cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Pembelajaran ethnosciences di era revolusi industri 4.0 sebagai pemacu Higher Order Thinking Skills (HOTS) Ani Widyawati; Siti Irene Astuti Dwiningrum; Rukiyati Rukiyati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2021): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i1.38049

Abstract

Pembelajaran di era industri 4.0 menuntut siswa agar mampu memiliki ketrampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif dalam perilaku hidup sehari-hari. Keempat kemampuan tersebut membutuhkan proses berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang menjadi bagian dari ketrampilan abad ke-21. Ketrampilan abad ke-21 ini membutuhkan adanya proses berlatih yang teratur dengan materi yang kontekstual. Pembelajaran yang mengajak siswa belajar dari kondisi real di lingkungan dan diajak untuk mampu menyelesaikan masalah yang terjadi. Penelitian ini bersifat library research dengan metode analisis kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian diawali dengan mengumpulkan artikel ilmiah yang relevan berdasarkan kedekatan topik yang terbita dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang selanjutnya akan dikaji dan dianalisis. Tujuan penelitian ini untuk mengupas tentang pembelajaran etnosains dalam kaitannya untuk melatihkan ketrampilan berpikir tingkkat tinggi pada peserta didik. Hasil kajian literasi diperoleh bahwa etnosains sangat sesuai diterapkan di era revolusi industri 4.0 yang harus menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka dengan tetap mengkaji budaya masyarakat yang bersifat ilmiah. Etnosains dapat meningkatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi untuk sukses menghadapi kemajuan dunia di abad ke-21.AbstractLearning in the industrial era 4.0 requires students to have critical, creative, communicative, and collaborative thinking skills in their daily life behavior. These four skills are skills that need higher-order thinking processes (HOTS) which are part of 21st-century skills. These 21st-century skills require regular practice processes with contextual material. Learning invites students to learn from actual conditions in the environment and is invited to be able to solve problems that occur. This research is library research with a descriptive qualitative analysis method. The research stage begins with collecting relevant scientific articles based on the proximity of the topics published in the last ten years, which will then be studied and analyzed. This study aims to explore ethnoscience learning about practicing high-level thinking skills in students. The results of the literacy study show that ethnoscience is very suitable to be applied in the era of the industrial revolution 4.0, which must produce meaningful learning and facilitate students to construct their knowledge while still studying the scientific culture of society. Ethnoscience can improve higher-order thinking skills to successfully face the progress of the world in the 21st century.
Analisis kemitraan guru dan orang tua dalam pembentukan karakter anak berdasarkan Kurikulum 2013 di SMA Ilen Putri Handayani; Hasrul Hasrul
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2021): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i1.42455

Abstract

Permasalahan  kareakter anak sangat beragam di Sekolah Menengah Pertama (SMA), mulai dari displin, sampai dengan juga toleransi, sehingga diperlukan kemitraan guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMA N 2 Ranah Pesisir. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu wawancara terstruktur dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif analisis Miles dan Hiberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kemitraan guru dan orang tua dalam pembentukan karakter anak berdasarkan kurikulum 2013 di SMA guru dan orang tua siswa dalam bekerjasama membentuk karakter anak dengan selalu mengarkan bersyukur dengan pemberian orang lain, perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, dan menunjukan sikap dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan, suka bergaul dengan teman-teman, ramah, dan gotongroyong, dan bersosilisasi dengan masyarakat yang berlandasrkan kurikulum 2013.Analysis of the partnership between teachers and parents in the formation of children's character based on the 2013 Curriculum in SMA AbstractThe problem of children's character is very diverse in high school, ranging from discipline to tolerance, so a partnership between teachers and parents is needed in shaping children's character. The location of the research was carried out at SMA N 2 Ranah Pesisir. The research sample was taken using the purposive sampling technique. Data collection techniques in this study used two ways, namely structured interviews and observation. Sources of data in this study are primary data and secondary data. The data analysis technique used in this research is the interactive model of Miles and Huberman's analysis. The results showed that: The partnership of teachers and parents in shaping the character of children based on the 2013 curriculum in high school teachers and parents of students in working together to shape children's character by always showing gratitude with the gifts of others, honest behavior, discipline, responsibility, caring, polite, environmentally friendly, mutual cooperation, cooperation, and showing attitudes in interacting effectively with the environment and nature as well as in placing oneself as a reflection of the nation in association, likes to hang out with friends, friendly, and mutual cooperation, and socialize with the community based on the 2013 curriculum.
Persepsi mahasiswa pendidikan profesi guru dalam jabatan terhadap efektivitas pembelajaran daring menggunakan Learning Management System (LMS) Space Bayu Fitra Prisuna; Budiyono Budiyono
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.47887

