cover
Contact Name
Joni Setiawan
Contact Email
setiawanjoni@gmail.com
Phone
+628151657716
Journal Mail Official
redaksi.dkb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kusumanegara No. 7 Yogyakarta, Indonesia 55166
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
ISSN : 20874294     EISSN : 25286196     DOI : https://doi.org/10.22322/dkb.v42i1
Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH is an open-access journal published by Center for Handicraft and Batik, Ministry of Industry as scientific journal to accommodate current topics related to include materials research and development, production processes, waste treatment management, designs and entrepreneur of handicrafts and batik. Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH publishes communications, articles, and reviews. The first volume of DKB has been published in 1987 and continued until today with 2 (two) issues of publication each year. The number of articles for each issue is 9 (nine) articles. The official language of the journal is Bahasa Indonesia, but manuscripts in English are also welcomed. Manuscript submission and reviewing process is fully conducted through online journal system, using a double-blind review process
Articles 308 Documents
Pengaruh Limbah Cair Industri Pelapisan Logam Terhadap Kandungan Cu, Zn, Cn, Ni, Ag dan SO4 dalam Air Tanah Bebas diDesa Banguntapan, Bantul Carlo, Ivone De
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 32 No. 2 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i2.1036

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah cair industri pelapisan logam di Desa Banguntapan terhadap kandungan Cu, Zn, CN, Ni Ag dan SO, dalam air tanah bebas di lokasi industri dan pada mintakat kemungkinan tercemar di hilir lokasi industri. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan secara purpose sampling dengan membagi daerah penelitian atas 3 zona berdasarkan lokasi industri. Zona 1 yaitu zona di hulu lokasi industri yang dianggap sebagai zona kontrol. Zona 2 yaitu zona yang merupakan daerah aktivitas industri zona 3 yaitu zona di hilir lokasi industri yang penetapan titik sampelnya dilakukan secara Empirical Point Count System yang dikembangkan oleh Le Grand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri pelapisan logam telah meningkatkan kandungan Cu, Zn, Cn, dan Ag dalam air tanah di lokasi industri, tetapi masih memenuhi Baku Mutu Air Bahan Air Golongan B. Kandungan Zn dalam air tanah pada mintakat kemungkinan tercemar di hilir lokasi industri telah meningkat, karena kandungan Zn dalam limbah cair industri pelapisan logam.Kata kunci: limbah pelapisan logam, kualitas air tanah, banguntapan AbstractThis study aimed to investigate the effect of metal plating wastewater industry in the village Banguntapan the content of Cu, Zn, CN, Ni Ag and SO4, the free on-site groundwater industry and the possibility of contaminated zone in the downstream industry. The research was conducted by collecting secondary and primary data. Sampling was done in purpose sampling by dividing the study area on 3 zones based on the location industry. Zone1 is zone at locations upstream industry is considered as zone control. Zone 2 is a zone that is an area of industrial  activity. Zone 3 is downstream industry zone in the determination of the point of the sample conducted empirical Point Count System developed by Le Grand. The results showed that the metal plating industry wastewater has increased the content of Cu, Zn, CN, and Ag industry in the groundwater at the site, but still meet Water Quality Standards Water Materials Group B. The content of Zn in the groundwater at the possibility of contaminated zone at downstream industry has increased, because the content of Zn in the metal plating industry wastewater. Keywords: metal plating wastewater, groundwater quality, banguntapan
Rekayasa Mesin Irat Bambu Antana, Aan Eddy
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v26i1.1037

Abstract

Kurang lebih 20% produk kerajinan bambu adalah produk untuk pemenuhan pennintaan ekspor. Sasaran konsumen luar negeri adalah para peminat kerajinan bambu dari Jepang, Italy, Jerman dan Hongaria.Permasalahan yang dihadapi industri kerajinan anyaman bambu salah satunya adalah terbatasnya peralatan, termasuk alat irat. Fenomena ini sangat terasa terutama di level industri kecil dan menengah, yang mengakibatkan kapasitas produksi relatif rendah.Dari uraian di atas timbul pemikiran untuk membuat mesin irat bambu yang terjangkau oleh industri kecil dan menengah. Mesin irat bambu dinilai cukup efektif untuk membantu proses produksi industri kerajinan anyaman bambu.Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Alih Teknologi dan Inkubasi, Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta. Metode yang dilakukan yaitu survei lapangan dan literatur, perancangan desain, pemilihan dan pengadaan bahan, pembuatan, ujicoba, finishing, evaluasi dan pembahasan.Kegiatan ini menghasilkan mesin irat bambu dengan spesifikasi :Penggerak      : motor listrik 1 phase, 220 V, 1/3 HP, 1430rpmDimensi           : - panjang       : 73 cm-  lebar            : 29 cm-  tinggi           : 78 cmBerat               : 90 kgKapasitas        :Panjang iratan (cm)Kapasitas (iratan/jam)302693402464502207601902Tebal iratan minimal : 0,3 mm Kata kunci: mesin irat, bambu, anyaman
Penelitian Pengaruh Konsentrasi Natrium Silikat pada Proses Pelorodan Kain Batik Sutera Suheryanto, Dwi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v26i1.1038

