cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PERILAKU MENYIMPANG DALAM MASYARAKAT MODERN Muzaini Muzaini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.749 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2617

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini telah menjadikan negara-negara yang sedang berkembang mengalami perubahan-perubahan dalam aspek sosial dan ekonomi. Proses modernisasi di bidang ekonomi dan sosial mengakibatkan perubahan bentuk  masyarakat dari bentuk tradisional menuju ke bentuk modern. Di satu sisi perkembangan teknologi dalam masyarakat modern memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita dalam berbagai hal, seperti dalam transportasi dan berkomunikasi. Akan tetapi, perubahan-perubahan teknologi dan modernisasi ternyata dalam sisi lain berdampak negatif. Masyarakat yang sedang berubah merasakan seperti dalam keterasingan di dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Dampak dari berbagai perubahan dirasa tidak semua menguntungkan.bagi masyarakat Hal ini dapat dilihat dari berbagai perilaku menyimpang yang muncul dalam masyarakat modern. Munculnya banyak perilaku menyimpang dalam masyarakat modern perlu diwaspadai agar tidak mengancam kehidupan masyarakat modern, sehingga terbentuk masyarakat kekotaan yang teratur, tertib dan nyaman, serta memberikan harapan kehidupan masa depan yang lebih baik.Kata kunci: perkembangan teknologi, masyarakat modern, dan perilaku menyimpang
KEBEBASAN SISWA DALAM BUDAYA DEMOKRATIS DI SEKOLAH (STUDI MULTI KASUS DI SMA YOGYAKARTA) Lesilolo, Herly Janet; Zamroni, Zamroni; Suyata, Suyata
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.017 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7809

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) mendekripsikan alasan sekolah memberi kebebasan kepada siswa; (2) mendeskripsikan alasan bahwa kebebasan siswa dapat dilaksanakan, jika budaya sekolah adalah budaya demokratis; dan (3) mendekripsikan praktik kebebasan siswa dalam budaya demokratis di sekolah. Metode penelitian: kualitatif naturalistik dengan strategi studi kasus, dan menggunakan jenis studi kasus multiple case study. Tempat penelitian, SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Negeri 1 Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Sekolah memberikan kebebasan kepada siswa karena, siswa memiliki keunggulan dan kapasitas. Siswa seharusnya dibiarkan menjadi apa yang mereka pikirkan, rasakan, hadirkan dan lakukan sehingga siswa menjadi mandiri, terinsiprasi dalam mengeksplorasikan kreativitas dan imajinasi. (2) Alasan praktik kebebasan siswa dapat dilakukan dalam budaya demokratis di sekolah karena, budaya demokratis dapat berperan sebagai tenaga penggerak dalam ruang lifelong pembelajaran demokrasi sehingga interaksi, relasi dan perilaku kebebasan siswa tetap teratur secara demokratis, dan (3) Praktik kebebasan siswa yaitu, kebebasan akademik dengan kontrol sosial dan menerapkan kegiatan belajar mandiri. Dalam belajar mandiri, siswa belajar tanpa intervensi guru, siswa secara kritis dan kreatif belajar dengan mengamati, menganalisis, dan sharing. Siswa melakukan interaksi sosial berupa toleransi, saling menghormati dan menerima ide dan kritik, serta kerjasama menciptakan relasi sharing dengan siswa lain membedakan prestasi akademik.
PENGEMBANGAN MODEL PERPUSTAKAAN MADRASAH DALAM PENERAPAN LITERASI INFORMASI UNTUK MEMPERSIAPKAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT Sri Rohyanti Zulaikha; Siti Partini Suardiman; Sodiq A Kuntoro
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.822 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9812

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan model perpustakaan madrasah dalam penerapan literasi informasi untuk mempersiapkan belajar sepanjang hayat dan mengetahui bagaimana kemampuan belajar sepanjang hayat bagi para pemustaka. Metode penelitian ini adalah RD dengan pendekatan kualitatif. Sampel sumber data dilakukan dengan cara purposive dan snowball, pengumpulan data digunakan metode triangulasi dan analisis datanya bersifat kualitatif dengan melakukan FGD. Proses analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian pengembangan model perpustakaan madrasah ini terlihat dalam enam tahap (Task Definiton, Information Seeking, Location and access, Use of Information, Syntesis dan Evaluation) yang diimplementasi di dalam RPP untuk bidang studi terkait (Bahasa Indonesia, Biologi, Fiqih dan PPMB) dengan pengembangan layanan perpustakaan yang berbasis kepada pemustaka. Model perpustakaan yang “literate” terhadap informasi dapat menjadikan siswa menyenangi belajar, mengetahui bagaimana sejatinya cara belajar itu, menghargai bahwa belajar itu, rasa ingin tahu terhadap sesuatu menjadikan sikap “self directing” dalam belajar.
MATAHARI YANG TERLUPAKAN: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH Sudaryanto, S.
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.445 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i2.12422