Abstract

Persepsi dari mahasiswa perlu dikaji dan dianalisis secara tepat, sehingga dapat menjadi refleksi bagi program studi dalam mengukur keberhasilan pada pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Learning Management System (LMS) Space pada pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan profesi guru dalam jabatan terkait efektivitas pembelajaran daring menggunakan LMS Space di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif program studi pendidikan profesi guru dalam jabatan tahun 2021. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan menghasilkan sampel penelitian sebanyak 154 orang. Jenis instrumen yang digunakan adalah angket persepsi mahasiswa. Adapun penelitian ini mendapatkan gambaran terkait efektivitas pembelajaran daring di program studi pendidikan profesi guru dalam jabatan. Efektivitas pembelajaran daring secara keseluruhan jika dirata-ratakan dari keempat nilai Indeks Kinerja Mutu (IKM) setiap aspek berada pada nilai interval indeks kinerja mutu sebesar 3,43, yaitu memiliki makna kinerja unit pelayanan berada pada kategori sangat baik atau memiliki mutu pelayanan dengan nilai A.AbstractStudents' perceptions need to be studied and analyzed appropriately so that they can be a reflection for study programs in measuring success in the implementation of online learning based on the Learning Management System (LMS) Space in the implementation of Teacher Professional Education (PPG) in positions in 2021. This study aims to determine the perception of teaching profession education students in positions related to the effectiveness of online learning using LMS Space at the Institut Agama Islam Negeri (IAIN). This research approach is quantitative research with a survey research type. The population in this study were all active students in the teaching profession education study program in 2021. The sample was taken using a simple random sampling technique and produced a research sample of 154 people. The type of instrument used is a student perception questionnaire. This study provides an overview of the effectiveness of online learning in the in-service teacher professional education study program. The effectiveness of online learning as a whole, if averaged from the four values of the Quality Performance Index (IKM), each aspect is in the quality performance index interval value of 3.43, which means that the performance of the service unit is in the very good category or has service quality with an A value.
Observasi keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC) Muhammad Syazali; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.46306

