cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
MENINGKATKAN KEPEDULIAN ANAK TERHADAP LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DI YAYASAN SOSIAL X Sutarman, Merryn Oktavia; Sevilla Simon; Matthew Joe Adithio; Agustina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35744

Abstract

Environmental awareness is an important health factor. One way to increase environmental awareness is to implement clean and healthy living behaviors. This character must be instilled since childhood so that caring about the surrounding environment becomes a lifelong behavior. Based on interviews and observations at the X Social Foundation, it is evident that the children show low concern for the environment. Therefore, the group designed a community service program to increase environmental awareness among children at the X Social Foundation in middle childhood. The program is carried out over the course of three months and is divided into five phases: an initial interview and observation process, program development, program implementation, and pre- and post-testing. The program was carried out in the form of active, fun activities for the children. The group designed and implemented five intervention programs. Additionally, the group conducted tests to measure changes before and after the program. The measuring instrument used by the group was the Environmental Care Attitude scale by Efriyani (2022). Through the implementation of this community service program, it is evident that children's concern for X Social Foundation has increased. This community service program can be considered effective in fostering environmental awareness among children. Kepedulian lingkungan merupakan faktor yang penting bagi kesehatan. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kepedulian lingkungan adalah dengan mulai menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat. Menanamkan karakter ini harus dilakukan sejak masih kecil agar mereka terbiasa dan menjadi perilaku hidup untuk peduli dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di Yayasan Sosial X, diketahui bahwa anak-anak di Yayasan Sosial tersebut menunjukkan sikap kepedulian yang masih rendah. Oleh karena itu kelompok merancang suatu program pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan pada anak middle childhood di Yayasan Sosial X. Pengabdian masyarakat ini dilakukan sekitar tiga bulan yang dibagi menjadi lima fase proses mulai dari proses wawancara dan observasi, penentuan program, pelaksanaan program, pemberian pre-test hingga post-test. Program yang dirancang oleh kelompok dilakukan dengan bentuk kegiatan yang aktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelompok merancang dan menerapkan lima program intervensi. Selain itu, kelompok juga melakukan test untuk untuk mengukur ada atau tidaknya perubahan sebelum dan sesudah program. Alat ukur yang digunakan oleh kelompok yaitu sikap peduli lingkungan yang disusun oleh Efriyani (2022). Dengan dilaksanakannya program pengabdian pada masyarakat ini, terlihat ada peningkatan kepedulian anak terhadap tempat tinggal mereka yang ada di Yayasan Sosial X. Hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan efektif untuk meningkatan kepedulian lingkungan pada anak middle childhood.
PROGRAM MENINGKATKAN RASA KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK TARI DI RPTRA CIBUBUR BERSERI Noverina, Angelica; Faura Irva Ikishima; Melzha Emrida Putri; Agustina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35745

Abstract

Self-confidence is a fundamental aspect of children’s socio-emotional development, influencing their ability to interact, express themselves, and demonstrate their potential in various social contexts. This study aims to enhance the self-confidence of young dancers through an activity-based program conducted at the Child-Friendly Integrated Public Space (RPTRA) Cibubur Berseri as part of the Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) Humanitarian Project. The program was designed using participatory and creative approaches and implemented in three stages: delivering psychoeducational materials on the importance of self-confidence and interpersonal skills, conducting competitive activities to stimulate courage and cooperation, and organizing a dance competition as a form of expression and self-actualization. A total of 25 children aged 7–12 years actively participated in this program. The evaluation employed a pre-test and post-test design using a Likert-scale instrument to measure aspects of self- expression, communication, and self-assurance. Data analysis using the paired sample t-test showed a significant increase in post-test scores (p < 0.05), indicating that the program effectively improved children’s self-confidence. Behavioral observations also revealed greater active participation, increased courage to perform, and more positive social interaction skills. These findings reinforce the importance of applying experiential learning approaches to support the growth of children’s self-confidence and social independence. The results are expected to serve as a reference for developing non-formal educational programs that emphasize character building, self-potential development, creativity, cooperation, and socio-emotional well-being in an inclusive, sustainable, and socially relevant learning environment. Rasa percaya diri merupakan aspek fundamental dalam perkembangan sosial-emosional anak, yang memengaruhi kemampuan berinteraksi, berekspresi, dan menunjukkan potensi diri di berbagai konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak-anak tari melalui program berbasis kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cibubur Berseri dalam kerangka Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan. Program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan kreatif melalui tiga tahap kegiatan, yaitu penyampaian materi psikoedukatif tentang pentingnya rasa percaya diri dan keterampilan interpersonal, pelaksanaan kegiatan kompetitif untuk menstimulasi keberanian serta kerja sama, dan pelaksanaan lomba tari sebagai bentuk ekspresi serta aktualisasi diri. Sebanyak 25 anak berusia 7–12 tahun berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen skala Likert untuk mengukur aspek ekspresi diri, komunikasi, dan keyakinan diri. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa program efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Selain itu, hasil observasi perilaku memperlihatkan peningkatan partisipasi aktif, keberanian tampil, serta kemampuan berinteraksi sosial secara lebih positif. Temuan ini memperkuat pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dalam mendukung tumbuhnya kepercayaan diri dan kemandirian sosial anak. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan program pendidikan nonformal yang berfokus pada pembentukan karakter, penguatan potensi diri, kreativitas, kerja sama, serta kesejahteraan sosial-emosional anak di masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat..
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TRANSAKSI JUAL-BELI ONLINE MELALUI TIKTOK DAN SHOPEE Martinelli, Imelda; Meilody Patricia; Tesalonika Valerie Limmartin
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35746

