cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2010)" : 11 Documents clear
Epigallocatechin Gallate Green Tea GMB4 Clon Prevent Insulin Resistance due to High Fat Diet in Rat Kusumastuty, Inggita; Aulanni'am, Aulanni'am; Ratnawati, Retty
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.388 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.1

Abstract

ABSTRAKKonsumsi tinggi lemak berperan dalam resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Teh hijau klon GMB 4 merupakan hasil pengembangan teknologi yang dihasilkan oleh Lembaga Penelitian Teh dan Kina Gambung, dan telah  dilakukan    isolasi  dan  purifikasi  Epigallocatechin  Gallate.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  membuktikan  pengaruh Epigallocatechin Gallate dalam menghambat resistensi insulin, penurunan ekspresi p110 PI3K dan peningkatan p38 MAPK pada aorta tikus yang diberi diet tinggi lemak. Hewan coba tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu diet normal,  diet  tinggi  lemak,  diet  tinggi  lemak  dengan  penambahan  EGCG  1  mg/kgbb/hari,  2  mg/kgbb/hari  dan  8 mg/kgbb/hari  yang  diberikan  dalam  60  hari.  Parameter  yang  digunakan  adalah  resistensi  insulin  (metode  HOMA), ekspresi p110 PI3K dan p38 MAPK dari aorta tikus yang diukur dengan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat  EGCG  menghambat  resistensi  insulin  pada  dosis  8  mg/kgbb/hari.  EGCG  yang  diberikan  bersamaan  dengan  diet tinggi lemak dapat menghambat penurunan kadar p110 PI3K pada dosis 2 mg/kgbb/hari dan dosis 8 mg/kgbb/hari dan menghambat peningkatan aktivitas p38 MAPK pada semua dosis perlakuan yaitu 1 mg/kgbb/hari, 2 mg/kgbb/hari dan 8 mg/kgbb/hari.  Pemberian  EGCG  dosis  8  mg/kgbb/hari  yang  diberikan  bersamaan  dengan  diet  tinggi  lemak  dapat mengambat terjadinya resistensi insulin yang ditunjukkan dengan penghambatan peningkatan p38 MAPK dan penurunan p110 PI3K dan nilai HOMA dalam range normal, superoxide dismutase.Kata Kunci : Diet tinggi lemak, EGCG, p110 PI3K, p38 MAPK, resistensi insulin
Parameter Bakteremia pada Anak dengan Keganasan dan Demam Neutropenia Nugroho, Susanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.32 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.9

Abstract

ABSTRAKDemam netropenia merupakan komplikasi yang serius dan sering pada anak dengan keganasan dan dapat mengancam nyawa.  Meskipun  demikian  bukti  menunjukkan  bahwa  infeksi  lokal  maupun  sistemik  ditemukan  pada  48-60%  dari episode demam netropenia namun hanya16-20% diantaranya mengalami bakteremia. Bakteremia merupakan baku emas diagnosis infeksi bakteri yang mempengaruhi prognosis dan dapat meningkatkan resiko kematian. Studi cross-sectional ini dilakukan in bangsal Hematologi-Onkologi Anak RS dr. Saiful Anwar untuk mengidentifikasi gejala dan gambaran klinis infeksi serta parapmeter bakteremia pada anak dengan keganasan dan febrile netropenia. Subjek penelitian melibatan 68 pasien  anak  dengan  keganasan  dan  demam  netropenia  yang  dirawat  di  rumah  sakit  dan  mendapatkan  kemoterapi. Parameter  bakteremia  yang  dianalisis  terdiri  dari  infeksi  klinis,  suhu  tubuh  saat  episode  demam  netropenia,  jumlah lekosit, neutrofil, monosit dan fagosit absolut. Secara klinis 65 dari 68(95.5%) mengalami infeksi tetapi bakteremia hanya ditemukan pada 14 dari 68 kultur darah pasien(20,6%). Infeksi klinis yang terkait dengan baktermia adalah infeksi saluran pernafasan  akut  non  pneumonia  (p=0.047;  OR=3.7;  CI  95%  0,96-14,40).  Parameter  klinis  yang  terbukti  berhubungan dengan bakteremia adalah jumlah netrofil absolute (p = 0,003) dan fagosit absolut (p = 0,013). Dapat disimpulkan bahwa infeksi saluran pernafasan akut non pnemoni, jumlah netrofil dan fagosit absolut dapat digunakan sebagai parameter klinis  bakteremia pada anak dengan keganasan dan demam netropenia. Kata Kunci : Anak, bakteremia, demam netropenia, keganasan
Peran Ekspresi Interleukin (IL)-4 dalam Apoptosis Epitel Bronkiolus Mencit Asma Condro S, Runiawan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.643 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.4

