cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Pengembangan Rubrik Asesmen Kinerja untuk Mengukur Kompetensi Mahasiswa Melakukan Praktikum Kimia Analisis Volumetri Ajat Sudrajat; Anna Permanasari; Asmawi Zainul; , Buchari
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.491 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v12i1.124

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rubrik asesmen kinerja untuk mengukur kompetensi mahasiswa dalam melakukan praktikum kimia analitik dasar, khususnya analisis volumetri dengan validitas dan reliabilitas yang memadai. Pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan, perumusan draf rubrik, revisi berdasarkan saran dan pertimbangan pakar dan mahasiswa, validasi dan uji coba lapangan  sehingga diketahui reliabilitasnya. Rubrik yang diperoleh mempunyai validitas dan reliabilitas yang sangat baik (excellent) dengan harga a =0,8935. Hampir seluruh mahasiswa berkompeten dalam melakukan praktikum analisis volumetri. Kata kunci : rubrik, asesmen, kompetensi ABSTRACT This study aims to obtain a performance assessment rubric to measure student competency in performing basic analytical chemistry practicum, especially volumetric analysis with adequate reliability and validity. Development starts from the needs analysis, formulation of the draft rubrics, revisions based on expert advice and consideration and students, validation and field trials so that the known reliability. Rubric validity and reliability have gained a excellent at a = 0.8935. Almost all students are competent in performing volumetric analysis practicum. Key words: the rubric, assessment, competency
Pengaruh Ekstrak Mirabilis jalapa terhadap Jumlah Hemosit Larva Spodoptera exigua A. Irma Suryani; Tjandra Anggraeni
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.138 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i2.4557

Abstract

ABSTRAKEkstrak tanaman Mirabilis jalapa diketahui berperan sebagai biopestisida alami. Larva Spodoptera exigua merupakan salah satu hama dalam bidang pertanian jika jumlahnya berlebih di alam.  Konsentrasi subletal tanaman M. jalapa 0.4% dan 0.8% yang diberikan pada pakan larva S. exigua, akan mempengaruhi sistem imun larva berupa penurunan  jumlah total konsentrasi hemosit sebesar  1.66 ± 0.47  dan 1.01 ± 0.07 (sel/mL x 106). Kata kunci: Mirabilis jalapa, Spodoptera exigua, hemosit, system imun ABSTRACTExtracts of Mirabilis jalapa plant, known to act as a natural biopesticide Spodoptera exigua larvae is one of the pests in agriculture if the amount is excessive in nature. M. jalapa plant sublethal concentrations of 0,4 % and 0,8 % were given to the larvae of a decrease in the total number of hemocytes concentration of 1.66 ± 0.47 and 1.01 ± 0.07 (cell/mL x 106). Keywords: Mirabilis jalapa, Spodoptera exigua, hemocytes, immune system
Desain Lembaran Kerja Mahasiswa Berbasis Pembelajaran Aktif-Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Mahasiswa (Penerapan pada Topik Mekanisme Reaksi) Muhammad Anwar; Liliasari .; Agus Setiabudi; Muhamad A. Martoprawiro
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.171 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i1.593

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain lembar kerja mahasiswa berbasis pembelajaran aktif-kooperatif untuk meningkatkan keterampilan generik sains mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Pembelajaran diikuti oleh 70 mahasiswa. Hasil penerapan lembar kerja mahasiswa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam N-Gain penguasaan konsep mekanisme reaksi dan N-Gain keterampilan generik sains, karena perbedaan tahun akademik, nilai KF I, dan IPK mahasiswa. Pengembangan pembelajaran aktif-kooperatif lembar kerja mahasiswa dapat digunakan untuk berbagai latar belakang mahasiswa.Kata kunci : Lembar kerja mahasiswa, pembelajaran aktif-kooperatif, keterampilan generik sains mahasiswaABSTRACT The purpose of this study was to develop a design of Students Worksheet based on active-cooperative learning to improve the Science Generic Skills of students. The method used is Research and development. The learning is followed by 70 students. The implementation result of Students Worksheet is concluded that there are significant differences in N-Gain mastery of the concept of reaction mechanism and the N-Gain of Science Generic Skills  due to differences in academic year, the value of KF I, and GPA of students. Active-cooperative learning Students Worksheet developed can be used for a variety of student backgrounds. Keyword: Work Sheet Students, active-cooperative learning, Students Generic Skills
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achivement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA Avogadro SMA Negeri 2 Pangkajene (Studi pada Materi Asam Basa) Ika Wardana; Tinggi Banggali; Halimah Husain
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.765 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4678

