cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Restorative Justice Dan Diversi Dalam Penanganan Jarimah Pelecehan Seksual Berdasar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat Abdul Gafur; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.257

Abstract

Abstract: This research discusses the concepts of Restorative Justice and Diversi in the context of the criminal offense of sexual harassment regulated by the Aceh Qanun Number 6 of 2014 on Islamic Criminal Law (Hukum Jinayat). The study employs a literature review and an empirical normative approach based on cases handled by the author. In the realm of Islamic criminal law in Indonesia, there exists the Hukum Jinayat system specifically applicable in Aceh Province under Laws Number 44 of 1999 and Number 11 of 2006. This system governs Jarimah (prohibited acts according to Islamic law) punishable by 'Uqubat (punishment). 'Uqubat encompasses 'Uqubat Utama (such as whipping, fines, imprisonment, and restitution) and 'Uqubat Tambahan (like marriage annulment, revocation of rights). However, in handling cases of sexual harassment under these laws, the implementation of Restorative Justice and Diversi often faces obstacles such as prolonged trauma for the victim, enduring shame, resistance to peace settlements by the victim’s family seeking severe punishment for the perpetrator, and the victim’s family’s desire to distance the perpetrator from their community. This study aims to explore the scope, involved parties, and challenges in executing Restorative Justice and Diversi concerning cases of sexual harassment in accordance with Aceh Qanun Number 6 of 2014 on Jinayat. The conclusion of this research is expected to offer a deeper understanding of efforts to address cases of sexual harassment using the Restorative Justice and Diversi approach within the context of Islamic criminal law in Aceh. Keywords: Restorative, Justice, diversi, harassment, sexual, law Abstrak: Penelitian ini membahas konsep Restorative Justice dan Diversi dalam konteks jarimah pelecehan seksual yang diatur oleh Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi literatur dan pendekatan normatif empiris dengan kasus yang pernah ditangani penulis sendiri. Dalam konteks hukum pidana Islam di Indonesia, terdapat sistem Hukum Jinayat yang khusus berlaku di Provinsi Aceh berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006. Hukum Jinayat ini mengatur tentang Jarimah (perbuatan terlarang menurut Syariat Islam) yang diancam dengan 'Uqubat (hukuman). 'Uqubat terbagi menjadi 'Uqubat Utama (seperti Cambuk, Denda, Penjara, Restitusi) dan 'Uqubat Tambahan (seperti Pemutusan Perkawinan, Pencabutan Hak). Namun, dalam penanganan jarimah pelecehan seksual, implementasi Restorative Justice dan Diversi seringkali menghadapi hambatan, seperti trauma yang berkepanjangan bagi korban, rasa malu yang berkepanjangan, penolakan perdamaian oleh keluarga korban yang menginginkan hukuman berat bagi pelaku, dan keinginan keluarga korban untuk menjauhkan pelaku dari komunitas mereka.Penelitian ini akan mengeksplorasi ruang lingkup, pihak yang terlibat, serta problematika pelaksanaan Restorative Justice dan Diversi dalam kasus pelecehan seksual sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya penanganan jarimah pelecehan seksual dengan pendekatan Restorative Justice dan Diversi dalam konteks hukum pidana Islam di Aceh. Kata Kunci: Restorative, Justice, diversi, pelecehan, seksual, hukum
Dampak dan Solusi Keberlakuan Aturan Pembatasan Usia Nikah di Indonesia Nur Wakhidah; Mida Mar`atus Sholihah; Rasyid Rizani; Ergina Faralita
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.267