Abstract

Proses pelorodan (pelepas Iilin) Iilin pada kain batik sutera umumnya dapat menggunakan kanji, natrium silikat, dan bensin. Penggunaan kanji biasanya digunakan pada kain katun. Jika digunakan pada kain sutera hasilnya kurang sempurna dan menyebabkan kain sutera berkerut. Sedangkan penggunaan natrium stlikat selain dapat menurunkan kekuatan tarik juga menurunkan derajat intensttas warna. Penggunaan bensin juga tidak ekonomis dan sangat berbahaya bagi keselamatan kerja, selain juga akan menurunkan intensitas warna.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pelorodan Ii/in batik dengan bahan kimia yang lain yaitu natrium silikat (Na2Si03) sekaligus terhadap kekuatan tarik kain batik sutera hasil pelorodan tersebut. Pada penelitian proses pelorodan ini digunakan berbagai konsentrasi natrium silikat, yaitu 2 gr/l, 4 gr/I. dan 6 gr/l. Sedangkan kain sutera yang dipakai sebagai contoh diuji adalah jenis T 54 dan pewamaannya menggunakan zat warna indigosol. Pengujian dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh prosentase Iilin batik yang lepas dari kain, dan kekuatan tarik kain sutera.Penelitian memberikan basil bahwa nilai rata-rata konsentrasi natrium silikat yang meningkat memberikan kekuatan arah lusi yang meningkat diikuti pula meningkatnya arah pakan. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah prosentasi berat Iilin yang terlorod menunjukan hasil similar, yaitu meningkat sesuai dengan meningkatnya konsentrasi natrium silikat yang digunakan. Ternyata dari hasil analisa dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap uji kekuatan tarik terhadap penggunaan konsentrasi natrium silikat pada proses pelorodan. Akan tetapi diperoleh hasil bahwa natrium silikat dengan konsentrasi 2 g/l dapat digunakan untuk pelorodan kain batik sutera dan nilai yang lebih ekonomis.Kata kunci : natrium silikat, pelorodan, kain batik sutera, kekuatan tarik
BAMBU ATER (Gigantochloa atter) SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI KAYU PADA UKIRAN ASMAT Eskak, Edi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v33i1.1039

Abstract

ABSTRAK Ukiran kayu khas Asmat merupakan suvenir yang banyak diminati wisatawan. Dewasa ini pengrajin ukiran mulai kesulitan mendapatkan bahan kayu karena harganya semakin mahal. Oleh karena itu perlu memanfaatkan bahan alternatif yang lebih mudah didapatkan serta harganya relatif murah, yaitu bambu. Bambu yang berukuran cukup besar dan tumbuh di Papua adalah bambu ater. Tujuan penelitian penciptaan seni ini adalah untuk mengkreasikan produk suvenir ukiran bergaya Asmat dengan menggunakan bambu ater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu ater dengan ketebalan rata-rata 0,8 cm dapat dikerjakan dengan teknik ukir lubang tembus dengan hasil baik. Penggunaan alat bor dan gergaji hand jigsaw dapat mempercepat proses pelubangan 5,4 kali lebih cepat dibandingkan bila menggunakan cara pahat manual. Teknik ukir lubang tembus dilakukan untuk tetap mempertahankan kekhasan ornamen ukir khas Asmat.     Kata kunci:  kreasi, ukiran Asmat, bambu ater ABSTRACTAsmat wood carving is typical souvenirs which attracted many tourists. Today craftsmen began to have difficulty to get wood because the price is expensive. Therefore, it is necessary to use alternative, available and cheaper materials, namely bamboo. Sizeable bamboo grown in Papua are bamboo atter. The aim of this research is to create Asmat carvings and stylish souvenir products by using bamboo atter. Bamboo atter with the thickness of an average of 0.8 cm can be done with carving techniques through the hole in a good results. The use of drilling tools and hand saws jigsaw can accelerate the process by perforating 5.4 times faster than using a chisel way manually. Carving techniques through the hole is made to retain the distinctiveness of Asmat carved ornaments. Keywords: creation, Asmat carvings, bamboo atter.
KREASI BATIK KUPANG Salma, Irfa'ina Rohana; Eskak, Edi; Nugroho, Anugrah Ariesahad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v33i1.1040

