cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Toleransi dan berpikiran terbuka di masa pandemi Covid-19: Belajar dari masyarakat transmigrasi "Malakok" di Minangkabau Cici Nur Azizah; Isnarmi Moeis; Junaidi Indrawadi; Suryanef Suryanef; Fitri Eriyanti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38572

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk sikap toleransi dan berpikiran terbuka dalam interaksi sosial di masa pandemi Covid-19, karena di masa ini hampir seluruh tatanan kehidupan masyarakat berubah, termasuk interaksi sosial masyarakat transmigrasi yang melakukan malakok di Nagari Sungai Sirah. Berawal dari kronologi kedatangan masyarakat  transmigrasi sehingga tercipta masyarakat yang beragam, untuk itu dibutuhkan sikap toleransi dan berpikiran terbuka untuk menstabilkan kehidupan sosial di Nagari Sungai Sirah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara yang mendalam dan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi dan berpikiran terbuka di Nagari Sungai Sirah terlaksanakan dengan baik, bahkan kadar sikap toleransi dan sikap berpikiran terbuka nya lebih besar ketimbang sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Adat istiadat pada masa sebelum terjadinya pandemi Covid-19 mewajibkan semua unsur adat untuk melakukan suatu kebiasaan yang sudah ditetapkan secara adat namun di masa pandemi Covid-19 semua unsur adat memberi dan diberi toleransi serta keringanan dalam hal pelaksanaan adat tersebut serta fenomena ini juga disikapi dengan pikiran yang terbuka oleh semua masyarakat. Melalui tradisi “malakok” masyarakat pendatang masih mampu hidup berdampingan dan menjaga harmonisasi sosial dalam persaudaraan yang dibingkai dalam sikap toleransi dan berpikiran terbuka.AbstractThe research aims to analyze forms of tolerance and open-mindedness in social interactions during the Covid-19 pandemic, because at this time almost the entire order of community life changed, including the social interactions of the transmigration community who carried out malakok in Nagari Sungai Sirah. Starting from the chronology of the arrival of the transmigration community so that a diverse society was created, it requires an attitude of tolerance and an open mind to stabilize social life in Nagari Sungai Sirah. This research was conducted using a phenomenological qualitative approach. Collecting data using observation techniques, in-depth interviews, and holding Focus Group Discussions (FGD) at the research site. The results showed that tolerance and open-mindedness in Nagari Sungai Sirah were carried out well, even the levels of tolerance and open-mindedness were greater than before the Covid-19 pandemic. Customs in the period before the Covid-19 pandemic required all elements of custom to carry out a custom that had been established in custom, but during the Covid-19 pandemic all elements customary gave and were given tolerance and relief in terms of implementing these customs, and this phenomenon was also addressed with an open mind by all societies. Through the “malakok” tradition, immigrant communities are still able to live side by side and maintain social harmony in a brotherhood framed in an attitude of tolerance and open-mindedness.
Tingkatan sosial ekonomi orangtua berdampak pada kemampuan belajar siswa di masa pandemi Covid-19 Bunga Anggun Febriani; Isa Anshori
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.32187

Abstract

Dalam lingkungan masyarakat tingkatan sosial ekonomi setiap orangtua berbeda-beda. Terdapat tingkat sosial ekonomi atas, menengah, dan bawah semua itu berdampak pada kehidupan sosial serta pendidikan anak. Perbedaan tingkatan kelas sosial orangtua nantinya berpengaruh terhadap kemampuan belajar siswa. Namun saat ini dunia sedang digemparkan oleh adanya pandemic covid-19 yang mengakibatkan proses pembelajaran harus dilakukan dengan metode daring. Tetapi metode pembelajaran daring memiliki beberapa permasalahan yang cukup krusial untuk dibahas. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan atas pandemic covid-19 terutama dalam ketidaksetaraan yang dirasakan oleh para murid untuk menerima materi pembelajaran secara daring (online) dirumah. Dengan mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi para murid dalam mengikuti proses pembelajaran daring diharapkan pemerintah dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan secara merata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Penelitian kualitatif ini merupakan suatu langkah yang ditempuh guna memperoleh isi dari komunikasi yang disampaikan oleh peneliti dalam bentuk wawancara maupun pengajuan pertanyaan kepada informan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan belajar siswa tergantung pada status sosial orangtua. AbstractIn the social environment, the socioeconomic level of each parent is different. There are socioeconomic levels above, middle, and below all that have an impact on social life and children's education. The difference in the level of parental social class will affect the learning ability of students. However, the world is currently in an uproar by the co-19 pandemic which has resulted in an online learning process. But online learning methods have some issues that are crucial enough to be discussed. The purpose of this study is to find out and explain the various problems faced by the education world of the co-19 pandemic, especially in the inequality felt by students to receive online learning material at home. By knowing the various problems faced by students in participating in the online learning process, it is hoped that the government can improve and improve the quality of education equally. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This qualitative research is a step taken to obtain the contents of communication delivered by researchers in the form of interviews and asking questions to informants. The results of this study stated that the student's learning ability depends on the social status of parents.
Pengembangan bumiku sebagai media pembelajaran lingkungan hidup di sekolah dasar Ima Siti Halimah; Nana Djumhana; Aprilia Eki Saputri; Mela Damayanti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.34383