Abstract

Abstract This research aims to analyse the emergence and solution such as the marriage restriction rule in Indonesia. This research uses the normative legal method. The approach in this research is the approach of legislation, fikh and case. The analysis is done using a qualitative method. The theory used in data analysis is the contemporary maqashid system of maqashid, progressive law, legal pluralism theory, gender theory, Maslow's theory of structure, structural theory, and the theory of knowledge of the power of knowledge. The results of this study show a positive impact of the sustainer of marriage restrictions rule in Indonesia, in terms of legal substance on marriage in Indonesia has accommodated values of equality between men and women and psychological protection and child reproduction. This is in line with contemporary feminist theory and gender equality theory. The negative effect of adhering to the marriage rule of this marriage is the high demand for marriage dispensation. The high demand for marriage dispensation proves that people do not live in accordance with the rule. In addition, people have other behavioural references and there is a primary need for sex. This rule has not been internalised in both people. This is based on Maslow's theory of needs, the theory of pluralism. The solution of the sustainable rule of age marriage, in the end, the new contraction is an ideal concept of consolation in the progressive-based state of the progressive law, none other than to realise justice. The next step, in the practice of prachis, when progressive law as the basis of the judge's concept of justice enters the realm of law enforcement, the whole process of working law enforcement instruments should be verified in the factors of justice, welfare, concern for the community and others, which are all contained in the values of Pancasila. In the knowledge of knowledge, the cooperation of the state with the ulama as the Islamic agent and community Straigate / Adat Stadder as an agent of Adjust Law. In addition, the knowledge of the urgency of Nonal age restriction is inserted into the school curriculum. Keywords: Impact, Solution, Card Renewal Rules Rules. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan solusi keberlakuan aturan pembatasan usia nikah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode normatif hukum. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, fikih dan kasus. Analisis dilakukan dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam analisis data adalah teori maqashid syari’ah kontemporer, hukum progresif, teori pluralisme hukum, teori gender, teori kebutuhan maslow, teori strukturasi, dan teori relasi kuasa pengetahuan. Hasil kajian ini menunjukkan dampak positif dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah di Indonesia, dari segi substansi hukum tentang pernikahan di Indonesia telah mengakomodasi nilai-nilai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan perlindungan psikologi dan reproduksi anak. Hal ini sesuai dengan teori maqashid kontemporer dan teori kesetaraan gender. Adapun dampak negatif dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah ini adalah tingginya permintaan dispensasi kawin. Tingginya permintaan dispensasi kawin membuktikan bahwa masyarakat tidak menghayati peraturan tersebut. Selain itu, masyarakat memiliki rujukan lain dalam berperilaku dan ada kebutuhan primer terhadap seks. Peraturan ini belum terinternalisasi dengan baik dalam diri masyarakat. Hal ini berdasarkan teori kebutuhan Maslow, teori pluralisme. Solusi dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah, pada akhirnya kontruksi baru yang ideal konsep kemaslahatanhakim dalam menyelesaikan perkara berbasis hukum progresif, tidak lain adalah untuk mewujudkan keadilan. Langkah selanjutnya, dalam tataran praksis, ketika hukum progresif sebagai basis konsep keadilan hakim masuk dalam ranah penegakan hukum, maka seluruh proses bekerjanya instrumen penegak hukum tersebut harus bisa diverifikasi ke dalam faktor-faktor keadilan, kesejahteraan, kepedulian kepada masyarakat dan lain-lain, yang kesemuanya itu telah terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. Dalam tataran pengetahuan, kerjasama antara negara dengan ulama sebagai agen hukum Islam dan tokoh masyarakat/ tokoh adat sebagai agen hukum adat. Selain itu, pengetahuan urgensi pembatasan usia nikah dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kata Kunci: Dampak, Solusi, Aturan Pembatasan Usia Nikah.
Prosedur Pelaksanaan Lelang Di KPKNL Kanwil Banjarmasin Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Muhammad Iqbal; Anwar Hafidzi; M. Hanafiah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.291

Abstract

Abstract This study aims to understand the procedures for implementing auctions at the KPKNL Regional Office of Banjarmasin sharia economic law perspective, as well as understanding how Islamic law views the implementation of these auctions and helps Muslim communities understand what auctions are like in the spirit of Islam. to better understand. Auctions in Islam are generally allowed as long as the auction is carried out with the pillars, the conditions are met, and there is no injustice. Although some scholars prohibit the auction, the majority of scholars are of the opinion that it is permissible to conduct the auction. The method used in this research is qualitative method. Data collection is done by interview, observation, and documentation techniques conducted by researchers. The implementation of the Banjarmasin Regional KPKNL auction in 2023, the Banjarmasin Regional KPKNL implemented a security deposit system and a limit value to avoid the practice of Najasy and Tadlis to ensure that the implementation of the Banjarmasin KPKNL auction was carrout in accordance with Islamic law review. Keywords: Auction, Law, Knowledge Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami prosedur pelaksanaan lelang di KPKNL Kanwil Banjarmasin dalam perspektif hukum ekonomi syariah, serta memahami bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan lelang tersebut dan membantu masyarakat muslim memahami seperti apa lelang dalam semangat Islam. untuk lebih memahami pelelangan, dalam Islam pada umumnya diperbolehkan sepanjang pelelangan dilakukan dengan rukun, syarat-syaratnya terpenuhi, dan tidak ada kezaliman. Meskipun sebagian ulama melarang pelelangan, namun mayoritas ulama berpendapat boleh melakukan pelelangan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Penyelenggaraan lelang KPKNL Kanwil Banjarmasin, KPKNL Kanwil Banjarmasin menerapkan sistem uang jaminan dan nilai limit untuk menghindari praktik Najasy dan Tadlis guna memastikan pelaksanaan lelang dilakukan sesuai dengan tinjauan hukum Islam. Kata Kunci: Lelang, Hukum, Pengetahuan
Analisis Kriminologi Kasus Pelecehan Seksual yang Di Lakukan Oleh Salah Satu Oknum Polisi Terhadap Salah Satu Tahanan Wanita Aisah Putri Arief; Airel Hamu Lee Hunggu; Adinda Nurul Syahrani; Dr.Hj.Asmak Ul Hosnah,SH.MH
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.292

