cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Merdeka belajar dalam pandemi: Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran jarak jauh berbasis mobile Arif Widodo; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.35747

Abstract

Mobile learning merupakan salah satu alternatif model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih lagi dengan misi merdeka belajar dari pemerintah membuat mobile learning semakin dikedepankan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam model mobile learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan mobile learning dalam perkuliahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 158 mahasiswa. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan instrumen, pengumpulan data, klasifikasi, tabulasi, penyajian, dan deskripsi kesimpulan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Masalah yang dikaji adalah apakah mahasiswa dapat merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis mobile? Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada responden yang mengaku mengalami kesulitan dalam penggunaan mobile learning. Beberapa aspek kemudahan dalam pembelajaran berbasis mobile belum sepenuhnya dirasakan mahasiswa terutama terkait dengan fleksibilitas tempat dan kemudahan penguasaan materi kuliah. Dua aspek ini berkaitan erat dengan koneksi internet dan atmosfir akademik. Kemudahan yang telah dapat dirasakan adalah aspek komunikasi, informasi dan fleksibilitas waktu.AbstractMobile learning is an alternative model of distance learning (PJJ). What's more, with the government's mission to be independent of learning, mobile learning is being put forward. This is inseparable from the various conveniences offered in the mobile learning model. This study aims to describe students' perceptions regarding the use of mobile learning in lectures. The research used a quantitative descriptive design. Data collection using surveys. The instrument used was a questionnaire. The research subjects were PGSD students of Mataram University. The number of respondents involved in the study was 158 students. The research stages started with making instruments, collecting data, classifying, tabulating, presenting, and describing conclusions. Data were analyzed using descriptive statistics. The problem studied is whether students can feel the various facilities offered in mobile-based learning? The survey results in this study indicate that there are still respondents who claim to experience difficulties in using mobile learning. Some aspects of the convenience in mobile-based learning have not been fully felt by students, especially related to the flexibility of the place and the ease of mastering course material. These two aspects are closely related to the internet connection and the academic atmosphere. The ease that can be felt is the aspects of communication, information, and flexibility of time.
Meta analisis: Efektivitas model pembelajaran flipped classroom di pendidikan kejuruan Akrimullah Mubai; Ambiyar Ambiyar; Fadhilah Fadhilah; Usmeldi Usmeldi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.36542

Abstract

Berbagai model pembelajaran baru banyak dikembangkan, tetapi tidak semuanya model pembelajaran efektif pada pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan membutuhkan model pembelajaran yang dapat mendorong berfikir kritis dan keterampilan praktis dengan pembelajaran berupusat pada siswa serta pemanfaatan teknologi terkini. Untuk itu penelitian ini bertujuan membahas efektifitas model pembelajaran Flipped Classroom di pendidikan kejuruan yang menjadi salah satu model pembelajaran yang belum lama ini dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan jenis data sekunder. Data yang diperoleh berupa hasil nilai post test kelas kontrol dan kelas eksperimen dari artikel penelitian yang menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom di berbagai pendidikan kejuruan. Sebanyak 15 artikel penelitian dibedah dan data yang diperoleh dikalkulasi menggunakan rumus effect size (ES). Hasil kalkulasi menunjukkan bahwa model pembelajaran Flipped Classroom memiliki efek yang tinggi terhadap hasil belajar pada pendidikan kejuruan di berbagai bidang keahlian. Dengan demikian model pembelajaran Flipped Classroom sangat efektif dan tepat digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan kejuruan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja atau berwirausaha.AbstractVarious new learning models have been developed, but not all of them are effective learning models in vocational education. Vocational education requires a learning model that can encourage critical thinking and practical skills with student-centered learning and the use of the latest technology. For this reason, this study aims to discuss the effectiveness of the Flipped Classroom learning model in vocational education which is one of the recently developed learning models. This study uses a meta-analysis method with secondary data types. The data obtained are in the form of the results of the post-test scores of the control class and the experimental class from research articles using the Flipped Classroom learning model in various vocational education. A total of 15 research articles were dissected and the data obtained were calculated using the effect size (ES) formula. The calculation results show that the Flipped Classroom learning model has a high effect on learning outcomes in vocational education in various fields of expertise. Thus the Flipped Classroom learning model is very effective and appropriate to use in the vocational education learning process to produce graduates who are ready to work or become entrepreneurs.
Modal sosial dan upaya meretas kekerasan di sekolah Andi Hasdiansyah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.24880

