cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENDAYAGUNAAN MODAL SOSIAL UNTUK PENINGKATAN VITALITAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA Suwadi Suwadi; Suyata Suyata; Sumarno Sumarno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.408 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i2.7172

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pola pendayagunaan modal sosial untuk peningkatan vitalitas sekolah swasta. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Lokasinya di Kabupaten Sleman. Subjek terdiri dari tiga kasus yang dipilih secara purposive. Prosedur penelitian ditempuh dengan empat langkah, dengan metode penggalian data: observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model induktif sedangkan tingkat kepercayaan hasil-hasil penelitian ditempuh dengan cara terpenuhinya kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konformabilitas. Temuan penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat variasi dalam pemanfaatan modal sosial sekolah. Kedua, pendayagunaan modal sosial menunjukkan pola menjembatani dan mempererat melalui komponen jejaring, relasi saling menguntungkan dan membantu, dan kepercayaan. Ketiga, kebijakan kepada sekolah dalam memanfaatkan modal sosial ditunjukkan oleh integritas sekolah dalam program pengembangan akademik, sumber daya manusia, sistem pendanaan dan budaya lokal. Keempat, kebijakan pemanfaatan modal sosial didasarkan pada nilai militansi dan loyalitas (kasus pertama),nilai silaturahim dan syafaat (kasus kedua), dan universalisme Islam (kasus ketiga).
Homeschooling dalam masyarakat: Studi etnografi pendidikan Iin Purnamasari; S. Suyata; Siti Irene Astuti Dwiningrum
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2017): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.332 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i1.15082

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: (a) homeschooling sebagai alternatif pada sebagian masyarakat, (b) peranan keluarga dalam pelaksanaan pendidikan homeschooling, (c) mengeksplorasi aspek-aspek kultur dalam pendidikan homeschooling, (d) mengeksplorasi nilai-nilai dalam pendidikan homeschooling, (e) menganalisis tantangan, harapan, dan pengembangan pendidikan homeschooling. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin untuk mengkaji dan menganalisis homeschooling dalam masyarakat, sebagai salah satu alternatif pendidikan, dalam situasi yang ilmiah. Subyek dalam penelitian ini adalah dua homeschooling tunggal, dua homeschooling majemuk dan dua homeschooling komunitas. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipan, analisis dokumen, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian etnografis dilaksanakan dengan mengikuti tahapan dan proses penelitian kualitatif yang bersifat induktif, yang terdiri dari tahapan alur penelitian maju bertahap (the Developmental Research Sequence/DRS). Penelitian menemukan  lima hal pokok yaitu; (a) pilihan terhadap homeschooling sebagai pendidikan alternatif dengan model praktik tunggal, majemuk dan komunitas memiliki alasan, motivasi, metode dan pendekatan serta pengembangan minat bakat anak serta upaya membangun masa depan anak. (b)  peran keluarga pada homeschooling tunggal dominan, majemuk diberdayakan, dan komunitas sebagai pendekatan, dimana masing-masing terpengaruh oleh penanaman nilai-nilai dalam budaya keluarga. (c) formula model pendidikan homeschooling berbasis kultur  yang meliputi penguatan keyakinan, toleransi, mandiri, kejujuran, tanggung jawab, percaya diri, disiplin, kompetitif, solidaritas, sosialisasi lintas usia, dan berpikir kritis, sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. (d) Nilai-nilai positif homeschooling antara lain: (a) anak terbentuk sebagai pembelajar mandiri dan terbiasa berpikir mendalam (critical thinking). (b) peran orangtua/keluarga sebagai pengelola pendidikan dan proses belajar. (c) pola pembelajaran customized, (d) penanaman nilai sosial budaya terbangun dari interaksi antara anak dengan orangtua/keluarga, para homeschooler dalam komunitas belajar. (e) terdapat tantangan, harapan dan kemungkinan pengembangan pendidikan homeschooling dalam masyarakat.
Penanaman nilai-nilai religius di madrasah aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Abd. Latif Manan; Sodiq A. Kuntoro; Ajat Sudrajat
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.804 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i2.16898

