cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Recitation of the Qur’an in the Batunggu kubur (Tradition for the Astambul Community) Muzdalifah, Muzdalifah; M. Fahmi al-Amruzi; Anida Yuspa; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.225

Abstract

Abstract This research raises a tradition, namely the recitation of Qur'an in Batunggu kubur which is done after the burial of the dead. In this Batunggu kubur the Qur'an is read in groups from the the beginning to the end until the specified time. The purpose of this research is to find out how the meaning of the community and the procedure for the implementation of the implementation of the Astambul Subdistrict community towards the reading of the Qur'an in Batunggu kubur. Type of The type of research used is qualitative research using descriptive-analytical studies. The result of this research is that Batunggu kubur is permissible because it has a positive and beneficial meaning, both for the people of Astambul Sub-district. Positive and beneficial meaning, both for people who read the Qur'an on the grave and for the deceased. Over the grave as well as for the deceased and the living and does not violate the rules of shara'. Regarding the procedure for its implementation, the recitation of the Qur'an in the Batunggu kubur tradition there are three variations. First, every person who Batunggu kubur gets a share of each juz to be completed. Second, the person who Batunggu kubur has no obligation to complete the reading, and there are no strict rules regarding the recitation of the the Qur'an. Third, everyone who Batunggu kubur has an obligation to complete the Qur'an. Keywords: Qur’an Reading, Tradition, Batunggu kubur Abstrak Penelitian ini mengangkat sebuah tradisi, yaitu pembacaan Al Qur'an dalam Batunggu kubur yang dilakukan setelah penguburan jenazah. Dalam Batunggu kubur ini Al Qur'an dibaca secara beramai-ramai dari awal sampai akhir sampai waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemaknaan masyarakat dan tata cara pelaksanaan masyarakat Kecamatan Astambul terhadap pembacaan Al-Qur'an dalam Batunggu kubur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini adalah Batunggu kubur diperbolehkan karena memiliki makna yang positif dan bermanfaat, baik bagi masyarakat Kecamatan Astambul. Makna positif dan bermanfaat, baik bagi orang yang membaca Al-Qur'an di atas kubur maupun bagi orang yang meninggal. Di atas kubur maupun bagi orang yang meninggal dan yang masih hidup serta tidak melanggar aturan syara'. Mengenai tata cara pelaksanaannya, pembacaan al-Qur'an dalam tradisi Batunggu kubur terdapat tiga variasi. Pertama, setiap orang yang Batunggu kubur mendapat bagian masing-masing satu juz untuk dikhatamkan. Kedua, orang yang melakukan Batunggu kubur tidak memiliki kewajiban untuk menuntaskan bacaannya, dan tidak ada aturan yang ketat mengenai bacaan Al-Qur'an. Ketiga, setiap orang yang melakukan Batunggu kubur memiliki kewajiban untuk mengkhatamkan Al Qur'an. Kata kunci: Pembacaan Al-Qur'an, Tradisi, Batunggu kubur
Eksistensi Variasi Akad Kerjasama Penggarapan Sawah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Khairanor; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.226

