cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Keadilan Dalam Pembagian Waris: Memahami Konsep Musytarakah Dalam Hukum Waris Islam Muhammad Jaidi; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.198

Abstract

Abstract This paper examines the concept of musytarakah in Islamic inheritance law and its role in ensuring justice in the distribution of inheritance. Musytarakah allows heirs to collaborate and reach an agreement on the division of inheritance, taking into account principles of justice and equity among them. The flexibility of musytarakah allows heirs to consider various factors, such as the needs and contributions of each individual, in determining a fair division. However, it is important to respect the sharia principles laid out in the Quran and hadith to ensure the division of inheritance aligns with Islamic values. Justice, in the context of musytarakah, requires a deep understanding of Islamic teachings, cooperation among the heirs, and an agreement that prioritizes fairness and equality. The ultimate goal is to achieve a fair division of inheritance that is in accordance with the principles of justice in Islam, going beyond rigid adherence to predetermined provisions. Keywords: justice, inheritance, musytarakah, law, Islam Abstrak: Tulisan ini mengkaji konsep musytarakah dalam hukum waris Islam dan perannya dalam menjamin keadilan dalam pembagian warisan. Musytarakah memungkinkan para ahli waris untuk berkolaborasi dan mencapai kesepakatan dalam pembagian warisan, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan di antara mereka. Fleksibilitas musytarakah memungkinkan para ahli waris untuk mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kebutuhan dan kontribusi masing-masing individu, dalam menentukan pembagian yang adil. Namun, penting untuk menghormati prinsip-prinsip syariah yang ditetapkan dalam Al-Quran dan hadits untuk memastikan pembagian warisan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Keadilan, dalam konteks musytarakah, membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, kerja sama di antara para ahli waris, dan kesepakatan yang mengedepankan keadilan dan kesetaraan. Tujuan akhirnya adalah tercapainya pembagian warisan yang adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam, tidak hanya sekedar mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Kata Kunci: keadilan, waris, musytarakah, hukum, islam
Romantika Perkawinan Beda Agama di Indonesia Gusti Muhamad Shadiq; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.200

Abstract

Abstract This paper discusses marriage in Indonesia, focusing on interfaith marriages. While the Marriage Law does not explicitly regulate interfaith marriages, the Civil Registration Law allows for them to be registered with a court order. However, the issuance of SEMA Number 2 of 2023 prohibits courts in Indonesia from granting applications for interfaith marriages. The paper also acknowledges the diversity of religions in Indonesia and emphasizes that every Indonesian citizen has the right to enter into marriage, regardless of their religion. The Marriage Law states that marriage is the bond between a man and a woman with the aim of forming a happy and lasting family based on God Almighty. The validity of marriage is based on the religion/belief of the individuals involved. If a person's religion prohibits them from marrying someone of a different religion, the marriage would be considered invalid. Overall, the paper highlights the complexities and challenges surrounding interfaith marriages in Indonesia. Keywords: Marriage, different, religion, Indonesia Abstrak: Penelitian ini membahas pernikahan di Indonesia, dengan fokus pada pernikahan beda agama. Meskipun UU Perkawinan tidak secara eksplisit mengatur pernikahan beda agama, UU Adminduk mengizinkan pernikahan beda agama untuk didaftarkan dengan penetapan pengadilan. Namun, penerbitan SEMA Nomor 2 Tahun 2023 melarang pengadilan di Indonesia untuk mengabulkan permohonan pernikahan beda agama. SEMA tersebut juga mengakui keragaman agama di Indonesia dan menekankan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk melangsungkan pernikahan, terlepas dari agama mereka. Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Keabsahan pernikahan didasarkan pada agama/kepercayaan masing-masing individu yang terlibat. Jika agama seseorang melarang mereka untuk menikah dengan orang yang berbeda agama, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti kompleksitas dan tantangan seputar pernikahan beda agama di Indonesia. Kata Kunci: Perkawinan, beda, agama, indonesia
Dispensasi Kawin dan Pemenuhan Hak Anak: Studi Pengaruh terhadap Hak-hak Anak dalam Konteks Hukum dan Sosial Rizal Arif Fitria; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.201