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk; (1) mengetahui dan mengkaji upaya penanaman nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur; (2) menganalisis faktor-faktor penghambat pengembangan nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Kelurahan Pancor Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, penarikan serta pengujian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penanaman  nilai-nilai religius di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor ditempuh melalui beberapa upaya, yakni: (a) melalui kegiatan belajar mengajar di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan keagamaan; (b) menggunakan berbagai strategi; serta (c) menjalin kerja sama sekolah dengan orang tua siswa; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman nilai-nilai religius berasal dari faktor guru, siswa, dan orang tua siswa.Kata kunci: nilai, religius, perilaku keagamaan siswa  INCULCATING RELIGIOUS VALUES IN MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL WATHAN PANCOR EAST LOMBOKAbstractThis research is intended for: (1) knowing and reviewing the effort of inculcating religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor East Lombok; (2) analyzing the factors that hamper the Inculcating of religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor East Lombok. The method used in this research is case study method with qualitative approach. The research was conducted at Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan, Pancor Sub-District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing and verifying conclusions. The results showed that: (1) inculcating of religious values in Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan Pancor taken through several efforts, namely: (a) through teaching and learning activities in the classroom or outside the classroom through religious activities; (b) using various strategies, and (c) establish school cooperation with parents of students; (2) factors influencing the inculcating of religious values are derived from teachers, students, and parents.Keywords: values, religious, student’s religious behavior
Kepemimpinan sekolah berbasis pendidikan multikultural Miftahus Sa'adah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2018): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.409 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i2.22602

Abstract

Pendidikan multikultural yang diintegrasikan dalam pendidikan formal di sekolah urgen diterapkan di Indonesia mengingat keragaman budaya yang dimilikinya. Sekolah hendaknya menjadi wadah yang efektif bagi penanaman sikap multikultural siswa sebagai generasi penerus bangsa. Akan tetapi dalam kenyataannya, sekolah masih belum mampu secara efektif menumbuhkan jiwa multikultural siswa terbukti dengan maraknya fenomena perkelahian antar pelajar. Disisi lain, kepala sekolah merupakan ujung tombak dan pelopor bagi penciptaaan lingkungan dan budaya multikultural dalam sekolah. Artikel ini membahas tentang model kepemimpinan sekolah yang diharapkan dapat merancang, menumbuhkan, mengimplementasikan dan memelihara budaya multikultural di sekolah yang pada gilirannya dapat membentuk pribadi-pribadi siswa yang ramah dan menghargai perbedaan dan keragaman. Kesimpulan dalam artikel ini menyatakan bahwa model kepemimpinan transformasional diharapkan dapat membawa perubahan, menginspirasi sekaligus menjadi role model bagi terciptanya budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam keragaman yang sesuai dengan tujuan pendidikan multikultural di Indonesia.Kata kunci: kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, pendidikan multikultural SCHOOL LEADERSHIP BASED ON MULTICULTURAL EDUCATIONAbstractConsidering the massive diversity of Indonesian cultures, multicultural education integrated within schools as the arrangement of formal education is urgently implemented. Preferably, schools should develop into an effective place for building students’ multicultural attitude. However, it is a contrasting fact that schools have not been able to effectively establish students’ awareness of multicultural reality. This is evidenced by the growing number of students’ brawls taking place throughout Indonesia. Nonetheless, school’ principal is expected to be the pioneer in creating values and practices of multiculturalism in school context.  This paper discusses the anticipated model of school leadership that likely to be able to design, build, implement, and foster multiculturalism in school which further develops into shaping students’ attitude demonstrating high respect toward pluralism and diversity. It is concluded that transformational leadership is expected to make changes, inspire as well as be the role model for the creation of multiculturalism appreciating the value of unity among diversity appropriate to the purpose of multicultural education in Indonesia.Keywords: transformational leadership, school principal, multicultural education
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN HUMANIS RELIGIUS DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Jumarudin Jumarudin; Abdul Gafur; Siti Partini Suardiman
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.56 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i2.2623

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) pengembangan pendekatan pembelajaran humanis yang dapat mewujudkan tujuan pendidikan karakter di sekolah dasar (SD); (2) penerapan model pembelajaran humanis religius dalam pendidikan karakter di SD; (3) keefektifan model pembelajaran humanis religius dalam menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik di SD; dan (4) tanggapan peserta didik terhadap model pembelajaran humanis religius dalam pendidikan karakter di SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subjek coba dalam penelitian ini adalah kelas V pada tiga SDN  yang terdapat di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, yaitu SD Jomblangan, SD Baturetno, dan SD Jaranan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan model diawali dengan studi pendahuluan, studi pengembangan, dan implementasi yang kemudian menghasilkan perangkat model pembelajaran humanis dalam pendidikan karakter di SD, (2) model humanis religius dalam pendidikan karakter di SD menunjukkan tingkat keterlaksanaan yang baik, memenuhi kriteria sangat efektif, sangat praktis, dan valid karena disusun berdasarkan landasan berpikir yang rasional dengan teori pendukung yang kuat dan relevan, (3) model pembelajaran humanis religius dalam pendidikan karakter yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam pendidikan karakter di SD, dan (4) peserta didik memiliki respon yang sangat positif terhadap model pembelajaran humanis religius dalam pendidikan karakter di SD. Kata kunci: model pembelajaran humanis religius, pendidikan karakter, sekolah dasar
PEMBUDAYAAN NILAI KEBANGSAAN SISWA PADA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP SEKOLAH DASAR ADIWIYATA MANDIRI Trikinasih Handayani; Wuryadi Wuryadi; Zamroni Zamroni
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.799 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7815