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini batik gencar dikembangkan sebagai industri kreatif di berbagai daerah. Salah satunya adalah daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian dan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan kreasi baru motif batik yang mempunyai ciri khas sebagai batik Nusa Tenggara Timur, khususnya di daerah Kupang. Sumber inspirasi penciptaannya digali dari motif-motif tradisional tenun ikat untuk dikreasikan menjadi motif batik Kupang. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, pengamatan mendalam terhadap tema, pengkajian sumber inspirasi, pembuatan desain motif, dan perwujudan menjadi batik. Hasilnya berupa enam motif batik Kupang yaitu: Motif Rukun Kupang, Motif Teguh Bersatu, Motif Pucuk Mekar, Motif Liris Kupang, Motif Kuda Sepasang dan Motif Kuda Kupang. Hasil uji kesukaan terhadap motif kepada enam puluh responden menunjukkan bahwa Motif Kuda Kupang paling banyak dipilih oleh responden yaitu sebesar 27%, sedangkan Motif Kuda Sepasang 21%, Motif Liris Kupang 16%, Motif Teguh Bersatu 15%, Motif Kupang Rukun 14% dan Motif Pucuk Mekar 7%. Motif Kuda Kupang paling banyak dipilih karena menghasilkan motif yang indah dan mempunyai karakter motif daerah yang kuat, sehingga dapat diproduksi sebagai batik khas Kupang. Kata kunci: kreasi, batik Nusa Tenggara Timur, motif batik Kupang. ABSTRACT                 Nowadays batik intensively developed as a creative industry in various regions. One of the creative industry area is Kupang, East Nusa Tenggara. The purpose of this art creation research is to produce new characteristic batik motif of East Nusa Tenggara, particularly in the Kupang area. The source of batik inspiration to create batik Kupang come from traditional ikat motifs. The methods used are data collection, theme observation, inspiration sources assesment, design motifs creation and batik embodiment. The results are six motifs of batik Kupang, namely: Rukun Kupang Motif, Teguh Bersatu Motif, Pucuk Mekar Motif, Liris Kupang Motif, Kuda Sepasang Motif and Kuda Kupang Motif.  The preference test results of 60 respondents indicated that Kuda Kupang Motif is the most preferred with 27% of results, while Kuda Sepasang Motif gain 21%, Liris Kupang Motif 16%, Teguh Bersatu Motif 15%, Kupang Rukun Motif 14% and Pucuk Mekar Motif 7%. Kuda Kupang Motif is the most preferred one because it produces a beautiful motif and has a strong characteristic as batik from Kupang. Keywords: creations, batik East Nusa Tenggara, Kupang batik motif.
Fungsi dan Proses Pembuatan Topeng di Kabupaten Malang Jawa Timur Hidajat, Robbi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i1.1044

Abstract

AbstrakTopeng Malang adalah salah satu jenis topeng Jawa yang berkembang di Malang Jawa Timur. Memperhatikan bentuk raut topeng yang digambarkan tergolong dalam genre tokoh-tokoh lakon Panji. Topeng berfungsi sebagai properti seni pertunjukan Wayang Topeng. Penelitian ini merupakan kajian fungsi, baik dari sisi kegunaan material dan teknik pembuatan topeng. Permasalahan penelitian ini ada 2, yaitu (1) apakah fungsi Topeng Malang, (2) bagaimana teknik dan proses pembuatan Topeng Malang. Informan penelitian adalah perajin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis adalah interpretasi simbolis. Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang fungsi wayang topeng sebagai alat untuk menutup wajah penari agar sebagai bentuk penyamaran bagi penari agar dapat melakukan komunikasi spiritual dengan roh leluhur untuk mengharapkan berkah kesuburan. Teknik dan proses pembuatan Topeng Malang yaitu teknik ukir menggunakan pisau pangot. Proses pembuatannya terdiri dari 4 tahap, mbakali, wiwit, meraeni, dan maesi. Tiga tahap proses ini berelasi dengan proses penggarapan lahan sawah.Kata kunci: topeng, teknik, wayang, kerajinan AbstractMask of Malang is a type of Javanese masks which develop in Malang, East Java. From the face form, the masks portray the figures from Panji tales. The main function of the masks is as a property in Mask Puppet art performance. This research is a study of functions, both in terms of material usability and mask making techniques. The problems discussed in this study are, (1) what the mask of Malang's function is, (2) how the mask making technique and process are. Research informants are craftsmen. Data collection methods are by observation and interviews. Analysis methods are by symbolic interpretation. The results of this study are description of mask puppet as an equipment to cover the dancer's face, as a camouflage in order to communicate spiritually with ancestors' spirits to ask for blessing of prosperity. The mask making techniques and processes are using carving technique by pangot knives. The making process consist of four steps: mbakali, wiwit, maraeni, and maesi. The three steps of this process are related to paddy cultivation process.
Teknik Pembengkokan Rotan Manau (Calamus manau) Menggunakan Steamer Murwati, Eustasia Sri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i1.1045