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, 2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar yang terdiri dari 4-6 orang, 3) menyampaikan informasi, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) mengevaluasi hasil belajar siswa, 6) memberi penghargaan. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Pangkajene semester II tahun pembelajaran 2014/2015 sebanyak 29 orang yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Dengan alokasi waktu 3 minggu x 4 jam pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Tes pemahaman konsep, 2) Lembar observasi indikator pemahaman konsep siswa selama proses pembelajaran berlangsung, 3) Instrumen tes hasil belajar, 4) Lembar keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Rata-rata pemahaman konsep siswa selama proses pembelajaran pada siklus I sebesar 74,83% dan 80,80% pada siklus II, artinya terjadi peningkatan sebesar 5,97%. Sedangkan rekapitulasi tes pemahaman konsep terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 51,74% meningkat menjadi 66,42%, artinya terjadi peningkatan sebesar 14,68%. Selain itu, hasil belajar siswa pada materi pokok asam basa yang tuntas pada siklus I sebesar 31,03% dan siklus II sebesar 75,86%, artinya terjadi peningkatan sebesar 44,83%.Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, Model pembelajaran, STAD, Hasil belajarABSTRACTThis research is a class action research that aims to improve of learning result through the application of measures cooperative learning model type STAD, namely: 1) conveying the learning objectives and motivate students, 2) organize the students into learning groups consisting of 4- 6 people, 3) convey information, 4) guiding the group work and study, 5) evaluating student learning outcomes, 6) gave the awards. The research subject were student state hight school 2 Pangkajene second semester 2014/2015 learning year a total of 29 people consisting of 9 male students and 20 female students. With the allocation of 3 weeks x 4 hours of meetings. The research instrument used in this study are: 1) Test comprehension concepts, 2) The observation of indicators of students' understanding of concepts during the learning process, 3) Instruments achievement test, 4) Measure cooperative learning model type STAD. On average understanding of the concept of students during the learning process in the first cycle of 74.83% and 80.80% in the second cycle, it means an increase of 5.97%. While understanding the concept of recapitulation test an increase from cycle I to cycle II is 51.74% increased to 66.42%, which means an increase of 14.68%. In addition, the results of student learning in the subject matter acid-base who completed the first cycle by 31.03% and 75.86% second cycle, which means an increase of 44.83%.Keywords: Class, action reserch, Learning model, STAD, Learning Result
Penerapan Metode Pembelajaran Scaffolding Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Ratnawati Mamin
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.059 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.420

Abstract

ABSTRAK Metode Scaffolding merupakan praktik yang berdasarkan pada konsep Vygotsky tentang zona of proximal development (zona perkembangan terdekat). Penerapan metode pembelajaran Scaffolding pada pokok bahasan Sistem periodik unsur berarti memberikan kepada individu sejumlah besar bantuan selama tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak didik tersebut untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar, segera setelah mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan oleh pembelajar (guru) dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Kata Kunci : Scaffolding, Guru, Sistem Periodik Unsur ABSTRACT Scaffolding method is an experiment that based of Vygotsky conept about zona of proximal development. The implementation of this method for periodic unsure system meaning some help for individual with step in first study, and then reduced and give changes for student to take on more responsibilities, after they have worked. The Helpful which is given teacher such as guides, intends, motivation, could be explained the problem to other side which is probably the student can work alone. Key words : Scaffolding, Teacher, Periodic System
Perbandingan Hasil Belajar antara Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dan Model Pembelajaran Langsung pada Kelas XI IPA SMAN 1 Ulaweng (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga) Heril Hidayat; Taty Sulastri; Maryono Maryono
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.428 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v19i1.6639

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Berdasarkan analisis deskriptif hasil posttest yang diberikan pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2, diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 1 sebesar 78.60 dan skor rata-rata kelas eksperimen 2 sebesar 70,57. Kriteria ketuntasan hasil belajar pada kelas eksperimen 1 lebih banyak dengan persentase sebesar 64,29% dengan standar deviasi (SD) yaitu 7,33 sedangkan kelas eksperimen 2 dengan persentase sebesar 39,29% dengan nilai standar deviasi (SD) 8,95. Hasil penelitian ini diuji dengan menggunakan uji-t. Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan yaitu terima H0 jika –ttabel  < thitung < +ttabel, Dari hasil perhitungan diperoleh thitung  = 3,75, ttabel = 2,014 maka -2,014 < 3,75 > +2,014 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis ditarik kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis proyek (kelas eksperimen 1)  dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung (kelas eksperimen 2).Kata Kunci: Berbasis Proyek, Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar  ABSTRACTThis research is a quasi-experimental that aims to compare the learning outcomes of students who were taught by  project-based learning model and direct learning model. Based on the descriptive analysis the results of post test is given for the first experimental class  and the second class  experiments, obtained an average score of 78,60 for the first experimental class  and the average score of the second experimental class  at 70,57. Completeness criteria learning outcomes in the first experimental class with a percentage of 64,29% with standar deviasi (SD) is 7,33, while the second experimental class  with a percentage =39,29% with standar deviasi (SD) 8,95. Results of this study were tested using t-test. From the calculation results obtained tcount  = 3,75, ttable = 2,014 so -2,014 < 3,75> +2,014 then H0 is rejected and H1 accepted. Thus, the conclusion there is a difference between the learning outcomes of students who were taught with project-based learning model (the first experimental class) and learners taught by direct learning model (the second experimental class).Keywords: Project-Based, Direct Teaching, Learning Outcomes
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Polongbangkeng Utara Kab. Takalar melalui Pembelajaran Penemuan Terbimbing dengan Metode Ilmiah (Studi Materi Pokok Termokimia) Muhammad Fajar Marsuki; Army Auliah; Sulfikar Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.843 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v15i1.4605