Abstract

Artikel ini bertujuan membedah dan mencari akar kekerasan yang terjadi di sekolah dari berbagai konteks. Penulis menggunakan bingkai teori modal sosial dalam upaya memecahkan masalah kekerasan tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis fakta dan kajian konseptual terkait bagaimana teori modal sosial bekerja. Analisis multi-konteks digunakan untuk menemukan sebuah pola yang lebih rinci terkait usaha pencegahan dan pemecahan perilaku kekerasan peserta didik. Pada intinya, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan. Proses pendidikan itu sendiri harus mendasarkan aktivitasnya pada kemajemukan sebagai sebuah cara mengkomunikasikan perbedaan.AbstractThis article aims to dissect and search for the roots of violence that occur in schools from various contexts. The author uses the frame of social capital theory in an effort to solve the problem of violence. The method used in this article is fact analysis and conceptual studies related to how social capital theory works. The multi-context analysis is used to find a more detailed pattern related to efforts to prevent and solve the violent behavior of students. In essence, family, school, and society have an important role in education. The education process itself must base its activities on pluralism as a way of communicating differences
Cyberbullying pelajar SMA di media sosial: Prevalnsi dan rekomendasi Ariefa Efianingrum; Siti Irene Astuti Dwiningrum; Riana Nurhayati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38300

Abstract

Di era digital saat ini, bullying ditengarai hadir di ruang online atau yang sering disebut cyberbullying. Penelitian ini mengkaji realitas cyberbullying di media sosial yang dialami pelajar SMA Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian di enam wilayah di Indonesia meliputi Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Papua. Setiap wilayah diwakili 3 sekolah dengan jumlah responden 242 setiap wilayah. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA semua tingkatan (kelas X, XI, dan XII) dengan jumlah total 1452 orang siswa SMA. Data penelitian bersifat kuantitatif dan dianalisis secara statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying merupakan salah satu bentuk bullying yang mulai banyak terjadi dan menunjukkan peningkatan seiring dengan semakin dominannya penggunaan media online dalam aktivitas pembelajaran maupun aktivitas sosial masyarakat. Angka cyberbullying di sekolah wilayah Indonesia yang terdiri dari daerah Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Papua berada pada kategori cukup tinggi dengan skor 69,64%. Cyberbullying merupakan keniscayaan yang terjadi di tengah saratnya penggunaan media sosial pada generasi muda. Sejumlah rekomendasi ditawarkan untuk mereduksi cyberbullying di kalangan pelajar, baik bersifat personal maupun institusional.High school student cyberbullying on social media: Prevalence and recommendations AbstractIn today's digital era, bullying occurs in the online space or what is often called cyberbullying. This study examines the reality of cyberbullying on social media experienced by Indonesian high school students. This research uses a descriptive quantitative approach. The research setting is in six regions in Indonesia include Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, and Papua. Each region is represented with three schools by 242 respondents in each region. The Respondents in this study were high school students of all levels (class X, XI, and XII) with a number of 1452 high school students. The research data was quantitative and analyzed using descriptive statistics in the form of percentages. The results showed that cyberbullying is a form of bullying that has started to occur a lot and shows an increase in line with the increasingly dominant use of online media in learning and social activities. The cyberbullying rate in schools in the Indonesian region consisting of Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, and Papua is at a high level, with a score of 69.64%. Cyberbullying occurs amid social media usage among the younger generation. Some recommendations are offered to reduce cyberbullying among students, both personal and institutional.
Kemiskinan dan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Ngawi: merumuskan isu strategis Fajar Sidik
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.32210