Abstract

Abstract This research explores the impact of marriage dispensation on children's rights and aims to lay the foundation for policy development that focuses on child protection. By considering both legal and social dimensions, this research provides a comprehensive understanding of how marriage dispensation policies can affect children's rights directly and indirectly. The results of this study can serve as a basis for revising regulations and designing better policies that prioritize children's rights. Furthermore, this research aims to raise public awareness about the implications of marriage dispensation practices and encourage advocacy for the protection of children's rights. The ultimate goal is to find a solution that balances individual interests with social welfare and creates an environment that supports the growth and development of children, in accordance with universal human rights standards. The research method includes normative juridical research, data processing, literature study, and field studies with interviews. The fulfillment of children's rights is crucial for the social structure and welfare of society and requires joint efforts from the state and society to achieve a more just and hopeful future for every child. Keywords: Dispensation, marriage, rights, children, law Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi dampak dispensasi nikah terhadap hak-hak anak dan bertujuan untuk meletakkan dasar bagi pengembangan kebijakan yang berfokus pada perlindungan anak. Dengan mempertimbangkan dimensi hukum dan sosial, penelitian ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana kebijakan dispensasi nikah dapat mempengaruhi hak-hak anak secara langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merevisi peraturan dan merancang kebijakan yang lebih baik dan mengedepankan hak-hak anak. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang implikasi dari praktik dispensasi nikah dan mendorong advokasi untuk perlindungan hak-hak anak. Tujuan akhirnya adalah menemukan solusi yang menyeimbangkan antara kepentingan individu dengan kesejahteraan sosial dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sesuai dengan standar hak asasi manusia yang berlaku secara universal. Metode penelitian meliputi penelitian yuridis normatif, pengolahan data, studi kepustakaan, dan studi lapangan dengan wawancara. Pemenuhan hak-hak anak merupakan hal yang krusial bagi struktur sosial dan kesejahteraan masyarakat dan membutuhkan upaya bersama dari negara dan masyarakat untuk mencapai masa depan yang lebih adil dan penuh harapan bagi setiap anak. Kata Kunci: Dispensasi, kawin, hak, anak, hukum
Relevansi Al-Quran dalam Filsafat (Analisis Perilaku Masyarakat Tentang Hukum Kafaah) Mida Mar`atus Sholihah; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.206

Abstract

Abstract This research examines the meaning of kafaah in analysing people's understanding and behaviour related to kafaah. Much of previous studies related to religious kafaah is diverse, ranging from the meaning of kafaah as similarity in organisations, having the same memorising, even the same religious school or boarding school. The purpose of my research is to see what forms of behaviour from the community's understanding of kafaah, and to find out how the meaning of kafaah in the relevance between the relevance between al-Qur'an and philosophy. This research is a normative study with descriptive analysis. The method used in this paper is a literature study with research gap data collection techniques. The results of this study show that the meaning of kafaah religiously in society can mean similarities in education other than religious affairs, a religious environment, morals towards family and society, similarity of mass organisations, and special expertise in religion. In this case, the relevance of the Qur'an and philosophy related to the difference in the meaning of kafaah in society can be used as a diversity of kafaah treasures. So that there is no exclusion due to standards that are considered too high by the community. Keywords: Relevance, Behavior, Kafaah. Abstrak: Penelitian ini mengkaji makna kafaah dalam analisis pemahaman dan perilaku masyarakat terkait kafaah. Banyaknya kajian terdahulu terkait kafaah agama yang beragam, mulai dari makna kafaah sebagai kesamaan dalam berorganisasi keagamaan, memiliki hafalan yang sama, bahkan kesamaan sekolah agama atau pondokan. Tujuan penelitian ini melihat apa saja bentuk perilaku dari pemahaman masyarakat terkait kafaah, serta untuk mengetahui bagaimana makna kafaah dalam relevansi antara al-Qur`an dan filsafat. Penelitian ini merupakan kajian normatif dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yakni studi kepustakaan dengan tehnik pengumpulan data research gap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna kafaah secara agama di masyarakat dapat berarti persamaan pendidikan selain urusan keagamaan, lingkungan yang agamis, akhlak terhadap keluarga dan masyarkat, kesamaan ormas, hingga keahlian khusus dalam beragama. Dalam hal ini relevansi al-Quran dan filsafat terkait perbedaan makna kafaah di masyarakat dapat dijadikan sebagai keberagaman khazanah kafaah. Sehingga tidak ada pengucilan akibat standar yang dinilai terlalu tinggi oleh masyarakat. Kata Kunci: Relevansi, Perilaku, Kafaah.
Analisis Sistem Transaksi Masyarakat Banjar Dalam Jual-Beli Baju Wanita Di Pasar Ram****ana Banjarmasin: Perspektif Ekonomi Islam Ghina Sanniya, Jasmine; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.214