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan penghasil rotan terbesar di dunia, mampu memasok 80% dari kebutuhan rotan dunia. Rotan adalah tanaman yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae. Rotan yang dipergunakan untuk kontruksi mebel antara lain dari genus/marga Calamaus. Spesies Calamus Manau. Rotan yang dibuat untuk bahan mebel dapat dibengkokkan menurut desain tertentu dengan memasukkannya ke dalam steamer. Di dalam steamer tersebut rotan dikukus/diuapi dengan uap basah agar jaringan rotan menjadi lunak sehingga mudah dibengkokkan. Penelitian dilakukan di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta dengan variabel penampang lintang (Ø) rotan 2,4 cm, 2,8cm, dan 3,2 cm, waktu pengukusan rotan 5 menit, 10 menit dan 15 menit, suhu ketel uap dan tabung steamer 110o C, serta tekanan maksimum 2 bar (kg/cm2). Adapun bentuk kelengkungan yang dilakukan adalah bentuk U, bentuk setengah lingkaran, bentuk omega, dan bentuk spiral. Hasil pembengkokan yang paling baik pada waktu pengukusan rotan selama 15 menit untuk keempat bentuk pembengkokan dan ketiga variabel penampang lintang rotan. Rotan tidak pecah, tidak retak maupun tidak gembos.Kata kunci: mebel, pembengkok, rotan, steamerABSTRACTIndonesia is the biggest rattan producer in the world, capable to supply 80 % of world’s rattan needs. Rattan is a species of  Palmae or Arecaceae family. Rattan that is mostly used for furnitures is of genus Calamus, species Calamus manau. Rattan furniture materials can be bent into specific design by putting them into the steamer. In the steamer, rattan is steamed using wet steam so the tissues become soft and easy to bent. The research experiment is conducted at the Center for Craft and Batik Yogyakarta with variables: 2,4 cm, 2,8 cm and 3,2 cm of rattan cross section diameter), 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes of steaming time, 110o C of boiler and steamer temperatures, and 2 bar (kg/cm2) of maximum pressures. The experimented curve shapes are U-shape, semi-circular shape, omega shape, and spiral shape. The best bending result is attempted at 15 minutes of steaming time for the four bending shapes and three rattan cross section. Rattan is not broken, cracked, or deflatted.Keywords: furniture, bending, rattan, steamer
Sifat Fisik Dan Mekanik Laminasi Iratan Bambu Sebagai Komponen Mebel Handoyo, Handoyo; Sumarsono, Sumarsono; Sutarwadi, Sutarwadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1046

Abstract

Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.Hingga kini pembuatan produk mebel bambu pada umumnya masih menggunakan bahan baku glondongan/batangan sebagai komponen utamanya, sehingga produk mebel yang dihasilkan terbatas, yakni bentuk-bentuk kaku atau patah-patah sesuai dengan bentuk fisik bambu,Untuk lebih menganekaragamkan produk mebel bambu telah dikembangkan teknologi pembuatan komponen mebel dengan bahan baku iratan, dan bahan pembantu yang digunakan adalah perekat jenis PVac. Peralatan utama yang dipergunakan teknologi ini adalah cetakan dan alat pres. Caranya adalah dengan mengepres susunan iratan bambu yang salah satu penampangnya sudah ditaburi perekat pada alur cetakan. Ketebalannya sesuai dengan tebal komponen yang diinginkan, sedang waktu yang dibutuhkan untuk pengepresan 24 jam. Dari hasil uji coba bentuk dan pengujian sifat fisik dan mekaniknya relah dihasilkan bentuk produk komponen yang sesuai dengan yang diharapkan dan kekuatannya memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku mebel.
Penelitian Proses Finishing Dengan Natrium Thiosulfat Pada Produk Kerajinan Kuningan Suheryanto, Dwi; Sarno, Sarno; Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1047

