cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Attoriolong
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Attoriolong diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah FIS UNM. Jurnal Attoriolong memuat tulisan yang terkait dengan Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan. dipublikasikan dua kali dalam setahun, pada bulan Januari dan Agustus
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Ma’karyawan di Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, 2015-2022 Anisa, Ade
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ma’karyawan merupakan kelompok kerja wanita yang memegang peranan penting dalam kehidupan keluarganya, salah satunya adalah profesi Ma’karyawan yang terdapat di Desa Pekalobean. Artikel ini membahas mengenai profesi Ma’karyawan yang terdapat di di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang dalam kurun waktu (2015-2022). Artikel ini menggunakan metode sejarah yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan sumber-sumber primer seperti observasi, hasil wawancara, dan dokumentasi. Temuan studi menunjukkan bahwa awal munculnya Ma’karyawan di Desa Pekalobean, yaitu karena bertambahnya lahan pertanian terutama tanaman bawang merah, maka pemilik lahan membutuhkan Ma’karyawan agar lebih memudahkan pekerjaan dan memberikan upah atas pekerjaannya. Dinamika Ma’karyawandi Desa Pekalobean, yaitu profesi Ma’karyawan terdapatnya jam kerja yang telah diatur oleh pemilik lahan mulai dari pagi jam 07.30 sampai sore jam 16.00, namun ketika masih terdapat pekerjaan yang belum dikerjakan maka ada waktu lembur yang akan dihitung berupa Rp.10.000/jam. Pengaruh keberadaan Ma’karyawan di Desa Pekalobean, yaitu memberikan manfaat yang baik dan mendapatkan penghasilan tambahan untuk membiayai keperluan urusan rumah tangga. 
Pallime Pada Masa Kolonial Belanda, 1905-1942 Hastuti, Yulia; Ahmadin, Ahmadin; Wati, Fitra Widya
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masuknya Belanda di Pallime, dinamika Pallime pada masa Kolonial Belanda serta dampak kolonialisme Belanda di Pallime. Untuk merumuskan tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang masuknya Belanda di Pallime tidak bisa dipisahkan dari peristiwa rumpa’na Bone dan proses penaklukan Pelabuhan Pallime. Pallime dengan sumber daya alam terutama beras juga menjadi daya tarik pendukung bagi Belanda untuk menguasai daerah ini. (2) Kolonialisme Belanda di Pallime mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya, baik di awal pemerintahan hingga akhir kekuasaan. Setelah penguasaan Pallime tahun 1905, Belanda tidak langsung merealisasikan kebijakan pemerintahannya melainkan direalisasikan secara penuh dan menyeluruh pada 1908, dengan target utama kebijakan sosial ekonomi yakni pelabuhan dan pasar, juga adanya sekolah dan kebijakan politik Belanda yang menjadikan Pallime sebagai daerah yang mengalami perkembangan cukup pesat, hingga 1942 menjadi akhir Kolonial Belanda bersamaan dengan kemunduran Pelabuhan dan masuknya Jepang di Pallime (3) Kolonialisme Belanda di Pallime memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat khususnya dalam bidang sosial ekonomi dengan adanya pengembangan aktivitas pelayaran dan perdagangan, menghidupkan pertanian rakyat, akulturasi budaya yang diadopsi dari Belanda, serta dampak politik pendidikan dengan diterapkannya sistem politik etis dan adanya sekolah.
Dinamika Kelembagaan Masjid dan Madrasah di Kabupaten Tana Toraja, 1982-2016 Meytha, Meytha
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang didirikannya kelembagaan masjid dan madrasah di Tana Toraja, perkembangan kelembagan tersebut serta bagaimana kelembagaan masjid dan madrasah di Tana Toraja berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tana Toraja merupakan daerah dengan mayoritas penduduk menganut agama Kristen. Mendirikan masjid dan madrasah di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas Nasrani bukanlah suatu hal yang mudah. Adapun artikel ini menggunakan metode penelitian historis dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, serta dokumen-dokumen yang diperoleh dari instansi yang bersangkutan. Adapun hasil penelitian ini ditemukan bahwa munculnya kelembagaan masjid dan madrasah merupakan bagian dari awal perkembangan Islam di Tana Toraja. Ketika Islam hadir dan berkembang di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, masyarakat bermusyawarah untuk mendirikan masjid pada tahun 1858 sebagai simbol keberadaan Islam di Tana Toraja khususnya di Desa Madandan. Selanjutnya Muhammadiyah yang datang di Tana Toraja sekitar tahun 1936 berpartisipasi dalam dunia pendidikan, dapat terlihat dari didrikannya sebuah madrasah yang pada awalnya berada di Rantepao kemudian dipindahkan ke Makale. Hingga saat ini, kelembagaan masjid dan madrasah di Kabupaten Tana Toraja memainkan peranan penting bagi masyarakat Muslim. Di sisi lain, masyarakat Muslim dapat hidup rukun dengan menerapkan sikap toleransi terhadap masyarakat non-Muslim.
Pemanfaatan Situs Megalit Kalimbuang Bori di Desa Bori Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara, 1998-2022 Tappi, Serlyani
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkann bahwa (1) Latar belakang situs megalit kalimbuang Bori disebut sebagai peninggalan sejarah dan budaya tidak terlepas dari acara upacara adat yang pertama kali digunakan pada tahun 1617 oleh Ne’ Ramba. Pada tahun 2009 di jadikan sebagai salah satu warisan budaya dunia dengan kategori perkampungan internasional. (2) Perkembangan Situs Megalit Kalimbuang Bori, Mengenai sarana dan prasarana sejak tahun 1992 - 2022 terlihat dari pembuatan papa kompleks, jalan setapak, pembuatan WC, pemugaran terhadap atap lakkian, pembuatan kantor, fasilitas-asilitas yang ada di situs megalit kalimbuang bori menunjukkan potensi pendukung kenyamanan para pengunjung, selain situs megalit kalimbuang bori tempat melaksanakan upacara rambu solo  dimana ada sepuluh orang  keluarga yang diupacarakan melalui beberapa rangkaian ritual atau upacara, serta jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke situs megalit kalimbuang bori setiap tahun meningkat terbukti dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dari tahun 2008 (mulai terbentuknya Kabupaten Toraja Utara) jumlah pengunjung wisatawan berjumlah 1.738 orang sampai tahun 2018 jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun asing mencapai 12.000 orang. (3) Dampak ekonomi dari adanya situs megalit Kalimbuang Bori yaitu memberi kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) ) dan juga memberikan dampak bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dari hasil usaha yang dilakukan. Dampak dari situs megalit kalimbuang bori dalam bidang sosial dan budaya dapat dilihat dari terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan dari segi budaya memperkenalkan kebudayaan kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.