Abstract

Media pembelajaran sebagai alat penunjang penyampaian pembelajaran menjadi bagian yang penting dalam penelitian ini khususnya bagi pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang bersifat kontekstual dan mendorong siswa sekolah dasar untuk mengenali masalah lingkungan di sekitarnya. Bumiku sebagai rancangan media pembelajaran yang berupa buku harian interaktif disusun sesuai dengan aspek lingkungan hidup yang berkenaan langsung dengan siswa. Menggunakan metode kualitatif dengan tahapan perencanaan, produksi, dan evaluasi sebagai tahapan dan proses rancangan Bumiku. Hasil penelitian berupa media grafis berbentuk buku harian interaktif dengan isi konten berupa pertanyaan dan artikel pendek berdasarkan aspek lingkungan yang berkenaan dan berdampak langsung pada kehidupan siswa sekolah yang diantaranya  energi listrik, sampah, kondisi alam, sanitasi, dan pemanasan global.AbstractLearning media as a means of supporting the delivery of learning is an important part of this study, especially for learning contextual environmental education and encouraging elementary school students to recognize environmental problems in their surroundings. Bumiku as a learning media design in the form of an interactive diary arranged in accordance with environmental aspects that are directly related to students. Using qualitative methods with the planning, production, and evaluation stages as the process of the Bumiku design. The results of the research are graphic media in the form of interactive diaries with content in the form of questions and short articles based on environmental aspects that have a direct impact on the lives of school students, including electrical energy, waste, natural conditions, sanitation, and global warming 
Penguatan nilai-nilai lokal masyarakat Minangkabau dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak Recy Harviani Zurwanty; Fatmariza Fatmariza; Susi Fitria Dewi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38801

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi budaya lokal masyarakat Minangkabau dalam aktivitas budaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di Nagari Pasie Laweh Kabupaten Padang Pariaman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, FGD dan wawancara. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah nagari, pakar, tokoh masyarakat dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak budaya lokal yang hidup di masyarakat yang potensial untuk dikembangkan, diperkuat dan diresosialisasi sebagai dasar pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Budaya lokal tersebut dilihat dari dua dimensi yakni dimensi perkawinan dan dimensi garis keturunan. Pada dimensi perkawinan, terdapat uang jemputan yang menjamin perlindungan perempuan oleh kerabat suami (laki-laki), dan pada dimensi garis keturunan terdapat hubungan kekerabatan mamak-kamanakan yang sejauh ini masih potensial untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan dan anak di dalam keluarga. Selain itu tradisi barantam yang melibatkan hubungan kekerabatan dan garis keturunan juga menjadi salah satu modalitas sosial dalam perlindungan sosial ekonomi perempuan dan anak. Penguatan nilai-nilai ini dapat dilakukan dengan memerankan kembali tokoh-tokoh adat seperti ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, urang ampek jinih (empat jenis kepemimpinan dalam adat). Dengan demikian penguatan terhadap nilai-nilai tersebut, akan dapat meminimalisir permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dalam keluarga.
Penerapan proses pembelajaran di Finlandia pada pembelajaran di Indonesia Alfi Suciyati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.25675

Abstract

Finlandia sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik, telah menjadi rujukan bagi pelaksanaan pendidikan negara-negara di dunia. Indonesia sebagai negara yang terus berusaha dalam perbaikan kualitas pendidikan, perlu mempelajari apa saja strategi pendidikan di Finlandia  dan memilah-milah mana yang sesuai dengan situasi kondisi di Indonesia dan mana yang tidak.  Tujuan penulisan ini untuk mengungkap bagaimana detail pembelajaran di Finlandia dan kemungkinan penerapannya di Indonesia, dengan acuan utama buku karangan Timothy D. Walker yang berjudul Teach Like Finland, 33 Simple Strategies for Joyfull Classrooms. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1). strategi dari pembelajaran di sekolah Finlandia yang sudah banyak diterapkan di sekolah Indonesia, yaitu; masuk ke alam liar, merekrut tim kesejahteraan, mengejar mimpi kelas, menggunakan buku pegangan, menggunakan teknologi, dan memasukkan musik, 2). strategi dari pembelajaran di sekolah Finlandia yang dapat diterapkan di sekolah Indonesia yaitu; belajar sambil bergerak, recharge sepulang sekolah, mengenal setiap anak, bermain dengan murid, menghapus bullying dengan program tertentu, berkawan, mulai dengan kebebasan, membuat rencana pembelajaran bersama siswa, dan mengajarkan hal-hal mendasar dan, 3). strategi dari pembelajaran di sekolah Finlandia yang sulit diterapkan di sekolah Indonesia yaitu; jadwal istirahat otak.
Pengaruh kecerdasan emosional, lingkungan kampus, dan penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar Betris Juliana Situmorang; Kusuma Chandra Kirana; Ignatius Soni Kurniawan
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.38514