Abstract

ABSTRAKInflamasi kronis pada asma merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keparahan, eksaserbasi, dan remodeling jalan nafas yang ditandai peningkatan apoptosis epitel bronkiolus. Interleukin (IL)-4 merupakan salah satu sitokin tipe Th2 yang merupakan petanda proses inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara ekspresi IL-4  dan  apoptosis  epitel  pada  bronkiolus  mencit  asma.  Penelitian  dilakukan  dengan  desain  randomized  control  group menggunakan 18 mencit galur Balb/c yang dibagi dalam kelompok asma dan kontrol. Kelompok asma disensitisasi dengan ovalbumin secara intraperitoneal pada hari ke-0 dan 14, diikuti dengan cara inhalasi setiap 2-3 hari selama 6 minggu. Ekspresi IL-4 pada bronkiolus diperiksa dengan metode imunohistokimia, sedangkan apoptosis epitel bronkiolus dengan metode  TUNEL.  Analisis  statistik  menggunakan  independent  sample  t-test,  Mann-Whitney  U  test,  dan  regresi  linier dengan  interval  kepercayaan  95%.  Jumlah  apoptosis  epitel  bronkiolus  dan  ekspresi  IL-4  meningkat  bermakna  pada 2kelompok asma (p=0,000).Terdapat korelasi positif kuat (r=0,78; r =0,56, p=0,012, y=4,28+0,58x) antara IL-4 dan apoptosis epitel pada bronkiolus. Peningkatan ekspresi IL-4 mempengaruhi peningkatan apoptosis epitel bronkiolus, namun bukan merupakan satu-satunya variabel yang mempengaruhi peningkatan apoptosis epitel bronkiolus.Kata Kunci : Asma, apoptosis epitel, bronkiolus, IL-4,   ovalbuminmencit
Irigasi Kolon sebagai Pengganti Kolostomi pada Pembedahan Satu Tahap Penyakit Hirschsprung Inggarwati, Lulik; Triambodo, Bambang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.421 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.10

Abstract

ABSTRAKPada pasien dengan penyakit Hirschprung dengan stasis fecal harus di-dekompresi dahulu sebelum dilakukan penanganandefinitive untuk menghindari enterokolitis. Ada dua macam modalitas dekompresi yaitu irigasi kolon dan kolostostomi(stoma). Pembedahan definitive dapat dilakukan dalam satu tahap atau dua tahap dan tidak terdapat perbedaan hasilluaran. Penelitian ini bertujuan membandingkan diameter kolon dan proporsi diameter kolon proksimal dan distal antarairigasi kolon (satu tahap pembedahan) dan kolostomi (dua tahap pembedahan). Uji klinis dilakukan pada 18 pasien yangdibagi  secara  acak  dalam  dua  kelompok  yaitu  irigasi  kolon  (satu  tahap  pembedahan)  dan  kolostomi  (dua  tahappembedahan). Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam diameter kolon antara irigasi kolon (satu tahap pembedahan)dan kolostomi (dua tahap pembedahan). Pembedahan satu tahap atau dua tahap mempunyai luaran yang sama dalam halproporsi diameter kolon. Kata Kunci: Irigasi kolon, kolostomi, prosedur Duhamel
Profilin Menginduksi Ekspresi TLR-11, Il-6, dan TNF- sebagai Kandidat Prediktor Disfungsi Adiposit akibat Infeksi Toxoplasma Gondii α Sudjari, Sudjari; Indra, M. Rasjad; Susanto, Hendra; Inggarwati, Lulik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.643 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.5

