cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
IMPLEMENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 1 TANGGUL JEMBER Depict Pristine A.; Endang Suryani
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.435 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.8614

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelaksanaan pendidikan karakter budi pekerti di SMPN 1 Tanggul Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan beberapa teknik, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi metode, yaitu dengan mengecek ulang informasi hasil wawancara dengan dokumentasi dan observasi. Hasil pembahasan implementasi karakter budi pekerti terdapat 4 poin yang dihasilkan dari pembiasaan (kultur), yaitu: (1) kultur sekolah yang meliputi wawasan mutu untuk peserta didik dalam kegiatan akademik dan nonakademik; (2) kultur budaya sekolah kerohanian yang meliputi: pengajian Jum’at pagi, sholat Dzuhur berjamaah, pengkajian kerohanian sesuai dengan agama masing-masing peserta didik; (3) kultur budaya disiplin, baik untuk pendidik (guru) dan peserta didik; dan (4) kultur budaya sopan santun (tatakrama), menghargai yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Kata Kunci : pendidikan karakter, karakter budi pekerti, kultur sekolah THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER OF MANNERS DEVELOPMENT IN SMP NEGERI 1 TANGGUL JEMBER Abstract: This study aimed at describing the implementation of the character of manners development in SMPN 1 Tanggul Jember. This research was a qualitative descriptive study. Data were collected by the techniques of observation, interviews, and documentation. Method triangulation was employed to crosscheck the information from the interview with the documentation and observation. The results of the discussion of the implementation of the character of manners showed there were 4 points resulting from habit formation (culture), namely: (1) the school culture that included insight into the quality of the students in academic and non-academic activities; (2) school spiritual culture which included Friday morning religioud study, midday prayers in congregation, spiritual study in accordance with the religion of each learner; (3) discipline culture both for educators (teachers) and students; and (4) culture of manners, respecting the elders and loving the younger. Keywords: character education, character of manners, school culture
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERITA RAKYAT SUKU PASEMAH BENGKULU DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA Fitra Youpika; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 7, No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.122 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.10731

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu, nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita, dan untuk mengetahui relevansinya sebagai materi pembelajaran sastra di sekolah dasar. Data penelitian ini adalah cerita rakyat yang diperoleh dari hasil merekam dan dokumentasi tertulis. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu terdiri atas dua jenis, yaitu legenda dan dongeng. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam legenda, yaitu pemberani, tanggung jawab, peduli sosial, disiplin, rendah hati, dan religius. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam dongeng, yaitu cerdik, sabar, patuh, optimis, kerja keras, ikhlas menerima kekalahan, dan menepati janji. Berdasarkan 12 cerita rakyat yang ditemukan, ada 9 cerita yang relevan sebagai materi pembelajaran sastra di sekolah dasar dan ada 3 cerita rakyat yang tidak relevan. Kata Kunci: cerita rakyat, nilai pendidikan karakter, relevansi, materi ajar
PENUMBUHAN SEMANGAT KEBANGSAAN UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA Beniati Lestyarini
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 3 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2019.591 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.1250

Abstract

Abstrak: Pembangunan karakter bangsa harus senantiasa diiringi dengan penguatan rasa kebangsaan. Dengan semangat kebangsaan yang kuat, cerminan karakter Indonesia akan muncul dalam segala aktivitas yang ditujukan bagi peningkatan kualitas bangsa. Jalur pendidikan mengambil peran penting dalam upaya pencapaian tujuan ini. Sebagai alat ekspresi diri pribadi, alat ekspresi diri makhluk sosial, alat ekspresi diri warga negara, dan alat ekspresi diri profesional, bahasa menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan. Bahasa memiliki peran penting dalam pembentukan karakter seseorang. Jika perspektif peran bahasa dipadukan dalam proses pendidikan guru, bahasa berperan sebagai alat pengembangan kompetensi pendidik. Melalui pembelajaran bahasa yang integratif dengan didasari pemahaman historis-filosofis tentang Indonesia yang berlandaskan kearifan lokal, semangat nasional, dan wawasan global, semangat kebangsaan dapat tumbuh untuk memperkuat karakter Indonesia. Kata Kunci: semangat kebangsaan, karakter, pembelajaran bahasa IMPROVING NATIONALISM TO STRENGTHEN THE CHARACTER OF INDONESIA THROUGH LANGUAGE LEARNINGAbstract: The development of nation’s character should be associated with the reinforcement of nationalism. With the strong nationalism, the reflection of character of Indonesia will emerge in all activities for the improvement of nation quality. Education takes an important role in its effort. As a tool of self expression, social expression, nationality expression, and professionality expression, language is become a fundamental need in education. By an integrated language learning based on historical-philosophycal understanding about Indonesia with its local wisdom, nationalism, and global horizon, the spirit of nationalism can be improved to strengthen the character of Indonesia. Keywords: nationalism, character, language learning
MENUMBUHKAN KARAKTER AKADEMIK DALAM PERKULIAHAN BERBASIS LOGIKA Dedi Heryadi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.022 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15491

