cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Budaya Sekolah Di SMPN 5 Sidoarjo Elfasta, Lady; Imron, Ali; Prastiyono, Hendri; Riyadi, Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 3 No. 4 (2023): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v3i4.57141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk praktik kompetisi dalam implementasi budaya sekolah Gerakan Asah, Asih, Asuh (GA3) dan mendeskripsikan dampak interaksi sosial pada praktik kompetisi budaya sekolah Gerakan Asah, Asih, Asuh (GA3). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diambil menggunakan metode wawancara mendalam. Subjek penelitian ini adalah pihak guru tim pengembangan budaya sekolah GA3, guru pendamping kelompok GA3, dan ketua kelompok GA3. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif dengan penyajian data dalam bentuk deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kegiatan positif yang paling sering dilakukan kelompok GA3 dalam berpartisipasi melakukan praktik kompetisi adalah kegiatan membersihkan area lingkungan sekolah, seperti musholla, toilet, dan perpustakaan, kegiatan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), serta kegiatan berbagi. Interaksi sosial asosiatif yang terjadi adalah kerjasama, dimana dengan semangat kerjasama dapat berdampak memberikan dorongan untuk terus melakukan berbagai kegiatan positif. Selanjutnya adalah akomodasi, dengan akomodasi berdampak membuat anggota kelompok GA3 saling introspeksi dan menjadikannya sebuah proses untuk memperbaiki kinerja kelompok menjadi lebih baik. Selain itu, juga terdapat interaksi sosial disosiatif yaitu kontravensi, aklibat dari permasalahan yang terjadi berdampak membuat kelompok GA3 tidak dapat konsisten dan bersatu untuk saling bekerjasama melakukan kegiatan positif. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai rekomendasi penguatan pembelajaran IPS, materi sosiologi pada kelas VII terkait bab interaksi sosial dan lembaga sosial.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran IPS sebagai Upaya Pengembangan Kemampuan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VIII UPT SMP Negeri 31 Gresik Tamama, Izza Hafia; Larasati, Dian Ayu; Marzuqi, Muhammad Ilyas; Segara, Nuansa Bayu
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 3 No. 4 (2023): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v3i4.57150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam terkait penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan upayanya terhadap perkembangan kemampuan kolaborasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan jenis pendekatan deskriptif. Subjek penelitian atau informan adalah seluruh peserta didik kelas VIII B UPT SMP Negeri 31 Gresik. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPS sebagai upaya pengembangan kemampuan keterampilan kolaborasi peserta didik VIII B UPT SMP Negeri 31 Gresik ini memiliki peran serta dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi peserta didik. Didukung hasil penelitian yang menunjukkan perkembangan dari pertemuan pertama hingga pertemuan kedua. Diperoleh bahwa lebih dari setengahnya jumlah peserta didik masuk dalam kategori kolaboratif, kemudian kurang dari setengahnya jumlah peserta didik masuk dalam kategori sangat kolaboratif, dan sebagian kecil peserta didik masuk dalam kategori cukup kolaboratif. Perkembangan yang sangat terlihat yaitu ketika perbaikan dalam interaksi dan kolaborasi antar peserta didik pada saat pembelajaran yang menggambarkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif secara langsung terhadap pengembangan keterampilan sosialnya juga.
Pengembangan LKPD untuk Outdoor Learning di Museum Trinil Ngawi Jawa Timur pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII (Studi Kasus di SMPN 2 Kedunggalar) Purnomo, Rahmat
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 3 No. 4 (2023): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v3i4.57515

