cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): December" : 9 Documents clear
Efektivitas penggunaan media pembelajaran audio-visual berbasis e-learning pada pembelajaran akutansi Siswanto Siswanto; Rizqi Ilyasa Aghni; Merinda Noorma Novida Siregar‬; Dian Normalitasari Purnama
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.40016

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran akuntansi. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Akuntansi FE UNY pada mata kuliah kurikulum dan pembelajaran akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis Kuasi Esperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif dengan teknik analisis data menggunakan uji normalitas menggunakan chi square, uji homogenitas menggunakan uji-F, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penggunaan media audio visual dinilai tidak efektif untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada pembelajaran akuntansi; (2) Penggunaan media pembelajaran yang berbasis audio visual menunjukkan kenaikan nilai jika dibandingkan antara pre-test dengan post tes. (3) Akses media pembelajaran audio visual yang diakses melalui e-learning  cenderung membutuhkan fasilitas sinyal internet dan kuota internet cukup baik dan besar membuat mahasiswa enggan dalam memaksimalkan keseluruhan media pembelajaran audio – visual yang telah disediakan untuk menunjang kegiatan.AbstractThis study aims to determine the effectiveness of using instructional media in increasing understanding of accounting learning. This research was conducted in the Accounting Education Study Program, FE UNY, in the curriculum and accounting courses of study. This research is experimental research with a quasi-experimental type. The data analysis technique used in this research is descriptive data analysis with data analysis techniques using the normality test using the chi-square test, homogeneity test using the F-test, and hypothesis testing using the t-test. The results showed (1) the use of audio-visual media was considered ineffective to improve student achievement in accounting learning; (2) The use of audio-visual-based learning media shows an increase in value when compared between pre-test and post-test. (3) Access to audio-visual learning media accessed through e-learning tends to require internet signal facilities and the internet quota is quite good and large, making students reluctant to maximize the overall audio-visual learning media that has been provided to support activities 
Merdeka belajar dalam pandemi: Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran jarak jauh berbasis mobile Arif Widodo; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.35747

Abstract

Mobile learning merupakan salah satu alternatif model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih lagi dengan misi merdeka belajar dari pemerintah membuat mobile learning semakin dikedepankan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam model mobile learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan mobile learning dalam perkuliahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 158 mahasiswa. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan instrumen, pengumpulan data, klasifikasi, tabulasi, penyajian, dan deskripsi kesimpulan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Masalah yang dikaji adalah apakah mahasiswa dapat merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis mobile? Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada responden yang mengaku mengalami kesulitan dalam penggunaan mobile learning. Beberapa aspek kemudahan dalam pembelajaran berbasis mobile belum sepenuhnya dirasakan mahasiswa terutama terkait dengan fleksibilitas tempat dan kemudahan penguasaan materi kuliah. Dua aspek ini berkaitan erat dengan koneksi internet dan atmosfir akademik. Kemudahan yang telah dapat dirasakan adalah aspek komunikasi, informasi dan fleksibilitas waktu.AbstractMobile learning is an alternative model of distance learning (PJJ). What's more, with the government's mission to be independent of learning, mobile learning is being put forward. This is inseparable from the various conveniences offered in the mobile learning model. This study aims to describe students' perceptions regarding the use of mobile learning in lectures. The research used a quantitative descriptive design. Data collection using surveys. The instrument used was a questionnaire. The research subjects were PGSD students of Mataram University. The number of respondents involved in the study was 158 students. The research stages started with making instruments, collecting data, classifying, tabulating, presenting, and describing conclusions. Data were analyzed using descriptive statistics. The problem studied is whether students can feel the various facilities offered in mobile-based learning? The survey results in this study indicate that there are still respondents who claim to experience difficulties in using mobile learning. Some aspects of the convenience in mobile-based learning have not been fully felt by students, especially related to the flexibility of the place and the ease of mastering course material. These two aspects are closely related to the internet connection and the academic atmosphere. The ease that can be felt is the aspects of communication, information, and flexibility of time.
Cyberbullying pelajar SMA di media sosial: Prevalnsi dan rekomendasi Ariefa Efianingrum; Siti Irene Astuti Dwiningrum; Riana Nurhayati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38300