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu tantangan di abad ke-21. Keterampilan bertanya juga dibutuhkan oleh mahasiswa calon guru. Di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Mataram, kemampuan tersebut sulit dieksplorasi karena fasilitas pembelajaran yang selama ini diimplementasikan belum dapat menjangkau seluruh mahasiswa untuk bertanya selama perkuliahan tatap muka maupun pembelajaran daring. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC). Sampel terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram yang dipilih secara random. Untuk mengoleksi pertanyaan, setiap mahasiswa menuliskan minimal 3 pertanyaan di SQC selama perkuliahan berlangsung. Kualitas pertanyaan dinilai dari aspek kesesuaian dengan topik makalah, struktur bahasa, dan tingkatan kognitif berdasarkan taksonomi Bloom hasil revisi. Kami menemukan bahwa kualitas pertanyaan mahasiswa berada pada kategori tidak baik di atas 61%. Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan benar sebesar 34.25%, dan LOTS sebesar 65.75 %. Untuk Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan kurang benar sebesar 22.38%, dan LOTS sebesar 77.62 %. Adapun pada kelompok pertanyaan yang salah HOTS sebesar 37.93%, dan LOTS sebesar 62.07 %.AbstractCommunication skills are one of the challenges in the 21st century. Asking skills are also needed by prospective teacher students in the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) at FKIP University of Mataram. This ability is difficult to explore because the learning facilities that have been implemented so far have not been able to reach all students to ask questions during face-to-face lectures or online learning. This study aims to describe students' questioning skills through the implementation of the Student Questioning Card (SQC). The sample consisted of 35 students of the PGSD FKIP University of Mataram who were randomly selected. Each student writes down at least three questions in SQC during the lecture to collect questions. The quality of the questions was assessed from the aspect of suitability with the paper's topic, language structure, and cognitive level based on Bloom's revised taxonomy. We found that the quality of student questions was in the poor category, above 61%. The proportion of HOTS in the correct question group is 34.25%, and LOTS is 65.75%. The proportion of HOTS in the question group that is less true is 22.38%, and LOTS is 77.62%. As for the wrong question group, HOTS is 37.93%, and LOTS is 62.07%.
Pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui pendidikan nonformal: Sebuah kajian pustaka Dinda Alifatul Laila; Salahudin Salahudin
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.44064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menguraikan, merangkum, dan mengkonstruk gagasan teori maupun hasil penelitian yang relevan. Data yang didapatkan bersumber dari kumpulan beberapa artikel-artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang berstandar internasional dengan menggunakan kata kunci “empowerment of Indonesia society through non-formal education”, dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang akan digunakan sebagai referensi untuk studi berdasarkan penemuan artikel pada basis data Scopus. Pada penelitian ini mengungkapkan bahwa, tingginya angka kemiskinan dan angka putus sekolah di Indonesia maka pemberdayaan melalui pendidikan nonformal digunakan sebagai solusi agar tiap masyarakat mempunyai kemampuan dan kredibilitas yang sama demi mensejahterakan dirinya juga negara. Dengan itu angka kemiskinan dan angka putus sekolah anak dapat menurun. Keberadaan pendidikan nonformal di harapkan mampu untuk memcahkan masalah yang ada di Indonesia terutama pada masalah ekonomi dan lapangan pekerjaan. Diharapkan pula kursus dan pelatihan yang diselenggarakan sebagai pendidikan nonformal di Indonesia dapat mencapai kompetensi dan sebagai pemanfaatan teknologi mengingat saat ini sudah berada pada era revolusi indutri 4.0 dimana persaingan akan semakin ketat.AbstractThis study aims to see how community empowerment through non-formal education in Indonesia. This study uses a literature review method by describing, summarizing, and constructing theoretical ideas and relevant research results. The data obtained is sourced from several articles published in scientific journals with international standards using the keyword "empowerment of Indonesian society through non-formal education" by asking several questions that will be used as references for studies based on article findings on Scopus data. This study reveals that, due to the high poverty rate and dropout rate in Indonesia, empowerment through non-formal education is used as a solution so that every community has the same ability and credibility for their welfare and the country. This will reduce the poverty rate and dropout rate for children. The existence of non-formal education is expected to solve problems in Indonesia, especially in terms of economic problems and employment. It is also hoped that courses and training held as non-formal education in Indonesia can achieve competence and the use of technology, considering that we are currently in the era of the industrial revolution 4.0, where the competition will be even tighter.
Strategi pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi (multiplatform) di masa pandemi Covid-19 Jessica Angeline De Eloisa Tobing; Salsha Fairuz Putri Isa; Siti Zahra Al Munawaroh; Husen Windayana
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.45723

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi (multiplatform), yang menjadi populer di Indonesia selama pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19 pemerintah menginstruksikan seluruh sekolah di Indonesia untuk melakukan pembelajaran daring. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai sumber instrumen. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan berdasarkan sumber referensi dari buku dan artikel jurnal dengan kata kunci strategi pengelolaan pembelajaran berbaisis teknologi (multiplatform) di masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu banyak hal untuk menyesuaikan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 diantaranya yaitu dengan mengelola pembelajaran dengan basis teknologi atau multiplatform. Dengan adanya multiplatform ini, diharapkan proses pembelajaran dapat lebih mudah dan efisien, baik oleh guru sebagai pendidik dan peserta didik sebagai subjek dalam proses belajar mengajar. Strategi yang digunakan selama ini beberapa sudah diterapkan, diantaranya yaitu dengan menggunakan platform atau media sosial yang dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar, diantaranya WhatsApp, YouTube, Google Classroom, dan lain sebagainya. Namun, masih terdapat kekurangan dalam penggunaannya karena masih butuhnya waktu penyesuaian dan beberapa tenaga pendidik, serta siswa yang belum sepenuhnya paham akan hal ini.AbstractThis study aims to analyze the technology-based learning management strategy (multiplatform), which became popular in Indonesia during the Covid-19 pandemic. During the Covid-19 pandemic, the government instructed all schools in Indonesia to conduct online learning. This research method is descriptive qualitative, with the researcher as the source of the instrument. Data collection techniques using literature studies based on reference sources from books and journal articles with the keywords technology-based learning management strategy (multiplatform) during the Covid-19 pandemic. The study results show that many things are needed to adjust the learning process during the Covid-19 pandemic, including managing learning on a technology/multiplatform basis. With this multiplatform, it is hoped that the learning process can be easier and more efficient, both by teachers as educators and students as subjects in the teaching and learning process. Some of the strategies used so far have been implemented, including using platforms or social media that can support the teaching and learning process, including WhatsApp, YouTube, Google Classroom, etc. However, there are still shortcomings in its use because it still takes time to adjust, and some educators and students do not fully understand this.
Format of multicultural education for early children age in the formation of tolerance character Ahmad Suradi; Nilawati Nilawati; Nopian Gustari
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.38976