Abstract

ABSTRACT Collaboration in cultivating rice fields in Hulu Sungai Tengah Regency carried out by the community (rice field owners and farmers) has three types of contracts that can be options for application, although they are different but have the same goal, the contracts are divided into three, namely bakarun, basewa and basanda. The visible difference is in the way the results are distributed, the bakarun is divided by percentage, namely the results are divided by 3 first, then the rice field owner gets 1/3 and the farmer gets 2/3. As for the basewa, the distribution of results for the rice field owner has been determined at the beginning of the agreement as a fee for renting the rice field, while the basanda contract has the same distribution as the basewa system, but in the basanda contract there is a previous debts and receivables agreement. The author is interested in discussing this because the people of Upper Banjar have very natural/natural habits in carrying out cultural customs which are wrapped in a socio-economic dimension, the social is cooperation while the economic is agriculture. This encourages the author to elevate this habit into the realm of Sharia Economic Law. This research is to find out a description of the cooperation agreement for cultivating rice fields using the bakun, sewa and sanda system, which is then reviewed in basic terms from the perspective of Sharia Economic Law. Keywords: Hulu Sungai Tengah, Cooperation Agreement, Existence ABSTRAK Kerjasama penggarapan sawah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang dilakukan masyarakat (para pemilik sawah dan petani) ada tiga macam akad yang dapat menjadi opsi untuk di aplikasikan, meskipun berbeda namun satu tujuan yang sama, akad itu terbagi tiga, yakni bakarun, basewa dan basanda. Perbedaan yang nampak adalah pada cara pembagian hasilnya, bakarun dibagi dengan cara persentase yakni hasilnya dibagi 3 terlebih dahulu kemudian pemilik sawah dapat 1/3 dan petani mendapat 2/3. Adapun basewa pembagian hasil untuk pemilik sawah sudah ditentukan diawal kesepakan sebagai biaya sewa sawah, sedangkan akad basanda pembagiannya sama dengan sistem basewa namun terhadap akad basanda terdapat akad utang-piutang sebelumnya. Penulis tertarik membahas hal ini karena pada masyarakat Banjar bagian Hulu tersebut memiliki kebiasaan yang sangat natural/alami dalam melangsungkan adat budaya yang dibungkus dengan dimensi sosial ekonomi, sosialnya adalah kerjasama sedangkan ekonominya adalah pertanian. Hal ini mendorong penulis untuk mengangkat kebiasaan tersebut ke dalam ranah Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini untuk mengetahui deskripsi tentang akad kerjasama penggarapan sawah dengan sistem bakarun, sewa dan sanda, yang kemudian ditinjau secara dasar dengan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Kata Kunci: Hulu Sungai Tengah, Akad Kerjasama, Eksistensi
Legal Analysis Of The Recitation Of Manaqib Wali Allah In Banjar Society, Indonesia Muhammad Firjatullah; Rahmat Fadillah; Mohd Hatta Md Hani; Nurdin, Nurdin
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.227

Abstract

Abstract This research examines in more depth the view of Islamic law towards traditions in society, for example the reading of manaqib. The tradition of reading manaqib was born or emerged as a result of the development of Islam in Mandomai Village which was spread by traders from Kuin, South Kalimantan. This tradition is a legacy of previous Banjar muftis. When reading manaqib, Banjar people usually always prepare various kinds of cake, bitter coffee, sweet coffee, milk and other foods. The tradition of reading manaqib that was born in society is a tradition that contains Islamic values. For the community, reading manaqib is a good example of a medium for keeping in touch and a good tradition that must be continued. The community's motivation for reading manaqib varies, including tabarukkan, increasing one's sustenance, and a sign of gratitude to Allah SWT. This research uses a qualitative approach, literature study and also interviews with several informants. The Islamic legal view of this tradition is permissible as long as there is no shirk or ascribing partners to Allah in it. Keywords: Manaqib, Islamic Law, Indonesia Penelitian ini mengkaji lebih dalam mengenai pandangan hukum islam terhadap tradisi di masyarakat contohnya pembacaan manaqib ini. Tradisi pembacaan manaqib lahir atau muncul akibat dari pengembangan Islam di Kelurahan Mandomai yang disebarkan oleh pedagang-pedagang dari Kuin, Kalimantan Selatan. Tradisi ini merupakan warisan mufti Banjar terdahulu. Di waktu pembacaan manaqib, biasanya di masyarakat Banjar selalu menyiapkan berbagai macam wadai, kopi pahit, kopi manis, susu dan makanan lainnya. Tradisi pembacaan manaqib yang lahir di masyarakat merupakan tradisi yang mengandung nilai nilai islam. Bagi masyarakat, pembacaan manaqib merupakan contoh yang baik media untuk bersilaturahmi dan tradisi baik yang harus terus dilanjutkan. Motivasi dari masyarakat dalam pembacaan manaqib bermacam-macam diantaranya tabarukkan, menambah rezeki, dan tanda syukur kepada Allah Swt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, studi pustaka dan juga wawancara kepada beberapa informan. Pandangan hukum islam terhadap tradisi ini boleh dilakukan asal tidak ada syirik atau menyekutukan Allah didalamnya. Kata Kunci: Manaqib, Hukum Islam, Indonesia
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Praktik Kemitraan Bagi Hasil Usaha Pertukangan Kayu (Studi Kasus Kelurahan Alalak Selatan Kota Banjarmasin) Achmad Azhar Basyir; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.228