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, lingkungan kampus dan penggunaan media sosial  secara parsial bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh lingkungan kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa, pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Jumlah sampel 82 orang mahasiswa program studi manajemen angkatan 2017 Fakultas Ekonomi Universitas Saarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian: 1.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa; 2.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan kampus terhadap prestasi belajar mahasiswa; 3.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa; dan 4.) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional, lingkungan kampus dan penggunaan media sosial secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa.AbstractThis study aimed to determine the effect of emotional intelligence, campus environment, and the use of social media simultaneously on student achievement, the influence of emotional intelligence on student achievement, campus environment on student achievement, the use of social media on student achievement. The research method used was a survey. The total sample is 82 students batch 2017 of the management study program, Faculty of Economics, Sarjanawiyata Tamansiswa University (UST). The sampling technique used is accidental sampling. Research results: 1.) there is a positive and significant effect of emotional intelligence on student achievement; 2.) There is a positive and significant influence of campus environment on student achievement; 3.) There is a positive and significant influence of the use of social media on student achievement: 4.) There is a positive and significant influence of emotional intelligence, campus environment, and the use of social media simultaneously on student achievement.
Reorientasi pendidikan multikultural dalam konteks keIndonesiaan Yusuf Tri Herlambang; Siti Irene Astuti Dwiningrum
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.29915

Abstract

Dalam perspektif sosio-empiris, Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya sebagai substansi dari kekayaan bangsa. Secara esensial, keragaman budaya tersebut merupakan suatu keniscayaan yang telah melahirkan orientasi hidup manusia Indonesia ke arah eksistensi yang berbeda dalam ruang kehidupan multidimensi berdasarkan pada nilai-nilai partikular budaya yang melekat dalam dirinya (identitas monokultural). Perbedaan tersebut telah menimbulkan adanya potensi ketegangan-ketegangan sosial yang bersifat problematis dalam bentuk fanatisme berdimensi ras, suku, etnis, agama dan bahkan sistem pemikiran, baik dalam kehidupan, sosial, politik, budaya, agama, ekonomi dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, gagasan tentang pendidikan multikulturalisme merupakan sebuah pendekatan kritis dan jawaban atas perbedaan dan sebagai sebuah paradigma pendidikan yang mampu mengakomodasi atas perbedaan dan keragaman dalam ruang yang harmonis, toleran dan selaras sebagai pilar kedamaian, kebahagiaan dan keharmonisan kehidupan masyarakat Indonesia.AbstractFrom a socio-empirical perspective, Indonesia is a country that has cultural diversity as a substance of national wealth. Essentially, this cultural diversity is a necessity that has given birth to the orientation of Indonesian human life towards a different existence in a multidimensional space of life-based on the particular cultural values inherent in itself (monocultural identity). These differences have led to the potential for problematic social tensions in the form of fanaticism with racial, ethnic, ethnic, religious, and even thought systems, both in life, social, political, cultural, religious, economic, and various other aspects of life. Based on this, the idea of multicultural education is a critical approach and answers to differences and as an educational paradigm that is able to accommodate differences and diversity in a harmonious, tolerant and harmonious space as a pillar of peace, happiness, and harmony in the lives of Indonesian people.
Hubungan karakter semangat kebangsaan terhadap hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi Nur Ika Sandi Pratiwi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i1.28542

