cover
Contact Name
PUTRI HANA PEBRIANA
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, RT 001, RW 002, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
ISSN : "_"     EISSN : 30905230     DOI : https://doi.org/10.71436
Core Subject : Education,
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan, this journal is managed by the Indonesian Institute of Educational Technology, focusing on research in the development and implementation of innovations in education, including curriculum innovation, educational technology, creative teaching methods, and more holistic evaluation and assessment systems. In addition, this journal highlights character education, professional development for teachers, and inclusive education. Its scope covers primary, secondary, and higher education, as well as distance learning and educational policy. The goal of this journal is to facilitate the exchange of the latest ideas and findings in educational innovation to enhance the quality and accessibility of education through creative approaches. This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 13 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Proyek Pada Materi Keanekaragaman Hayati Dengan Media Fotonovela Tehadap Kreativitas Siswa Harahap, Vena Annisa
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dapat membantu siswa dalam menemukan hal baru dari rutinitas mereka sehingga membuat para siswa tetap semangat dan produktif dalam pembelajaran. Rendahnya kreativitas siswa kelas X IPS Mas Nur Ibrahimy Rantauprapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yaitu guru tidak melibatkan siswa langsung dalam penugasan pada pembelajaran, sehingga siswa menjadi kurang aktif, kreatif, dan inovatif. Salah satu solusinya adalah membuat proyek sederhana pada materi keanekragaman hayati yang melibatkan langsung siswa dengan lingkungan MAS Nur Ibrahimy Rantauprapat. Jenis penelitian tergolong kuantitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimental Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian kreativitas siswa kelas X IPS MAS Nur Ibrahimy Rantauprapat melalui penerapan model Pembelajaran Proyek pada materi keanekaragaman hayati dengan media fotonovela tehadap kreativitas siswa tergolong kreatif , terlihat dari hasil analisis kreativitas siswa mengalami peningkatan yaitu pre-test 50, 85 dan nilai rata-rata post-test 72, 28 terbukti thitung lebih besar dari pada ttabel (thitung = 2,49 dan ttabel = 1,99). Penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek pada materi keanekaragaman hayati dengan media fotonovela mengalami peningkatan pada kreativitas siswa di kriteriakan ke dalam kreatif dan sangat kreatif. Oleh sebab itu, penyuluhan tentang penggunaan model pembelajaran di dalam kelas untuk pendidik di sekolah sangat penting dilakukan sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan kreativitas peserta didik.
Peran Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah Uin Sumatera Utara Dalam Membentuk Kompetensi Kepribadian Calon Guru PAI Arneta, Anggi; Matsum, Hasan; Hasibuan, Humaida Br.
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran LDK Al-Izzah dalam membentuk kompetensi kepribadian calon Guru PAI, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses membentuk kompetensi kepribadian calon Guru PAI. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, anggota pelopor yang tergabung dalam LDK,dan beberapa mahasiswa PAI sebagai pihak eksternal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Selanjutnya Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan Kesimpulan. Adapun terkait hasil penelitian ini adalah peran LDK dalam membentuk kompetensi kepribadian sudah cukup berjalan dengan baik dan dapat terlihat juga, walau di LDK belum memiliki program yang dikhususkan untuk membentuk kompetensi kepribadian, tetapi terdapat beberapa program yang mengarah pada ha tersebut. Faktor pendukung sendiri terdapat pada tumbuhkan rasa persaudaraan yang erat antar satu dengan yang lainnya dan seringnya interaksi serta program yang langsug dipraktekkan. Faktor penghambat sendiri terjadi karena beberapa program yang cukup banyak dan berjalan tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan sehingga menumpuk.
Pembentukan Life Skill Siswa Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan di SMP Negeri 23 Medan Khoiriyah, Fadhalliah; Nahar, Syamsu; Azhar, Ihsan Satrya
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya jam pelajaran PAI di SMP Negeri 23 Medan, maka diperlukan tambahan belajar atau disebut dengan ekstrakurikuler. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan faktor pendukung dan penghambat pembentukan life skill siswa melalui ekstrakurikuler keagamaan di SMP Negeri 23 Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian empiris, dan bersifat penelitian lapangan (field research) dengan model analisis penelitian deskriptif kualitatif, bentuk naskah, wawancara, dokumen lapangan, dan lain-lain. Hasil penelitian ini adalah perencanaan ekstrakurikuler keagamaan memiliki target atau tujuan mencapai persiapan yang matang, adanya program-program seperti nasyid, tilawah, pidato dan bimbingan agama, pelatihan secara berkelanjutan, mengidentifikasi life skill meliputi isi atau materi, metode penyampaian materi, sarana prasarana, dan mengembangkan silabusnya tentang Iman, Islam dan Ihsan. Pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan berjalan efektif dilakukan setiap Jum’at jam 14.00 setelah pulang sekolah di musholla dan ruang keagamaan SMP Negeri 23 Medan. Bimbingan Agama dilakukan hari Rabu dan Jum’at selama 30 menit sebelum masuk kelas di lapangan utama sekolah. Mengikuti kegiatan dalam pelatihan rutin yang telah dijadwalkan pada perencanaan dan merepresentasikan life skill pada kehidupan nyata. Faktor pendukung adanya kerjasama antar guru, kepala sekolah dan siswa, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan adanya antusias dan minat pada diri siswa. Faktor penghambat kurang motivasi dari orang tua dan beberapa siswa yang tidak hadir.