Abstract

Penumbuhan sikap-sikap atau karakter-karakter positif dan nilai-nilai luhur pada diri siswa dapat melalui proses pembelajaran di kelas, salah satunya ialah melalui pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Selain dididik untuk memiliki karakter membaca dan kreatif, siswa dapat pula dididik untuk memiliki karakter jujur, sopan santun, empati pada sesama atau teman sebaya, dan menghormati orang tua dan gurunya. Para siswa di sekolah akan senang membaca dan mengarang karya sastra apabila para gurunya telah senang membaca dan mengarang karya sastra pula. Dalam hal ini, forum para guru (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dapat dimanfaatkan untuk forum diskusi antarguru dalam mengapresiasi dan berkreasi karya sastra, serta dukungan dari pihak sekolah terhadap ketersediaan bahan bacaan karya sastra yang lengkap di perpustakaan sekolah. FORGOTTEN SUN: CHARACTER EDUCATION IN INDONESIAN LANGUAGE AND LITERATURE INSTRUCTION AT SCHOOLAbstractInculcating positive attitudes or positive characters and high values in students can be through teaching processes in the classroom, one of which is through teaching Indonesian language and literature. In addition to being taught to have reading and creative character, students can also be taught to have character of honesty, good manner, empathy for others or peers, and respect to parents and teachers. The students at the school will be happy to read and compose literary works when their teachers have enjoyed reading and composing literary works as well. In this case, the teachers' forum (Musyawarah Guru Mata Pelajaran/MGMP) can be used as teachers’ discussion forum in appreciating and creating literary work, as well as support from the school to the availability of a complete reading of literary work in the school library.
Nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran akuntansi sebagai pengembangan karakter siswa di SMK Siswanto Siswanto; Suyanto Suyanto; Badrun Kartowagiran
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2017): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.222 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i1.14534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) faktor Kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kompetensi Guru, Persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dan Persepsi guru terhadap kultur sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi sebagai pengembangan karakter siswa; (2) pengaruh berbagai faktor terhadap kualitas pembelajaran Akuntansi  yang mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi, dan ; (3) mengetahui faktor yang paling berpengaruh  terhadap pembelajaran Akuntansi yang mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi. Populasi dalam Penelitian ini adalah 279 Guru Akuntansi SMK Bisnis dan Manajemen di Daerah Istimewa Yogyakarta terdistribusi pada 59 SMK. Sampel penelitian diambil 165 guru dan 200 siswa diambil dengan proposional purposive sampling. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan rata-rata skor kualitas setiap faktor dan statistik inferensial dengan SEM untuk menguji hipotesis. Uji kecocokan model dengan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program LISREL 8.80. Hasil penelitian menunjukkan :(1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah mengitegrasikan nilai-nilai anti korupsi dengan baik, siswa memberi penilaian sangat baik pada kompetensi guru, guru memiliki persepsi baik terhadap kepemimpinan kepala sekolah, guru memiliki persepsi baik terhadap kultur sekolah; (2) ada pengaruh yang signifikan dari berbagai faktor terhadap pembelajaran Akuntansi yang mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi. (3) kualitas Rencana Pembelajaran adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas Pembelajaran Akuntansi.Kata kunci: integrasi nilai-nilai anti korupsi, pembelajaran akuntansi, pengembangan karakter siswa ANTI-CORRUPTION VALUES INTO ACCOUNTING LEARNING TO BUILD STUDENTS’ CHARACTERS AT VOCATIONAL HIGH SCHOOLS (VHSsAbstractThis study aims to: (1) describe the factors of the lesson plan quality, teachers’ competencies, teachers’ perceptions of principals’ leadership, and teachers’ perceptions of the school culture in integrating anti-corruption values to build students’ characters; (2) describe the effects of a variety of factors on the quality of Accounting learning that integrates anti-corruption values; and (3) find out the factor with the greatest effect on Accounting learning that integrates anti-corruption