Abstract

Online buying and selling activities have become an inseparable part of people's daily lives. In Arabic, buying and selling is called al bai'u, which means selling, replacing, or exchanging something. Meanwhile, according to Article 1457 of the Civil Code (KUHPer), buying and selling is an agreement in which one party is obliged to hand over an object, and the other party pays a sum of money as an agreed price. In the modern era, transactions do not only take place directly, but also through digital platforms such as e-commerce and social commerce. E-commerce includes trading activities through electronic media, either in the form of applications or websites. Meanwhile, social commerce utilizes social media to sell products or services directly, allowing customers to make transactions without changing platforms. Examples of e-commerce that are popular in Indonesia include Shopee, Tokopedia, and Lazada, while social commerce includes Tiktok Shop, Instagram, and Facebook. This buying and selling activity is regulated in the KUHPer and the Consumer Protection Law. This Community Service Activity (PKM) aims to increase public legal awareness regarding e-commerce and the potential risks that can harm MSME actors. The implementation method is carried out through offline material provision. Kegiatan jual beli secara online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam bahasa Arab, jual beli disebut al bai’u, yang berarti menjual, mengganti, atau menukar sesuatu. Sementara itu, menurut pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), jual beli merupakan perjanjian dimana satu pihak berkewajiban menyerahkan suatu benda, dan pihak lainnya membayar sejumlah uang sebagai harga yang disepakati. Di era modern, transaksi tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui platform digital seperti e-commerce dan social commerce. E-commerce mencakup kegiatan perdagangan melalui media elektronik, baik dalam bentuk aplikasi maupun situs web. Sementara itu, social commerce memanfaatkan media sosial untuk menjual produk atau jasa secara langsung, memungkinkan pelanggan melakukan transaksi tanpa berpindah platform. Contoh e-commerce yang populer di Indonesia antara lain Shopee, Tokopedia, dan Lazada, sedangkan social commerce mencakup Tiktok Shop, Instagram, dan Facebook. Aktivitas jual beli ini diatur dalam KUHPer dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terkait e-commerce serta potensi risiko yang dapat merugikan pelaku UMKM. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui pembekalan materi secara luring.
PENINGKATAN KESADARAN DAN PARTISIPASI SISWA DALAM 3R UNTUK SEKOLAH DASAR HIJAU DAN BERSIH Sibi, Paula Jessica Claudia; Fransisca Iriani R. Dewi; Fidiyah Anggini Oktavia Nababan; Celine Vandea Anika Tumundo
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35747