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan problem kemiskinan dan kinerja pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini difokuskan untuk mencermati kaitan antara kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi, kesejahteraan penduduk dicermati dari dimensi pendidikan, dan dampak pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kinerja pembangunan sektor pendidikan tahun 2016-2018 belum mampu optimal dalam mencapai target yang direncanakan dan menyebabkan rendahnya kualitas kesejahteraan (pendidikan) yang diterima penduduk miskin. Kualitas kesejahteraan (pendidikan) yang masih rendah telah berkontribusi terhadap persoalan pengangguran yang terjadi saat ini. Isu strategis yang perlu segera direspon dan ditindaklanjuti, antara lain; (1) meningkatkan akses pendidikan, (2) meningkatkan pemberantasan buta huruf, dan (3) menjalin kerjasama dengan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.AbstractThis paper aims to explain the problem of poverty and the performance of development in the education sector in Ngawi Regency. This research is focused on examining the link between the performance of the local government of Ngawi Regency, the welfare of the population being examined from the educational dimension, and the impact of education. This research uses the library method. The results showed that the results of the education sector development performance in 2016-2018 were not able to be optimal in achieving the planned targets and caused the low quality of welfare (education) received by the poor. The low quality of welfare (education) has contributed to the current unemployment problem. Strategic issues that need to be immediately responded and acted upon include; (1) increasing access to education, (2) increasing illiteracy eradication, and (3) establishing cooperation with the Province of East Java to improve the quality of vocational high school graduates. 
Literasi media sosial masyarakat milenial dalam perspektif teori prosesing informasi Gagne Nurul Fatimah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.29497

Abstract

Salah satu dampak positif globalisasi adalah pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang disinyalir akan membantu mempermudah dan mempercepat  kerja manusia. Derasnya perkembangan TIK yang masuk ke setiap negara tidak mampu dibendung lagi oleh masyarakat, baik masyarakat dalam kondisi siap maupun belum siap menerima gempuran teknologi tersebut, situasi memaksa masyarakat untuk tetap menerima perkembangan tersebut. Melimpahnya sumber informasi terutama yang beredar melalui media sosial seringkali membuat masyarakat penggunanya terbuai dan mudah sekali terprovokasi atas isi dari berita-berita yang beredar tersebut. Media sosial berhasil mengalahkan media konvensional (mainstream) berupa buku teks dan naskah informasi lainnya. Begitu banyaknya informasi yang keluar masuk, tidak lagi memberi kesempatan pada masyarakat untuk menelaah dan mengendapkan informasi-informasi tersebut agar menjadi sebuah pembelajaran yang bermanfaat dan berguna. Sejauh ini dampak yang muncul dan dirasakan oleh masyarakat pengguna yang belum siap terhadap perkembangan TIK tersebut adalah munculnya hoax (berita yang belum tentu kebenarannya) yang menjangkiti seluruh lapisan masyarakat baik generasi muda maupun generasi tua. Tulisan ini akan mencoba melihat perkembangan literasi media sosial yang terjadi di Indonesia dengan menggunakan perspektif teori prosesing informasi Gagne.AbstractOne of the positive effects of globalization is the rapid development of Information and Communication Technology (ICT) which is allegedly going to help simplify and accelerate human work. The rapid development of ICT entering every country cannot be dammed by the community, both the people are ready or not ready to accept the onslaught of technology, the situation forces the community to continue to accept these developments. The abundance of information sources especially those circulating through social media often leaves the user community lulled and easily provoked by the contents of the news circulating. Social media defeated conventional (mainstream) media in the form of textbooks and other information manuscripts. So much information comes in and out, no longer gives the opportunity for the public to examine and precipitate the information so that it becomes useful and useful learning. So far the impact that appears and is felt by the user community who are not ready for the development of ICT is the emergence of hoaxes (news that is not necessarily true) that affects all levels of society both the younger generation and the older generation. This paper will try to see the development of social media literacy that is happening in Indonesia by using the perspective of Gagne's information processing theory.
Media Pembelajaran Berbasis TIK (MembaTIK) dengan Fluvid untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKWu Ayu Perdanasari
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.35842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan media pembelajaran berbasis TIK (MembaTIK) dengan Fluvid. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan prosedur penelitian untuk masing-masing siklus meliputi empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Surakarta yang berjumlah 28 orang. Sumber data berasal dari informan dan dokumen. Pengumpulan data untuk hasil belajar menggunakan teknik tes. Analisis data menggunakan statistic deskriptif untuk data kuantitatif dan model interaktif untuk data kualitatif. Indictor kinerja ditetapkan sebesar 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK (MembaTIK) dengan Fluvid meningkatkan hasil belajar dengan ketercapaian pada siklus I sebesar 71% dan pada siklus II sebesar 82%.AbstractThis study aims to improve student learning outcomes using ICT-based learning media (MembaTIK) with Fluvid. This research is a classroom action research conducted in two cycles, with research procedures for each cycle, including planning activities, implementing actions, observing, and reflecting. The research subjects were students of class X SMA Surakarta who assessed the person. Sources of data come from informants and documents. Data collection for learning outcomes using test techniques. Data analysis used descriptive statistics for quantitative data and interactive models for qualitative data. The performance indicator is set at 80%. The results showed that using ICT-based learning media (MembaTIK) with Fluvid improved learning outcomes with 71% in cycle I and 82% in cycle II.
Benturan modal budaya pada mahasiswa kampus pilihan proses di Tiongkok Muchamad Solah Solahudin
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.24942

