cover
Contact Name
Muharsyam Dwi Anantama
Contact Email
muharsyam.anantama@fkip.unila.ac.id
Phone
+6287715316393
Journal Mail Official
sakabahasa73@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro, No.1 Gedongmeneng.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 31105920     DOI : https://doi.org/10.23960/sakabahasa
Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 51 Documents
KARAKTERISTIK TINGKATAN (TARAF) AJEKTIVA DALAM KUMPULAN CERPEN RUMAH IBU KARYA HARRIS EFFENDI THAHAR: KAJIAN MORFOLOGI Syura Anjeliska; Agustina
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2122

Abstract

This study aims to analyze the adjectives used in the short story collection Rumah Ibu by Harris Effendi Thahar, focusing on two main areas: (1) the forms of adjectives utilized, and (2) the degrees of adjectives employed to describe the quality or intensity of a trait. The research employs a qualitative descriptive method using the teknik simak bebas libat cakap (non-participatory observation technique). Data were collected from sentences containing adjectival forms and degrees found within the collection. The results reveal 303 data points categorized according to Kridalaksana’s (1994) theory, comprising basic adjectives (246 data), derivative adjectives (51 data), and compound adjectives (6 data), with basic adjectives being the most dominant. Regarding the degrees of adjectives, also based on Kridalaksana’s (1994) theory, the positive degree is the most prevalent (268 data). These findings suggest that the author avoids hyperbole to ensure that the quality of the characters and the atmosphere remain authentic and sincere.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ajektiva dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi thahar yang meliputi dua fokus utama: (1) bentuk ajektiva yang digunakan dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu, dan (2) tingkatan ajektiva yang digunakan dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu untuk menggambarkan kualitas atau intensitas suatu sifat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak bebas libat cakap. Data dikumpulkan dari kalimat yang mengandung bentuk dan tingkatan ajektiva yang bersumber dari Kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 303 data yang termasuk dalam bentuk dan tingkatan ajektiva berdasarkan teori Kridalaksana (1994), mencakup ajektiva dasar (246 data), ajektiva turunan (51 data), dan ajektiva majemuk (6 data), dengan ajektiva dasar yang paling dominan. Adapun tingkatan ajektiva berdasarkan teori Kridalaksana (1994) yang paling dominan adalah tingkatan positif (268 data). Temuan ini menunjukkan bahwa penulis menghindari hiperbola agar kualitas karakter dan suasana tetap jujur dan asli.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MEMASANG JILBAB SEGI EMPAT MENGGUNAKAN VIDEO TUTORIAL PADA MURID DISABILITAS INTELEKTUAL SEDANG Nurmayati Ariefa Ilhami; Damri; Mega Iswari; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2154

Abstract

The ability to independently put on a square headscarf is a daily living skill that needs to be developed by students with moderate intellectual disabilities to support their self-care capabilities. This study aimed to describe the improvement in independence regarding putting on a square headscarf through the use of video tutorials for a 7th-grade student with a moderate intellectual disability at SLB Negeri 1 Ranah Pesisir, who initially required assistance to perform each step of the process sequentially and correctly. A quantitative approach was employed using a Single-Subject Research (SSR) experimental method with an A-B design. Data were collected through documentation, observation, and performance tests, then processed and analyzed using graph-assisted visual analysis techniques. The results showed that during the baseline condition (A), scores of 33%, 40%, and 40% were obtained, whereas in the intervention phase (B), scores increased to 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, and 86%. These results indicate a gradual improvement following the intervention using video tutorials. This is evident from the student's ability, which initially ranged from 33% to 40% and subsequently rose to 86% during the intervention. The consistent score of 86% over the final three sessions indicates that the student's ability had stabilized and that they were capable of performing almost all steps of putting on the square headscarf independently. These findings demonstrate that the use of video tutorials can support the improvement of student independence in learning the skill of putting on a square headscarf in a gradual manner.   Kemamdirian memasang jilbab segi empat merupakan aspek kemampuan hidup sehari-hari yang perlu dikembangkan oleh murid disabilitas intelektual sedang untuk mendukung kemampuan mengurus diri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemandirian memasang jilbab segi empat melalui penggunaan video tutorial pada seorang murid disabilitas intelektual sedang kelas VII di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir yang masih memerlukan bantuan dalam melakukan setiap tahapan pemasangan secara berurutan dan benar . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen single subject research (SSR) berdesain A-B. Data penelitian dihimpun melalui dokumentasi, observasi, dan tes perbuatan, kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis visual berbantuan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi baseline (A) diperoleh nilai 33%, 40%, dan 40%, dan pada fase intervensi (B) meningkat menjadi 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, dan 86%. Berdasarkan hasil tersebut, mengalami peningkatan secara bertahap setelah diberikan intervensi menggunakan video tutorial. Hal ini terlihat dari kemampuan murid yang pada awalnya hanya berada pada rentang 33%-40%, kemudian meningkatkan hingga mencapai 86% pada intervensi. Persentase yang tetap mencapai 86% selama tiga pertemuan terakhir menunjukkan bahwa kemampuan murid sudah stabil dan mampu melakukan hampir seluruh tahapan memasang jilbab segi empat secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan video tutorial dapat mendukung peningkatan kemandirian murid dalam mempelajari keterampilan memasang jilbab segi empat secara bertahap.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA INTELLIGENCE STICK BAGI MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN Agita Hendini; Mega Iswari; Antoni Tsaputra; Yosa Yulia Nasri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2166