Abstract

Abstract Cooperation is one of the recommended forms of transaction in Islam. This practice is basically based on the principles of justice and mutual consent (agreement). One of the profit-sharing cooperation forms that is widely applied is in the timber business sector. In the profit-sharing cooperation practice of lt he timber business in Alalak Selatan Village, it is still carried out verbally and uses customs that are still applied there. This paper aims to analyze the profit-sharing cooperation practice of the timber business from the perspective of muamalah jurisprudence. This research method uses a qualitative method by conducting observations and interviews. From the results of the research conducted, it was found that the profit-sharing cooperation practice in the timber sector was not in accordance with the principles of muamalah. As it should be, this is based on the contract and profit sharing Keywords: Cooperation, profit sharing, timber business   Abstrak Kerjasama merupakan salah satu bentuk  transaksi yang dianjurkan dalam Islam. Praktik ini pada dasarnya memiliki prinsip keadilan dan suka sama suka (kesepakatan). Salah satu bentuk kerjasama bagi hasil yang banyak diterapkan salah satunya adalah pada bidang usaha perkayuan. Dalam praktik kerjasama bagi hasil usaha perkayuan di Desa Alalak Selatan masih dilakukan secara lisan dan mengunakan kebiasaan yang masih diterapkan disana. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis praktik kerjasama bagi hasil usaha perkayuan dari tinjauan fikih muamalah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa praktik kerjasama bagi hasil dibidang perkayuan belum sesuai dengan prinsip muamalah. Sebagaimana mestinya, hal ini didasari pada akad dan pembagian hasil. Kata Kunci: Kerjasama, bagi hasil, usaha perkayuan
Dampak Pemboikotan Produk Pro Israel Fatwa Dsn Mui Nomor 83 Tahun 2023 Bagi Warung Rumahan Di Kota Banjarmasin Khotimatul Husna; Anwar Hafidzi; Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.229

Abstract

This research will discuss about the impact of boycotting pro-israel products since the issuance of Fatwa DSN MUI Number 83 of 2023 on support for Palestine by the Indonesian government by taking firm steps to help the Palestinian cause, so that it can go through diplomacy in the UN to stop the war and sanctions on Israel. However, this also causes losses for home stalls that had previously sold many pro-Israel products before the issuance of the MUI DSN Fatwa on the prohibition of pro-Israel products which were the most needed goods before such as rayco (Unilever), milo (Nestle), Pepsodent (Unilever), ABC and Bango (Unilever), and so on which were widely circulated in home stalls. The loss occurs that many parties are reluctant to buy pro-Israel products so that the products sold in home stalls do not sell. This research aims to find out how the impact of boycotting pro-Israel products Fatwa DSN MUI Number 83 of 2023 concerning support for Palestine on pro-Israel products. This research method is a qualitative method with interview and observation methods. From the results of this study, it can be concluded that the impact of the boycott of pro-Israel products is a decrease in sales and results in some of these products not selling. Meanwhile, efforts made by home-based stalls by giving free to people who buy, or keep selling them. This is done so that capital returns and buys similar products that do not include pro-Israel products. Keywords: Home Stalls, Fatwa DSN MUI, boycotting, Israel Abstrak Penelitian ini akan membahas tentang dampak pemboikotan produk pro israel sesuai yang sejak dikeluarkan oleh Fatwa DSN MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang dukungan terhadap Palestina oleh pemerintah Indonesia dengan mengambil langkah-langkah tegas membantu perjuangan Palestina, sehingga bisa melalui jalur diplomasi di PBB untuk menghentikan perang dan sanksi pada Israel. Namun, hal ini juga menimbulkan kerugian bagi warung rumahan yang sebelumnya telah banyak menjual produk-produk pro israel sebelum dikeluarkannya Fatwa DSN MUI tentang pengharaman produk pro israel yang dimana merupakan barang yang paling dibutuhkan sebelumnya seperti rayco (Unilever), milo (Nestle), Pepsodent (Unilever), ABC dan Bango (Unilever), dan lain sebagainya yang memang banyak beredar di warung rumahan. Kerugian tersebut terjadi bahwa banyaknya pihak yang enggan membeli produk pro Israel sehingga produk yang dijual di warung rumahan tidak laku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemboikotan produk pro israel Fatwa DSN MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang dukungan terhadap Palestina terhadap produk pro Israel. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dampak dari adanya pemboikotan produk pro Israel adalah menurunnya penjualan serta mengakibatkan beberapa produk tersebut tidak laku. Sedangkan, Upaya yang dilakukan oleh warung rumahan dengan memberikan secara gratis kepada orang yang membeli, atau tetap menjualnya. Hal ini dilakukan agar modal Kembali dan membeli produk serupa yang tidak termasuk produk pro Israel. Kata Kunci: Warung Rumahan, Fatwa DSN MUI, Pemboikotan, Israel
Melihat Praktik Kerja Sama Usaha Cappucino Cincau A**** dan Analisis Penerapan Akad Syirkahnya Magfur, Achmad; Hafidzi, Anwar; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.230