Pembelajaran Pendididikan Agama Islam Pendekatan Kontekstual Dalam Membentuk Karakter Peduli Sosial Dan Tanggung Jawab Siswa SMP Pab 21 Bebi, Sunita; Matsum, Hasan; Khairuddin, Khairuddin
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendekatan Kontesktual dalam Membentuk Karakter Peduli Sosial dan Tanggung Jawab SMP PAB 21 Pematang Johar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peduli sosial dan tanggung jawab siswa SMP PAB 21 Pematang Johar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu Guru Pendidikan Agama Islam, dan beberapa siswa SMP PAB kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Selanjutnya teknik analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pendekatan kontekstual dilakukan secara bertahap dan perlahan mulai diterapkan di kelas VIII. Penerapan pendekatan kontekstual hanya akan dilaksanakan ketika siswa kesulitan untuk mencari makna dari pembelajaran dan mengaitkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Karakter siswa dalam aspek peduli sosial dan tanggung jawab selalu dinilai oleh guru. Salah satu cara yang digunakan dengan pembentukan kelompok belajar. Guru dapat menilai dan mengembangkan karakter siswa dalam aspek peduli sosial dan tanggung jawab. Faktor penghambat sendiri yaitu sarana dan prasarana yang tidak memadai, tingkat pemahaman siswa yang beragam, juga keterbatasan waktu.
Kajian Literatur: Penerapan Semantik dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa SD Salsabila, Nabila; Azzahra, Yolanda; Amelia, Natasya; Wardani, Serly Aprilia; Rahayu, Gita Catur; Pebriana, Putri Hana
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji penerapan semantik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar (SD). Semantik, sebagai cabang ilmu linguistik yang fokus pada makna, mempunyai kontribusi signifikan dalam membentuk kompetensi berbahasa siswa, khususnya dalam memahami, menginterpretasikan, dan menggunakan bahasa secara efektif dan kontekstual. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, pendekatan semantik dapat diterapkan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap makna kata, frase, dan kalimat dalam berbagai bentuk teks, baik lisan maupun tulisan. Kajian ini menelaah berbagai hasil penelitian, artikel ilmiah, dan literatur relevan yang membahas penerapan semantik dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi semantik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman membaca, keterampilan berbicara dan menulis, serta penguasaan kosakata siswa. Penerapan ini juga mendukung pembentukan kemampuan komunikatif yang lebih baik sejak usia dini. Meski demikian, penerapan konsep semantik di kelas SD masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya pemahaman guru terhadap teori semantik, kurangnya pelatihan profesional yang mendukung, dan keterbatasan materi ajar kontekstual berbasis semantik. Oleh karena itu, disarankan adanya pengembangan sinkronisasi yang mengintegrasikan semantik secara eksplisit, penyusunan perangkat ajar yang mendukung, serta pelatihan guru secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SD dapat lebih bermakna dan berorientasi pada pemahaman, bukan sekedar hafalan.