Abstract

This study aimed to improve the subtraction skills of a sixth-grade student with a mild intellectual disability at SLBN 1 Payakumbuh in solving two-digit subtraction problems requiring the borrowing technique, utilizing "intelligence sticks" as a learning aid. The study was motivated by the student's limited ability to solve subtraction problems involving numbers up to 50 that required borrowing. A Single-Subject Research (SSR) method with an A-B design was employed; the baseline condition spanned three sessions, while the intervention condition lasted seven sessions. Data were subsequently analyzed using visual graphic analysis. The results demonstrated an improvement in the student's subtraction skills following the intervention with intelligence sticks, rising from a stable baseline of 42% to 88% by the end of the intervention phase. These findings indicate that students with mild intellectual disabilities benefit from learning experiences that are concrete, visual, repetitive, and participatory. Intelligence sticks can be considered an appropriate learning tool to support the teaching of subtraction with borrowing for students with mild intellectual disabilities. However, as this study involved only a single student, the findings cannot be generalized to the entire population of students with mild intellectual disabilities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengurangan murid kelas VI dengan disabilitas intelektual ringan di SLBN 1 Payakumbuh dalam menyelesaikan soal pengurangan dua angka yang melibatkan teknik meminjam melalui penerapan media pembelajaran berupa intelligence stick (tongkat kecerdasan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan angka hingga 50 yang memerlukan teknik meminjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain A-B. kondisi baseline dilaksanakan selama tiga sesi, sedangkan kondisi intervensi dilaksanakan selama tujuh sesi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengurangan murid meningkat setelah intervensi menggunakan intelligence stick, dari kondisi baseline yang stabil di angka 42% menjadi 88% pada akhir fase intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa murid dengan disabilitas intelektual ringan memperoleh manfaat dari pengalaman belajar yang bersifat konkret, visual, repetitive, dan partisipatif. Intelligence stick dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang tepat untuk mendukung materi pengurangan dengan teknik meminjam bagi murid dengan disabilitas intelektual ringan. Namun, dikarenakan penelitian ini hanya melibatkan satu murid, akibatnya temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi siswa dengan disabilitas intelektual ringan.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK CERDAS ISTIMEWA DAN BAKAT ISTIMEWA Rahmi Fadhillah Ef; Nurhastuti; Elsa Efrina; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2172

Abstract

This study aimed to describe the teacher’s strategies for developing the potential of a student exhibiting characteristics of giftedness and talent at SD Negeri 08 Surau Gadang. The study employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving one fifth-grade teacher, one student exhibiting gifted and talented characteristics, and one principal. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings showed that the teacher developed the student’s potential through additional assignments, higher-order thinking questions, enrichment, peer tutoring, motivation, and socio-emotional support. Supporting factors included teacher experience, school support, and parental cooperation, while inhibiting factors included limited instructional time, general learning facilities, the absence of a specific program, and limited teacher training. These strategies were still practical but helped provide appropriate learning challenges in a regular classroom.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan potensi peserta didik yang menunjukkan karakteristik Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) di SD Negeri 08 Surau Gadang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan satu guru kelas V, satu peserta didik yang menunjukkan karakteristik CIBI, dan satu kepala sekolah. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengembangkan potensi peserta didik melalui tugas tambahan, soal berpikir tingkat tinggi, pengayaan, tutor sebaya, motivasi, dan pendampingan sosial-emosional. Faktor pendukung meliputi pengalaman guru, dukungan sekolah, dan kerja sama orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, sarana umum, belum adanya program khusus, dan terbatasnya pelatihan guru. Strategi tersebut masih bersifat praktis, tetapi membantu peserta didik memperoleh tantangan belajar yang sesuai dalam kelas reguler.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBELANJAKAN UANG MELALUI MEDIA BOARD GAME PADA MURID HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas VII SLB M Pauh IX Padang) Indah Purnama Tanjung; Mega Iswari; Zulmiyetri; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2185