Abstract

Abstract: Fresh, cold, sweet and portable drinks have become a trend among young people. Among them is Cappuccino Cincau, which was popular in the 2010s. But many disappeared and did not grow, as if following the seasons that passed before a year came together. But there is one that has survived until now, which is the object of the author's research, namely A**** Cappuccino Cincau. In total, there are already 21 outlets spread throughout South Kalimantan. Then how can this business grow sustainably? It turns out that one of them is the shirkah undertaken by the 3 owners, who even continue to maintain the clarity of the contract with the employees, and invite them to innovate, until they are financed through a new shirkah. Keywords: Shirkah, Islamic Economy, Banjarese Society. Abstrak: Minuman segar, dingin, manis, dan mudah dibawa, telah menjadi tren di kalangan kawula muda. Di antaranya adalah Cappucino Cincau yang sempat marak di tahun 2010an. Namun banyak yang hilang tidak tumbuh berkembang, seperti mengikuti musim yang berlalu sebelum satu tahun menyatu. Tetapi ada salah satu yang bertahan hingga kini, yang menjadi objek penelitian penulis, yakni Cappucino Cincau A****. Total sudah ada 21 outlet tersebar se-Kalsel. Lalu bagaimana usaha ini bisa tumbuh lestari? Ternyata di antaranya adalah jalinan syirkah yang dijalani 3 pemiliknya, yang bahkan terus memelihara kejelasan akad dengan para karyawan, dan mengajak mereka berinovasi, hingga dimodali lewat jalinan syirkah yang baru.
Tata Kelola Demokratis: Pemanfaatan Kedaulatan Rakyat dalam Memerangi Korupsi M. Zaki Mubarak; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.240