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji urutan perkuliahan berbasis logika, dan mengetahui pengaruhnya terhadap tumbuhnya karakter akademik mahasiswa (ketelitian berpikir, sikap kritis, dan tanggung jawab). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian dan Pengembangan (RD). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan pengukuran (test). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada mahasiswa semester pertama di FKIP, Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Data diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya diketahui bahwa urutan model perkuliahan berbasis logika berpengaruh positif terhadap tumbuhnya karakter akademik mahasiswa (ketelitian berpikir, sikap kritis, dan tanggung jawab). Diharapkan hasil penelitian ini ditindaklanjuti dan divalidasi oleh orang-orang yang memiliki profesi yang sama. Kata Kunci : model perkuliahan, logika, karakter akademik, ketelitian berpikir, sikap kritis, tanggung jawab GROWING ACADEMIC CHARACTERS IN LOGICAL- BASED LECTURING Abstract: The aim of this research are to study a logical-based lecturing order, and to recognize it’s impact toward the growth student accademic characters ( precision thinking, critical atitude, and responsibility). The method used in this study is Research and Development. Besides the tecnique of data collecting was taken by observation, interview, and examination. The research held for student in 1st semester of 2015/2016 accademic year at Faculty of Teacher Training and Education Siliwangi University Tasikmalaya. The data were processed quantitativeli and qualitatively. The result know that syntax of lacturing based on the logic model have a positive impact toward student accademic characters ( precision thinking, critcal attitude, and reponsibility). To strether this research result the it is suggested that the research should be followed up and validated by whom in the same profesion. Keywords: lecturing model, logic, accademic characters, precision thinking, critical attitude, and responsibility.
MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BEROREINTASI PENDIDIKAN KARAKTER Yunus Abidin
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.544 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1301

Abstract

Abstrak: Dalam gamitan pendidikan karakter, pembelajaran membaca di sekolah harus dilaksanakan dengan berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca sekaligus mengembangkan karakter siswa. Untuk itu, perlu dilakukan serangkaian upaya menciptakan proses pembelajaran membaca yang bermutu dan berkarakter. Pengembangan pembelajaran membaca dapat dilakukan melalui pemanfataan tiga saluran penerapan pendidikan karakter, yaitu melalui bahan ajar, model pembelajaran, dan penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan saluran yang paling penting sebab penggunaan penilaian otentik akan mencakup pemilihan bahan ajar dan model pembelajaran. Penilaian otentik memandu pembelajaran melalui pengreasian berbagai aktivitas belajar yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran yang di dalamnya terkandung muatan karakter. Penilaian otentik memberikan gambaran nyata kemampuan siswa dalam membaca dan memberikan ukuran ketercapaian pengembangan karakter siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut penggunaan penilaian otentik akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman dan pengembangan karakter siswa. Kata Kunci: penilaian otentik, pembelajaran membaca, pendidikan karakter
PENGARUH SSP TEMATIK INTEGRATIF TERHADAP PENINGKATAN KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA DI KELAS I SEKOLAH DASAR Maulida Maulida; Muhammad Nur Wangid
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.022 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.21777