Abstract

Abstract This journal presents the results of an analysis of the Banjar community's transaction system in buying and selling women's clothes at R****yana Market in Banjarmasin, with a focus on an Islamic economic perspective. In this study, the sales trend of the store was analyzed, taking into account aspects such as sales promotion, promotion policy, obstacles in sales, and the role of social media as a promotional tool. Interviews with shop owners provided insight into the state of the industry. The interviews showed that the weekly turnover of goods and fashion trends is one aspect that affects sales. In addition, the impact of the COVID-19 pandemic appears to be significant, with the consumer shift to online shopping continuing despite the end of the pandemic. Fierce competition, especially in terms of sourcing goods from T*nah Ab*ng, Jakarta, is a major obstacle. Vendors compete by significantly lowering prices, which results in very little profit per garment. Innovations such as attempting to sell online through platforms like Instagram are strategies that merchants are trying, although businesses still face difficulties in implementing them. Keywords: Transaction System, Sales dynamics, Women's clothing store Abstrak Jurnal ini menyajikan hasil analisis terhadap sistem transaksi masyarakat Banjar dalam jual-beli baju wanita di Pasar R****yana Banjarmasin, dengan fokus pada perspektif ekonomi Islam. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap tren penjualan toko tersebut, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti promosi penjualan, kebijakan promosi, kendala dalam penjualan, dan peran media sosial sebagai alat promosi. Wawancara dengan pemilik toko memberikan wawasan mendalam terhadap kondisi industri ini. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pergantian barang dan tren mode perminggu menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi penjualan. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 tampak signifikan, dengan pergeseran konsumen ke belanja online yang berlanjut meskipun pandemi berakhir. Kondisi persaingan yang ketat, terutama dalam hal pengadaan barang dari T*nah Ab*ng, Jakarta, menjadi kendala utama. Para penjual bersaing dengan menurunkan harga secara signifikan, yang mengakibatkan keuntungan per pakaian sangat minim. Inovasi seperti percobaan berjualan online melalui platform seperti Instagram menjadi strategi yang dicoba oleh pedagang, meskipun pelaku usaha masih menghadapi kesulitan dalam mengimplementasikannya. Kata Kunci: Sistem Transaksi, Dinamika penjualan, Toko pakaian wanita
Praktik Pengelolaan Dan Sistem Penjualan Oli Bekas Di Salah Satu Bengkel Kendaraan Di Batola Handil Bakti, Kalimantan Selatan Bangun Wardana, Ade; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.215