Abstract

The ability to spend money is a crucial functional skill for students with mild intellectual disabilities, supporting their independence in daily life. However, observations indicate that these students still struggle with spending money specifically up to a limit of Rp10,000 when dealing with item prices, calculating total costs, making payments, and handling change. This study aimed to improve the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities using a board game as an instructional medium. The study employed the Single-Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through observation and performance tests, then analyzed using within-condition and between-condition analyses. The results showed an improvement in money-spending skills after the subjects engaged in learning activities using the board game. The proficiency level was 33.3% during the initial baseline phase (A1), rose to 83.3% during the intervention phase (B), and remained at 83.3% during the final baseline phase (A2). These findings demonstrate that using a board game can enhance the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities by providing concrete, interactive learning experiences tailored to their learning characteristics.   Kemampuan membelanjakan uang merupakan salah satu keterampilan fungsional yang penting bagi murid hambatan intelektual ringan untuk mendukung kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan dalam membelanjakan uang maksimal Rp10.000 berdasarkan harga barang, sesuai total biaya, pembayaran, dan melalui uang kembalian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membelanjakan uang melalui media board game pada murid hambatan intelektual ringan. Peneltian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membelanjakan uang mengalami peningkatan setelah subjek memperoleh pembelajaran menggunakan media board game. Persentase kemampuan pada fase baselien (A1) sebesar 33,3%, kemudian meningkat selama fase intervensi (B) hingga mencapai 83,3% dan tetap bertahan pada fase baseline (A2) sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media board game dapat meningkatkan kemampuan membelanjakan uang pada murid hambatan intelektual ringan melalui pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PENJUMLAHAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN MOBIL HITUNG BAGI MURID DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Di Kelas IV SLB Bina Bangsa) Sara Bensu; Mega Iswari; Zulmiyetri; Yosa Yulia Nasri; Rila Muspita
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2201

Abstract

Addition is one of the foundational math skills students with mild intellectual disabilities need before moving on to more advanced concepts. At SLB Bina Bangsa Padang, a student was observed struggling with addition problems involving numbers 1–10, answering only four out of ten questions correctly. This study set out to find whether a counting-car board could raise the addition ability of a fourth-grade student with mild intellectual disabilities at SLB Bina Bangsa Padang. The researchers took a quantitative approach through a Single Subject Research (SSR) A–B design, with one fourth-grade student with a mild intellectual disability as the participant. Data came from addition-skill tests given at each session and were then read visually, both within and across conditions. During baseline, the student's score held steady at 40%. Once the intervention began, scores climbed step by step On average, the student's ability rose from 40% to 76%, confirming that the counting-car board helped strengthen addition skills in a student with mild intellectual disabilities. Kemampuan berhitung penjumlahan menjadi fondasi matematis yang wajib dikuasai murid disabilitas intelektual ringan sebelum melangkah ke konsep matematika lanjutan. Hasil observasi di SLB Bina Bangsa Padang memperlihatkan seorang murid belum bisa mengerjakan soal penjumlahan bilangan 1–10 dengan baik — dari 10 soal yang diberikan, hanya empat yang terjawab benar. Penelitian ini menguji apakah media papan mobil hitung mampu mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV SLB Bina Bangsa Padang. Peneliti memakai pendekatan kuantitatif melalui metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B. Subjeknya seorang murid kelas IV penyandang disabilitas intelektual ringan. Data diambil lewat tes kemampuan penjumlahan di setiap sesi pertemuan, lalu dibaca secara visual baik dalam satu kondisi maupun antar kondisi. Pada fase baseline, kemampuan subjek bertahan di angka 40%. Selama fase intervensi, angka ini naik bertahap. Rata-rata kemampuan subjek terangkat dari 40% menjadi 76%. Media papan mobil hitung terbukti efektif mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOMENTAR PADA AKUN INSTAGRAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Afroza Susandra; Agustina
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2212

