cover
Contact Name
Muhammad Hasanuddin
Contact Email
cvraskhamediagroup@gmail.com
Phone
+6282362440765
Journal Mail Official
cvraskhamediagroup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gurilla No. 2 Sidorejo, Kec. Medan Tembung 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak
Published by CV. Raskha Media Group
ISSN : -     EISSN : 31101437     DOI : https://doi.org/10.64803/jupemba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak adalah jurnal ilmiah yang fokus pada publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak positif, signifikan, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Jurnal ini menyediakan platform untuk mempublikasikan berbagai penelitian interdisipliner yang melibatkan pengembangan, penerapan, dan evaluasi program pengabdian masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan. JUPEMBA bertujuan untuk mengedepankan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi praktis dan berkelanjutan. Artikel yang dipublikasikan dalam JUPEMBA diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat dan hasil yang dapat diukur. Jurnal ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan pengabdian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Pelatihan Dan Pendampingan Penggunaan E-Catalog Produk UMKM Berbasis User Experience Di Kelurahan Binjai Estate Nova Mayasari; Muslim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.170

Abstract

Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, pelaku UMKM di Kelurahan Binjai Estate masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menggunakan e-catalog produk berbasis User Experience (UX) sebagai media pemasaran digital yang informatif, menarik, dan mudah digunakan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan penggunaan e-catalog, serta evaluasi melalui observasi dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep User Experience, pengelolaan katalog digital, pengunggahan produk, penyusunan deskripsi produk, serta optimalisasi tampilan katalog agar memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar penggunaan e-catalog, mengelola dan mengunggah produk secara mandiri, serta menyusun informasi produk yang lebih sistematis dan menarik. Pendampingan yang dilakukan juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas digital pelaku UMKM serta mendukung perluasan akses pemasaran melalui media digital yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pengguna.   Kata kunci: UMKM, e-catalog, User Experience, digitalisasi, pemasaran digital.
Language Literacy and Awereness Training on Code Switching with Appropriate Language Varieties According to the Context Sisi Rosida; Leni Marlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.172

Abstract

The phenomenon of code-switching that occurs massively and almost unnoticed among students of SMKS SPP Snakma Muhammadiyah. Low sociolinguistic awareness of students, stigma against code-switching as an indication of language failure, the absence of a structured intervention program. This program aims to improve students' understanding of code-switching as a functional language feature, foster sociolinguistic awareness in choosing appropriate language varieties according to context, and strengthen students' confidence in their multilingual identity. Activities are implemented through a participatory and contextual approach that includes three main stages, namely the preparation stage (coordination with partners, student needs survey, preparation of training modules, and development of evaluation instruments), the implementation stage, (delivery of conceptual material and mentoring in small groups, as well as discussions and providing feedback), and the evaluation and follow-up stage. The results of the activities show an increase in the average student understanding accompanied by positive changes in attitudes in the form of growing student confidence in choosing language varieties consciously and appropriately in context, both in writing and speaking practices. Thus, this program increases students' language awareness and has the potential to be replicated sustainably through the integration of training modules into language literacy activities in partner schools.
Optimalisasi Media Sosial sebagai Platform Digital Marketing di Deli Serdang Divi Handoko; David; Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.176

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengoptimalkan media sosial dalam mendukung kegiatan pemasaran digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM di Kabupaten Deli Serdang dalam mengoptimalkan media sosial sebagai platform digital marketing. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, persiapan materi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup optimasi profil bisnis, pembuatan konten kreatif, penyusunan content plan, serta pemanfaatan fitur analytics untuk mengevaluasi performa media sosial. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan akun media sosial masing-masing peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu meningkatkan pemahaman mengenai strategi digital marketing, mengoptimalkan profil bisnis, menghasilkan konten promosi yang lebih menarik, serta menyusun kalender konten sebagai upaya menjaga konsistensi pemasaran digital. Selain itu, peserta memahami pentingnya analisis performa media sosial dalam menentukan strategi promosi yang lebih efektif. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi digital pelaku UMKM sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing usaha, dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Literasi Teknologi Informasi Bagi Masyarakat Sebagai Penggerak Kreativitas Dan Ekonomi Kreatif Desa Tanjung Gusta Hermansyah; Rian Farta Wijaya; Suherman; Ricky Ramadhan Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.179