Abstract

Abstract The study aims to analyze the collection, processing, and resale of used oil. The researchers conducted interviews with one of the workshop owners in Handil Bakti Batola to gather information about how they collect used oil from customers. The results showed that the used oil is collected from the oil drain plug in the car, but most of it is left behind because customers do not want to get dirty, and the amount of used oil is too small for them to sell. The used oil is then sold to collectors when the drum is full. The researchers found that the used oil is usually given to the customers who request it, or it is stored in a drum for collection. The collectors then refine and neutralize the used oil to make it clear and usable for various purposes such as fuel, asphalt, and as a substitute for wood combustion oil. The study concludes that the collection and processing of used oil in the workshop need to be improved to reduce environmental pollution and increase the economic value of used oil. The study recommends that workshops should educate customers about the importance of used oil collection and provide incentives for customers who bring in their used oil. The study also suggests that workshops should work with collectors to improve the collection and processing of used oil. Keywords: Used Oil Management, Vehicle Repair Shop   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengumpulan, pengolahan, dan penjualan kembali oli bekas. Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu pemilik bengkel di Handil Bakti Batola untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana mereka mengumpulkan oli bekas dari pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oli bekas dikumpulkan dari sumbat pembuangan oli di mobil, tetapi sebagian besar dibiarkan karena pelanggan tidak ingin kotor, dan jumlah oli bekas terlalu sedikit untuk dijual. Oli bekas kemudian dijual ke pengepul ketika drum sudah terisi penuh. Penelitian ini menemukan bahwa oli bekas biasanya akan diberikan kepada pelanggan yang memintanya, atau disimpan dalam drum untuk dikumpulkan. Pengepul lalu memurnikan dan menetralisir oli bekas tersebut agar jernih dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan bakar, aspal, dan sebagai pengganti minyak bakar kayu. Studi ini menyimpulkan bahwa pengumpulan dan pengolahan oli bekas di bengkel perlu ditingkatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi oli bekas. Studi ini merekomendasikan agar bengkel-bengkel mengedukasi pelanggan mengenai pentingnya pengumpulan oli bekas dan memberikan insentif bagi pelanggan yang membawa oli bekas mereka. Studi ini juga menyarankan agar bengkel-bengkel bekerja sama dengan para pengepul untuk meningkatkan pengumpulan dan pengolahan oli bekas.   Kata Kunci: Pengelolaan Oli Bekas, Bengkel Kendaraan
Analisis Strategi Penjualan Sayuran Dengan Menggunakan Teknik Borongan (Studi Kasus Penjual Sayur Di Pasar Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut) Saputra, Agus Aditya Arisandi; hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.219

Abstract

Abstract The Incireasingly rapid turnover of the economy has made the community, especially traders in Batu Ampar Market, always improvise so that somehow the merchandise they sells well in the market. This has been practiced by other traders such as grocery traders without exception vegetable traders. The methods or tricks they have used are often found ranging from massive price reductions to holding discounts on each product and not infrequently traders use bundling techniques. The bundling technique or what the local community calls borongan is a sales technique where sallers combine three types of vegetables. This research is a qualitative study using descriptive analysis and a case study approach. From this research it can be concluded that the strategy of selling vegetables using the wholesale technique is permissible when viewed from the pillars and conditions that have been fulfilled, but in terms of practice there is a mistake, namely the absence of prior notification of the size or weight of the vegetables. Keywords: market, traders, Wholesale Techinique, Abstrak Perputaran roda perekonomian yang semakin pesat membuat para masyarakat khususnya pedagang di Pasar Batu Ampar selalu berimprovisasi agar bagaimanapun caranya dagangangan yang mereka jual laku dipasaran hal ini telah dipraktik oleh para pedagang yang lain seperti pedagang sembako tanpa terkecuali pedagang sayuran. Metode ataupun trik yang sudah mereka gunakan sering dijumpai mulai dari penurunan harga secara besar-besaran hingga diadakanya diskon-diskon disetiap produknya dan tak jarang para pedagang menggunakan teknik bundling. Tekink bundling atau masyarakat sekitar menyebut dengan borongan merupakan teknik penjualan dimana para penjual menggabungkan tiga jenis sayuran yang telah dibungkus masing-masing menjadi satu dengan cara menaikan harga jual sayuran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan anlisis deskriptif dan pendekatan studi kasus atau case study. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi penjualan sayur dengan menggunakan teknik borongan diperbolehkan jika dilihat dari rukun dan syarat yang telah terpenuhi namun dari segi praktiknya ada kekeliruan yakni tidak adanya pemberitahuan diawal mengenai berapa ukuran ataupun berat dari sayuran tersebut. Kata Kunci: Pasar, Pedagang, Teknik Borongan,
Praktik Thrifting Di Tinjau Dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Di Kota Banjarbaru) Al Adawiyah DND, Pp Rabiah; Hafidzi, Anwar; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.220