Abstract

Pembelajaran outdoor learning merupakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Kegiatan pembelajaran secara outdoor learning dalam penelitian ini memanfaatkan Museum Trinil sebagai lokasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan LKPD IPS untuk pembelajaran secara outdoor learning di Museum Trinil; (2) menganalisis kelayakan LKPD outdoor learning; (3) mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD untuk outdoor learning. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan penelitian dan pengembangan (Research & Development) model 4D oleh (Thiagarajan 1974). Pengambilan data dilakukan di Museum Trinil Ngawi dan peserta didik kelas VII SMPN 2 Kedunggalar. Tahap awal penelitian yaitu define yaitu mendefinisikan penelitian dengan mengambil data di lokasi penelitian. Tahap design merupakan perancangan perangkat untuk pembelajaran berupa modul ajar dan LKPD serta instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi perangkat dan lembar respon peserta didik. Tahap development merupakan validasi awal perangkat pembelajaran oleh validator. Setelah divalidasi kemudian diujicobakan kepada peserta didik di museum. Hasil dari uji coba berupa skor yang didapat setelah mengerjakan LKPD. Hasil penelitian ini ialah telah dihasilkannya LKPD untuk pembelajaran secara outdoor learning di Museum Trinil yang telah layak digunakan ditinjau melalui penilaian kelayakan oleh validator perangkat dan diujicobakan terhadap peserta didik langsung di museum sebagai aktivitas pembelajaran outdoor learning.
Hubungan Pola Asuh Keluarga Industri dan Budaya Disiplin Dalam Pembelajaran IPS Terhadap Kedisiplinan Siswa UPT SMP Negeri 33 Gresik Yunita, Laila Devi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 1 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i1.58568

Abstract

Kabupaten Gresik menjadi salah satu pusat kawasan industrialisasi, salah satunya Kecamatan Driyorejo. Dimana semakin tingginya tuntutan ekonomi dan kesetaraan gender menjadikan banyak perempuan bekerja. Tak jarang perempuan yang bekerja diharuskan untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah dalam kesibukannya. Padahal ada seorang ayah yang juga bertanggug jawab dalam pengasuhan anaknya, namun karena alasan lelah bekerja mereka lebih banyak takk acuh akan anaknya dan beranggapan bahwa tugasnya hanya mencari nafkah. Sehingga kelalalaian pengasuhan ini menjadikan anak berperilaku buruk. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) hubungan pola asuh keluarga industri dengan kedisiplinan siswa 2) hubungan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dengan kedisiplinan siswa, 3) hubungan pola asuh keluarga industri dengan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dan 4) hubungan pola asuh keluarga industri dan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS terhadap kedisiplinan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-korelasional, yaitu mencari ada tidaknya hubungan antar variabel dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemberian angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa UPT SMP Negeri 33 Gresik yang kedua orang tuanya bekerja di pabrik. Hasil dari penelitian ini adalah 1) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dengan kedisiplinan siswa, 2) ada hubungan positif antara budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dengan kedisiplinan siswa, 3) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dengan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dan 4) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS secara bersama-sama terhadap kedisiplinan siswa. Kedua variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 27,7%.
Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division Untuk Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Safrida, Kamelia Wulandari; Setyawan, Katon Galih; Segara, Nuansa Bayu; Prastiyono, Hendri
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 1 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i1.58722

Abstract

Pembelajaran Student Team Achievement Division merupakan model pembelajaran yang dilakukan secara terpusat kepada siswa melalui belajar kelompok yang disetting secara terstruktur dengan bantuan guru sebagai fasilitator. Dalam penelitian ini menemukan fakta bahwa siswa yang memiliki antusias tinggi dalam mencari jawaban dari berbagai sumber belum tentu memiliki rasa percaya diri dalam menyampaikan pertanyaan maupun mengemukakan pendapatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan rasa ingin tahu siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPS. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu penelitian deskriptif. Subjek penelitian yang terdapat dalam penelitian ini adalah siswa di kelas IX-E SMP Negeri 1 Bangilan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian memperoleh kesimpulan bahwa perkembangan tingkat rasa ingin tahu siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan penerapan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Bangilan selama lima pertemuan.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Konflik dan Integrasi Dalam Kehidupan Sosial di SMPN 58 Surabaya Ihsanuddini, Tiara Wahidiyah; Khotimah, Kusnul; Prasetya, Sukma Perdana; Utami, Wiwik Sri
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 2 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i2.58833

