cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA" : 12 Documents clear
Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) sebagai Adsorben Remazol Brilliant Violet 5R Sistem Kontinyu Nicha, Walny; M, Mohammad Wijaya; Hasri, Hasri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif tempurung kelapa sawit teraktivasi H3PO4 10%, mengetahui kapasitas adsorpsi dan efisiensi adsorpsi sistem kontinyu pada adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue-5R (RBV5R). Penelitian ini meliputi preparasi tempurung kelapa sawit, karbonisasi, aktivasi karbon, uji karakteristik, dan adsorpsi zat warna RBV5R secara sistem kontinyu. Karakteristik karbon aktif diperoleh kadar air sebesar 7,58%, kadar abu 7,86% dan kadar zat terbang 94,12%. Kadar air dan kadar abu yang dihasilkan telah memenuhi SNI 06-3730-1995 sedangkan kadar zat terbang belum memenuhi SNI 06-3730-1995. Adsorpsi zat warna RBV5R secara sistem kontinyu memiliki waktu kontak optimum 80 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 2,0460 mg/g dan efisiensi adsorpsi sebesar 27,2797%.This study aims to determine the characteristics of activated palm oil carbon activated with H3PO4 10%, determine the adsorption capacity and adsorption efficiency of the continuous system on the adsorption of Remazol Brilliant Blue-5R (RBV5R) dye. This research includes preparation palm kernel shell, carbonization, carbon activation, characteristic test, and adsorption of RBV5R dye in a continuous system. The characteristics of activated carbon obtained moisture content of 7.58%, ash content of 7.86% and fly substance content of 94.12%. The moisture content and ash content produced have met SNI 06-3730-1995 while the fly content has not met SNI 06-3730-1995. Adsorption of RBV5R dye in a continuous system has an optimum contact time of 80 minutes with an adsorption capacity of 2.0460 mg/g and an adsorption efficiency of 27.2797%.
Uji Toksisitas Ekstrak Kulit Bawang Merah terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera exigua Hubner.) Wahyudi, Wahyudi; Pratiwi, Diana Eka; Salempa, Pince
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.41099

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengisolasi ekstrak dari kulit bawang merah dan uji toksisitasnya terhadap hama ulat grayak (Spodoptera exigua Hubner.). Penelitian ini bertempat di Laboratorium Penelitian Kimia FMIPA UNM dan Desa Telle, Kec. Ajangale, Kab. Bone. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kulit bawang merah yang kemudian diekstraksi menggunakan pelarut etanol, metanol, dan air. Hasil uji fitokimia ekstrak kental menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Uji toksisitas menunjukkan ekstrak dapat mematikan ulat sebanyak 50% (LC50) pada konsentrasi 137,8957 ppm (etanol), 85,529 ppm (metanol) dan 150,18 ppm (air). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit bawang mempunyai efek toksik dan dapat mematikan ulat uji sebanyak 50% (LC50).Kata Kunci: uji toksisitas, LC50, kulit bawang merah, Spodoptera exigua ABSTRACTThis research is an experimental study that aims to isolate extract from onion peel and toxicity test to armyworm (Spodoptera exigua Hubner.). This study took place at the Chemical Research Laboratory, FMPA UNM and Telle Village, Ajangale District, Bone Regency. This study done with used onion peel then extracted used ethanol, methanol, and water.  The result of phytochemical test is a thick extract contained compounds like flavonoids, saponins, tannins, and phenols. Toxicity test showed the extract could kill armyworm by 50% (LC50) at 137, 8957 ppm (ethanol), 85, 529 ppm (methanol), and 150,18 ppm (water). Based on this, it can be concluded that onion peel extract has a toxict effect and can kill the caterpillar as much as 50% (LC50).Keywords: toxicity tests, LC50, onion peel, Spodoptera exigua
Analisis Kandungan Nutrisi Bekas Maggot (Kasgot) Sebagai Pupuk Organik Berkualitas Alif Al Furqan, Muh.; Iryani, A. Sry
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71439

