cover
Contact Name
Elvaria Mantao
Contact Email
preventifjournal.fkm@gmail.com
Phone
+6282197505707
Journal Mail Official
preventifjournal.fkm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Soekarno Hatta Km. 9. Palu City, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : https://doi.org/10.22487/preventif
Core Subject : Health,
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat welcomes manuscripts that cover a broad range of topics within the public health discipline The journals scope encompasses but is not limited to the following key areas Health Administration and Policy The management organization and policy making processes within health systems including health economics and financing Epidemiology The study of the distribution patterns and determinants of health and disease conditions in defined populations Health Promotion The science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health including health education and behavior science Environmental Health The assessment and control of physical chemica and biological factors in the environment that can potentially affect health Occupational Health and Safety The promotion and maintenance of the highest degree of physical mental and social well-being of workers in all occupations Reproductive Health Research and policy related to reproductive processes functions and systems at all stages of life Biostatistics Family Planning and Population The application of statistics to public health along with studies on family planning methods demography and population dynamics Community Nutrition The study of nutrition and its effects on the health of populations including nutritional assessment policy and interventions at the community level
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)" : 18 Documents clear
Tingkat Pendidikan Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Dalam Periode Aging Population Riskiana, Nadia Eka Putri Nur; Mandagi, Ayik Mirayanti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.194

Abstract

Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terdapat peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah pada lansia. Permasalahan memasuki lansia yaitu penurunan daya ingat, hal tersebut juga menjadi masalah utama pada pedagang lansia di pasar Banyuwangi yaitu mudah lupa atau ketidakmampuan dalam mengingat secara detail ketika ada pesanan dari konsumen, sehingga pedagang mengungkapkan konsumen merasa kurang puas dan tidak kembali lagi untuk melakukan transaksi jual beli dan lebih memilih pada penjual yang lebih muda. Dengan itu penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan dengan penurunan fungsi kognitif pada pedagang lansia di pasar Banyuwangi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, kemudian analisis data primer hasil pengisian kuesioner, observasi, dan wawancara. Kuisioner yang digunakan yaitu SPMSQ (Short Portable Memory Short Quisionnare). Populasi dalam penelitian ini adalah para pedagang di Pasar Banyuwangi Jawa Timur yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini nonprobability sampling yaitu memilih teknik sampling incidental. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 85% pedagang lansia normal dan 15% mengalami gangguan fungsi kognitif ringan dengan nilai signifikansi sebesar 0,024. Hal tersebut menjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan gangguan fungsi kognitif pada kategori lansia di pasar Banyuwangi Jawa Timur. Sehingga dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam membuat program kesehatan pada lansia untuk tetap hidup mandiri dan meningkatkan produktifitas.
The Analisis Faktor Perilaku Konsumsi Remaja Terhadap Makanan Cepat Saji (Studi Aplikasi Social Cognitive Theory) Salsabilla, Nadhifa; Sulistyowati, Muji
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.196

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji pada remaja dianggap sebagai hal sepele yang biasa dilakukan. Namun, dampak yang akan dirasakan berupa gangguan kesehatan dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang, seperti obesitas. Salah satu sekolah di Surabaya yang memiliki angka kejadian obesitas cukup tinggi yakni SMAN 2 Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor perilaku yang berhubungan dengan konsumsi makanan cepat saji pada remaja menggunakan studi aplikasi Social Cognitive Theory. Penelitian ini merupakan penlitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMAN 2 Surabaya dengan penarikan sampel menggunakan stratified random sampling sebanyak 102 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dibagikan secara online. Variabel independen penelitian ini adalah karakteristik individu, self efficacy, pengetahuan, self regulation, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan paparan informasi. Sedangkan variabel dependen yaitu tindakan konsumsi makanan cepat saji pada remaja. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara uang saku (p = 0,015), self regulation (p = 0,047), dan dukungan orangtua (p = 0,038) (p<0,05). Namun, pada variabel lainnya tidak terdapat hubungan dengan tindakan mengonsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pihak sekolah maupun Puskesmas setempat dalam melakukan pencegahan obesitas pada remaja.
Sistem Pengelolaan Sampah Di Tpst 3r Tembokrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi Kartika, Agestin Awalin; Puspikawati, Septa Indra
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.197