Abstract

Proses penghitaman (pewarnaan) produk kerajinan kuningan adalah merupakan hasil dari persenyawaan antara logam kuningan dengan senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman tersebut.Senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman adalah merupakan suatu formula yang mengandung unsur sulfid yaitu natrium thiosulfat (NA2S2O3, 5H1O). Pada pelaksanaan penelitian dilakukan beberapa variasi konsentrasi natrium thiosulfat yaitu 3 g/1,4 g/1 dan 5 g/1, pada temperatur 60oC dengan variasi waktu 10, 15 dan 20 menit.Hasil pengujian ketahanan warna dan ketuaan warna menunjukkan bahwa penghitaman pada konsentrasi 5 g/1 natrium thiosilfat dengan waktu 10 menit akan memberikan hasil yang relatif baik.Proses penghitaman (pewarnaan) produk kerajinan kuningan adalah merupakan hasil dari persenyawaan antara logam kuningan dengan senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman tersebut.Senyawa kimia yang digunakan pada proses penghitaman adalah merupakan suatu formula yang mengandung unsur sulfid yaitu natrium thiosulfat (NA2S2O3, 5H1O). Pada pelaksanaan penelitian dilakukan beberapa variasi konsentrasi natrium thiosulfat yaitu 3 g/1,4 g/1 dan 5 g/1, pada temperatur 60oC dengan variasi waktu 10, 15 dan 20 menit.Hasil pengujian ketahanan warna dan ketuaan warna menunjukkan bahwa penghitaman pada konsentrasi 5 g/1 natrium thiosilfat dengan waktu 10 menit akan memberikan hasil yang relatif baik.
Aplikasi Ornamen Khas Maluku untuk Pengembangan Desain Motif Batik Masiswo, Masiswo; Atika, Vivin
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i1.1048

Abstract

ABSTRAKMaluku memiliki banyak ragam hias budaya warisan nilai leluhur berupa ornamen etnis yang merupakan kesenian dan keterampilan kerajinan. Hasil warisan tersebut sampai saat ini masih lestari hidup serta dapat dinikmati sebagai konsumsi rohani yang memuaskan manusia. Berkaitan dengan keberlangsungan nilai-nilai tradisi etnis yang berwujud pada ornamen-ornamen daerah Maluku, maka dikembangkan untuk kebutuhan manusia berupa motif batik pada kain. Pengembangan ornamen ini lebih menekankan pada representasi akan bentuk-bentuk ornamen yang diterapkan pada kerajinan batik berupa motif khas Maluku. Pengembangan alternatif desain motif batik dibuat tiga variasi yang bersumber dari ornamen khas Maluku dibuat prototipe produknya dan diuji ketahanan luntur warnanya. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan basah dari tiga prototipe produk berpredikat baik sekali terdapat pada “Motif Siwa” dan predikat baik pada motif “Siwa Talang” dan motif “Matahari Siwa Talang”.Kata kunci: desain, Maluku, motif batik, ornamenABSTRACTMaluku has much decorative ancestral cultural heritage value in the form of ornament ethnic arts and crafts skills. The result of the legacy is still sustainable living can be enjoyed as well as satisfying spiritual human consumption.Related to the sustainability of traditional values in the form of ethnic ornaments Maluku, it was developed for human needs in the form of batik cloth . The development of these ornaments will be more emphasis on the representation forms of ornamentation that is applied to a batik motif Maluku. Development of alternative design motif made three variations. The development of three alternative design motifs derived from the Maluku ornaments made and tested a prototype product color fastness. The test results of color fastness to wet rubbing of the three prototypes are excellent products predicated on the "Motif Siwa" and a good rating on the motif "Siwa Talang" and motif "Matahari Siwa Talang".Keywords: design, Maluku, batik motif, ornament

Page 7 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

1987 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 1 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 2 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 34 No. 2 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 34 No. 1 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 33 No. 2 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 2 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 2 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 1 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 No. 1 (2011): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 27 No. 1 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 24 (2007): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 23 (2006): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 21 (2004): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 19 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 7 (1987): Dinamika Kerajinan dan Batik More Issue