values. The research population comprised 279 Accounting teachers at 59 Business and Management VHSs in Yogyakarta Special Region. The research sample, consisting of 165 teachers and 200 students, was selected by means of the proportional purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The descriptive statistics were used to explain the mean score of the quality of each factor and the inferential statistics with Structural Equation Modeling (SEM) were used to test the hypotheses. The model fit test used SEM processed by the LISREL 8.80 program. The results of the study are as follows. (1) the lesson plans have integrated anti-corruption values well, the students give excellent ratings to the teachers’ competencies, the teachers have good perceptions of the principals’ leadership, and the teachers have good perceptions of the school culture. (2) there are significant effects of a variety of factors on Accounting learning that integrates anti-corruption values. (3) the quality of the lesson plans is the factor with the greatest effect on the quality of Accounting learning.Keywords: integration of anti-corruption values, accounting learning, students’ character building
Pengembangan multimedia berbasis sosiokultural untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IV Pratama, Dewingga Fizzy Keni; Wangid, Muhammad Nur
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.582 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i1.23458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengetahui keefektifan produk mutlimedia berbasis sosiokultural yang layak untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Glagah Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV. Penelitian menggunakan metode research and development (R D) dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) studi literatur, survei lapangan awal, dan analisis kebutuhan; (2) perencanaan; (3) pengembangan draf produk; (4) uji coba terbatas; (5) merevisi hasil uji coba; (6) uji coba diperluas; (7) merevisi hasil uji coba; (8) uji operasional; (penyempurnaan produk akhir; dan (10) diseminasi. Perencanaan meliputi penyusunan materi, pembuatan flowchart, story board, serta evaluasi dan revisi rancangan. Pengembangan meliputi produk multimedia berbasis sosiokultural, validasi ahli materi, validasi ahli media, dan revisi produk awal. Instrumen pengumpulan data meliputi; pedoman wawancara, angket respon guru, angket respon siswa, skala motivasi, dan soal tes. Tekhnik analisis data menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, produk multimedia berbasis sosiokultural yang dihasilkan memiliki kelayakan dan keefektifan yang sangat baik.Kata kunci: multimedia, sosiokultural, motivasi belajar, dan prestasi belajar MULTIMEDIA DEVELOPMENT BASED ON SOCIOCULTURAL TO IMPROVE MOTIVATION AND LEARNING ACHIEVEMENTS OF GRADE IV STUDENTS IN GLAGAH ELEMENTARY STATE YOGYAKARTAAbstractThis study aims to appropriate and knowing the effectiveness of sociocultural based multimedia to improve motivation and learning achievement in the student. The study was conducted in Glagah State Elementary School, Yogyakarta. Subjects in this study were fourth-grade students. The study used to research and development (R D) method with the following steps: (1) literature study, initial field survey, and needs analysis; (2) planning; (3) development of product draft; (4) limited trials; (5) revise the results of the trial; (6) expanded trials; (7) revise the results of the trial; (8) operational tests; (improvement of final products; and (10) dissemination. Planning includes the preparation of materials, preparation of flowcharts, storyboards, as well as evaluation and revision of the design. Development includes sociocultural-based multimedia products, expert material validation, media expert validation, and initial product revisions. The data included: interview guidelines, teacher response questionnaires, student response questionnaires, motivation scale, and test questions. The technique of data analysis used independent sample t-test with a significance level of 0.05. The results showed that the resulting sociocultural multimedia products had excellent feasibility and effectiveness.Keywords: multimedia, sociocultural, learning motivation, and learning achievement
Analisis hubungan karakter semangat kebangsaan terhadap hasil belajar siswa Menza Hendri; Limbar Pramudya; Nur Ika Sandi Pratiwi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.143 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.25209