Abstract

Rendahnya literasi teknologi informasi di tingkat desa dan kecenderungan pemanfaatan gawai yang masih bersifat konsumtif berdampak pada belum optimalnya pengembangan kreativitas dan ekonomi kreatif masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dalam memanfaatkan teknologi informasi secara lebih kreatif dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan melalui serangkaian tahapan: analisis kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, pelatihan literasi TI dasar, pelatihan pemanfaatan TI untuk promosi usaha dan produksi konten kreatif, praktik langsung, serta pendampingan. Peserta kegiatan terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, pemuda, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengoperasikan aplikasi dasar, membuat materi promosi sederhana menggunakan aplikasi desain, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Selain itu, terbentuk kanal komunikasi daring dan embrio komunitas literasi TI sebagai wahana berbagi informasi dan konsultasi ringan. Secara keseluruhan, program ini efektif sebagai langkah awal penguatan literasi teknologi informasi dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat di Desa Tanjung Gusta.
Sosialisasi Budaya Komunikasi Asertif dan Efikasi Diri sebagai Upaya Mereduksi Miskomunikasi antar Unit Kerja Pelayanan Publik pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara Teguh Wahyono; Daud Arifin; Riska Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.180

Abstract

Masalah utama yang diidentifikasi pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara (DISPORA SUMUT) adalah belum optimalnya pelayanan publik akibat miskomunikasi kronis antar unit kerja serta rendahnya efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan teknologi birokrasi modern. Riset payung yang mendasari kegiatan ini membuktikan pengaruh parsial dan simultan komunikasi dan kompetensi yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendiseminasikan budaya komunikasi asertif serta menguatkan efikasi diri pegawai guna mereduksi hambatan operasional birokrasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra-kegiatan (pemetaan kebutuhan dan koordinasi), tahap intervensi utama berupa sosialisasi interaktif dan bimbingan teknis terstruktur bagi 83 orang pegawai ASN, serta tahap evaluasi komprehensif menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang berdampak signifikan: terjadi peningkatan softskill komunikasi asertif pegawai dari skor rata-rata awal 58,4% menjadi 89,6% pada akhir kegiatan. Efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan instrumen digital birokrasi juga meningkat tajam dari 46,2% menjadi 87,5%, dan indeks kepuasan koordinasi antar unit naik dari 52,0% menjadi 91,2%. Evaluasi kualitatif jangka pendek membuktikan berkurangnya ego sektoral (circle eksklusif) antar unit kerja serta meningkatnya ketepatan waktu penyelesaian laporan kedinasan. Kesimpulan kegiatan ini adalah integrasi metode sosialisasi persuasif dan workshop teknis efektif mereduksi miskomunikasi dan mengakselerasi kualitas pelayanan publik di lingkungan DISPORA SUMUT.
Implementasi Sistem Monitoring Jaringan Lan Menggunakan Zabbix pada Kantor Desa Paya Geli Muhammad Muttaqin; Fachrid Wadly; Wirda Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.181

Abstract

Kantor Desa Paya Geli mengandalkan jaringan Local Area Network (LAN) untuk mendukung pelayanan administrasi berbasis digital, namun pengelolaannya masih dilakukan secara konvensional tanpa sistem monitoring terpusat, sehingga gangguan seperti penurunan kualitas koneksi dan perangkat yang tidak aktif baru diketahui setelah berdampak pada pelayanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan sistem monitoring jaringan LAN berbasis Zabbix untuk meningkatkan keandalan, keamanan, dan kinerja jaringan pada mitra. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, instalasi dan konfigurasi Zabbix server dan agent, integrasi notifikasi melalui Telegram, pengujian sistem, serta pelatihan bagi aparatur dan warga Desa Paya Geli sebagai calon administrator jaringan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan aparatur desa, dan pengukuran kinerja sistem monitoring yang terpasang. Hasil kegiatan menunjukkan sistem Zabbix mampu memantau status perangkat, penggunaan CPU, memori, ruang disk, dan trafik jaringan secara real-time, serta mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram ketika terjadi gangguan, misalnya beban prosesor yang melebihi ambang batas. Setelah implementasi, waktu deteksi gangguan menjadi lebih cepat dan kemampuan aparatur desa dalam memantau serta memelihara jaringan meningkat, sehingga pola pengelolaan jaringan beralih dari reaktif menjadi proaktif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan monitoring jaringan pada kantor desa lain
Peningkatan Literasi Digital Pegawai BPBD melalui Sosialisasi dan Pendampingan Teknologi Informasi Afif Badawi; Juliana Naftali Sitompul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.183