Abstract

Abstract Sexual harassment is an act of degrading, harassing, insulting or attacking the body of a person's reproductive function due to inequality in power relations or gender that can result in suffering health or psychological disorders. Sexual harassment has many types of behavior, not just intercourse, but can be in the form of speech, gestures, symbols, writing, and various behaviors that make the victim feel humiliated. Keywords: criminology, abuse, sexual, prisoner Abstrak Pelecehan seksual ialah perbuatan merendah, melecehkan, menghina atau menyerang tubuh fungsi reproduksi seseorang karena ketimpangan relasi kuasa atau gender yang dapat berakibat penderitaan gangguan kesehatan atau psikis. Pelecehan seksual memilik banyak jenis perilakunya bukan berhubungan badan saja, melainkan dapat dalam jenis perilaku berupa ucapan, isyarat, symbol, tulisan, dan berbagai perilaku yangmembuat korban merasa di rendahkan. Kata Kunci: kriminologi, pelecehan, seksual, tahanan
Pencemaran Nama Baik dan Pelecehan Seksual Yang Dilakukan Oleh Oknum Kepada Seseorang Melalui Media Sosial Instagram Dendy Suma Pratama; Sella Dapurahayu; Sri Adisty Jauharah; Lilik Prihatini S.H., M.H.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.300

Abstract

The crime of social harassment through social media is an act related to immoral acts through information media and electronic transactions which can cause physical and psychological trauma. Legally, sexual harassment and defamation are regulated in the ITE Law, Pornography Law and Criminal Code. Sexual acts often include violations of personal data protection which are regulated in the ITE Law. Keywords: defamation, sexual harassment, gender Abstrak Tindak pidana kejahatan pelecehan sosial melalui media sosial merupakan suatu perbuatan yang berhubungan dengan tindakan asusila melalui sarana media informasi dan transaksi elektronik yang dapat menimbulkan trauma fisik dan psikis. Secara hukum, mengenai pelecehan seksual dan pencemaran nama baik telah diatur dalam UU ITE, UU Pornografi dan KUHP. Tindakan seksual sering kali disertakan pelanggaran atas perindungan data pribadi yang dimana telah di atur dalam UU ITE. Kata kunci: pencemaran nama baik, pelecehan seksual, jenis kelamin
Analisa Kejahatan Streaming Ilegal Liga Inggris: Tantangan Hukum, Ekonomi Dan Dampak Pada Studi Kasus ZAL TV Johana Jenni Viera; Salsabila Maryam; Hj. Lilik Prihatini, SH., MH
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.301

Abstract

Abstract This journal documents and analyzes the case of illegal streaming of the English Premier League conducted by Ilham Allamsyah, the manager of Zal TV. Zal TV's streaming activities not only exploit gaps in streaming technology but also create serious issues related to copyright infringement and its impact on the Vidio platform industry. The case analysis method is employed to investigate the strategies and implications of Zal TV's illegal streaming. Legal review is conducted to understand the regulatory framework related to copyright and the Information and Electronic Transactions Law (ITE). Through content, impact, and legal analysis, it is revealed that Zal TV employs illegal servers to present English Premier League content without official permission, distributing it across various platforms, posing legal challenges in enforcement. Significant economic repercussions are observed on official broadcast rights holders like Vidio, leading to substantial financial losses. The conclusion emphasizes the necessity for a swift and effective response to illegal streaming. Robust copyright protection measures and law enforcement actions are required to ensure the sustainability of the entertainment industry. Consumer awareness of the negative impacts of illegal streaming can play a pivotal role in constructing a fair and sustainable digital environment.. Keywords: Zal TV, Vidio, Illegal Streaming, ITE Law, Copyright Abstrak Jurnal ini mendokumentasikan dan menganalisis kasus kejahatan streaming ilegal Liga Inggris yang dilakukan oleh Ilham Allamsyah selaku pengelola Zal TV. Streaming oleh Zal TV tidak hanya mengeksplorasi celah dalam teknologi streaming tetapi juga menciptakan masalah serius terkait hak cipta dan dampaknya pada industri platform Vidio. Metode analisis kasus untuk menyelidiki strategi dan implikasi streaming ilegal Zal TV. Tinjauan hukum dilakukan untuk memahami kerangka kerja regulasi terkait hak cipta dan UUITE. Melalui analisis konten, dampak, dan hukum. Zal TV menggunakan server ilegal untuk menyajikan konten Liga Inggris tanpa izin resmi. Ini mencakup distribusi melalui berbagai platform, yang memunculkan tantangan hukum dalam penegakan aturan. Dampak ekonomi yang signifikan terlihat pada pemegang hak siar resmi, seperti Vidio, dengan kerugian finansial yang mencuat. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti perlunya respons yang cepat dan efektif terhadap streaming ilegal. Langkah-langkah perlindungan hak cipta dan penegakan hukum yang kuat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri hiburan. Kesadaran konsumen tentang dampak negatif dari streaming ilegal dapat menjadi kunci dalam membangun lingkungan digital yang adil dan berkelanjutan. Kata kunci: Zal TV, Vidio, Streaming Ilegal, UUITE, Hak Cipta
Interfaith Marriages: Navigating Psychological and Legal Complexities in Light of Religious Norms and National Laws Aldi Saputra
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.312