Abstract

Meningkatnya masalah persampahan di berbagai Kabupaten di Indonesia dapat menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan. Menurut kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton/hari atau 64 juta ton/tahun dengan komposisi jenis sampah organik sebesar 50%, plastik sebesar 15%, kertas sebesar 10% dan sisa sampah lainnya seperti logam, karet, kain, kaca dan lainnya. Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah yang terletak di Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah timbulan sampah sebanyak 39,67 ton/hari untuk wilayah kota dan untuk Kabupaten Banyuwangi sebanyak 560,35 ton/hari. Salah satu upaya dalam pengelolaan sampah yaitu dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di TPST 3R Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer mengenai sistem pengelolaan sampah yang berlangsung di TPST 3R Tembokrejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di TPST 3R Tembokrejo telah dilakukan berdasarkan aspek pengelolaan sampah yang terdiri dari aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek teknik operasional dan aspek peran serta masyarakat.
Mal Orang Sehat Sebagai Penerapan Paradigma Sehat Dan Respon Masyarakat Berdasarkan Precaution Adoption Process Model Di Puskesmas Sobo, Kabupaten Banyuwangi Muhammad, Khansa Fatihah; Wulandari, Ratna Dwi
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.199

Abstract

Kabupaten Banyuwangi pada awal tahun 2019 meresmikan program pelayanan ‘Mal Orang Sehat (MOS)’ dan diimplementasikan pada seluruh 45 Puskesmas di Banyuwangi. MOS bertujuan untuk mewujudkan paradigma sehat yang juga merupakan salah satu prinsip penyelenggaraan Puskesmas. Kunjungan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan MOS disebut juga dengan, “Kunjungan sehat”. Target capaian MOS adalah persentase kunjungan sehat yang lebih tinggi dari kunjungan sakit. Berdasarkan data dari Dinas Kabupaten Kesehatan Banyuwangi, diketahui bahwa pada bulan Januari sampai Desember 2019, persentase kunjungan sehat terendah di Kabupaten Banyuwangi berada di Puskesmas Sobo dengan persentase sebesar 7,47%. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif ini ini dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pelayanan MOS di Puskesmas berdasarkan Precaution Adoption Process Model (PAPM). Teknik sampling yang digunakan adalah proportional sampling dengan sejumlah 100 orang sampel yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden masyarakat (51%) berada pada stage 1 berdasarkan PAPM, yang berarti mayoritas masyarakat wilayah kerja Puskesmas Sobo sama sekali belum mengetahui adanya pelayanan MOS di Puskesmas. Oleh karena itu, rekomendasi yang dapat diberikan adalah dengan meningkatkan dan memperkuat promosi kesehatan MOS, agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui pelayanan MOS dan demi terwujudnya target capaian MOS di Puskesmas.
Healthy Workplace Guidelines (Who) Dimensi Lingkungan Fisik Pada Perusahaan X Di Surabaya Mardhani, Mochamad Azhari; Rachmayanti, Riris Diana; Soedarwanto, Soedarwanto
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.208

Abstract

Promosi kesehatan di tempat kerja adalah upaya memberdayakan dan melindungi pekerja dari bahan-bahan berbahaya di lingkungan kerja yang dapat membahayakan baik lingkungan di dalam dan di luar tempat kerja. Perusahaan X di Surabaya adalah salah satu tempat kerja yang bergerak dalam penyedia layanan pangan bertaraf internasional. Lingkungan fisik pada Perusahaan X Surabaya adalah salah satu faktor pendukung yang dapat berdampak pada keamanan pangan pada Perusahaan X Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran promosi kesehatan di tempat kerja dalam dimensi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskirptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dari hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen Perusahaan X Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui gambaran situasi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa gambaran promosi kesehatan di tempat kerja pada perusahaan X di Surabaya secara keseluruhan sudah dalam status baik dan memiliki kesesuaian dengan salah satu indikator dari Healthy Workplace Guidelines dari WHO yakni dimensi faktor lingkungan fisik. Namun, masih ditemukan salah satu indikator dalam status kurang yaitu pada indikator pemenuhan Alat Pelindung diri (APD) bagi pekerja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyelenggaraan promosi kesehatan di tempat kerja Perusahaan X Surabaya dapat dipertahankan serta terdapat beberapa indikator yang perlu diperhatikan lebih seksama agar dapat mengendalikan bahaya yang ditimbulkan dari faktor lingkungan fisik.
Program Desa Wisata Sugihwaras Kediri Sebagai Implementasi Ottawa Charter Aminati, Megawati Nasehatul; Zarnuzi, Yudhi Ahmad
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.212

