industri rumah tangga. Metode: Menggunakan pre-eksperimental dan desain one group pretest-posttest. Populasi nya adalah seluruh UMKM di Kota Pontianak, dengan sampel 31 orang. Sampel diambil dengan tenik purposive sampling. Waktu pelaksanaan yaitu pada bulan Agustus 2024. Analisis data univariat dan bivariat (uji t berpasangan dengan CI 95%). Hasil: Analisis bivariat dengan uji t berpasangan memperoleh hasil rata-rata nilai pengetahuan sebelum mendapat edukasi 5.61 dan sesudah diberikan 7.16 (delta mean sebesar 1.54). dengan p value < 0.05 dan peningkatan pengetahuan 45.1%.Sikap sebelum diberikan edukasi sebesar 29.1 dan sesudah 38.1 (delta mean sebesar 9.03). dengan p value < 0.05 dan peningkatan sikap 61.3%. Kesimpulan: Media video edukasi efektif dalam pemberian edukasi hygiene dan sanitasi pada kelompok industri rumah tangga di Kota Pontianak
Hubungan Karakteristik Individu dengan Kelelahan Kerja pada Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) X Parmasari, Damairia Hayu; Suryanto, Suryanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.32-36

Abstract

Latar Belakang: Guru SMA tidak hanya dibebani untuk mengajarkan konsep di dalam kelas, tetapi juga sebagai wali kelas serta memiliki pekerjaan-pekerjaan lain untuk mendukung karir dan keterampilan mereka. Hal ini dapat berakibat terhadap guru yang mengalami kelelahan kerja. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dengan kelelahan kerja pada guru Sekolah Menengah Atas (SMA) X.Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah cross sectional dimana data diambil satu waktu secara bersamaan. Subjek penelitian adalah guru SMA X. Cara pengambilan sampel penelitian adalah total sampling sehingga diperoleh 42 orang guru. Cara pengukuran untuk mengukur variabel karakteristik individu, beban kerja dan kelelahan kerja adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji bivariat chi square untuk mengukur hubungan antar variabel. Hasil penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 26 guru berisiko mengalami kelelahan kerja berumur ≥35 tahun, sebanyak 33 guru berjenis kelamin perempuan, dan sebanyak 15 guru memiliki riwayat penyakit. Hasil analisis bivariat dengan chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit dengan kelelahan kerja dengan nilai p value<0,05. Usia tidak memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja (p value = 0,791), jenis kelamin tidak memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja (p value = 0,472), dan riwayat penyakit tidak memiliki hubungan signifikan dengan kelelehan kerja (p value = 0,421). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia, jenis kelamin, dan dan riwayat penyakit dengan kelelahan kerja (p value < 0,05). Saran penelitian adalah penelitian selanjutnya meneliti variabel lain selain karakteristik kerja yaitu motivasi kerja dan pendapatan.Kata kunci: Faktor, Karakteristik, Individu, Kelelahan, Kerja
Peran Domain Perilaku Terahadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) herawati, cucu; Setiawan, Septya Putri; Kristanti, Iin; supriatin, supriatin; indragiri, suzana; Wahyuni, Nuniek Tri; Yulistiyana, Laili Nurjannah; Arofah, Nur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.9-13

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian dan Kejadian Luar Biasa adalah demam berdarah dengue. Demam berdarah  dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam upaya pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran domain perilaku terahadap kejadian DBD.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 6.316 kepala keluarga dan sampel sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random  sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan analisis data melalui uji statistik Chi-Square.  Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,001), sikap (p value = 0,046), dan perilaku (p value = 0,012) dengan kejadian DBD. Sebaiknya Puskesmas meningkatkan program edukasi baik dalam gedung dan luar gedung Puskemas. Masyarakat dapat membiasakan perilaku hidup sehat dengan menerapkan 3 M Plus.
Kajian Temporal Tingkat Pencemaran Lingkungan Perairan Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah Ariyani, Nurul; Maharani, Nine Elissa; Nurbaya, Fiqi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.6-13