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui praksis Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dan pembudayaan nilai kebangsaan pada siswa sekolah dasar Adiwiyata mandiri di DIY yang tercakup dalam pembelajaran PLH secara terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di SD N Ungaran I Yogyakarta. Sumber informasi kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Instrumen utama peneliti sendiri. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajara PLH di SD Negeri Ungaran I secara terintegrasi dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Agama serta Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Kegiatan PLH yang dilakukan oleh sekolah tampak tidak terintegrasi dengan mata pelajaran tertentu, sehingga paradigma integratif tidak kelihatan. Secara formal sekolah menempatkan PLH terintegrasi pada mata pelajaran tersebut, tetapi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan secara eksklusif dipisahkan menjadi kegiatan tersendiri. Konsep integrasi hanya bisa dilaksanakan menyangkut konsep-konsep dasar PLH dengan cara menyisipkan ke materi-materi melalui mata pelajaran tersebut. Pembudayaan nilai kebangsaan pada siswa belum tercakup secara utuh dalam pembelajaran PLH secara terintegrasi, hanya beberapa indikator nilai kebangsaan yang dapat dibudayakan kecuali nilai kesadaran tempat tinggal (geopolitik).
PENDIDIKAN BERKEMAJUAN: REFLEKSI PRAKSIS PENDIDIKAN K.H. AHMAD DAHLAN Mohamad Ali; Sodiq Azis Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.85 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.7821

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melacak: (1) fondasi, dimensi, dan filsafat dan teori pendidikan berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), dan (2) merefleksikan praksis pendidikan K.H. Ahad Dahlan untuk menyusun bagan konseptual pendidikan berkemajuan. Penelitian menggunakan metode sejarah yang mencakup empat tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Mengaplikasikan analisis historis pendekatan situasional Berkhofer Jr. Penelitian berhasil menemukan bahwa: (1) fondasi pendidikan berkemajuan adalah agama yang berdialektika dengan kehidupan sosial; tiga dimensi pendidikan berkemajuan mencakup penghargaan atas akal (kecerdasan), berorientasi pada pengamalan (experience), dan menggerakkan kemajuan sosial (progress); filsafat dan teori pendidikan K.H. Ahmad Dahlan bercorak progresif religious yang mendorong kemajuan hidup duniawi dan kemuliaan hidup akhirat. (2) Secara konseptual pendidikan berkemajuan berlandaskan agama dan kehidupan sosial yang sangat menghargai kecerdasan (akal/inteligen) sebagai piranti untuk memahami pesan-pesan agama dan anatomi kehidupan sosial, dan bertujuan untuk menumbuhkan akal (kecerdasan) sehingga bertumbuh (growth) utuh kepribadiannya dan bersedia terlibat dalam menggerakkan kemajuan sosial (progress).Kata kunci: K.H. Ahmad Dahlan, pendidikan progresif, pendidikan berkemajuan. PROGRESSIVE EDUCATION: EDUCATION PRAXIS REFLECTION OF K.H. AHMAD DAHLANAbstractThis research is aimed at (1) investigating the foundation, dimension, and phylosophy of progressive education of K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), and (2) reflecting the education praxis of K.H. Ahmad Dahlan in the arrangement of conceptual design of progressive education. The research employed historical method including four steps: heuristic, criticism, interpretation, and historiography. Applying the situational-approach historical analysis proposed by Berkhofer Jr., the research reveals that: (1) the foundation of progressive education is religion which is dialectical with social life; three dimensions of progressive education include appreciation on mind (intelligence), orientation to implementation (experience), and the move of social advancement (progress); the educational phylosophy and theory of K.H. Ahmad Dahlan contains progressive religious pattern which encourages progress in secular life and glory in beyond. (2) Conceptually, progressive education stands on the basis of religion and social life with high appreciation in intelligence as a means to understand religious values and social life anatomy, and aims to grow reason  (intelligence) for the betterment of  a person’s whole personality growth which makes him willing to be iinvolved in social progress.Keywords: K.H. Ahmad Dahlan, progressive education
Front Matter (Cover, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4506.501 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12462

