cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Pemanfaatan aplikasi Google Classroom sebagai alternatif dalam pembelajaran online Siti Lestari; Marhamah Marhamah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.37057

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sangat memberikan dampak pada dunia pendidikan. Salah satu dampak pandemi Covid-19 bagi dunia pendidikan adalah terhambatnya proses kegiatan belajar-mengajar. Semua institusi pendidikan harus melaksanakan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Di sisi lain, perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan pengaruh yang sangat besar di dunia, hingga ke setiap aspek kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. Perkembangan teknologi yang pesat ini memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar secara mandiri, dengan menggunakan bahan belajar tertulis dan melalui komputer, smartphone dan internet. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan aplikasi Google Classroom sebagai alternatif dalam pembelajaran online di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka atau telaah pustaka dari berbagai sumber yang relevan dan wawancara. Hasil penelitian mendukung bahwa aplikasi Google Classroom dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran online. Hal ini dikarenakan Google Classroom berbasis internet, bisa dibuat ruang kelas di dunia maya atau kelas online yang berarti siswa tidak perlu datang ke sekolah. Selain itu aplikasi Google Classroom  dapat menghemat biaya, waktu, dan lebih fleksibel.AbstractThe Covid-19 pandemic has had a huge impact on the world of education. One of the impacts of the Covid-19 pandemic on the world of education is the delay in the process of teaching and learning activities. All educational institutions must carry out online learning. On the other hand, the rapid development of technology has a very big influence on the world, in every aspect of human life, including in the field of education. This rapid technological development makes it easy for students to study independently, using written learning materials and through computers, smartphones, and the internet. This study aims to provide information about using the Google Classroom application as an alternative to online learning at SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Collecting data using the literature study method or literature review from various relevant sources and interviews. The results of the study support that the Google Classroom application can be used as an alternative to online learning. This is because Google Classroom is internet-based. Classrooms can be created in cyberspace or online, meaning students do not need to come to school. In addition, the Google Classroom application can save costs and time and is more flexible.
Identifikasi dan pemetaan gaya belajar siswa dalam pendidikan jasmani (studi pada sekolah dasar rural dan urban) Joko Purwanto
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.29609

Abstract

Gaya belajar siswa merupakan cerminan dan jalan untuk mengindarkan siswa dari alienasi pendidikan jasmani. Tujuan primer penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memetakan gaya belajar siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar berbasis geografis. Desain penelitian deskriptif analitik, teknik survei, instrumen tes sikap VAK (visual, auditori, kinestetik) dari DePorter. Variabel penelitian meliputi modalitas visual, auditorial dan kinestetik. Penelitian pada enam sekolah dengan responden 120 siswa yang terbagi pada tiga sekolah dasar di daerah urban kecamatan Bantul dan tiga sekolah dasar di daerah rural kecamatan Dlingo di Kabupaten Bantul yang dicuplik dengan sistematika penentuan wilayah penelitian dan sekolah menggunakan prosentase. Hasil penelitian di tiga sekolah di daerah rural yang meliputi SD Negeri Mangunan Dlingo, SD Negeri 2 Banjarharjo Dlingo, dan SD Negeri Suruh memberikan gambaran bahwa gaya belajar siswanya 70% merupakan modalitas kinestetik disusul berurutan modalitas visual dan auditorik dengan persentase 20% dan 10%. Namun, tiga sekolah di daerah urban yaitu SD Negeri Teruman, SD Negeri Manunggal, dan SD Negeri Bantul Timur menunjukkan Modalitas Visual mendominasi dengan angka 60% disusul Auditorik dan Kinestetik masing-masing 30% dan 10%.AbstractStudent learning styles are a reflection and a way to deliver students from the alienation of physical education. The primary purpose of this study is to identify and map students' learning styles in physical education learning in elementary schools based on geography. Design descriptive-analytic research, survey techniques, and VAK attitude test instruments (visual, auditory, kinesthetic) from DePorter. Research variables include visual, auditory, and kinesthetic modalities. Research in six schools with 120 student respondents divided into three elementary schools in urban areas of Bantul sub-district and three primary schools in rural areas of Dlingo sub-district in Bantul Regency, which were sampled systematically to determine research areas and schools using percentages. The research results in three schools in rural areas, including SD Mangunan Dlingo, SD Negeri 2 Banjarharjo Dlingo, and SD Suruh, illustrate that 70% of their student learning styles are kinesthetic modalities followed by visual and auditory modalities with a percentage of 20% and 10%. However, three schools in urban areas, namely Teruman Public Elementary School, Manunggal Public Elementary School, and East Bantul Public Elementary School, showed Visual Modal dominance with 60%, followed by Auditory and Kinesthetic respectively, 30% and 10%.
Pendidikan Indonesia dalam menghadapi era 4.0 Sabaruddin, Sabaruddin
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.29347