Abstract

ABSTRAKSindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko yang terdiri dari hipertensi, dislipidemia, gangguan intoleransi glukosa dan obesitas dan memiliki hubungan dengan pathomechanism penyakit jantung. Peran jaringan adiposa pada penyakit menular dan perubahan kualitas adipocyte setelah terpapar patogen belum terungkap. Di sisi lain, prevalensi penyakit infeksi di negara berkembang masih tinggi. Beberapa studi melaporkan bahwa ada hubungan antara infeksi T gondii dan fungsi  jaringan  adiposa.  Profilin  adalah  komponen  membran  T  gondii  yang  dapat  merangsang  ekspresi  sitokin proinflammation IL-12 dan lain sel dendrit melalui pengikatan dengan TLR-11. Ini dapat terjadi pada sel-sel lemak, memicu disfungsi adipocyte yang mengarah ke sindrom metabolik. Penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa sindrom metabolik  yang  berhubungan  dengan  jaringan  lemak  selalu  disebut  lemak  visceral,  sedangkan  lemak  subkutan  juga berpotensi menjadi patogen. Penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh paparan profilin untuk ekspresi TLR-11, IL-6, dan TNF-dalam kultur jaringan adiposa subkutan yang diukur dengan teknik ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek paparan profilin, dosis 5 15 dan 25 ng / ml peningkatan IL-6, dan TNF-tingkat, tetapi menurun tingkat TLR-11 (p = 0,000). Penelitian ini membuktikan paparan profiling menyebabkan disfungsi adipocyte melalui peningkatan tingkat adipocytokine proinflamasi sebagai patomekanisme sindrom metabolik yang berhubungan dengan jaringan adiposa.Kata Kunci : A  profilin Toxoplasma gondii, TLR-11dipocytokines (IL-6, TNF α), adipose subkutan, disfungsi adiposit,
Efek Latihan Kegel pada Kekuatan Otot Dasar Panggul Ibu Pasca Persalinan Rahajeng, Rahajeng
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.224 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.11

Abstract

ABSTRAKKehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan mekanik dan denervasi otot-otot dasar panggul yang menimbulkakeluhan stres inkotinensia, prolaps organ panggul dan gangguan seksual sehingga menurunkan kualitas hidup pasienPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek latihan otot dasar panggul   pada kekuatan otot dasar panggul. Desairandomized clinical trial dilakukan pada ibu 4 minggu pasca persalinan pervaginam yang memenuhi kriteria inklusi daeksklusi.    Pada  kelompok  eksperimen  dilatih  untuk  melakukan  latihan  otot  dasar  panggul,  sehingga  mereka  dapamelakukan latihan otot dasar panggul di rumah. Evaluasi kontraksi otot dasar panggul dengan perineometer dilakukadiawal  dan  setiap  4  minggu  sekali  selama  12  minggu.  Perbedaan  kekuatan  otot  dasar  panggul  pada  setiap  kelompodianalisis dengan paired t test, sedangkan perbedaan antar kelompok diuji dengan unpaired t test. Pada kelompok kontrotidak  didapatkan  perbedaan  kekuatan  otot  panggul  sesudah  4-12  minggu  bila  dibandingkan  kondisi  awal  (44.4)sebaliknya pada kelompok perlakuan didapatkan perbedaan bermakna. Hasil uji independent sample t test menunjukkaperubahan otot dasar panggul sesudah 12 minggu pada kelompok perlakuan lebih tinggi secara bermakna dibandingkakontrol. Penelitian ini membuktikan latihan otot dasaar panggul secara mandiri memberikan perbaikan kekuatan otodasar panggul sejak 4 minggu pertama hingga 12 minggu. Kata Kunci : Kekuatan otot dasar panggul, senam kegel, postportum
Pengaruh Amitriptyline Dosis Lethal pada Bangkai Tikus Rattus Norvegicus strain Wistar terhadap Pertumbuhan Larva Musca Sp. Rahman, Puji; Djoko B, Aswin; Prastowo, Wening
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.012 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.6