Abstract

This study aims to describe the types of politeness strategies and the pragmatic functions embedded in netizens' comments on the Instagram account @presidenrepublikindonesia during November–December 2025. The problem arises because the account's comment section displays a wide range of language, from appreciation to sarcasm, making it worth examining from a politeness perspective. This research employed a qualitative descriptive method using observation and note-taking techniques; data were collected through screenshots of comments and analyzed using Brown and Levinson's (1987) politeness theory. The results show that of 180 data, positive politeness strategies dominated with 107 data (59.44%), particularly the joking strategy (13.89%), while negative politeness strategies accounted for 73 data (40.56%), dominated by the questioning strategy (13.33%). The most dominant pragmatic functions were criticism and suggestion, each comprising 53 data (29.44%). In conclusion, netizens consistently apply politeness principles when conveying criticism, suggestions, support, sarcasm, and evaluation toward the President through social media. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis strategi kesantunan berbahasa dan fungsi pragmatik yang terkandung dalam komentar warganet pada akun Instagram @presidenrepublikindonesia periode November–Desember 2025. Masalah penelitian ini muncul karena kolom komentar akun tersebut menampilkan variasi bahasa yang luas, mulai dari apresiasi hingga sindiran, sehingga menarik dikaji dari sudut pandang kesantunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat; data dikumpulkan melalui tangkapan layar komentar, kemudian dianalisis berdasarkan teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 180 data, strategi kesantunan positif mendominasi dengan 107 data (59,44%), terutama strategi bercanda (13,89%), sedangkan strategi kesantunan negatif ditemukan pada 73 data (40,56%), didominasi strategi menggunakan pertanyaan (13,33%). Fungsi pragmatik yang paling dominan adalah kritik dan saran, masing-masing 53 data (29,44%). Simpulannya, warganet tetap menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam menyampaikan kritik, saran, dukungan, sindiran, maupun evaluasi kepada Presiden melalui media sosial.
KARAKTERISTIK KESANTUNAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @bgsadikin Suci Fitriyani; Agustina
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2217

Abstract

This study aims to describe the types and strategies of expressive speech acts used by netizens in negative comments on the Instagram account @bgsadikin. This research applies a descriptive qualitative method with a documentation technique to collect 150 netizen comments, which were analyzed based on the theory of expressive speech acts and Brown and Levinson's politeness strategies. The results show seven types of expressive speech acts: sarcasm (24.00%), praising and complaining (18.00% each), criticizing (16.00%), expressing anger (14.00%), expressing happiness (8.00%), and expressing gratitude (2.00%), while apologizing was not found. In terms of speech strategies, four strategies were identified, with the off-record strategy being the most dominant (34.00%), followed by bald-on-record (31.33%), positive politeness (27.33%), and negative politeness (7.33%). These findings indicate that netizens tend to convey criticism toward health policies indirectly through sarcasm and implicit expressions. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis dan strategi tindak tutur ekspresif yang digunakan warganet dalam komentar negatif pada akun Instagram @bgsadikin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data berupa 150 komentar warganet yang dianalisis berdasarkan teori tindak tutur ekspresif dan strategi kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tujuh jenis tindak tutur ekspresif, yaitu menyindir (24,00%), memuji dan mengeluh (masing-masing 18,00%), mengkritik (16,00%), mengungkapkan rasa marah (14,00%), mengungkapkan rasa senang (8,00%), dan mengucapkan terima kasih (2,00%), sedangkan mengucapkan maaf tidak ditemukan. Dari segi strategi bertutur, ditemukan empat strategi yang digunakan, dengan strategi bertutur samar-samar sebagai strategi paling dominan (34,00%), diikuti strategi terus terang tanpa basa-basi (31,33%), kesantunan positif (27,33%), dan kesantunan negatif (7,33%). Temuan ini menunjukkan bahwa warganet cenderung menyampaikan kritik terhadap kebijakan kesehatan secara tidak langsung melalui sindiran dan ungkapan implisit.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI SPINNING WHEEL PADA MURID GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME Inayah Wulandari; Mega Iswari; Rahmahtrisilvia; Gaby Arnez
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2234