Abstract

Proses pembelajaran dibutuhkan seorang guru yang memberikan kemampuan dan mengembangkan potensi pembelajaran. Model Problem Based Learning dinilai efektif memungkinkan siswa untuk mencari solusi dan penyelesaian permasalahan sendiri sehingga pemahaman konsep materi konflik dan integrasi sosial dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar perbedaan pengaruh pembelajaran model problem based learning pada materi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial ini terhadap meningkatkan hasil pembelajaran siswa SMPN 58 Surabaya. Pada penelitian ini mempergunakan metode pendekatan eksperimen. Desain penelitian ini tipe one shot case study yang merupakan penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan atau treatment pada suatu kelompok. Pada kelas eksperimen model pembelajaran yang diterapkan mempergunakan metode PBL, sementara pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Hasil pengolahan data yang dilakukan menggunakan SPSS versi 22, hasil belajar dikelas eksperimen dan kelas kontrol yang mempergunakan uji T dengan taraf sig. 5% didapatkan nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 dan 0,005 pengaruh model pembelajaran PBL pada hasil belajar pada materi konflik dan integrasi sosial di SMP 58 Surabaya. Kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning pada materi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial ini terdapat peningkatan hasil belajar siswa di SMPN 58 Surabaya. Penerapan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar pada materi konflik dan integrasi kehidupan sosial di SMPN 58 Surabaya dikategorikan baik, perihal ini diketahui dari rata-rata nilai akhir pembelajaran siswa kelompok eksperimen yaitu 85,5. sementara untuk rata-rata nilai akhir pembelajaran siswa kelompok kontrol yaitu 70,2.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPS Luar Kelas Bab Manusia Tempat dan Lingkungan di Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Lailiyah, Khoirotul
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 1 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i1.58844

Abstract

Abstrak Pembelajaran IPS harus menyenangkan, bermakna dan tentunya kontekstual dengan kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPS luar kelas yang layak sebagai inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara efektif. Penelitian dan pengembangan RnD dijalankan dengan model ADDIE dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Proses penelitian melibatkan subjek dan responden penelitian siswa dan guru IPS kelas VII MTs Darul Hikmah Prasung, kelayakan modul divalidasi oleh ahli materi dan ahli media yang merupakan dosen S1 Pendidikan IPS Unesa. Penelitian Pengembangan Modul Pembelajaran IPS Luar Kelas Materi Manusia Tempat dan Lingkungan untuk Kelas VII di MTs Darul Hikmah Prasung, menghasilkan menghasilkan modul pembelajaran IPS luar kelas yang disusun berdasarkan langkah-langkah pengembangan ADDIE dengan hasil validasi dari dua orang validator ahli dalam bidang materi dan media berupa kevalidan denga skor sama yaitu 4,3 dengan kategori sangat layak untuk diaplikasikan kepada pembelajaran IPS. Hasil pengolahan data dengan penghitungan hasil selisih rata-rata skor pre-test dan post- tes, penghitungan hasil ketuntasan pembelajaran, penghitungan hasil rata-rata N-gain, hasil uji normalitas dan dilanjutkna dengan hasil uji T berpasangan menunjukkan efetivitas penggunaan Modul Pembelajaran IPS Luar Kelas Materi Manusia Tempat dan Lingkungan untuk Kelas VII. Siswa yang terdampak modul memiliki pengalaman yang unik dari pembelajaran yang biasa mereka lakukan saat hanya di dalam kelas, hal ini terlihat dalam hasil angket respon siswa yang menghasilkan skor rata-rata sebesar 4,3, presentase 86% dengan kategori siswa sangat setuju pada 10 pernyataan positif terkait penggunaan modul.
Strategi Penerapan Pembelajaran IPS Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Di SMPN 31 Gresik Nurasita, Putri Intan; Riyadi, Riyadi; Suprijono, Agus; Marzuqi, Muhammad Ilyas
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang lahir saat pandemi Covid-19 di Indonesia. Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan juga berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta keterampilan peserta didik. Kurikulum merdeka lebih memberi ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Pembelajaran berdiferensiasi ini memiliki kesinambungan yang kuat dengan kurikulum merdeka yang saat ini sedang dilaksanakan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan jawaban dari tujuan kurikulum merdeka yakni menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka di UPT SMPN 31 Gresik . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti menjadi subyek yang terjun langsung melaksanakan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai wujud implementasi kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan tiga elemen (konten, proses, produk) mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mengembangkan kreativitas peserta didik. Melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi peserta didik merasa diberikan ruang untuk mengekspresikan bakat dan kemampuannya.
PEMAKNAAN PESERTA DIDIK SEBAGAI PEMAIN KESENIAN BESUTAN JOMBANG (Studi Kasus di SMPN 2 Megaluh) Setiawan, Wahyu; Segara, Nuansa Bayu; Suprijono, Agus; Imron, Ali
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 2 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i2.59568