Abstract

Desa wisata merupakan potensi pariwisata yang dikembangkan di suatu wilayah dengan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kesehatan dan pariwisata memiliki hubungan. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu upaya dalam melakukan pemeliharaan kesehatan contohnya penanggulangan stress. Namun masih banyak permasalahan dalam pariwisata yang dibuktikan dari indikator yang memiliki hasil buruk pada survey kepuasan wisata meliputi, faktor keselamatan , faktor sarana transportasi, fasilitas keselamatan, akses dan permasalahan sanitasi seperti kebersihan toilet dan ketersediaan tempat sampah serta tempat cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat program desa wisata di Desa Sugihwaras Kabupaten Kediri sebagai salah satu satu bentuk desa wisata yang memenuhi indikator pariwisata sehat dengan mengimplementasikan “Ottawa Charter” . Dengan demikian, desa wisata dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Metode: Termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomena. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian dokumen dan FGD. Informan sejumlah 13 orang didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu pengurus lembaga desa wisata, masyarakat anggota kelompok kerja serta penanggung jawab dari Puskesmas Ngancar. Hasil: Upaya promosi kesehatan di Desa Wisata Sugihwaras telah diterapkan. Termasuk pada aspek pemberdayaan masyarakat yang terdapat pada strategi promosi kesehatan. Kesimpulan : Kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan belum optimal. Saran : Perlu adanya penguatan pemberdayaan pada aspek kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan.
Studi Benchmarking Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Sananwetan Mulyawati, Sinta Nabilah; Rochmah, Thinni Nurul
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.224

Abstract

Program Imunisasi Dasar Lengkap merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Salah satu indikator keberhasilan dari program tersebut adalah Universal Child Immunization (UCI). Pada tahun 2016-2018, Puskesmas Sukorejo Kota Blitar mengalami penurunan capaian kelurahan UCI sebesar 28,56%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan faktor input dan faktor proses Program Imunisasi Dasar Lengkap antara Puskesmas Sukorejo dengan Puskesmas Sananwetan guna menyusun upaya peningkatan cakupan kelurahan UCI di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan metode benchmarking. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan Penanggung jawab Program Imunisasi Dasar Lengkap dari Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Sananwetan. Variabel yang menjadi bahan studi benchmarking antara lain faktor input meliputi petugas imunisasi; dana; sarana dan prasarana; dan kebijakan atau SOP serta faktor proses yang terdiri dari perencanaan; pelaksanaan pelayanan; serta pemantauan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebijakan atau SOP, tahap perencanaan, serta tahap pemantauan dan evaluasi yang ada di Puskesmas Sananwetan memiliki kondisi dan pelaksanaan yang lebih baik dibandingkan dengan Puskesmas Sukorejo. Masalah yang ditemukan antara lain tingginya surviving infant, masih adanya penolakan imunisasi dari beberapa orangtua bayi, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta adanya kawasan elite yang sulit dijangkau oleh petugas. Kesimpulan dari penelitian adalah perlunya Puskesmas Sukorejo untuk melakukan benchmark khususnya pada variabel kebijakan atau SOP, tahap perencanaan, serta tahap pemantauan dan evaluasi.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Gunawan, Heri; Anggraeni, Ike; Nurrachmawati, Annisa
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.283