Abstract

Abstract The practice of thrifting, which is the activity of buying or shopping for used goods, especially clothes, has become a popular social phenomenon among Indonesian people, especially the younger generation. However, this practice has also caused controversy and legal problems, especially related to the import of used clothing from abroad which is prohibited by the government. This study aims to examine the practice of thrifting in Banjarbaru City, South Kalimantan, from the perspective of sharia economic law, which is a law that regulates human economic activities based on Islamic teachings. The approach taken in this study uses a qualitative descriptive approach. And in this study will describe the practice of buying and selling used clothes in Banjarbaru City then connected with theory according to sharia economic law. The results showed that the practice of thrifting in Banjarbaru City is still in a legal gray area, because there are no specific rules governing it. The practice of thrifting in Banjarbaru City is also not fully in accordance with the principles of sharia economic law, but in transactions carried out by both parties, harmony in buying and selling is carried out in accordance with Sharia. And the goods used as the object of the transaction have been declared to be able to be sold and received by the buyer with actual conditions. The practice of thrifting in Banjarbaru City does not cause gaps for other clothing business actors, because the opening of this thrifting clothing sales stall is only open for approximately ten days a month. With this relatively short time, other clothing business actors should not feel that they will be rivaled or feel that there are indications of danger in thrifting practices in the city of Banjarbaru. However, this study recommends the Banjarbaru city government, to formulate regulations regulating thrifting practices, as a legal basis for thrifting business actors by considering legal, economic, social, cultural, and environmental aspects, as well as the principles of sharia economic law for thrifting business actors in Banjarbaru city. Keywords:  thrifting, used clothes, sharia economic law, Banjarbaru City   Abstrak Praktik thrifting, yaitu kegiatan membeli atau berbelanja barang bekas, terutama pakaian, telah menjadi fenomena sosial yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Namun, praktik ini juga menimbulkan kontroversi dan permasalahan hukum, terutama terkait dengan impor pakaian bekas dari luar negeri yang dilarang oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik thrifting di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dari perspektif hukum ekonomi syariah, yaitu hukum yang mengatur aktivitas ekonomi manusia berdasarkan ajaran Islam. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dan dalam penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai praktek jual beli pakaian bekas di Kota Banjarbaru kemudian dihubungkan dengan teori menurut hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik thrifting di Kota Banjarbaru masih berada dalam wilayah abu-abu hukum, karena belum ada aturan khusus yang mengaturnya. Praktik thrifting di Kota Banjarbaru juga tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, Namun dalam transaksi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, rukun dalam jual beli terlaksana sesuai syariat. Dan barang yang dijadikan objek transaksi telah dinyatakan bisa dijual dan diterima oleh pembeli dengan keadaan yang sebenarnya. Praktik thrifting di Kota Banjarbaru tidak menimbulkan kesenjangan bagi pelaku usaha pakaian lainnya, sebab pembukaan lapak penjualan baju thrifting ini hanya dibuka selama kurang lebih sepuluh hari dalam satu bulan. Dengan waktu yang relative singkat tersebut menjadikan pelaku usaha pakaian lain seharusnya tidak merasa akan tersaingi atau merasa ada indikasi bahaya dalam prektik thrifting di kota Banjarbaru. Walaupun demikian, penelitian ini merekomendasikan pemerintahan kota Banjarbaru, untuk menyusun peraturan yang mengatur praktik thrifting, sebagai landasan hukum bagi pelaku usaha thrifting dengan mempertimbangkan aspek-aspek hukum, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, serta prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah bagi pelaku usaha thrifting di kota Banjarbaru.   Kata Kunci: thrifting, pakaian bekas, hukum ekonomi syariah, Kota Banjarbaru  
Analisis Terhadap Tindak Kekerasan Berbasis Gender Online Berbentuk Ancaman Penyebaran Konten Intim Non Consensual Rahmawati; Kezia Hera Putri; Adila Fitriani; Lilik Prihatini S.H., M.H.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.221