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Subject Spesific Pedagogy (SSP) tematik integratif terhadap peningkatan karakter kedisiplinan siswa kelas I SD Negeri Singkawang Tengah Kalimantan Barat.  Jenis  penelitian  ini  adalah  quasi  experiment  dengan  rancangan  penelitian  Non- equivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas I SD Negeri 01Singkawang Tengah Kalimantan Barat tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang di- gunakan adalah teknik observasi.  Instrumen  pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman observasi  karakter  kedisiplinan. Data dianalisis menggunakan uji  ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji tukey dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa SSP tematik integratif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan karakter kedisiplinan siswa. Rerata pening- katan karakter kedisiplinan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan SSP tematik integratif lebih besar dari siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan perangkat yang dikembangkan guru. Hasil uji lanjut/uji tukey menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan karakter ke- disiplinan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara karakter kedisiplinan siswa pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II. Kata Kunci: ssp tematik integratif, karakter disiplin, dan sekolah dasar THE EFFECT OF SSP INTEGRATIVE TEMATIC TO IMPROVE STUDENT’S DISCIPLINE CHARACTER OF GRADE I STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL  Abstract: This study aimed to investigate the effect of subject spesific pedagogy (SSP) Integrative Webbed on discipline character of grade I students of SD Negeri 01 Singkawang Tengah Kalimantan Barat. This research was a quasi-experiment using with nonequivalent control group design. This re- search was a population research. The subject of this research were all of students grade I SD Negeri01 Singkawang Tengah, Kalimantan Barat the academic year 2013/2014. The data were collectedthrough observation. The instruments to collect the data were character observation sheets.The data were analyzed using the ANAVA Test and Tukey Test with the significance level of 0,05. The result of the research showed SSP integrative tematic has a significant effect to develop character building for the student’s discipline. The result of the students’ building discipline character that joined the lesson used SSP integrative tematic more than the student joined the studying that used studying set that developed by the teachers. The result of Tukey Test showed that there is significant effect difference of the discipline character between the experimental class and control class, but there is no significant effect of the discipline character between the experimental class I and experimental class II. Keywords: integrative thematic ssp, discipline character, and elementary school
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SAINS Mundilarto .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.612 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1436

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sains dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sains sebaiknya dipelajari dengan cara-cara yang memungkinkan siswa dapat menerapkan kemampuannya secara berkarakter dalam pemecahan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Masih banyak kasus yang mengindikasikan rendahnya karakter manusia Indonesia. Etika adalah sistem nilai yang memiliki makna sama dengan moral. Pengembangan pendidikan karakter seharusnya mengikuti langkah-langkah pengenalan nilai secara kognitif, pemahaman dan penghayatan nilai secara afektif, pembentukan tekad secara konatif, dan akhirnya pengamalan nilai secara nyata. Guru sains haruslah memberi kesempatan sebanyak mungkin kepada siswa untuk berpikir dan menggunakan kemampuan akalnya. Siswa dapat melakukannya dengan jalan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan seperti diskusi kelas, pemecahan soal, atau bereksperimen. Siswa jangan hanya dijadikan objek yang pasif dengan beban hafalan berbagai macam konsep dan rumusrumus sains. Kata Kunci: membentuk karakter, pembelajaran sains, kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik CHARACTER BUILDING THROUGH SCIENCE TEACHING AND LEARNING Abstract: The teaching and learning of science can be used as a means of developing the cognitive, affective, and psychomotoric abilities. Science should be learned in ways which enable students to apply their abilities with character in solving problems of every day life. There are still many cases indicating the low character of the Indonesian people. Ethics is a value system having the same meaning as morality. The development of character education should follow the steps of introducing values cognitively, understanding and internalizing the values affectively, the formation of determination conatively, and finally the implementation of the values in real life. Teachers of science should provide the students with ample opportunities to think and use their reasoning ability. Students can do it by being directly involved in various activities such as classroom discussions, problem solving, or experimenting. They should not only be made passive objects with the load of memorizing various concepts and science formulas. Keywords: character building, science teaching and learning, cognitive, affective and psychomotoric abilities
KANDUNGAN NILAI-NILAI KARAKTER KEWARGAAN DALAM NOVEL PULANG KARYA DARWIS TERE LIYE Azizah, Deviana Fadhillatie; Marzuki, Marzuki
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.44 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.21271