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakter semangat kebangsaan siswa dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode asosiatif kuantitatif jenis korelasional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner dan soal  yang dibagikan kepada siswa dengan sampel 35 orang yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Muaro Jambi. Dengan populasi seluruh siswa SMPN 1 Muaro Jambi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan program SPSS untuk melakukan uji asumsi ( normalitas dan linearitas) dan membuat hipotesis melalui uji korelasional. Hasil dari penelitian menunjukkan dengan menggunakan uji korelasi didapatkan nilai Pearson correlation 0,027 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak atau  terdapat hubungan antara karakter semangat kebangsaan dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi. AbstractThe purpose of this study was to find out how the character of the nationality of students correlates with the learning outcomes of SMPN 1 Muaro Jambi. This type of research is a quantitative research using a correlational quantitative type associative method. The data collection technique in this study was to use questionnaires or questionnaires and questions that were distributed to students with a sample of 35 people namely VII SMPN 1 Muaro Jambi. With a population of all students of Muaro Jambi Middle School 1. Data analysis in this study uses a type of quantitative research using the SPSS program to test assumptions (normality and linearity) and make hypotheses through correlational tests. The results of the study show that using the correlation test obtained Pearson correlation value 0.027 0.05, it can be stated that Ho is rejected or there is a relationship between the character of national spirit and student learning outcomes at SMPN 1 Muaro Jambi.
Pembelajaran Kooperatif dalam Pendidikan Multikultural Suparmi Suparmi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.577 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v1i1.1055

Abstract

Abstrak Pendidikan Multikultural diharapkan menyadarkan warga negara Indonesia bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beranekaragam. Sebagai upaya, pendidikan multikulural di dalam kurikulum terintegrasi atau menyatu dengan mata pelajaran lain. Penerapan pedidikan multikultural yang integratif dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dasar pembentukan kelompok dalam pembelajaran kooperatif yang efisien dengan membentuk kelompok non permanen dengan perjanjian sesi atau pertemuan tatap muka. Pembiasaan dengan dasar pembentukan kelompok yang variatif dalam model pembelajaran kooperatif akan mengembangkan kesadaran bahwa hidup sekarang dan nanti bagi siswa adalah tidak ada masalah dalam penyesuaian. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, pendidikan multikultural, perjanjian sesi/pertemuan
INTERNALISASI DAN AKTUALISASI NILAI-NILAI KARAKTER PADA SISWA SMP DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGIS Titik Sunarti Widyaningsih; Zamroni Zamroni; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.179 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i2.2658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang difasilitasi sekolah untuk diinternalisasi dalam diri siswa, (2) mengetahui proses internalisasi nilai karakter pada diri siswa, dan (3) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang telah diaktualisasi siswa dalam perilaku sehari-hari. Paradigma penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan  siswa di SMP Negeri 2 Bantul. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive dengan cara memilih sejumlah informan yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengamatan nonpartisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada langkah-langkah analisis data yang dikemukakan oleh Egan (2009, p.281). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang difasilitasi oleh sekolah untuk diinternalisasi dalam diri siswa SMP 2 Bantul adalah nilai religius, kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, saling menghargai, peduli pada lingkungan dan cinta tanah air. Nilai-nilai karakter yang telah diaktualisasi dalam perilaku sehari-hari siswa di SMP 2 Bantul adalah nilai religius, kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, saling menghargai, dan peduli pada lingkungan. Kata kunci: internalisasi, aktualisasi, nilai-nilai karakter
PENDIDIKAN NILAI KEBANGSAAN MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SMA TARUNA NUSANTARA DAN SMA KOLESE DE BRITTO Emmanuel Kus Eddy Sartono; Noeng Muhadjir; Sumarno Sumarno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.073 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola pendidikan nilai kebangsaan hasil sintesis dari pola pendidikan nilai kebangsaan melalui budaya sekolah di SMA Taruna Nusantara dan SMA Kolese De Britto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-fenomenologi. Subyek penelitian adalah pengurus yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, karyawan dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, meliputi: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dan persamaan pola pendidikan nilai-nilai kebangsaan melalui budaya sekolah antara SMA Taruna Nusantara dengan SMA Kolese De Britto, meskipun demikian penelitian ini menemukan budaya sekolah efektif untuk membentuk karakter kebangsaan siswa. Sintesisnya penggabungan Sistem Among, cara Tutwuri Handayani, budaya kedisiplinan, Paradigma Pedagogi Ignasian, cura personalis dan budaya pendidikan bebas akan meningkatkan penanaman nilai kebangsaan siswa tidak sekedar pada ranah kognitif dan afektif tetapi sampai pada ranah perilaku kebangsaan.

Page 9 of 22 | Total Record : 219