Abstract

Agriculture is a very important sector in the country's economy where one of the things that affects agricultural productivity is fertiliser. Fertiliser scarcity is a serious problem and has an impact on the agricultural sector. As an alternative, the community makes organic fertiliser by utilising maggot technology to decompose organic waste (leaves, fruit scraps, kitchen waste and others) from the decomposition results will produce food waste from maggot which is called kasgot where this kasgot is used as organic fertiliser for various agricultural plants. The purpose of this research was conducted to determine the nutritional content of the former maggot (kasgot). The methods used in this research are qualitative and quantitative as well as the instrument chemical analysis method in determining the nutrient content in fertiliser from ex-maggot (kasgot). The results concluded that the former maggot (kasgot) fertiliser contained quite high nutrients, namely C-Organic 4.19%; Moisture Content 42.71%; pH 7.50; C/N Ratio 0.34; Nitrogen (N) 12. 50%; Phosphorus (P2O5) 12.09%; Potassium (K2O) 17.25%; Iron (Fe) total 0.1526 ppm; Zinc (Zn) total 0.0521 ppm; Arsenic (As) < 0.001 ppm; Lead (Pb) 0.027 ppm; Mercury (Hg) < 0.008 ppm. This study concluded that spent maggot (kasgot) can be used as an economical and ecological alternative to organic fertiliser to increase crop productivity.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sasmita, Nur Mala; Muharram, Muharram; Maryono, Maryono
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71007

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metbolit sekunder yang terdapat pada ekstrak methanol daun papaya (Carica papaya L.). Sampel Penelitian diambil dari Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tahan penelitian ini meliputi preparasi sampel, ektraksi, fraksinasi, Pemurnian dan identifikasi. Hasil penelitian berupa isolat berwarna putih yang menunjukkan noda pada uji KLT multi eluen dengan perbandingan eluen yang digunakan yaitu n-heksana: kloroform 5:5, n-heksana: etil asetat (9:1) dan aseton: n-heksan (1:9). Titik leleh 122°C-124°C dan pada uji golongan isolat pada pereaksi Liberman-Buchard memberikan hasil positif senywa steroid berwarna hijau. Daerah serapan spektrum IR menunjukkan adanya beberapa gugus fungsi pada Bilangan gelombang, yakni O-H, C-H, C=C, CH2, CH3, dan C-O. Berdasarkan uji pereaksi serta data spektrum FTIR, kristal yang diperoleh merupakan golongan steroid yaitu senyawa β-sitosterol.Kata Kunci: Isolasi, Daun Pepaya, Metabolit Sekunder, β-sitosterol.ABSTRACTThis aims of this study to determine what secondary metabolite are found in papaya leaf metanol extract (Carica papaya L). The research sample was taken from Sudiang Village, Biringkanaya District, Makassar City, South Sulawesi Province. This research stage includes sample preparation, extraction, fractionation, purification and identification. The results of the research were white isolates which showed a single stain in the multi-eluent TLC test with the eluent ratios used being n-hexane: chloroform 5:5, n-hexane: ethyl acetate (9:1) and acetone: n-hexane (1: 9). The melting point is 122°C-124°C and the isolate group test using the Liberman-Buchard reagent gave positive results for green steroid compounds. The absorption area of the IR spectrum shows the presence of several functional groups at wave numbers, namely O-H, C-H, C=C, CH2, CH3, and C-O. Based on reagent tests and FTIR spectrum data, the crystals obtained belonged to the steroid group, namely the β-sitosterol compound.Keywords: Isolation, Papaya Leaves, Secondary Metabolites, β-sitosterol.  
ADSORPSI DAN PEMISAHAN SELEKTIF Cd²⁺ MENGGUNAKAN ZEOLIT TERMODIFIKASI 2-MERKAPTOBENZOTIAZOL (ZEOLIT-MBT) PADA SISTEM BINER Cd²⁺–Cr³⁺ Ali, Firah Fitri; Sulfikar, Sulfikar; Allo, Eda Lolo
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73674