Abstract

This article describes the application of early childhood multicultural education to create a tolerant character in the globalization era. Multicultural education must provide contextual and tolerant moral ideals in very diverse societies such as Indonesia. The research method used is the library research method. This research is a type of descriptive-qualitative research. Data collection techniques are carried out by reviewing documents, archives, national and international repute journals, and books related to the topics discussed. The results obtained are that multicultural-based education has an important role in fostering tolerant and tolerant attitudes and working with different faiths or religions. Multicultural education to children from an early age should enable the growth of brotherhood and tolerance in togetherness from an early age to build a new generation of civilization that is more meaningful to all humankind. Multicultural education is an effort to instill the value of tolerance to children at an early age, especially to stimulate the child to be ready to accept the existence of others and have a tolerant attitude toward the pluralist.
Analisis efektifitas pembelajaran online terhadap pemahaman konsep matematis siswa selama pandemi Covid-19 Intan Tri Utami; Miftahus Surur; Amil Sholihin; Zidat Aidi Rusdi; Yuliana Dwi Faradila; Zainul Kurama’i
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.44748

Abstract

Pembelajaran online adalah salah satu langkah yang diambil untuk menunjang kebutuhan pembelajaran agar tetap terlaksana selama masa pandemi Covid-19.  Pembelajaran online yang dilaksanakan dapat dikatakan belum efektif karena banyaknya kendala yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan yang dialami selama pembelajaran online, serta efektifitas pembelajaran online terhadap pemahaman konsep matematis siswa. penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penetapan objek dilakukan secara purposive sampling, yaitu pada siswa SMP Nurul Huda kelas VII Pelean pada tahun ajaran ganjil 2021/2022. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes dalam bentuk soal-soal. Hasil uji pemahaman konsep matematis siswa didapat bahwa siswa dengan kategori pemahaman konsep matematis tinggi sebanyak 6%, siswa dengan pemahaman konsep matematis sedang sebanyak 55%, dan siswa dengan kategori pemahaman konsep matematis rendah sebanyak 39%. Artinya efektifitas pembelajaran online sangat berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis yang dikuasai oleh peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII pada materi bilangan masih tergolong rendah.AbstractOnline learning is one of the steps to support the learning needs to continue during the Covid-19 pandemic. Online learning that is implemented can be said to be ineffective because of the many obstacles faced. This study aimed to describe the problems experienced during online learning and the effectiveness of online learning on students' understanding of mathematical concepts. The author uses qualitative research methods with a qualitative descriptive approach. The object is determined by purposive sampling, namely the students of SMP Nurul Huda class VII Pelean in the odd academic year 2021/2022. Data collection techniques include observation, documentation, interviews, and tests in the form of questions. The results of the student's understanding of mathematical concepts found that students with high mathematical concept understanding categories were 6%, students with moderate mathematical concept understanding were 55%, and students with low mathematical concept understanding categories were 39%. This means that the effectiveness of online learning is very influential on the understanding of mathematical concepts that students master. It can be concluded that the seventh-grade students in the number material are still relatively low.
Pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dan budaya sekolah dalam mengembangkan nilai civic disposition siswa di SMPN Kota Padang Zalmi, Pandra Oktum; Montessori, Maria
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.45549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan civic disposition melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta budaya sekolah di SMPN Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat dua sumber data yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk civic disposition siswa di SMPN 1 Kota Padang meliputi tanggungjawab moral, berfikir kritis dan displin. Bentuk civic disposition siswa di SMPN 37 Kota Padang seperti tanggungjawab moral. Budaya sekolah yang ada di SMPN 1 Kota Padang meliputi setor hafalan Al-Quran, English area, dan pondok literasi. Budaya sekolah yang ada di SMPN 37 Kota Padang diantaranya setor hafalan UUD 1945. Strategi pengembangan budaya sekolah dalam menunjang civic disposition siswa di SMPN 1 Kota Padang seperti setor hafalan Al-Quran akan menciptakan sikap tanggungjawab siswa, English area akan menciptakan tingkat berfikir kritis siswa, dan pondok literasi menciptakan sikap disiplin siswa terhadap waktu luang. Budaya sekolah yang ada di SMPN 37 Kota Padang seperti setor hafalan UUD 1945 sebelum pembelajaran PKKn dimulai.AbstractThis study aims to analyze the development of civic disposition through learning Pancasila and Citizenship Education (PPKn) and school culture at SMPN Kota Padang. This study uses a qualitative method. Informants were taken using a purposive sampling technique. There are two sources of data, namely primary and secondary data. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the Miles and Huberman models. The study results show that the civic disposition of students at SMPN 1 Kota Padang includes moral responsibility, critical thinking, and discipline. The form of civic disposition of students at SMPN 37 Kota Padang is like moral responsibility. The school culture in SMPN 1 Kota Padang includes memorizing the Al-Quran, the English area, and the literacy cottage. The school culture in SMPN 37 Padang City includes memorizing the 1945 Constitution. School culture development strategies in supporting the civic disposition of students at SMPN 1 Padang City, such as memorizing the Al-Quran, will create an attitude of student responsibility, the English area will create a level of students' critical thinking, and the literacy cottage will create a disciplined attitude of students towards free time. The school culture in SMPN 37 Kota Padang is like memorizing the 1945 Constitution before learning PKKN begins.
Pengelolaan Kurikulum dan Sarana Prasarana Sebagai Penunjang Keberhasilan Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar Ghina Fauziah Hazimah; Sekar Ayu Cahyani; Siti Nur Azizah; Prihantini Prihantini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.44591