Abstract

Pendidikan merupakan relasi antarsosial yang menjadi minitur dalam kehidupan masyarakat. Lembaga pendidikan dan masyarakat saling membutuhkan bagaikan dua mata uang logam. Segala unsur budaya dan unsur sosial dalam masyarakat terdapat juga dalam pendidikan dan keduanya sekaligus menjadi modal utama. Calon peserta didik dalam memilih jenjang pendidikan tinggi di Tiongkok juga mengalami hal itu dan terjadi benturan budaya yang kemudian dapat menjadi referensi untuk pendidikan tinggi di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan studi kepustakaan yang berusaha mengurai dan menelaah berbagai literatur yang berkenaan dengan modal budaya dan kampus pilihan mahasiswa di Tiongkok. Menurut Cooper dalam Creswel, menyebutkan bahwa terdapat 4 (empat) tipe kajian pustaka, yakni; 1.) Menggabungkan apa yang telah dikatakandan dilakukan oleh orang lain; 2.) Mengkritisi penelitian dari para peneliti sebelumnya; 3.) Membangun jembatan dari topik-topik terkait; dan 4.) Mengidentifikasi dari isu-isu sentral dalam suatu bidang. Teori modal budaya Bourdieu menganalisis bagaimana budaya dan pendidikan berinteraksi dan dengan demikian berkontribusi pada reproduksi ketimpangan sosial. Penelitian akses kampus yang luas yang terinspirasi oleh teori Bourdieu telah ditunjukkan bahwa akses kuliah siswa adalah produk kompleks dari latar belakang keluarga, iklim sekolah menengah, keterlibatan orang tua, dan kemanjuran diri siswa dan persiapan akademik. Kemudian kerangka kerja konseptual dari penelitian ini yang mengidentifikasi bagaimana berbagai faktor sosial dan ekonomi mempengaruhi berbagai tahapan proses pengambilan keputusan siswa tentang perencanaan perguruan tinggi.AbstractEducation is an inter-social relationship that becomes a minitur in people's lives. Educational institutions and communities need each other like two coins. All elements of culture and social elements in society also exist in education and both at the same time become the main capital. Prospective students in choosing higher education in China also experience this and a cultural clash that can later become a reference for higher education in Indonesia. The writing of this article uses literature studies that attempt to unravel and examine the various literature relating to cultural capital and student-chosen campuses in China. According to Cooper in Creswell, states that there are 4 (four) types of literature review, namely; 1.) Combine what has been said and done by others; 2.) Criticize research from previous researchers; 3.) Build bridges from related topics; and 4.) Identify central issues in a field. Bourdieu's cultural capital theory analyzes how culture and education interact and thus contributes to the reproduction of social inequality. Extensive research on-campus access inspired by Bourdieu's theory has shown that access to student lectures is a complex product of family background, middle school climate, parent involvement, and student self-efficacy and academic preparation. Then the conceptual framework of this research that identifies how various social and economic factors influence the various stages of the student's decision-making process regarding college planning.
Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila terhadap generasi muda Karang Taruna Balai Tongah Koto Frea Purnama; Ananda Azwar
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38775