Abstract

SDN Maleber faces environmental challenges, including poor cleanliness, limited green spaces, and low participation from the school community in maintaining the environment. This community service program aims to improve students’ environmental awareness and behavior through a series of structured and participatory activities. The methods employed include initial observation, a pre-test using the Littering Attitude Scale (LAS), socialization and education on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), educational video screenings, hands-on practice recycling plastic bottles into flower pots, planting ornamental plants, and a post-test to measure changes in students’ attitudes. All activities actively involved third and fourth-grade students, supported by teachers and school staff. The results showed high enthusiasm, effective teamwork, and increased knowledge and skills among students regarding cleanliness and greening. Although there was no statistically significant change between pre-test and post-test scores, students’ understanding of cleanliness and greening remained stable, and the foundation for an environmentally conscious culture began to form within the school. This program underscores the importance of hands-on and collaborative learning in building environmental awareness and character. Moving forward, program sustainability and broader involvement of the entire school community and surrounding society are needed to achieve optimal changes in environmental behavior and knowledge. SDN Maleber menghadapi masalah lingkungan berupa kurangnya kebersihan, minimnya ruang hijau, dan rendahnya partisipasi warga sekolah dalam menjaga lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan siswa melalui serangkaian kegiatan terstruktur dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pre-test menggunakan Littering Attitude Scale (LAS), sosialisasi dan edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemutaran video edukasi, praktik langsung mendaur ulang botol plastik menjadi pot bunga, penanaman tanaman hias, serta post-test untuk mengukur perubahan sikap siswa. Seluruh kegiatan melibatkan siswa kelas 3 dan 4 secara aktif, dengan dukungan guru dan pihak sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi, kerja sama dalam kelompok, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait kebersihan dan penghijauan. Meskipun tidak terdapat perubahan signifikan secara statistik antara nilai pre-test dan post-test, pemahaman siswa tentang kebersihan dan penghijauan tetap stabil, serta mulai terbentuk fondasi budaya peduli lingkungan di sekolah. Program ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik langsung dan kolaboratif untuk membangun karakter peduli lingkungan. Ke depan, diperlukan keberlanjutan program dan keterlibatan lebih luas dari seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar agar perubahan perilaku dan pengetahuan lingkungan dapat terwujud secara optimal.
PENERAPAN STRATEGI PROMOSI KAFE LUCKY FINGER MELALUI DESAIN PROMOSI ONEWAY DI JENDELA KACA Kelvin; Maria Beatrix; Yohanes Calvinus
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35748

Abstract

Lucky Finger is a new cafe on Jalan Arjuna Utara No. 7, West Jakarta, that serves quality coffee and side dishes. Adjacent to Esa Unggul University and UKRIDA Hospital, this cafe carries a minimalist concept with weekly raw material updates. Despite collecting customer feedback to improve services, the cafe faces ventilation and room temperature issues. The Word-of-Mouth Marketing (WOMM) strategy implemented is less effective in this location. To increase visibility and attract more visitors, it is necessary to install attractive banners that highlight the cafe's advantages, including color choices, easy-to-read typography, and appetizing images. This PKM activity aims to implement a new promotional strategy through banners to attract the attention of students and medical personnel from the surrounding area. The output of this activity includes the development of intellectual property rights in the form of slogans and banner designs, in order to increase visibility, attract consumer attention, and strengthen brand identity. The implementation method involved analyzing consumer visits before and after the banner installation, with an initial survey and direct observation to collect data. After installation, a follow-up survey was conducted to compare changes in visits, and responses from respondents through a questionnaire. The results of this PKM activity showed that the majority of respondents paid attention to the promotion and considered the design attractive (64.3%). The promotional design on the glass window made it easier for respondents to find out promotional information and conveyed an aesthetic message (57.1% agreed). The questionnaire for cafe workers regarding opinions on the banner, the opinions given were positive because the results were good so that more visitors came. In addition, the design became more attractive than before because before the renovation it was a little empty, but it is more visible now because of the banner. Lucky Finger adalah kafe baru di Jalan Arjuna Utara No. 7, Jakarta Barat, yang menyajikan kopi berkualitas dan makanan pelengkap. Bersebelahan dengan Universitas Esa Unggul dan RS UKRIDA, kafe ini mengusung konsep minimalis dengan pembaruan bahan baku mingguan. Meski mengumpulkan masukan pelanggan untuk meningkatkan layanan, kafe menghadapi masalah ventilasi dan suhu ruangan. Strategi Word-of-Mouth Marketing (WOMM) yang diterapkan kurang efektif di lokasi tersebut. Untuk meningkatkan visibilitas dan menarik lebih banyak pengunjung, perlu dipasang spanduk menarik yang menonjolkan keunggulan kafe, termasuk pilihan warna, tipografi yang mudah dibaca, dan gambar menggugah selera. Kegiatan PKM ini bertujuan menerapkan strategi promosi baru melalui spanduk untuk menarik perhatian mahasiswa dan tenaga medis dari sekitar. Luaran kegiatan ini mencakup pengembangan hak kekayaan intelektual berupa slogan dan desain banner, guna meningkatkan visibilitas, menarik perhatian konsumen, dan memperkuat identitas merek. Metode pelaksanaan melibatkan analisis kunjungan konsumen sebelum dan setelah pemasangan banner, dengan survei awal dan pengamatan langsung untuk mengumpulkan data. Setelah pemasangan, survei lanjutan dilakukan untuk membandingkan perubahan kunjungan,dan respon dari para responden melalui kuesioner. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memperhatikan promosi dan menganggap desain menarik (64.3%). Desain promosi pada jendela kaca memudahkan responden untuk mengetahui informasi promosi dan memberikan pesan estetika (57.1% menyatakan setuju). Kuesioner bagi pekerja kafe terkait opini pada banner, opini yang diberikan positif karena hasil bagus sehingga lebih banyak pengunjung yang datang. Selain itu, desain menjadi lebih menarik dari sebelumnya karena sebelum direnovasi sedikit kosong, tapi lebih terlihat saat ini karena adanya banner.
ANALISIS POTENSI BERWIRAUSAHA PADA KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA KENDRAN, SINGARAJA, BALI Tunjungsari, Hetty Karunia; Victoria Valentina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35749