Abstract

Penelitia ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan kesenian besutan pada para pemain kesenian besutan yaitu siswa-siswi SMPN 2 Megaluh Jombang. Penelitian ini merupakan penlitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi, teori yang digunakan ialah teori interaksi simbolik sebagai pisau analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumetasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengn menggunakan tujuh informan. Hasil dari pengumpulan data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data sesuai dengan miles, hurberman dan George Herbert Mead. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesenian besutan sebagai bentuk komunikasi ritual difungsikan sebagai tempat untuk merukunkan lingkungan sekitar peneguhan kepercayan bersam, penghormatan leluhur, permohonan kesalamatan dan menjauhkan dari mara bahaya. Kesenian besutan masih jarang dilestarikan meski tempat asal berada dikabupaten jombang. Mekipun dalam makna serta filososi yang terkadung dalam kesenian besutan banyak sekali nilai-nilai yang selaras dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat simbol-simbol yang sarat akan makna. Pada prosesnya terdapat pemakanaan berbeda-beda dari setiap individu tergantung dari latar belakangnya. Meskipun dari penjelasan yang didapat dari narasumber terdapat upaya untuk menghormati pemahaman yang telah disepakati bersama.
Implementasi Pendidikan Karakter Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) Sebagai Strategi Mengatasi Perundungan di UPT SMP Negeri 27 Gresik Setiyanto, Tegar; Imron, Ali; Niswatin, Niswatin; Riyadi, Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 2 (2024): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v4i2.59990

Abstract

Abstrak Salah satu upaya penanaman pendidikan karakter kepada peserta didik dengan menggunakan budaya 5S(Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Budaya ini menjadi pedoman bertingkah laku di UPT SMP Negeri 27 Gresik, dan sebagai program pembiasaan. Program pembiasaan diberikan melalui kegiatan 5S yang rutin dilakukan setiap hari. Namun, nilai karakter yang ada dalam budaya 5S ini masih belum bisa melekat sepenuhnya kedalam diri peserta didik. Sehingga perlu diberikannya pembaruan dengan penekanan budaya 5S pada semua kegiatan yang ada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter budaya 5S(Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) dan Strategi untuk mengatasi perundungan di UPT SMP Negeri 27 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diambil menggunakan metode wawancara mendalam. Pihak yang terlibat dalam penelitian ini diantaranya WK kesiswaan, guru pendidikan ilmu pengetahuan sosial, guru pendidikan kewarganegaraan, guru bimbingan konseling, dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik interaktif oleh Miles Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 5S(Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) mampu meminimalisir tingkat perundungan di UPT SMP Negeri 27 Gresik. Budaya ini juga membentuk karakter dari siswa-siswi menjadi lebih beretika dengan ditanamkannya nilai karakter yang ada dalam budaya 5S ini seperti toleransi, cinta damai, bersahabat dan komunikatif, disiplin, dan bertanggung jawab. Program budaya 5S dikatakan berhasil dikarenakan meminimalisir dampak negatif dari perundungan. Meskipun perilaku perundungan meningkat setiap tahunnya, namun hampir semua perilaku perundungan bisa diselesaikan oleh siswa itu sendiri.