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapasitas adsorpsi selektif dan faktor pemisahan dari zeolit alam yang dimodifikasi dengan 2-merkaptobenzotiazol (zeolit-MBT) terhadap ion Cd²⁺ dalam campuran biner Cd²⁺ dan Cr³⁺. Zeolit diperoleh dari Desa Sangkaropi, Tana Toraja, kemudian dimodifikasi melalui proses dealuminasi dan impregnasi MBT. Sebanyak 1,5 g zeolit-MBT dikontakkan dengan 50 mL larutan Cd²⁺–Cr³⁺ (masing-masing 10–100 mg/L) pada pH 7 dan suhu 27 °C selama 3 jam. Konsentrasi logam sisa dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil menunjukkan bahwa adsorpsi Cd²⁺ mengikuti model isoterm Langmuir (R² = 0,984), dengan kapasitas maksimum 6,993 mg/g dan konstanta Langmuir b = 0,4005 L/g. Pada konsentrasi awal 100 mg/L, hanya tersisa 3,032 mg/L Cd²⁺ dalam larutan, menghasilkan faktor pemisahan sebesar 0,0020. Cr³⁺ menunjukkan afinitas adsorpsi yang jauh lebih rendah. Temuan ini membuktikan bahwa zeolit-MBT efektif dalam mengadsorpsi Cd²⁺ secara selektif dari campuran ion logam berat Cd²⁺–Cr³⁺.Kata kunci: Zeolit-MBT, sistem biner Cd²⁺–Cr³⁺, isoterm Langmuir, faktor pemisahan, adsorpsi selektifAbstractThis study evaluates the selective adsorption capacity and separation factor of 2-mercaptobenzothiazole-modified natural zeolite (zeolite-MBT) for Cd²⁺ in a binary Cd²⁺–Cr³⁺ mixture. Natural zeolite from Sangkaropi, Tana Toraja, was modified through dealumination and MBT impregnation. A total of 1.5 g of zeolite-MBT was contacted with 50 mL of Cd²⁺–Cr³⁺ solution (10–100 mg/L each) at pH 7 and 27 °C for 3 hours. The residual metal concentrations were analyzed using atomic absorption spectroscopy. Results showed that Cd²⁺ adsorption followed the Langmuir isotherm model (R² = 0.984), with a maximum capacity of 6.993 mg/g and a Langmuir constant b = 0.4005 L/g. At an initial concentration of 100 mg/L, only 3.032 mg/L Cd²⁺ remained, yielding a separation factor of 0.0020. Cr³⁺ exhibited significantly lower adsorption affinity. These findings confirm that zeolite-MBT selectively adsorbs Cd²⁺ from a binary heavy metal mixture.Keywords: zeolite-MBT, Cd²⁺–Cr³⁺ binary system, Langmuir isotherm, separation factor, selective adsorption
Uji Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lichen (Usnea barbata) terhadap Bakteri Escherichia coli Resisten Antibiotik Asmawani, Nur; Dini, Iwan; Sudding, Sudding; Sulfikar, Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.72958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak Lichen Usnea barbata terhadap bakteri Escherichia coli resisten terhadap antibiotik amoxicilin-klavulanat (AMC) dan sulfametoksazol (SXT). Tahap penelitian meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan tiga pelarut yaitu, (n-heksan, kloroform dan aseton), uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram menggunakan lima variasi konsentrasi (62,5; 125; 250; 500; dan 1000 ppm), kontrol negatif (kloroform) dan kontrol positif (amoxicilin-klavulanat) yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak aseton mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin; ekstrak kloroform mengandung alkaloid dan flavonoid; sedangkan ekstrak n-heksan mengandung steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 18 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat (0 mm). Ekstrak menunjukkan daya hambat lemah dengan rata-rata zona hambat terbesar ditemukan pada ekstrak kloroform 1000 ppm (4 mm). Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak Lichen U. barbata menunjukkan aktivitas antibakteri dengan kategori lemah terhadap E. coli yang resisten terhadap antibiotik.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak n-Heksana Kulit Batang Pedada (Sonneratia caseolaris) ., faradillah; ., Ramdani; Herawati, Netti
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73765

Abstract

ABSTRAKPenelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak n-Heksana kulit batang mangrove Sonneratia caseolaris yang diperoleh dari daerah pinggiran Sungai Tallo Kelurahan Paccerakkang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Isolasi dilakukan dalam beberapa tahap yaitu maserasi, partisi, fraksinasi, uji kemurnian dan identifikasi. Hasil yang diperoleh berupa isolat murni berupa kristal jarum berwarna putih dengan titik leleh 188,70C. Pengujian dengan Liebermann-Buchard (LB) menghasilkan warna hijau. Identifikasi dengan spektroskopi infra merah memberikan serapan pada bilangan gelombang (cm1) : 1035,77 (-CO); 1458,16 (-CH) dan 1379,10 (-CH); 1639,49 (C=C); 2939,52 (-C),  dan 2860,43 (-C); 3340,71 (-OH); 979,84 (=C). Berdasarkan uji pereaksi LB dan data IR maka senyawa tersebut adalah steroid.Kata kunci :  Pedada, Sonneratia caseolaris., Steroid, ABSTRACTThat exploratory research is aim to isolate and identifi the secondary metabolite compound contained in the n-hexane extract bark of Sonneratia caseolaris from Tallo River side, Paccerakkang district, Makassar City, South Sulawesi. Isolation was doned in several stages, were maceration, partitioning, fractionation, purity testing and identification. The result was obtained in pure white needle crystal with a melting point of 188,7 . Identification result with Liebermann-Buchard (LB)  test produced green color. Isolate was identified by analyzing the infra red spectroscopy which showed the wave number (cm-1) are: 1035,77 (-CO); 1458,16 (-CH) dan 1379,10 (-CH); 1639,49 (C=C); 2939,52 (-C),  dan 2860,43 (-C); 3340,71 (-OH); 979,84 (=C). Base on reagent test and FTIR datas, it is suggest, that isolate is sterol compound.Keyword : Pedada,  Sonneratia caseolaris, Sterol
Studi Efektivitas Rumput Laut Eucheuma Cottonii sebagai Solusi Inovatif untuk Mengurangi Kadar Nitrit Air Sungai Arif, Andi Nurul Aulia; Marzuki, Ismail
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.71822

