cover
Contact Name
Moh Yusup Saepuloh Jamal
Contact Email
mohyusupsj@gmail.com
Phone
+6287823081068
Journal Mail Official
thoriqotuna@gmail.com
Editorial Address
Gedung Rektorat, Kantor Fakultas Tarbiyah Lt. I. Kampus IAILM Suryalaya Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27152804     EISSN : 27231593     DOI : -
Jurnal Thoriqotuna invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas of Islamic Education, which cover the following research focuses: Teacher in Islamic Education, Student in Islamic Education, Management of Islamic Education, Method of Islamic Education, Medium of Islamic Education, Institution of Islamic Education, History of Islamic Education, Learning strategy of Islamic education, Development of Islamic education curriculum, Curriculum implementation of Islamic Education, Development of learning media and resources of Islamic education, Islamic education learning evaluation, Practices of Islamic education learning in school, Inclusive education in Islamic education, Action research in Islamic education and Sufim-based education
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui E-Learning dan LMS Muhammad Romadlon Habibullah; Elsa Salsabila Habibullah; Novia Nur Safitri Habibullah; Moh Badrul Habibullah
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan E-Learning dan Learning Management System (LMS) menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas, fleksibilitas, dan kualitas pembelajaran PAI di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk inovasi pembelajaran PAI melalui E-Learning dan LMS serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Learning dan LMS mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah akses materi pembelajaran, serta mendorong kemandirian belajar. Selain itu, penggunaan LMS juga membantu guru dalam mengelola materi, penilaian, dan interaksi pembelajaran secara lebih sistematis. Dengan demikian, inovasi pembelajaran PAI melalui E-Learning dan LMS dapat menjadi alternatif strategis dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Munasabah Kisah Para Nabi dalam Surah Shād dan Analisis Frasa Awwāb: Relevansinya terhadap Krisis Hedonisme Modern Muhammad Ghozi Azzubair; Muhammad Imaduddin
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hedonisme sebagai orientasi hidup yang menempatkan kesenangan materi sebagai tujuan utama telah melahirkan berbagai krisis moral dan kesehatan mental, seperti meningkatnya perilaku kriminal, lemahnya pengendalian diri, serta degradasi nilai spiritual. Kondisi ini mendorong perlunya upaya penguatan nilai Qur’ani sebagai solusi alternatif. Pengabdian ini bertujuan merelevansikan nilai frasa awwāb melalui munāsabah kisah Nabi Dāwūd, Nabi Sulaimān, dan Nabi Ayyūb dalam Surah Ṣād sebagai landasan pembinaan karakter umat di tengah krisis hedonisme. Metode yang digunakan adalah pengabdian berbasis edukatif dengan pendekatan kajian tematik Al-Qur’an, diskusi keagamaan, dan internalisasi nilai spiritual kepada masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa karakter awwāb yang tercermin pada ketiga nabi berupa sikap taubat, kesabaran, pengendalian diri, dan ketundukan kepada Allah mampu membentuk kesadaran spiritual yang menjadi benteng dari gaya hidup konsumtif dan hedonistik. Kesimpulannya, nilai awwāb dalam kisah para nabi Surah Ṣād relevan dijadikan basis pembinaan moral dan mental sebagai solusi Qur’ani terhadap krisis hedonisme masa kini.
Prinsip Keadilan dan Kesetaraan dalam Pengajaran Al-Qur'an menurut Al-Qurthubi Hasrad Ilas
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pengajaran Al-Qur’an berdasarkan penafsiran Al-Qurthubi terhadap QS. An-Nisa ayat 135 dan QS. Al-Hujurat ayat 13. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan Al-Qur’an agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam mempelajari kitab suci, tanpa adanya diskriminasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap tafsir Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an karya Al-Qurthubi serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qurthubi menafsirkan keadilan sebagai komitmen moral untuk menegakkan kebenaran secara objektif tanpa dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun hubungan sosial. Sementara itu, kesetaraan manusia ditegaskan melalui penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi berbasis suku, ras, dan status sosial, dengan ketakwaan sebagai ukuran utama kemuliaan manusia di sisi Allah. Temuan ini menunjukkan bahwa penafsiran Al-Qurthubi tidak hanya memiliki dimensi teologis, tetapi juga mengandung implikasi pedagogis dalam pengajaran Al-Qur’an yang menekankan sikap adil, objektif, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Oleh karena itu, nilai-nilai keadilan dan kesetaraan dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan bagi pengembangan praktik pendidikan Al-Qur’an yang lebih inklusif.