Abstract

Tujuan peneiltian ini adalah untuk meneliti tentang proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Karang Taruna di Kelurahaan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Nilai-nilai Pancasila tersebut adalah nilai ketuhanan nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai musyawarah, dan nilai keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana informan dalam penelitian adalah 19 perangkat serta anggota Karang Taruna di Kelurahaan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Januari 2021.Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamatan dan teknik triangulasi dengan cara pengecekan data kemudian membandingkan data dengan sumber lain. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengacu pada model analisis Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verivikasi). Hasil dari pene-litian ini menjelaskan bahwa dalam penelitian ini terdapat penghambat dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila karena kurang adanya landasan dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila, kurangnya partisipasi generasi muda, serta kurang terjalinnya kerjasama antara masyarakat dengan karang taruna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Karang Taruna Balai Tongah Koto yang dilakukan belum sepenuhnya maksimal, karena kurangnya partisipasii dari anggota karang taruna.AbstractThe purpose of this study is to examine the Process of Internalizing the Values of Pancasila to The Younger Generation of Youth Organization Tongah Koto Hall Payakumbuh City. The values of Pancasila are the values of godliness, the value of humanity, the value of unity, the value of deliberation, and the value of justice. The research method used is the descriptive qualitative research method. The informant in the research is nineteen devices and cadet coral members in The Village of Balai Tongah Koto, District Payakumbuh North, Payakumbuh City. The research was conducted for three months, from November 2020 to January 2021. Data validity test was conducted by observation perseverance technique and triangulation technique by checking data and comparing data with other sources. The data obtained was analyzed by referring to Miles and Huberman's analysis model with data reduction, data presentation, and inference (verification). The results of this study explain that there are obstacles in implementing the values of Pancasila because of the lack of foundation in the internalization of the values of Pancasila, the lack of participation of the younger generation, and the lack of cooperation between the community and youth organizations. This research concluded that the process of internalizing the values of Pancasila in the younger generation of Balai Tongah Koto youth organizations was not fully maximized due to the lack of participation of youth organization members.
Relevansi berpikir matematis terhadap perkembangan psikososial berbasis teksonomi bloom dalam pembelajaran matematika Muhammad Fendrik
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.29649

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pentingnya pembelajaran matematika untuk melatih berpikir matematis terhadap perkembangan psikososial berbasis Taksonomi Bloom bagi siswa sekolah dasar. Hal ini terlihat dari asumsi guru di lapangan, yakni bahwa siswa dikatakan telah mengusai materi yang diberikan bila telah memperoleh nilai yang baik dari suatu tes. Ditambah dari beberapa survei Internasional seperti WEF, TIMSS, dan PISA yang menyebutkan bahwa capaian pembelajaran matematika anak-anak Indonesia masih jauh dari kata yang menggembirakan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan memilah-milah sumber referensi yang terkait untuk dapat dikaji dan dianalisis secara komprehensif. Hasil dari penelitian ini adalah guru harus memperhatikan tingkatan Taksonomi Bloom yang tepat, termasuk dalam membuat dan menyusun soal yang berguna untuk melatih berpikir matematis dalam kehidupan sehari-hari yang juga harus ditunjang dari lingkungan sosial siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran pembelajaran matematika sekolah dasar.