Abstract

Revolusi merupakan perubahan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia dalam menjalankan tuntutan kebutuhan kehidupan. Proses aktivitas ini mempengaruhi sistem pendidikan yang akan dijalankan, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan mencari, menyimpulkan, menyampaikan serta tata cara menggunakan informasi dan teknologi. Era Revolusi Industri 4.0 membawa tuntutan tersendiri bagi dunia pendidikan, lembaga pendidikan harus mempersiapkan literasi dan orientasi baru dalam bidang pendidikan, literasi baru itu sendiri berupa literasi data, teknologi dan sumber daya manusia. Rumusan masalah dalam artikel adalah bagaimana pendidikan dan peran guru era revolusi industri 4.0, dengan menggunakan library research. Pendidikan era revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia, adaptasi dan pembaharuan dalam komponen pendidikan, peningkatan kompetensi dan keterampilan pendidik dengan keterlibatan teknologi pada proses pembelajaran. Kurikulum harus mampu melengkapi kemampuan peserta didik yang dapat berkontribusi secara langsung di masyarakat, mengarah dan membentuk siswa yang siap menghadapi era revolusi industri dengan penekanan pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Reorientasi pengembangan kurikulum yang mengacu pada pembelajaran berbasis TIK, internet of things, big data dan komputerisasi untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era global. Sekolah dan pendidik dalam memutuskan bagaimana pendidikan dan pembelajaran diselenggarakan, guru harus memiliki softskill yang kuat dan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), pembelajaran yang kolaboratif (collaborative learning), pembelajaran penuh makna, dan pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai luhur di kehidupan sehari-hari.AbstractRevolution is a change caused by human activities in carrying out the demands of life's needs. The process of this activity affects the education system will be run. Education must be able to equip the student with the skills to find, conclude, deliver, and procedures for the use of information and technology. The Industrial Revolution Era 4.0 brings its demands for education, and educational institutions must prepare new literacy and orientation in education. The new literacy is in the form of data literacy, technology, and human resources. The problem of the article is how education and the teacher's role during the industrial revolution 4.0, using a research library. Education of the industrial revolution era 4.0 by increasing the ability and skills of human resources, adaptation, and renewal in the education component, increasing the competence and skills of educators with the involvement of technology in the learning process. The curriculum should complement the ability of students who can contribute directly to society and lead and shape students ready to face the industrial revolution era with an emphasis on the fields of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Reorienting curriculum development that refers to ICT-based learning, the internet of things, big data, and computerization to produce graduates who can compete in the global era. In deciding how education and organized learning, schools and educators must have strong, soft skills and student-centered learning, Collaborative Learning, Meaningful learning, and integration with society.
Membangun empati di era eksponensial melalui norma sosiomatematika Ningsih, Eka Fitria
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.29357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya membangun rasa empati pada peserta didik melalui pembelajaran matematika. Era eksponensial merupakan era dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Perkembangan teknologi menjadi penyebab problem menurunya empati pada diri manusia. Melalui penelitian kualitatif dengan studi literatur digambarkan secara jelas, objektif, sistematis, analitis dan kritis untuk menumbuhkan empati melalui norma sosiomatematika. Data yang dijadikan sebagai literatur merupakan artikel-artikel penelitian yang diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Pengumpula data menggunakan bantuan mesin pencari Google Scholar dengan kata kunci "empathy in education". Hasil penelitian ini menunjukan bahwa norma sosiomatematika dapat menumbuhkan rasa empati. Perhatian terhadap argumentasi yang dipaparkan oleh peserta didik dapat memunculkan rasa empati. Empati dapat menumbuhkan persahabatan dan memudahkan kerjasama. Diharapkan guru dalam mengembangkan model pembelajaran matematika memperhatikan bagaimana norma-norma sosiomatematika yang terbentuk. Salah satu alternatif model pembelajaran yang ditawarkan yaitu model pembelajaran matematika yang mengakomodasikan budaya lokal. Budaya yang telah terbukti memiliki nilai-nilai luhur untuk mengatur kehidupan bersama dalam masyarakat.AbstractThis study analyzes efforts to build empathy in students through learning mathematics. The exponential era is an era with very fast technological developments. Technological developments cause the problem of decreasing empathy in humans through qualitative research with literature studies described clearly, objectively, systematically, analytically, and critically to foster empathy through sociomathematical norms. The data used as literature are research articles published in reputable national and international journals. The data collectors used the help of the Google Scholar search engine with the keywords "empathy in education". The results of this study indicate that sociomathematical norms can foster a sense of empathy. Attention to the arguments presented by students can create a sense of empathy. Empathy can foster friendship and facilitate cooperation. Teachers in developing mathematics learning models are expected to pay attention to how sociomathematical norms are formed. One alternative learning model offered is a mathematics learning model that accommodates local culture. A culture that has been proven to have noble values regulates life together in society.
Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran social studies di sekolah menengah atas Tasrif, Tasrif
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.29490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran social studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah atas. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Ada dua sumber data yang digunakan dalam penelitian, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HOTS mengandung pemikiran secara kritis, kreatif, dan analitis terhadap informasi dan data dalam memecahkan permasalahan. Dalam konteks pembelajaran IPS di sekolah menengah atas, peserta didik mampu mencapai pemikiran tingkat tinggi melalui desain pembelajaran inquiry, discovery learning, dan student-centered learning yang dapat memicu peserta didik mencapai pemikiran tingkat tinggi. Melalui HOTS peserta didik memiliki kemampuan untuk mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan, dan menganalisis materi. Selain itu, kemampuan dan konsep HOTS perlu dikembangkan sejak dini. Pendekatan semacam ini yang sangat sesuai dengan anjuran Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.AbstractThis study aims to understand the concept of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in high school learning social studies. This type of research is descriptive using qualitative. Research using a purposive sampling technique. Two data sources are used in this research, namely primary and secondary data. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used Miles and Huberman's interactive model. The results of this study indicate that HOTS contains critical, creative, and analytical thinking about information and data in solving problems. In social studies learning in senior high schools, students can achieve higher-order thinking through inquiry learning designs, discovery learning, and student-centered learning, which can trigger students to achieve higher-order thinking. Through HOTS, students can observe, ask questions, reason, try, communicate, and analyze material. In addition, HOTS capabilities and concepts need to be developed early on. This approach is in line with the recommendations of the Kurikulum 2013 Curriculum and Kurikulum Merdeka.
Penerapan pendidikan karakter dan nilai religius siswa melalui seni budaya Debus Banten Suryadi, Suryadi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.48366