Abstract

Karya sastra menjadi media pengungkapan pikiran-pikiran pengarang dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Pembaca diharapkan dapat menemukan dan mengambil nilai-nilai tersebut dalam karakter (watak) tokoh di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai karakter kewargaan yang terkandung di dalam novel Pulang karya Darwis Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pembacaan dan pencatatan. Validitas yang dipergunakan ialah validitas semantik. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Wujud nilai-nilai karakter kewargaan yang terdapat dalam novel Pulang meliputi karakter-karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab; (2) Wujud nilai karakter kewargaan yang terdapat dalam tokoh utama dalam novel Pulang meliputi karakter-karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. Kata Kunci: Nilai-nilai karakter, novel Pulang, karakter kewargaan.  CONTENT OF THE VALUE OF CITIZENSHIP CHARACTER  IN NOVEL PULANG BY DARWIS TERE LIYE  Abstract Literary work becomes a media for expressing the thoughts of the author with the values contained in it, so that it can provide benefits to its readers. The reader is expected to find and take these values in the character of the characters in the literary work. This research aims to reveal the values of the character of citizenship contained in the novel Pulang Darwis Tere Liye's work. This research is a content analysis research with qualitative approach. Techniques of data collection using reading and recording techniques. The validity used is semantic validity. The results of this study are: (1). The values of the civic characters in the novel Pulang include religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, spirit of nationality, appreciate achievement, friendly/communicative, peace loving, reading pleasure, social care, and responsibility; (2) The values of civic characters in the main actor in novel Pulang are religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, appreciative, communicative, peace loving, reading pleasure, social care, and responsibility. Keywords: Character values, novel Pulang, civic character.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS INTERKULTURAL Akbar K Setiawan
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 1, No. 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6469.302 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v1i1.1447

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter sudah dicetuskan pemerintah dan menjadi pengarusutamaan di berbagai level pendidikan. Bagi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan calon guru, pendidikan karakter mendesak untuk dijadikan sebagai sebuah gerakan bersama dan berkelanjutan. Program dan isu pendidikan karakter harus menyentuh semua civitas akdemika agar diperoleh memunyai kompetensi karakter berupa moral knowing, moral feeling, dan moral action. Pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui pengintegrasian dalam proses pembelajaran bahasa asing (Jerman). Upaya pengintegrasian tersebut salah satunya melalui metode pembelajaran berbasis interkultural. Dengan proses pembelajaran berbasis interkultural diharapkan mahasiswa memunyai kompetensi interkultural (interkulturelle competenzen). Kompetensi itulah yang menjadi bekal untuk melakukan adaptasi dan komunikasi antar budaya dengan tetap beridentitas dan berkarakter keindonesiaan. Kata Kunci: pendidikan karakter, kompetensi interkultural, komunikasi antar budaya THE INTEGRATION OF CHARACTER EDUCATION IN THE TEACHING AND LEARNING OF INTERCULTURE-BASED Abstract : Character education has been initiated by the government and become the mainstream in various levels of education. For higher education institutions educating prospective teachers, character education should be made collective and sustained efforts. Programs and issues of character education must concern all civitas academica so that they possess character competence in the forms of moral knowing, moral feeling, and moral action. Character education can be conducted through its integration in the teaching and learning process of a foreign language (German). One of the modes of integration is through the interculture-based teaching and learning. With such a mode, the students are expected to gain intercultural competence (interculturelle competenzen). It is this competence that will become the basis for intercultural adaptation and communication while maintaining the Indonesian identity and character. Key words: character education, intercultural competence, intercultural communication
NILAI-NILAI KARAKTER PADA TEKNIK PATRI TAPAL KUDA LAMPU ANDONG DI KOTAGEDE YOGYAKARTA Nurjayanto Prasetyo; Marzuki Marzuki
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 10, No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.191 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.23588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang terkandung dalam teknik pematrian lampu andong Kotagede menggunakan alat tapal kuda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi yang diuraikan dengan cara deskriptif menggunakan multi metode yang fokus, melibatkan interpretasi, pendekatan alamiah pada materi subjek. Subjek penelitian adalah budayawan dan pengrajin di Kotagege. Penelitian ini dilakukan di Dusun Mutihan Kotagede Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneliti mengunakan teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara terstruktur, studi pustaka, dokumentasi dan eksperimen. Pemeriksaan keabsahan data melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konsfirmabilitas serta triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data serta verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik patri tapal kuda yang ampuh dan multi guna pada teknik mematri kriya logam juga terdapat nilai-nilai falsafah jawa yang sudah tercermin dalam nilai-nilai karakter yang terdiri dari: urip iku urup (peduli sosial), alon-alon waton kelakon (tanggung jawab), nrimo ing pandum (jujur), aja adigang adigung adiguno (toleransi), dan memayu hayunning bawana ambrasta dur hangkara (religius).