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuannya adalah penerapan langkah-langkah pada setiap fase model pembelajaran penemuan terbimbing dengan metode ilmiah yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA I SMA Negeri 1 Polongbangkeng Utara Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pada setiap fase model pembelajaran tersebut yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa adalah: (1) fase pendahuluan dengan menjelaskan pengetahuan awal mengenai materi dan tujuan pembelajaran, (2) fase penyajian masalah dengan menampilan media dan print out media yang dilihat oleh siswa (mengamati dan menanya), (3) fase diskusi dengan mengarahkan siswa untuk menemukan solusi dari masalah dengan merujuk pada buku paket dan materi dari internet (menalar dan mencoba), (4) fase pembimbingan dengan membimbing seluruh siswa untuk setiap masalah yang muncul (menalar), (5) fase evaluasi dengan memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan hasil penemuannya, tanggapan dan pertanyaan (mengkomunikasikan), (6) fase penghargaan dengan memberikan pujian dan hadiah bagi siswa yang giat melakukan penemuan, dan (7) fase kesimpulan dengan memaparkan kesimpulan dari solusi yang menjadi hasil kegiatan penemuan. Aktivitas belajar siswa meningkat sebanyak 22.74%.Kata kunci: Penemuan Terbimbing, Metode ilmiah, Aktivitas BelajarABSTRACTThis research is a classroom action research (CAR). The aim is to find out necessary stages in implementing the guide discovery learning that is coupled with scientific methods which can increase learning activities of students’ in Year XI MIA 1 SMA Negeri 1 Polongbangkeng Utara Kab. Takalar. This research was conducted in two cycles. The results showed that the steps in each stage of the learning model that can improve student learning activities were: (1) at the initial stage: to explain the background knowledge about the topic being studied and the learning’s aim, (2) at the problem presentation stage: to show power point presentation slides and distribute the print out of the slides to students (observing and asking), (3) at the discussion stage: to ask students to solve the problem given by finding information necessary from their textbooks and/or articles from internet (thinking and trying), (4) at the guide stage: to guide students when they find difficulties in solving the problem (thinking), (5) at the evaluation stage: to give opportunities to students to explain their discoveries, responses and questions (communicating), (6) at the appreciation stage: to give praise and present to students who actively involved during the discovery process invention, and (7) at the conclusion stage: to draw conclusion from the solution that the students invented. By implementing these stages, the students learning activities increased by 22.74%.Keywords: Guide Discovery, Scientific Method, Learning Activity
Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Batang Tumbuhan Sirsak (Annona muricata Linn) terhadap Artemia salina Pince Salempa; Muharram Muharram; Iwan Dini
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.609 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i1.4545

Abstract

ABSTRAKTumbuhan sirsak (Annona muricata Linn) adalah salah satu spesies dari genus Annona termasuk family Annonaceae yang telah lama digunakan oleh masyarakat secara tradisional untuk pengobatan dan makanan, seperti daun sirsak dapat berkhasiat untuk pengobatan kanker, pengobatan diare, anti kejang, anti jamur dan gatal-gatal. Metode penelitian meliputi ekstraksi (maserasi), dan uji bioaktivitas ekstrak dengan Uji Brine Shrimp Lethality Test (BLST) terhadap Artemia salina. Dari hasil uji toksisitas dengan metode Brine shrimp lethality test diperoleh aktivitas ekstrak metanol kulit batang sirsak dengan nilai LC50 adalah 3.98 x 10-7 μg mL-1Kata kunci: Annona muricata Linn, Toksisitas, Obat tradisional dan Artemia salinaABSTRACTSoursop plant (Annona muricata Linn) is a species of the genus Annona including Annonaceae family that has long been used by traditional communities for treatment and food, such as soursop leaves can be efficacious for the treatment of cancer, the treatment of diarrhea, anti-convulsive, anti-fungal and itchy.Methods used included of ekstraction or maseration and bioactivity test ekstract with Brine Shrimp Lethality by using Artemia salina. From the result toxicity method Brine shrimp lethality test were showed activity ekstract metanol with LC50 value of 3.98 x 10-7 μg mL-1Keywords: Annona muricata, Toxicity, Traditional drug and Artemia salina
Penerapan Model Pembelajaran Drill terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Desain Grafika 1 Di SMK Negeri 4 Gowa Zaenab Zaenab
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.51 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i2.13641