Abstract

Abstract The relationship between religious people attracts attention because of the diversity of their communities. Interfaith marriages, especially among the wealthy and celebrities, are becoming a common phenomenon. Liberal views in favour of religious differences in marriage receive attention, but it is important to understand the true views of Islam. This literature research uses literature study methods, evaluating research results, reports, and scientific journals as primary data, as well as legal regulations and books as secondary data. Content analysis is used to obtain an image without the intervention of the researcher. The impact of interfaith marriages, such as psychological and juridical aspects, shows complexity. Islam's ban on interfaith marriage and the Marriage Act asserts the necessity of conforming to religious law. However, social realities can give rise to legal problems of registration of children and division of inheritance. In conclusion, interfaith marriages reflect psychological and legal challenges. A deep understanding of religious norms, national laws, and local community dynamics is crucial for dealing with the complexity of issues that arise. Keywords: Laws on Marriages Different Religions Abstrak Hubungan antar umat beragama menarik perhatian karena keberagaman masyarakatnya. Pernikahan beda agama, terutama di kalangan kaya dan selebriti, menjadi fenomena yang umum. Pandangan liberal yang mendukung perbedaan agama dalam pernikahan mendapat perhatian, namun penting memahami pandangan Islam yang sejati. Penelitian literatur ini menggunakan metode studi literatur, mengevaluasi hasil penelitian, laporan, dan jurnal ilmiah sebagai data primer, serta peraturan hukum dan buku sebagai data sekunder. Analisis isi digunakan untuk mendapatkan gambaran tanpa campur tangan peneliti. Dampak pernikahan beda agama, seperti aspek psikologis dan yuridis, menunjukkan kompleksitas. Larangan Islam terhadap pernikahan lintas agama dan Undang-Undang Perkawinan menegaskan keharusan sesuai dengan hukum agama. Namun, realitas sosial dapat menimbulkan masalah hukum pencatatan anak dan pembagian warisan. Kesimpulannya, pernikahan beda agama mencerminkan tantangan psikologis dan hukum. Pemahaman mendalam terhadap norma agama, hukum nasional, dan dinamika masyarakat setempat krusial untuk menangani kompleksitas isu-isu yang muncul. Kata Kunci: Hukum Tentang Perkawinan Beda Agama
Perspektif Hukum Mengenai Pembayaran Pesangon Kepada Pekerja Yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak Ester Stevany Putri Sinlae; Illa Fatika Syahda; M. Zaki Rizaldi; Rizki Dwi Putra; Tazkia Suhaila Syafa; Mustika Mega Wijaya
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.337