Abstract

Abstract: This research explores the relationship between the concepts of the Rule of Law, Democracy, and Corruption in Indonesia. Using the Normative Legal Research method, it relies on secondary data sources such as books, journals, and relevant articles to analyze the connection between these concepts. Through conceptual and philosophical approaches, the research examines experts' views and analyzes legal aspects related to the Rule of Law, democracy, and corruption cases. The findings highlight the importance of people's sovereignty in shaping laws aligned with democratic principles, while cautioning against the dangers of misinterpreting laws that could harm society. This study demonstrates that law enforcement concerning corruption must consider democracy's essence as a tool to serve the needs of the people, rather than being the ultimate goal in the state's structure. Keywords: Democracy, sovereignty, people, corruption. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara konsep Negara Hukum, Demokrasi, dan Korupsi di Indonesia. Dengan menggunakan metode Penelitian Hukum Normatif, penelitian ini mengandalkan sumber data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel terkait untuk menganalisis hubungan antara konsep-konsep tersebut. Melalui pendekatan konseptual dan filosofis, penelitian ini mengulas pandangan para ahli serta menganalisis aspek hukum yang terkait dengan negara hukum, demokrasi, dan kasus korupsi. Temuan menyoroti pentingnya kedaulatan rakyat dalam membentuk hukum yang sesuai dengan prinsip demokrasi, sambil memperingatkan tentang bahaya kesalahan interpretasi hukum yang dapat merugikan masyarakat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penegakan hukum terkait korupsi harus memperhatikan esensi demokrasi sebagai alat untuk melayani kebutuhan rakyat, bukan sebagai tujuan akhir dalam tatanan negara. Kata Kunci: Demokratis, kedaulatan, rakyat, korupsi
Tinjauan Hukum Islam Tentang Praktik Pembulatan Nominal Harga Dalam Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Di SPBU Banjarmasin Muhammad Fauji; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.241

Abstract

Abstract This research was motivated by consumers who received inappropriate money back. There is a difference in price from what is stated in the words of some Banjarmasin gas station filling officers where they practice rounding. In Islam, the principle of buying and selling is to achieve benefit (maslahah) and avoid harm (mafsadah) in transactions. Good buying and selling practices in Islam promote public benefit and avoid loss and exploitation. This is an integral part of the Islamic view of justice and ethics in all aspects of life. In Islamic law, the existence of a contract is one of the conditions for a valid sale and purchase. Apart from that, according to Hanabilah and Hanafiyah, both sellers and buyers must be equally pleased. The purpose of this research is to find out how Islamic law reviews the practice of rounding nominal prices when purchasing fuel oil (BBM) at gas stations. The research method used in this research is a qualitative research method with observation. From the results of this research, it can be concluded that in Surah An-Nisa verse 29, Allah mentions principles relating to transactions and the fair distribution of property between humans. Although this verse is often interpreted in other contexts, in buying and selling transactions, the principle of voluntary agreement and mutual consent between both parties can be used as the basis for the practice of rounding in purchasing fuel oil (BBM). Surah Al-Baqarah verse 188 emphasizes the importance of honesty in transactions and economic life. The practice of rounding prices that are unfair or detrimental to other parties, even by small amounts, can be considered as taking away other people's rights and can be counted as a violation of the principle of honesty emphasized in the paragraph. In this context, the practice of rounding prices must be carried out with great care and fairness. Although the verse does not specifically discuss fuel price rounding, understanding honesty, fairness and protecting the rights of others are values that must be considered in every transaction, including the practice of rounding prices.   Keywords:   Islamic Law, Rounding Up, Fuel Oil (BBM),   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konsumen yang memperoleh uang kembalian yang tidak semestinya. Terdapat selisih harga dari yang tertera dengan pengucapan sebagian petugas pengisian SPBU Banjarmasin di mana mereka melakukan praktik pembulatan. Dalam Islam, prinsip jual beli adalah untuk mencapai kemaslahatan (maslahah) dan menghindari kemudharatan (mafsadah) dalam transaksi. Praktik jual beli yang baik dalam Islam mempromosikan kemaslahatan umum dan menghindari kerugian serta eksploitasi. Hal ini merupakan bagian integral dari pandangan Islam terhadap keadilan dan etika dalam segala aspek kehidupan. Dalam hukum Islam, adanya akad merupakan salah satu syarat sahnya jual beli. Selain itu, menurut Hanabilah dan Hanafiyah baik penjual maupun pembeli harus sama-sama ridha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam mengenai Praktik Pembulatan Nominal Harga dalam Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Di SPBU. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan observasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dalam Surah An-Nisa ayat 29, Allah menyebutkan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan transaksi dan pembagian harta secara adil di antara manusia. Meskipun ayat ini sering diinterpretasikan dalam konteks lain, dalam transaksi jual beli, prinsip kesepakatan sukarela dan ridho antara kedua belah pihak dapat dijadikan dasar bagi praktik pembulatan dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). Surah Al-Baqarah ayat 188 menegaskan pentingnya kejujuran dalam transaksi dan kehidupan ekonomi.  Praktik pembulatan harga yang tidak adil atau merugikan pihak lain, sekalipun dengan jumlah yang kecil, bisa dianggap sebagai pengambilan hak orang lain dan dapat diperhitungkan sebagai pelanggaran terhadap prinsip kejujuran yang ditegaskan dalam ayat tersebut. Dalam konteks ini, praktik pembulatan harga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan keadilan. Meskipun ayat tersebut tidak secara spesifik membahas pembulatan harga BBM, pemahaman tentang kejujuran, kewajaran, dan menjaga hak orang lain adalah nilai-nilai yang harus dipertimbangkan dalam setiap transaksi, termasuk dalam praktik pembulatan harga.   Kata Kunci: Hukum Islam, Pembulatan, Bahan Bakar Minyak (BBM)  
Implementasi Laporan Keuangan Syariah Dan Pengelolaan Dana Untuk Pengembangan Fungsi Masjid Yang Berkelanjutan Abd. Adim; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.242