Abstract

This community service activity aims to increase the awareness and understanding of West Jakarta Methodist High School students about risks in entrepreneurship. The background of this activity is based on the importance of equipping students with relevant knowledge and skills to face the challenges of the business world, as well as students' lack of understanding of the risks associated with entrepreneurial activities. The method used is interactive socialization involving lectures, presentations, discussions, and case studies. The participants of the activity were Methodist High School students, with a focus on students in grades X and XII. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge about entrepreneurial risks, as evidenced by the enthusiasm of the participants in participating in the activity and the ability of students to do the assignments in the Worksheet. The evaluation questionnaire showed that most students rated the material useful, the delivery of the material was easy to understand, and the activities increased their interest in entrepreneurship. Participant observations also showed a high level of student involvement during activities. The conclusion of this activity is that socialization about entrepreneurial risks is effective in increasing students' knowledge and interests. The practical implication is that this activity can be a model for the development of entrepreneurship education programs in other schools. Suggestions for further development include larger-scale research, long-term evaluations, and improvements to materials and delivery methods. Thus, this activity makes a real contribution in preparing students to face challenges in the world of entrepreneurship and encouraging the spirit of entrepreneurship among the younger generation. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis potensi berwirausaha pada kelompok perempuan di Desa Kendran, Bali. Pengumpulan data dan analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi partisipan, dan studi dokumen. Hasil kegiatan abdimas menunjukkan bahwa perempuan di Desa Kendran memiliki potensi berwirausaha yang signifikan, didukung oleh beberapa faktor. Pertama, adanya keterampilan tradisional yang relevan dengan kebutuhan pasar, seperti keterampilan membuat kerajinan tangan dan mengolah makanan lokal. Kedua, adanya modal sosial yang kuat dalam bentuk jaringan kekerabatan dan komunitas yang mendukung kegiatan wirausaha. Ketiga, meningkatnya kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi dan kontribusi terhadap keluarga. Keempat, dukungan dari pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan akses terhadap modal. Namun, terdapat pula tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap informasi pasar, modal usaha, dan teknologi. Kegiatan ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang berkelanjutan, pengembangan jejaring pemasaran, dan fasilitasi akses terhadap sumber daya finansial untuk mengoptimalkan potensi wirausaha perempuan di Desa Kendran. Implikasi dari kegiatan ini adalah kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
PEMBEKALAN MATERI MELALUI SEMINAR MENGENAI GAMES BERMUATAN BUDAYA LOKAL KEPADA SISWA SMA YAKOBUS JAKARTA UTARA Candraningrum, Diah Ayu; Chandra, Cecilia Jesse; Natasha, Evelyn
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35777