Abstract

Abstract Termination of Employment is one of the most complex aspects in labor law. In particular, the issue of severance pay to workers who experience unilateral termination has become a topic that has received significant attention from a legal perspective. This study explores the legal basis governing workers' rights related to severance pay in various jurisdictions. Most countries have specific regulations governing severance pay to unilaterally terminated workers, taking into account length of service, reasons for termination, and other conditions. In addition, this research also discusses legal disputes that may arise in the context of severance pay, such as disagreements over the amount of severance pay awarded or legal issues relating to the termination procedure. This research concludes that legal perspectives regarding severance pay to workers who experience unilateral layoffs vary greatly depending on their respective jurisdictions. Therefore, it is important for workers and employers to understand the applicable regulations and procedures in their jurisdictions to minimize disputes and safeguard workers' rights. Keywords: Layoff; Severance Pay; Workers. Abstrak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan salah satu aspek yang cukup kompleks dalam hukum ketenagakerjaan. Terutama, isu pembayaran pesangon kepada pekerja yang mengalami PHK sepihak telah menjadi topik yang mendapat perhatian signifikan dalam perspektif hukum. Studi ini menggali landasan hukum yang mengatur hak pekerja terkait pesangon dalam berbagai yurisdiksi. Sebagian besar negara memiliki regulasi khusus yang mengatur pembayaran pesangon kepada pekerja yang di-PHK sepihak, dengan mempertimbangkan masa kerja, alasan PHK, dan kondisi lainnya. Selain itu, penelitian ini juga membahas sengketa hukum yang mungkin muncul dalam konteks pembayaran pesangon, seperti ketidaksetujuan atas jumlah pesangon yang diberikan atau masalah hukum yang berkaitan dengan prosedur PHK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perspektif hukum mengenai pembayaran pesangon kepada pekerja yang mengalami PHK sepihak sangat bervariasi tergantung pada yurisdiksi masing-masing. oleh karena itu, penting bagi pekerja dan pemberi kerja untuk memahami peraturan dan prosedur yang berlaku di wilayah hukum mereka untuk meminimalkan sengketa dan menjaga hak-hak pekerja. Kata Kunci: Pemutusan Hubungan Kerja; Pesangon; Pekerja.
Kelemahan Undang-Undang ITE Sebagai Wadah Mengkritisi Pemerintah Aisah Putri Arief; Airel Hamu Lee Hunggu; Adinda Nurul Syahrani; Lilik Prihatin S.H., M.H.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.340

Abstract

As time progresses, the flow of globalization becomes more massive as a result of developments in science and technology. With this development, information technology is increasingly being used in the world, especially in Indonesia, where people can easily obtain information and share information via social media (social media). Indonesia, which is a legal state, has regulated human rights in the nation's constitution to guarantee the human rights of every citizen so that citizens have freedom of expression, but in recent years there have been several cases that seem to limit people's aspirations in criticizing public official. In this case, it often happens and is felt by civilians who hold discussions or write down the results of their thoughts in searching for and looking at a situation.
Konsep Radha’ah: Jumlah Persusuan Yang Menjadikan Mahram Menurut Para Ulama Aina, Nadhrah; Rusdiyah, Rusdiyah; Sa'adah, Sa'adah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.344

Abstract

Abstract This paper explores the concept of Radha'ah, a practice of breastfeeding recognized by Islamic scholars. Radha'ah refers to the act of nursing that establishes a mahram relationship between the nursing mother and the nursed individual. The discussion involves the perspectives and assessments of prominent Islamic scholars regarding the legitimacy and relevance of this concept within the framework of Sharia. The research delves into the legal foundations and hadiths that discuss Radha'ah, exploring the scholars' understanding and interpretations that either support or oppose it. Analysis of this concept involves an understanding of the conditions that must be met for a mahram relationship to be established through the practice of Radha'ah. The study also highlights the historical and cultural contexts shaping scholars' perceptions of this practice. Furthermore, this paper investigates the practical implications of Radha'ah in the everyday lives of Muslims. In discussing this aspect, attention is given to how the understanding of Radha'ah contributes to a broader comprehension of Islamic family dynamics and societal norms. Keywords: Radha’ah, hadits, Mahram ABSTRAK Mengulas konsep Radha'ah, sebuah praktek persusuan yang mendapatkan pengakuan dari para ulama Islam. Radha'ah merujuk pada tindakan menyusui yang dapat menjadikan dua individu yang terlibat sebagai mahram. Diskusi melibatkan pandangan dan penilaian para ulama terkemuka dalam Islam terhadap keabsahan dan relevansi konsep ini dalam konteks syariah. Penelitian ini mendalam ke dalam landasan hukum dan hadis yang membahas Radha'ah, mengeksplorasi pemahaman dan interpretasi ulama yang memperkuat atau menentangnya. Analisis terhadap konsep ini melibatkan pemahaman tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi agar hubungan mahram dapat terbentuk melalui praktik Radha'ah. Penelitian ini juga menyoroti konteks historis dan budaya yang membentuk pemahaman para ulama terkait dengan praktik ini. Selain itu, makalah ini menggali implikasi praktis Radha'ah dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dalam membahas hal ini, diperhatikan bagaimana pemahaman terhadap Radha'ah dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman keluarga dan masyarakat Islam secara lebih luas. Kata Kunci : Radha’ah, hadis, Mahram

Page 9 of 55 | Total Record : 550