Abstract

Di era digital saat ini, bullying ditengarai hadir di ruang online atau yang sering disebut cyberbullying. Penelitian ini mengkaji realitas cyberbullying di media sosial yang dialami pelajar SMA Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian di enam wilayah di Indonesia meliputi Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Papua. Setiap wilayah diwakili 3 sekolah dengan jumlah responden 242 setiap wilayah. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA semua tingkatan (kelas X, XI, dan XII) dengan jumlah total 1452 orang siswa SMA. Data penelitian bersifat kuantitatif dan dianalisis secara statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying merupakan salah satu bentuk bullying yang mulai banyak terjadi dan menunjukkan peningkatan seiring dengan semakin dominannya penggunaan media online dalam aktivitas pembelajaran maupun aktivitas sosial masyarakat. Angka cyberbullying di sekolah wilayah Indonesia yang terdiri dari daerah Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Papua berada pada kategori cukup tinggi dengan skor 69,64%. Cyberbullying merupakan keniscayaan yang terjadi di tengah saratnya penggunaan media sosial pada generasi muda. Sejumlah rekomendasi ditawarkan untuk mereduksi cyberbullying di kalangan pelajar, baik bersifat personal maupun institusional.High school student cyberbullying on social media: Prevalence and recommendations AbstractIn today's digital era, bullying occurs in the online space or what is often called cyberbullying. This study examines the reality of cyberbullying on social media experienced by Indonesian high school students. This research uses a descriptive quantitative approach. The research setting is in six regions in Indonesia include Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, and Papua. Each region is represented with three schools by 242 respondents in each region. The Respondents in this study were high school students of all levels (class X, XI, and XII) with a number of 1452 high school students. The research data was quantitative and analyzed using descriptive statistics in the form of percentages. The results showed that cyberbullying is a form of bullying that has started to occur a lot and shows an increase in line with the increasingly dominant use of online media in learning and social activities. The cyberbullying rate in schools in the Indonesian region consisting of Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, and Papua is at a high level, with a score of 69.64%. Cyberbullying occurs amid social media usage among the younger generation. Some recommendations are offered to reduce cyberbullying among students, both personal and institutional.
Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila terhadap generasi muda Karang Taruna Balai Tongah Koto Frea Purnama; Ananda Azwar
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38775

Abstract

Tujuan peneiltian ini adalah untuk meneliti tentang proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Karang Taruna di Kelurahaan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Nilai-nilai Pancasila tersebut adalah nilai ketuhanan nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai musyawarah, dan nilai keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana informan dalam penelitian adalah 19 perangkat serta anggota Karang Taruna di Kelurahaan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Januari 2021.Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamatan dan teknik triangulasi dengan cara pengecekan data kemudian membandingkan data dengan sumber lain. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengacu pada model analisis Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verivikasi). Hasil dari pene-litian ini menjelaskan bahwa dalam penelitian ini terdapat penghambat dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila karena kurang adanya landasan dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila, kurangnya partisipasi generasi muda, serta kurang terjalinnya kerjasama antara masyarakat dengan karang taruna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Karang Taruna Balai Tongah Koto yang dilakukan belum sepenuhnya maksimal, karena kurangnya partisipasii dari anggota karang taruna.AbstractThe purpose of this study is to examine the Process of Internalizing the Values of Pancasila to The Younger Generation of Youth Organization Tongah Koto Hall Payakumbuh City. The values of Pancasila are the values of godliness, the value of humanity, the value of unity, the value of deliberation, and the value of justice. The research method used is the descriptive qualitative research method. The informant in the research is nineteen devices and cadet coral members in The Village of Balai Tongah Koto, District Payakumbuh North, Payakumbuh City. The research was conducted for three months, from November 2020 to January 2021. Data validity test was conducted by observation perseverance technique and triangulation technique by checking data and comparing data with other sources. The data obtained was analyzed by referring to Miles and Huberman's analysis model with data reduction, data presentation, and inference (verification). The results of this study explain that there are obstacles in implementing the values of Pancasila because of the lack of foundation in the internalization of the values of Pancasila, the lack of participation of the younger generation, and the lack of cooperation between the community and youth organizations. This research concluded that the process of internalizing the values of Pancasila in the younger generation of Balai Tongah Koto youth organizations was not fully maximized due to the lack of participation of youth organization members.
Toleransi dan berpikiran terbuka di masa pandemi Covid-19: Belajar dari masyarakat transmigrasi "Malakok" di Minangkabau Cici Nur Azizah; Isnarmi Moeis; Junaidi Indrawadi; Suryanef Suryanef; Fitri Eriyanti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38572