Peran Orang Tua dalam Membangun Karakter Anak Usia Dini Berbasis Al-Qur’an Muhammad Safei
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam membangun karakter anak usia dini berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian anak yang tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan formal, tetapi juga oleh lingkungan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan keluarga, khususnya QS. Luqman ayat 13 dan QS. At-Tahrim ayat 6. Data dianalisis melalui kajian literatur tafsir serta sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan pendidikan karakter dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan kerangka konseptual mengenai peran orang tua dalam pendidikan karakter anak yang meliputi tiga aspek utama, yaitu orang tua sebagai pendidik pertama dan utama yang menanamkan nilai-nilai tauhid, sebagai teladan dalam praktik nilai-nilai moral, serta sebagai pengarah dan pengingat yang membimbing anak agar tetap berada pada jalan yang benar. Pendidikan karakter dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya menekankan pada penyampaian nilai secara kognitif, tetapi juga pada internalisasi nilai melalui keteladanan, pembiasaan, dan bimbingan yang berkelanjutan dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual mengenai model pendidikan karakter keluarga berbasis nilai-nilai Qur’ani yang menekankan integrasi antara pendidikan akidah, akhlak, dan pembinaan moral sejak usia dini.
Deep Learning Dalam Pendidikan Dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Kurikulum Di Indonesia Nabiilah Naurah Febriani; Maudy Rahma Pramestia; Dwi Septi Andriani; Zahrotul Habibah; Nurul Amalia
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi digital mendorong terjadinya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Salah satu strategi yang dinilai tepat untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 adalah penerapan deep learning. Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep deep learning dalam dunia pendidikan serta menelaah dampaknya terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui metode studi pustaka dengan menganalisis tiga artikel ilmiah nasional yang diterbitkan dalam tujuh tahun terakhir dan relevan dengan topik deep learning serta kurikulum pendidikan. Temuan kajian menunjukkan bahwa deep learning berperan dalam mendorong pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan berorientasi pada peserta didik, serta selaras dengan kebijakan Kurikulum Merdeka. Implikasi terhadap pengembangan kurikulum meliputi perubahan paradigma pembelajaran, penguatan pembelajaran berbasis proyek dan teknologi, penyesuaian sistem asesmen, serta peningkatan kompetensi guru. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAIBP Risa Rosita; Moh.Yusup SJ; Saeful Anwar; Agus Samsul Bassar
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kebijakan pendidikan baru yang menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan motivasi belajar peserta didik. Latar belakang masalah menunjukkan adanya fenomena penurunan motivasi belajar seperti kebosanan, ketidakhadiran saat pembelajaran, dan kurangnya partisipasi peserta didik dalam pelajaran PAIBP, yang diindikasikan oleh metode pembelajaran yang belum interaktif dan dampak learning loss serta motivation loss pasca pandemi. Kondisi ini menimbulkan masalah dalam pembelajaran sehingga berdampak pada motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai solusi, menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, pengembangan soft skill dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial, serta fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di Kelas X SMA Serba Bakti Suryalaya tahun ajaran 2024-2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka di kelas X berada pada kategori "Tinggi" dengan nilai rata-rata 59,42, sementara motivasi belajar peserta didik termasuk kategori "Sangat Tinggi" dengan nilai rata-rata 80,42. Terdapat pengaruh positif yang "Tinggi" antara Kurikulum Merdeka dan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAIBP, dengan nilai korelasi sebesar 0,692. Kurikulum Merdeka mampu menjelaskan sebesar 47,9% dari pengaruh terhadap motivasi belajar, sementara 52,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Jadi implementasi kurikulum merdeka memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAIBP meskipun ada faktor lain yang lebih dominan dalam memengaruhi motivasi belajar.
From Faith To Action: Forming Islamic Character Through A Sustainable Curriculum At Smait Asy-Syukriyyah Aris Setyawan; Asriadi Rauf
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v8i1.1507