Abstract

Latar belakang: Waduk Cengklik yang terdapat di Boyolali memiliki beragam manfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di sekitarnya, termasuk untuk irigasi, perikanan, dan wisata. Pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan kualitas air di Waduk Cengklik mengalami penurunan karena terkontaminasi zat pencemar terutama yang berasal dari limbah domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara temporal kualitas air di Waduk Cengklik pada musim hujan dan musim kemarau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei, dengan variabel data kualitas air dan parameter uji yang terdiri atas parameter suhu, TDS, TSS, pH, DO, BOD, COD, fecal coliform, dan total coliform. Teknik analisis dalam penelitian menggunakan metode STORET untuk menentukan kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2002. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulitas air di Waduk Cengklik pada musim hujan mengalami tingkat pencemaran berat dengan nilai STORET (-38), sedangkan pada musim kemarau, mengalami tingkat pencemaran sedang dengan nilai STORET (-24). Kesimpulan: Kondisi tersebut dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti DO, BOD, COD, fecal coliform dan total coliform yang tidak memenuhi bahkan melebihi ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan untuk kualitas air Kelas II, yaitu perairan yang dapat digunakan untuk sarana dan prasarana rekreasi air, aktivitas peternakan dan pertanaman.
KORELASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PROBOLINGGO Gunawan, Arif; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.37-42

Abstract

Background: Soil-transmitted worms are still a health problem in Probolinggo Regency, especially related to clean and healthy living behavior. Health and hygiene education is an effort to reduce worm transmission and infection. The purpose of this study was to identify clean and healthy living behaviors related to worms. Method: The study design was observational analytic with a Cross-Sectional Study approach. The population was elementary school students in Probolinggo Regency with a sample size of 607 students taken by cluster sampling with a single-stage method. Identification was carried out on clean and healthy living behaviors and the number of worm eggs in feces and soil. Data analysis used Chi Square with an alpha of 0.05. Results: The data showed that 96.4% of respondents were negative and 3.6% were positive with a distribution of worm eggs of 2.1% Ascaris lumbricoides, 1.3% Hookworm and 0.5% Trichuris trichiura with mild infection intensity. The results of the Chi Square test showed no relationship between washing hands before eating, washing hands after defecating, wearing footwear, and nail conditions with worms in students with p values of 0.748, 0.584, 0.550, 0.777, respectively. Conclusion: These results are due to the history of exposure and the body's immunity in overcoming parasite invasion. Long exposure to children with positive worms will make the parasite colony maintain a clean and healthy lifestyle. Conversely, low exposure and strong immunity keep children free from worm infections.
Hubungan antara Kepatuhan Minum Obat dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ayuning siwi, mayang aditya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.14-19

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang memiliki tingkat kematian tertinggi dan berpengaruh terhadap kehidupan dan produktifitas manusia. Menurut data WHO tahun 2019 menunjukkan sekitar 1,13 juta orang di dunia yang mengidap hipertensi dan paling banyak dialami oleh negara-negara yang berpenghasilan rendah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien dan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional, berlokasiFasilitas Tingkat Pertama dengan besar sampel 70 orang (purposive sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuisioner. Hasil: Menunjukkan mayoritas responden dalam kepatuhan minum obat sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari 70 responden, 50% responden dengan jumlah 35 pasien menunjukkan kepatuhan sedang, 22 pasien kategori tinggi dan 13 pasien menunjukkan kapatuhan minum obat dengan kategori rendah. Hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Nilai korelasi sebesar 0,756 yang artinya tingkat korelasi kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Didapatkan hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 dan nilai korelasi sebesar 0,756 menunjukkan dua variabel kuat.
Determinan Kejadian Diare Pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja Lestari, Erfi Wardha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.14-18

Abstract

Latar belakang: Kejadian diare pada pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja tahun 2021 tercatat sebanyak 14,4% dan meningkat pada tahun 2022 menjadi 24,4% dari jumlah total seluruh warga binaan yaitu 914 orang. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain cross – sectional dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis univariat, analisis bivariat berdasarkan uji chisquare, dan analisis multivariat berdasarkan uji regresi logistic berganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun (p=0,006), kebiasaan memotong kuku (p=0,032), kondisi jamban (p=0,030), kebersihan lantai (p=0,016), kepadatan hunian (p=0,043) dan tidak menunjukkan adanya hubungan antara hubungan antara kejadian diare pada warga binaan dengan pembuangan sampah (p=1,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling signifikan terhadap kejadian diare ialah kebiasaan memotong kuku (PR 2,807 , Cl=1,270 – 6,203) setelah di kontrol oleh variabel confounding. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun, kebiasaan memotong kuku, kondisi jamban, kebersihan lantai dan kepadatan hunian, dengan kejadian diare serta variabel kebiasaan memotong kuku menjadi variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja.
KORELASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PROBOLINGGO Gunawan, Arif
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.37-42