Abstract

ABSTRAKKata Kunci:  Amitriptyline, Musca sp., pertumbuhan larvaPeran Post Mortem Interval (PMI) sangat penting untuk memperkirakan waktu kematian yang dapat diketahui dengan menentukan  umur  larva  lalat  yang  terdapat  pada  jenazah.  Pertumbuhan  larva  lalat  sangat  dipengaruhi  oleh  suhu lingkungan,  makanan,  kelembapan,  intensitas  cahaya,  dan  kontaminan.  Keberadaan  obat  antidepresan  dapat mengacaukan estimasi waktu kematian hingga 77 jam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan media  dua  bangkai  tikus.  Tikus  pertama  dibunuh  dengan  cara  diberikan  amitriptyline  100  mg  peroral  (LD50  =  350 mg/kgBB).   Tikus kedua dibunuh dengan cara dislokasi cervical. Kedua bangkai ini dimasukkan ke 2 kandang yang telah berisi masing-masing 50 lalat Musca sp. Dilakukan pengamatan setiap 12 jam mulai dari larva lalat stadium satu sampai lalat dewasa. Setiap media tumbuh diambil 10 larva secara acak setiap hari untuk diukur panjang dan berat serta durasi pertumbuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan larva pada media dengan kandungan amitriptyline berbeda secara signifikan dibandingkan pertumbuhan larva pada media tanpa kandungan amitriptyline. Panjang larva pada media tumbuh dengan kandungan amitriptyline lebih panjang, berat larva pada media tumbuh dengan kandungan amitriptyline lebih berat dan durasi pencapaian stadium lebih lambat sejak hari ke-3a (p < 0,005). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amitriptyline dapat memperlambat pertumbuhan larva lalat Musca sp.
Distribusi M. Tuberculosis Genotipe Beijing pada Pasien Tuberkulosis Paru di Malang MR, Tri Yudani; Astuti, Triwahju
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.868 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.3

Abstract

ABSTRAKPenelusuran  penyebaran  genetis  Mycobacterium  tuberculosis  merupakan  salah  satu  faktor  penting  dalam mengendalikan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Studi mengenai distribusi Mycobacterium tuberculosis galur Beijing pada TB paru BTA (+) pasien di RSU dr. Saiful Anwar rumah sakit ini   dilaksanakan dengan metode spoligotyping. Dahak dikumpulkan dari total 41 pasien, dicuci dengan salin normal dan ditanam pada medium LJ. DNA dari bakteri yang tumbuh kemudian diisolasi dan mengalami spoligotyping. Sembilan belas spoligotype (65,5%) ditemukan dari total dua puluh sembilan sampel yang berkembang, sedangkan sepuluh sampel (34,5%) adalah non-Mycobacterium tuberculosis. Dari spoligotype sembilan belas, sembilan sampel merupakan Beijing strain (31%) dan sepuluh sampel (34,5%) menunjukkan strain non Beijing. Proporsi pasien TB yang terinfeksi, menunjukkan bahwa persentase pasien terinfeksi dengan strain Beijing hampir sama antara wanita dan pria. Ditemukan bahwa prevalensi tertinggi strain Beijing pada pasien dengan usia berkisar antara 31-40 tahun (51%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa strain Beijing mendominasi distribusi M. tuberculosis pada pasien TB paru di Malang.Kata Kunci: Beijing strain, M. tuberculosis, Spoligotyping
Pengaruh Substitusi Tepung Tempe pada F100 terhadap Saturasi Transferin Puryatni, Anik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.17 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.7