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk sikap toleransi dan berpikiran terbuka dalam interaksi sosial di masa pandemi Covid-19, karena di masa ini hampir seluruh tatanan kehidupan masyarakat berubah, termasuk interaksi sosial masyarakat transmigrasi yang melakukan malakok di Nagari Sungai Sirah. Berawal dari kronologi kedatangan masyarakat  transmigrasi sehingga tercipta masyarakat yang beragam, untuk itu dibutuhkan sikap toleransi dan berpikiran terbuka untuk menstabilkan kehidupan sosial di Nagari Sungai Sirah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara yang mendalam dan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi dan berpikiran terbuka di Nagari Sungai Sirah terlaksanakan dengan baik, bahkan kadar sikap toleransi dan sikap berpikiran terbuka nya lebih besar ketimbang sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Adat istiadat pada masa sebelum terjadinya pandemi Covid-19 mewajibkan semua unsur adat untuk melakukan suatu kebiasaan yang sudah ditetapkan secara adat namun di masa pandemi Covid-19 semua unsur adat memberi dan diberi toleransi serta keringanan dalam hal pelaksanaan adat tersebut serta fenomena ini juga disikapi dengan pikiran yang terbuka oleh semua masyarakat. Melalui tradisi “malakok” masyarakat pendatang masih mampu hidup berdampingan dan menjaga harmonisasi sosial dalam persaudaraan yang dibingkai dalam sikap toleransi dan berpikiran terbuka.AbstractThe research aims to analyze forms of tolerance and open-mindedness in social interactions during the Covid-19 pandemic, because at this time almost the entire order of community life changed, including the social interactions of the transmigration community who carried out malakok in Nagari Sungai Sirah. Starting from the chronology of the arrival of the transmigration community so that a diverse society was created, it requires an attitude of tolerance and an open mind to stabilize social life in Nagari Sungai Sirah. This research was conducted using a phenomenological qualitative approach. Collecting data using observation techniques, in-depth interviews, and holding Focus Group Discussions (FGD) at the research site. The results showed that tolerance and open-mindedness in Nagari Sungai Sirah were carried out well, even the levels of tolerance and open-mindedness were greater than before the Covid-19 pandemic. Customs in the period before the Covid-19 pandemic required all elements of custom to carry out a custom that had been established in custom, but during the Covid-19 pandemic all elements customary gave and were given tolerance and relief in terms of implementing these customs, and this phenomenon was also addressed with an open mind by all societies. Through the “malakok” tradition, immigrant communities are still able to live side by side and maintain social harmony in a brotherhood framed in an attitude of tolerance and open-mindedness.
Penguatan nilai-nilai lokal masyarakat Minangkabau dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak Recy Harviani Zurwanty; Fatmariza Fatmariza; Susi Fitria Dewi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38801

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi budaya lokal masyarakat Minangkabau dalam aktivitas budaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di Nagari Pasie Laweh Kabupaten Padang Pariaman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, FGD dan wawancara. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah nagari, pakar, tokoh masyarakat dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak budaya lokal yang hidup di masyarakat yang potensial untuk dikembangkan, diperkuat dan diresosialisasi sebagai dasar pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Budaya lokal tersebut dilihat dari dua dimensi yakni dimensi perkawinan dan dimensi garis keturunan. Pada dimensi perkawinan, terdapat uang jemputan yang menjamin perlindungan perempuan oleh kerabat suami (laki-laki), dan pada dimensi garis keturunan terdapat hubungan kekerabatan mamak-kamanakan yang sejauh ini masih potensial untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan dan anak di dalam keluarga. Selain itu tradisi barantam yang melibatkan hubungan kekerabatan dan garis keturunan juga menjadi salah satu modalitas sosial dalam perlindungan sosial ekonomi perempuan dan anak. Penguatan nilai-nilai ini dapat dilakukan dengan memerankan kembali tokoh-tokoh adat seperti ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, urang ampek jinih (empat jenis kepemimpinan dalam adat). Dengan demikian penguatan terhadap nilai-nilai tersebut, akan dapat meminimalisir permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dalam keluarga.
Pengaruh kecerdasan emosional, lingkungan kampus, dan penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar Betris Juliana Situmorang; Kusuma Chandra Kirana; Ignatius Soni Kurniawan
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38514