Abstract

This research was motivated by a problem encountered at SLBN 1 Payakumbuh, a second-grade student with autism spectrum disorder. The student was able to name the numbers 1 through 10, but still had difficulty naming the numbers 11 through 20. This study aimed to improve the ability of students with autism spectrum disorder to recognize number symbols using a spinning wheel. The method used was a Single Subject Research (SSR) experiment with an A-B design. The baseline condition (A) was conducted over three sessions, while the intervention condition (B) was conducted over seven sessions. The subjects were second-grade students with autism spectrum disorder at SLBN 1 Payakumbuh. Data were collected using observation sheets and analyzed visually through intra-condition and inter-condition analysis. The results of the study in the baseline condition (A), which was conducted over three sessions, showed stable results of 30%, 30%, and 30%. Furthermore, in the intervention condition (B), which was implemented over seven meetings, the percentages obtained were 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 80%, and 80%. In the intervention condition, there was a clear increase and the percentage of data overlap was 0%. Based on the results of the study, it shows that the use of spinning wheel media can improve the ability to recognize number symbols in students with autism spectrum disorders. Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang temukan di SLBN 1 Payakumbuh pada seorang murid dengan gangguan spektrum autisme kelas II. Murid tersebut telah mampu menyebutkan lambang bilangan 1 sampai 10, tetapi dalam menyebutkan lambang bilangan 11 sampai 20 masih mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan murid gangguan spektrum autisme dalam mengenal lambang bilangan dengan menggunakan media spinning wheel. Metode yang digunakan digunakan adalah eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Pada kondisi baseline (A) dilakukan dalam tiga pertemuan, sedangkan kondisi intervensi (B) dilaksanakan tujuh pertemuan. Subjek dalam ialah murid gangguan spektrum autisme kelas II di SLBN 1 Payakumbuh. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara visual melalui analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian pada kondisi baseline (A) yang dilaksanakan tiga pertemuan dengan persentase 30%, 30%, 30% dengan hasil stabil. Selanjutnya pada kondisi intervensi (B) yang dilaksanakan tujuh pertemuan dengan memperoleh persentase 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 80%, 80%. Pada kondisi intervensi, terjadinya peningkatan yang jelas dan persentase overlap data yaitu 0%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media spinning wheel mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada murid gangguan spektrum autisme.
BENTUK DAN JENIS AJEKTIVA BERDASARKAN PEMAKAIANNYA DALAM NOVEL AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR Siti Masyithoh Lubis; Agustina
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2263

Abstract

This study aims to analyze adjectives in the novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda?by Agnes Davonar, focusing on two main aspects: (1) the forms of adjectives used in the novel, and (2) the types of adjectives based on usage. A descriptive-qualitative method was employed. Data were collected from sentences containing adjective forms and types based on usage found in the novel. The results identified 218 data points categorized by form and usage type based on the theory of Alwi et al. (2017): 187 instances (85.8%) of base adjectives and 31 instances (14.2%) of derived adjectives, with base adjectives being the most dominant. Regarding adjective types based on usage categorized according to the theory of Agustina (2019) the most dominant category was character/dispositional adjectives ajektiva tabiat (perangai), comprising 103 instances. These findings indicate that the author, Agnes Davonar, successfully maintained a narrative rhythm that was stable, cohesive, and realistic.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ajektiva dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? karya Agnes Davonar yang meliputi dua fokus utama: (1) bentuk ajektiva yang digunakan dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? dan (2) jenis ajektiva berdasarkan pemakaiannya. Penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif. Data dikumpulkan dari kalimat yang mengandung bentuk dan jenis ajektiva berdasarkan pemakaiannya yang bersumber dari novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda karya Agnes Davonar. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 218  data  yang  termasuk  dalam  bentuk  dan  jenis ajektiva berdasarkan pemakaiannya berdasarkan teori Alwi, dkk (2017) mencakup ajektiva dasar sebanyak 187 data (85,8%) dan (2) ajektiva turunan sebanyak 31 data (14,2%) dengan  ajektiva  dasar  yang  paling  dominan.  Adapun jenis ajektiva berdasarkan pemakaiannya berdasarkan teori Agustina (2019) yang paling  dominan  adalah  ajektiva tabiat (perangai) sebanyak 103 data. Temuan  ini  menunjukkan bahwa pengarang Agnes Davonar, mampu menjaga ritme narasi tetap stabil, utuh, dan realistis.