Abstract

ABSTRAKPermasalahan status gizi di Indonesia masih merupakan permasalahan kesehatan serius dengan 28.47% anak berada pada  kondisi  gizi  kurang  dan  gizi  buruk.  Upaya  untuk  mengembangkan  bahan  pangan  bergizi  dan  terjangkau  sangat diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dampak pemberian susu skim dengan substitusi tepung tempe dalam  memperbaiki  status  gizi  pada  anak  dengan  malnutrisi.  Penelitian  dilakukan  dengan  desain  uji  klinis  pada  dua kelompok  yang  dipilih  secara  acak,  yaitu  kelompok  dengan  suplemen  standar  WHO  dan  kelompok  dengan  substitusi tepung  tempe.  Data  menunjukkan  peningkatan  signifikan  berat  badan  pada  kedua  kelompok.  Saturasi  tranferin meningkat sebesar 13.02+7.87 pada kelompok dengan pemberian suplemen standar WHO F100, sedangkan kelompok dengan  substitusi  tepung  tempe  meningkat  sebesar  12.47+5.317.  Tidak  ada  perbedaan  signifikan  peningkatan  berat badan antar dua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian substitusi dengan tempe kedele dapat memberikan efek yang sama dengan suplemen standar WHO F100 pada anak dengan dengan malnutrisi.Kata Kunci: Anak, berat badan, F100, malnutrisi, saturasi transferin, tepung tempe
SUSU KUDA SUMBAWA TERFERMENTASI SEBAGAI IMMUNOSTIMULANT UNTUK 37.8 KDA V. CHOLERAE VACCINE Faisal, Faisal; Sumarno, Sumarno; Handono, Kusworini
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.374 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.2

Abstract

ABSTRAKProtein adhesi subunit pili berat molekul 37,8 kDa V.cholerae 01 merupakan salah satu faktor diare. Protein tersebut mempunyai  potensi  menginduksi  respon  imun  mukosal  sehingga  dapat  menjadi  kandidat  vaksin  yang  poten.  Tujuan penelitian adalah membuktikan bahwa susu kuda Sumbawa terfermentasi dapat meningkatkan potensi protein adhesi subunit pili berat molekul 37,8 kDa V.cholerae 01 yang dikonjugasi dengan   toksin kolera subunit B dalam menginduksi respon  imun  mukosal  s-IgA  dan  mencegah  sekresi  cairan  pada  usus  mencit.  Metode  penelitian  ini  adalah  studi eksperimental dengan menggunakan mencit Balb/c. Isolasi protein adhesi subunit pili berat molekul 37,8 kDa bertingkat dengan menggunakan pili cutter, dilanjutkan SDS-PAGE. Susu kuda Sumbawa terfermentasi diberikan setiap hari dengan dosis  0.4  ml/20gr  BB  mencit.  Imunisasi  dilakukan  dengan  memberikan  protein  adhesi  berat  molekul  37,8  kDa  yang dikonjugasi  dengan  toksin  kolera  sub  unit    B.  Pengukuran  kadar  s-IgA  menggunakan  metode  ELISA.  Uji  protektifitas menggunakan usus imunisasi dengan paparan susu kuda Sumbawa terfermentasi yang diberi bakteri V.cholerae 01. Di hitung  volume  akhir  cairan  sebagai  indikator  berat  usus.  Analisis  data  menggunakan  ANOVA  dan  Tukey's  test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan   kadar s-IgA pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi susu kuda dan protein 37,8 kDa konjugasi CTB (p=0.00). Pada uji protektifitas juga menunjukkan  perbedaan berat usus  pada  kelompok  kontrol  dan  kelompok  perlakuan  yang  diberikan  susu  kuda  dan  protein  37,8  kDa  konjugasi  CTB (p=0.02).

Page 1 of 2 | Total Record : 11