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia kelas X Desain Grafika 1 SMK Negeri 4 Gowa Tahun pelajaran 2018/2019 yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Drill, pada pokok bahasan Struktur Atom dan Sistem Periodik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek dalam penelitian ini adalah Peserta didik Kelas X Desain Grafika 1 SMK Negeri 4 Gowa yang berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar kimia setiap akhir siklus, pedoman angket dan pedoman observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar kimia Peserta didik kelas X Desain Grafika 1 SMK Negeri 4 Gowa yang mengikuti mata pelajaran dengan penerapan model pembelajaran Drill pada siklus I adalah ketuntasan belajar 71,43%, selanjutnya rata-rata hasil belajar kimia Peserta didik pada siklus II adalah 77,15% dengan ketuntasan belajar 100%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Drill ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia kelas X Desain Grafika 1 SMK Negeri 4 Gowa. Kata kunci: Model Drill, Hasil belajar ABSTRACT This study aims to determine student learning outcomes in chemistry subjects of Graphic Design 1 class X of Vocational School 4 Gowa in the 2018/2019 academic year taught using the Drill learning model, on the subject of Atomic Structures and Periodic Systems. This type of research used in this study is Classroom Action Research. The subjects in this study were students of Graphic Design 1 Class X of Vocational School 4 Gowa with a total of 35 people. The research instruments used in data collection were chemistry learning achievement tests at the end of each cycle, questionnaire guidelines, and observation guidelines. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The results showed the average chemistry learning outcomes of Graphic Design 1 Class X students of Vocational School 4 Gowa by application of the Drill learning model in the first cycle were mastery learning 71.43% and at second cycle was 77.15% with 100% mastery learning. So it can be concluded that the application of this Drill learning model can improve student learning outcomes in chemistry subjects Graphic Design 1 Class X of Vocational School 4 Gowa. Keywords: Drill Method, Student’s Achievement
Analisis Kadar Tanin Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol pada Biji Pinang Sirih (Areca Catechu. L) Taty Sulastry
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.631 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.401

Abstract

ABSTRAK Biji Pinang Sirih   (Areca Catechu. L) banyak mengandung komponan senyawa kimia yaitu, tanin alkaloid, lemak, minyak astiri, air dan sedikit gula.Tanin merupakan senyawa yang penting penggunaannya dalam bidang kesehatan dan industry.Tanin diperoleh dengan cara ekstraksi dengan pelarut air dan etanol karena tanin dapat larut dalam pelarut tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tannin pada biji pinang sirih dengan menggunakan pelarut air dan pelarut etanol. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan metode ekstraksi. Biji pinang sirih dikeringkan dan dihaluskan lalu diayak. Kemudian serbuk dimaserasi dengan pelarut air dan etanol 96% dengan suhu 50-60 0C selama 5 jam, kemudian dievaporasi dan dicuci dengan petroleumeter, dan selanjutnya uji kualitatif dan penentuan kadar tannin. Hasil penelitian diperoleh kadar tannin dengan menggunakan pelarut air sebanyak 6,45%, dan yang menggunakan pelarut etanol 96% diperoleh sebanyak 8,53%. Kata Kunci: Ttanin, Pinang sirih ABSTRAC Pinang Sirih sedd ( Areca Catechu. L). contains many components of chemical compound i.e. tannins alkaloid, lipid, atsiri oil, water and less sugar. Tannins is important compound for health and industry fields. Tannins is taken by extraction process in water and ethanol as solvent because of its solved in them. This is experiment research by extraction method which aimed to know the tannin concentration of Pinang Sirih seed. Pinang siri seed is dried, refined then sieved. Then powder is macerated by water and by ethanol in 50-60oC fo 5 hours, then evaporated and washed by petroleum ether, qualitative tested and determine the tannin.  The research result is obtained tannin rate by water as solvent are 6.45% and by ethanol are 8,53%. Keyword: Tannins, pinang sirih