Abstract

Upaya dalam meningkatkan keberhasilan pembelajaran siswa Sekolah Dasar (SD) dapat dilakukan dengan berbagai faktor penunjang, diantaranya adalah kurikulum dan sarana prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian studi literartur dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penilaian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari sumber referensi terkait melalui buku, artikel ilmiah dari jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional, koran, dan majalah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, jika didalam sebuah proses pembelajaran dengan peneglolaan kurikulum yang baik, maka hasilnya akan baik sesuai dengan yang diharapkan. Sama halnya dengan pengelolaan kurikulum, jika dalam suatu sekolah sarana dan prasananya baik, maka hal dapat menunjang keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar. Pengelolaan kurikulum sangat penting demi tercapainya tujuan pembelajaran untuk waktu yang telah ditetapkan, supaya tersusun dengan rinci program yang akan dilakukan untuk kedepannya. Begitupun dengan pengelolaan sarana prasarana, krusial sekali demi mewadahi berjalannya suatu program pembelajaran yang telah disusun dalam pengelolaan kurikulum. Oleh karena itu, sekolah dengan pengelolaan kurikulum serta pengelolaan sarana prasarananya yang baik, maka tingkat keberhasilan pembelajarn siswanya pun meningkat dan dapat dikatakan terjamin.AbstractEfforts to improve the learning success of elementary school students can be made with various supporting factors, including the curriculum and infrastructure. This research is a literature study with a qualitative approach. The assessment instrument in this study was the researcher himself. Data collection techniques are carried out by looking for related reference sources through books and scientific articles from reputable nationally and internationally journals, newspapers, and magazines. The results of this study indicate that, if in a learning process with good curriculum management, the results will be good as expected. Likewise, with curriculum management, if the facilities and infrastructure are good in a school, it can support student success in the teaching and learning process. Curriculum management is very important to achieve learning objectives for a predetermined time so that a detailed program will be arranged for the future. Likewise, with the management of infrastructure, it is crucial to facilitate the passage of a learning program that has been prepared in curriculum management. Therefore, in schools with good curriculum management and infrastructure facilities, the success rate of student learning also increases and can be guaranteed.