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakter semangat kebangsaan siswa dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode asosiatif kuantitatif jenis korelasional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner dan soal  yang dibagikan kepada siswa dengan sampel 35 orang yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Muaro Jambi. Dengan populasi seluruh siswa SMPN 1 Muaro Jambi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan program SPSS untuk melakukan uji asumsi ( normalitas dan linearitas) dan membuat hipotesis melalui uji korelasional. Hasil dari penelitian menunjukkan dengan menggunakan uji korelasi didapatkan nilai Pearson correlation 0,027 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak atau  terdapat hubungan antara karakter semangat kebangsaan dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Muaro Jambi.AbstractThe purpose of this study was to find out how the character of the nationality of students correlates with the learning outcomes of SMPN 1 Muaro Jambi. This type of research is a quantitative research using a correlational quantitative type associative method. The data collection technique in this study was to use questionnaires or questionnaires and questions that were distributed to students with a sample of 35 people namely VII SMPN 1 Muaro Jambi. With a population of all students of Muaro Jambi Middle School 1. Data analysis in this study uses a type of quantitative research using the SPSS program to test assumptions (normality and linearity) and make hypotheses through correlational tests. The results of the study show that using the correlation test obtained Pearson correlation value 0.027 0.05, it can be stated that Ho is rejected or there is a relationship between the character of national spirit and student learning outcomes at SMPN 1 Muaro Jambi.The purpose of this study was to find out how the character of the nationality of students correlates with the learning outcomes of SMPN 1 Muaro Jambi. This type of research is quantitative research using a correlational quantitative type associative method. The data collection technique in this study was to use questionnaires or questionnaires and questions that were distributed to students with a sample of 35 people namely VII SMPN 1 Muaro Jambi. With a population of all students of Muaro Jambi Middle School 1. Data analysis in this study uses a type of quantitative research using the SPSS program to test assumptions (normality and linearity) and make hypotheses through correlational tests. The results of the study show that using the correlation test obtained Pearson correlation value 0.027 0.05, it can be stated that Ho is rejected or there is a relationship between the character of national spirit and student learning outcomes at SMPN 1 Muaro Jambi.
Peningkatan kreativitas siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan project-based learning Lilis Setiawan; Naniek Sulistya Wardani; Trifosa Intan Permana
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.40574

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas belajar siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PBL) dan langkah-langkah pendekatan PBL yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran tematik. Subjek penelitian yaitu siswa kelas 5 SD berjumlah 21 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model spiral dari C. Kemmis dan Robin Mc. Taggart dengan prosedur penelitian 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan dan pengamatan, dan (3) refleksi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas belajar siswa pada pembelajaran tematik menggunakan pendekatan PBL. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan kreativitas belajar yakni banyaknya siswa yang memiliki kreativitas tinggi sebelum tindakan sebanyak 7 siswa (33,33% dari seluruh siswa). Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang memiliki kreativitas belajar tinggi meningkat menjadi 11 siswa (52,38% dari seluruh siswa), dan pada siklus II jumlah siswa yang yang memiliki kreativitas belajar tinggi menjadi 17 siswa (80,95% dari seluruh siswa).AbstractThis research aims to find an increase in student learning creativity in thematic learning using the project-based learning approach and the steps in the project-based learning approach that can increase students’ creativity in thematic learning. The research subjects were 21 students of grade 5 elementary school. This research is a classroom action research (PTK) using a spiral model from C. Kemmis and Robin Mc. Taggart with a research procedure of two cycles, each cycle consisting of three stages, which are (1) planning, (2) implementation and observation, and (3) reflection. Data collection techniques used in this study were non-test techniques. The research instrument was an observation sheet. The results showed an increase in student learning creativity in thematic learning using the project-based learning approach. This is shown by the increase in learning creativity, the students who had high creativity before the action were as many as seven students (33.33% of all students). After being given the action in the first cycle, the number of students with high learning creativity increased to 11 (52.38% of all students). In the second cycle, the number of students with high learning creativity became 17 students (80.95% of all students).
Penerapan model pembelajaran explicit instruction terhadap hasil belajar gambar teknik Desi Novita Sari; Chelsea Romaida Panjaitan; Enny Keristiana Sinaga; Suhairiani Suhairiani
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.28998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Gambar Teknik dengan standart kompetensi menerapkan dasar dasar gambar konstruksi bangunan pada kompetensi menggambar proyeksi orthogonal (MPO) melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction di kelas XI SMK Negeri 5 Medan. Rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian dikemas dalam bentuk siklus 1 pembelajaran menggambar  dasar dasar gambar kontruksi bangunan dan pada siklus II pembelajaran menggambar proyeksi orthogonal (MPO). Subjek penelitian ini peserta didik kelas XI Program keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 5 Medan yang berjumlah 27 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi , sedangkan teknik analisis data hasil belajar peserta didik diperoleh dengan menganalisa tingkat ketuntasan peserta didik. Hasil penelitian diperoleh peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu dari 24 peserta didik (88,8%) yang lulus pada siklus I menjadi 27 peserta didik (100% ) yang lulus pada siklus II. Berdasarkan pengamatan aktivitas peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dapat menuntun peserta didik lebih aktif dalam belajar dan menambah tanggung jawab dan kemandirian dalam diri peserta didik. Disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dikelas XI Program Keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan pada mata pelajaran Gambar Teknik dengan standart kompetensi dasar-dasar gambar konstruksi bangunan dan kompetensi dasar menggambar proyeksi orthogonal pada SMK Negeri 5 Medan Tahun Ajaran 2016-2017 membuktikan peningkatan hasil belajar peserta didik yang siqnifikan.