Abstract

Background: Soil-transmitted worms are still a health problem in Probolinggo Regency, especially related to clean and healthy living behavior. Health and hygiene education is an effort to reduce worm transmission and infection. The purpose of this study was to identify clean and healthy living behaviors related to worms. Method: The study design was observational analytic with a Cross-Sectional Study approach. The population was elementary school students in Probolinggo Regency with a sample size of 607 students taken by cluster sampling with a single-stage method. Identification was carried out on clean and healthy living behaviors and the number of worm eggs in feces and soil. Data analysis used Chi Square with an alpha of 0.05. Results: The data showed that 96.4% of respondents were negative and 3.6% were positive with a distribution of worm eggs of 2.1% Ascaris lumbricoides, 1.3% Hookworm and 0.5% Trichuris trichiura with mild infection intensity. The results of the Chi Square test showed no relationship between washing hands before eating, washing hands after defecating, wearing footwear, and nail conditions with worms in students with p values of 0.748, 0.584, 0.550, 0.777, respectively. Conclusion: These results are due to the history of exposure and the body's immunity in overcoming parasite invasion. Long exposure to children with positive worms will make the parasite colony maintain a clean and healthy lifestyle. Conversely, low exposure and strong immunity keep children free from worm infections.
Analisis Kebutuhan SDM Rekam Medis dengan Metode Analisis Beban Kerja di Puskesmas Long Ampung Kabupaten Malinau Untari, Jati; Natalia, Rahel Desy
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.20-26

Abstract

Latar belakang: Pemerataan dan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan menjadi masalah utama di Indonesia sampai saat ini. Sumber daya manusia jika dikaitkan dengan layanan kesehatan maka bisa didefinisikan menjadi klinik dan non klinik yang bertanggung jawab pada intervensi kepada kesehatan masyarakat atau individu. Tenaga Rekam Medis merupakan tenaga non klinik termasuk dalam tenaga keteknisian medis yang belum dimiliki oleh Puskesmas Long Ampung. Tidak adanya tenaga rekam medis menjadi kendala puskesmas dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Sebagai sumber daya yang penting maka dalam perencanaannya diperlukan perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kebutuhan tenaga rekam medis di Puskesmas Long Ampung. Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan wawancara mendalam dan observasi langsung dengan informan berjumlah 3 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil didapatkan bahwa waktu kerja tersedia tenaga rekam medis adalah 6 jam/hari dengan 312 hari kerja tersedia. Uraian kegiatan tenaga rekam medis terdiri dari kegiatan pokok dan kegiatan lain. Kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan dengan metode ABK-Kes Puskesmas Long Ampung membutuhkan 2 orang tenaga rekam medis yang sesuai dengan kompetensi dan standar profesi.
Perbedaan Kualitas Hidup pada Mahasiswa Kedokteran dengan Gangguan Refraksi dan Tanpa Gangguan Refraksi Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Putra, I Putu Rustama; Lestarini, Asri; Cahyawati, Putu Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.19-24

Abstract

Latar belakang: Gangguan refraksi dikenal sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dan salah satu penyebab kebutaan di seluruh dunia. Gangguan refraksi menyebabkan timbulnya gangguan psikosomatik, gangguan fungsional, gangguan kosmetik dan beban ekonomi sehingga gangguan refraksi akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Mahasiswa kedokteran diketahui lebih rentan menderita gangguan refraksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas hidup mahasiswa kedokteran dengan gangguan refraksi dan tanpa gangguan refraksi. Metode: Desain penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode potong lintang. Responden yang terlibat adalah 56 responden dengan gangguan refraksi dan tanpa gangguan refraksi. Kualitas hidup responden diukur dengan menggunakan kuesioner National Eye Institute Visual Function Questionnaire 25 (NEI-VFQ) versi Bahasa Indonesia. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statistik independent t-test jika data terdistribusi normal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden dengan gangguan refraksi memiliki skor kualitas hidup yang lebih rendah pada semua dimensi kualitas hidup NEI-VFQ 25 dibandingkan responden tanpa gangguan refraksi. Data kualitas hidup didapatkan tidak terdistribusi normal, sehingga dilakukan analisis dengan uji mann whitney, dan didapatkan nilai P 0,00 yang berarti perbedaan bermakna signifikan. Kesimpulan: Sebagai populasi yang rentan mengalami gangguan refraksi, mahasiswa kedokteran diharapkan melakukan upaya pencegahan yang maksimal terhadap gangguan refraksi karena gangguan refraksi dapat mempengaruhi kualitas hidup.