Abstract

Tingginya angka kasus positif COVID-19 menyebabkan masyarakat untuk mengubah kebiasaan dan cara berkomunikasi luring menjadi daring. Hal ini berdampak tingginya penggunaan media sosial pada remaja yang dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja. Pengaruh dari penggunaan sosial media secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental seperti stres, kecemasan, depresi, rendahnya self esteem, gangguan tidur, dan body image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari intensitas penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 200 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dikumpulkan secara online menggunakan google form dan data dianalisis dengan uji korelasi pearson product moment. Hasil studi menunjukkan terdapat 24.5% mahasiswa mengalami stress sedang, 10.5% lainnya mengalami stress parah dan 6% mengalami stress sangat parah.. Korelasi positif ditemukan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat stres (p-value = 0,001, r =0,270). Kesimpulan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin parah tingkat stres yang dialami. Temuan ini menunjukkan perlunya memberikan informasi kepada remaja mengenai bagaimana penggunaan media sosial yang tepat dan sehat untuk meminimalisir dampak negatif terutama kesehatan mental remaja.
Ketahanan Pangan, Asupan Zat Gizi dan IMT Pada Remaja Pasca Bencana Di Kota Palu Aiman, Ummu; Hartini, Diah Ayu; Ariani, Ariani; Nurulfuadi, Nurulfuadi; Rakhman, Aulia; Fitrasyah, St Ika; Pradana, Fendi; Nadila, Devi
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.284

Abstract

Bencana memiliki dampak yang dapat merugikan manusia, termasuk remaja yang merupakan masa emas dimana anak harus dibekali makanan yang cukup gizi sebagai acuan dasar untuk kelangsungan hidupnya yang akan datang tanpa mengalami gangguan yang akan mengganggu proses tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan pangan, asupan zat gizi dan indeks masa tubuh (IMT) pada remaja pasca bencana di Kota Palu. Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Palu yang dekat dengan lokasi bencana gempa bumi, tsunami dan liquifaksi dengan total sampel 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan kategori tahan pangan lebih besar (61,46%) dibandingkan dengan kategori rawan pangan dengan kelaparan (10,42%) dan kategori rawan pangan tanpa kelaparan (28,12%). Kemudian asupan energi dengan kategori kurang lebih besar (98,96%) dibandingkan dengan kategori cukup (1,04%) dan IMT siswa sebagian besar masuk dalam kategori underweight (58,33%). Kesimpulan bahwa remaja yang terkena dampak bencana masih termasuk dalam kategori tahan pangan namun asupan gizi kurang yang mengakibatkan berat badan kurang sehingga berpengaruh pada IMT kategori underweight.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Pasien Pasca Stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Alfisyah, Finni; Marselina, Mareselina; Hasanah, Hasanah; Rau, Muhammad Jusman
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.347

Abstract

Stroke menyebabkan kelumpuhan hemiplegia/hemiparesis yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan otak pada bagian berlawanan anggota tubuh. Kelumpuhan tersebut menyebabkan kecacatan pada pasien sehingga sulit untuk melakukan aktivitas dan menjadi bergantung kepada orang lain. Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab utama kecacatan di dunia. Data Riskesdas Tahun 2018 untuk Wilayah Sulawesi Tengah mengenai prevalensi PTM menunjukkan stroke berada pada urutan ke dua dengan persentasi 10,9%. Activity Daily Living (ADL) adalah proses rehabilitasi dengan membiasakan pasien beraktivitas secara mandiri meliputi penggunaan toilet, makan, berpakaian/berdandan dan berpindah tempat, dengan merapkan ADL membantu pasien agar cepat pulih dari ketergantungannya. Kemandirian ADL dapat terhambat jika dukungan yang diterima kurang, adanya depresi dan keparahan stroke yang diderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 70 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman rank dengan hasil analisis variabel tingkat depresi terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,000, hasil analisis variabel dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,047, dan hasil analisis variabel jenis stroke terhadap kemandirian ADL yaitu ρ-value 0,524. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis stroke yang diderita terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.

Page 1 of 2 | Total Record : 18