Abstract

This study was prompted by the growing crisis of morality and ecological awareness among students, which highlights the urgent need to integrate Islamic values into character education through a sustainable curriculum. The research aims to describe and analyse the implementation of an Islamic-based sustainable curriculum in shaping students’ character at SMAIT Asy-Syukriyyah. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observation, and documentation involving teachers, students, parents, and school administrators. The findings reveal that faith, when internalized through a transformative curriculum, becomes a driving force behind students’ concrete actions to protect the environment, making spirituality a core of character formation. The integrated curriculum based on Islamic values successfully bridges cognitive learning and meaningful, sustainable actions
Screening Artificial Intelligence (AI) Menurut Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari: Telaah Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim Aisyah; Imam Sopingi; Athi' Hidayati
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v8i1.1508

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) as a modern technology has significantly facilitated the process of acquiring, managing, and disseminating knowledge, including within the context of Islamic education. However, such advancement also brings critical ethical, spiritual, and academic challenges. This article aims to explore the use of AI through the lens of Islamic scholarly ethics, referring specifically to Adabul ‘Alim wal Muta’allim, a classical work by Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Using a qualitative approach and library research method, the study investigates key concepts such as sincerity in learning, respect for teachers, the importance of scholarly transmission (sanad), and the moral responsibility of knowledge dissemination. The findings reveal that while AI offers practical benefits, it must be critically filtered using Islamic ethical standards. Unrestricted use of AI in education may lead to intellectual decay, plagiarism, and the erosion of spiritual integrity in the learning process. Therefore, students and educators must not solely rely on AI, but instead uphold Islamic values and scholarly etiquette. This article recommends positioning AI strictly as a supporting tool—never as a primary authority in religious or academic discourse. Proper guidance, verification, and ethical awareness are essential to ensure that the integration of AI contributes positively to Islamic education. In this way, AI can be harnessed to enhance educational quality while preserving the ethical and spiritual foundations that are central to the Islamic intellectual tradition
Pendidikan Karakter Berbasis Riyadhoh TQN Suryalaya dalam Perspektif KH. A. Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra. (Abah Anom) Ratna Kusmana; Suhrowardi; Ase Kurniawan
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v8i1.1509

Abstract

This study aims to identify and analyze the implementation of character education based on riyadhoh in the Qadiriyah Naqsyabandiyah Order (TQN) Suryalaya according to Abah Anom's view. The research method used is qualitative research with data collection techniques using observation, interview and documentation techniques. Observations were conducted to directly see the amaliyah riyadhoh applied at the Suryalaya Islamic Boarding School, while interviews were conducted with ikhwan akhwat or students, as well as figures who understand the teachings of Abah Anom. Documentation is used to collect data from various written sources, such as books, articles, and official documents of Islamic boarding schools. The results of the study indicate that riyadhoh-based character education at TQN Suryalaya includes spiritual training and special practices aimed at getting closer to Allah SWT, improving morals, and forming a strong personality. Riyadhoh taught by Abah Anom includes dhikr, khotaman, manaqiban, pilgrimage, fasting, qiyamullail, and various other forms of worship that are carried out consistently and carried out under the guidance of a mursyid. The implementation of this character education has a positive impact on the formation of the character of students, such as increasing patience, honesty, discipline, and responsibility. From the results of observations and interviews, character education through riyadhoh amaliyah activities has been applied well and in accordance with applicable regulations, although there are several obstacles for brothers and sisters who still deviate in their behavior, but can be minimized so that the morals of students have seen an increase after participating in riyadhoh activities, namely in terms of behaviour, words and deeds. This study provides results that riyadhoh in TQN Suryalaya in Abah Anom's perspective is not only a spiritual practice, but also an effective method in character education that is able to shape ikhwan akhwat into individuals with noble morals and strong personalities.
Konsep Pendidikan Seks Pranikah Dalam Kitab Fathul Izar Ade Suryadi; Najmi Muizzaddin; Moh. Yusup Saepuloh Jamal
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v8i1.1510

Abstract

The nature of humans and animals was created to pair for the sake of progeny. Humans, with their intellect and thinking ability, are responsible for managing this aspect wisely. The essence of marriage is the presence of a child who becomes a qurrota a'yun, a soothsayer, and a valuable treasure for parents. Children are also a field of charity that can pray for parents in the grave. Parents hope that their children will be able to memorize the Qur'an, be filial, and intelligent. However, not all children meet these expectations, despite educational efforts. Many children grow up with morals that are far from spiritual values, so parents' expectations are not met. Based on research, there are various problems that can cause abnormalities in children, one of which is related to the way parents have sex. Islam regulates all aspects of life, including marriage and intercourse, in detail. One solution is to explore the Book of Fathul Izar by K.H Abdullah Fauzi, which discusses marriage with Focus on intercourse, including timing, ordinances, ethics, and related prayers. This research aims to understand the concept and benefits of premarital-sex education in Islam, as well as its explanation in Fathul Izar. The method used is qualitative descriptive, through literature studies, interviews, observations, and documentation. The results of the study show that premarital sex education aims to prepare couples for a harmonious family according to religious teachings. It also includes knowledge of reproductive health and risk avoidance related to sexual activity. This education helps to understand not only sexuality and husband-wife relationships, but also couple psychology. Therefore, it is recommended that adolescents avoid sex outside of marriage and brides-to-be follow premarital sex education guidance. With a good education, future generations are expected to build families that are full of affection and mutual respect.