Abstract

Seni budaya debus Banten adalah warisan budaya nenek moyang yang berasal dari Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendidikan karakter dan nilai religius siswa melalui seni budaya debus Banten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif etnografi. Sumber data penelitian adalah: sumber tertulis, sumber lisan, dokumen, dan rekaman. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak, sebelum, selama, dan sesudah penelitian dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendidikan karakter dan nilai religius siswa melalui seni budaya debus Banten meliputi: pendidikan karakter kerja keras, ketekunan, sabar, kemandirian, kerja keras, disiplin, dan nilai-nilai agama. Pendidikan karakter pada siswa dilakukan di rumah, masyarakat, dan sekolah. Melalui seni budaya debus Banten, pendidikan karakter siswa dan nilai religius siswa mampu tertanam dalam kepribadian siswa, sebagai salah satu media pendidikan karakter siswa. Seni budaya debus dan kearifan lokal Banten diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menumbuh kembangkan pendidikan karakter siswa.AbstractDebus Banten art is the cultural heritage of the ancestors who came from Banten. This study aimed to determine the character education and religious values of students through the arts and culture of Debus Banten. This study uses ethnographic qualitative research methods. Research data sources are written, oral, documents, and recordings. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out before, during, and after the study with qualitative descriptive techniques. The results of this study found that character education and religious values of students through the cultural arts of Debus Banten include: character education of hard work, perseverance, patience, independence, hard work, discipline, and religious values. Character education for students is carried out at home, community, and in school. Through the cultural arts of Banten Debus, students' character education and religious values can be embedded in students' personalities as one of the media for student character education. Debus cultural arts and Banten local wisdom are expected to be used by teachers to develop student character education.
Analisis pengelolaan ketatausahaan Dewi, Syva Lestiyani; Nimaisa, Geovany Sabaritha; Miliano, Nurva; Prihantini, Prihantini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.44459