Abstract

Local culture is an important part of the national identity that must be preserved and maintained. The values in local culture are also reflected in the daily lives of the community. With the rapid development of information and communication technology, efforts to raise public awareness about culture can be carried out through the preservation of traditional games as well as through the existence of online games that contain elements of local culture. From the analyzed phenomenon, there is a concern about the fading implementation of local culture among teenagers. From this, the desire to act and conduct outreach related to spreading awareness in preserving traditional culture through the medium of games emerged. This research aims to provide understanding to the students of Yakobus Highschool that local culture can be studied and recognized through various types of games, both traditional and modern, using a seminar method to provide material. The results of the activity show that the activity successfully increased interest in games that highlight local culture, indicating that education were conducted appropriately. Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Nilai-nilai dalam budaya lokal juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya dapat dilakukan melalui pelestarian permainan tradisional maupun melalui keberadaan online games yang mengandung unsur budaya lokal. Berangkat dari fenomena yang telah dianalisis, muncul kekhawatiran atas lunturnya implementasi budaya lokal untuk para kalangan remaja. Dari situ, timbul rasa untuk bergerak dan mengadakan sosialisasi berhubungan dengan penyebaran kesadaran dalam melestarikan budaya tradisional lewat media permainan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMA Yakobus bahwa budaya lokal dapat dipelajari dan dikenali melalui berbagai jenis permainan, baik yang bersifat tradisional maupun modern, dengan metode yang digunakan yaitu seminar pembekalan materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan ketertarikan terhadap game yang mengangkat budaya lokal, mengindikasikan bahwa dengan edukasi dan penyuluhan telah dilakukan dengan tepat.
IMPLEMENTASI ONLINE SINGLE SUBMISSION PADA UMKM BISNIS DIGITAL DI KABUPATEN INDRAMAYU Lewiandy, Lewiandy; , Winston Su; Janice Arivi Puji; Natania Kayla Tanujaya
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35779

Abstract

Di era transformasi digital yang semakin pesat, bisnis berbasis digital memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pertumbuhan ekonomi digital yang dinamis menuntut adanya sistem perizinan yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi agar para pelaku usaha dapat menjalankan bisnisnya dengan kepastian hukum. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, implementasi sistem perizinan terintegrasi berbasis elektronik atau Online Single Submission (OSS) hadir sebagai instrumen penting untuk menjamin legalitas usaha. Kehadiran OSS menjadi sangat relevan khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digital yang tengah berkembang pesat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Indramayu. Penelitian ini, berjudul “Implementasi Online Single Submission pada UMKM Bisnis Digital di Kabupaten Indramayu”, bertujuan untuk mengkaji sejauh mana OSS mampu memberikan kemudahan dalam memfasilitasi proses perizinan usaha bagi UMKM digital di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif yuridis, yaitu dengan melakukan telaah literatur, regulasi, dan referensi hukum yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan deskripsi komprehensif terkait efektivitas pelaksanaan OSS dalam menciptakan kepastian hukum, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing UMKM digital di tingkat daerah. Selain itu, temuan penelitian juga diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan hukum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan bisnis digital di era ekonomi berbasis teknologi informasi
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS DAN LAPORAN POSISI KEUANGAN BAGI SISWA PANTI ASUHAN ASIH LESTARI Dermawan, Elizabeth Sugiarto; Suntono, Angelina; Edbert, Richard
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35784