Abstract

Abstract This journal discusses the crime of cybercrime or often called cybercrime, this journal aims so that we can learn more about cybercrime describing prohibited behavior as an Electronic Information and Transaction crime, Serna reviews the formulation of criminal sanctions for someone who commits online gender-based violence in the form of threats to spread non-consensual intimate content. Cases of cyber harassment or online harassment, namely harassment carried out through unwanted messages, attention, or contact and sending sexual messages via the internet and with acts of intimidation or threats and blackmail so that the victim complies with the perpetrator's request. This is included in online gender-based violence. Technology-facilitated online gender-based violence, like real-world gender-based violence, has the intent to harass the victim on the basis of sex or gender. Otherwise, the violence falls under the category of generalized cyber violence. Cases of online gender-based violence (GBV) also involve the distribution of non-consensual intimate content (NCII), including intimate videos referred to as "revenge porn". Keywords: Violence, Threats, Intimate Content Distribution. Abstrak: Jurnal ini membahas Mengenai Tindak Pidana kasus cyber crime atau sering disebut kejahatan dunia maya, jurnal ini bertujuan agar kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang kejahatan dunia Maya menggambarkan perilaku terlarang sebagai kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik, Serna meninjau perumusan sanksi pidana bagi seseorang yang melakukan tindak kekerasan berbasis gender online berbentuk ancaman penyebaran konten intim non consensual. Kasus pelecehan siber atau pelecehan online, yaitu pelecehan yang dilakukan melalui pesan, perhatian, atau kontak yang tidak diinginkan dan mengirim pesan seksual melalui internet serta dengan tindakan intimidasi atau acncaman dan pemerasan agar korban menuruti permintaan pelaku. Hal tersebut termasuk kedalam Kekerasan berbasis gender online. Kekerasan berbasis gender online yang difasilitasi teknologi, seperti halnya kekerasan berbasis gender di dunia nyata, memiliki niat untuk melecehkan korban atas dasar jenis kelamin atau gender. Jika tidak, kekerasan tersebut termasuk dalam kategori kekerasan umum di dunia maya. Kasus kekerasan online berbasis gender (KBGO) juga melibatkan distribusi konten intim non-konsensual (NCII), termasuk video intim yang disebut sebagai “revenge porn”. Kata Kunci: Tindak Kekerasan, Ancaman, Penyebaran Konten Intim.
Tradisi Pengurangan Harga Jual Dalam Kearifan Lokal Masyarakat Banjar (Studi Kasus Masyarakat Banjar Bumi Mas) Rahman, Taupik; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.223

Abstract

Abstract The Banjar community is known for its wealth and strong adherence to Islamic culture. This study delves into the practices and philosophies behind the tradition of price reduction within the local wisdom of the Banjar society, specifically focusing on the case of the Banjar Bumi Mas Community. Through a qualitative approach and ethnographic data collection, this study elucidates how this tradition reflects cultural values, beliefs, and an entrenched socio-economic system in daily life. The research emphasizes how this culture remains sustained and resilient against the passage of time and evolving trends. Furthermore, the study delineates the historical context, symbolic roles, and factors shaping and preserving this tradition of price reduction. The expected outcomes aim to provide a profound insight into the role and significance of this tradition in the continuity of Banjar society's culture. Additionally, it proposes considerations for the development of policy strategies that respect and support local cultural heritage within the framework of a modern economy. Keywords: Price Reduction, Local Wisdom, Banjar Abstrak Masyarakat Banjar dikenal sebagai masyarakat yang kaya dan kental dengan kebudayaan Islamnya. Penelitian ini menggali praktik dan filosofi dibalik tradisi pengurangan harga jual dalam kearifan lokal masyarakat Banjar, dengan fokus pada kasus Masyarakat Banjar Bumi Mas. Melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data etnografis, studi ini memaparkan bagaimana tradisi ini merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta sistem sosial ekonomi yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya itu tetap dianut serta bertahan tidak pudar dimakan waktu dan perkembangan zaman. Penelitian ini menguraikan konteks historis, peran simbolik, dan faktor-faktor yang membentuk serta mempertahankan tradisi pengurangan harga jual ini. Hasilnya diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang peran serta signifikansi tradisi ini dalam keberlangsungan budaya masyarakat Banjar, sementara juga mengajukan pertimbangan bagi pengembangan strategi kebijakan yang menghormati dan mendukung warisan budaya lokal dalam konteks ekonomi modern. Kata Kunci: Pengurangan Harga, Kearifan Lokal, Banjar

Page 7 of 55 | Total Record : 550