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, lingkungan kampus dan penggunaan media sosial  secara parsial bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh lingkungan kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Jumlah sampel 82 orang mahasiswa program studi manajemen angkatan 2017 Fakultas Ekonomi Universitas Saarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian: 1.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa; 2.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa; 3.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa; dan 4.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional, lingkungan kampus dan penggunaan media sosial secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa.AbstractThis study aimed to determine the effect of emotional intelligence, campus environment, and the use of social media simultaneously on student achievement, the influence of emotional intelligence on student achievement, campus environment on student achievement, the use of social media on student achievement. The research method used was a survey. The total sample is 82 students batch 2017 of the management study program, Faculty of Economics, Sarjanawiyata Tamansiswa University (UST). The sampling technique used is accidental sampling. Research results: 1.) there is a positive and significant effect of emotional intelligence on student achievement; 2.) There is a positive and significant influence of campus environment on student achievement; 3.) There is a positive and significant influence of the use of social media on student achievement: 4.) There is a positive and significant influence of emotional intelligence, campus environment, and the use of social media simultaneously on student achievement.
Peningkatan kreativitas siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan project-based learning Lilis Setiawan; Naniek Sulistya Wardani; Trifosa Intan Permana
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.40574

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas belajar siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PBL) dan langkah-langkah pendekatan PBL yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran tematik. Subjek penelitian yaitu siswa kelas 5 SD berjumlah 21 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model spiral dari C. Kemmis dan Robin Mc. Taggart dengan prosedur penelitian 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan dan pengamatan, dan (3) refleksi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas belajar siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan PBL. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan kreativitas belajar yakni banyaknya siswa yang memiliki kreativitas tinggi sebelum tindakan sebanyak 7 siswa (33,33% dari seluruh siswa). Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang memiliki kreativitas belajar tinggi meningkat menjadi 11 siswa (52,38% dari seluruh siswa), dan pada siklus II jumlah siswa yang yang memiliki kreativitas belajar tinggi menjadi 17 siswa (80,95% dari seluruh siswa).AbstractThis research aims to find an increase in student learning creativity in thematic learning using the project-based learning approach and the steps in the project-based learning approach that can increase students’ creativity in thematic learning. The research subjects were 21 students of grade 5 elementary school. This research is a classroom action research (PTK) using a spiral model from C. Kemmis and Robin Mc. Taggart with a research procedure of two cycles, each cycle consisting of three stages, which are (1) planning, (2) implementation and observation, and (3) reflection. Data collection techniques used in this study were non-test techniques. The research instrument was an observation sheet. The results showed an increase in student learning creativity in thematic learning using the project-based learning approach. This is shown by the increase in learning creativity, the students who had high creativity before the action were as many as seven students (33.33% of all students). After being given the action in the first cycle, the number of students with high learning creativity increased to 11 (52.38% of all students). In the second cycle, the number of students with high learning creativity became 17 students (80.95% of all students).
Pengaruh penerapan metode learning by conversation dan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar mata pelajaran bahasa Inggris Irene Iswindarti; Rufii Rufii; Hartono Hartono
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38823

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar hingga saat ini belum efektif. Pada kenyataannya banyak permasalahan terkait dengan pelaksanaan pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Padahal, perkembangan itu sendiri sangat bermanfaat bagi siswa SD, sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode eksperimen dengan desain Factorial Group Design (FGD) dengan 2 kategori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan two way anova, dengan bantuan komputer yaitu: program SPSS for Windows versi 24. Hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu: 1.) Ada perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara metode learning by conversation dan metode konvensional siswa kelas 4 St. SDK. Mary; 2.) Tidak ada perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa kelas 4 SDK St. Mary dengan kepercayaan diri tinggi dan kepercayaan diri rendah; dan 3.) Tidak ada interaksi metode dengan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar bahasa inggris.AbstractThe implementation of English learning in elementary schools until now has not been effective. In reality, there are many problems related to the implementation of the development of learning English. The research method used in this class action research is an experimental method with a Factorial Group Design (FGD) design with two categories. The data analysis technique in this research uses Two Way Anova, with the help of a computer called the SPSS for Windows version 24 program. The results of the study can be concluded: 1.) There is a difference in English learning achievement between the Learning by Conversation method and the conventional method of Grade 4 students of St. SDK. Mary; 2.) There is no difference in English learning achievement between high self-confidence and low self-confidence of students of grade 4 SDK St. Mary; 3.) There is no interaction of methods with confidence in learning achievement in English.

Page 1 of 1 | Total Record : 9