cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): issue" : 29 Documents clear
Pengaruh Media Gamifikasi Pada Platform Educaplay Terhadap Self-Efficacy Dan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran IPS Dinda Zalsa Bella Sintya Nur Intan, Dinda
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pembelajaran IPS menuntun pendekatan yang dapat memberikan pengalaman belajar bermakna dan meningatkan keterlibatan aktif peserta didik. Pembelajaran yang sering kali menggunakan pendekatan konvensional serta bersamaan menggunakan media tradisional atau non-digital mengakibatkan kejenuhan dalam aktivitas belajar yang berdampak negatif pada tingkat kepercayaan diri (Self-efficacy) dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk menemukan aktivitas belajar yang menyenangkan dan inovatif dalam meningkatkan aspek psikologis peserta didik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh media gamifikasi pada platform Educaplay terhadap tingkat Self-efficacy dan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS. penelitian ini menggunakan desain kuantittatif eksperimen semu (Quasi-experimental design) melalui pendekatan post-test only control grup design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 24 Surabaya dengan mengambil sampel sejumlah 56 peserta didik yang terdiri dari kelas 7A sebagai kelas eksperimen dan kelas 7C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi, yang dianalisis melalui uji regresi linear sederhana dan uji independent t-test dengan bantuan aplikasi IBM Statistics 26 for window. Pengujian hipotesis menggunakan uji prasayat normalitas (Shapiro-Wilk), homogenitas (Levene), heterokedastisitas (glejser), dan linearitas (deviation from liniearity). Proses penerapan media gamifikasi pada platform educapaly menggunakan metode pembelajaran games based learning yang memanfaatkan elemen-elemen permainan. Pemanfaatan teknologi interaktif dengan unsur permainan sebagai inovasi belajar yang diterapkan dalam pembelajaran berpengaruh pada peningkatan Self-efficacy dan motivasi bellajar pesertadidik. Hasil penelitian menyatakan bahwa media gamifikasi pada platform educaplay berpengaruh positif dan signifikan terghadap tingkat Self-efficacy dan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS.
The Effectiveness of Role Playing Learning Model in Improving Students' Understanding of Social Studies Learning at SMP Negeri 24 Surabaya: Efektivitas Model Pembelajaran Role Playing Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 24 Surabaya Aziza, Rifky
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine whether or not there is an effect of the use of role-playing learning models on the understanding of class VIII students who are taking social studies lessons. The background of this study is based on the lack of students' understanding of social studies material which is abstract and theoretical, so a more interactive and contextual learning approach is needed. SMP Negeri 24 Surabaya was the location of the research conducted in the 2024/2025 academic year. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental model, using the Pretest-Posttest Control Group Design. The research subjects consisted of two classes, namely class VIII-A as the experimental class and class VIII-D as the control class. Data were obtained through understanding tests before and after treatment, which were then analyzed using the independent sample t-test. The results of the analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.000 <0.05, which means there was a significant difference between the experimental group and the control group. Thus, it can be stated that the role-playing learning model has proven effective in improving students' understanding of social studies subjects.
ANALISIS JENIS CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL “TIKTOK” PADA KALANGAN REMAJA Dannis Indra Kuncoro; Nuansa Bayu Segara; Niswatin; Sugiantoro
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena cyberbullying yang terjadi di media sosial, khususnya TikTok. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja Indonesia, karakteristik remaja usia 15–19 tahun yang interaktif dan ekspresif menjadikan mereka rentan terhadap interaksi yang berpotensi memunculkan kekerasan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis cyberbullying yang terjadi di platform TikTok serta memahami dampak psikologis dan sosialnya dalam kerangka teori konstruksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif yang menampilkan remaja sebagai subjek atau objek cyberbullying. Data dikumpulkan melalui observasi dokumentatif terhadap video dan komentar, kemudian dianalisis dengan mengacu pada tipologi cyberbullying, serta teori konstruksi sosial. Analisis difokuskan pada proses eksternalisasi (ekspresi nilai kekerasan), objektivasi (penerimaan sosial melalui like dan komentar), serta internalisasi (pembentukan persepsi bahwa perilaku tersebut merupakan hal wajar dalam dunia digital). Hasil penelitian menunjukkan bahwa flaming dan Harassment merupakan bentuk yang paling dominan. Tindakan ini dijelaskan melalui proses eksternalisasi (ekspresi kekerasan verbal di ruang digital), objektivasi (penerimaan kolektif sebagai norma), dan internalisasi (penerimaan oleh korban sebagai bagian dari kenyataan sosial). Dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan emosional seperti kecemasan, penurunan harga diri, dan kecenderungan menarik diri (self-withdrawal), serta munculnya trauma publik di kalangan korban. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam memperkaya kajian akademik dan praktik edukasi media sosial yang etis dan reflektif, dengan menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran etika bermedia sosial. Temuan ini dapat dijadikan sumber pembelajaran kontekstual, terutama untuk membentuk karakter remaja yang kritis, empatik, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Uno Stacko Terhadap Pencapaian Student Well-Being Pada Pembelajaran IPS Kelas IX di SMP Negeri 5 Sidoarjo Sayyidah Navis Sairah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran sebagai sarana penyampaian informasi dalam pembelajaran perlu untuk diperhatikan pendidik agar dapat menciptakan student well-being dalam proses pembelajaran. Hal ini karena well-being merupakan suatu persoalan penting terkait dengan kondisi psikologis peserta didik. Peserta didik dengan well-being baik akan membawa pengaruh positif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis terkait penggunaan media pembelajaran “Uno Stacko” terhadap pencapaian student well-being pada pembelajaran IPS kelas IX. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data ialah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa data yang terkumpul berdistribusi normal dan homogen. Hasil Uji Independent Sample T-Test menunjukkan perolehan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, interpretasi dari hasil tersebut yakni terdapat perbedaan yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran “Uno Stacko” terhadap pencapaian student well-being pada pembelajaran IPS kelas IX. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan uji N-Gain Score yang diperoleh nilai mean sebesar 83,8 pada kelas eksperimen, dan nilai mean sebesar 34,3 pada kelas kontrol. Berdasarkan acuan tabel kriteria efektivitas N-Gain, media pembelajaran Uno Stacko “efektif” untuk digunakan dalam pencapaian student well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan media inovatif dan interaktif seperti "Uno Stacko" dapat berfungsi sebagai strategi pedagogis yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis peserta didik, khususnya dalam konteks pembelajaran IPS di SMP Negeri 5 Sidoarjo.
Pengembangan Media Berbasis ICT: E-Book Scan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPS Brillianka Irly Sumardi; Sukma Perdana Prasetya; Katon Galih Setyawan; Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT berupa E-Book SCAN yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE. Media E-Book SCAN dikembangkan menggunakan platform Carrd yang memuat ringkasan materi, video pembelajaran, dan soal evaluasi yang terhubung dengan Google Form. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Surabaya sebanyak 62 orang. Hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media tersebut. Oleh karena itu, media E-Book SCAN terbukti efektif untuk digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran IPS berbasis TIK.
Peran Bumdes Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Dewi Wulan Maulidyah; Wiwik Sri Utami; Muhammad Ilyas Marzuqi; Dian Ayu Larasati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan aspek krusial dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam upaya tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memainkan peran strategis sebagai wadah pengelolaan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji peran BUMDes Gema Mandiri di Desa Sekapuk, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai contoh praktik pemberdayaan yang berhasil di tingkat desa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola BUMDes, aparat desa, dan masyarakat, serta observasi langsung dan studi dokumentasi terhadap aktivitas dan laporan keuangan BUMDes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Gema Mandiri berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi desa. Pengelolaan unit-unit usaha yang efektif, partisipasi aktif masyarakat, dan dukungan pemerintah desa menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut. Data perkembangan finansial BUMDes dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan peningkatan pendapatan dari Rp800 juta hingga mencapai Rp3,7 miliar. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa BUMDes mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi peran BUMDes dapat menjadi model dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berbasis potensi lokal.
Pengaruh Problem Based Learning Dengan Modeling The Way Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPS Di SMP Islam Perlaungan Ayu Sya'dyah; Nuansa Bayu Segara; Agus Suprijono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Modeling the Way dipandang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan Modeling the Way terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Perlaungan pada tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII. Instrumen yang digunakan berupa soal pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan kategori kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Persentase N-Gain sebesar 38,2% menunjukkan bahwa model PBL dengan pendekatan Modeling the Way cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.
PENGGUNAAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Alif Musdalifah; Wiwik Sri Utami; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS yang masih dominan bersifat teoritis dan hafalan berkontribusi pada rendahnya minat belajar serta tingginya risiko miskonsepsi, khususnya pada materi Geografi dan Sosiologi yang memuat banyak istilah kompleks. Metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik menjadi salah satu penyebab siswa cepat bosan dan kesulitan memahami materi. Beberapa guru hanya mengandalkan gambar dari buku tanpa penjelasan lanjutan, padahal banyak materi membutuhkan penjabaran lebih lanjut. Kesulitan juga muncul karena banyak istilah dalam materi Geografi dan Sosiologi yang belum familiar bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai ulangan harian yang mencerminkan adanya miskonsepsi dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat miskonsepsi siswa dan mendeskripsikan indeks profil menggunakan pendekatan Certainty of Response Index (CRI) pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Deket untuk mengukur keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory untuk mengkaji miskonsepsi siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui tes CRI, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan siswa dan guru. Pendekatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang tingkat, penyebab, dan faktor pemicu miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada pada kategori tingkat kesukaran sedang, dengan variasi pemahaman dan miskonsepsi yang signifikan. Meskipun beberapa soal mudah dapat dijawab dengan benar, masih ditemukan miskonsepsi yang menunjukkan pemahaman konseptual yang dangkal. Temuan ini mengindikasikan keterbatasan pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang memberikan ruang bagi eksplorasi, refleksi, dan keterlibatan aktif siswa. Selain itu, faktor transisi dari pendidikan dasar ke menengah serta rendahnya minat belajar dan kebiasaan berpikir kritis turut menjadi penyebab dominan munculnya miskonsepsi. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada soal nomor 17 dan 22 (43,24%), sedangkan ketidakpahaman paling tinggi terjadi pada soal nomor 21 (74,32%). Penggunaan CRI sebagai alat evaluasi konseptual mampu mengungkap tingkat pemahaman siswa dan mengelompokkan mereka berdasarkan kategori pemahaman, yaitu: paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan tidak memahami konsep. Diperlukan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang bersifat kontekstual, interaktif, dan berbasis inkuiri untuk membangun pemahaman konseptual yang utuh serta menurunkan tingkat miskonsepsi dalam pembelajaran IPS.
Studi Dinamika Lingkungan Sekolah sebagai Faktor Pendukung Kemandirian Belajar IPS pada Siswa Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya Aleyda Putri Sabina
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan menghadapi tantangan zaman. Salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui penguatan kemandirian belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam konteks pendidikan inklusif, dinamika lingkungan sekolah baik dari sisi fisik, sosial, maupun akademik menjadi faktor penting yang turut membentuk kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana elemen-elemen lingkungan sekolah dapat menjadi faktor pendukung dalam membentuk kemandirian belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan siswa kelas VIII, guru, serta pihak sekolah. Analisis data mengacu pada teori ekologi Bronfenbrenner yang menekankan pada interaksi antar sistem lingkungan dalam memengaruhi perkembangan individu. Penelitian ini mengkaji bagaimana elemen-elemen lingkungan sekolah saling berinteraksi dalam mendorong perilaku belajar mandiri siswa, khususnya dalam pembelajaran IPS yang berlangsung dalam suasana kelas inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang nyaman, interaksi sosial yang harmonis, dan pendekatan akademik yang fleksibel memberikan kontribusi besar dalam mendorong kemandirian belajar siswa. Hambatan yang muncul antara lain kurangnya adaptasi antar siswa, keterbatasan media pembelajaran interaktif, serta belum optimalnya metode pembelajaran aktif oleh guru. Strategi yang efektif meliputi penggunaan pembelajaran berbasis proyek, penerapan sistem moving class, pemanfaatan media digital interaktif, serta pelaksanaan pembelajaran luar kelas. Keseluruhan dinamika ini membuktikan bahwa lingkungan sekolah yang adaptif dan inklusif berperan penting dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa secara berkelanjutan khususnya dalam pembelajaran IPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA BELAJAR KOMIK DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP LABSCHOOL UNESA 3 Destrian Syharani Machjaya
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di era digital menuntut inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan media komik digital terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMP Labschool UNESA 3. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran dan tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, dengan menetapkan kelas VII-B atas pertimbangan guru IPS karena memiliki karakteristik yang heterogen, baik dari segi akademik maupun sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 54,4 pada pretest menjadi 85,7 pada posttest, yang membuktikan adanya pengaruh positif model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, presentase keterlaksanaan pembelajaran juga meningkat dari pertemuan pertama 92%, pada pertemuan kedua menjadi 97%, hingga pertemuan ketiga menjadi 100%, menandakan model cooperative learning tipe jigsaw berbantuan media komik digital dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran IPS.

Page 2 of 3 | Total Record : 29