Abstract

Rendahnya kemampuan pemanfaatan teknologi informasi (TI) pada pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berdampak pada lambatnya proses input data, pelaporan kejadian bencana, dan koordinasi antarunit kerja yang saat ini dituntut berbasis sistem digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital pegawai BPBD melalui sosialisasi konsep dasar dan pendampingan teknis pemanfaatan perangkat lunak perkantoran, penyimpanan data berbasis awan (cloud), serta aplikasi pelaporan kebencanaan digital. Kegiatan melibatkan 32 pegawai BPBD dari unsur teknis dan administrasi, dilaksanakan melalui empat tahapan: sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan intensif (mentoring), dan evaluasi. Tingkat keberhasilan diukur menggunakan instrumen pretest-posttest yang dianalisis dengan Normalized Gain (N-Gain), dilengkapi kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman peserta dari rata-rata 54,2 (pretest) menjadi 82,6 (posttest), dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 yang tergolong kategori sedang-tinggi. Selain itu, 87,5% peserta menyatakan mampu mengoperasikan aplikasi pelaporan digital secara mandiri pascakegiatan, meningkat dari 34,4% sebelum kegiatan. Kegiatan ini terbukti berkontribusi pada penguatan kapasitas digital aparatur BPBD dalam mendukung percepatan dan akurasi data kebencanaan.
Edukasi Digital Wellbeing sebagai Intervensi Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Penggunaan Gadget Sehat Ika Devi Perwitasari; Jodi Hendrawan; Yanti Yusman; Eriyan Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.184

Abstract

Penggunaan gadget yang semakin intensif di kalangan remaja memberikan berbagai manfaat dalam mendukung proses pembelajaran dan komunikasi, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang bijaksana. Rendahnya kesadaran mengenai digital wellbeing dapat meningkatkan risiko kecanduan gadget, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta paparan terhadap berbagai ancaman di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan mendorong perilaku penggunaan gadget yang sehat melalui program edukasi Digital Wellbeing bagi siswa SMAN 5 Binjai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, persiapan, seminar edukasi, workshop praktik penggunaan fitur Digital Wellbeing, simulasi kasus digital, pembuatan poster kampanye "Gadget Sehat", serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola screen time, memanfaatkan fitur Digital Wellbeing, menjaga keamanan data pribadi, serta menerapkan etika bermedia digital. Partisipasi aktif peserta selama seminar, workshop, dan simulasi menunjukkan tingginya antusiasme terhadap materi yang diberikan. Selain itu, peserta mampu menerapkan pengaturan penggunaan gadget secara lebih sehat dan menghasilkan poster edukasi sebagai media kampanye literasi digital di lingkungan sekolah. Program ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah melalui edukasi Digital Wellbeing merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membentuk budaya penggunaan teknologi yang lebih sehat dan bertanggung jawab di kalangan remaja.
Implementasi Data Driven Teknologi Proteksi Berbasis Simulasi Meningkatkan Keselamatan dan Keandalan Listrik di Kelambir Lima Solly Aryza; Ruth Riah Ate Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.187

Abstract

Permasalahan di Desa Kelambir Lima adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sistem proteksi instalasi listrik, fungsi circuit breaker, serta pemanfaatan teknologi data driven berbasis simulasi untuk mencegah gangguan kelistrikan. Kondisi ini meningkatkan risiko korsleting, kerusakan peralatan, dan kecelakaan listrik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknologi proteksi listrik berbasis simulasi guna mendukung keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop simulasi proteksi listrik, dan pendampingan praktik. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa Kelambir Lima dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pemuda, dan masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest kompetensi, observasi praktik, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 41%, peningkatan keterampilan menggunakan simulasi proteksi sebesar 47%, dan peningkatan kesadaran terhadap keselamatan instalasi listrik sebesar 52%. Sebanyak 90% peserta mampu memahami prinsip kerja sistem proteksi dan melakukan identifikasi awal potensi gangguan listrik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa implementasi teknologi data driven berbasis simulasi efektif meningkatkan kompetensi masyarakat dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang lebih aman dan andal.
Pengenalan Tools Figma Dalam Desain UI/UX Untuk Meningkatkan Keterampilan Digital Siswa SMA Ranti Eka Putri; Ayu Nadia Lestari; Sofian Sauri Meliala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.188

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut siswa memiliki keterampilan dalam bidang User Interface (UI) dan User Experience (UX). Namun, masih banyak siswa yang belum memahami konsep dasar UI/UX serta belum memiliki keterampilan menggunakan Figma sebagai salah satu perangkat lunak desain antarmuka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital siswa melalui pengenalan konsep UI/UX dan pelatihan penggunaan Figma. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan tanya jawab. Mitra kegiatan adalah siswa sekolah menengah atas dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama praktik serta penilaian terhadap hasil prototipe desain yang dibuat peserta berdasarkan penerapan prinsip-prinsip dasar UI/UX. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menggunakan Figma untuk membuat prototipe antarmuka aplikasi sederhana dan memahami konsep dasar UI/UX dengan lebih baik. Selain itu, keterampilan digital peserta mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui kemampuan mengimplementasikan elemen desain, tata letak, tipografi, dan navigasi pada prototipe yang dihasilkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal awal bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi di bidang desain digital sesuai dengan kebutuhan industri