Abstract

Evaluasi implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan Agustinus Pas; Badrun Kartowagiran
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.632 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i1.11414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi Perda No 6 Tahun 2011 Tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan oleh Dinas Sosial DIY; (2) mendeskripsikan hambatan-hambatan dalam memenuhi hak dan kebutuhan anak jalanan; (3) dan mendeskripsikan solusi dalam mengatasi hambatan yang ditemukan. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan model evaluasi kesenjangan. Responden penelitian terdiri atas staf perlindungan anak, pengasuh Rumah Perlindungan Sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, dan anak jalanan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Keabsahan data kualitatif menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Validitas instrumen menggunakan validitas isi, dan estimasi reliabilitas angket menggunakan Cronbach Alpha dengan koefisien sebesar 0,75. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial telah memenuhi hak dan kebutuhan anak jalanan dengan baik, kecuali pemenuhan hak identitas. Tugas Dinas Sosial selanjutnya adalah memenuhi hak identitas anak jalanan melalui kerjasama yang berkelanjutan dengan semua pihak terkait.Kata kunci: perlindungan, pemenuhan hak dan kebutuhan, anak jalanan. AN EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF REGIONAL REGULATION NUMBER 6 OF 2011 ABOUT STREET CHILDREN PROTECTIONAbstractThis research aims to: (1) describe the implementation of Regional Regulation Number 6 of 2011 about Street Children Protection (the fulfillment of children rights) was realized by Social Office of DIY, (2) describe the obstacles found by the Social Office of DIY in fulfill the rights and the needs of street children, (3) and to describe the solution to overcome the obstacles found. This was an evaluation research that used quantitative and quantitative descriptive approach with the discrepancy evaluation model. The respondents in this research consisted of the staff of street children protection, caretakers in social protection houses and child social welfare institutions, and street children. Data collection was done through interviews, observation, questionnaire and documentation. The validity and reliability of qualitative data was measured through credibility, transfer-ability, dependability, and confirm-ability testing. Research instrument validity was measured through content validity and the testing of questionnaire instrument is through Cronbach Alpha with a coefficient of 0.75. The results of this research show that the rights and needs of street children has fulfill well by Social Office, except in fulfilling the right of identity. The next task of the Social Office is to fulfill the rights of the street children’s identity through ongoing collaboration with all relevant agencies.Keywords: protection, fulfillment of rights and needs, street children
Analisis hubungan sikap toleransi siswa terhadap hasil belajar siswa Anna Mepti Febria; Cicyn Riantoni; Emiwati Emiwati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.244 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25224

Abstract

Karakter adalah fondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Namun, proses pendidikan masih belum ber-hasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter, dan hasil belajar merupakan sesuatu yang didapatkan melalui proses belajar, baik didapatkan di sekolah, lingkungan sosial maupun di keluarga. Kami melakukan pene-litian terhadap siswa Sekolah Mengah Pertama, tentang apakah karakter siswa mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey menggunakan pendekatan kuantitatif, Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji asumsi yaitu uji normalitas dan linieritas, dan uji hipotesis yaitu uji korelasi atau statistik parametrik. subjek dalam pene-litian ini adalah siswa SMPN 5 Muaro Jambi. hasil dari penelitian ini Ter-dapat pengaruh yang positif dan signifikan semua variabel bebas X (angket sikap toleransi siswa) terhadap variabel terikat Y (hasil belajar siswa) baik pada kelas VIII-C maupun pada kelas VIII-D yang dibuktikan dengan uji statistik parametrik atau uji korelasi pearson dimana nilai sig 0,05.AbstractCharacter is the foundation of the nation that is very important and needs. However, the educational process still has not succeeded in building Indonesian human character, and learning outcomes are something that is obtained through the learning process, both obtained in school, social environment, and the family. We research the students of junior high school, about whether student character influences student learning outcomes. This study uses a type of survey research. The data of this the study uses quantitative data, the data analysis technique in this study is the assumption test, namely the test for normality and linearity, and hypothesis testing, namely the correlation test or parametric statistics. the subjects in this study were students of SMPN 5 MUARO JAMBI. the results of this study There is a positive and significant effect of all independent variables X (student attitude tolerance questionnaire) on the dependent variable Y (student learning outcomes) both in class VIII-C and in-class VIII-D as evidenced by parametric statistical tests or correlation tests Pearson where the value is sig 0.05.

Page 10 of 22 | Total Record : 219