Abstract

Statement of Changes in Equity and Statement of Financial Position are topics required by students at the Asih Lestari orphanage, so this PKM was carried out based on invitation no.003/YPA.AL/SK/I/2025 from the management of the Asih Lestari (AL) Orphanage. Providing an understanding of the preparation of Statement of Changes in Equity and Statement of Financial Position needs to be provided considering that students at this orphanage will live independently after high school. The topics discussed in this PKM are related to the preparation of Statement of Changes in Equity for sole proprietorships, firms, and Corporations. In addition, training was also provided on the preparation of Statement of Ffinancial Position for sole proprietorships, firms, and Corporations because they have different capital compositions. This PKM is expected to be useful in preparing students at the Asih Lestari orphanage after graduating from high school to start independent businesses, as well as to support learning at school. This PKM was carried out on Thursday, May 1, 2025 at 08.30-13.00, by means of tutorials, exercises, and evaluations through quizzes and questionnaires. This PKM creates mandatory outputs presented in SERINA, other outputs are posters and modules for HKI. In each session, an evaluation of students' understanding of the material presented has been carried out in the form of exercises that are actively answered by the students participating in this PKM. At the end of the session, a questionnaire was made to evaluate the implementation of this PKM via Google Form, the results of which showed that this PKM was beneficial for the students participating in this PKM. Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Posisi Keuangan merupakan topik yang diperlukan oleh siswa panti asuhan Asih Lestari sehingga PKM ini dilakukan atas dasar undangan no.003/YPA.AL/SK/I/2025 dari pengelola Panti Asuhan Asih Lestari (AL). Pembekalan pemahaman tentang penyusunan laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan perlu diberikan mengingat siswa panti asuhan ini akan hidup mandiri selepas SMA. Topik yang dibahas dalam PKM ini terkait penyusunan laporan perubahan ekuitas bagi perusahaan perorangan, firma, dan PT. Di samping itu juga diberikan pelatihan penyusunan laporan posisi keuangan bagi perusahaan perorangan, firma, dan PT karena memiliki komposisi modal yang berbeda. PKM ini diharapkan bermanfaat untuk mempersiapkan siswa panti asuhan Asih Lestari setelah lulus SMA merintis usaha mandiri, juga untuk menunjang pembelajaran di sekolah. PKM ini telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 Mei 2025 pukul 08.30-13.00, dengan cara tutorial, latihan, dan evaluasi melalui kuis serta angket. PKM ini membuat luaran wajib yang disajikan dalam SERINA, luaran lainnya poster dan modul untuk HKI. Di setiap sesi telah dilakukan evaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan berupa latihan yang dijawab secara aktif oleh siswa-siswi peserta PKM ini.. Di akhir sesi dibuat angket untuk evaluasi pelaksanaan PKM ini via Google Form yang hasilnya menunjukkan PKM ini bermanfaat bagi siswa-siswi peserta PKM ini.
MEMPERTAHANKAN HIGIENITAS PRIBADI DALAM PENGELOLAAN KUALITAS USAHA JAMU Nuringsih, Kartika; Kristanto, Harry
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35785

Abstract

Jamu is a herbal product with benefits for maintaining body fitness. At the home level, the jamu business is still widely practiced by women from Wonogiri Regency and its surroundings. Although not as busy as 20 years ago, some women still survive with this business. They sell it by bicycle or in places visited by many people such as schools. Among these vendors is Budhe Sumi who offers jamu every day in front of the school in East Beji. This activity emphasizes personal hygiene, which is one of the important aspects of quality management. In this business, the activity of processing and selling jamu to consumers so that as an attraction in entrepreneurial activities, aspects regarding the cleanliness of nails, hands, body, clothes and speaking habits when processing jamu need to be a concern. Therefore, a socialization was conducted to remind the importance of personal hygiene to Jamu Budhe Sumi in Beji Timur Depok. The jamu is sold in bottles. In terms of packaging, it shows a level of cleanliness compared to the previous method which was served conventionally. However, to maintain cleanliness during cooking, it is very necessary to maintain personal hygiene. The results show that partners really appreciate this activity and feel confident in running a herbal medicine business. Jamu sebagai produk herbal memiliki manfaat besar untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan secara alami. Di tingkat usaha rumahan, produksi jamu masih banyak dilakukan oleh para wanita, khususnya yang berasal dari Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Meskipun tidak seramai dan sepopuler 20 tahun yang lalu, beberapa wanita tetap bertahan melestarikan usaha ini sebagai warisan tradisi sekaligus sumber mata pencaharian. Mereka menjajakan jamu dengan cara berkeliling menggunakan sepeda atau menempati lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti sekolah, pasar tradisional, maupun pusat keramaian lainnya. Salah satu pedagang jamu yang masih konsisten hingga kini adalah Budhe Sumi, yang setiap harinya menawarkan jamu di depan sekolah di Beji Timur. Dalam kegiatan menjual jamu ini, aspek higienitas pribadi atau personal hygiene sangat ditekankan, karena hal tersebut merupakan bagian penting dari manajemen kualitas produk. Proses pengolahan jamu yang langsung dikonsumsi pembeli menuntut perhatian lebih pada kebersihan kuku, tangan, badan, pakaian, bahkan cara berbicara ketika melayani konsumen. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri. Saat ini, penyajian jamu juga mulai beralih menggunakan botol sebagai kemasan. Dari sisi kemasan, hal ini menunjukkan tingkat kebersihan yang lebih baik dibandingkan cara tradisional yang disajikan langsung tanpa wadah higienis. Namun, agar kualitas tetap terjaga, kebersihan selama pemasakan tetap harus diperhatikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mitra sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan, serta merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha jamu secara lebih profesional.