Abstract

Spesies alga tertentu seperti Eucheuma Cottonii mempunyai potensiyang cukup signifikan untuk menurunkan kadar logam dan ion dengan caramenyerap, baik itu dengan kondisi hidup maupun berbentuk sel yang sudahmati (biomassa) (Damayanti, 2016). Oleh sebab itu peneliti inginmelakukan uji coba efisiensi Eucheuma Cottoni sebagai adsorben Ion Non-Logam yaitu Nitrit (NO2-) pada air tawar yang pada penelitian ini difokuskan pada air sungai tercemar. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar Nitrit pada H+1 sebesar 29.42% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.2003 mg/L. H+2 sebesar 71.52% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0808 mg/L. Pada H+3 tidak mengalami penurunan kadar sama sekali. H+4 sebesar 72.06% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0793 mg/L. H+5 sebesar 76.95% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0654 mg/L. H+6 sebesar 80.97% dari 0.2838 mg/L menjadi 0.0540 mg/L. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alga EucheumacCottonii dapat menurunkan kadar Nitrit dalam air sungai baik dalam kondisi hidup maupun dalam bentuk biomassa yang tidak hidup.
Fotodegradasi Zat Warna Methanyl Yellow Menggunakan Komposit Zeolit-TiO2 daya, Nurhidaya; Putri, Suriati Eka; Faika, Sitti
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.64943

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kristalinitas dan morfologi permukaan zeolit-TiO2, serta mengetahui kondisi optimum degradasi zat warna methanyl yellow menggunakan komposit zeolit-TiO2. Hasil penelitian menunjukkan zeolit yang digunakan termasuk fasa modernit dengan mengadopsi sistem kristal ortorombik dan TiO2 yang berhasil terimpregnasi ke dalam zeolit merupakan fasa anatase. Adapun morfologi komposit yang dihasilkan menunjukkan material yang menggumpal dengan dugaan TiO2 yang tersebar secara acak diatas permukaan zeolit. Komposit zeolit-TiO2 mempercepat fotodegradasi zat warna methanyl yellow dengan kondisi optimum pH 5, massa 300 mg dan waktu 150 menit dengan persentase degradasi sebesar 90 ± 0,09. Keberhasilan proses dengan degradasi diamati menggunakan GC-MS dengan mengamati senyawa intermediet yang terbentuk. Dengan demikian, komposit zeolit-TiO2 dapat diaplikasikan sebagai fotokatalis pada pengolahan limbah zat warna di masa akan datang.Kata Kunci: komposit zeolit-TiO2, methanyl yellow, degradasiABSTRACTThis research deeply discussed about the crystallinity and surface morphology of zeolite-TiO2 and determine the optimum conditions for the degradation of methanyl yellow dye using zeolite-TiO2 composites. The research results showed that the zeolite used included the modernite phase by adopting an orthorhombic crystal system and the TiO2 that was successfully impregnated into the zeolite was anatase phase. The morphology of the resulting composite shows a lumpy material with suspected TiO2 distributed randomly on the zeolite surface. The zeolite-TiO2 composite accelerates the photodegradation of methanyl yellow dye with optimum conditions of pH 5, mass of 300 mg and time of 150 minutes with a degradation percentage of 90.71% ± 0.09. The success of the degradation process was observed using GC-MS by observing the intermediate compounds formed. Thus, the zeolite-TiO2 composite can be applied as a photocatalyst in the processing of dye waste in the future.Keywords: zeolite-TiO2 composite, methanyl yellow, degradation
Evaluasi Kinerja Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Terstabilkan dengan Pewarna dari Ekstrak Kulit Buah Solanum melongena L Aisyah, Aisyah; Halisa, Halisa; Ramadani, Kurnia; Firnanelty, Firnanelty; Zahra, Ummi; Nur, Arfiani; Patunrengi, Iswadi Ibrahim
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73440

Abstract

Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2 oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12