Abstract

Sebagai salah satu komponen sekolah, bidang ketatausahaan berperan penting untuk memastikan berlangsungnya penyelenggaran pendidikan yang efektif. Dalam hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat serta mendalami bagaimana pelaksanaan serta pengelolaan ketatausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil wawancara, jurnal, artikel, buku maupun laporan berita yang dapat diakses secara online maupun print atau cetak.  Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciracas 01 Pagi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa di SDN Ciracas 01 Pagi tidak memiliki pegawai atau bagian khusus dalam pengelolaan ketatausahan sehingga guru kelas yang mengemban tanggung jawab dalam pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan di sekolah tersebut. Walaupun begitu, dalam pelaksanannya ketatausahan di sekolah tersebut telah dikatakan layak karena setiap guru nya mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan adanya sistem ketatausahaan yang layak pada SDN Ciracas 01 Pagi, maka dapat menunjang keberhasilan sekolah tersebut dalam melakukan proses penyelenggaraan pendidikan.AbstractAs one component of the school, the field of administration plays an essential role in ensuring the ongoing implementation of effective education. In this case, this study aims to see and explore the implementation and management of administration. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques are based on the results of interviews, journals, articles, books, and news reports that can be accessed online or printed. The research was conducted at Ciracas 01 Pagi State Elementary School (SDN). The study results show that at SDN Ciracas 01 Pagi, there are no employees or a special administrative management section, so the class teacher is responsible for implementing administrative management at the school. Even so, the administration at the school has been said to be appropriate because each teacher can carry out their duties properly. A proper administration system at SDN Ciracas 01 Pagi can support the success of the school in carrying out the process of administering education,
School well-being pada siswa berprestasi tinggi dalam bidang matematika (studi kasus di sekolah dasar) Sholihah, Dyahsih Alin
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.46695

Abstract

School well-being merupakan penilaian individu yang bersifat subjektif terhadap rasa terpenuhinya kebutuahan dasar di sekolah untuk melakukan kegiatan belajar yang meliputi having, loving, being, dan health. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana school well-being siswa sekolah dasar yang termasuk dalam kategori siswa berprestasi tinggi dalam bidang matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari dua orang siswa yang berprestasi dalam bidang (mata pelajaran) matematika. Pengumpulan data dilaksanakan dengan dengan wawancara terstruktur dan observasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek merasakan kenyamanan dalam belajar di sekolah karena meraka mampu beradaptasi dengan baik terhadap segala kondisi dan lingkungan sekolah, mereka menganggap segala kekurangan yang ada di sekolah bukan sebagai hambatan dalam proses belajar. Perasaan sejahtera dan nayaman yang dialami siswa di sekolah menyebabkan siswa menikmati untuk belajar, sehingga berdampak pada prestasi belajarnya.AbstractSchool well-being is a subjective individual assessment of the sense of fulfillment of basic needs at school to carry out learning activities, including having, loving, being, and health. This study aims to explore the school well-being of elementary school students included in the category of high achieving students in mathematics. The research uses a qualitative approach with the type of case study. This research was conducted by involving primary and secondary data sources. Primary data sources consist of two students who excel in mathematics (subjects). Data collection was carried out with structured interviews and observations. Then the data were analyzed using an interactive analysis model. The validity of the data used is a triangulation of data sources. The results showed that the two subjects felt comfortable learning at school because they could adapt well to all conditions and the school environment. They considered all the shortcomings that existed at school, not as obstacles in the learning process. The feeling of well-being and comfort experienced by students at school causes them to enjoy learning, so it impacts their learning achievement.
Pengaruh permainan tradisional bakiak dan engklek terhadap perkembangan sosial emosional anak Fitri, Fitri; Karta, I Wayan; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.55255