Analisis Majas Dan Peribahasa: Kekuatan Gaya Bahasa Dalam Komunikasi Miranda, Himelsha Afika; Anggraini, Fatmasari; Afika, Himelsha; Rahmawati, Novita; Amalliah, Putri; Miranda, Miranda; Pebriana, Putri Hana
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A rtike l in i m e m b a h as te n ta n g keku a ta n ga ya b a h a sa da la m kom u n ika si m ela lu i a n a lisis m a ja s da n pe rib a h a sa . M a ja s, seb a ga i ben tu k u n gka pa n kiasa n , d a n pe rib a h a sa , seb ag a i refle ksi ke a rifa n loka l, be rp era n pen tin g da la m m em pe rka ya eksp resi da n m em pe rku a t pe sa n da la m kom u n ika si v erba l m a u p u n tu lisa n . D a la m m a sya ra ka t m o dern , ke du a n ya tida k h a n ya b erfu n gsi seb a ga i a la t e stetika, te ta p i ju g a m em iliki pe ra n stra teg is d a la m m en ya m p aika n e m o si, m em ba n g u n kon e ksi, serta m en g kritisi re a lita s sosia l. Pe n elitia n in i m en g gu n a ka n m e to de stu di pu sta ka d en g a n m en g um p u lka n re fere n si da ri b erba g a i su m b er digita l. H a sil a n a lisis m e n un ju kka n ba h w a m a ja s sep erti m e ta fo ra , p erson ifika si, d a n h ipe rb ola m a m pu m en g gu g a h resp on s e m osion a l a u d ie n s, se da n g ka n p erib a h a sa m em ba n tu m en ya m pa ika n n ila i m ora l se ca ra h alu s da n e fektif. D i era kom u n ika si digita l, ga ya ba h a sa in i teta p rele va n ba h ka n m en g a la m i tra n sform a si u n tu k m e ny esu a ika n ko n te ks za m a n . O leh ka ren a itu ,pe m a ha m a n terh a d ap p en g gu n a a n m en in gka tka n efe ktiv ita s kom u n ika si. m a ja s d a n pe rib a h a sa m en ja d i pe n tin g da la m
Dampak Ambiguitas Pada Pemahaman dan Interaksi Sosial Pebriana, Putri Hana; Niati, Vanny Afrilia; Nursapitri, Riska; Ananda, Kania; Mecca, Zaira Amefi; Ramadani, Az-Zahra
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Kata ambigu memiliki arti sebagai suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Hal ini dapat menyebabkan ketidakjelasan, keraguan, atau kekaburan dalam interpretasinya. Kata ambigu sendiri juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang bermakna ganda. Ambiguitas sebenarnya adalah persoalan dalam bidang apapun, yang dapat memberikan kita pemahaman tentang makna ganda akibat penafsiran yang salah. Ketidakjelasan ini dapat menyebabkan adanya kesalahan ketika seseorang ingin menginterpretasikan suatu kalimat atau kata dari sebuah tulisan atau ucapan. Terdengar sepele memang, namun kesalahan dalam memahami makna ini terkadang bisa menyebabkan kerugian yang lebih besar dari apa yang kita kira. Ambiguitas ini juga berhubungan dengan bahasa yang merupakan sarana penting dalam suatu interaksi sosial. Dalam perannya sebagai sarana interaksi sosial bahasa mampu menyampaikan informasi dari manusia yang satu pada manusia yang lain. Sebagai alat komunikasi, bahasa terdiri atas dua bagian, yaitu bentuk atau lambang yang berupa ujaran-ujaran dan makna. Kegiatan berbahasa dalam suatu interaksi sosial sesungguhnya merupakan kegiatan mengekspresikan lambang-lambang bahasa untuk menyampaikan makna-makna yang ada pada lambang tersebut. Itulah alasan mengapa kita perlu mempelajari bahasa atau linguistik secara seksama, agar kita terhindar dari yang namanya ambigu. Baik di bangku sekolah atau kuliah, kita akan mempelajari subjek Bahasa Indonesia. Subjek tersebut dapat membantu kita agar memahami bahasa sendiri lebih dalam, dan menghindari ambigu. Kata Kunci: Ambiguitas; Ambigu; Interaksi Sosial
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Show and Tell pada Siswa Kelas IV SD Pebriana, Putri Hana; Aprinawati, Iis
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan metode Show and Tell pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan secara lisan, ditandai dengan rasa malu, kurang percaya diri, serta keterbatasan kosakata dalam berbicara di depan kelas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV SD pada semester ganjil tahun pelajaran 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes keterampilan berbicara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata nilai 65 pada pra-siklus, meningkat menjadi 74,2 pada siklus I, dan 84,3 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 33,3% menjadi 90%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari kategori “kurang aktif” menjadi “sangat aktif”. Siswa tampak lebih berani, lancar, dan percaya diri saat berbicara di depan kelas. Dengan demikian, penerapan metode Show and Tell terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD, serta menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Kata kunci: keterampilan berbicara, metode Show and Tell, pembelajaran bahasa Indonesia, sekolah dasar.
Pemenuhan Sarana Pendidikan sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Sekolah Ritonga , Siti Zaurah
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan sarana pendidikan sebagai strategi peningkatan kualitas sekolah. Sarana pendidikan mencakup perabot, peralatan pembelajaran, media, sumber belajar, serta infrastruktur pendukung yang berperan penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur dan peraturan yang berlaku, serta mengaitkan temuan dengan konsep manajemen mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana pendidikan yang memadai memiliki korelasi positif terhadap mutu proses dan hasil pembelajaran. Pemenuhan sarana dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan empiris, mempertimbangkan fungsi dan urgensi penggunaannya, serta melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekolah baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Strategi Guru melalui Komunikasi Interpersonal untuk Mendorong Motivasi Belajar Sisw Hasni , Mutiara
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pendidikan. Rendahnya motivasi belajar sering kali menjadi hambatan yang mengurangi keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan berdampak pada pencapaian akademik. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar adalah melalui kemampuan komunikasi interpersonal guru. Komunikasi interpersonal yang efektif mencakup keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis studi literatur untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal guru dalam mendorong motivasi belajar siswa. Data diperoleh dari berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang baik dapat meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, dan rasa percaya diri siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi komunikasi interpersonal guru merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi pada pengembangan motivasi siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 13