Abstract

Abstract: This research highlights the importance of mosque management based on Shariah principles, particularly in the implementation of financial reporting and fund management. Through qualitative research methods, the researcher identified instances where several mosques exhibited negligence in managing community funds that did not align with Shariah principles. The study emphasizes the urgency of implementing Shariah-compliant financial reporting as a tool to communicate sustainable values in line with Shariah objectives. It underscores the significance of Shariah accounting standards and practices as a foundation to ensure sustainable mosque management aligned with the principles of goodness, truth, and beauty in Islam. Keywords: Implementation, finance, Shariah, funds, mosque. Abstrak: Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan masjid berdasarkan prinsip-prinsip Syariah, terutama dalam implementasi laporan keuangan dan pengelolaan dana. Melalui metode penelitian kualitatif, peneliti mengidentifikasi bahwa beberapa masjid mengalami kelalaian dalam pengelolaan dana umat yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah. Studi ini menekankan urgensi penerapan laporan keuangan Syariah sebagai alat komunikasi nilai keberlanjutan yang sejalan dengan tujuan Syariah. Penelitian ini menyoroti pentingnya standar dan praktek akuntansi Syariah sebagai landasan untuk memastikan pengelolaan masjid yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip kebaikan, kebenaran, dan keindahan dalam Islam. Kata Kunci: Implementasai, keuangan, syariah, dana, mesjid
Kepatuhan Terhadap Hukum (Sebuah Perspektif Filsafat Hukum) Ahmad Syahir; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.246

Abstract

Abstract: This research delves into compliance with the law from the standpoint of the philosophy of law. Law, as a coercive entity, is adhered to by society under the threat of sanctions for violations. Compliance is influenced by individual awareness of the law and knowledge of its relevance in daily life. Social norms, perceptions of the benefits of the law, and examples set by law enforcement also impact societal compliance. The significance of adherence to the law as the foundation of a legal state is emphasized, where fair and authoritative law enforcement plays a role in fostering order, justice, and a sense of security within society. Keywords: Compliance, law, philosophy Abstrak: Penelitian ini membahas kepatuhan terhadap hukum dari sudut pandang filosofi hukum. Hukum, sebagai entitas yang memaksa, ditaati oleh masyarakat dengan ancaman sanksi jika dilanggar. Kepatuhan ini dipengaruhi oleh kesadaran individu terhadap hukum serta pengetahuan tentang relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Norma sosial, persepsi terhadap manfaat hukum, dan contoh yang ditunjukkan oleh penegak hukum turut memengaruhi kepatuhan masyarakat. Pentingnya kepatuhan pada hukum sebagai fondasi negara hukum ditegaskan, di mana hukum yang adil dan memiliki kewibawaan dalam penegakan supremasi hukum berperan dalam menciptakan ketertiban, keadilan, dan rasa aman di tengah masyarakat. Kata Kunci: Kepatuhan, hukum, filsafat

Page 8 of 55 | Total Record : 550