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan perkembangan yang penting dan muncul sepanjang perkembangan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh permainan tradisional bakiak terhadap anak kelompok B di Raudhatul Athfal (RA) Babussalam, menguji ada atau tidaknya pengaruh permainan engklek terhadap anak kelompok B, menguji pengaruh secara bersama permainan tradisional bakiak dan engklek terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok B di RA Babussalam Seganteng Cakranegara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen pre-experimental design dengan desain one grup pretest-posttetst design. Sampel dalam peneleitian ini adalah anak kelompok B di Raudhatul Athfal (RA) Babussalam, Nusa Tenggara Barat sejumlah 15 anak. Tehnik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai thitung 4,145 > ttabel 2,145 maka terdapat pengaruh positif permainan tradisional bakiak terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok B, kemudian hipotesis kedua nilai thitung 3,685 > ttabel 2,145 maka terdapat pengaruh positif permainan tradisional engklek terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok B, selanjutnya hipotesis ketiga bahwa nilai fhitung 17,298 > ftabel 3,68 artinya terdapat pengaruh positif permainan tradisional bakiak dan permainan engklek secara bersama-sama terhadap perkembangan sosial emsional anak kelompok B di RA Babussalam.AbstractSocial-emotional development is an important development and occurs throughout early childhood development. The purpose of this study was to examine whether or not there was an influence of traditional bakiak games on group B children at Raudhatul Athfal (RA) Babussalam, to test whether or not there was an effect of hopscotch games on group B children, to examine the joint effect of bakiak and hopscotch games on the social-emotional development of group B children. at RA Babussalam Seganteng Cakranegara. This study uses a quantitative experimental method Pre-experimental Design with one group pretest-posttest design. The sample in this study was group B children at Raudhatul Athfal (RA) Babussalam, Nusa Tenggara Barat, a total of 15 children. Data collection techniques in the form of observation and documentation. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis. The results of the first hypothesis research show that the tcount is 4.145 > ttable 2.145, so there is a positive influence of the traditional bakiak game on the social-emotional development of group B children. , then the third hypothesis is that the value of fcount is 17.298 > ftable 3.68, meaning that there is a positive influence of traditional bakiak and hopscotch games together on the social-emotional development of group B children in RA Babussalam Seganteng Cakranegara.
Pengaruh permainan LEGO dan media balok terhadap motorik halus Sari, Pruwita; Karta, I Wayan; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 2 (2022): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i2.55193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan permainan LEGO dan penggunaan media balok terhadap perkembangan motorik halus pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Gilik Desa Kawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperiment one group pretest -posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Gilik Desa Kawo yang berjumlah 15 orang anak. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan medote observasi, dokumentasi serta menggunakan teknik analisis regresi linier berganda yakni uji normalitas, uji liniearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hipotesis 1 nilai thitung 12,191 > t-tabel 2,179, maka Ha diterima  yang berarti ada pengauh positif  permainan lego terhadap perkembangan motorik halus. Kemudian hipotesis 2 nilai  thitung  9,597 > ttabel 2,179, maka Ha diterima yang berarti ada pengaruh positif penggunaan media balok terhadap perkembangan motorik halus. Hipotesis 3 nilai fhitung 115,304 > ftabel 3,81 yang berarti H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan permainan LEGO dan penggunaan media balok terhadap perkembangan motorik halus pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Gilik Desa Kawo. Implikasi dari penelitian ini diharapkan kepada tenaga pendidik untuk dapat menerapkan permainan LEGO dan penggunaan media balok dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak.AbstractThis study aims to examine the partial and simultaneous effect of LEGO games and the use of block media on fine motor development in group B children at the Dharma Wanita Unity Kindergarten, Gilik Village, Kawo. This study used a one-group pretest-posttest experimental approach. The subjects in this study were the children of Group B Kindergarten of the Dharma Wanita Association of Gilik, Kawo Village, which consisted of 15 children. Data collection in the study was carried out using observation methods, documentation, and multiple linear regression analysis techniques, namely the normality test, linearity test, and hypothesis testing. The results showed that in hypothesis 1, the tcount was 12.191 > ttable 2.179, then Ha was accepted, which means lego games positively influence fine motor development. Then hypothesis 2 tcount 9.597 > ttable 2.179, then Ha is accepted, which means there is a positive effect of using block media on fine motor development. Hypothesis 3: fcount 115.304 > ftable 3.81, which means H0 is rejected, so it can be concluded that there is a positive and significant effect of LEGO games and the use of block media on fine motor development in group B children in Kindergarten Dharma Wanita Unity Gilik, Kawo Village. The implications of this research are expected for educators to be able to apply LEGO games and block media to improve children's fine motor development.